• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bandung dikenal dengan julukan kota kembang, hal ini dikarenakan kondisi geografis kota Bandung yang sebagian besarnya adalah wilayah perkebunan dan pertanian membuat kota Bandung semakin indah ditambah udaranya yang sejuk. Luas ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung kian lama semakin berkurang (Komunitas Alleut Bandung, 2013), hal ini disebabkan karena perubahan fungsi lahan yang semula merupakan lahan terbuka dijadikan bangunan untuk keperluan industri, perumahan, toko, komersil, atau sebagainya. Dalam konsep RTH terdapat komponen Taman Kota, taman kota sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan pengkayaan budaya kota, sebagai sarana aktivitas rekreasi ekonomis, serta dapat membentuk citra kota yang baik. Selain membuat suatu kota menjadi lebih indah, banyak fungsi didirikannya sebuah taman dalam kota, seperti taman kota sebagai fasilitasi resapan air untuk mengurangi tingkat resiko banjir, mengurangi tingkat polusi disuatu kota, serta sebagai penghasil oksigen yang menunjang kebutuhan utama manusia untuk bertahan hidup.

Dengan latar belakang Kota Bandung yang merupakan salah satu kota yang menjadi destinasi tujuan wisata dan pendidikan. Dua hal ini lah yang menjadi dasar konsentrasi pembangunan yang diinisiasikan oleh sang walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil. Dengan mencetuskan program “Bandung Juara”, walikota Bandung dengan cermat mengelola ruang tata kota untuk menjaga keindahan kota Bandung. Dalam tiga tahun terakhir, sang walikota Bandung sudah banyak membuka taman-taman kota, khususnya taman tematik di Kota Bandung. Taman Tematik sendiri merupakan salah satu program Ridwan Kamil untuk merevitalisasi suatu taman yang kemudian dijadikan sebuah tema pada masing-masing taman tersebut.

Namun sangat disayangkan, masyarakat Bandung khususnya remaja kurang mengetahui tujuan dan karaktersistik dibangunnya taman tematik

(2)

2

tersebut. Sebagian bersarnya lagi belum mengetahui dimana keseluruhan lokasi taman tematik yang sudah dibangun. Kurangnya kepedulian dalam menjaga kelestarian tanaman dan sarana didalamnya merupakan hal yang tidak asing lagi, corat-mencoret bangunan taman, membuang sampah yang bukan jenisnya ditempat yang salah, merusak fasilitas pra sarana, itu semua merupakan bentuk kurang pedulinya masyarakat terutama remaja akan manfaat yang dihasilkan oleh taman tersebut. Oleh sebab itu, pemanfaat fasilitas sarana taman harus digunakan sebaik mungkin untuk memaksimalkan fungsi taman kota di Bandung.

Taman tematik di Bandung belum menjadi daya tarik utama bagi remaja-remaja di Bandung. Banyak restoran dan tempat-tempat belanja yang berkonsep hampir sama yang menjadi pesaing bagi taman-taman kota di Bandung. Hal ini lah yang membuat seseorang mengabaikan kepeduliannya terhadap lingkungan yang seharusnya dimanfaatkan untuk berkatifitas dan bersosialisasi serta menjaga kelesatarian kota. Berkatifitas diruang terbuka jauh lebih baik dan berpengaruh terhadap kualitas hidup yang sehat, dengan melakukan berbagai macam aktivitas yang kreatif dan berinteraksi langsung dengan alam.

Televisi meruapakan salah satu media informasi yang hampir disukai oleh semua kalangan, termasuk remaja. Televisi sendiri memiliki beberapa program yang dikategorikan sebagai drama, non drama dan berita. Berita televisi adalah laporan tentang fakta peristiwa atau pendapat dalam tulisan/narasi, audiovisual, gambar foto, dan lain sebagainya. Berita terdiri dari Hard News dan Soft News. Features merupakan bagian dari Soft News dan merupakan counter program yang menyajikan nilai aktualisasi. Features atau berita ringan berbeda dengan program berita yang merupakan Hard News karena, program Features tidak terikat dengan waktu penayangan dan informasi yang disajikan berupa informasi yang menarik, lucu, unik, aneh, dan menimbulkan kekaguman tanpa meninggalkan unsur informatif didalamnya.

