• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat Bukti dan Kekuatan Pembuktian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Alat Bukti dan Kekuatan Pembuktian"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) disebutkan bahwa tujuan hukum acara pidana adalah: “untuk mencari dan mendapatkan

Berkenaan dengan belum adanya undang-undang yang mengatur bukti elektronik pada hukum pidana Indonesia, penulis menyarankan agar aparat penegak hukum, baik hakim,

Dari argumentasi penasehat hukum majelis hakim meimbang bahwa sistem pembuktian yang dianut dalam KUHAP diatur dalam Pasal 183 KUHAP yaitu “Hakim tidak boleh

Dari Pasal 183 KUHAP tersebut terlihat bahwa hukum acara pidana di negara kita menggunakan sistem “menurut undang-undang yang negatif”. Hal ini berarti tidak sebuah alat

Sistem pembuktian yang dianut dalam hukum acara pidana indonesia berdasarkan ketentuan KUHAP adalah sistem pembuktian berdasarkan undang- undang negatif, hal ini dapat diketahui

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (selanjutnya disebut UUTPPU), dalam Pasal 73 menempatkan alat

Ketentuan yang di atur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terhdap Pasal 66 adalah terdakwa tidak dibebani pembuktian jika terdakwa berpendapat tidak

Pembuktian Dan Peran Ilmu Kedokteran Forensik Pada dasarnya Pasal 183 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana KUHAP menyatakan bahwa Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang