Tim Peneliti
I.PENDAHULUAN
A.Type gempabumi beruntun
B.History gempabumi beruntun di berbagai tempat.
II.KONDISI DAERAH PENELITIAN
A.Kondisi Geografi,Tatanan Tektonik,Struktur Geologi
dan Geomorpologi
III.METODE PENELITIAN
IV.HASIL ANALISA DATA
A.Data seismogram
B.Disritbusi spasial epicenter
C.Hub.Frekuensi vs Magnitudo ( b value)
D.Time dan Magnitude Histogram
Fenomena gempabumi beruntun dengan skala kecil
yang diikuti suara dentuman yang terjadi di sekitar Trenggalek dan Ponorogo, Jawa Timur telah
meresahkan masyarakat di sekitar tempat kejadian
Menimbulkan perbedaan hipotesa:
9 PVMBG menduga fenomena tersebut terjadi akibat gerakan tanah rayapan
9 LIPI menduga akibat aktivitas tremor yang berasosiasi dengan aktivitas magmatik
Suara Dentuman Misterius Resahkan Warga Trenggalek
Senin, 07 Pebruari 2011 21:49 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,TRENGGALEK--Masyarakat di
kawasan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, selama dua pekan terakhir ini diresahkan oleh suara
dentuman misterius yang terdengar pada tengah malam dan diduga berasal dari bawah tanah.
"Hampir semua warga mendengar suara dentuman mirip gemuruh itu, tapi kami tidak tahu dari mana sumbernya," kata Panut (40), salah seorang tokoh nelayan di Desa
Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Senin.
Terlepas dari berbagai rumor yang kini beredar, sebagian
Berita koran Jawa Pos pagi ini, bhw suara gemuruh
juga terdengar di daerah Kare - Madiun (lereng barat G. Wilis). Suara terdengar lbh jelas pada malam hari. Konon suara itu terdengar juga di
Sedudo - Nganjuk (lereng timur G. Wilis). Selain itu, baru saja sy ditelepon seorang pejebat Pemkab Tulungagung yg kebetulan orang geologi, bhw di Tulungagung juga mulai terdengar suara gemuruh yaitu di daerah Besuki - Watulimo, terdengar paling nyaring di daerah Sedayu Gunung. Melihat
perkembangan terakhir, setelah Ponorogo dan
Ternyata ada laporan lagi dr Bojonegoro sbb :
"Menindak lanjuti lap masy kec Sekar kab
Bojonegoro tgl 21 Pebr 2011 ttg suara ledakan ,
setelah di koordinasikan dg Cmt Sekar dan Gondang bhw terjadinya suara ledakan terjadi siang/malam hr dan tdk tentu waktunya sdh berlangsung 1 bln
sumber ledakan diduga dr Gunung Pandan, masy
kawatir terjadinya bencana dan secara dini P. Camat menghimbau masy agar waspada DUMP".
Kok semakin meluas ya? Apakah ada sesar yg membentang dr Trenggalek/ Tulungagung
Sabtu, 19/02/2011 16:54 WIB
PVMBG: Getaran dan Dentuman di Trenggalek Bukan Gempa Tektonik
Samsul Hadi - detikSurabaya
Trenggalek - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi (PVMBG) Bandung mementahkan hasil penelitian Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, terkait getaran dan dentuman di 4 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Kejadian tersebut dipastikan bukan gempa tektonik,
melainkan sebuah dampak dari terjadinya pergerakan tanah lambat.
"Kalau istilah teknisnya, kami biasa menyebut kriting. Di Indonesia, khususnya yang memiliki kemiringan tanah sedang, itu biasa terjadi," kata Kepala PVMBG Surono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu
Dalam catatan PVMBG, kejadian yang sama di Kabupaten Trenggalek pernah terjadi di Kabupaten
Samosir, Sumatera Utara dan Bandung Utara, Jawa Barat. Kejadian itu biasanya akan selalu terjadi saat musim penghujan, dan akan berhenti dengan
sendirinya saat kemarau tiba.
"Itu adalah gesekan antara tanah dengan kelembapan tinggi karena air hujan, dengan lapisan dalam yang kedap air. Gesekan dan gerakannya sangat lambat, makanya disebut pergerakan tanah lambat dan
getarannya tidak begitu keras," jelas Surono.
