LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 1 1.1. Latar Belakang
Provinsi Gorontalo sampai dengan tahun 2015 baru berumur 15 tahun, yang saat ini terus berbenah diri dalam berbagai pembangunan termasuk pembangunan sumber daya manusia yang menitik beratkan pada peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Lahirnya Provinsi Gorontalo merupakan konsekuensi dari Undang-Undang No. 38 Tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Gorontalo. Untuk mendukung terbentuknya Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga merupakan salah satu institusi yang ada dibawahnya dan berperan serta pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo. Program pengembangan sumber daya manusia tersebut terus ditingkatkan baik dari segi anggaran maupun kualitas programnya.
Dalam kerangka otonomi pemerintah daerah, pemenuhan amanah konstitusi yang membutuhkan keterpaduan dan keselarasan kebijakan, program maupun kegiatan pembangunan pendidikan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo memiliki tugas pokok melaksanakan urusan rumah tangga daerah dan tugas pembantuan yang diberikan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Gorontalo dibidang pendidikan, Kebudayaan, pemuda dan olahraga. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah Provinsi Gorontalo untuk mewujudkan masyarakat Gorontalo yang berkualitas. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan maupun pembinaan kebudayaan, pemudaan dan olahraga di Provinsi Gorontalo harus terprogram dan terencana secara berkelanjutan serta terintegrasi dengan pembangunan dalam skala nasional.
Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah mengarahkan bahwa pelaksanaan pemerintahan harus berdayaguna, berhasil
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 2 guna, bersih dan bertanggungjawab. Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Repulik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Perjanjian Kinerja. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik. Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo selaku unsur pembantu pimpinan, dituntuk t selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo sebagai sub sistem dari sistem Pemerintahan Daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat.
Dalam perencanaan pembangunan daerah Provinsi Gorontalo , capaian, tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan visi dan misi daerah, melainkan kondisitasnya dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat.Terwujudnya suatu tatanan pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenaan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab.
Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam salah satu pasal dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa azas-azas umum penyelenggaraan negara meliputi kepastian hukum, azas-azas tertib penyelenggaraan negara, azas kepentingan umum, azas keterbukaan, azas proporsionalitas dan profesionalitas serta akuntabilitas. Azas akuntabilitas adalah setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Penyusunan LKIP Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Tahun 2015 yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 3 Penyusunan LaporanKinerja Instansi Pemerintah (LKIP) DinasPendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo memiliki peran yang sangat strategis, karena memberikan informasi penting antara lain:
a) Keberhasilan/kegagalan pencapaian output/outcome sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015;
b) Menjelaskan kinerja dan hasil-hasil yang dicapai dengan ukuran-ukuran keberhasilan berupa indikator-indikator kinerja non keuangan;
c) Hubungan kinerja dan hasil dengan sumber daya;
d) Faktor-faktor kunci untuk perbaikan kinerja.
1.2 Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo No. 12 Tahun 2013 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempunyai tugas dan kewajiban membantu Gubernur dalam bidang pendidikan, kebudayaan pemuda dan olahraga, dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban tersebut Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo mempunyai fungsi:
1. Menyusun kebijakan dan rencana strategis bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga;
2. Melaksanakan urusan-urusan pemerintah di bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga;
3. Pembinaan dan Koordinasi pelaksanaan tugas serta pelayanan administrasi di bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga;
4. Melaksanakan penelitian dan pengembangan terapan serta pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga;
5. Melaksanakan pengawasan fungsional;
6. Melaksanakan teknis operasional bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga; 7. Pemantauan dan evaluasi program di bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan
olahraga;
8. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan.
9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Gubernur sesuai tugas dan fungsinya dan; 10. Pembinaan, monitoring, evaluasi dan laporan penyelenggaraan kegiatan Dinas.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 4 Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Kepala Dinas yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh:
1. Sekretariat, membawahi:
a) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi b) Sub Bagian Keuangan
c) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
3. Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Dan InFormal (PAUDNI) a) Seksi Bina Pendidikan Anak Usia Dini
b) Seksi Bina Pendikan Masyarakat c) Seksi Bina Kursus
4. Bidang Pendidikan Dasar
a) Seksi Bina Sekolah Dasar (SD)
b) Seksi BinaSekolah Menengah Pertama (SMP)
c) Seksi BinaPendidikan Khusus Layanan Khusus(PKLK) 5. Bidang Pendidikan Menengah
a) Seksi Bina SMA b) Seksi Bina SMK
c) Seksi Bina Pendidikan Khusus Layanan Khususdan Kerjasama Perguruan Tinggi 6. BidangKebudayaan
a) Seksi Bina Seni dan Pertunjukan
b) Seksi Bina Sejarah dan Nilai- nilai Tradisional c) Seksi Museum dan Kepurbakalaan
7. Bidang Mutu Tenaga Pendidik a) Seksi Kurikulum
b) Seksi Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar c) Seksi Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah 8. Bidang Pemuda dan Olahraga
a) Seksi Pemuda
b) Seksi Olahraga Prestasi c) Seksi olahraga Rekreasi
9. UPTD-Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) a) Subag Umum
b) Seksi Pendidikan
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 5 10. UPTD-Politeknik Gorontalo (Poligon)
a) Pudir Bidang Akademikdan Kemahasiswaan b) Pudir Bidang Administrasi Umumdan Keuangan c) Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Sistem Informasi d) Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan 11. UPTD Pusat Layanan Autis (PLA), membawahi :
a) Kasubag Tata Usaha 12. UPTD Museum, membawahi :
a) Kepala Sub Bagian Tata Usaha b) Kepala SeksiLayanan teknis
c) Kepala Seksi Pelestarian dan pengembangan
13. UPTD-Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) a) Kepala Sub Bagian Tata Usaha
14. Kelompok Jabatan Fungsional
1.3 Landasan Hukum
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Tahun 2015 ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut:
1. Undang-Undang No. 38 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah
6. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Repulik
Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan tata Cara Review Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa Perjanjian Kinerja
8. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo No. 188.4/Dik/899/Sek/2012 tentang Penetapan Rencana Strategis Tahun 2012-2017Dinas Pendidikan KebudayaanPemuda dan OlahragaProvinsi Gorontalo.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 6 1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja (LKIP) Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo Tahun 2014 adalah:
1. Bab I Pendahuluan
Pada Bab ini menyajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.
2. Bab II Perencanaan Kinerja
Pada Bab ini berisi ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan. 3. Bab III Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja Organisasi;
Pada sub Bab ini menyajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis Organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:
1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir
3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi
4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional
5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusiyang telah dilakukan
6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya
7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
B. Realisasi Anggaran
Pada sub Bab ini menguraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.
4. Bab IV Penutup
Pada Bab ini menginformasikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 7 Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo selaku penanggung jawab sistem pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga di Provinsi Gorontalo memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga bermutu bagi semua masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dinas Pendidikan Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo menyusun Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Tahun 2012-2017 yang mengacu pada Misi 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2017, yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan religius. Misi pembangunan dan penetapan tahapan tersebut selanjutnya disesuaikan dengan Misi 3 pada RPJMD 2012-2017 yaitu membangun masyarakat yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing. Misi tersebut selanjutnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang ada.
