• Tidak ada hasil yang ditemukan

CERDAS BAHASA CERDAS KOMUNIKASI visual

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "CERDAS BAHASA CERDAS KOMUNIKASI visual "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

CERDAS BAHASA

CERDAS

KOMUNIKASI

PENDAHULUAN

1. Bahasa adalah untuk berkomunikasi dan berinteraksi serta menunjukan pentingnya

mempelajari suatu bahasa.Tanpa kemampuan berbahasa yang baik, kita sulit menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan kita kepada orang lain.Hal itu karena kesalahan dalam menyusun kalimat bisa mengakibatkan perubahan makna dan bisa jadi lawan bicara tidak bisa menangkap apa yang sebenarnya kita sampaikan.

Cerdas Berbahasa yang biasa disebut Hard Skill merupakan kompetisi atau kemampuan teoritis tentang bahasa. Hal ini merupakan salah satu perwujudan dari salah satu strategi belajar yaitu kongnitif, memainkan komponen kecerdasan. Setelah menguasai kompetensi atau

kemampuan teoritis tentang bahasa, cerdas bahasa juga dapat ditunjukan dengan performansi yang merupakan perwujudan dari strategi belajar lainnya yaitu sosio afektif, sikap sosial.Ada tiga tujuan mempelajari bahasa.Pertama untuk meningkatkan kecerdasan bahasa.Kedua untuk

menjadikan kita betenggger di level superior,diantaranya ada beberapa level dalam mempelajari bahasa yaitu, Novice,Intermediate,Advance,Superior.Ketiga mencintai negara sendiri

Cerdas Komunikasi yang biasa disebut Soft Skill adalah kemampuan yang dapat ditinjau dengan membutuhkan waktu atau proses lama.Untuk itu betapa petingnya mengetahui teknik-teknik berkomunikasi yang baik dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Disamping itu,komunikasi yang baik tidak sekedar cukup mengandalkan tata bahasa dengan kata-kata terbaik,tetapi perlu emosi,ekspresi,dan persepsi positif,agar pesan yang ingin

(2)

CERDAS BAHASA

Cerdas Bahasa, cedas bahasa atau profisiensi adalah kemahiran seseorang dalam berbahasa (kemahiran bahasa).Menurut salah satu teori cerdas bahasa itu terdiri dari 4 level,yakni:

1. Novice atau Tingkat pemula

Pada level novice atau tingkat pemula terdapat 3 sub-tingkatan , yakni low novice, medium novice, dan high novice.

2. Intermediate atau tingkat menengah

Pada level intermediate ada 3 sub-tingkatan, yakni low intermediate, medium intermediate,dan high intermediate.

3. Advance atau tingkatan yang mengalami kenaikan

Ada 2 sub-tingkat dalam tingkat advance, yakni ordinary advance atau advance biasa dan advance plus.

4. Superior

Memiliki 1 sub-tingkat

Setiap level memiliki ciri-ciri kemampuan tertentu yang terurai dibawah ini

1. Seseorang berada di tingkat novice jika memiliki ciri-ciri: > Adanya pengulangan dalam berucap

> Adanya jeda panjang,

> Adanya interferensi (pencampuran) bahasa pertama,

> Serta mampu mengungkapkan narasi dan deskripsi secara garis besar. 2. Seseorang berada di tingkat intermediate jika memiliki ciri-ciri:

> Masih adanya pengulangan dan jeda panjang dalam berucap, > Adanya perjuangan berat dalam bertanya jawab

> Adanya gejala mengatasi kesulitan

> Mampu mengungkapkan narasi dan deskripsi tidak hanya garis besarnya saja,tapi mampu mengungkapkannya secara detail atau merinci.

3. Seseorang berada di tingkat advance plus jika memiliki ciri-ciri:

> Mampu menggunakan bahasa dengan tata bahasa dan kosakata yang cenderung akurat > Bersikap kritis terhadap penggunaan bahasa di lingkungannya

> Ada percaya diri saat berbahasa resmi

4. Seseorang berada di tingkat superior jika memiliki ciri-ciri:

> Mampu berdebat dengan cerdas(mengutarakan gagasan dengan detail dan argumen)

(3)

Demikianlah perlu saya kemukakan bahwa tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SBA hanya diperlukan level Advance dan Superior



CERDAS KOMUNIKASI

> Pendahuluan

Kecerdasan dalam berkomunikasi sangat erat kaitannya dengan communication inteligence quotion atau communication quotion. Jika kecerdasan dalam berbahasa merupakan hard skill, kecerdasan dalam berkomunikasi merupakan soft skill. Soft skill ialah kemampuan seseorang yang tidak bisa diidentifikasi secara cepat. Soft skill seseorang tidak bisa diidentifikasi secara cepat, dengan kata lain, butuh waktu untuk mengetahui soft skill seseorang.

Kecerdasan dalam berkomunikasi tidak kalah penting dengan kecerdasan dalam berbahasa, bahkan beberapa perusahaan lebih mengutamakan karyawannya yang mempunyai kecerdasan dalam berkomunikasi atau soft skill dibanding kecerdasan dalam berbahasa atau hard skill.

Tujuan cerdas komunikasi adalah kebagusan bahasa, keramahan, kesantunan, kemapuan beradaptasi, kemampuan meyakinkan, dan kepemimpinan. Berikut ini merupakan penjelasan dari CQ,IQ,EQ,SQ,ESQ:

>CQ (Communication Quotients)

kecerdasan komunikasi, atau CQ adalah teori bahwa komunikasi adalah perilaku

keterampilan berbasis yang dapat diukur dan dilatih.CQ mengukur kemampuan orang untuk berkomunikasi secara efektif dengan satu sama lain.Artikel ilmiah pertama mengacu CQ adalah dengan Robert Service di CQ: Quotient Komunikasi bagi para profesional IS.Artikel ini diterbitkan pada tahun 2005 dalam Journal of Ilmu Informasi . Pada tahun 2010 di TED

Perempuan, Clare Munn berbicara tentang pentingnya Quotient Komunikasi kami di dunia yang semakin digital.

Perkembangan CQ sebagai teori dan konsep dapat ditelusuri kembali ke menantang IQ

semaksimal menjelaskan kemampuan kognitif pada tahun 1983, berdasarkan Howard Gardner

dengan nya Teori kecerdasan ganda . [3] Dalam pandangan Gardner, jenis tradisional kecerdasan ,

seperti sebagai IQ, gagal untuk sepenuhnya menjelaskan kemampuan kognitif .Perkembangan CQ adalah bagian dari tren untuk menganalisis dan memahami kecerdasan manusia , tren yang dipimpin oleh Daniel Goleman 's kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial.

The Times of India pada tahun 2005, dalam sebuah artikel berjudul Pergeseran dari IQ, disebut

CQ sebagai kemampuan perusahaan multi-nasional pengujian untuk kalangan lulusan India.Pada tahun 2005 Craig Harrison dalam Meningkatkan Anda Komunikasi Quotient menggambarkan keterampilan CQ khususnya di hal komunikasi di tempat kerja.Pada tahun 2007 Clare Munn dan

Maria Bello didefinisikan CQ sebagai "Ekspresif & reseptif Intelligence" jembatan komunikasi

antara IQ dan EQ. Pada tahun 2011 Alistair Gordon dan Steve Kimmens di The CQ Manifesto didefinisikan CQ sebagai " mengatakan hal yang benar dengan cara yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat dengan cara sedemikian rupa sehingga pesan yang diterima dan dipahami sebagai yang dimaksudkan ".

(4)

peningkatan kemampuan komunikasi akan memungkinkan individu kesempatan untuk naik di jajaran organisasi. Artikel ini menyajikan dua model untuk menjelaskan komunikasi, yang pertama adalah model komunikasi dua arah dan yang kedua adalah pengukuran CQ dan perbaikan matriks

> IQ (Intelligence Quotients)

Ialah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah adalah salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat meningkat dari proses belajar. Kecerdasan intelektual adalah bentuk kemampuan individu untuk berfikir,mengolah dan berrusaha untuk menguasai untuk lingkungannya secara maksimal secara terarah.Menurut Laurel Schmidt dalam bukunya Jalan pintas menjadi 7 kali lebih cerdas ( Dalam Habsari 2004 : 3) membagi kecerdasan dalam tujuh macam, antara lain adalah sebagai berikut:

Kecerdasan fisual / spesial ( kecerdasan gambar) : profesi yang cocok untuk tipe keceerdasan ini antra lain arsitak, seniman, designer mobil, insinyaur,designer graffis, komputer, kartunis,perancang intrior dan ahli fotografi.

Kecerdasan verbal / linguistik ( kecerdasan Berbicara): Profesi yang cocok baagi mereka yang memiliki kecerdasan ini antara lain: pengarang atu menulis,guru.penyiar radio,peeemandu acara ,presenter, pengacara, penterjemah,pelawak.

