• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iii DAFTAR LAMPIRAN... v BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iii DAFTAR LAMPIRAN... v BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR LAMPIRAN ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 4

1.3.Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

1.4. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II KERANGKA PEMIKIRAN ... 5

2.1. Tinjauan Pustaka ... 5

2.1.1. Konsepsi Industri Kelapa Sawit ... 4

2.1.2. Konsepsi Plasma ... 7

2.1.3. Konsepsi Petani Lokal Dan Petani Migran ... 9

2.1.3. Konsepsi Sosial Entropi ... 14

2.1.4. Konsepsi Ekonomi ... 20

2.1.5. Konsepsi Produksi. ... 22

2.1.6. Konsepsi Biaya Produksi ... 23

2.1.7. Konsepsi Penerimaan dan Pendapatan ... 25

2.2. Model Pendekatan. ... 28

2.3. Hipotesis ... 29

2.4 Batasan Operasional ... 30

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN ... 32

3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32

3.2. Metode Penelitian... 32

3.3. Metode Penarikan Contoh ... 32

3.4. Metode Pengumpulan Data ... 33

3.5. Metode Pengolahan Data ... 33

(12)

4.1. Keadaan Umum Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas…… 36

4.1.1. Lokasih Dan Batas Wilayah ... 36

4.1.2. Keadaan Geografi Dan Topografi ... 37

4.1.3. Keadaan Umum Penduduk ... 37

4.1.4. Sarana dan Prasana ... 38

4.1.5. Mata Pencaharian ... 38

4.2. Sejarah dan Perkembangan ... 39

4.2.2. Letak Kebun ... 40

4.2.3.Keadaan Iklim dan Tanah ... 40

4.3. Karakteristik Petani Contoh ... 40

4.3.1. Usia Petani Contoh ... 42

4.3.2. Tingkat Pendidikan Petani Contoh ... 42

4.3.3. Luas lahan petani... 43

4.4. Analisis Sosial-entropi Petani Plasma Lokal Dan Migran Industri ... 44

4.4.1. Sosial-Entropi Psikologis ... 44

4.4.2. Sosial-Entropi Budaya ... 47

4.5. Analisis Pendapatan Petani Plasma Kelapa Sawit PT. BSC Di Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas ... 49

4.5.1. Biaya Produksi ... 49

4.5.2. Biaya tetap ... 50

4.5.3. biaya variabel ... 51

4.5.4. biaya tenaga kerja ... 52

4.5.5. biaya produksi total ... 53

4.5.6. Rata-rata penerimaan dan pendapatan Petani Plasma ... 54

4.5.7. Rata-Rata Pendapatan Petani Plasma Non Usaha Tani... 56

4.5.8. rata-rata pendapatan usahatani lain ... 58

4.5.9. Rata-rata pendapatan total petani plasma ... 58

4.5.10. Perbandingan pendapatan petani plasma ... 60

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 61

5.1. Kesimpulan ... 60

5.2. Saran ... 61

(13)
(14)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel.3.1. Perhitungan Jumlah Sampel Untuk Masing-Masing Populasi.... 23

Tabel.3.2. Selang Interval Bobot Indikator Kelas Dan Kriterianya... 25

Tabel4.1. Luas Wilayah Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas.. . 38

Tabel.4.2. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Sungai Pinang... 40

Tabel 4.3. Karakteristik Petani plasma Kelapa Sawit... 42

Tabel.4.4. Karakteristik Petani Plasma Kelapa Sawit... 43

Tabel.4.5. Kelompok Usia Petani Contoh... 44

Tabel.4.6. Tingkat Pendidikan Petani Contoh... 44

Table 4.7. Bentuk Entropi Sosial Psikologi petani plasma... 46

Table.4.8. Hasil Sosial-entropi Psikologis Petani Plasma... 47

Table.4.9. Hasil Uji Man- Whitney Petani Plasma Lokal dan Migran... 48

Tabel.4.10. Bentuk Entropi Sosial Budaya Petani... 49

Table.4.11. Hasil Sosial-entropi Budaya Petani Plasma PT.BSC... 50

Table.4.12. Hasil Uji Man- Whitney Petani Plasma Lokal dan Migran... 51

Tabel.4.13. Rata-Rata Biaya Tetap Usahatani Plasma Kelapa Sawit Lokal 51

Tabel.4.14. Rata-Rata Biaya Variabel Usahatani Plasma Kelapa Sawit.... 51

Tabel.4.15. Biaya Tenaga Kerja Petani Plasma PT. BSC... 53

Tabel.1.16. Rata-Rata Biaya Produksi Total Usaha Tani Plasma Kelapa Sawit 54

Tabel.4.17. Rata-Rata Penerimaan Usaha Tani Petani Plasma Kelapa Sawit PT.BSC... 55