Perencanaan strategis merupakan proses sistematis yang berkelanjutan dari pembuatan keputusan yang beresiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipasi, mengorganisasi secara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut, dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis.
Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang merupakan instrumen pertanggungjawaban, perencanaan strategis merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah.
Perencanaan strategis instansi pemerintah merupakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumberdaya lainnya agar mampu menjawab tuntuk tan perkembangan lingkungan stratijik, nasional, global, serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional.
Guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas programnya, serta agar mampu eksis dan unggul dalam persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang berubah sangat cepat, suatu instansi pemerintah harus selalu melakukan perubahan ke arah perbaikan. Perubahan tersebut perlu LAKIP disusun dalam suatu pola yang sistematik dalam wujud perencanaan strategis dalam
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 8 tahapan yang konsisten dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil.
Rencana Stategis Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo tertuang dalam RENSTRA Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo tahun 2012-2017.
2.1 PERENCANAAN STRATEGIS A. Visi
Setiap lembaga perlu memiliki visi guna mengetahui gambaran keadaan yang ingin dicapai dalam kurun waktu yang panjang, dalam modul perencanaan Berbasis Kinerja dan Perjanjian Kinerja disebut :”Visi adalah cara pandang jauh kedepan kemana instansi pemerintah harus dibawa agar tetap eksis, antisipatif, dan inovatif”. Visi merupakan suatu gambaran yan menantang keadaan masa depan yang diinginkan oleh instansi pemerintah.
Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo wajib menetapkan visi organisasi. Perumusan Visi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, mengacu pada Tugas Pokok dan Fungsi seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 93 Tahun 2014, menggambarkan : apa yang ingin dicapai, berorintasi pada masa depan, mempunyai arah dan fokus strategis yang jelas.
Perumusan Visi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo mencerminkan apa yang ingin dicapai, memberikan arah dan fokus strategis yang jelas, mampu menjadi perekat komponen Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, memiliki orientasi masa depan, mampu menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dan mampu menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka Visi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo disusun sebagai berikut :
“Gorontalo Cerdas dan Berkarakter 2019 B. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo menetapkan 4 (empat) misi yang akan dilakukan secara konsisten, yaitu:
a. Percepatan penyelenggaraan pendidikan Gorontalo yang merata, bermutu dan berkeadilan.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 9 c. Mewujudkan tata kelola pendidikan dan pembinaan kepemudaan, keolahragaan serta
kebudayaan daerah yang transparan, partisipatif dan responsif gender.
d. Menciptakan harmonisasi kebijakan pendidikan serta pembiayaan Pendidikan yang Proporsional dan Berkelanjutan.
C. Tujuan
Untuk merealisasikan visi misi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, perlu dirumuskan tujuan dan sasaran-sasaran stratigis tahun 2012-2017 yanglebih jelas mengambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi. Tujuan strategis Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalodirumuskan berdasarkan jenjang layanan pendidikan dan sistem tata kelola yang diperlukan untuk menghasilkan layanan prima pendidikan. Dengan demikian tujuan strategis Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut :
1) Peningkatan Akses Layanan Pendidikan dengan indikator sasarannya yaitu Jumlah Penuntasan Buta Aksar sebanyak 3.500 Org, Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SD/MI =73,00%, SMP/MTs = 60,50%, SMA/MA/SMK =15,50%, Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata SD/MI =628,38, SMP/MTs = 736,24, SMA/MA/SMK = 766,45%, Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik sebesar SD/MI =85,00%, SMP/MTs = 84,00%, SMA/MA =90,00%, SMK = 86,00%,
2) Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan dengan indikator tujuan sasaran yaitu Persentase penurunan Angka Putus Sekolah sebesar SD/MI=0,04%, SMP/MTs=0,05%, SMA/MA/SMK = 0,25%, Persentase Angka Melanjutkan (AM) sebesar SD/MI = 99.%, SMP/MTs = 99,65%, SMA/MA/SMK 65,78%, Persentase Angka Kelulusan sebesar SD/MI 100%, SMP/MTs 99,65%, SMA/SMK/MA 98,50%, Jumlah prestasi tingkat nasional/internasional sebanyak 17 org, Guru yang memenuhi Kualifikasi S1/DIV sebesar 71,03%.
3) Peningkatan Prestasi Olahraga dan Kapasitas Pemudadengan indicator tujuan sasaran beruap Jumlah prestasi olahraga pemuda tkt nas/ internasional sebanyak 10 org, Jumlah pembinaan kapasitas pemuda sebanyak 156 Orang
4) Peningkatan Kelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Gorontalo dengan indikator tujuan sasaran berupa Jumlah benda purbakala yang dilestarikan sebanyak 32 jenis, Penyelenggaraan festival seni dan budaya sebanyak 8 jenis dan Jumlah Museum Yang Terbangun sebanyak 1 lembaga
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 10 Untuk keperluan pengukuran ketercapaian tujuan stratigis pembangunan pendidikan diperlukan sejumlah sasaran strategis yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai tahun 2017. Sasaran yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo sebagai penjabaran dari tujuan stategis pembangunan pendidikan, adalah sebagai berikut :
1) Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan; 2) Meningkatnya Mutu dan Relevansi Pendidikan;
3) Meningkatnya Efisiensi dan Efektivitas Tata Kelola Pendidikan; 4) Meningkatnya Prestasi Olahraga dan Kapasitas Pemuda;
5) Meningkatnya Kelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Gorontalo.
E. Strategi dan Kebijakan 1. Strategi
Pemilihan strategi yang tepat dalam mewujudkan visi berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang hendak dicapai, oleh karena itu guna mengoptimalkan pencapaian tujuan dan sasaran pendidikan di Provinsi Gorontalo dirumuskan beberapa langkah strategis yakni :
1) Meningkatkan daya tampung sekolah dan pembangunan RKB, USB; 2) Memberikan bantuan perlengkapan sekolah;
3) Meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; 4) Meningkatkan kelengkapan prasarana pembelajaran;
5) Meningkatkan kompetensi para kepala sekolah; 6) Melakukan monitoring dan evaluasi setiap tahun; 7) Melakukan rapat koordinasi perencanaan; 8) Meningkatkan kapasitas PPLP;
9) Meningkatkan kompetensi/lomba berbagai cabang olahraga; 10) Meningkatkan keterampilan/kapasitas para pemuda;
11) Meningkatkan rasa cinta terhadap Budaya Gorontalo; 12) Meningkatkan kelestarian cagar budaya Gorontalo; 13) Meningkatkan promosi budaya Gorontalo ke Luar Daerah.
2. Kebijakan
Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih agar lebih efektif dalam mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Kebijakan pendidikan didasarkan visi dan misi serta arah kebijakan pembangunan provinsi Gorontalo 2012-2017 yakni Meningkatkan Kualitas Sumber Daya
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 11 Manusia (SDM) melalui Pendekatan Kesesuaian Keahlian serta Pemenuhan Mutu Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Kesehatan.
