• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Perkembangan industri rokok di Indonesia kian meningkat. Berbagai inovasi dilakukan, baik untuk produk rokok kretek maupun rokok filter untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan cita rasa dan kemudahan mendapatkan produk tersebut. Kebutuhan pasar akan rokok tentunya harus diantisipasi oleh industri rokok dengan melakukan produksi rokok secara berkesinambungan, sehingga produk rokok selalu ada di pasaran. Industri rokok dalam produksinya menyesuaikan dengan strategi pemasarannya, salah satu strateginya yaitu strategi kemasan dengan cara membuat kemasan rokok yang bagus untuk menarik pembeli. Bagian produksi industri rokok sebagai penunjang strategi tersebut akan melakukan proses produksi berdasarkan kebijakan management perusahaan dalam menenentukan jumlah produksinya.

Di sisi lain, perusahaan juga dituntut untuk memberikan perhatian khusus pada efisiensi, efektifitas, dan produktifitas. Hal ini dapat terpenuhi apabila perusahaan melakukan pengaturan terhadap jadwal penyelesaian permintaan, terutama di bagian produksi dengan sebaik-baiknya. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses produksi agar pesanan dapat diselesaikan atau terpenuhi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, yaitu faktor tenaga kerja dan waktu. Penjadwalan yang baik memungkinkan penggunaan jumlah tenaga kerja yang sesuai dalam menyelesaikan target dengan batasan waktu tertentu, dengan tetap memperhatikan produktifitas tenaga kerja dan biaya operasional. Kendala yang dihadapi perusahaan saat melakukan pengaturan penjadwalan proses produksi adalah jumlah pekerja yang ditentukan cenderung tidak sama dengan jumlah pekerja sebenarnya yang dibutuhkan.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, masalah penjadwalan di atas dapat diotomatisasi dengan sistem tertentu, sehingga memberikan solusi cepat dan sesuai dengan batasan dan syarat yang sudah ditentukan. Terdapat beberapa

(2)

pendekatan dalam menemukan solusi penjadwalan, yaitu pendekatan Artificial

Intelligence, Constraint Programming, Mathematical Programming dan Metaheuristic Methods. Metaheuristic methods merupakan metode untuk

penyelesaian masalah multi variabel, seperti genetic algorithms, simulated

annealing, dan tabu search.

Tenaga kerja menjadi bagian penting dalam kelancaran proses produksi, karena ketersediaan tenaga kerja dengan skill yang memadai dan jumlah yang sesuai selalu menjadi tujuan dari pelaksaan proses produksi, meskipun faktor penting lainnya juga mempengaruhi seperti mesin, peralatan dan lain sebagainya. Simanjuntak (1995) menyatakan, bahwa tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi selain faktor produksi tanah, modal yang memiliki peranan penting dalam mendukung kegitan produksi guna menghasilkan barang dan jasa.

Sedangkan faktor waktu, salah satunya adalah waktu baku/standar yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Wignjosoebroto (2000) menyatakan, waktu standar merupakan waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja, yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Namun banyak pihak manajemen perusahaan kurang tepat dalam menentukan besarnya waktu standar dan tanpa melalui pendekatan pengukuran dengan metode tertentu, tetapi hanya berdasarkan perkiraan saja atau bisa karena pedoman waktu kerja yang dipakai sudah lama dan sudah tidak sesuai dengan kondisi.

Waktu standar yang diperoleh dari pengukuran waktu kerja, bisa digunakan untuk mencari kebutuhan jumlah tenaga kerja yang sesuai dengan langkah-langkah tetentu, seperti berdasarkan perhitungan beban kerja, ataupun dengan cara coba-coba memasukan range jumlah tenaga kerja yang dikalikan dengan kapasitas produksi tiap tenaga kerja. Cara lain yaitu dengan algoritma genetika, karena dengan GA proses perhitungan pencarian dilakukan sekaligus atas sejumlah solusi yang mungkin yang dikenal dengan istilah populasi. Goldberg (1989) menyampaikan, bahwa GA merupakan algoritma yang berusaha menerapkan pemahaman mengenai evolusi alamiah pada tugas-tugas pemecahan masalah, dengan menggabungkan secara acak berbagai pilihan solusi optimal di dalam suatu kumpulan/populasi, untuk mendapatkan generasi solusi terbaik

(3)

berikutnya, yaitu pada suatu kondisi yang memaksimalkan kecocokannya atau yang disebut fitness.

Dalam penelitian ini untuk menentukan jumlah tenaga kerja tiap bagian, yang sesuai dengan jumlah permintaan dan waktu penyelesainnya berdasarkan waktu standar dengan menggunakan pendekatan GA. Waktu standar diperoleh dengan menghitung rata-rata waktu standar dari data pengukuran yang diberikan perusahaan. Waktu standar yang diperoleh akan digunakan sebagai batasan dalam GA untuk menentukan jumlah tenaga kerja. Variabel yang dimaksud dalam penentuan jumlah tenaga kerja adalah banyaknya tenaga kerja tiap bagian dan banyaknya jam lembur tiap bagian. Dengan mengetahui jumlah tenaga kerja tiap bagian, maka akan menjadi referensi dan rekomendasi bagi perusahaan untuk melakukan proses produksi sesuai harapan dan target.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, yaitu jumlah pekerja yang ditentukan cenderung tidak sama dengan jumlah pekerja sebenarnya yang dibutuhkan, maka rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dikembangkan suatu model sistem. Sistem yang dikembangkan yaitu menerapkan algoritma genetika (GA) yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah tenaga kerja pada setiap bagian produksi, yang sesuai dengan jumlah permintaan dan batas waktu penyelesaiannya, berdasarkan waktu standar.

