• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI KENDAL KIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI KENDAL KIK"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dimana Pemerintahan Daerah berwenang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi daerah dan tugas pembantuan. Pemberian wewenang yang luas kepada daerah dimaksudkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat.Pemberian wewenang yang luas terhadap daerah otonom diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, kekhususan, keistimewaan serta potensi keaneka ragaman dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan di era otonomi daerah dan globalisasi yang semakin dirasakan maka setiap daerah

harus membentuk suatu paket otonomi yang konsisten dengan kapasitas dan kebutuhannya.Melihat hal demikian, maka pemerintah daerah perlu melibatkan semua elemen yang ada, termasuk DPRD untuk menjamin proses berjalannya desentralisasi secara baik dan bertanggung jawab.

Dalam upaya meningkatan kesejahteraan masyarakat, investasi daerah merupakan sebuah kekuatan penting untuk mengakselerasi pembangunan daerah. Namun untuk menciptakan sebuah investasi dibutuhkan agenda-agenda yang jelas dan komprehensif yang secara internal dibuat sendiri oleh pemerintah daerah. Agenda-agenda yang dimaksud antara lain: merumuskan kebijakan investasi, memperbaiki peraturan dan regulasi, memperbaiki dukungan dan pelayanan birokrasi, mengembangkan promosi daerah, mengembangkan kemitraan, mengembangkan regional management, mengembangan business networking, mempertajam strategi belanja publik.

(2)

memberikan kemudahan dan daya tarik bagi investasi.Pada dasarnya kawasan industri dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, impor dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi.

Kita tahu bahwa Provinasi Jawa Tengah ini kekurangan kawasan industri, hal inilah yang menjadikan investor berpikir ulang untuk berinvestasi di Jawa Tengah.Saat ini di Jawa Tengah hanya mempunyai tujuh kawasan industri, enam diantaranya di Semarang, dan satunya di Kabupaten Cilacap. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, maka Pemerintah Jawa Tengah memilih Kabupaten Kendal sebagai kawasan industri.Dalam pelaksanaan pembangunannya pemerintah Kabupaten Kendal menetapkan tiga desa (Mororejo, Sumberejo, dan Wonorejo) yang berada di Kecamatan Kaliwungu sebagai kawasan industri.

Terpilihnya Kecamatan Kaliwungu tak lain karena terletak pada posisi strategis pada ruas jalan pantura dengan topografi memiliki dataran tinggi dibagian Selatan dan juga laut di daerah Utara. Selain itu juga Kecamatan

Kaliwungu merupakan daerah penyangga ibu kota Provinsi Jawa Tengah, yang mana berbatasan langsung dengan Kota Semarang, fasilitas penunjang berupa (i) Pelabuhan Kendal dan (ii) Dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, (iii) Stasiun kereta dengan jaringan rel aktif (double track 123 (iv) Terletak dekat dengan Bandara Internasional Ahmad Yani, dinilai menjadi daya tarik dikembangkannya sebuah kawasan industri.

Menurut Mulyadi dan Monstiska dalam Maramis (2013:9), permasalahan yang sering tejadi pada kawasan industri adalah :

1. Permasalahan lingkungan hidup: mengenai izin pengelolaan limbah yang semakin condong mengikuti perkembangan aturan- aturan yang diciptakan oleh konvensi lingkungan hidup internasional. Permasalahan atas lingkungan hidup ini, akan berpengaruh terhadap izin usaha industri, izin import bahan baku, serta izin ekspor.

(3)

ada beberapa industri yang di dirikan di luar kawasan industri.

3. Permasalahan atas dukungan dan komitmen pemerintah daerah: khususnya tentang hal perizinan dan mekanisme insentif yang menarik bagi investor. Dalam banyak kasus, pemerintah daerah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang bertentangan dengan peraturan kawasan industri.

4. Permasalahan energi: dapat berupa kekurangan pada energi listrik maupun gas, yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam kawasan industri.