Bertitik tolak dari visi pembangunan daerah ini, maka perencanaan pengembangan pendidikan Gorontalo periode 2012-2017 diarahkan pada :
1) Program Pendidikan Gratis;
2) Pemenuhan dan perbaikan ruang kelas dan sarana pendidikan; 3) Pemberian bantuan perlengkapan belajar bagi siswa miskin;
4) Meningkatkan mutu dan relevansi melalui Diklat PTK dan peningkatan kualifikasi; 5) Pemenuhan prasarana belajar seperti komputer, perpustakaan;
6) Melaksanakan lomba-lomba;
7) Meningkatkan kapasitas para kepala sekolah;
8) Melakukan penilaian secara berkala terhadap prestasi satuan pendidikan; 9) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan olahraga;
10) Meningkatkan frekuensi kompetensi/lomba olahraga;
11) Meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pemuda; 12) Membangun Museum Gorontalo;
13) Melestarikan cagar budaya Gorontalo;
14) Melakukan pelatihan adat/budaya kepada para siswa dan masyarakat.
2.2 INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Untuk mengukur pencapaian kinerja program pembangunan di atas, Renstra Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalomenetapkan berbagai indikator kinerja utama sekaligus targetnya sebagai parameter keberhasilan masing-masing pilar tersebut. Secara rinci Indikator Kinerja Utama Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1
Indikator Kinerja Utama (IKU)
No. Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Utama Formulasi
1 Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan
Penuntasan Buta Aksara Jumlah Penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas
Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SD/MI
Jumlah Sekolah SD/MI dibagi Jumlah Penduduk Usia Sekolah 7-12 tahun dikali 10.000
Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SMP/MTs
Jumlah Sekolah SMP/MTs dibagi Jumlah Penduduk Usia Sekolah 13-15 tahun dikali 10.000
Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SMA/MA/SMK
Jumlah Sekolah SMA/MA/SMK dibagi Jumlah Penduduk Usia Sekolah 16-18 tahun dikali 10.000
Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata SD/MI
Jumlah Guru SD/MI Dibagi Jumlah Siswa SD/MI dikali 1000
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 12 Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata
SMP/MTs
Jumlah Guru SMP/MTs Dibagi Jumlah Siswa SMP/MTs dikali 1000
Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata SMA/MA/SMK
Jumlah Guru SMA/MA/SMK Dibagi Jumlah Siswa SMA/MA/SMK dikali 1000
Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik SD/MI
Jumlah Sekolah Kondisi Baik SD/MI Dibagi Jumlah Ruang SD/MI dikali 100
Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik SMP/MTs
Jumlah Sekolah Kondisi Baik SMP/MTs Dibagi Jumlah Ruang SMP/MTs dikali 100 Persentase Sekolah Kondisi Bangunan
Baik SMA/MA
Jumlah Sekolah Kondisi Baik SMA/MA Dibagi Jumlah Ruang SMA/MA dikali 100
Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik SMK
Jumlah Sekolah Kondisi Baik SMK Dibagi Jumlah Ruang SMK dikali 100
2
Meningkatnya Mutu dan Relevansi Pendidikan
Angka Putus Sekolah SD/MI
Jumlah putus sekolah pada tingkat dan jenjang SD/MI dibagi jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SD/MI pada tahun ajaran sebelumnya
Angka Putus Sekolah SMP/MTs
Jumlah putus sekolah pada tingkat dan jenjang SMP/MTs dibagi jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran sebelumnya
Angka Putus Sekolah SMA/MA/SMK
Jumlah putus sekolah pada tingkat dan jenjang SMA/MA/SMK dibagi jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SMA/MA/SMK pada tahun ajaran sebelumnya
Persentase Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI Ke SMP/MTs
Jumlah Siswa Baru Tingkat I pada jenjang SMP/MTs dibagi Jumlah Lulusan pada jenjang SD/MI tahun ajaran sebelumnya dikali 100%
Persentase Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/MA/ SMK
Jumlah Siswa Baru Tingkat I pada jenjang SMA/MA/SMK dibagi Jumlah Lulusan pada jenjang SMP/MTs tahun ajaran sebelumnya dikali 100%
Persentase Angka Melanjutkan (AM) dari SMA/MA/SMK ke PT
Jumlah Mahasiswa semester I pada jenjang PT dibagi Jumlah Lulusan pada jenjang
SMA/MA/SMK tahun ajaran sebelumnya dikali 100%
Persentase Angka Kelulusan SD/MI
Jumlah Lulusan pada jenjang SD/MI dibagi Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SD/MI pada tahun ajaran sebelumnya
Persentase Angka Kelulusan SMP/MTs
Jumlah Lulusan pada jenjang SMP/MTs dibagi Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran sebelumnya
Persentase Angka Kelulusan SMA/MA/SMK
Jumlah Lulusan pada jenjang SMA/MA/SMK dibagi Jumlah siswa tingkat tertinggi pada jenjang SMA/MA/SMK pada tahun ajaran sebelumnya
Jumlah prestasi tkt nasional / internasional
Perolehan medali kegiatan siswa tkt nasional/ internasional
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 13 Guru yang memenuhi Kualifikasi
S1/DIV
Jumlah Guru berijazah Kualifikasi S1-DIV dibagi jumlah Guru SD/MI,
SMP/MTS,SMA/MA/SMK dikali 100% 3 Meningkatnya Kelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Gorontalo
Jumlah benda Purbakala yang
dilestarikan Jumlah benda purbakala yang dilestarikan Penyelenggaraan festival seni dan
budaya
Jumlah Penyelenggaraan festival seni dan budaya 4 Meningkatkan Prestasi Olahraga dan Kapasitas Pemuda
Jumlah prestasi olahraga pemuda tkt nasiona/ internasional
Jumlah prestasi olehraga pemuda tkt nas. internasional
Jumlah pembinaan kapasitas pemuda Jumlah Pemuda yang mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas 5 Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan
Jumlah Dokumen perencanaan Jumlah dokumen perencanaan Jumlah Dokumen Evaluasi Jumlah dokumen evaluasi
Persentase keselaranan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan
Jumlah pelaksanaan program yang sesuai dengan dokumen perencanaan/ seluruh program yang dilaksanakan x 100%
Hasil penilaian AKIP SKPD oleh
inspektorat provinsi Nilai Evaluasi LAKIP minimal B Jumlah laporan keuangan SKPD yang
sesuai dengan SAP
Jumlah Laporan keuangan SKPD yang sesuai SAP
peresentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan adminstrasi keuangan
Persentase hasil survei atas tingkat kepuasan pelayanan adminstrasi keuangan
6 Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolan kepegawaian
Jumlah jasa kantor yang tersedia tetap
waktu Jumlah jasa kantor yang tersedia Jumlah sarana dan prasarana tersedia Jumlah sarana dan prasaran yang tersedia Persentase tingkat kepuasan pegawai
terhadap pelayanan jasa perkantoran dan sarana prasarana
Persentase hasil survei atas tingkat kepuasan pelayanan jasa adminstrasi perkantoran
Persentase pegawai yang mengikuti
diklat sesuai rencana Jumlah pegawai yang mengikuti diklat Persentase kelengkapan database
kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu
Jumlah pegawai x 100% jumlah database pegawai yang diselesaian / jumlah database seharusnya ada x 100%
Jumlah dokumen kepegawaian Jumlah dokumen pegawai
Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pengelolan kepegawaian
Persentase hasil survei atas tingkat kepuasan pengelolan kepegawaian
2.3 PERJANJIAN KINERJA (PK) TAHUN 2015
Dokumen Perjanjian kinerja merupakan dokumen
pernyataan/kesepakatan/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan satu instansi. Dokumen ini memuat sasaran strategis, indikator kinerja utama beserta target kinerja dan anggaran. Dengan mengacu pada rencana strategis tahun 2012-2017 Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo dan sumber daya anggaran yang ada, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo telah menyusun perjanjian kinerja tahun 2015. Perjanjian Kinerja
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 14 berisi sasaran strategis, indikator kinerja dan target kinerja yang akan dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Setiap sasaran strategis dalam perjanjian kinerja tersebut diukur tingkat keberhasilan/kegagalannya pada akhir periode.
