STATUTA
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA INDONESIA
PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA
BADAN PELAKSANA PENYELENGGARA PENDIDIKAN TINGGI
NAHDLATUL ULAMA
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA INDONESIA
Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Nomor: 666/A.II.04.d/09/2020 Tentang
PENGESAHAN STATUTA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA INDONESIA
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Menimbang : a. Bahwa Nahdlatul Ulama sebagai Badan Hukum Perkumpulan Bergerak dalam Bidang Keagamaan, Pendidikan dan Sosial;
b. Bahwa Nahdlatul Ulama berkepentingan untuk mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah;
c. Bahwa Nahdlatul Ulama berkewajiban untuk membina umat agar menjadi muslim yang taqwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil, serta berguna bagi Agama, Bangsa dan Negara;
d. Bahwa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) adalah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang menggunakan BHPNU sebagai badan penyelenggara;
e. Bahwa dalam rangka menjalankan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan UNUSIA diperlukan adanya STATUTA.
Memperhatikan : Hasil Rapat Kerja Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia 28-29 Agustus 2020
Mengingat : 1. Badan Hukum Nahdlatul Ulama dengan SK Kehakiman RI No. C2-7028.HT 01.05 Th. 89 Tambahan Berita Negara RI Tanggal 15/9-1989 No. 74; tentang Organisasi Nahdlatul Ulama sebagai Badan Hukum;
2. Keputusan Badan Pertanahan Nasional tertanggal 12 Juli 2004 No. 199/DJA/1988/A/7 tentang penunjukan Nahdlatul Ulama berkedudukan di Jakarta sebagai Badan Hukum yang bergerak di bidang Keagamaan, Pendidikan dan Sosial yang dapat mempunyai tanah wakaf dengan status Hak Milik;
3. Keputusan Muktamar ke XXXII Tahun 2010 di Makasar;
4. Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama dan Peraturan Organisasi Nahdlatul Ulama Tahun 2012;
5. Keputusan Rapat Pleno II PBNU di Wonosobo bulan September 2013 tentang Legalitas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.
Dengan senantiasa bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seraya memohon taufiq dan hidayah-Nya:
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : STATUTA Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
Kedua : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Apabila dalam penetapannya terdapat perubahan dan kekeliruan, Surat Keputusan ini akan ditinjau Kembali sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 1 September 2020
KH.Miftachul Akhyar
Rais Aam
KH. Yahya Cholil Staquf
Katib Aam
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA
Ketua Umum
DR. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini
MUKADDIMAH
Bismillahirrahmanirrahim
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia hadir untuk mewujudkan perubahan yang fundamental di tengah masyarakat. Penguatan tata kelola dalam rangka menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan penguatan sumber daya manusia yang lebih profesional adalah dua amanat yang diupayakan oleh Unusia untuk mengakselerasi kemajuan pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Untuk mewujudkan hal tersebut, penyelenggaraan Unusia dilaksanakan dalam bentuk penguatan perofesionalitas dan kompetensi majemuk yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui proses pendidikan paripurna, peserta didik yang dihasilkan memiliki kompetensi sesuai dengan visi dan misi Universitas.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Definisi
Dalam statuta ini yang dimaksud dengan:
1) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia yang selanjutnya disingkat Unusia adalah perguruan tinggi yang didirikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan berbadan hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Mendapatkan ijin penyelenggaraan universitas melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 557/E/O/2014.
2) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang selanjutnya disingkat PBNU adalah lembaga yang berkedudukan sebagai badan penyelenggara Unusia dengan Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama atau disingkat BHPNU.
3) Statuta Unusia adalah peraturan dasar pengelolaan Unusia yang ditetapkan oleh PBNU selaku badan penyelenggara Unusia yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan umum, peraturan akademik, dan prosedur operasional yang berlaku di Unusia. 4) Badan Pelaksana Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Unusia atau yang selanjutnya disebut BP3TNU Unusia adalah organ pelaksana teknis penyelenggaraan Unusia.
5) Rektor adalah pemimpin dan penanggung jawab tertinggi Unusia.
6) Senat Akademik yang selanjutnya disingkat SA adalah organ Unusia yang menetapkan kebijakan, memberikan pertimbangan, dan melakukan pengawasan di bidang akademik yang terdiri atas Senat Universitas dan Senat Fakultas.
7) Senat Universitas adalah senat akademik pada tingkat universitas dan Senat Fakultas adalah senat akademik pada tingkat fakultas
8) Dewan Guru Besar yang selanjutnya disingkat DGB adalah perangkat Unusia yang berfungsi sebagai pemberi nasihat kebijakan dan penjaga kode etik Sivitas Akademika 9) Sivitas Akademika adalah pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa
Unusia.
10) Fakultas adalah himpunan sumber daya pendukung Unusia, yang dapat dikelompokkan menurut rumpun keilmuan, yang menyelenggarakan dan mengelola pendidikan akademik, vokasi, atau profesi dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.
11) Program Studi yang kemudian disingkat Prodi adalah program pendidikan yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, Pendidikan profesi, dan/atau Pendidikan vokasi.
12) Pendidik adalah pengajar profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
13) Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang Pendidikan Tinggi di Unusia.
14) Tenaga Kependidikan adalah pegawai di lingkungan Unusia yang memiliki tugas pokok untuk mendukung kegiatan penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan
15) Pegawai adalah setiap individu yang memiliki kompetensi yang disyaratkan dalam rangka penyelenggaraan administrasi dan proses pembelajaran, diangkat oleh pejabat yang berwenang, dan terdiri dari pegawai tetap dan pegawai tidak tetap
16) Direktorat adalah unsur pelaksana administrasi Unusia yang menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Unusia.
17) Lembaga adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan fungsi tertentu.
18) Satuan Pengawasan Internal adalah adalah unsur pengawas yang menjalankan fungsi pengawasan non-akademik untuk dan atas nama Unusia
19) Biro adalah unsur pendukung yang memiliki tugas mendukung pelaksanaan administrasi di lingkungan Unusia.
20) Aswaja adalah paham Ahlusunnah wal Jama’ah yang di dalam bidang akidah mengikuti mazhab Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi; dalam bidang fiqh mengikuti salah satu dari mazhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali); dan dalam bidang tasawuf mengikuti mazhab Imam Junaid Bagdadi dan Abu Hamid al-Ghazali.
BAB II
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN RENCANA STRATEGIS Pasal 2
Visi
Menjadi universitas unggul berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah
Pasal 3 Misi
1) Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, inovatif, responsif, humanis dan berkarakter Aswaja
2) Menghasilkan lulusan berkarakter Aswaja yang dapat berperan serta sebagai lokomotif peradaban
3) Menyelenggarakan penelitian berbasis keunggulan lokal untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan khazanah kearifan
4) Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memajukan bangsa
5) Mengupayakan integrasi ilmu, iman, dan amal
6) Menyelenggarakan pengelolaan universitas secara profesional untuk mendukung pelaksanaan Tridharma yang bermutu.
Pasal 4 Tujuan
1) Menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diakses oleh semua kalangan
2) Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif
3) Menghasilkan produk ilmu pengetahuan, karya penelitian dan pengabdian yang berbasis moral dan etika dalam rangka mewujudkan integrasi keilmuan berbasis Aswaja
4) Mewujudkan tata kelola Unusia yang professional dan amanah sesuai dengan visi dan misi serta perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
Pasal 5 Sasaran
2) Tersedianya SDM yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang unggul
3) Terciptanya mahasiswa dan lulusan yang memiliki kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, kemampuan manajerial, dan bertanggung jawab sesuai dengan bidang keilmuan
4) Terwujudnya penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang yang berbasis moral dan etika dalam rangka mewujudkan integrasi keilmuan berbasis Aswaja 5) Terwujudnya kajian yang komprehensif dan mendalam dalam pengembangan integrasi
keilmuan;
6) Terciptanya inovasi dosen/mahasiswa yang dimanfaatkan oleh masyarakat/ perusahaan/pemerintah
7) Terwujudnya kajian yang komprehensif dan mendalam dalam rangka pengembangan integrasi keilmuan serta diseminasi gagasan Islam Nusantara sebagai identitas Islam Indonesia
8) Terwujudnya tata kelola yang profesional sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
9) Terwujudnya kerjasama yang sinergis dengan pemerintah, pihak swasta, atau perguruan tinggi lain baik dalam dan luar negeri
Pasal 6
Rencana Strategis Unusia yang selanjutnya disebut Renstra Unusia menjadi acuan Renstra Fakultas, Sekolah Pasca Sarjana, Program Studi, Lembaga, Satuan, Direktorat, Biro, dan UPT
BAB III IDENTITAS UNUSIA
Pasal 7 Status
1) Unusia merupakan perguruan tinggi berbadan hukum yang mengelola bidang akademik dan non-akademik secara otonom.
2) Unusia merupakan perguruan tinggi yang didirikan PBNU dan berbadan hukum BHPNU.
Pasal 8
Nama dan Kedudukan
Perguruan Tinggi ini bernama Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, selanjutnya disebut Unusia, dalam bahasa Arab disebut ﯿﺎﺴﻨﻮﺪإﻨﺀﺎﻤﻠﻌاﻠﺔﺿﮭﻨﺔﻌﻤﺎﺠ dan dalam bahasa Inggris disebut
Nahdlatul Ulama University of Indonesia Unusia berkedudukan di Jakarta.
Pasal 9 Hari Jadi
Hari Jadi Unusia pada tanggal 1 Mei
Pasal 10 Asas dan Landasan
1) Unusia berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945
2) Unusia berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang dikembangkan dan dilestarikan oleh Nahdlatul Ulama
Pasal 11 Lambang
1) Unusia memiliki lambang yang mencerminkan pertumbuhan sebagai lembaga pendidikan tinggi, sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, dan akan selalu berkembang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jama’ah dan Pancasila
a. Bentuk Simpul yang mengait satu sama lain melambangkan agama serta melambangkan persatuan yang kokoh. Serupa dengan lambing tali jagad Nahdlatul Ulama yang menjadi ciri khas NU;
b. Ornament Islam menggambarkan interkoneksi ilmu pengetahuan Agama dan Umum; c. Bintang Sembilan menggambarkan walisongo yang mencirikan Islam Nusantara yang
penuh kearifan serta menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama;
d. Warna Hijau menggambarkan spritualitas, relijius, serta menggambarkan keseuburan tanah Indonesia;
e. Huruf “U” di tengah merupakan tangkai bunga serta ornament adalah kelopak bunga menggambarkan keindahan dan kedamaian;
f. Bintang di Tengah menggambarkan poros Ketuhanan yang Maha Esa; dan g. Warna Emas menggambarkan kemuliaan dan kehormatan.
3) Gambar lambang Unusia adalah:
4) Lambang Unusia diciptakan dan diresmikan pada tahun 2014 dan diperbarui pada tahun 2019 5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penggunaan lambang ditetapkan dalam Peraturan Rektor
Pasal 12 Bendera
1) Unusia memiliki bendera yang terdiri dari bendera Universitas dan bendera fakultas-fakultas 2) Bendera universitas dan fakultas-fakultas berbentuk persegi panjang dengan perbandingan
panjang:lebar adalah 3:2. 3) Isi Bendera
a. Di tengah-tengah bendera Universitas terdapat lambang Unusia
b. Di tengah-tengah bendera Fakultas, terdapat lambang Unusia dan nama fakultas yang bersangkutan yang ditulis di bawah lambang Unusia
4) Ketentuan lebih lanjut mengenai bendera ditetapkan dalam Peraturan Rektor
Pasal 13 Mars
1) Mars Unusia adalah mars Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, yang diciptakan oleh saudara Aceng Abdul Aziz
2) Mars sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menggunakan tanda birama dua pertiga 3) Lirik mars Unusia adalah:
Ku ikrarkan janji suci pada Ibu Pertiwi Tanah air yang ku cinta
Kan kujaga slama-lamanya Di persada Nusantara Jiwa raga tumbuh kembang Menjadi pribadi mulia
Yang tangguh membangun bangsa
#Reff Maju
Maju majulah
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Amalkan Tridharma
Jadilah rahmat untuk semesta Di sini tunas-tunas bergegas
Mengukir masa depan Untuk Islam dan Nusantara Demi kejayaan Indonesia Raya *kembali ke Reff 2X
Pasal 14 Busana Akademik
1) Unusia memiliki busana akademik dan busana almamater
2) Busana akademik dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas busana pimpinan Unusia, busana guru besar, dan busana wisudawan berupa toga yang terdiri atas baju, topi, samir, dan gordon. 3) Baju sebagaimana yang dimaksud ayat (2) berlengan panjang dengan ukuran longgar
memanjang sampai di bawah lutut, berwarna hitam
4) Topi sebagaimana yang dimaksud ayat (2) bagian atas berbentuk segi lima dilengkapi dengan kuncir berwarna hitam
5) Samir sebagaimana yang dimaksud ayat (2) berupa tali dengan warna sesuai warna dasar bendera fakultas
6) Gordon mahasiswa sebagaimana yang dimaksud ayat (2) berupa kain dengan warna identitas sesuai dengan warna dasar bendera fakultas, dengan bandul berupa logo Unusia 7) Gordon guru besar sebagaimana yang dimaksud ayat (2) berupa kain dengan warna identitas
sesuai dengan warna dasar bendera fakultas, dengan bandul berupa logo Unusia dikelilingi lipatan kain yang berwarna sesuai dengan warna bendera fakultas
8) Gordon pimpinan sebagaimana yang dimaksud ayat (2) menggunakan penggantung berupa deretan logo Unusia dengan ukuran lebih kecil pada bagian atas dan semakin membesar pada bagian bawah
9) Busana almamater sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa jas blazer berwarna hitam dan di bagian dada kiri terdapat lambang Unusia
10) Bentuk dan tata cara penggunaan busana akademik yang dimaksud ayat (1) diatur dalam Peraturan Rektor
Pasal 15
Nilai dan Prinsip Penyelenggaraan
1) Nilai-nilai yang menjiwai penyelenggaraan Unusia adalah kesejahteraan, keikhlasan, kejujuran, dan keadilan
2) Prinsip-prinsip pengelolaan Unusia adalah nirlaba, akuntabilitas, penjaminan mutu, transparansi, efektivitas, profesional, dan inovatif
BAB IV
PENYELENGGARAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI Pasal 16
1) Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi oleh Unusia dilakukan dalam bentuk Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
2) Tridharma Perguruan Tinggi Unusia dilaksanakan untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran Unusia.
Pasal 17 Pendidikan
1) Unusia menyelenggarakan program pendidikan Akademik, Profesi, dan Vokasi.
2) Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi Program Sarjana dan Program Pasca Sarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu tertentu.
3) Pasca Sarjana terdiri atas program magister dan program doktor.
4) Pendidikan profesi terdiri atas program spesialisasi, kedinasan, dan/atau program sertifikasi profesi.
5) Pendidikan vokasi terdiri atas program diploma dalam berbagai jenjang dan/atau program kejuruan yang berorientasi pada penguatan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
6) Penyelenggaraan program pendidikan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) di atas mengacu pada Keputusan Menteri yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Program Studi Unusia.
Pasal 18 Penelitian
1) Penelitian di Unusia dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh data, informasi, dan fakta yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2) Penelitian di Unusia diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan teknologi, integrasi keilmuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. 3) Penelitian dapat dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa, secara perorangan dan/atau
kelompok.
4) Hasil penelitian yang merupakan hak atas kekayaan intelektual didaftar, didokumentasikan dan dipublikasikan.
5) Rektor Unusia menetapkan Unit Kerja di bawah Rektor yang bertugas merencanakan dan menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
Pasal 19
Pengabdian Kepada Masyarakat
1) Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan Sivitas Akademika Unusia dalam mengamalkan dan membudayakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
2) Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan keahlian dan/atau otonomi keilmuan Sivitas Akademika serta kondisi sosial budaya masyarakat.
3) Pengabdian kepada masyarakat Unusia harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembangunan daerah, wilayah, nasional, dan/atau internasional
4) Rektor Unusia menetapkan Unit Kerja di bawah Rektor yang bertugas merencanakan dan menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
Pasal 20
Ketentuan lebih lanjut mengenai Unit Kerja yang dimaksud pada Pasal 17 ayat (5) dan Pasal 18 ayat (4) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor.
BAB V KURIKULUM
Pasal 21
Kalender Tahun Akademik ditetapkan dengan Peraturan Rektor sesuai dengan program pendidikan yang diselenggarakan
Pasal 22
1) Kurikulum Unusia merupakan seperangkat rencana dan peraturan mengenai profil lulusan, capaian pembelajaran, isi, metode, dan bahan ajar yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
2) Kurikulum Unusia untuk seluruh program jenjang Diploma, Sarjana, dan Pasca Sarjana sedikitnya memuat Mata Kuliah Dasar dan Umum sebagai berikut:
a. Agama; b. Pancasila;
c. Kewarganegaraan; d. Bahasa Indonesia; e. Bahasa asing; dan f. Aswaja/Ke-NU-an.
3) Kurikulum Unusia diselenggarakan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat
Pasal 23
1) Pengembangan kurikulum Unusia mengacu pada:
a. Standar Nasional Pendidikan Tinggi atau yang disingkat SN Dikti; b. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau yang disingkat KKNI; c. Diversifikasi Prodi, potensi daerah, dan peserta didik;
d. Perkembangan geopolitik, ekonomi, sosial, seni, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi di tingkat global;
e. Nilai-nilai ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas sebagai sumber hukum agama Islam.
2) Kurikulum UNUSIA dikembangkan dengan memperhatikan prinsip: a. Penguasaan keilmuan dan kompetensi
b. Potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; c. Tuntutan dunia kerja;
d. Keragaman potensi daerah, nasional, dan lingkungan; e. Perkembangan teknologi digital
3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kurikulum akan diatur dalam Peraturan Rektor.
Pasal 24 Kekhasan
Kekhasan pendidikan Unusia tercermin dalam asas, landasan, nilai, kurikulum, dan etika yang menjadi pilar proses pendidikan.
BAB VI
KEBEBASAN AKADEMIK DAN OTONOMI KEILMUAN Pasal 25
1) Dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Unusia menjunjung tinggi kebebasan akademik dan otonomi keilmuan
2) Kebebasan akademik dan otonomi keilmuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hak seluruh pendidik dan mahasiswa.
3) Dalam melaksanakan kebebasan akademik setiap pendidik dan mahasiswa harus menjunjung tinggi nilai agama, norma, serta berorientasi pada terwujudnya persatuan dan kemajuan bangsa
4) Pelaksanaan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan di Unusia merupakan tanggung jawab pribadi pendidik dan mahasiswa yang wajib dilindungi
Pasal 26
1) Kebebasan akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 merupakan kebebasan pendidik dan mahasiswa untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara bertanggungjawab
2) Profesor dan/atau dosen memiliki kewenangan dan dijamin oleh Unusia untuk dapat menyatakan secara terbuka dan bertanggungjawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan rumpun ilmu dan cabang ilmu
3) Otonomi keilmuan merupakan otonomi yang dimiliki pendidik dan mahasiswa dalam menemukan, mengembangkan, mengungkapkan, dan/atau mempertahankan kebenaran ilmiah menurut kaidah dan metode keilmuan
BAB VII
GELAR, SEBUTAN LULUSAN, DAN PENGHARGAAN Pasal 27
Gelar Akademik
1) Unusia memberikan gelar akademik kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan Program Sarjana dan Pasca Sarjana
2) Gelar akademik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas: a. Sarjana;
b. Magister; dan c. Doktor.
Pasal 28 Gelar Vokasi
1) Unusia memberikan gelar vokasi kepada mahasiswa yang menempuh program pendidikan vokasi
2) Gelar vokasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas: a. Ahli Pertama;
b. Ahli Muda; c. Ahli Madya; d. Sarjana Terapan; e. Magister Terapan; dan f. Doktor Terapan.
Pasal 29 Gelar Profesi
1) Unusia memberikan gelar profesi kepada mahasiwa yang menempuh program pendidikan profesi
2) Gelar profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas ditetapkan oleh Unusia dengan instansi lain yang bertanggungjawab terhadap mutu layanan profesi yang diselenggarakan. 3) Gelar profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas:
a. Profesi; dan b. Spesialis.
Pasal 30
Ketentuan lebih lanjut mengenai gelar akademik, gelar vokasi, dan gelar profesi di lingkungan Unusia diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah.
Pasal 31
1) Unusia dapat memberikan Gelar Kehormatan kepada perseorangan yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang keilmuan, teknologi, seni, dan/atau kemanusiaan.
2) Ketentuan lebih lanjut mengenai gelar kehormatan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor dengan memperhatikan Peraturan Pemerintah.
Pasal 32
Pencabutan gelar akademik, vokasi, profesi, dan kehormatan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 33 Sidang Terbuka
1) Upacara akademik yang meliputi upacara Dies Natalis, Yudisium, Wisuda, Promosi Doktor, Pengukuhan Guru Besar, Honoris Causa diselenggarakan dalam Sidang Terbuka.
2) Upacara Dies Natalis diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Unusia.
3) Upacara Yudisium diselenggarakan dalam rangka penilaian akhir mahasiswa dan penetapan akhir kelulusan selama menempuh studi dalam jangka waktu tertentu.
4) Upacara Wisuda diselenggarakan dalam rangka pengukuhan lulusan dan penyerahan ijazah. 5) Upacara Promosi Doktor diselenggarakan dalam rangka Penilaian Akhir Lulusan Pendidikan
Program Doktoral.
6) Upacara Pengukuhan Guru Besar diselenggarakan dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dengan menyampaikan Pidato Pengukuhan.
7) Upacara pemberian Gelar Honoris Causa diselenggarakan dalam rangka Penyerahan Gelar Kehormatan kepada seseorang yang dinilai berjasa luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kebudayaan, dan/atau kemanusiaan dengan disertai Pidato Penerimaan Gelar Kehormatan.
8) Ketentuan lebih lanjut mengenai Sidang Terbuka diatur dalam Peraturan Rektor.
BAB VIII
TATA KELOLA UNUSIA Pasal 34 Organisasi 1) PBNU 2) BP3TNU Unusia 3) Rektor 4) Senat Akademik. Pasal 35 PBNU
1) PBNU merupakan penyelenggara Unusia 2) PBNU bertugas:
a. Memberikan arahan kebijakan strategis pengembangan Unusia;
b. Membuat keputusan tertinggi atas permasalahan yang terjadi di Unusia yang tidak dapat diselesaikan oleh BP3TNU Unusia;
c. Membantu pengembangan jaringan untuk pengembangan Unusia, dan; d. Membuat dan menetapkan peraturan BP3TNU Unusia.
3) PBNU berwenang:
b. Meminta pertangggungjawaban BP3TNU Unusia; c. Mengangkat dan memberhentikan Rektor, dan; d. Mengesahkan Statuta Unusia.
Pasal 36 BP3TNU Unusia
1) BP3TNU Unusia merupakan badan yang dibentuk oleh PBNU sebagai pelaksana teknis penyelenggaraan Unusia.
