• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penerapan Pendidikan Agama Isla

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Penerapan Pendidikan Agama Isla"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Penerapan Pendidikan Agama Islam

Sejak Usia Dini

ABIYYU IHSAN

110110170149 / Fakultas Hukum

Universitas Padjajaran

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu keharusan, merupakan suatu kebutuhan bagi semua orang di muka bumi ini. Melalui pendidikan, manusia dapat memperoleh suatu bekal untuk hidup untuk selamat. Pendidikan menghitung, membaca, menulis, dan memahami adalah hal yang penting. Tapi untuk menjadi manusia, norma dan moral harus ditempa. Karena selain otak dan pikiran, hati juga harus dididik. Pendidikan agama yang menopang merupakan hal yang percuma. Karena Indonesia yang kaya raya dan ditemukan oleh pemuda-pemuda yang jenius saja masih membutuhkan suatu penopang atau landasan yaitu Pancasila. Agama adalah sarana untuk menggapai Tuhan. Untuk berbicara denganNya kita harus mempunyai kepercayaan dan iman yang dilandasi oleh agama.

(3)

ini sangat krusial bagi anak usia dini untuk mengetahui kebiasaan yang baik melalui kepercayaan dan iman yang diajarkan agama yang dianut oleh orang tuanya. Jadi, penerapan pendidikan agama, terutama agama Islam merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini.

1.2 Tujuan

Selain penulisan ini bertujuan untuk pemenuhan tugas TPB, judul dari makalah ini juga bertujuan untuk :

 Mengingatkan para orang tua untuk menerapkan pendidikan agama, terutama agama Islam bagi mereka yang menganut agama Islam kepada anaknya sejak mereka berusia dini.

 Mengingatkan juga para calon orang tua agar siap untuk memberi contooh yang baik kepada anaknya kelak.

 Melahirkan generasi penerus yang pintar otak dan pikiran, namun juga suci dan mulia di hati.

1.3 Manfaat

(4)

1.4 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian di atas diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

 Tidak sedikit orang tua yang beragama Islam menganggap ringan pendidikan agama Islam sebagai perbekalan anak untuk berkembang.

 Tidak sedikit orang tua yang beragama Islam kurang melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak.

 Tidak sedikit orang tua yang beragama Islam yang menganggap pendidikan di sekolah sudah cukup, padahal dalam kenyataannya pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang berada di luar kelas.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Penerapan Pendidikan Agama

Penerapan pendidikan agama merupakan hal yang penting untuk semua orang dalam jenjang umur berapapun. Karena sesungguhnya, semua orang membutuhkan pendidikan hati. Pendidikan forman memang baik, memiliki akal dan pikiran yang memang baik, tetapi kalau masuk rumah sebagai tamu namun tidak mengucap salam, menurut saya pendidikan formal itu percuma.

Memiliki perbekalan hati yang mulia bukanlah suatu kewajiban, namun merupakan suatu kebutuhan agar kita sebagai manusia dapat diterima sebagai manusia oleh lingkungan dan masyarakat sekitar kita. Melalui pendidikan agama kita dapat memperoleh keyakinan akan Tuhan dan tujuan hidup. Kita dapat memiliki penopang hidup dan pegangan di kala kita bingung atau hilang arah.

Agama sendiri memiliki arti adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan.1

Kepercayaan atau keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:

 menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan, dan

 menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan.2

(6)

2.2 Penerapan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah penerapan ilmu agama yang berbau Islam. Agama Islam adalah agama yang mengajak perdamaian kepada semua manusia. Untuk menjadi manusia yang berhati dan berakhlak baik, menerapkan pendidikan agama Islam bukan merupakan suatu kesalahan, bahkan mungkin merupakan hal yang paling baik.

Orang yang berusia lanjut usia, atau bahkan ustad pun masih membutuhkan pendidikan agama Islam, agama bukan seperti teknologi yang terus berkembang setiap harinya. Agama bukan manusia yang bersifat dinamis. Agama bersifat statis. Namun, pendidikan agama Islam harus terus diterapkan karena hati kita harus terus diasah dan diingatkan akan kedamaian dan kehadiran Tuhan di setiap ucapan dan perbuatan kita.

Berikut beberapa pengertian dari Pendidikan Agama Islam menurut beberapa ahli, diantaranya:

 Zakiah Daradjat

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan itu, ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkannya serta menjadikan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

 Menurut Drs. Ahmad D. Marimba

(7)

kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam, yang mengacu kepada pembentukan kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam, memilih, dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.3

2.3 Pengertian Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-5 tahun. Usia 0-5 tahun adalah usia krusial bagi anak-anak. Usia ini sering disebut masa emas dalam usia anak-anak. Karena dalam usia ini mereka akan mendapatkan pengaruh dari segala sesuatu di luar mereka; entah orang tua, teman-teman, guru, dll.

Semua hal yang baik sengaja atau tidak sengaja disampaikan kepada anak usia dini akan diterima oleh anak tersebut. Karena anak dengan usia dini ini belum bisa menyaring mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga apapun yang sampai kepada anak usia dini akan dianggap sebagai hal yang pantas untuk dicontoh.

2.4 Penerapan Pendidian Agama Islam sejak Usia Dini

Menurut Ernest Harms, penerapan Pendidikan Agama Islam dalam perkembangan Anak Usia Dini dapat dilaksanakan melalui beberapa fase atau tingkatan, yaitu:

The Fairy Tale Stage (Tingkat Dongeng)

Tingkat dongeng adalah fase di mana agama dan Tuhan masih sebuah fantasi. Ini adalah fase di mana seorang anak masih dibekali oleh cerita-cerita yang ada kaitannya dengan agama Islam dari orang

(8)

tua atau siapapun itu. Anak diperkenalkan dengan permukaan atau kasarnya agama Islam melalui hal-hal yang mudah diterima dengan anak sesuai umurnya.