Kecerdasan musik: Profesi yang cocok bagi yang memiliki ini adalah peenggubah lagu, pemusik, penyaanyi, disc jokey, guru seni suara, kritikus musik, ahli terapi musik, audio mixier( pemandu suara dan bunyi).

Kecerdasan logis / matematis ( Kecerdasan angka); Profesi yang cocol bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ahli metematika ,ahli astronomi,ahli pikir, ahli forensik, ahli tata kota , penaksir kerugian asuransi,pialang saham, analis sistem komputer,ahli gempa.

Kecerdasan interpersonal ( cerdas diri ).Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ulama,pendeta,guru,pedagang , resepsionis ,pekerja sosial,pekerja panti asuhan, perantara dagang,pengacara, manajer konvensi, ahli melobi, manajer sumber daya manusia.

Kecerdasan intrapersonal ( ceeerdas bergaul ): profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah peeliti, ahli kearsipan, ahli agama, ahli budaya, ahli purbakala, ahli etika kedokteran.

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. sedangkan IQ atau singkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

(5)

TINGKAT KECERDASAN

IQ

Genius Di atas 140

Sangat Super 120-140

Super 110-120

Normal 90-110

Bodoh 80-90

Perbatasan 70-80

Moron / Dungu 50-70

Imbecile 25-50

Idiot 0-25

> EQ (Emotional Quotients)

Kecerdasan emosional adalah kemampuan pengendalian diri sendiri,semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali, mengendalikan, dan menata perasaan sendiri dan orang lain secara mendalam sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan oleh oaraang lain. Daniel Goleman didalam buku kecerdasan emosi memberi tujuh kerangka kerja kecakapan ini, yaitu:

Kecakapan pribadi yaitu kecakapan dalam mengelola diri sendiri.

Kesadaran diri yaitu bentuk kecakapan utuk mengetahui kondisi diri sendiri dan rasa percaya diri yang tinggi.

Pengaturan diri : yaitu bentuk kecakapan dalam mengendalikaan diri dan mengembangkan sifat dspst dipercaya , kewaspadaan , adaptabilitas, dan inovasi.

(6)

Kecakapan sosial yaitu bentuk kecakapan dalam menentukan seseorang harus menangani suatu hubungan.

Empati : yaitu bentuk kecakapan untuk memahami orang lain, berorientasi pelayanan dengan mengambangakan orang lain. Mengatasi keragmana orang lain dan kesadaran politis.

Ketrampilan sosial: yaitu betuk kecakapan dalam menggugah tenggapan yangdikrhendaki pada orang lain . kecakapan ni meliputi pengaruh , komunikasi, kepemimpinan, katalisatorperubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaboradi dan kooperasi serta kemampuan tim.

Beberapa pengertian EQ yang lain, yaitu :

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain (Golleman, 1999). Emosi adalah perasaan yang dialami individu sebagai reaksi terhadap rangsang yang berasal dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Emosi tersebut beragam, namun dapat dikelompokkan kedalam kategori emosi seperti; marah, takut, sedih, gembira, kasih sayang dan takjub (Santrock, 1994). >Kemampuan mengenal emosi diri adalah kemampuan menyadari perasaan sendiri pada saat perasaan itu muncul dari saat-kesaat sehingga mampu memahami dirinya, dan mengendalikan dirinya, dan mampu membuat keputusan yang bijaksana sehingga tidak ‘diperbudak’ oleh emosinya.

>Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan menyelaraskan perasaan (emosi) dengan lingkungannnya sehingga dapat memelihara harmoni kehidupan individunya dengan

lingkungannya/orang lain.

>Kemampuan mengenal emosi orang lain yaitu kemampuan memahami emosi orang lain (empaty) serta mampu mengkomunikasikan pemahaman tersebut kepada orang lain yang dimaksud.

>Kemampuan memotivasi diri merupakan kemampuan mendorong dan mengarahkan segala daya upaya dirinya bagi pencapaian tujuan, keinginan dan cita-citanya. Peran memotivasi diri yang terdiri atas antusiasme dan keyakinan pada diri seseorang akan sangat produktif dan efektif

dalam segala aktifitasnya

>Kemampuan mengembangkan hubungan adalah kemampuan mengelola emosi orang lain atau emosi diri yang timbul akibat rangsang dari luar dirinya. Kemampuan ini akan membantu individu dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara memuaskan dan mampu berfikir secara rasional (IQ) serta mampu keluar dari tekanan (stress). Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen.Makanya, orang yang EQ-nya bagus mampu mengerjakan segala sesuatunya

dengan lebih baik.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi.Dapat dikatakan bahwa EQ adalah kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Untuk pemilik EQ yang baik, baginya infomasi tidak hanya didapat lewat panca indra semata, tetapi ada sumber yang lain, dari dalam dirinya sendiri yakni suara hati. Malahan sumber infomasi yang disebut terakhir akan menyaring dan memilah informasi yang

didapat dari panca indra.