Berikut ini adalah Perjanjian Kinerja Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi GorontaloTahun 2015.
Tabel 2.2
Penjanjian Kinerja Tahun 2015 No. Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Utama Satuan Target
1 2 3 4 5 1 Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan
1 Jumlah Penuntasan Buta Aksara Org 3.500
2 Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah % SD/MI =73,00 SMP/MTs = 60,50 SMA/MA/SMK =15,50 3 Rasio Guru/Murid
Perkelas Rata-rata Rasio
SD/MI =628,38 SMP/MTs = 736,24 SMA/MA/SMK =766,45%
4 Persentase Sekolah
Kondisi Bangunan Baik %
SD/MI =85,00% SMP/MTs = 84,00% SMA/MA =90,00% SMK = 86,00% 2 Meningkatnya Mutu dan Relevansi Pendidikan 1 Persentase penurunan
Angka Putus Sekolah %
SD/MI=0,04% SMP/MTs = 0,05% SMA/MA/SMK = 0,25% 2 Persentase Angka Melanjutkan (AM) % SD/MI = 99.% SMP/MTs = 99,65% SMA/MA/SMK 65,78% 3 Persentase Angka Kelulusan % 100% 99,65% 98,50%
4 Jumlah prestasi tingkat
nasional/internasional org 17 org 5 Guru yang memenuhi
Kualifikasi S1/DIV % 71,03% 3 Meningkatnya Kelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Gorontalo
1 Jumlah benda purbakala
yang dilestarikan Jns 32
2 Penyelenggaraan festival
seni dan budaya Jns 8
3
Jumlah Museum Yang
Terbangun Lbg 1 4 Meningkatkan Prestasi Olahraga dan Kapasitas Pemuda 1
Jumlah prestasi olahraga pemuda tkt nas/
internasional
org 10 org
2 Jumlah pembinaan
kapasitas pemuda Org 156 Orang
5 Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan
1 Jumlah Dokumen perencanaan Jlh 5
2 Jumlah Dokumen Evaluasi Jlh 4
3 Persentase keselaranan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan
% 100
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 15 oleh inspektorat provinsi
5 Jumllah laporan keuangan
SKPD yang sesuai dengan SAP Jlh 1 6 peresentase tingkat kepuasan
pegawai terhadap pelayanan adminstrasi keuangan % 71 6 Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolan kepegawaian
1 Jumlah jasa kantor yang
tersedia tetap waktu Jlh 100
2 Jumlah sarana dan prasarana
tersedia Jlh 5
3 Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan jasa perkantoran dan sarana prasarana
% 75
4 Persentase pegawai yang
mnegikuti diklat sesuai rencana % 23,2 5 Persentase kelengkapan
database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu
% 100
6 Jumlah dokumen kepegawaian Jlh 254 7 Persentase tingkat kepuasan
pegawai terhadap pengelolan kepegawaian
% 71
Untuk mendukung ketercapaian sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian kinerja tahun 2014 tersebut, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo mengalokasikan total pagu anggaran sebesar Rp. 92.982.879.698yang terbagi dalam 15 (lima belas) program bidang utama dan UPTD di lingkungan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 2.3
Anggaran Menurut Program tahun 2015
No. Program Anggaran Bidang Pelaksana
1 Program Pendidikan Anak Usia Dini 606.790.202,00 Bidang Paudni 2 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Sembilan Tahun 5.516.189.000,00 Bidang Pendidikan Dasar 3 Program Pendidikan Menengah 17.749.405.500,00 Bidang Pendidikan Menengah 4 Program Pendidikan Non Formal 2.850.401.500,00 Bidang Paudni, Uptd-Bpkb 5 Program Peningkatan Mutu Pendidik dan
Tenaga Kependidikan 26.679.010.000,00
Bidang Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
6 Program Pendidikan Gratis 1.403.560.000,00 Bidang Pendidikan Menengah 7 Program Pelayanan Administrasi, sarana
prasarana dan SDM Aparatur 15.976.968.200,34 Kesekretariatan 8 Program Peningkatan Perencanaan, Monitoring
dan Pelaporan 2.044.220.778,00 Kesekretariatan
9 Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi 10.350.863.519,00 Bidang Pendidikan Menengah 10 Pengembangan Olahraga 3.153.375.000,00 Bidang Pemuda Dan Olahraga 11 Peningkatan Kapasitas Pemuda 2.101.174.000,00 Bidang Pemuda Dan Olahraga 12 Pengembangan Kebudayaan 4.550.921.998,77 Bidang Kebudayaan
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 16 Pendekatan manajemen pembangunan berbasis kinerja, yang utama adalah bahwa pembangunan diorientasikan pada pencapaian menuju perubahan yang lebih baik. Hal ini mengandaikan bahwa fokus dari pembangunan bukan hanya sekedar melaksanakan program/kegiatan yang sudah direncanakan. Esensi dari manajemen pembangunan berbasis kinerja adalah orientasi untuk mendorong perbaikan, dimana program/kegiatan dan sumber daya anggaran adalah alat yang dipakai untuk mencapai rumusan perubahan, baik pada level output,
outcome maupun impac. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip good governancedi mana
salah satu pilarnya, yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik yang langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Sehingga, pengendalian dan pertanggungjawaban program/kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kepada publik telah dicapai.
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Repulik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan tata Cara Review Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa Perjanjian Kinerja. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2012-2017 maupun Renja Tahun 2015.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 17 Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah.
Berdasarkan kontrak kinerja yang telah diperjanjikan pada tahun 2015, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo berkewajiban untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada stakeholders atas penggunaan anggaran negara. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian baik keberhasilan/kegagalan dari setiap target kinerja yang ditetapkan serta sebagai bahan evaluasi kinerja, diperlukan analisis capaian kinerja.