Untuk mempermudah penjelasan, Surono mencontohkan sebuah meja dengan beban berat di atasnya, bila ditarik secara tiba-tiba dapat dipastikan akan memunculkan suara yang merupakan hasil pergesekan antara kaki meja dengan lantai. Getaran juga dipastikan muncul di bagian atas meja, juga sebagai akibat gesekan tersebut.
Ditanya mengenai hasil penelitian Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, Pasuruan, yang menyebut kejadian tersebut adalah gempa tektonik, dengan tegas Surono membantahnya. "Gempa tektonik tidak mungkin ada di kedalaman 33 Km," sangkalnya.
Dalam penjelasannya Surono juga membantah adanya kemungkinan tanah longsor dalam skala besar, sebagai akibat getaran dan dentuman di Kabupaten Trenggalek tersebut. Ancaman tanah longsor tetap ada, namun tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
"Dampak yang paling mungkin terjadi adalah tanah retak. Kalau longsor kemungkinannya kecil, kecuali daerah tempat kejadiannya memiliki kemiringan yang curam," tandasnya.
Sebelumnya, dalam 2 pekan terakhir masyarakat di 4 kecamatan di Kabupaten
Trenggalek, masing-masing Watulimo, Munjungan, Kampak, dan Panggul, dikagetkan
dengan munculnya suara dentuman menyerupai bom dan getaran ringan di permukaan tanah.
Kejadian yang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo tersebut, berdasarkan penelitian oleh Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika
Getaran Fenomena
alam itu diduga
berasal dari gejala : 1.Aktifitas tektonik ? 2.Aktifitas Vulkanik ? 3.Aktifitas Gerakan
BMKG melalui Pusat Gempa Nasional merilis
bahwa: Tanggal 10
Pebruari 2011, terjadi gempabumi dengan parameter: Kekuatan 2.6 SR,
waktu 22 46 49 WIB, lokasi 7.90LS-111.63BT (31 Km Tenggara Madiun),
5
sd
8 Febr
uari
2
0
1
1
Dalam diskusi terbatas di mailing list IAGI dan
HAGI, Dr Danny Hilman (LIPI) menduga gempa beruntun atau Earthquake swarm ini menunjukkan gejala akibat aktifitas vulkanik. Menunjuk
gunungapi terdekatnya, yaitu Gunung Wilis.
Namun tentusaja dugaan Pak Danny Hilman ini juga
Fenomena gempa kecil yang terjadi terus menerus
dalam jangka cukup lama biasa disebut earthquake swarm. Ini banyak terjadi di Sumatra dan daerah
lainnya. Yang aneh, biasanya tidak disertai suara-suara seperti yg dilaporkan. Saya curiga apakah ini
berhubungan dengan aktifitas volkanik (bukan tektonik)? ( Danny Hilman)
Gunung Wilis adalah gunung berapi massif tunggal
dikelilingi oleh dataran rendah elevasi pada semua namun sisi selatan. Ini dibentuk selama tiga episode dating kembali ke pertengahan Pleistosen. Setelah
penghancuran bangunan 2, kerucut paling baru tumbuh selama Holosen. Tidak ada letusan sejarah dikonfirmasi diketahui dari Gunung Wilis, meskipun ada laporan dari sebuah letusan pada tahun 1641 M, tahun yang sama
Kalo mau solusi tepat, ya harus memasang jaringan
seismik lokal (sementara) yang cukup rapat sehngga analisisnya, dan khususnya penentuan lokasi
hiposenter, bisa akurat. Hanya mengandalkan
jaringan statsiun seismograf BMKG permanen saja tentu tidak cukup.
Kalo tidak, ya kita akan berdebat kesana-kemari
tanpa ujung (Danny Hilman, dalam diskusi mailing list HAGI)
Gejala rayapan tanah ini sering ditandai dengan bentuk pohon yang miring atau bahkan melengkung. Profil tanahnya akan
terlihat melengkung pada bagian permukaan.
Pelengkungan tanah bagian atas (soil) ini terjadi karena proses pemanasan
(pemuaian) dan
pendinginan (penyusutan) yang terjadi secara
Ternyata ketiga hipotesa ini menjadi menarik kalau
dilihat sepintas semua memang meyakinkan. Hanya saja perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
membuktikan hipotesa ini. Mana yang benar ?