1.3 Batasan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini mempunyai ruang lingkup yang cukup luas, sehingga dibatasi sebagai berikut:

1. Penelitian difokuskan kepada para tenaga kerja di dalam proses produksi rokok kretek linting.

2. Jadwal penyelesaian proses produksi bersifat tetap yaitu 1 minggu sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.

3. Jam kerja pada hari senin sampai jumat mulai jam 06.00-14.00, dengan waktu istirahat 1 jam, sehingga jam kerja produksi efektif dalam 1 hari

(4)

adalah 7 jam kerja. Untuk Jam kerja pada hari sabtu mulai jam 06.00-12.00, dengan waktu istirahat 1 jam, sehingga jam kerja produksi efektif dalam 1 hari adalah 5 jam kerja.

4. Kondisi fisik dan mental tenaga kerja diasumsikan dalam keadaan baik. 5. Proses produksi ataupun aktivitas-aktivitas yang dilakukan tenaga kerja

yang diukur dan diamati berjalan secara normal dan wajar.

6. Fasilitas-fasilitas yang mendukung produksi diasumsikan bekerja dengan baik.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui apakah dengan menerapkan algoritma genetika (GA) dapat digunakan untuk menentukan jumlah tenaga kerja pada setiap bagian produksi, yang sesuai dengan jumlah permintaan dan batas waktu penyelesaiannya, berdasarkan waktu standar.

1.5 Manfaat Penelitian

Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan manfaat bagi perusahaan rokok, terutama pada proses produksi rokok linting mempunyai referensi dan rekomendasi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan proses produksi, karena adanya penyesuaian jumlah tenaga kerja pada tiap bagian dengan permintaan produksi dan waktu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Menambah pengetahuan dan pengembangan sistem cerdas terutama konsep GA dalam bidang perencanaan produksi.

1.6 Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut:

1. Studi pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari literatur-literatur yang mendukung penyelesaian penelitian yaitu mengenai tenaga kerja, pengukuran waktu kerja, dan Algoritma Genetika.

(5)

2. Pengumpulan data

Data diperoleh dengan berinteraksi langsung dengan subyek penelitian, dan wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan proses produksi rokok kretek.

3. Analisis kebutuhan dan perancangan sistem

Data dan informasi yang diperoleh dianalisa untuk dierpresentasikan ke dalam bentuk GA. Hasil analisa selanjutnya digunakan untuk merancang kebutuhan input, proses, dan output sistem.

4. Implementasi rancangan

Merupakan tahapan untuk mengimplementasikan rancangan sistem yang sudah disusun menjadi sebuah aplikasi perangkat lunak. Implementasi menggunakan bahasa pemrograman Visual Foxpro.

5. Pengujian sistem

Sistem yang telah dibangun diujicobakan dengan permasalahan nyata guna memperoleh akurasi sistem.

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan tesis ini akan dibagi dalam 7 bab, dengan rincian masing- masing sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Bab pendahuluan ini membahas mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, keaslian penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini diuraikan secara sistematis penelitian terdahulu dan korelasinya dengan penelitian yang sedang dilakukan.

BAB III. LANDASAN TEORI

Landasan teori meliputi teori-teori yang digunakan dalam penelitian yaitu pengukuran waktu standar dan algoritma genetika.

BAB IV. PERANCANGAN SISTEM

(6)

keseluruhan dan rancangan sistem penerapan pengukuran waktu standar dan GA untuk penentuan jumlah tenaga kerja yang sesuai. BAB V. IMPLEMENTASI SISTEM

Bab ini berisi implementasi dari rancangan sistem yang sudah dibuat menjadi sebuah aplikasi perangkat lunak.

BAB VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini membahas hasil dari implementasi yang sudah dilakukan dan di dalam bab ini juga ditampilkan hasil dari implementasi.

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan dari penelitian dan juga diberikan saran-saran yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk dapat menghasilkan suatu sistem penentuan jumlah tenaga kerja yang sesuai.

Referensi

Dokumen terkait

Belum adanya syslog server yang dapat menampilkan log jika terjadi serangan di sebuah jaringan client yang ditampilkan secara terpusat untuk memudahkan para admin wahana

Dengan ini penulis akan mencoba merancang, membuat serta mengimplementasikan sistem pengambilan keputusan ke dalam bentuk yang terkomputerisasi yaitu dalam bentuk

Kesehatan pegawai yang rendah atau buruk akan mengakibatkan kecenderungan tingkat absensi yang tinggi dan produktivitas yang rendah, sehingga hal tersebut dapat mengganggu

Kelemahan tersebut, seperti: (1) keharusan menulis identitas, sedangkan desain yang peruntukkan siswa awas yang hanya melingkari atau menghitamkan bulatan-bulatan utnuk

Toolbox merupakan tempat icon – icon untuk objek yang akan dimasukan dalam form pada pembuatan program aplikasi.. Secara default pada toolbox hanya terdapat objek - objek seperti

Untuk mengetahui seberapa besar realisasi yang di dapat dari retribusi bea cetak Kartu Tanda Penduduk dan seberapa besar sumbangannya bagi keseluruhan penerimaan retribusi

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

Sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan kebijakan nasional tersebut seyogianya berupa suatu