Dalam hal ini, laporan akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja (Permenpan No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah).
Dalamhalini,laporanakuntabilitaskinerjapemerintahmerupakanbentuk
akuntabilitasdaripelaksanaantugasdanfungsiyangdipercayakankepadasetiap instansipemerintah atas penggunaan anggaran. Halterpenting yang diperlukan dalampenyusunanlaporankinerjaadalahpengukurankinerjadanevaluasiserta pengungkapan (disclosure) secara memadaihasilanalisis terhadap pengukuran kinerja (Permenpan No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah).
Sedangkan untuk skala penilaian terhadap kinerja pemerintah, menggunakan pijakan Permendagri No. 54 tahun 2010 sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skala Nilai Peringkat Kinerja
Interval Nilai Realisasi Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja 1 91 ≤ Sangat Tinggi 2 76 ≤ 90 Tinggi 3 66 ≤ 75 Sedang 4 51 ≤ 65 Rendah 5 ≤ 50 Sangat Rendah
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 18 3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama 2015
Pengukuran target kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan akan dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Kriteria penilaian yang diuraikan dalam tabel 3.1 selanjutnya akan dipergunakan untuk mengukur kinerja Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo untuk tahun 2015. Pencapaian IKU Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo tahun 2015 secara ringkas ditunjukkan oleh tabel berikut ini:
Tabel 3.2
Tabel Pencapaian IKU Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tahun 2015
No. Indikator Sat
uan Capaian 2014 2015 Target Akhir RPJM D (2017) Capaia n s.d 2015 Terhad ap 2017 (%) Targ et Reali sasi % Reali sasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Persentase Angka melek huruf (tidak buta aksara)
% 99,68% 96,5 99,71 103,33 97,5
102,3 2 Jumlah Penuntasan
Buta Aksara % 3.000 orang 3.500 3.500 100,00 3.500
100,0 3 Persentase Angka Partisipasi Kasar % PAUD = 85,37 75,00 87 116,00 60,04 144,9 % SD/MI/Pkt A =113,64 111,2 114,23 102,72 112,75 101,3 % SMP/MTs/Pkt B = 97,82 99,8 102,27 102,47 98,25 104,1 % SMA/MA/SMK/Pkt C =88,19 88,09 89,92 102,08 98,09 91,7 4 Persentase Angka Partisipasi Murni % SD/MI/Pkt A =100,97 96,87 101,66 104,94 98,8 102,9 % SMP/MTs/Pkt B = 73,06 76,28 77,1 101,07 80,15 96,2 % SMA/MA/SMK/Pkt C =65,87 70,05 71,34 101,84 83,05 85,9 5 Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah Rasi o SD/MI =75,24 73 71,92 98,52 75 95,9 Rasi o SMP/MTs = 68,46 60,5 57,18 94,51 61,1 93,6 Rasi o SMA/MA/SMK =27,39 15,5 22,12 142,71 16 138,3 6 Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata Rasi o SD/MI =656,11 628,3 8 622,52 99,07 619,74 100,4 Rasi o SMP/MTs = 759,30 736,2 4 765,52 103,98 706,55 108,3 Rasi o SMA/MA/SMK =885,06 766,4 5 703,06 91,73 733,52 95,8 7 Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik % SD/MI =92,30 85 87 102,35 87,00 100,0 % SMP/MTs = 96,13 84 90,5 107,74 86,00 105,2
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 19 % SMA/MA =90,28 90 91,22 101,36 92,00 99,2 % SMK = 93,73 86 94,52 109,91 88,00 107,4 8 Persentase penurunan Angka Putus Sekolah % SD/MI= 0,34 0,04 0,03 133,33 0,02 150,0 % SMP/MTs = 0,02 0,05 0,04 125,00 0,02 200,0 % SMA/MA/SMK = 0,06 0,025 0,01 250,00 0,01 100 9 Persentase Angka Melanjutkan (AM) % SD/MI = 94,32 99,5 99,27 99,77 100,00 99,3 % SMP/MTs = 89,96 89,97 87,62 97,39 91,78 95,5 % SMA/MA/SMK= 65,78 65,75 65,8 100,08 68,67 95,8 10 Persentase Angka Kelulusan % SD/MI = 100 100 100 100,00 100 100,0 % SMP/MTs = 99,96 99,65 100 100,35 100,00 0 100,0 % MA/MA/SMK=99, 88 98,5 100 101,52 100,00 100,0 11 Jumlah prestasi tingkat nasional/internasion al Me dali 22 17 22 129,41 22 100,0 12 Guru yang memenuhi Kualifikasi S1/DIV % 68 71,03 69,25 97,49 77 90 13 Jumlah benda purbakala yang dilestarikan Jeni s 32 32 32 100,00 32 100,0 14 Penyelenggaraan festival seni dan budaya Keg 38 8 38 475,00 3 1.267,0 15 Jumlah Museum Yang Terbangun Le mba ga 1 1 1 100,00 - - 16 Jumlah prestasi olahraga pemuda tkt nas/ internasional Me dali 15 10 9 90,00 12 75,0 17 Jumlah pembinaan kapasitas pemuda Ora ng 156 156 156 100,00 156 100,0 18 Jumlah Dokumen perencanaan Jlh 5 5 5 100,00 5 100,0
19 Jumlah Dokumen Evaluasi Jlh 4 4 4 100,00 4 100,0
20 Persentase keselaranan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan % 100 100 100 100,00 100 100,0 21
Hasil penilaian AKIP SKPD oleh inspektorat provinsi
Jlh 63,35 70 75 -
22 Jumlah laporan
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 20 sesuai dengan SAP
23 peresentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan adminstrasi keuangan % - 71 71,77 101,08 72 99,7
24 Jumlah jasa kantor yang tersedia tetap waktu org 113 100 113 113,00 100 113,0
25 Jumlah sarana dan prasarana tersedia Jlh 3 5 5 100,00 6 83,3
26
Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan jasa perkantoran dan sarana prasarana
% - 75 84,3 112,40 78 108,1
27
Persentase pegawai yang mengikuti diklat sesuai rencana
% 22,36 23,2 23,2 100,00 24,89 93,2
28
Persentase kelengkapan database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu % 99,6 100 99,6 99,60 100 99,6 29 Jumlah dokumen kepegawaian Jlh 254 254 254 100,00 254 100,0 30 Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pengelolan kepegawaian % - 71 72,36 101,92 72 100,5
Dari 27 Indikator Kinerja Sasaranyang diurai menjadi 41 item yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo pada tahun 2015, 39item indikator menunjukkan capaian 100% atau lebih. Tingkat ketercapaian ini menunjukkan pelaksanaan urusan yang terkait dicapai melalui dukungan penganggaran dan kerja keras seluruh stakeholder dalam mendukung capaian sejumlah indikator tersebut. Untuk sejumlah target IKU Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Provinsi Gorontalo yang tingkat pencapaiannya belum mencapai 100 % pada tahun 2015, masih diperlukan upaya kinerja yang lebih keras, focus, dan terarah, dengan pertimbangan sejumlah analisa yang mempengaruhi. Sedangkan, 1item indikator kinerja sasaran yang lainnya memiliki capaian 90,00% sampai dengan 99,77%. Berdasarkan skala nilai peringkat kinerja pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 terdapat 39 indikator menunjukkan capaian sangat tinggi, 1 indikator menunjukkan capaian yang tinggi.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 Dinas Pendidikan
Pencapaian kinerja tahun
Perjanjian Kinerja Tahun 2016, ditunjukkan tabel berikut ini.
