Problematika Hukum Atas Levering Dari Objek Hak yang Dibuat Dalam Akta Jual Beli Tanah
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian terhadap masalah yang dikaji adalah mengenai tanggung jawab Notaris/PPAT terhadap akta jual beli hak milik atas tanah yang mengandung cacat
Akta jual beli menurut Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran tanah harus dibuat oleh PPAT. Untuk mewujudkan adanya suatu kepastian
Dari peraturan-peraturan yang tercantum dalam penelitian ini juga yang harus diterapkan oleh PPAT dalam tata cara pembuatan Akta Jual Beli dan penanda-tanganan akta PPAT
Meskipunkekuatan hukum dari akta perjanjian pengikatan jual beli hak atas tanah yang dibuat oleh Notaris dalam pelaksanaan pembuatan Akta Jual Belinya adalah kuat (akta notaril
c. mereka yang turut serta dalam melakukan perbuatan. Akta Jual beli tanah dan rumah merupakan produk hukum yang dibuat oleh PPAT dan Surat Kuasa merupakan produk
98 Tugas pokok PPAT dalam membantu pelaksanaan pendaftaran tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan ditetapkan dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang
Pembuktian bahwa hak atas tanah tersebut dialihkan, maka harus dibuktikan dengan suatu akta yang dibuat oleh dan dihadapan PPAT yaitu akta jual beli yang kemudian akan
Sedangkan Penyelesaian yang dapat dilakukan oleh pembeli, agar jual beli tanah yang dilakukan tidak dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah PPAT dapat mempunyai kekuatan hukum yang pasti