Tabel 4.18. Rincian Pendapatan Petani Plasma Non Usaha Tani Lokal... 56

Tabel 4.19. Rincian Pendapatan Petani Plasma Non Usahatani Migran... 56

Tabel.4.20. Pendapatan Petani Plasma Usahatani Lain... 57

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Dedah Areal PT. Bina Sains Cemerlang... 64

Lampiran 2. Peta Wilayah Desa Sungai Pinang... 65

Lampiran 3. Identitas Petani Lokal... 66

Lampiran 4. Identitas Petani Migran... 67

Lampiran 5. Entropi-Sosial Psikologis Petani Lokal... 68

Lampiran 6. Entropi-Sosial Psikologis Petani Migran... 69

Lampiran 7. Entropi-Sosial Budaya Petani Lokal... 70

Lampiran 8. Entropi-Sosial Budaya Petani Migran... 71

Lampiran 9. Biaya Tenaga Kerja Petani Plasma Lokal... 72

Lampiran 10 Biaya Tetap Penyusutan Alat Petani Plasma Lokal... 74

Lampiran 11 Biaya Variabel Pupuk Dan Pestisida Lokal... 77

Lampiran 12 Total Biaya Petani Plasma Lokal... 79

Lampiran 13 Total Penerimaan Petani Plasma Lokal... 80

Lampiran 14 Pendapatan Non Usahatani Petani Plasma Lokal... 81

Lampiran 15 Total Pendapatan Petani Plasma Lokal... 82

Lampiran 16 Biaya Tenaga Kerja Petani Plasma Migran... 83

Lampiran 17 Biaya Tetap Penyusutan Alat Petani Plasma Migran... 86

Lampiran 18 Biaya Variabel Pupuk Dan Pestisida Migran... 89

Lampiran 19 Total Biaya Petani Plasma Migran... 91

Lampiran 20 Total Penerimaan Petani Plasma Migran... 92

Lampiran 21 Pendapatan Non Usahatani... 93

Lampiran 22 Total Pendapatan Petani Plasma Migran... 94

Lampiran 23 Statistik Man-whithey Entropi-Sosial Kelembagaan... 95

Lampiran 24. Statistik Man- whithey Entropi-Sosial Budaya... 96

Lampiran 25. Statistik Man- whithey Pendapatan Total Petani Plasma... 97

(16)

KERAGAAN SOSIAL EKONOMI PETANI PLASMA KELAPA SAWIT LOKAL DAN MIGRAN PT. BINA SAINS CEMERLANG DI DESA SUNGAI PINANG

KABUPATEN MUSI RAWAS

SOCIAL ECONOMIC PERFORMANCE OF LOCAL AND MIGRANT PALM OIL PLASMA FAMERS PT. BINA SAINS CEMERLANG IN THE VILLAGE OF SUNGAI

PINANG MUSI RAWAS DISTRICT Syarif Hidayatullah1, Imron Zahri2, Dessy Adriani3

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya Jalan Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya Ogan Ilir 30662

ABSTRACT

Palm oil is a very promising trading commodity. In the future, palm oil is believed not only to be able to produce various industrial products. Oil palm company PT. Bina Sains Cemerlang, certainly has an influence on the socio-economic life of oil palm farmers around the location of PT. Bina Sains Cemerlang there are many cases of plasma farmers' socio-economic activities related to improving the socio-economic community. Method of approaching the problem of the oil palm industry PT. BSC has an impact on people's lives, especially oil palm plasma farmers, PT. BSC, the impacts seen are economic and social impacts, where the economic impact seen from the income of local and migrant plasma farmers from income from farming and non-farming is then compared using Mann-Whitney statistical tests and then for the social impact of socio-cultural entropy and Psychological local and migrant oil palm plasma farmers PT. BSC with the criteria for value of Good, Good, Very Good. The results of this study were after direct interviews with farmers and the data was processed using Excel and SSS 2.0. It was found that local farmers had higher levels of income compared to the income of migrant plasma farmers PT. BSC and answered the second goal in terms of cultural Social-entropy and Psychological Sausage-entropy. the difference of opinion is the same. Then it can be concluded that from the results of this research is to see the comparison of the economic income level of oil palm plasma farmers of PT. BSC and the comparison of perceptions of smallholders seen from the Social-entropy side and the results obtained are local plasma farmers better than the plasma migrant farmers for the Social side -entropy has no difference in perception or has the same view that is very good.

(17)
(18)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sektor pertanian merupakan sektor utama dalam perekonomian bangsa Indonesia. Hampir semua sektor yang ada di Indonesia tidak lepas dari sektor pertanian. Sebagai negara agraris, sebagian besar penduduk Indonesia, menjadikan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan. Oleh karena itu perlu adanya pembangunan nasional yang bertumpu pada pembangunan pertanian (Arifin, 2001).

Pembangunan merupakan proses perubahan yang direncanakan dan merupakan rangkaian kegiatan yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan bertahap menuju kearah yang lebih baik. Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, karena visi dan misi pembangunan pertanian dirumuskan dalam kerangka dan mengacu pada visi dan misi pembangunan nasional, salah satunya adalah kebijaksanaan dalam pengembangan agribisnis (Sudaryanto dan Syafa’at, 2002).

Kebijakan pengembangan agribisnis ditujukan dalam rangka menempatkan sektor pertanian dengan wawasan agribisnis sebagai poros penggerak perekonomian nasional. Sistem agribisnis adalah rangkaian berbagai subsistem, mulai dari subsistem penyediaan prasarana dan sarana produksi termasuk industri pembenihan yang tangguh, subsistem budidaya yang menghasilkan produksi pertanian, subsistem pengolahan atau agroindustri, subsistem pemasaran dan distribusi, serta subsistem jasa-jasa pendukungnya. (Prakosa, 2002). Pembangunan di bidang perkebunan diarahkan untuk lebih mempercepat laju pertumbuhan produksi baik dari perkebunan besar, swasta maupun perkebunan negara. Peranan sektor perkebunan yang demikian besar bagi peningkatan pendapatan petani dan penyediaan bahan baku untuk industri dalam negeri serta sebagai sumber devisa negara (Arifin, 2001).

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan. Pengembangan kelapa sawit antara lain memberi manfaat dalam peningkatan pendapatan petani dan

(19)

2

masyarakat menyediakan bahan baku industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri dan ekspor CPO yang menghasilkan devisa. Dari sisi upaya pelestarian lingkungan hidup, tanaman kelapa sawit yang merupakan tanaman tahunan berbentuk pohon (tree crops) dapat berperan dalam penyerapan efek gas rumah kaca seperti (CO2), dan mampu menghasilkan O2 atau jasa lingkungan lainnya seperti konservasi biodiversity atau eko-wisata. Selain itu tanaman kelapa sawit juga menjadi sumber pangan dan gizi utama dalam menu penduduk negeri, sehingga kelangkaannya di pasar domestik berpengaruh sangat nyata dalam perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat (Fauzi et al, 2005). Perkebunan kelapa sawit merupakan bagian penting dari sistem pendapatan keuangan masyarakat guna kelancaran kegiatan perekonomian suatu masyarakat. Perkebunan kelapa sawit merupakan alternatif bagi masyarakat dalam memlilih pekerjaan yang sesuai dengan dasar kemampuan masyarakat. Perkebunan kelapa sawit juga terbukti dapat bertahan dalam kondisi krisis ekonomi Indonesia dalam akhir dekade lalu, dan sebagai alternatif terhadap sistem kapitalis dan sistem sosialis (Buchari, Alma, 2004).

PT Bina Sains Cemerlang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengelola tiga unit usaha yaitu: Sungai Pinang Esatate (SPE), Bukit Pinang Estate (BPE), dan Sungai Pinang Factory (SPF). Masing-masing melaksanakan operasional dengan manajemen terpisah. Ketiga unit usaha tersebut masih berada dalam satu induk perusahaan yaitu PT Minamas Gemilang. Awalnya PT Bina Sains Cemerlang (BSC) memiliki nama PT Bina Sains Corporation, yang merupakan anak cabang dari perusahaan Salim Group. Pada tanggal 1 April 2001 berganti nama menjadi PT Bina Sains Cemerlang seiring dengan perpindahan asset perusahaan dari Salim Group ke pihak PT Minamas Gemilang yang merupakan anggota dari Kumpulan Guthrie Berhard (KGB), perkebunan swasta Malaysia. Pada tahun 2008, Minamas Group dan anggota KGB bergabung dengan perusahaan Sime Darby Group. PT Bina Sains Cemerlang mulai melakukan pembukaan lahan pada tahun 1990, saat itu merupakan hutan sekunder.

Di Desa Sungai Pinang terdapat Dua tipe petani kelapa sawit yaitu petani lokal dan migran dari dua tipe petani ini tentu memiliki perbedaan dari segi sosial dan ekonomi. Taraf hidup yang baik merupakan tujuan utama bagi petani yang

(20)

3

dalam hal ini sangat tergantung dari pendapatan yang diperoleh, akan tetapi pada kenyataannya sebagian dari mereka relatif masih berpenghasilan rendah sehingga berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Sebagian besar penduduk di Desa Sungai Pinang bekerja disektor pertanian khususnya pada usahatani kelapa sawit. Besar kecilnya pendapatan usahatani kelapa sawit yang diterima oleh penduduk di Desa Sungai Pinang dipengaruhi oleh biaya produksi. Jika produksi dan harga jual kelapa sawit semakin tinggi maka akan meningkatkan penerimaan.

Pendapatan usaha yang diterima berbeda untuk setiap orang, perbedaan pendapatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor ini ada yang masih dapat diubah dalam batas-batas kemampuan petani atau tidak dapat diubah sama sekali. Faktor yang tidak dapat diubah adalah iklim, jenis tanah dan umur tanaman, semakin tua umur tanaman maka semakin sedikit buah tandan yang dikeluarkan. Ada juga faktor yang mempengaruhi pendapatan dan dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan pendapatan seperti pemeliharaan tanaman selama masa produktif.

Perbedaan juga sering terjadi di kehidupan bermasyarakat, seringkali terdapat konflik sosial yang terjadi, prangsangka dari setiap individu tentunya berbeda-beda sehingga menimbulkan pro dan kontra perbedaan tersebut dilihat dari entropi-sosial budaya dan entropi-sosial psikologis Menurut Sjarkowi (2015), Masalah sosial merupakan penyimpangan-penyimpangan dengan gejala abnormal yang timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor dalam bidang ekonomis, biologis, bio-psikologis, dan kebudayaan. Potensi-potensi seperti potensi sosial psikologi, sosial ekologi, sosial ekonomi, dan sosial budaya apabila tidak dikendalikan maka akan memacu terjadinya konflik atau masalah (Sjarkowi, 2010).

Uraian diatas diketahui bahwa di Desa Sungai Pinang banyak terjadi kasus aktivitas sosial ekonomi terutama pada petani plasma PT. Bina Sains Cemerlang Kabupaten Musi Rawas, untuk mengetahui ekonomi masyarakat dilakukan penelitian dengan menganalisis pendapatan petani plasma lokal dan migran, kemudian melihat kodisi sosial masyarakat yang banyak terjadi perubahan dari adanya perusahaan kelapa sawit PT. Bina Sains Cemerlang dengan menganalisi persepsi petani yang sekaligus masyarakat Desa Sungai Pinang, bagaiman

(21)

4

pandangan mereka tentang keberadaan PT. Bina Sains Cemerlang yang hadir ditengah kehidupan masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik meneliti daerah ini dalam bidang sosial ekonomi dengan judul yaitu “Keragaan Sosial Ekonomi Petani Plasma Kelapa Sawit Lokal Dan Migran PT. Bina Sains Cemerlang Di Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas.”.

1.2. Rumusan Masalah

Dari hal-hal yang melatar belakangi penelitiian Adapun permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi sosial petani plasma kelapa sawit lokal dan migran PT. Bina Sains Cemerlang di Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas?

2. Bagaimana kondisi ekonomi petani plasma kelapa sawit lokal dan migran PT. Bina Sains Cemerlang di Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis kondisi sosial petani plasma kelapa sawit lokal dan migran PT. Bina Sains Cemerlang di Desa Sungai Pinang Musi Rawas.

2. Menganalisis kondisi ekonomi petani plasma kelapa sawit lokal dan migran PT. Bina Sains Cemerlang di Desa Sungai Pinang Kabupaten Musi Rawas.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian sebagai berikut:

1. Sebagai informasi bagaimana kondisi sosial ekonomi petani plasma kelapa sawit di Desa Sungai Pinang terhadap keberadaan industri kelapa sawit PT. Bina Sains Cemerlang.