Selain permasalahan diatas, dalam kawasan industri harus memiliki kondisi fisik, sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan, akan tetapi melihat realita di lapangan, pembangunan kawasan industri Kendal belum dapat memenuhi persyaratan dengan baik, minimnya stok lahan yang tersedia di kawasan industri merupakan dampak dari sulitnya pembebasan tanah yang dilakukan oleh pengembang kawasan industri Kendal, dari target awal 2.830 Ha tanah yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri, baru 1.100 Ha yang dapat dibebaskan hak kepemilikannya.

Dalam pembangunan kawasan industri Kendal, jaminan atas kejelasan pengembangan kapan akan dilaksanakan menjadi hal yang penting diperhatikan. Rencana peletakan batu pertama yang dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono di lokasi kawasan industri Kendal yang ditunda sampai dua kali membuat proyek ini menimbulkan persepsi negatif di kalangan para calon investor. peletakan batu pertama yang sedianya akan dilakasanakan pada Mei 2014 ditunda menjadi Juli 2014, akan tetapi pada bulan Juli dengan adanya pemilu legislatif dan pemilu presiden membuat peletakan batu pertama kembali tertunda dan belum jelas kapan akan di resmikan.

(4)

hanya ditawari tenaga kerja yang murah dan kemudahan perizinan apabila lokasi KEK tidak dibangun secara serius). Dengan melihat hal demikian, maka perlu adanya pembuatan sebuah strategi khusus oleh pemerintah dalam pengembangan kawasan industri Kendal dengan cara membuat iklim investasi yang menarik sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi para investor agar mau berinvestasi di kawasan industri Kendal.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut: Bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi kendala

(5)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1Konsep Pembangunan Ekonomi

Menurut Adam Smith pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi (Suryana, 2000:55). Todaro (dalam Lepi T. Tarmidi, 1992:11) mengartikan pembangunan sebagai suatu proses multidimensional yang menyangkut perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional maupun percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan penghapusan dari kemiskinan mutlak. Pembangunan ekonomi menurut Irawan (2002:5) adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita.

Prof. Meier (dalam Adisasmita, 2005:205) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka

waktu yang panjang. Sadono Sukirno (1985:13) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita

penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara terus-menerus melalui serangkaian kombinasi proses demi mencapai sesuatu yang lebih baik yaitu adanya peningkatan pendapatan perkapita yang terus menerus berlangsung dalam jangka panjang.

Pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat empat unsur penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.

a. Pembangunan sebagai suatu proses

(6)

pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.

b. Pembangunan sebagai perubahan sosial

Masyarakat sebagai pelaku dalam perubahan sosial dimana secara langsung atau tidak langsung perubahan sosial akan berdampak pada kelancaran pembangunan atau bahkan menghambat pembangunan di Indonesia.

c. Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita

Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan

perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.

d. Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang

(7)

2.2Konsep Otonomi Daerah

Menurut Basri hakekat otonomi daerah adalah mengembangkan manusia-manusia Indonesia yang otonom, yang memberikan keleluasaan bagi terkuaknya potensi-potensi terbaik yang dimiliki oleh setiap individu secara optimal.Otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewenangan yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kewajiban pelaksana otonomi daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat. Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga sebagai implementasi tuntutan

globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan bertanggung jawab, terutama dalam mengatur, memanfaatkan dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing. Otonomi daerah membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi daerah untuk mengaktualisasikan segala potensi terbaiknya secara optimal.

(8)

2.3Konsep Investasi

Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang”. Investasi (penanaman modal) adalah pengeluaran atau pembelanjaan penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.Investasi atau pembentukan modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat (Sadono Sukirno, 1994:107).

Menurut Halim (2005:4) bila dilihat dari jenisnya investasi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu investasi riil dan investasi finansial. Investasi riil yaitu investasi terhadap barang-barang tahan lama (barang-barang modal) yang akan digunakan dalam proses produksi berbentuk aset produktif

(pendirian pabrik, pembukaan perkebunan, pembukaan pertambangan). Sedangkan investasi finansial adalah investasi yang dilakukan di pasar modal, investasi finansial umum dilakukan dalam perekonomian modern yang melibatkan kontrak – kontrak tertulis, seperti perdagangan saham dan obligasi

Tujuan investasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor. Kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter, yang bisa diukur dengan penjumlahan pendapatan saat ini ditambah nilai saat ini pendapatan masa datang. Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan investasi, yaitu:

1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang. Seorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang.

(9)

diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.

3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara maju di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investaasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.

Sumber dana untuk investasi bisa berasal dari aset-aset yang dimiliki saat ini, pinjaman dari pihak lain, ataupun dari tabungan. Investor yang mengurangi konsumsinya saat ini akan mempunyai kemungkinan kelebihan dana untuk ditabung. Dana yang berasal dari tabungan tersebut jika diinvestasikan akan memberikan harapan peningkatan kemampuan konsumsi investor di masa datang, yang diperoleh dari peningkatan kesejahteraan investor tersebut.

Setiap negara yang ingin mencapai kemajuan seperti yang telah dialami oleh negara maju harus memahami cara-cara yang telah ditempuh oleh negara

maju. Setiap negara berkembang akan saling berlomba mendapatkan investor untuk mencapai kemauan yang di idamkan. Beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh investor untuk melakukan investasi di suatu negara adalah stabilitas politik, konsistensi penegakan hukum, sistem dan prospek ekonomi dan keadilan sosial.

2.4Hubungan Antara Investasi Dengan Pertumbuhan Ekonomi

(10)

Adanya akumulasi modal dapat memungkinkan meningkatnya output dan pendapatan di masa yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Todaro (2004), hal-hal yang memungkinkan terjadinya peningkatan output di masa depan yaitu pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan, dan bahan baku yang meningkatkan stok modal (capital stock) fisik suatu negara (yakni total riil neto atas seluruh barang modal produktif secara fisik). Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut infrastruktur ekonomi dan sosial seperti pembangunan jalan-jalan raya, penyediaan listrik, persediaan air bersih dan perbaikan sanitasi, pembangunan fasilitas komunikasi, dan sebagainya, yang kesemuanya itu mutlak dibutuhkan dalam rangka menunjang dan mengintegrasikan segenap aktivitas ekonomi produktif.

2.5Perencanaan Pembangunan Daerah

Sebelum menjelaskan tentang perencanaan pembangunan daerah, perlu

dipahami terlebih dahulu perencanaan pembangunan. Menurut Riyandi dan Dedy Bratakusumah mengatakan perencanaan pembangunan merupakan suatu tahapan awal dalam proses pembangunan. Sebagai tahapan awal, perencanaan pembangunan akan menjadi bahan pedoman atau acuan dasar bagi pelaksana kegiatan pembangunan (Action Plan).

(11)

2.6Konsep Kawasan Industri

Di negara Indonesia pengertian kawasan industri dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri dimana Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri yang telah memiliki izin usaha kawasan industri. Menurut Marsudi Djojodipuro dalam Pratiknya (2007:74), kawasan industri (industrial estate) merupakan sebidang tanah seluas beberapa ratus hektar yang telah dibagi dalam kavling dengan luas yang berbeda sesuai dengan keinginan yang diharapkan pengusaha. Daerah tersebut minimal dilengkapi dengan jalan antar kavling, saluran pembuangan limbah dan gardu listrik yang cukup besar untuk menampung kebutuhan pengusaha yang diharapkan akan berlokasi di tempat tersebut.

Tujuan pembangunan kawasan industri secara tegas dapat di simak di dalam Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industriyang mempunyai tujuan untuk mengendalikan

pemanfaatan ruang, meningkatkan upaya pembangunan industri yang berwawasan lingkungan, mempercepat pertumbuhan industri di daerah, meningkatkan daya saing industri, meningkatkan daya saing investasi, dan memberikan jaminan kepastian lokasi dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang terkordinasi antar sektor terkait.

(12)
(13)

BAB III PEMBAHASAN

3.1Gambaran Umum Kabupaten Kendal

Kabupaten Kendal adalah salah satu daerah yang berada dalam cakupanwilayah Jawa Tengah, provinsi ini terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota madya.Lokasi Kabupaten Kendal berada di pesisir utara Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan ibukota provinsi yaitu Semarang.Kabupaten Kendal memiliki otonomi daerah sendiri, yang berarti bahwa pemerintah daerahnya berhak mengatur dan mengelola sendiri segala sumber daya yang ada di daerah tersebut dengan bimbingan pemerintah pusat.