Dibalik produksi program televisi, teradpat peran sutradara dalam program televisi didalamnya. Menurut Naratama (2013:5), Sutradara televisi adalah sebutan bagi seseorang yang memounyai profesi menyutradarai program acara

(3)

3

televisi baik untuk drama ataupun non-drama, dalam produksi single atau multi-camera. Tugas utama sutradara televisi adaalah untuk mengkordinasikan dan mengontrol semua aspek produski, dimulai dari pembuatan dan pengembangan ide, pengawasaan pada saat pra-produksi, produksi, dan setelah produksi. Kinjerja sutradara televisi merupakan kunci keberhasilan suatu program, seorang sutradara televisi juga harus memiliki jiwa memimpin, mengorganisasi tim kerja yang mempunyai keahlian, karakter, dan latar belakang yang berbeda.

Melalui pengertian sutradara televisi dan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengangkat topik tentang “Menjaga dan merawat lingkungan taman”. Topik perancangan program Features ini bertujuan agar masyarakat mengetahui betapa besar manfaat yang didapat apabila kita sebagai masyarakat khususnya warga Bandung ikut berpartisipasi dalam menjaga serta memaksimalkan fungsi Taman Tematik di Kota Bandung.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka didapatkan identifikasi masalah sebagai berikut :

1. Ruang terbuka hijau (RTH) di Bandung semakin lama luasnya semakin berkurang karena adanya berubahan fungsi lahan.

2. Taman Tematik di Kota Bandung belum menjadi daya tarik utama masyarakat Kota Bandung khususnya dikalangan remaja.

3. Masih kurangnya kepedulian masyrakat khususnya remaja untuk menjaga dan melindungi fasilitas pra sarana taman tematik di Kota Bandung.

4. Kurangnya pengetahuan akan fungsi dari dibentuknya taman tematik di Kota Bandung.

5.

Lokasi taman – taman Tematik belum diketahui seluruhnya oleh masyrakat khususnya remaja di Kota Bandung.

6. Program Features seharusnya dapat menginspirasi remaja untuk peduli dan menjaga serta memaksimalkan fasilitas taman tematik di Kota Bandung.

(4)

4

7. Sutradara televisi harus memiiki kemampuan pengorganisasisan dan kreativitas yang baik pada program televisi Features.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka perancangan ini dibatasi pada beberapa hal yang menjadi pembatas agar tidak melebar jauh makang batasan masalahnya adalah sebagai berikut :

1.3.1 Apa

Media yang dirancang yaitu berupa media program Features televisi yang mengangkat permasalahan tentang fungsi taman tematik yang kurang dijaga dan digunakan dengan baik oleh masyrakat.

1.3.2 Bagaimana

Dalam perancangan program Features televisi ini akan diberi judul “Kaca Mata” dengan jumlah 11 episode. Namun yang akan menjadi fokus perancang adalah satu episode saja, yaitu Taman Tematik di Kota Bandung.

1.3.3 Siapa

Target audience program Features ini adalah genearasi muda atau remaja dengan rentang usia 15 – 25 tahun dengan latar belakang pendidikan pelajar dan mahasiswa.

1.3.4 Tempat

Perancang akan melakuakan penelitian dan perancangan program Features di Kota Bandung.

1.3.5 Waktu

Perancangan program televisi ini akan dimulai pada Maret 2017 hingga Juli 2016.

(5)

5

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan Identifikasi masalah dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana menginformasikan pentingnya menjaga taman-taman tematik di Kota Bandung?

2. Bagaimana penyutradaraan sebuah program Features televisi sebagai media informasi tentang pentingnya menjaga lingkungan taman tematik di Kota Bandung?

1.5 Tujuan Perancangan

Adapun tujuan dari perancangan ini adalah:

1. Untuk menghasilkan program Features televisi yang bertemakan tentang menjaga llingkungan hidup dengan memaksimalkan fungsi dibentuknya Taman Tematik di kota Bandung.

2. Menerapkan teknik sebagai sutradara dalam program Features televisi tentang taman tematik di Kota Bandung.

1.6 Manfaat Perancangan

Berikut ini adalah manfaat perancangan untuk penulis dalam ranah keilmuan desain komunikasi visual secara umum, dan bagi masyarakat umum. 1. Bagi diri pribadi sebagai perancang tentunya agar lebih memahami fungsi taman tematik serta bagaimana cara untuk menjaga lingkungan taman tematik di Kota Bandung tersebut.

2. Dalam keilmuan Desain Komunikasi Visual tentunya menambah wawasan mengenai merancang produksi pertelevisisan khususnya dalam program Features.

3. Untuk masyarakat tentunya untuk menambah wawasan mereka tentang pengetahuan di bantuknya Taman Tematik dan manfaat dari taman tematik sendiri untuk masyarakat dan lingkungan hidup di kota Bandung

(6)

6

1.7 Metode Perancangan

Dalam perancangan features televisi ini, perancang menggunakan metode perancangan yaitu pengumpulan data, analisis data, dan sistematika perancangan. Berikut ini adalah langkah-langkah mengenai metode perancangan yang perancang gunakan dalam memproduuksi program features televisi.