2) BP3TNU Unusia berkedudukan di Jakarta 3) BP3TNU Unusia bertugas:
a. Menyusun pedoman pengembangan dan tolok ukur penyelenggaraan Unusia; b. Bersama Rektor menyusun struktur pengelola Unusia;
c. Melaksanakan pengawasan atas pengelolaan Unusia; d. Melakukan penilaian terhadap kinerja Rektor;
e. Menyusun laporan berkala tentang hasil pengawasan dan penilaian pengelolaan Unusia kepada PBNU;
f. Bersama Rektor menyusun laporan tahunan untuk disampaikan kepada PBNU; g. Membina jejaring dengan institusi dan/atau individu di luar Unusia;
h. Melakukan penggalangan dana untuk menunjang fasilitas penyelenggaraan Tridharma di lingkungan Unusia, dan;
i. Memediasi dan menyelesaikan konflik internal di Unusia. 4) BP3TNU Unusia berwenang:
a. Mengesahkan Wakil Rektor yang telah ditetapkan oleh Rektor; b. Mengangkat dan memberhentikan pegawai tetap Unusia;
c. Mengesahkan Rencana Strategis serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Unusia; d. Mengesahkan persetujuan kelayakan akademik atas usul pembukaan, penggabungan,
dan/atau penutupan Fakultas, atau Prodi, dan; e. Melakukan penilaian terhadap kinerja Rektor.
Pasal 37 Rektor
1) Rektor merupakan pemimpin pengelolaan Unusia.
2) Dalam mengelola Unusia, Rektor dibantu oleh paling banyak 3 (tiga) orang Wakil Rektor dan Ketua Lembaga.
3) Wakil Rektor terdiri atas:
a) Wakil Rektor Bidang Akademik;
b) Wakil Rektor Bidang Umum, Keuangan, Kepegawaian, dan Perencanaan; dan c) Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama.
4) Ketua Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) merupakan lembaga yang dibentuk dan bertanggungjawab kepada Rektor
Pasal 38
1) Rektor diangkat dan diberhentikan oleh PBNU melalui BP3TNU Unusia untuk masa jabatan selama 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali maksimal untuk 1 (satu) masa jabatan sesudahnya.
2) Wakil Rektor diangkat dan diberhentikan oleh Rektor untuk masa jabatan 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali maksimal untuk 1 (satu) masa jabatan sesudahnya.
Pasal 39
1) Calon Rektor dijaring oleh Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor yang dibentuk oleh BP3TNU Unusia
2) Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor berasal dari kelompok pemangku kepentingan terdiri dari unsur:
a. PBNU; b. Pendidik;
c. Tenaga Kependidikan, dan; d. Tokoh masyarakat.
3) Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor melakukan proses penelusuran dan penyaringan calon Rektor mengacu pada persyaratan calon Rektor yang ditetapkan oleh BP3TNU Unusia. 4) Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor menyerahkan sedikitnya 4 (empat) nama calon Rektor
kepada BP3TNU Unusia untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Rektor oleh PBNU. 5) Proses penjaringan calon Rektor dilaksanakan paling lama 6 (enam) bulan
6) BP3TNU memilih dan menyerahkan sekurang-kurangnya 2 (dua) nama calon Rektor kepada PBNU dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya usulan dari Panitia
7) PBNU memilih dan menetapkan rektor terpilih dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya usulan dari BP3TNU Unusia
8) Dalam hal PBNU tidak dapat memilih Rektor terpilih dari 2 (dua) nama calon sebagaimana dimaksud dalam ayat (6), Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor melakukan penjaringan ulang calon Rektor
9) Pedoman teknis pemilihan Rektor diatur dalam Peraturan BP3TNU Unusia
Pasal 40
Rektor harus memenuhi persyaratan utama sebagai berikut: a. Berkewarganegaraan Indonesia;
b. Pengurus atau kader Nahdlatul Ulama yang dibuktikan dengan SK Pengurus atau sertifikat MKNU/PKPNU;
c. Memiliki pengalaman sebagai dosen;
d. Memiliki pengalaman dalam mengelola institusi perguruan tinggi; e. Berpendidikan dan bergelar doktor (S3);
f. Sehat jasmani dan rohani;
g. Belum berusia 70 (tujuh puluh) tahun pada saat dilantik menjadi Rektor, dan;
h. Tidak pernah ditetapkan menjadi terdakwa atas dugaan melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.
Pasal 41
1) Rektor diberhentikan dari jabatannya karena: a. Mengundurkan diri;
b. Meninggal dunia; c. Berhalangan tetap;
d. Sakit jasmani atau rohani terus menerus; e. Melakukan tindakan tercela;
f. Tidak cakap melaksanakan tugas;
g. Menjadi terdakwa dan/atau terpidana dalam tindak pidana yang diancam pidana penjara; atau
h. Tidak menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunah wal Jama’ah.
2) Pemberhentian Rektor yang disebabkan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf e, f, g dan h, dilakukan oleh PBNU setelah mendapatkan pertimbangan BP3TNU Unusia.
3) BP3TNU Unusia menyelenggarakan rapat untuk meminta klarifikasi Rektor terhadap dugaan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
4) Rektor memiliki hak untuk menyampaikan pembelaan diri dan disampaikan dalam rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)
5) Jabatan Rektor yang diberhentikan diisi oleh salah satu Wakil Rektor sampai berakhirnya masa jabatan sesuai dengan ketetapan BP3TNU Unusia
Pasal 42
1) Rektor bertugas:
a. Menyusun Rencana Strategis sekurang-kurangnya sekali selama kurun waktu masa jabatannya;
b. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan; c. Menkoordinir seluruh unit;
d. Membina pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa; e. Membina hubungan dengan alumni dan masyarakat umum;
f. Membina hubungan dan kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah negara lain, dunia usaha, lembaga pendidikan dan penelitian, dan institusi lain baik dalam dan luar negeri;
g. Melaporkan secara berkala pengelolaan Unusia kepada BP3TNU Unusia;
h. Menyusun laporan tahunan bersama BP3TNU Unusia untuk disampaikan kepada PBNU, dan;
i. Mendelegasikan pelaksanaan tugas Rektor kepada pimpinan unit kerja yang ada di bawahnya.