(7)

lain, dapat membaca yang tersurat dan yang tersirat, dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal. Semua pemahaman tersebut akan menuntunnya agar bersikap sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungannya Dapat dimengerti kenapa orang yang EQ-nya baik, sekaligus kehidupan sosialnya juga baik. Tidak lain karena orang tersebut dapat merespon tuntutan

lingkungannya dengan tepat .

Di samping itu, kecerdasan emosional mengajarkan tentang integritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental kebijaksanaan dan penguasaan diri. Oleh karena itu EQ mengajarkan bagaimana manusia bersikap terhadap dirinya (intra personal) seperti self awamess (percaya diri), self motivation (memotivasi diri), self regulation (mengatur diri), dan terhadap orang lain (interpersonal) seperti empathy, kemampuan memahami orang lain dan social skill yang memungkinkan setiap orang dapat mengelola konflik dengan orang lain secara baik . Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengendalikan emosinya saat menghadapi situasi yang menyenangkan maupun menyakitkan.Mantan Presiden Soeharto dan Akbar Tandjung adalah contoh orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, mampu

mengendalikan emosinya dalam berkomunikasi.

Dalam bahasa agama , EQ adalah kepiawaian menjalin “hablun min al-naas”. Pusat dari EQ adalah “qalbu” .Hati mengaktifkan nilai-nilai yang paling dalam, mengubah sesuatu yang dipikirkan menjadi sesuatu yang dijalani.Hati dapat mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh otak. Hati adalah sumber keberanian dan semangat , integritas dan komitmen. Hati merupakan sumber energi dan perasaan terdalam yang memberi dorongan untuk belajar,

Mampu mengelola dan bertahan dalam kessulitan dan penderitaan.

Perlu dipahami bahwa SQ tidak mesti berhubungan dengan agama, Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ

(8)

potensi dalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangannya.Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu.Intelejensia spiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan tentu saja dengan Sang

Maha Pencipta.

Denah Zohar dan Ian Marshall juga mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif.Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri kita.Dari pernyataan tersebut, jelas SQ saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan, karena diperlukan keseimbangan pula dari kecerdasan emosi dan intelektualnya.Jadi seharusnya IQ, EQ dan SQ pada diri setiap orang mampu secara proporsional bersinergi, menghasilkan kekuatan jiwa-raga yang penuh keseimbangan.Dari pernyataan tersebut, dapat dilihat sebuah model ESQ yang merupakan sebuah keseimbangan Body (Fisik), Mind (Psikis) and Soul (Spiritual).

Selain itu menurut Danah Zohar & Ian Marshall: SQ the ultimate intelligence: 2001, IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’ Kecerdasan spiritual ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini. Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama dalam versi yang dibatasi oleh kepentingan-pengertian manusia dan sudah menjadi terkapling-kapling sedemikian rupa.Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa.Orang yang ber-SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif. Mengenalkan SQ Pengetahuan dasar yang perlu dipahami adalah SQ tidak mesti berhubungan dengan agama.Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh.SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai.Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri.

> ESQ (Emotional and Spiritual Quotient)

ESQ merupakan sebuah singkatan dari Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa di dapat adalah tercapai nya keseimabangan antara hubungan Horizontal

(manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan). ESQ juga dapat membuat kita lebih percaya diri dalam melakukan tindakan.

Training ESQ ada 7 Tingkat diantaranya:

ESQ Basic Training

(9)

merasakan pengalaman spiritual yang akan mengubah hidup peserta ke arah yang lebih baik. ESQ Basic Training ini memiliki beberapa jenis kelas yaitu Kelas Eksekutif, Kelas Profesional, Kelas Reguler, Kelas Mahasiswa, Kelas Remaja dan Kelas Anak-anak.

ESQ Mission Statement

Training ini membantu peserta untuk memiliki visi yang jelas & misi yang kuat. Setelah mengikuti training ini peserta ber-hak menyandang YELLOW BELT dengan predikat Bintang 1.