1.7.1 Pengumpulan Data a. Studi Literatur

Perancang mengumpulkan data dan informasi melalui sebuah dokumen resmi baik dalam bentuk hardware maupun software. Dalam bentuk software diantaranya media masa yang memuat materi tentang pemanfaatan ruang terbuka hijau dan fungsi lahan taman, dari jurnal-jurnal yang sejenis dengan yang perancang buat, webiste yang membahas kegunaan fungsi taman tematik, serta melakukan analisi review pada beberapa contoh karya sejenis. Sedangkan berupa hardware, perancang menggunakan buku tentang metedologi penelitian dan buku tentang teknik produksi televisi.

b. Observasi

Observasi adalah pengamatan langsung dari lingkungan fisik atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berlangsung yang mencakup semua kegiatan perhatian ke objek dengan menggunakan alat penilaian sensorik. Atau sautu pekerjaan yang dilakukan dengan sengaja dan sadar untuk mengumpulkan data dan melaksanakan prosedur yang sistematis dan tepat. Penulis melakukan observasi lapangan akan situasi yang terjadi saat ini di Taman-taman tematik Kota Bandung (Suharsimi, 2010).

c. Wawancara

Menurut Nyoman Kutaratna (2012 :222), wawancara adalah cara memperoleh data dengan berhadapan langsung, bercakap – cakap baik antara individu dengan individu maupun individu dengan

(7)

7

kelompok. Dalam pernacangan ini, perancang melakukan wawancara dengan narasumber yang mengerti akan pembangunan taman tematik, seperti dinas pemerintahan terkait yaitu dinas pemakaman dan pertamanan Kota Bandung, serta dari masyarakat Kota Bandung sendiri.

1.7.2 Metode Analisis Data

Dalam perancangan ini, perancang menggunakan metode analisis kualitatif untuk menganalisis data. Dalam hal ini, metode kualitatif berusaha membangun makna tentang suatu fenomena bersadarkan pandangan-pandangan dari para partisipan. Menurut Creswell (2009 :58), Dalam peneilitian kualitatif melibatkan rancangan metodologis karena sifatnya adalah induktif, perancang bisa saja mendefinisikan beberapa istilah diawal penelitian meskipun definisi ini hanya tentatif semata. Untuk pendekatannya sendiri, perancang menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah kajian yang rinci tentang suatu latar, subjek tunggal atau tempat penyimpanan dokumen suatu peristiwa tertentu (Ahmadi, 2013 :69). Dengan pendekatan studi kasus, yang dimana pada pendekatan ini perancang mempelajari latar belakang dari sebuah fenomena atau peristiwa yang sedang diangkat.

1.7.3 Sistematika Perancangan

Berikut ini adalah tahapan dimana penulis memulai perancangan, pertama hasil analisis berupa keyword dijadikan sebagai poin-point utama penulis untuk menjadi acuan dalam pembuatan konsep program feature teleivisi yang dimana ada beberapa point utama diantaranya penentuan ide dasar, pendekatan, gaya berututur dan konsep visualnya. Kemudian dalam perancangan feature televisi ini, perancang terlebih dahulu melakukan tahap pra produksi yang selanjutnya memulai produksi hingga proses terakhir yaitu pasca produksi sebagai suradara televisi.

(8)

8

1. Pra Produksi

Pada tahapan pra produksi ini merupakan tahapan terpenting dalam perancangan program. Karena pada tahap ini, sangat menentukan keberhasilan dari suatu acara. Pada tahapan ini juga, perancang sebagai sutradara televisi mulai menuangankan ide dan gagasan kreatif, dimulai dari konsep kreatif, konsep media maupun konsep visual ke dalam sebuah statement dan treatment yang nantinya perancang akan gunakan sebagai acuan perancang mengemas program yang dirancang.

2. Produksi

Pada tahap produksi, perancang yang berperan sebagai sutradara televisi memiliki tugas utama sebagai pengawas kegiaran. Dimulai dari pengambilan gambar dengan memperhatikan unsur-unsur sinematografi yang sudah dibuat sebelumnya. Dengan acuan treatment yang usdah dibuat oleh perancang, sutradara televisi dapat mengawasi secara terstruktur bersama dengan sutradara. Pada tahap ini pula, perancang sebagai sutradara televisi bersama dengan Manager Production melakukan pendekatan terlebih dahulu terhadap narasumber. Hal ini diperlukan agar narasumber merasa nyaman untuk memberikan segala informasi yang dibutuhkan pada saat liputan. Unsur – unsur lain seperti pencahayaan, audio, dan talent (host) juga tidak luput dari pengawasan sutradara televisi.