No
. Indikator
Sat ua
1 2
1 Jumlah Penuntasan Buta Aksara 2 Rasio ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah Ras Ras Ras 3 Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata Ras Ras Ras 4 Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik
5 Persentase penurunan Angka Putus Sekolah
6 Persentase Angka Melanjutkan (AM)
Persentase Pencapaian IKU
PROVINSI GORONTALO 2015
Grafik 3.1
Persentase Pencapaian IKU
Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tahun 2015
tahun 2015 dibandingkan dengan target kinerjanya, Perjanjian Kinerja Tahun 2016, ditunjukkan tabel berikut ini.
Tabel 3.3
Kinerja dan Realisasi Pencapaian IKU Tahun 2015
Sat ua n Capaian 2014 2015 Tar get Reali sasi % Reali sasi 3 4 5 6 7 % 3.000 orang 3.500 3.500 100,00 Ras io SD/MI =75,24 73 71,92 98,52 Ras io SMP/MTs = 68,46 60,5 57,18 94,51 Ras io SMA/MA/SMK =27,39 15,5 22,12 142,71 Ras io SD/MI =656,11 628,3 8 622,52 99,07 Ras io SMP/MTs = 759,30 736,2 4 765,52 103,98 Ras io SMA/MA/SMK =885,06 766,4 5 703,06 91,73 % SD/MI =92,30 85 87 102,35 % SMP/MTs = 96,13 84 90,5 107,74 % SMA/MA =90,28 90 91,22 101,36 % SMK = 93,73 86 94,52 109,91 % SD/MI= 0,34 0,04 0,03 133,33 % SMP/MTs = 0,02 0,05 0,04 125,00 % SMA/MA/SMK = 0,06 0,025 0,01 250,00 % SD/MI = 94,32 99,5 99,27 99,77 % SMP/MTs = 89,96 89,97 87,62 97,39 97% 3%0%0%
Persentase Pencapaian IKU
2015
Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah 21 Tahun 2015kinerjanya, Target RPJMD dan
2016 % Reali sasi Target RPJM D PK 8 9 100,00 3.500 3.500 98,52 74,00 74,00 94,51 61,00 61,00 142,71 15,75 15,75 99,07 624,03 624,03 103,98 721,09 721,09 91,73 749,62 749,62 102,35 86,00 86,00 107,74 85,00 85,00 101,36 91,00 91,00 109,91 87,00 87,00 133,33 0,03 0,03 125,00 0,03 0,03 250,00 0,02 0,02 99,77 99,60 99,60 97,39 90 90,00 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 22 % SMA/MA/SMK= 65,78 65,75 65,8 100,08 66,00 66,00 7 Persentase Angka Kelulusan % SD/MI = 100 100 100 100,00 100,00 100,00 % SMP/MTs = 99,96 99,65 100 100,35 99,70 99,70 % SMA/MA/SMK=99,88 98,5 100 101,52 98,50 98,50 8 Jumlah prestasi tingkat
nasional/internasional Me dali 22 17 22 129,41 22 22,00 9 Guru yang memenuhi
Kualifikasi S1/DIV % 68 71,03 69,25 97,49 73
73,00 10 Jumlah benda purbakala
yang dilestarikan Jeni s 32 32 32 100,00 32 32,00 11 Penyelenggaraan festival
seni dan budaya Keg 38 38 38 100,00 35
35,00
12 Jumlah Museum Yang Terbangun Le mba ga 1 1 1 100,00 - - 13
Jumlah prestasi olahraga pemuda tkt nas/ internasional Me dali 15 10 9 90,00 12 12,00 14 Jumlah pembinaan kapasitas pemuda Ora ng 156 156 156 100,00 156 156,00 15 Jumlah Dokumen perencanaan Jlh 5 5 5 100,00 5 100,0
16 Jumlah Dokumen Evaluasi Jlh 4 4 4 100,00 4 100,0
17 Persentase keselaranan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan % 100 100 100 100,00 100 100,0 18
Hasil penilaian AKIP SKPD oleh inspektorat provinsi Jlh 63,35 70 73 - 19 Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP
Jlh 1 1 1 100,00 1 100,0 20 peresentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan adminstrasi keuangan % - 71 71,77 101,08 71,5 100,4
21 Jumlah jasa kantor yang tersedia tetap waktu org 113 100 113 113,00 100 113,0 22 Jumlah sarana dan prasarana tersedia Jlh 3 5 5 100,00 5 100,0
23
Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan jasa perkantoran dan sarana prasarana
% - 75 84,3 112,40 77 109,5
24
Persentase pegawai yang mengikuti diklat sesuai rencana % 22,36 23,2 23,2 100,00 24 96,7 25 Persentase kelengkapan database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu % 99,6 100 99,6 99,60 100 99,6 26 Jumlah dokumen kepegawaian Jlh 254 254 254 100,00 254 100,0 27 Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pengelolan kepegawaian % - 71 72,36 101,92 71,5 101,2
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 23 Bagian ini akan menguraikan evaluasi dan analisis capaian kinerja yang menjelaskan capaian kinerja secara umum sebagaimana sudah diuraikan dalam sub bab sebelumnya. Penyajian untuk sub bab ini akan disajikan per sasaran strategis.
