65 BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan
mengenai peranan audit operasional terhadap pelaksanaan implementasi strategi
pada PT. Pindad (Persero), maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat pelaksanaan audit operasional di PT. Pindad (Persero)
berdasarkan persepsi responden memiliki tingkat yang tinggi dengan
nilai M=4,66 dan SD=0,454. Dengan urutan indikator laporan
menempati peringkat tertinggi (M=4,90; SD=0,387), diikuti oleh
indikator audit terinci (M=4,79; SD=0,334), kemudian indikator audit
pendahuluan (M=4,78; SD=0,430), indikator review dan pengujian
pengendalian manajemen (M=4,44; SD=0,514), dan yang terendah
adalah indikator tindak lanjut (M=4,40; SD=0,607). Dengan kata lain
pelaporan hasil audit, pelaksanaan audit terinci, dan audit pendahuluan
sudah selalu dilakukan dalam kegiatan audit operasional di
perusahaan.
2. Tingkat pelaksanaan implementasi strategi di PT. Pindad (Persero)
berdasarkan persepsi responden adalah berada pada tingkat di atas
rata-rata dengan nilai M=4,26 dan SD=0,488. Dengan urutan indikator
66
oleh indikator program (M=4,25; SD=0,504), dan yang terendah adalah
indikator anggaran (M=4,21; SD=0,434).
3. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara audit operasional
dengan implementasi strategi di PT. Pindad (Persero) menurut persepsi
responden dengan nilai (R=.676) sama dengan 67,6%. Hal ini
menyatakan bahwa kuatnya hubungan audit operasional terhadap
pelaksanaan implementasi strategi.
4. Audit operasional memiliki peranan terhadap implementasi strategi
dilihat dari nilai R2 sebesar .456. angka ini menyatakan bahwa audit
operasional berperan dalam menunjang pelaksanaan implementasi
strategi sebesar 45,6%.
5. Setelah meneliti nilai mean dari setiap indikator maka diperoleh hasil
hanya ada 2 dari 16 indikator yang menjadi prediktor kepada
implementasi strategi yaitu manajemen mempelajari rekomendasi dan
opini yang diserahkan oleh auditor (tindak lanjut) dan auditor
menjadikan audit sementara menjadi audit yang sesungguhnya
(definitive audit objective) (review dan pengujian pengendalian
manajemen).
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan ada 2 jenis kegiatan
audit operasional yang menjadi prediktor untuk mendapat perhatian agar
67
audit yang sesungguhnya (definitive audit objective) (M=3,93; SD=0,961) dan
bagian yang bersangkutan akan melaksanakan rekomendasi dari auditor (M=4,27;
SD=0,799). Kedua hal tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan
pelaksanaan implementasi strategi. Oleh karena itu, jika perusahaan ingin
meningkatkan pelaksanaan implementasi strategi disarankan agar berfokus juga