The Realistic Stage (Tingkat Kenyataan)

Fase ini dimulai saat seorang anak masuk pendidikan sekolah dasar. Di mana pendidikan agama Islam sudah menjadi sebuah materi yang nyata dan benar-benar dipelajari oleh mereka, bukan lagi cerita atau dongeng. Pendidikan agama Islam juga sudah tidak lagi hanya diberikan oleh orang tua, tetapi sudah oleh pengajar di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Pada fase ini, anak sudah menyikapi agama secara emosional.

The Individual Stage (Tingkat Individu)4

Adalah fase mandiri di mana anak sudah mulai memasuki tahap remaja. Mereka sudah dapat memberikan opini atau argumen atau kesimpulannya sendiri mengenai agama Islam. Opini tersebut berasal dari semua ilmu, pengetahuan, dan bekal mengenai agama Islam yang sudah mereka dapat sebelumnya. Fase ini, sangat ditentukan oleh diri individu mereka sendiri, di mana mereka bebas menentukan langkah kemana yang akan mereka ambil dengan bekal yang sudah mereka dapat.

2.5 Pengaruh Penerapan Pendidikan Agama Islam sejak Usia Dini

Tujuan dari pendidikan islam adalah pembentukan akhlak yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi. Karena

(9)

sesungguhnya agama Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, maka tujuannya juga untuk membentuk umat yang damai.

Dengan diberikannya pendidikan agama pada anak sejak usia dini akan ,menjadikan seorang anak menjadi lebih baik, beragama, bermoral dan bernilai pekerti yang baik. Karakteristik anak juga sangat ditentukan oleh bagaimana orang tua mendidik anaknya melalui pendidikan agama di rumah. Karena karakteristik anak sangat ditentukan oleh apa yang ia terima sejak usia dini.

Jangan heran mengapa banyak kriminalitas yang terjadi di negara ini seperti pemerkosaan, pembunuhan, pencurian ini semua dikarenakan tidak adanya nilai –nilai moral yang tertanam dalam anak-anak, remaja, dewasa.5 Hal ini karena banyak sekali orang tua yang meringankan

perhatian dan pengawasan kepada anaknya. Mereka menganggap mudah dan tidak memandang pendidikan agama, terutama agama Islam bagi mereka yang beragama Islam sebagai hal yang penting. Maka generasi negara ini sekarang sangat memprihatinkan.

BAB III

Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan

5

(10)

Pendidikan adalah sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Pendidikan merupakan hal penting yang dapat membuat kita memperoleh hal yang lebih baik di kehidupan di masa mendatang. Agama adalah sebuah sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Agama membuat kita sadar kalau kita tidak pernah sendiri di bumi, selalu ada Tuhan yang dapat kita ajak berdialog.

Agama Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian. Agama Islam bertujuan untuk membentuk manusia yang berakhlak baik, sadar akan Tuhan, dan peduli dengan sesama. Penerapan pendidikan agama Islam sejak usia dini merupakan kewajiban. Karena sejak usia dini, di mana anak akan melalui berbagai fase di hidupnya, di mana setiap fase akan menentukan karakteristik anak, maka pendidikan agama Islam sejak usia dini adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan untuk seorang muslim.

3.2 Saran

Sangat baik apabila setiap orang tua muslim sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka sejak usia dini. Terutama pendidikan agama Islam. Pendidikan formal juga merupakan kewajiban dan kebutuhan, namun pendidikan agama Islam dari orang tua secara langsung juga tidak kalah penting. Anak harus memiliki karakteristik dan akhlak yang baik. Tidak cukup matematika, IPA, IPS, dsb, juga dibutuhkan pendidikan agama Islam bagi mereka yang beragama Islam agar dapat selamat dunia dan akhirat.

Daftar Pustaka

(11)

https://id.wikipedia.org/wiki/Agama

https://www.kompasiana.com/sellaayunibonde/kurangnya-pendidikan-

Referensi

Dokumen terkait

Weekly Reflection in Microteaching Class of the English Language Education Study Program of Sanata Dharma University: The Implementation and Students’ Perception.. Yogyakarta:

Dalam penelitian ini, dibagi menjadi 6 dimensi nilai yaitu keterlibatan konsumen, loyalitas merek, persepsi harga, persepsi kualitas, keakraban merek, dan persepsi risiko yang

Titi Purwandari dan Yuyun Hidayat – Universitas Padjadjaran …ST 57-62 PENDEKATAN TRUNCATED REGRESSION PADA TINGKAT. PENGANGGURAN TERBUKA PEREMPUAN Defi Yusti Faidah, Resa

atap”, akan tetapi masing-masing fungsi tetap dibawah koordinasi sendiri-sendiri yang independen dengan kerjasama yang aktif dalam persepsi yang sama dilihat dari fungsi

ISLAMISASI DALAM PENDIDIKAN Islamisasi ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu respons terhadap krisis masyarakat modern yang disebabkan karena pendidikan Barat yang

Skripsi ini membahas mengenai peranan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam menanggulangi kasus kelaparan di Nusa Tenggara Timur periode 2014-2016.. Iklim

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan pihak Kepolisian serta berdasarkan bukti-bukti berupa keterangan para saksi, keterangan terdakwa, dan bukti-bukti surat