(14)

Kabupaten Kendal adalah salah satu wilayah Kabupaten di Jawa Tengah.Batas wilayah Kabupaten Kendal secara administratif dapat diuraikan sebagai berikut sebelah utara adalah Laut Jawa dan sebelah selatan adalah Kabupaten Semarang dan Temanggung.Sementara batassebelah timur adalah Kota Semarang dan sebelah barat adalah Kabupaten Batang. Letak Kabupaten Kendal berbatasan langsung dengan Kota Semarang berjarak kurang lebih 31 km. Selain itu, posisinya yang beradadi jalur pantura juga memberikan keuntungan dalam perkembangan pembangunan daerah di Kabupaten Kendal. Secara geografis Kabupaten Kendal terletak pada posisi 109º 40’-110º 18’ Bujur Timur dan 6º 32’-7º 24’ Lintang Selatan dengan luas wilayah keseluruhan sekitar 1.002,23 km2 atau 100.223 hektar. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu: daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 0 sampai dengan 2.579 m dpl. Suhu berkisar 25° C. Kemudian daerah perbukitan.Sebelah tengah dan dataran rendah serta pantai disebelah utara dengan sistem informasi profil daerah Kabupaten Kendal III - 2 ketinggian antara 0 s/d 10 m dpl dan suhu berkisar

27°.Pemanfaatan lahan dapat menggambarkan pola keruangan suatu wilayah yang menjadi salah satu aspek dalam perencanaan pembangunan suatu daerah atau wilayah.Hal itu karena jenis-jenis pemanfaatan lahanpada suatu wilayah memberikan gambaran bagi aktivitas penduduk dan perekonomiannya. Adapun jenis-jenis pemanfaatan lahan atau tanah di Kabupaten Kendal meliputi: tanah sawah, tanah pekarangan, tanahtegalan, tambak dan kolam, hutan, perkebunan, dan lain lain

3.2Profil PT Kawasan Industri Kendal

(15)

Industrial Kendal terletak sekitar 21 km dari sebelah barat Semarang Ibukota Jawa Tengah, 20 km dari Bandara Internasional Ahmad Yani dan 25 km ke Pelabuhan Tanjung Emas. PT Kawasan Industri Kendal adalah salah satu investor di Kabupaten Kendal yang hingga tahun 2015 telah menanamkan modalnya senilai 8 triliun rupiah, hal ini tidak terlepas dari peran PT Jababeka yang merupakan perusahaan pengembang kawasan kota terkemuka di Indonesia yang bergerak dalam pengembangan lahan (industri, komersial, perkantoran, dan lain-lain), infrastruktur(pengadaan air bersih, pengelolaan air limbah, pengelolaan property, listrik, dryport, atau logistik) dan pariwisata (hotel, resort, golf). Sementara koleganyayaitu Sembcorp adalah anak perusahaan yang terhubung dengan Tamsek yang terdaftar di Singapore Exchange yang merupakan perusahaan developer terkemuka di Asia dengan lebih dari 20 tahun pengalaman dalam perencanaan,penyiapan lahan kosong menjadi lingkungan urban.

3.3Potensi Kawasan Industri Kendal

Kita tahu bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus memacu dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dengan membuka lebar investasi bisnis bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya. Upaya tersebut di antaranya membuka peluang bagi para pengusaha untuk menanamkan investasinya di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang akan menjadi sentra industri terbesar di Jawa Tengah.

Saat ini, lahan KIK yang tersedia seluas 2.770 hektare yang berada di Kaliwungu, Kendal.Lokasi itu sangat strategis karena berbatasan dengan Kota Semarang.Lahan sudah tersedia, tinggal menunggu investor yang masuk, dan kesempatan masih banyak. Saat ini sekitar 500 hektare lahan di sekitar KIK telah dipakai untuk bangunan pabrik atau proses produksi beragam produk. Sedangkan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk telah mengakuisisi lahan seluas 600 hektare atau setara 22,22 persen dari total lahan 2.700 hektare.

