• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nasib Jembatan Penyeberangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Nasib Jembatan Penyeberangan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Nasib Jembatan Penyeberangan

Polemik tentang manfaat jembatan penyeberangan di jalan-jalan protokol Kota Semarang mencuatkan akhir-akhir ini. Setidaknya muncul anggapan manfaat dari jembatan

penyeberangan itu kurang dan belum dibutuhkan oleh masyarakat. Jika demikian, apakah pembangunan sarana umum itu tidak direncanakan dengan matang misalnya melalui penelitian sebelumnya? Misalnya Jalan Teuku Umar, Jatingaleh, terdapat 3 jembatan penyeberangan yang jarang dilalui oleh penyeberang jalan. Bahkan ada yang mencurigai, jembatan itu cuma untuk memenuhi kepentingan pengusaha dan Pemkot saja untuk memasang iklan.

Pembangunan jembatan penyeberangan di beberapa ruas jalan di pusat kota dinilai sangat tidak efektif. Alasannya keberadaan jembatan penyeberangan itu bukan untuk fasilitas umum, tetapi lebih cenderung sebagai upaya pemerintah kota mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) untuk tempat reklame.

Ada peribahasa “Alon-alon asal kelakon”, yang seringkali diterjemahkan secara bebas menjadi “Biar Lambat Asal Selamat”. Namun seringkali peribahasa ini hanya menjadi slogan belaka. Sungguh sering kita jumpai banyak penyeberang jalan yang

mempertaruhkan nyawanya dengan menyeberang di jalan yang ramai tidak pada tempatnya (tidak melalui jembatan penyeberangan maupun zebra-cross).

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) adalah jembatan yang letaknya bersilangan dengan jalan raya atau jalur kereta api, letaknya berada di atas kedua objek

Dari hasil survai lapangan didapatkan data konstruksi yang akan dibandingkan dengan persyaratan desain standart khusus untuk jembatan penyeberangan, sehingga dapat

jembatan penyeberangan tersedia bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. dengan

Jalur pejalan kaki yang memotong jalur lalu lintas berupa penyeberangan (zebra cross), marka jalan dengan lampu pengatur lalu lintas (Pelican Cross),

Jalur pejalan kaki yang memotong jalur lalu lintas berupa penyeberangan (zebra cross), marka jalan dengan lampu pengatur lalu lintas (pelican cross), jembatan

Kondisi ini tentunya menarik untuk dikaji bagaimana perilaku penyeberangan pejalan kaki yang menggunakan Zebra Cross dan tidak menggunakan Zebra Cross terhadap pengaruh kinerja

Penelitian ini mengevaluasi jembatan penyeberangan orang Pasar Kartosuro, Sukoharjo, dari segi hubungan variabel pergerakan pejalan kaki (arus, kecepatan, kepadatan,

iv HALAMAN PENGESAHAN EVALUASI FASILITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG DI JALAN OTTO ISKANDAR DINATA KOTA BANDUNG DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS IPA TESIS