3. Pasca Produksi

Dalam tahapan pasca produksi ini merupakan tahapan terakhir. Perancang sebagai sutradara mulai mensortir gambar-gambar hasil shooting yang akan dimasukan ke dalam program feature melalui proses editing. Tidak lupa perancang sebagai sutradara juga membuat sebuah editing script yang akan membantu editor untuk bekerja secara terstruktur dan menyunting gambar

(9)

9

dengan baik. Sutradara bersama produser juga akan melakukan koordinasi dengan stasiun televisi untuk promo on air.

(10)

10

1.8 Kerangka Peracangan

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang betapa besar menfaat dari adanya taman tematik apabila

kita sebaga masyrakat ikut menjaga dan memanfaatkan dengan baik taman tematik di Kota Bandung.

FENOMENA

Taman Tematik masih terancam oleh pengunjung yang kurang peduli

MASALAH

1. Taman Tematik belum menjadi daya tarik utama 2. Kurangnya kepedulian masyrakat untuk menjaga dan melindungi

fasilitas pra sarana taman tematik

3. Kurangnya pengetahuan akan fungsi dari dibentuknya taman tematik

ANALISIS DATA

Pengumpulan data terhadap masalah yang sedang diteliti

METODE

 Studi Literartur  Observasi  Wawancara

LANDASAN TEORI

 Ruang Terbuka Hijau (RTH)  Features  Sutradara Televisi KONSEP Perancangan Program Features Televisi TUJUAN Produksi

Mengawasi proses shooting Audio Visual  Memperhatikan karakteristik program Features Pra Produksi  Pembentuka Ide  Riset Program  Menyusun Treatment Pasca Produksi

Mengawasi proses editing  Menyiapkan promo on air  Menyetujui hasil akhir

HASIL

Program Features Episode tentang karakterisitik taman- taman tematik di Bandung

Bagan 1.1 Kerangka Perancangan (Sumber: Pribadi, Tahun 2017)

(11)

11

1.9 Pembabakan

1. Bab I Pendahuluan

Berisikan latar belakang masalah yang memaparkan gambaran secara umum tentang fenomena yang diangkat dalam perancangan, serta menjelaskan point utama atau fokus permasalahan dengan rumusan dan batasan masalah disertakan dengan tujuan perancangan. Pada bab ini pula dijelaskan dengan metode pengumpulan dan metode analisis seperti apa yang perancang gunakan sebagai acuan proses perancangan.

2. Bab II Dasar Pemikiran

Dalam bab ini memfokuskan pada kajian teori yang mendukung, yang digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan.

3. Bab III Data dan Analisis Data

Menguraikan data-data hasil observasi, wawancara, studi literarur, beserta kuisioner yang kemudian dijelaskan hasil analisi data yang telah didapatkan dengan menggunakan teori yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya.

4. Bab IV Konsep dan Hasil Perancangan

Pada bab ini menjelaskan suatu konsep perancangan yang sedang digarap yang terdiri dari konsep komunikasi, konsep kreatif, konsep media, dan konsep visual. Serta menapilkan hasil perancangan mulai dari drafting hingga hasil akhir visualisasi pada media.

5. Bab V Kesimpulan

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat lainnya adalah untuk bidang konservasi, yaitu yang diharapkan dari penelitian ini adalah dengan diketahuinya besar pergeseran horisontal di sekitar Waduk Sermo,

Perancangan hotel kapsul bertujuan untuk menciptakan sebuah tempat tinggal sementara yang tidak hanya memberi kenyaman pada penggunanya, tetapi juga memberi contoh

Meskipun mulai banyak yang mengenal yoga, bisa kita lihat sendiri bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari melakukan yoga serta rendahnya

Menerapkan model Latent Dirichlet Allocation dalam pemodelan topik untuk mencari topik utama dalam data tekstual yang besar.. Menerapkan metode Bayesian dalam estimasi parameter

Manfaat dari penelitian ini dapat diperoleh koordinat dan ketelitian dari lima stasiun pasut di Pulau Jawa pada tahun 2012 dan 2013, serta untuk mengetahui

PELINDO II Cabang Panjang dengan warga masyarakat dan analisisnya dengan menggunakan teori konflik dan hasil penelitian mengenai penyelesaian konflik yang telah ditempuh

Seiring pesatnya pembangunan kota Bandung di berbagai sektor, maka warga dan seluruh pemangku kepentingan kota Bandung harus siap untuk menghadapi berbagai perubahan yang

Permasalahan awal dari perancangan ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya pemain permainan video Playerunknown’s Battlegrounds tentang sejarah senjata yang