• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROBLEMATIKA HUKUM ATAS LEVERING DARI OBJEK HAK YANG DIBUAT DALAM AKTA JUAL BELI TANAH TESIS. Oleh. MAY LISSA PUTRI BASANA SIANTURI /M.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROBLEMATIKA HUKUM ATAS LEVERING DARI OBJEK HAK YANG DIBUAT DALAM AKTA JUAL BELI TANAH TESIS. Oleh. MAY LISSA PUTRI BASANA SIANTURI /M."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Akta jual beli menurut Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran tanah harus dibuat oleh PPAT. Untuk mewujudkan adanya suatu kepastian

Abdul Rokman, “ Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Beserta Akibat Hukumnya”, Skripsi, Fakultas Hukum

Pembuktian bahwa hak atas tanah tersebut dialihkan, maka harus dibuktikan dengan suatu akta yang dibuat oleh dan dihadapan PPAT yaitu akta jual beli yang kemudian akan

Suatu perjanjian jual beli tanah yang dibuat oleh para pihak sebelumnya baru merupakan pengikatan untuk kemudian melakukan perjanjian jual beli di hadapan PPAT,

Kekuatan hukum dalam perjanjian jual beli tanah di bawah tangan yang dapat dilakukan oleh pihak pembeli agar jual beli tanah yang dilakukan tanpa akta PPAT

Dalam pengajuan pendaftaran akta jual beli tanah guna keperluan dilakukan balik nama dari penjual kepada pembeli, terdapat beberapa dokumen yang harus dilampirkan, yaitu: a Surat

Sedangkan Penyelesaian yang dapat dilakukan oleh pembeli, agar jual beli tanah yang dilakukan tidak dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah PPAT dapat mempunyai kekuatan hukum yang pasti

Akta ini biasa disebut dengan akta jual beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah PPAT adalah sebuah alat pembuktiannya yang otentik untuk menyatakan sudah berlangsungnya