3.2.1 Sasaran Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan
Meningkatnya akses layanan pendidikanmerupakan sasaran strategis untuk mendukung terjaminnya kepastian memperoleh akses bagi usia dini dan usia sekolah dari tingkat pendidikan usia dini, pendidikan dasar sampai dengan pendidikan menengah. Untuk melihat tingkat ketercapaian sasaran strategis ini dilihat melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut:
Tabel 3.4
Rencana Dan Realisasi Capaian Sasaran Meningkatnya Akses Pendidikan
No . Indikator Satua n Capaian 2014 2015 Target Akhir RPJM D (2017) Capaia n s.d 2015 Terhad ap 2017 (%) Targe t Reali sasi % Reali sasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Jumlah Penuntasan Buta Aksara % 3.000 orang 3.500 3.500 100,0 0 3.500 100,0 2 Rasio ketersediaan Sekolah/Pendudu k Usia Sekolah Rasio SD/MI =75,24 73 71,92 98,52 75 95,9 Rasio SMP/MTs = 68,46 60,5 57,18 94,51 61,1 93,6 Rasio SMA/MA/SMK =27,39 15,5 22,12 142,7 1 16 138,3 3 Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata Rasio SD/MI =656,11 628,38 622,5 2 99,07 619,7 4 100,4 Rasio SMP/MTs = 759,30 736,24 765,5 2 103,9 8 706,5 5 108,3 Rasio SMA/MA/SMK =885,06 766,45 703,0 6 91,73 733,5 2 95,8 4 Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik % SD/MI =92,30 85 87 102,3 5 87,00 100,0 % SMP/MTs = 96,13 84 90,5 107,7 4 86,00 105,2 % SMA/MA =90,28 90 91,22 101,3 6 92,00 99,2 % SMK = 93,73 86 94,52 109,9 1 88,00 107,4
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015 24 1. Indikator Kinerja Utama “Penuntasan Buta Aksara”
Angka Buta Huruf (ABH) adalah proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas.Pelaksanaan program pemberantasan buta aksara di Gorontalo semakin meningkat dengan diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA). Selama kurun waktu tersebut telah banyak hal yang dilakukan, baik yang menyangkut kebijakan sebagai tindak lanjut Inpres, maupun yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Dalam RPJMD 2012-2017 dan Renstra Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo 2012-2017 tersebut Pemerintah Provinsi Gorontalo bertekad menuntaskan angka buta aksara usia 15-44 tahun sehingga tahun 2015 Provinsi Gorontalo telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah yaitu “Anugerah Aksara Madya” dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pengahrgaan tersebut bukti kinerja dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai kepedulian yang tinggi dalam percepatan penuntasan buta aksara. Dari target RPJMD Provinsi Gorontalo 2012-2017 berjumlah 14.661, sudah dapat dituntaskan sampai dengan tahun 2015 sebanyak 9.500 orang atau 64,79%.
Dengan demikian berdasarkan data yang ada masih sekitar 5.161 orang yang akan dituntaskan pada tahun 2016 dan akhir tahun RPJMD 2017.Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengupayakan berbagai pendekatan dan strategi yang tepat agar buta aksara di Provinsi Gorontalo dapat segera diatasi.
Strategi Penuntasan Buta Aksara (PBA) di Provinsi Gorontalo dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
a. Sosialisasi melalui media elektronik (radio dan televisi lokal)
b. Kerjasama dengan Perguruan Tinggi melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
c. Kerjasama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Takmirul masjid, majelis taklim, pemuda, pramuka, dan lainnya
d. Dukungan melalui program life skil
e. Kelompok Belajar Paket A.
f. Kegiatan lain yang terkait dengan program nasional.
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015
Grafik Penuntasan Buta Aksara (PBA) tiga tahun terakhir
2. Indikator Kinerja Utama “Rasio Sekolah
2.1 Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator untuk mengukur kemampuan jumlah sekolah dalam menampung penduduk usia pendidikan. Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berda
per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan. Selama kurun waktu 2012
pendidikan SD/MI mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SD/MI. Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkata
ketersediaan sekolah SD/MI di
menunjukkan bahwa 1 sekolah SD/MI menampung Dari target 2015
sebesar 73, dapat diperoleh hasil mencapai 98,52 2017 sudah mencapai TUNTAS 2013 TUNTAS 2014 TUNTAS 2015 BELUM TUNTAS 0.00 PROVINSI GORONTALO 2015
Grafik Penuntasan Buta Aksara (PBA) tiga tahun terakhir
Indikator Kinerja Utama “Rasio Sekolah Terhadap Penduduk” Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SD/MI
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator mengukur kemampuan jumlah sekolah dalam menampung penduduk usia pendidikan. Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan
.000 jumlah penduduk usia pendidikan.
Selama kurun waktu 2012-2015 rasio ketersediaan sekolah
pendidikan SD/MI mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SD/MI. Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015
ketersediaan sekolah SD/MI di Provinsi Gorontalo adalah 1 : menunjukkan bahwa 1 sekolah SD/MI menampung 72 siswa.
Dari target 2015 untuk rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah S sebesar 73, dapat diperoleh hasil 71,92.atau 72 siswa persekolah. Realisasi dari target
98,52%. Sedangkat realisasi terhadap akhir RPJMD dan Renstra tahun 2017 sudah mencapai 95,9% dari target 75.
Grafik 3.3 20.46 40.92 64.80 35.20 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00
%
25Grafik Penuntasan Buta Aksara (PBA) tiga tahun terakhir
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator mengukur kemampuan jumlah sekolah dalam menampung penduduk usia sarkan tingkat pendidikan
rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SD/MI. Pembangunan jumlah sekolah baru tidak h warga sekolah. Pada tahun 2015, perbandingan adalah 1 : 71,92. Angka ini
rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah SD/MI siswa persekolah. Realisasi dari target %. Sedangkat realisasi terhadap akhir RPJMD dan Renstra tahun
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015
Ketersedian sekolah terhadap
2.2 Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SMP/MTs. Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah indikator untuk
menampung penduduk usia pendidikan
jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan.
Selama kurun waktu 2012 pendidikan SMP/MTs
kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah
sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015, perbandingan ketersediaan sekolah
menunjukkan bahwa 1 sekolah Dari target 2015 SMP/MTs sebesar Ini menunjukkan bahwa
realisasi terhadap akhir RPJMD dan Renstra tahun 2017 sudah mencapai target 61,1.
Ketersedian sekolah terhadap Penduduk usia
2.3 Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah PROVINSI GORONTALO 2015
Ketersedian sekolah terhadap Penduduk usia SD/MI
Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SMP/MTs. Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah
untuk mengukur kemampuan jumlah sekolah
menampung penduduk usia pendidikan 13 – 15 Tahun. Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia
Selama kurun waktu 2012-2015 rasio ketersediaan sekolah
SMP/MTs mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SMP/MTs Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015, perbandingan
iaan sekolah SMP/MTs di Provinsi Gorontalo adalah 1 : menunjukkan bahwa 1 sekolah SMP/MTs menampung 57 siswa.
Dari target 2015 untuk rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah sebesar 60,5 siswa dapat diperoleh hasil 57,18.atau
Ini menunjukkan bahwa Realisasi dari target baru mencapai
realisasi terhadap akhir RPJMD dan Renstra tahun 2017 sudah mencapai
Grafik 3.4
Ketersedian sekolah terhadap Penduduk usia SMP/MTs
Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia SekolahSMA/MA/SMK
Tahun … Tahun … Tahun … Tahun … 1 68.1 72.1 75.24 71.92 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 1 51.79 63.13 68.4657.18 26 Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah SMP/MTs adalah
mengukur kemampuan jumlah sekolah SMP/MTs dalam . Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia
2015 rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang belumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015, perbandingan di Provinsi Gorontalo adalah 1 : 57,18. Angka ini
siswa.
rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah .atau 57 siswa persekolah. mencapai 94,51%. Sedangkat realisasi terhadap akhir RPJMD dan Renstra tahun 2017 sudah mencapai 93,6% dari
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator
dalam menampung penduduk usia pendidikan
jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan.