2. Sebagai referensi mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang masih menyakut tentang penelitian.

3. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2017. Kabupaten Musi Rawas Utara dalam Angka 2017. Muara Beliti : BPS Musi Rawas Utara.

Fahrudin. 2012. “Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit Terhada Kesejahteraan Sosial Masyarakat Di Desa Bulu Mario Kabupaten Mamuju Utara”. Skirpsi. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Fauzi, Y. 2012. Kelapa Sawit, Budi Daya Pemanfaatan Hasil Limbah dan Limbah Analisis Usaha dan Pemasaran. Cetakan Pertama. Jakarta. Penebar Swadaya.

Fauzi, Y., Y. Erma. Widyastuti, I. Satyawibawa dan R. Hartono. 2005. Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Furqan, dkk. 2014. Analisis Usaha Tani Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Way Kanan. Program Studi DIII Perkebunan. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Hasibuan, B. E. 2011. Ilmu Tanah. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Hermansyah, Heri., Arbianti, Rita., Rizkiyadi, Muhammad Ekky., Surendro dan Risan Aji., “Interesterification of Fried Palm Oil with Methyl Acetate using Candida rugosa Lipase To Produce Biodiesel”, Artikel,

Departemen Teknik Kimia, Universitas Indonesia, 2012

Laelani. 2011. Analisis Usaha Tani Kelapa Sawit Di Desa Hampalit Kecamatan Mangoensoekarjo, S. dan H. Samangun, 2008. Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit. UGM-Press . Yogyakarta

Gerungan. 2010. “Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit Terhada Kesejahteraan Sosial Masyarakat Di Desa Bulu Mario Kabupaten Mamuju Utara”. Skirpsi. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Martono, Nanang. 2011. “Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit Terhada Kesejahteraan Sosial Masyarakat Di Desa Bulu Mario Kabupaten Mamuju Utara”. Skirpsi. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Mangoensoekarjo, S. dan H. Samangun, 2008. Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit. UGM-Press . Yogyakarta

(23)

63

Pemerintah Indonesia. 2013. Undang-Undang No. 16 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan. Lembaran Negara RI Tahun 2013, No. 5429. Sekretariat Negara. Jakarta. Pardamean, Maruli. 2011. Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit. Jakarta: Penebar

Swadaya.

Pahan, I. 2010. Panduan lengkap Kelapa Sawit. Managemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rusmawardi. 2007. Dampak Berdirinya Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis

jack) terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus pada Desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Propinsi

Kalimantan Tengah. Absrak. Universitas Palangkaraya: Fakultas Pertanian.

Sajogo, Pudjiwati. 2007. “Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit Terhada Kesejahteraan Sosial Masyarakat Di Desa Bulu Mario Kabupaten Mamuju Utara”. Skirpsi. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Soekartawi. 2005. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Sjarkowi, F. 2010. Manajemen Pembangunan Agribisnis. Palembang : Baldad Grafiti Press.

Sjarkowi, F & Alex Noerdien. 2015. Teori Kedaulatan Pangan : Etika-Pragmatika Bijak Pembangunan Untuk Membumikannya. Palembang : Baldad Grafiti Press.

Soekanto, Soerjono & Budi Sulistyowati. 2015. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Waralah Cristo, 2008, Hikmah Arif, 2009. Pengertian tentang dampak. Jakarta Bandung. Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama R.I, menyatakan bahwa lembaga di bawah ini telah melakukan updating data Pendidikan Islam (EMIS) Periode Semester GENAP

Menurut fuqaha dari kalangan mazhab hanafi, zina adalah hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki secara sadar terhadap perempuan yang disertai nafsu

Guru, yaitu mengetahui potensi lingkungan sekitar khususnya kawasan Kebun Raya Baturaden sebagai sumber belajar biologi bagi siswa SMA Negeri Sumpiuh dan

[r]

Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal

Untuk mendapatkan enzim yang mempunyai stabilitas dan aktivitas yang tinggi pada kondisi ekstrim, dapat dilakukan isolasi langsung dari organisme yang ada di alam dan hidup pada

Dari hadis diatas rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya , agar menuntut ilmu, terutama sekali adalah ilmu agama kepada orang yang menguasai ilmu tersebut,