• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kebijakan Pemerintah di Sektor Moneter, Fiskal, dan Perdagangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 1975-2010 - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kebijakan Pemerintah di Sektor Moneter, Fiskal, dan Perdagangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 1975-2010 - Ubaya Repository"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

xii

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan perdagangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada negara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan empat model yaitu model Uji Akar unit (Unit Root Test), model Regresi OLS Data Time Series, model Johansen Cointegration Test, dan model Engel – Granger Error Correction, untuk

periode data tahun 1975 – 2010.

Hasil dari model Uji Akar Unit (Unit Root Test) memperlihatkan

bahwa seluruh variabel tidak stasioner pada tingkat level. Selanjutnya

dilakukan pengujian pada tingkat first difference. Hasil memperlihatkan

bahwa seluruh variabel stasioner pada tingkat first difference. Sehingga

dapat di indikasik adanya hubungan linier antar variabel, yang dapat dianalisis dengan model Regresi OLS.

Dari hasil pengujian regresi OLS jangka panjang terlihat bahwa hanya variabel kebijakan moneter (MS) dan kebijakan fiskal (GE) yang berpengaruh positif, sedangkan kebijakan perdagangan luar negeri (TO) tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi (GDP). Dengan

demikian, model Cointegration Test dapat digunakan untuk tahapan

selanjutnya, guna mengetahui apakah ada kointegrasi antar variabel yang di amati.

Hasil dari Cointegration Test memperlihatkan bahwa adanya

kointegrasi linier antar variabel yang di amati. Dengan adanya kointegrasi

linier, maka Error Correction Model (ECM) dapat digunakan untuk

mengoreksi kesalahan jangka pendek sehingga equilibrium jangka panjang dapat tercapai. Dengan demikian, model ECM dapat dianalisis.

Dari hasil Error Correction Model dapat disimpulkan bahwa semua

variabel MS, GE, dan TO tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. Untuk mengamati lebih detail dan menghilangkan efek krisis ekonomi, maka dilakukan test ECM dengan membagi data menjadi dua periode, yaitu tahun sebelum dan sesudah krisis ekonomi. Dari hasil sebelum dan sesudah krisis dapat disimpulkan bahwa pada periode sebelum

krisis hubungan jangka pendek divergen terhadap jangka panjang.

Sebaliknya pada periode sesudah krisis hubungan jangka pendek konvergen

terhadap hubungan jangka panjang. Maka dapat diketahui bahwa hasil sebelum krisis menunjukan bahwa hubungan jangka pendek dapat mengarah ke jangka panjang (dilihat dari hasil negatif koefisien Resid1).

(2)

xiii

ABSTRACT

This research aims to study how big is the impact of monetary, fiscal, and trade policy towards Bruto Domestic Product / Produk Domestik Bruto (PDB) in Indonesia. The research is done by using four models which are Unit Root Test model, OLS Data Time Series Regression model, Johansen Cointegration Test model, and Engel – Granger Error Correction model, during 1975 – 2010 data period.

The result from Unit Root Test shows that all variables are stationary on the degree of level. Next, there is testing on the degree of first difference. The result shows that all variables are stationer one the level of first difference. It indicates that there is a linear connection among variables, which can be analyzed by using OLS Regression model.

From the long term OLS regression test result it is seen that only monetary policy variable (MS) and fiscal policy (GE) which gives positive effect, while foreign trade policy (TO) does not affect economic growth (GDP) significantly. Thus, Cointegration Test model can be used for the next step, to find out if there is a cointegration among variables .

The result from Cointegration Test shows that there is linear cointegration among variables. With that linear conintegration, the Error Correction Model (ECM) can be used tu correct the short term mistakes so that long term equilibrium can be achieved. Then, ECM model can be analyzed.

From the result of Error Correction Model it can concluded that all of MS, GE, and TO variables do not give positive effect towards Indonesia's economic growth. ECM test is done by dividing the data into two periods, which are before and after the crysis, to observe more detail and to remove economic crysis effect. It can be concluded from the result before and after the crysis that before the crysis the short term conncection is divergen towards the long term. On the contrary, after the crysis the connection of short term is convergen towards the long term. It can be seen that the result before the crysis shows that the short term connection can lead to the long term (seen from the Resid1 negative coefficient result).

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 3 memperlihatkan bahwa provinsi produsen cengkeh terbagi menjadi tiga kelompok; yakni (1) tinggi – tinggi, yakni kelompok produsen cengkeh tinggi dengan tingkat

STANDAR KOMPETENSI : Setelah mengikuti mata kuliah ini praja diharapkan mampu menjelaskan kedudukan Hukum Pemerintahan dalam kerangka hokum seluruhnya;menyebutkan

?$ Guru memperlihatkan ' -ontoh gamar tentang tempat #isata menggunakan PP 8$ Guru meminta sis#a untuk memuat ' kelompok . C$ Setiap kelompok !ierikan * gamar tentang

Orang yang tidak dapat menggunakan waktu dengan baik, akan.. Malaikat Rokib bertugas

Pilot plant tests performed in Japan have illustrated that by applying electron beam for municipal waste incinerator off-gases treatment the concentration of dioxins can be reduced

[r]

Sebagai  peneliti  media,  saya  belajar  bahwa  kawan‐kawan  saya  di  Genuk  Kranglo  itu  juga  tak  bisa  menggantungkan  nasibnya  kepada  media.  Seiring 

Hasil uji ANOVA penambahan tepung tulang ikan patin terhadap parameter rasa, warna, dan aroma bihun kontrol dan formulasi F1, F2, dan F3, dapat dilihat pada Tabel 5..