BMKG dengan plotting episenternya yang menyebar bahkan hingga ada
d laut tentunya sangat meyakinkan kemungkinan gejala tektonik.
Namun disisi lain munculnya pernyataan orang-orang di Trenggalek
Ponorogo di sisi barat G Wilis juga mengindikasikan adanya
kemungkinan aktifitas volkanik. Apalagi kalau getarannya berupa tremor. Juga swarm earthquake paling sering berasosiasi
denganvolkanik ketimbang tektonik.
Pendapat Pak Surono yg dikutip media cukup menggelitik juga. Karena memang kebanyakan pusat getaran ini dijumpai di
Swarms are especially
common in volcanic areas.
The number of events
(N) per unit time versus time is schematically shown for the three types of earthquake sequences.
The mainshock (MS)
Sumber: www.earthmax.wordpress
.co
seismic activity is common around volcanoes as
volcanoes can produce various types of earthquakes--tectonic-type or volcanic-type. Tectonic-type
earthquakes around a volcano occur when rocks break along faults or fractures around the volcano. Seismologists must determine if an earthquake near a volcano is tectonic or volcanic as the differences are very subtle.
According AVO:
Increased earthquakes near Lawu volcano started on 10th December 1978 and the number of tremors
increased to a swarm around 14-15 May 1979, when over 1000 earthquakes were recorded over 24 hours, 50 of which were felt. Although the swarm is likely due to magma movements inside the volcano (i.e. an intrusion), no visible changes or eruptions occurred
BMKG waktu itu namanya PMG melalukan riset
Swarm di Gunung Lawu oleh Subid Riset
Geofisika.Dan datanya digunakan penulis untuk tugas akhir/Skripsi AMG dg judul”Hubungan
Several small earthquakes ranging in magnitude from 1.8 to 3.8 have rattled the north-central Arkansas cities of Greenbrier and Guy this week, and the cause is unknown.
The U.S. Geological Survey has reported more than 30 earthquakes in the area since Sunday, including a magnitude 3.8 quake Thursday morning and at least 16 others occurring Wednesday, two of which were magnitude 3.2 and 3.5. More than 700 quakes have occurred in the region over the past six months.
Scott Ausbrooks, geohazards supervisor for the Arkansas Geological Survey, said the quakes are part of what is now called the Guy earthquake swarm. a series of mild earthquakes that have been occurring periodically since 2009. A similar swarm occurred in the early 1980s when a series of quakes hit Enola, Ark.
1. Apabila ini berasosiasi dengan sesar aktif, rangkaian dari kegempaan ini tidak lazim
apabila bukan shadow dari past earthquake (susulan gari gempa besar), walaupun untuk
beberapa kasus khusus bisa juga terjadi.
2. Kemungkinan lainnya yaitu berasosiasi dengan intrusi fluida. Intrusi fluida bisa
berbagai macam, misalnya magmatik atau geothermal. Contoh swarm yang terkenal yaitu
swarm yang berhubungan dengan intrusi fluida magmatik di sekitar izu-miyakejima
di jepang tahun 2004, yang berlangsung selama 2 bulan.
Gempa bisa menghasilkan suara, tetapi bukan
sebagai akibat proses rupture (robekan)
bidang gempa, yang apabila magnitudnya sekitar 3, maka slip-nya hanya beberapa cm saja.
Suara tersebut ditimbulkan oleh goyangan (shaking) dari permukaan tanah
sebagai respon rambatan gelombang gempa.
Goyangan ini akan mem-vibrasi udara disekitar kita, sehingga getaran udara ini yang untuk beberapa
kasus memiliki rentang frekuensi yang
bisa didengar oleh telinga. Dan terdengar sebagai suara, beberapa saat sesudah gempa ( Irvan
PETA KERENTANAN GERAKAN TANAH
G. Lawu
G. Wilis
G. Arjuno-Welirang
G. Bromo
G. Semeru G. Kelud
G. Lamongan
G. Kawah Ijen G. Raung G. Argopuro
Survei awal dilakukan pada bulan Pebruari
Survei lanjutan dilakukanpada tanggal 1 sampai 5 Maret 2011.