(16)

sebagai kawasan industri berstandar internasional dengan konsep pengembangan mixed use meliputi penyediaan lahan industri, bangunan siap pakai (SFB), hunian, dan bangunan komersial (ruko). Infrastruktur dan fasilitas pendukung yang akan dibangun mencakup jalan kawasan sesuai standar internasional, saluran drainase untuk menjamin kawasan bebas banjir, pembangkit listrik, pusat pengolahan air bersih, pusat pengolahan air limbah, sarana olah raga dan hiburan, kompleks pendidikan, dan lain-lain. Untuk pelayanan kepada para tenant juga menyediakan pelayanan one stop service yang meliputi layanan perizinan, layanan logistik, layanan keamanan, dan bantuan SDM. Sedangkan terkait dengan faktor pendukung untuk pengembangan KIK juga telah dipersiapkan jauh hari, kebetulan Pelabuhan TanjungKendal baru saja diresmikan, ini bisa menjadi daya tarik buat parainvestor karena akan memudahkan distribusi bahan baku. Terus aturan daerah juga menjadi pertimbangan para investor karena akanmempermudah perizinan perusahaan mereka. Selain itu juga adanyajaminan keamanan, karena investor pasti akan memilih daerah yangkondusif untuk dijadikan

lokasi investasi. Infrastruktur pendukung telah dipersiapakan, dan akses ke kawasan industri akan lebih mudah dan cepat. Saat ini, lahan KIK masih dalam proses pembebasan lahan yang dilanjutkan dengan pengurukan setelah Lebaran tahun ini. Banyaknya investor masuk, berharap angka pengangguran di Kabupaten Kendal bisa terkurangi.

(17)

Gambar Kawasan Industri Kendal

3.4Permasalahan Pembangunan KIK

(18)

ternyata telah masuk ke pengadilan tinggi tindak pidana korupsi. Beberapa permasalahan yang terjadi selama pembangunan KIK diantaranya:

1. Proyek KIK yang masih terganjal dengan izin pembangunan yang belum keluar dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam permasalahan pembuatan perizinan atas pembangunan KIK muncul ketika pelimpahan kewenangan pemberian izin yang tadinya dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Kendal kini diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Direktur PT KIK Bapak Sadeni Hendarman menjelaskan proses pemberian izin yang belum keluar juga dari Pemerintah Daerah karena adanya pelimpahan kewenangan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah yang mengakibatkan pembangunan proyek ini menjadi molor, namun pelimpahan kewenangan ini justru akan mempercepat pelaksanaan groundbreaking terhadap perusaan baru yang akan mengembangkan sayap bisnis di wilayah KIK sendiri. Mantan Bupati Kendal yakni Ibu Widya Kandi Susanti yang mengakui perizinan besar yang menjadi

kewenangannya telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jateng sesuai dengan Undang-Unang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurutnya, pihak Pemerintah Kabupaten Kendal hanya menangani perizinan yang bersifat kecil seperti perizinan Unit Kegiatan Masyarakat Kecil (UKMK) dan lain-lain. Dengan adanya pengalih kewenangan yang tadinya diberikan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Kendal kemudian diberikan kepada Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah ternyata merupakan faktor belum munculnya perizinan secara administrative 5 Muhammad Khamdi Dan Hafiyan, Pembangunan Kawasan Industri Kendal Terganjal Perizinan

(19)

tentunya mempunyai dampak lingkungan secara langsung, di mana dampak lingkungan tersebut juga akan mempengaruhi laut yang dalam hal ini KIK langsung berhadapan dengan laut. Dengan demikian, lingkungan kelautan atau pesisir utara Kabupaten Kendal yang sering terjadi abrasi sangat akan rawan menjadi sasaran utama ketika adanya dampak lingkungan muncul dari proyek KIK. Analisis dampak lingkungan yang dijelaskan oleh Direktur KIK sendiri menjelaskan bahwa pihaknya yakni KIK akan menangani dampak lingkungan dengan serius dan benar. Terkait karena di pesisir utara Kabupaten Kendal yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa tentunya fokus kajian analisis dampak lingkungan (amdal) ini akan lebih terpusat dan berhati-hati. Pabrik-pabrik yang akan dibangun tentunya tidak serta merta mereka bangun begitu saja tanpa menilik Amdal yang mampu mengancam ekosistem laut serta lingkungan desa- desa yang berhadapan langsung dengan KIK.