ESQ Character Building

Melalui training ini peserta akan menjadi seorang pribadi yang memiliki karakter kuat dan tangguh. Setelah mengikuti training ini peserta berhak menyandang GREEN BELT dengan predikat Bintang 2.

ESQ Self Control

Kemampuan untuk mengendalikan diri serta mengalahkan semua kelemahan adalah hasil yang akan peserta peroleh dari training ESQ Self Control. Setelah mengikuti training ini peserta berhak menyandang BLUE BELT dengan predikat Bintang 3.

ESQ Strategic Collaboration

Di dalam training ini peserta akan diajak untuk menemukan potensi yang tak ternilai yaitu kolaborasi serta menciptakan tim kerja yang solid. Setelah training ini peserta berhak menyandang DARK BLUE BELT dengan predikat Bintang 4.

ESQ Total ActionUntuk mewujudkan sebuah ide menjadi kenyataan maka diperlukan kemampuan untuk mengeksekusi, dan itulah yang akan peserta dapatkan dalam training ESQ Total Action. Setelah mengikuti training ini peserta berhak menyandang BROWN BELT dengan predikat Bintang 5.

ESQ Star LeaderPeserta akan diminta mengajukan sebuah ide proyek sesuai dengan bidang & keahlian masing-masing, demi terwujudnya Indonesia dan Dunia Emas. Dalam pelaksanaannya peserta akan didukung oleh jaringan ESQ diseluruh dunia. Setelah menyelesaikan proyek ini peserta berhak menyandang BLACK BELT dengan predikat Bintang 6.

Metodologi Training Peserta ESQ akan dituntun untuk membangkitkan 7 nilai dasar: jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli. Nilai-nilai ini sesungguhnya sudah tertanam dalam diri manusia sejak lahir. Melalui training ESQ ini peserta diarahkan untuk dapat mencapai nilai-nilai dasar tersebut dan membantu membangkitkan kekuatan tersembunyi serta mengerahkan seluruh potensi dirinya untuk kehidupan dan pekerjaan yang lebih produktif.

Keuntungan Bagi Peserta ESQ

Melalui ESQ Model peserta akan diajak untuk menciptakan sebuah titik keseimbangan antara Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosi, dan Kecerdasan Spiritual, membebaskan diri dari berbagai macam gangguan yang menghalangi seluruh potensinya, serta mengerahkan seluruh kekuatan tersebut untuk menciptakan pembaharuan dalam kehidupan dan pekerjaannya, menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan. Bagi Anda yang ingin mencoba Training ESQ silahkan cari di internet banyak yang menerima untuk pelatihan ESQ ini. Insyaallah Training ESQ ini bermanfaat bagi kehidupan kita seharai-hari.

(10)

> Ide

Menurut John D. Rockefeller dalam buku (Dale Carnegie.How to Win Friends and Influence) kemampuan berurusan dengan manusia (berkomunikasi) berharga lebih mahal daripada yang lainnya yang berada di bawah matahari ini

Ide yang bisa saya ambil dari John D. Rockefeller adalah kemampuan berkomunikasi penting dalam kehidupan,selain melihat dari aspek IQ,aspek CQ,EQ,ESQ mendukung seseorang untuk berkomunikasi.

Referensi

Dokumen terkait

N o Sasaran Strategis Indikator Kinerja Formula Satu an Target Realisa si Persent ase (%) kode 1 Meningkat nya kualitas kelembag aan Koperasi dan UMKM Nilai

Faktor pembatas kesesuaian lahan aktual dan potensial pada areal penggunaan lain Salak untuk tanaman kopi arabika ( Coffea arabica ) yaitu curah hujan tahunan yang tinggi

Pajak warnet merupakan pajak hiburan berdasarkan Perda Nomor 5 tahun 2011, setiap pengusaha warnet wajib mengeluarkan pajak hiburan, berdasarkan perda ini

mürid için en önemli şey onun sufiyyi yoluna girip, onlar gibi giyinmesi, Allah (cc) için onların.

Dalam segi kehidupan spiritual anak, tidak lepas dari kerja kerasnya guru sekolah minggu, dalam titik tertentu guru sekolah minggu menjadi penentu masa depan

Sumberdaya perikanan di wilayah perairan Zona Tirtayasa mempunyai potensi perikanan yang baik. Hasil perikanan tangkap yang paling banyak ditangkap oleh nelayan di Kawasan

Budaya organisasi sangat mendukung karyawan untuk bertahan dalam perusahaan, sebaliknya kepuasan kerja karyawan tidak memberikan hasil yang memuaskan karena secara langsung