Pengukuran seismik dilakukan dengan pemasangan jaringan short period digital
seismograph di enam lokasi yaitu di
9 Kec. Jetis (Kab. Ponorogo) 9 Kec. Pulung (Kab. Ponorogo)
9 Kec. Gandusari (Kab. Trenggalek) 9 Kec. Bendungan (Kab. Trenggalek)
9 Kec. Watulimo (Kab. Trenggalek) 9 Kec. Sawahan (Kab. Nganjuk).
Tiga tempat di Kab. Trenggalek dilengkapi dengan PWS (portable automatic
weather station) untuk mengukur parameter meteorologi
9 wilayah pantai (Kec. Watulimo)
SW
HM
BDG
N
GD
SR
WT
LM
JTIS
PLN
G
LOKASI
WAVEFORM
SEBARAN EPICENTER
TECTONIC
GEMURUH
ROCK FALLS
ROCK
BREAKS
FRACT
U
Event gemuruh jam 17.08 utc tanggal 1 maret 2011 Event Tanggal 3 Maret 2011
Rockfalls Tanggal 3 Maret 2011
Power Spectrum
TECTO
NIC
ROCKFALLS
2011.08 2011.1 2011.12 2011.14 2011.16 2011.18 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Time Histogram Time Nu m b e r
-1 0 1 2 3 4 5 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Magnitude Histogram Magnitude Nu m b e r
2011.08 2011.1 2011.12 2011.14 2011.16 2011.18 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
Time in years
50 100 150 200 0.35
0.4 0.45 0.5
Number of eqs
R a nge o f b-v a lue mean 95% 5%
0 1 2 3
100 101 102 Magnitude Cu m u la ti v e Nu m b e r Mc
b-value = 0.797 +/- 0.07, a value = 3.17 Maximum Likelihood Solution
Magnitude of Completeness = 1.6
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
Gempabumi beruntun yang terjadi di sekitar
Ponorogo dan Trenggalek pada bulan pebruari – maret 2011 berasosiasi dengan aktivitas SESAR setempat
Suara dentuman pada saat gempabumi diduga akibat di sekitar episenter terdapat goa-goa kapur yang dapat menimbulkan resonansi suara gemuruh
apabila dimungkinkan dilakukan penelitian
kegempaan dan deformasi
yang memiliki frekuensi tinggi (mis gps 1hz) untuk melihat respon permukaan
dan kemudian dimodelkan sumbernya.
NO Tanggal Waktu Lintang Bujur Kekuatan Keterangan
1 3-Feb-11 02.17.19 WIB -7.95 111.98 0.9 ±22.6 km Tenggara Sawahan Nganjuk
2 3-Feb-11 02.19.08 WIB -7.88 112.00 1 ±19.9 km Tenggara Sawahan Nganjuk
3 3-Feb-11 03.08.58 WIB -7.89 111.95 1.2 ±15.6 km Tenggara Sawahan Nganjuk
4 3-Feb-11 03.24.06 WIB -7.92 111.92 1.1 ±15.9 km Tenggara Sawahan Nganjuk
5 3-Feb-11 03.26.25 WIB -7.84 111.99 1.4 ±18.2 km Tenggara Sawahan Nganjuk
6 3-Feb-11 03.33.21 WIB -7.84 111.98 1.3 ±16.5 km Tenggara Sawahan Nganjuk
7 3-Feb-11 04.30.31 WIB -7.85 111.99 1.4 ±17.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
8 5-Feb-11 20.19.02 WIB -7.86 111.83 1.3 ±15.6 km Timur Laut Pulung Ponorogo
9 6-Feb-11 01.11.35 WIB -7.90 112.02 1.4 ±22.7 km Tenggara Sawahan Nganjuk
10 6-Feb-11 01.11.52 WIB -7.85 111.89 2.2 ±22.1 km Timur Laut Pulung Ponorogo
11 6-Feb-11 01.32.17 WIB -7.87 111.82 0.9 ±14.0 km Tenggara Pulung Ponorogo