3. Permasalahan lainnya yang tidak sama pentingnya ternyata KIK yang akan

(20)

3.5Strategi Mengembangkan Kawasan Industri Kendal Dalam Meningkatkan Investasi Daerah

Keberadaan kawasan industri di Kabupaten Kendal inisangat berperan dalam meningkatkan investasi diperlukan adanya upaya-upaya untuk mengurangi kendala-kendala yang menghambat perkembangan kawasan industri. Untuk itu diperlukan upaya-upaya yang perlu dilakukan agar Kawasan Industri Kendal dapat berkembang sesuai yang diharapkan antara lain dapat dilakukan dari segi Yuridis dan Non Yuridis.

Dari segi Yuridis, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain yaitu :

a. Pemerintah Daerah membuat peraturan untuk mengarahkan agar investasi baru berlokasi di dalam kawasan industri;

b. Menegaskan kembali di dalam perda Kabupaten Kendal mengenai perizinan yangdibebaskan di dalam kawasan industri, sebagaimana yang telah diatur dalamperaturan yang lebih tinggi seperti izin lokasi, UUG/HO dan lain-lain, hal iniperlu dilakukan agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memungut

restribusi-resribusi perizinan yang mestinya bebas,termasuk menambah daftar perizinan yang dibebaskan bagi investor yangmenanamkan modalnya di dalam Kawasan Industri Kendal

c. Perlunya Sosialisasi yang rutin terkait dengan Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri, untuk disinkronkan danmengakomodasi keberadaan kawasan industri, sehingga tercipta kepastian hukum. Apabila hal ini terciptamaka semua pihak akan tidak ragu-ragu mendukung keberadaan kawasan industri. d. Peran Pemerintah Kabupaten Kendal dalam membuat kebijakan yang

(21)

Sedangkan dari segi non yuridis, hal-hal yang perlu dilakukan natara lain yaitu:

a. Penyusunan rencana pengembangan kota dalam RDTRK Kabupaten Kendal agarmelibatkan pengusaha kawasan industri (HKI) sehingga dapat terintegrasi dengankonsep pengembangan kawasan industri; b. Pemerintah Kabupaten Kendal memberi kemudahan baik mengenai

prosedur dan biaya pengurusan perizinan kepada calon investor yang mau menanamkanmodalnya di dalam Kawasan Industri Kendal melalui pelayanan satu atap bekerjasamadengan perusahaan /pengelola kawasan industri yang memfasilitasi kepentingancalon investor;

c. Pemerintah Kabupaten Kendaldalam setiap melakukan promosi mengenaikeunggulan/potensi daerah supaya memasukkan kawasan industri sebagai salahsatu keunggulan Kabupaten Kendal, apabila ini dapat dilakukan maka akanmembantu pengusaha kawasan industri dalam hal berpromosi kepada caloninvestor;

d. Memberikan insentif fiskal kepada para investor yang mau

menanamkanmodalnya di dalam kawasan industri, seperti memberikan keringanan tarif PBB,PPn , BPHTB dan pajak lainnya.

3.6Analisis Perencanaan Pembangunan KIK

Analisis dari rencana pembanguann KIK ini akan saya jelaskan melalui tiga variable dasar dalam ekonomi politik, dan mengkaitkannya pada implikasi pembangunan dari KIK itu sendiri yakni:

(22)

Kabupaten Kendal kemudian dialihkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat proyek pembangunan KIK menjadi mundur dari sasaran awal. Pengalihan kewenangan yang dijalankan pihak pemerintah menjelaskan bahwa Pemerintah mempunyai fungsi regulasi dalam memberikan kewenangan atas izin pembangunan yang diberikan.