Selama kurun waktu 2012 pendidikan SMA/MA/SMK
mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah
baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015, perbandingan keters
22,12. Angka ini menunjukkan bahwa 1 sekolah siswa.
Dari target 2015 SMA/MA/SMK
persekolah. Realisasi dari target mencapai
akhir RPJMD dan Renstra tahun 2017 sudah mencapai
Grafik Target dan Realisasi Rasio Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah
3. Indikator Kinerja Utama “ Rasio Ketersediaan
jumlah guruSD/MI jumlah murid setiap kelas
berbandingkelas kemudian siswa berbanding kelas. Target tahun berhasil dicapai sebesar 622,52
sebesar 736,24 berhasil dicapai 765,52. 766,26 tercapai sebesar 765,52
4. Indikator Kinerja Utama “Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik”
PROVINSI GORONTALO 2015
Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolah adalah indikator untuk mengukur kemampuan jumlah sekolah
dalam menampung penduduk usia pendidikan16 - 18 Tahun. Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia
Selama kurun waktu 2012-2015 rasio ketersediaan sekolah SMA/MA/SMK mengalami kenaikan, setelah periode seb
mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai dengan peningkatan jumlah sekolah SMA/MA/SMK Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015, perbandingan ketersediaan sekolah SMA/MA/SMK di Provinsi Gorontalo adalah 1 :
. Angka ini menunjukkan bahwa 1 sekolah SMA/MA/SMK
Dari target 2015 untuk rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah SMA/MA/SMK sebesar 15,5 siswa dapat diperoleh hasil 2
persekolah. Realisasi dari target mencapai 142,71%. Sedangkat realisasi terhadap akhir RPJMD dan Renstra tahun 2017 sudah mencapai 138,3% dari target
Grafik 3.5
Grafik Target dan Realisasi Rasio Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah
Indikator Kinerja Utama “Rasio Guru/Murid Perkelas Rata-rata” Rasio Ketersediaan guru terhadap siswa setiap kelas adalah indikator
guruSD/MI jumlah murid setiap kelas. Rasio ini bisa diartikan jumlah berbandingkelas kemudian siswa berbanding kelas. Target tahun 2015 sebesar 628,38 berhasil dicapai sebesar 622,52 untuk SD/MI. Untuk SMP/MTs target tahun 2015 sebesar 736,24 berhasil dicapai 765,52. Untuk SMA/MA/SMK target 2015 sebesar
pai sebesar 765,52
Indikator Kinerja Utama “Persentase Sekolah Kondisi Bangunan Baik”
Tahun … Tahun … Tahun … Tahun … 1 15.06 16.14 27.39 22.12
CHART TITLE
27 Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap penduduk usia sekolahSMA/MA/SMKmengukur kemampuan jumlah sekolah SMA/MA/SMK . Rasio ini bisa diartikan jumlah sekolah berdasarkan tingkat pendidikan per 10.000 jumlah penduduk usia
2015 rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang mengalami kenaikan, setelah periode sebelumnya mengalami kenaikan yang disebabkan karena pertumbuhan penduduk tidak disertai Pembangunan jumlah sekolah baru tidak sebanding dengan peningkatan jumlah warga sekolah. Pada tahun 2015, di Provinsi Gorontalo adalah 1 : SMA/MA/SMK menampung 22
rasio sekolah terhadap penduduk usia sekolah 22,12.atau 22 siswa %. Sedangkat realisasi terhadap
% dari target 16.
Grafik Target dan Realisasi Rasio Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah SMA/MA/SMK
adalah indikator untuk mengukur . Rasio ini bisa diartikan jumlah guru 2015 sebesar 628,38 SMP/MTs target tahun 2015 SMA/MA/SMK target 2015 sebesar
LKIP DIKBUDPORA PROVINSI GORONTALO 2015
4.1 Prosentase Sekolah Kondisi Baik jenjang SD/MI Presentase sekolah kondisi baik
sebesar 87%, angka tersebut telah me
85%, denganpersentase capaian kinerjanya sebesar RPJMD tahun 2017 telah mencapai target yaitu dibandingkan dengan capaian tahun 2014
4.2 Prosentase Sekolah Kondisi Baik jenjang Presentase sekolah kondisi baik
sebesar 90,5%, angka tersebut telah melebihi dari target yang ditetapkan sebesar 84%, denganpersentase capaian kinerjanya sebesar
RPJMD tahun 2017 telah mencapai target yaitu 86% atau hasil capaian 105,2%. dibandingkan dengan capaian tahun 2014 diperoleh hasil sebesar 96,13%
4.3 Prosentase Sekolah Kondisi Baik jenjang
71.05
TAHUN 2012
Presentase Sekolah Kondisi Baik
81.67
TAHUN 2012
Presentase Sekolah Kondisi Baik
PROVINSI GORONTALO 2015
Prosentase Sekolah Kondisi Baik jenjang SD/MI.
Presentase sekolah kondisi baik jenjang SD/MI Pada tahun 2015 tercapai target %, angka tersebut telah melebihi dari target yang ditetapkan sebesar %, denganpersentase capaian kinerjanya sebesar 102.35%. Capaian terhadap akhir RPJMD tahun 2017 telah mencapai target yaitu 87% atau hasil capaian 100%. dibandingkan dengan capaian tahun 2014 diperoleh hasil sebesar 92,3%
Grafik 3.6
Presentase Sekolah Kondisi Baik SD/MI
Prosentase Sekolah Kondisi Baik jenjang SMP/MTs.
Presentase sekolah kondisi baik jenjang SMP/MTs Pada tahun 2015 tercapai target %, angka tersebut telah melebihi dari target yang ditetapkan sebesar %, denganpersentase capaian kinerjanya sebesar 107.74%. Capaian terhadap akhir RPJMD tahun 2017 telah mencapai target yaitu 86% atau hasil capaian 105,2%.
engan capaian tahun 2014 diperoleh hasil sebesar 96,13% Grafik 3.7
Presentase Sekolah Kondisi Baik SMP/MTs
Prosentase Sekolah Kondisi Baik jenjang SMA/MA.
71.05
84.43 92.3
TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015
Presentase Sekolah Kondisi Baik
SD/MI
83.03
96.13
TAHUN 2012 TAHUN 2013 TAHUN 2014 TAHUN 2015
Presentase Sekolah Kondisi Baik
SMP/MTs
28 ada tahun 2015 tercapai target lebihi dari target yang ditetapkan sebesar Capaian terhadap akhir 87% atau hasil capaian 100%. Jika diperoleh hasil sebesar 92,3%
ada tahun 2015 tercapai target %, angka tersebut telah melebihi dari target yang ditetapkan sebesar Capaian terhadap akhir RPJMD tahun 2017 telah mencapai target yaitu 86% atau hasil capaian 105,2%. Jika
engan capaian tahun 2014 diperoleh hasil sebesar 96,13%
Presentase Sekolah Kondisi Baik SMP/MTs
87
TAHUN 2015
Presentase Sekolah Kondisi Baik
90.5
TAHUN 2015