12 6-Feb-11 02.49.12 WIB -7.85 111.92 1.8 ±25.5 km Timur Laut Pulung Ponorogo
13 6-Feb-11 02.53.25 WIB -7.84 111.97 2 ±30.9 km Timur Laut Pulung Ponorogo
14 6-Feb-11 02.55.06 WIB -7.84 111.81 1.1 ±14.0 km Timur Laut Pulung Ponorogo
Hasil Survey di Trenggalek 15– 18 Pebruari 2011
No. Tanggal Waktu Lintang Bujur Kekuatan Keterangan
NO Tanggal Waktu Lintang Bujur Kekuatan Keterangan
1 17-Feb-11 02.17.19 WIB -7.82 111.82 0.9 ±22.6 km Tenggara Sawahan Nganjuk
2 17-Feb-11 02.19.08 WIB -7.803 111.83 1 ±19.9 km Tenggara Sawahan Nganjuk
3 17-Feb-11 03.08.58 WIB -7.78 111.98 1.2 ±15.6 km Tenggara Sawahan Nganjuk
4 17-Feb-11 03.24.06 WIB -7.785 111.98 1.1 ±15.9 km Tenggara Sawahan Nganjuk
5 17-Feb-11 03.26.25 WIB -7.82 111.84 1.4 ±18.2 km Tenggara Sawahan Nganjuk
6 17-Feb-11 03.33.21 WIB -7.7 111.87 1.3 ±16.5 km Tenggara Sawahan Nganjuk
7 17-Feb-11 04.30.31 WIB -7.81 111.87 1.4 ±12.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
8 18-Feb-11 20.19.02 WIB -7.801 111.83 1.3 ±11.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
9 18-Feb-11 01.11.35 WIB -7.802 111.835 1.4 ±15.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
10 18-Feb-11 01.11.52 WIB -7.8 111.84 2.2 ±16.4 km Tenggara Sawahan Nganjuk
11 18-Feb-11 01.32.17 WIB -7.82 111.86 0.9 ±17.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
12 19-Feb-11 02.49.12 WIB -7.817 111.824 1.8 ±15 km Tenggara Sawahan Nganjuk
13 19-Feb-11 02.53.25 WIB -7.79 111.838 2 ±18 km Tenggara Sawahan Nganjuk
14 19-Feb-11 02.55.06 WIB -7.75 111.89 1.1 ±16.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
NO Tanggal Waktu Lintang Bujur Kekuatan Keterangan
1 3-Feb-11 02.17.19 WIB -7.95 111.98 0.9 ±22.6 km Tenggara Sawahan Nganjuk
2 3-Feb-11 02.19.08 WIB -7.88 112.00 1 ±19.9 km Tenggara Sawahan Nganjuk
3 3-Feb-11 03.08.58 WIB -7.89 111.95 1.2 ±15.6 km Tenggara Sawahan Nganjuk
4 3-Feb-11 03.24.06 WIB -7.92 111.92 1.1 ±15.9 km Tenggara Sawahan Nganjuk
5 3-Feb-11 03.26.25 WIB -7.84 111.99 1.4 ±18.2 km Tenggara Sawahan Nganjuk
6 3-Feb-11 03.33.21 WIB -7.84 111.98 1.3 ±16.5 km Tenggara Sawahan Nganjuk
7 3-Feb-11 04.30.31 WIB -7.85 111.99 1.4 ±17.8 km Tenggara Sawahan Nganjuk
8 5-Feb-11 20.19.02 WIB -7.86 111.83 1.3 ±15.6 km Timur Laut Pulung Ponorogo
9 6-Feb-11 01.11.35 WIB -7.90 112.02 1.4 ±22.7 km Tenggara Sawahan Nganjuk
10 6-Feb-11 01.11.52 WIB -7.85 111.89 2.2 ±22.1 km Timur Laut Pulung Ponorogo
11 6-Feb-11 01.32.17 WIB -7.87 111.82 0.9 ±14.0 km Tenggara Pulung Ponorogo
12 6-Feb-11 02.49.12 WIB -7.85 111.92 1.8 ±25.5 km Timur Laut Pulung Ponorogo
13 6-Feb-11 02.53.25 WIB -7.84 111.97 2 ±30.9 km Timur Laut Pulung Ponorogo
14 6-Feb-11 02.55.06 WIB -7.84 111.81 1.1 ±14.0 km Timur Laut Pulung Ponorogo