Dalam ekonomi politik pembangunan, dasar teori regulasi ekonomi sangat dibutuhkan dalam menjelaskan bagaimana pembangunan KIK sebagai percontohan kota fesyen dan kota mandiri dari PT Jababeka, di mana fokus dari teori regulasi ekonomi menjelaskan siapa yang mendapatkan manfaat dan siapa yang menanggung beban akibat adanya regulasi ekonomi yang diciptakan pemerintah. Tentu saja siapa yang mendapatkan manfaat adalah pihak PT Jababeka dan Sembcorp Development Ltd yang mendapatkan tender proyek KIK ini. Selanjutnya, teori regulasi ekonomi digunakan untuk menganalisa dan membahas masalah regulasi yang menimbulkan implikasi ganda. Adanya pembangunan proyek KIK yang akan digunakan Indonesia sebagai Kota Mandiri dan Kota Fesyen Tekstil pertama tentu akan

mendapatkan dampak positif dan negatif, adapun manfaat atau dampak positif yang diterima masyarakat adalah:

1. Meningkatnya ekonomi di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Kendal, di mana Kendal akan dijadikan Kota Fesyen pertama di Indonesia. Hal ini berarti bahwa Kendal akan menjadi ramai sebagai kota industri yang kemudian akan menaikan penghasilan daerah dengan menarik para investor dan para konsumen fashion dunia.

2. Dengan adanya pembangunan KIK, harapannya pemerintah akan menaikan Upah Minimum Regional (UMR) Kendal, dengan demikian kesejahteraan karyawan di Kendal dapat meningkat.

3. Menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia

4. Peluang terbukanya banyak lapangan pekerjaan baru yang tentunya proyek pembangunan ini akan membutuhkan ratusan ribu pekerja.

(23)

Selanjutnya dampak negative yang akan didapatkan masyarakat Indonesia adalah:

1. Rusaknya ekosistem laut dikarenakan pembuangan limbah kemungkinan besar akan dibuang di laut yang sama seperti PT Texmaco Kaliwungu 2. Perpindahan atau migrasi dari luar Kendal ke Kendal karena pasti para

pengangguran luar Kendal akan berbodong-bondong mendapatkan pekerjaan di Industri Tekstil tersebut

3. Adanya dampak sosial yang akan mengubah gaya hidup di Kendal hampir mirip dengan Bekasi, Cikarang, dan bahkan Jakarta yang sangat metropolitan karena banyaknya peluang usaha di Kendal

Dampak positif dan negatif yang saya analisis tentunya akan lebih menguntungkan secara ekonomi namun secara budaya, justru cenderung akan meningkatkan kriminalitas di Kendal sendiri karena semakin majemuk dan kebutuhan hidup yang dituntut serba industrial dan metropolitan. Dengan demikian, untuk menarik kembali adanya pembangunan KIK tentu tidak akan semudah yang dibayangkan karena saat ini saja, KIK sudah dijalankan dan

sudah menghiasi lahan pesisir Kabupaten Kendal, untuk itu, menanggulangi dampak-dampak negatif yang akan terjadi.

(24)

Hubungan dan interaksi sosial masyarakat dengan adanya KIK maka akan berubah menjadi interaksi rasionalitas sosial dan rasionalitas ekonomi, di mana pola ikatan atau interaksi masyarkat secara tradisional akan melemah seiring digantikan perananya dengan hubungan yang bersifat rasional. selanjutnya, secara ideologis, kapitalisme akan menjadi semakin berkembang di dalam masyarakat Indonesia khususnya Kendal karena perubahan gaya hidup yang menjadi semakin modern dan pihak kapitalis tentunya memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan yang jauh berlipat ganda. Kepentingan ekonomi di dalam proyek KIK ini tentu sangat terlihat, di mana tujuan utama dari pembangunan proyek KIK tentu adalah untuk meningkatkan ekonomi, baik ekonomi Indonesia, masyarakat, investor, dan pihak-pihak yang ada di dalamnya.

Kepentingan politik pun tentu ada di dalamnya di mana di dalam pembangunan proyek KIK ada yang namanya power atau kekuasaan yang dipegang penuh oleh para investor baik dari PT Jababeka, Sembcorp Development Ltd, PT KIK yang secara legal mampu mempengaruhi jalannya

perekonomian Indonesia khususnya Kendal. Proses politik dan ekonomi di dalam pembanguna proyek KIK sebagai percontohan industri tekstil dan akan dijadikan kota fesyen serta kota mandiri PT Jababeka tentu saling berkesinambungan, di mana di dalam proyek ini, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan dan meningkatkan perekonomian Indonesia secara makro dan mikro. Proses politik yang dibangun adalah adanya kewenangan yang diperebutkan dan kekuasaan yang didaparkan dalam joint venture proyek KIK,di mana kekuasaan yang diperebutkan dan siapa yang mendapatkannya akan menentukan nasib masyarakat banyak dalam hal ini adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia.

(25)

mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan dengan biaya yang sekecil-kecilnya merupakan tujuan utama dari adanya proses ekonomi.

Dalam hal ini adalah untuk menciptakan keuntungan maka tidak serta merta proses ekonomi saja yang dijalankan atau proses politiknya saja, melainkan keduanya. Dengan demikian, kedua proses baik ekonomi dan politiknya pun saling berkesinambungan. Kesimpulan Pembuatan proyek nasional Kawasan Industri Kendal merupakan proyek yang cukup menguntungkan bagi Indonesia, di mana di dalamnya nanti direncanakan akan mendapatkan keuntungan yang lumayan besar seperti mampu menanggulangi permasalahan pengangguran terutama di Kendal, menambah pendapatan domestic bruto dan lain-lain. Namun dalam kenyataanya, belum saja proyek ini selesai dan mampu berdiri dengan megah, ternyata proyek KIK mendapatkan cukup permasalahan serius di dalamnya seperti yang sudah dijelaskan yakni permasalahan perizinan yang terkendala, pembebasan laham, dan adanya permasalahan dampak lingkungan di dalam pembangunan KIK, serta adanya dampak positif dan negatif yang disebutkan. Dengan demikian,

(26)

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan

Kawasan industri Kendal adalah kawasan indutri yang akan di bangun di wilayah Kendal. Kawasan Industri Kendal adalah hasil kerjasama antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd bekerja sama dalam pengembangan Kawasan Industri Kendal, seluas 2.700 hektar kawasan industri terpadu di Jawa Tengah, Indonesia. Kawasan Industri Kendal akan dirancang menjadi kawasan industri standar internasional dengan pembangunan mixed-use yang mencakup daerah industri serta perumahan dan komersial yang memenuhi peningkatan permintaanuntuk kompetitif biaya manufaktur di Indonesia. Melalui pembangunan kawasan industri Kendal ini di harapkan dapat meningkatkan investasi di Indonesia.

Dalam pembangunannya kawasan industri Kendal ini masih mengalami beberapa masalah yaitu belum terbitnya izin, dampak lingkungan yang mungkin di hasilkan dari pembangunannya, dan belum seleasainya proses

pembasan lahan. Hal ini menuntut kerjasama yang baik antara para infestor dengan pemerintah demi keberlangsungan proyek KIK ini. Proyek KIK ini selain dapat meningkatkan investasi daerah melaui banyaknya investor yang masuk. Proyek ini dapat memberdayakan masyarakat kusunya di Kendal agar penyerapan tenaga kerjanya meningkat. selain itu hal ini juga akan berdampak secara nasional karena dengan masuknya investasi ini dapat mengerakan roda perekonomian di Indonesia dan dapat neningkatkan pembangunan ekonomi di indonesia

4.2 Saran

(27)

Gambar

Gambar Kawasan Industri Kendal

Referensi

Dokumen terkait

Nasional/Kawasan Ekonomi Khusus adalah SMK yang ditetapkan oleh. Direktorat Pembinaan SMK dengan persyaratan

Dampak Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang Provinsi

Dwi Susilawati, Analisis Hukum Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus, Medan,

Analisis Hukum Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus , Medan, skripsi Fakultas

Sementara itu, capaian pembangunan kawasan strategis dalam rangka peningkatkan pengembangan wilayah adalah ditetapkannya satu kawasan ekonomi khusus (KEK) baru tahun 2017 yaitu

Surat Gubernur ke Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Nomor 522/97/DLHK/2020 Tanggal 9 Maret 2020 Perihal Permohonan Penetapan Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek

Adanya Investasi sekitar Pasar dengan pembangunan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) , diharapkan pembangunan KEK yang berdekatan dengan Pasar Pinasungkulan dengan luas 534 Ha

Dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe diharapkan akan mentransformasikan struktur ekonomi Aceh terutama struktur ekonomi Lhokseumawe dan