2) Rektor berwenang:
a. Menetapkan Peraturan Rektor; b. Mengangkat Wakil Rektor ;
c. Menetapkan peraturan, kaidah, dan tolak ukur pengelolaan kegiatan akademik secara umum;
d. Mengangkat dan memberhentikan pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus pegawai tidak tetap;
e. Mengangkat dan memberhentikan pimpinan Direktorat, Lembaga, Fakultas, Prodi, serta unit kerja lainnya;
f. Memberikan gelar Honoris Causa atas pertimbangan Senat Akademik;
g. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus pegawai tetap kepada BP3TNU Unusia;
h. Mengangkat anggota Senat Akademik;
i. Mengusulkan pengangkatan Guru Besar yang telah disetujui oleh Senat Akademik, dan; j. Mendirikan, membubarkan, dan/atau menggabungkan Fakultas dan Prodi atas
persetujuan Senat Akademik.
Pasal 43
Ketentuan lebih lanjut mengenai pemilihan Rektor dan mekanisme pemberhentian dan pengisian jabatan antar waktu Rektor diatur dalam Peraturan BP3TNU Unusia.
Pasal 44
1) Perangkat Rektor meliputi:
a. Unsur pelaksana akademik terdiri dari Fakultas, Sekolah Pasca Sarjana, Lembaga, Pusat, dan UPT;
b. Unsur pelaksana administrasi terdiri dari Direktorat dan Biro;
c. Unsur penjamin mutu akademik berupa Lembaga Penjaminan Mutu, dan; d. Unsur penjamin mutu non-akademik berupa Satuan Pengawasan Internal
2) Perangkat sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf (a) dan (d) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.
3) Perangkat sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf (b) dan (c) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Rektor
4) Masa jabatan perangkat Rektor sebagaimana ayat (1) huruf (a), (b), (c), dan (d) mengikuti masa jabatan Rektor
Pasal 45 Fakultas
1) Fakultas dipimpin oleh seorang Dekan dan dibantu oleh Wakil Dekan. 2) Organisasi Fakultas terdiri dari:
a. Program Studi yang dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh Sekretaris; dan b. Pusat Studi yang dipimpin oleh seorang Ketua.
3) Ketua Pusat Studi diangkat dan diberhentikan oleh Dekan atas nama Rektor. 4) Dekan dan Wakil Dekan diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.
5) Ketua dan Sekretaris Program Studi diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.
Pasal 46
1) Dekan dan Wakil Dekan harus memenuhi persyaratan utama sebagai berikut: a. Berkewarganegaraan Indonesia;
b. Pengurus atau kader Nahdlatul Ulama yang dibuktikan dengan SK Pengurus atau sertifikat MKNU/PKPNU;
c. Memiliki pengalaman sebagai dosen;
d. Memilki pengalaman dalam mengelola institusi perguruan tinggi; e. Berpendidikan dan bergelar minimal magister (S2);
f. Sehat jasmani dan rohani;
g. Belum berusia 60 (enam puluh) tahun pada saat dilantik menjadi Dekan atau Wakil Dekan, dan;
h. Tidak pernah ditetapkan menjadi terdakwa atas dugaan melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.
2) Ketua dan Sekretaris Program Studi harus memenuhi persyaratan utama sebagai berikut: a. Berkewarganegaraan Indonesia;
b. Pengurus atau kader Nahdlatul Ulama yang dibuktikan dengan SK Pengurus atau sertifikat MKNU/PKPNU;
c. Memiliki pengalaman sebagai dosen;
d. Memilki pengalaman dalam mengelola institusi perguruan tinggi; e. Berpendidikan dan bergelar minimal magister (S2);
f. Sehat jasmani dan rohani;
g. Belum berusia 45 (empat puluh lima) tahun pada saat dilantik menjadi Ketua atau Sekretaris, dan;
h. Tidak pernah ditetapkan menjadi terdakwa atas dugaan melakukan tindak pidana yang diancam pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.
3) Wewenang dan tugas pimpinan organisasi di Fakultas diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor.
4) Tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pimpinan organisasi di Fakultas diatur dalam Peraturan Rektor.
Pasal 47
Sekolah Pasca Sarjana
1) Sekolah Pasca Sarjana adalah Program Pasca Sarjana khusus yang bersifat multi/inter displin ilmu dengan jenjang pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3)
2) Sekolah Pasca Sarjana dipimpin oleh seorang Direktur dan dibantu oleh Asisten Direktur 3) Direktur dan Asisten Direktur diangkat dan diberhentikan oleh Rektor
4) Pedoman pembentukan dan pengelolaan Sekolah Pasca Sarjana diatur dalam peraturan Rektor
Pasal 48
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, selanjutnya disebut LPPM, adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan fungsi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Unusia.
2) LPPM dipimpin oleh Ketua diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Rektor.
3) Ketua LPPM dapat dibantu oleh seorang Sekretaris yang bertanggung jawab kepada Ketua LPPM
4) Ketentuan mengenai LPPM diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor
Pasal 49
Lembaga Penjaminan Mutu
1) Lembaga Penjaminan Mutu selanjutnya disebut LPM merupakan perangkat Rektor yang berfungsi menyelenggarakan proses penjaminan mutu bidang akademik
2) LPM dipimpin oleh Ketua serta berada di bawah koordinasi Rektor dan bertanggung jawab kepada Rektor
3) Ketua LPM dapat dibantu oleh seorang Sekretaris, yang bertanggung jawab kepada Ketua LPM
4) Ketua LPM memiliki tugas melakukan sistem penjaminan mutu internal secara konsisten dan berkelanjutan
5) Ketentuan mengenai LPM diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor
Pasal 50 Direktorat
1. Direktorat merupakan unsur pelaksana administrasi Unusia yang menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Unusia
2. Direktorat dipimpin oleh Direktur yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Wakil Rektor terkait
3. Direktorat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Wakil Rektor sesuai dengan bidang tugasnya
4. Ketentuan mengenai Direktorat diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor
Pasal 51 Biro
1) Biro merupakan unsur pendukung yang memiliki tugas mendukung pelaksanaan administrasi di lingkungan Unusia
2) Biro dipimpin oleh Kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Direktorat terkait
3) Biro dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Direktorat sesuai dengan bidang tugasnya
4) Ketentuan mengenai Biro diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor
Pasal 52
Unit Pelaksana Teknis
1) Unit Pelaksana Teknis untuk selanjutnya disebut UPT merupakan satuan organisasi mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional
2) UPT dipimpin oleh Kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor 3) UPT bertanggung jawab kepada Rektor
Pasal 53
Satuan Pengawas Internal
1) Satuan Pengawasan Internal selanjutnya disingkat SPI berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Rektor.
2) SPI dalam menjalankan tugas profesinya, tetap memegang prinsip bersifat independen, obyektif, memiliki integritas, kompetensi, kerahasiaan, dan tidak terpengaruh oleh tekanan pihak manapun, serta memegang teguh Kode Etik Auditor SPI
3) SPI terdiri atas 3 (tiga) orang anggota dengan komposisi keahlian sebagai berikut: (1) bidang akuntansi/keuangan, (2) bidang manajemen asset, dan (3) bidang hukum
4) Ketentuan mengenai SPI diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor
Pasal 54 Senat Akademik
1) Senat Akademik merupakan badan normatif dan perwakilan di Unusia. 2) Senat Akademik terdiri dari:
a. Rektor; b. Wakil Rektor; c. Dekan; d. Ketua Prodi; e. Ketua Lembaga;
f. Direktur Sekolah Pasca Sarjana
g. Perwakilan Prodi dari unsur Dosen Guru Besar, dan;
h. Unsur lain yang ditetapkan BP3TNU sebanyak-banyaknya 2 orang.
3) Senat Akademik diketuai Rektor (ex-officio) dan didampingi oleh seorang Sekretaris yang dipilih oleh anggota lain dengan masa jabatan mengikuti masa jabatan Rektor
Pasal 55
1) Senat Akademik bertugas:
a. Merumuskan kebijakan pelaksanaan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan; b. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian
pendidik dan kemahasiswaan;
c. Mengevaluasi pelaksanaan kebijakan penelitian Unusia dan pengabdian kepada masyarakat secara berkala;
d. Bersama-sama Rektor merumuskan norma penyelenggaraan Unusia;
e. Memberikan pertimbangan kepada BP3TNU Unusia berkenaan dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Rektor dan Wakil Rektor;
f. Memberikan pertimbangan kepada pejabat yang berwenang tentang kenaikan jabatan akademik dosen di atas Lektor;
g. Memberikan masukan kepada Rektor dalam penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan;
h. Menegakkan norma yang berlaku di Unusia, dan;
i. Melakukan pengawasan pelaksaan Anggaran Tahunan Unusia; 2) Senat Akademik berwenang:
a. Memberikan persetujuan atas Rencana Anggaran Tahunan Unusia yang diajukan oleh Rektor;
b. Menilai pertanggungjawaban Rektor atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan; c. Memberikan persetujuan pengangkatan Guru Besar di lingkungan Unusia atas usulan
Rektor;
d. Memberikan pertimbangan atas pemberian gelar Honoris Causa lainnya kepada Rektor; e. Bersama BP3TNU Unusia memberikan pertimbangan atas pemberhentian Rektor kepada
f. Memberikan persetujuan atas usul pendirian, pembubaran, dan/atau penggabungan Fakultas, dan Prodi oleh Rektor, dan;
g. Memberikan persetujuan atas usul pendirian, pembubaran, dan/atau penggabungan prodi oleh Rektor;
Pasal 56
1) Senat Akademik ditetapkan oleh Rektor;
2) Anggota Senat Akademik diangkat dengan masa jabatan mengikuti jabatan Rektor 3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Senat Akademik diatur dalam Peraturan Rektor.
BAB IX PEGAWAI Pasal 57
1) Pegawai Unusia terdiri dari Pendidik dan Tenaga Kependidikan 2) Pendidik terdiri dari pegawai tetap dan pegawai tidak tetap
3) Tenaga Kependidikan terdiri dari pegawai tetap dan pegawai tidak tetap.
Pasal 58
1) Penerimaan, pengangkatan, dan pemberhentian pegawai tetap unsur pendidik dilakukan oleh BP3TNU Unusia atas usul Rektor dengan pertimbangan Kaprodi dan Senat Akademik. 2) Penerimaan, pengangkatan dan pemberhentian pendidik yang berstatus pegawai tidak tetap
dilakukan oleh Rektor atas usul Direktorat SDM dan Perencanaan dengan mempertimbangkan masukan dari unit kerja terkait
3) Penerimaan, pengangkatan dan pemberhentian Dosen Dipekerjakan (DPK) ditetapkan oleh Pejabat Pemerintah yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan persetujuan pihak Unusia.
4) Penerimaan dan pengangkatan tenaga kependidikan yang berstatus tetap dan tidak tetap dilakukan oleh Rektor atas usul Direktorat SDM dan Perencanaan serta unit kerja terkait
Pasal 59
Ketentuan lebih lanjut mengenai hak dan kewajiban Pendidik dan Tenaga Kependidikan diatur dalam Peraturan BP3TNU Unusia dan Peraturan Rektor.
BAB X
MAHASISWA DAN ALUMNI Pasal 60
1) Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar di Unusia.
2) Warga negara asing dapat menjadi mahasiswa setelah memenuhi persyaratan dan melalui prosedur tertentu.
3) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana ayat (1), dan (2) diatur dalam Peraturan Rektor
Pasal 61
1) Mahasiswa memperoleh layanan akademik, kemahasiswaan, dan fasilitas pendukung. 2) Layanan akademik meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. 3) Layanan kemahasiswaan meliputi minat dan bakat.
4) Fasilitas pendukung meliputi sarana dan prasana penunjang ayat (2) dan (3).
Pasal 62
Setiap mahasiswa berkewajiban mematuhi kode etik, tata tertib, peraturan akademik dan keuangan.
Pasal 63
1) Untuk melaksanakan peningkatan kepemimpinan, minat, dan bakat mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan pada Universitas dibentuk organisasi kemahasiswaan.
2) Organisasi kemahasiswaan di Unusia diselenggaraan dari, oleh, dan untuk mahasiswa. 3) Ketentuan lebih lanjut tentang organisasi kemahasiswaan diatur dalam Peraturan Rektor.
Pasal 64
1) Dalam rangka menjalin komunikasi dengan orangtua mahasiswa dapat dibentuk organisasi Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) yang bersifat non-struktural.
2) Pembentukan IOM disahkan dengan Keputusan Rektor.
Pasal 65 Alumni
1) Alumni adalah lulusan Unusia
2) Untuk menjalin komunikasi sesama alumni dan alumni dengan Sivitas Akademika dapat dibentuk organisasi Ikatan Alumni.
3) Pembentukan organisasi alumni disahkan dengan Keputusan Rektor.
4) Tata kerja organisasi alumni diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
BAB XI
KODE ETIK PEGAWAI Pasal 66
1) Setiap pegawai Unusia wajib mematuhi kode etik yang telah ditetapkan.
2) Kode Etik Pegawai disusun dengan maksud untuk menciptakan kondisi lingkungan Unusia yang profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
3) Ketentuan lebih lanjut tentang kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Peraturan Rektor.
BAB XII KERJASAMA Pasal 67
1) Dalam rangka pembinaan dan pengembangan Unusia, dapat dilakukan kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah negara lain, perguruan tinggi dan/atau lembaga lain, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
2) Kerjasama dapat dilakukan oleh unit pelaksana kerja yang berada di bawah Rektor. 3) Ketentuan kerjasama lebih lanjut diatur dalam Peraturan Rektor.
BAB XIII
SARANA DAN PRASARANA Pasal 68
1) Sarana dan prasarana Unusia adalah semua fasilitas utama dan penunjang penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan program Unusia.
2) Sarana dan prasarana Unusia merupakan milik PBNU yang berada di bawah pengawasan dan tanggung jawab Rektor Unusia.
3) Sivitas akademika, karyawan dan organisasi yang berkaitan dengan UNUSIA, dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bertanggungjawab dengan mengikuti ketentuan dan peraturan mengenai pemanfaatan sarana dan prasarana UNUSIA
BAB XIV
PENDANAAN DAN KEKAYAAN Pasal 69
Pendanaan
1) Pendanaan Unusia bersumber dari: a. Biaya pendidikan;
b. Kerjasama Tridharma;
c. Pengelolaan kekayaan PBNU yang diberikan untuk kepentingan pengembangan Unusia; d. Sumbangan dan hibah dari pemerintah maupun lembaga lain, dalam dan luar negeri; e. Hasil usaha oleh unit kerja di lingkungan Unusia;
f. Masyarakat, dan; g. Sumber lain yang sah.
2) Penerimaan, penyimpanan, dan penggunaan dana yang berasal langsung dari masyarakat secara transparan dikelola oleh Unusia sesuai dengan peraturan yang berlaku di Unusia 3) Rektor Unusia menetapkan rencana penerimaan dan pembiayaan serta pengaturannya
dengan mengikuti ketentuan pengelolaan dana yang berlaku, sesuai dengan asas efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
4) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Unusia diajukan oleh Rektor kepada BP3TNU Unusia untuk disahkan.
5) Ketentuan lebih lanjut mengenai Rencana Anggaran dan Pendapatan Unusia diatur dalam Peraturan BP3TNU Unusia.
Pasal 70 Kekayaan
1) Kekayaan Unusia adalah seluruh aset yang digunakan oleh Unusia untuk kegiatan Tridharma, yang terdiri dari kekayaan bergerak dan tidak bergerak.
2) Seluruh kekayaan Unusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kekayaan PBNU dan atas nama BHPNU.
3) Kekayaan Unusia di luar sarana dan prasarana pendidikan, pengelolaannya diatur dengan Peraturan BP3TNU Unusia dengan pertimbangan Rektor dan Senat Akademik, serta persetujuan PBNU.
4) Pendayagunaan sarana, prasarana dan kekayaan Unusia untuk memperoleh dana guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Unusia diatur dengan Peraturan BP3TNU Unusia dengan pertimbangan Rektor dan Senat Akademik.
5) Pengadaan dan penambahan sarana dan prasarana disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan Unusia yang diatur dalam Peraturan Rektor.
BAB XV
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL Pasal 71
1) Unusia melaksanakan sistem penjaminan mutu dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
2) Ruang lingkup Sistem Penjaminan Mutu Internal Unusia meliputi pengawasan akademik dan non akademik.
3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan dan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal diatur dalam Peraturan Rektor.
BAB XVI
BENTUK DAN TATA CARA PEMBENTUKAN PERATURAN Pasal 72
1) Peraturan yang berlaku di lingkungan Unusia terdiri dari peraturan eksternal dan internal. 2) Peraturan eksternal yang dimaksud dalam ayat (1) adalah peraturan dan
3) Peraturan internal yang dimaksud dalam ayat (1) adalah peraturan yang ditetapkan oleh organ Unusia.
4) Bentuk dan hierarki peraturan yang berlaku di lingkungan UNUSIA sebagai berikut: a. Peraturan dan perundang-undangan terkait;
b. Peraturan PBNU; c. Peraturan BP3TNU; d. Peraturan Rektor, dan;
e. Peraturan lain yang memiliki landasan hukum dari peraturan yang lebih tinggi.
5) Ketentuan lebih lanjut mengenai peraturan internal Unusia diatur dalam Peraturan BP3TNU.
BAB XVII
KETENTUAN PERALIHAN Pasal 73
1) Segala peraturan yang ada yang bertentangan dengan Statuta ini dinyatakan tidak berlaku 2) Perubahan Statuta ditetapkan oleh Ketua Senat Akademik dan disahkan oleh PBNU
3) Hal-hal yang belum diatur dalam Statuta ini akan ditentukan kemudian dalam peraturan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Statuta dan perundangundangan yang berlaku
BAB XVIII
KETENTUAN PENUTUP Pasal 74
Statuta ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 1 September 2020 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA