PR dan Media
PR dan Komunikasi
• Para praktisi PR sebelum masuk lebih jauh ke media massa hendaknya mengetahui terlebih dahulu hubungan PR dengan ilmu komunikasi.
• Ilmu komunikasi intinya adalah suatu proses untuk penyamaan makna dengan unsur-unsurnya ialah Komunikator – Komunikan - Saluran – Gangguan, dsb.
• ilmu komunikasi terdiri dari dua mazhab yakni, Komunikasi sebagai transmisi pesan dan komunikasi sebagai produksi dan pertukaran makna (Fiske, 2012)
• Komunikasi sebagai transmisi pesan
Pandangan ini melihat komunikasi sebagai
transmisi
pesan.
Komunikasi
dilihatnya
sebagai
proses
di
mana
seseorang
memengaruhi perilaku atau cara berpikir
orang lain. Jika efek yang muncul berbeda
atau kurang dari yang diinginkan. Mazhab ini
cenderung untuk berbicara dengan
istilah-istilah seputar kegagalan komunikasi.
• Komunikasi sebagai produksi dan pertukaran
makna.
Kelompok ini fokus dengan bagaimana pesan, atau teks, berinteraksi dengan manusia di dalam rangka untuk memproduksi makna. Artinya pandangan ini sangat memerhatikan peran teks di dalam budaya kita. Bagi Mazhab ini, ilmu komunikasi adalah kajian teks dan budaya, metode utama dari pandangan ini adalah semiotika ( ilmu tentang tanda dan makna)
Marshal McLuhan (1964)
MEDIUM IS MESSAGE
Media adalah pesan itu sendiri (The Medium is the
Message)
GLOBAL VILLAGE
Adalah bagaimana dunia menjadi satu
perkampungan global yang saling terkoneksi dengan
teknologi komunikasi.
Aspek – Aspek Media
Berbagai metafora untuk mengartikan aspek-aspek media : Denis McQuail : Media merupakan
• Jendela (windows) : Memungkinkan kita untuk melihat lingkungan kita lebih jauh • Penafsir (interpreters) : Yang membantu kita memahami pengalaman
• Landasan (platform) : Pembawa yang menyampaikan informasi
• Komunikasi Interaktif (interactive communication) :Meliputi opini Audiens • Penanda (signpost) : Yang member kita intruksi dan petunjuk
• Penyaring (filters) : Yang membagi pengalaman dan fokus pada orang lain • Cermin (mirrors) : Yang merefleksikan diri kita
Joshua Meyrowitz media sebagai : • Media sebagai Vessel
Media adalah pembawa pesan (content) yang netral. • Media sebagai Bahasa
Media memiliki struktur unsur structural atau tata kalimat , seperti sebuah bahasa
• Media sebagai Lingkungan
Merupakan gagasan yang menyatakan bahwa kita
hidup dalam lingkungan yang penuh dengan berbagai informasi yang disebarkan oleh keberadaan media
dengan kecepatan, ketepatan, kemampuan melakukan interaksi, persyaratan fisik, dan kemudahan belajar.
Teori media berhubungan dengan tiga arena tematik yang besar yakni :
• Isi dan Susunan Media
Tema ini mencakup pengaruh media dan isinya, fokus dari tema ini lebih memperhatikan kepada tanda-tanda dan simbol yang digunakan dalam pesan media.
• Masyarakat dan Budaya
Mencakup fungsi komunikasi dalam masyarakat,
penyebaran informasi dan pengaruh opini masyarakat, dan kekuasaan.
• Audiens
Melihat pada pengaruh individu komunitas audiens dan penggunaan audiens oleh media
TRADISI SEMIOTIK (isi dan susunan media)
Tradisi ini sangat berpengaruh dalam membantu
kita melihat bagaimana tanda dan simbol
digunakan, apa maknanya, dan bagaimana
mengaturnya serta relasinya antara makna dan
tanda tersebut.
• Semiotika memiliki wilayah kajian yakni :
Tanda itu sendiri. Wilayah ini meliputi mengenai
berbagai jenis tanda yang berbeda, cara-cara
berbeda dari tanda-tanda di dalam menghasilkan
makna, dan cara tanda tersebut berhubungan
dengan orang yang menggunakannya. Tanda
adalah konstruksi manusia dan hanya bisa
dipahami di dalam kerangka penggunaan/konteks
orang yang menempatkan tanda-tanda tersebut.
Kode-kode atau sistem di mana tanda-tanda diorganisasi. Kajian ini melingkupi bagaimana beragam kode telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau budaya, atau untuk mengeksploitasi saluran-saluran komunikasi yang tersedia bagi pengiriman kode-kode tersebut.
Budaya tempat di mana kode-kode dan tanda-tanda beroperasi. Hal ini pada gilirannya bergantung pada penggunaan dari kode-kode dan tanda-tanda untuk eksistensi dan bentuknya sendiri.
• fokus utama semiotik adalah teks. Di dalam
semiotik, penerima, atau pembaca dipandang
memiliki
peranan
yang
lebih
aktif
dibandingkan sebagian besar model proses.
Pembaca
membantu
untuk
menciptakan
makna
dari
teks
dengan
membawa
pengalaman, sikap, dan emosi yang dimiliki ke
dalam makna
•
Charles Sanders PierceSebuah tanda (representamen), menurut Pierce adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam beberapa hal atau kapasitas. Sesuatu yang lain itu – dinamakan sebagai interpretan (interpretant) dari tanda yang pertama – pada gilirannya mengacu kepada objek (object). Dengan demikian, sebuah tanda atau representamen memiliki relasi triadik langsung dengan interprertan dan objeknya. (Budiman, 2010).
Representamen Object Interpretan
Jika gambar telepon pada rambu diatas adalah sebuah representamen, maka ia secara potensial dapat berhubungan dengan tanda-tanda lain sebagai interpretannya, misalnya sebuah kata benda di dalam bahasa indonesia adalah telepon yang pada gilirannya akan mengacu kepada benda yang berupa, misalnya lagi, suatu alat komunikasi yang berupa telepon sungguhan. Kata telepon ini pada gilirannya akan berkedudukan sebagai sebuah representamen yang berhubungan dengan misalnya sederetan kata-kata lain misalnya alat komunikasi jarak jauh dengan rujukan pada objek tertentu pula.
• Fernidand de Saussure
Manusia terkadang menggunakan tanda untuk berkomunikasi, tanda merupakan bagian dari simbol yang bagi ilmu linguistik berkaitan dengan bahasa sebagai sebuah makna.
Berkaitan dengan tanda dan simbol maka kaum strukturalis merujuk kepada Ferdinand de Saussure (1916), yang melihat tanda sebagai pertemuan antara bentuk (yang tercitra dalam kognisi seseorang) dan makna ( atau isi, yakni yang dipahami oleh manusia sebagai pemakai tanda).
De Saussure menggunakan istilah Significant (signifier; penanda) untuk segi bentuk suatu tanda, dan Signifie (signified : petanda) untuk segi maknyanya (Hoed, 3:2012). De Saussure dan para pengikutnya melihat tanda sebagai sesuatu yang menstruktur (proses pemaknaan berupa kaitan antara penanda dan petanda) dan terstruktur (hasil proses tersebut) di dalam kognisi manusia.
• TRADISI SOSIOKULTURAL
Tradisi ini membantu kita untuk memahami bagaimana fungsi dari, dan respons terhadap media sebagai
bagian dari konteks budaya yang lebih besar.
1. Teori Media
Menguji pengaruh sosiokultural terhadap media terlepas dari konteks
a). Teori Media Klasik
Harold Adams Innis mengajarkan bahwa media komunikasi adalah intisari peradaban dan bahwa sejarah diarahkan oleh media yang menonjol pada masanya.
Bagi McLuhan dan Innis, media merupakan
perpanjangan pikiran manusia, jadi media yang menonjol dalam penggunaan membiaskan masa historis apapun.
b). Teori Media Baru
Mark Poster pada tahun 1990 dalam bukunya (The Second Media Age), menandai periode baru di mana teknologi interaktif dan komunikasi jaringan, khususnya dunia maya akan mengubah masyarakat.
Era media pertama : (Menekankan kepada penyiaran) 1). Sentralisasi produksi (satu menjadi banyak) 2). Komunikasi satu arah
3). Kendali situasi, untuk sebagian besar
4). Reproduksi stratifikasi sosial dan perbedaan melalui media 5). Audiens massa yang terpecah
6). Pembentukan kesadaran sosial
Era Media Kedua : (Menekankan kepada jaringan) 1). Desentralisasi
2). Dua arah
3). Diluat kendali situasi 4). Demokratisasi
5). Mengangkat kesadaran individu 6). Orientasi individu
• Dua pandangan dominan tentang perbedaan antara era media pertama dan kedua yakni pandangan
interaksi sosial dan integrasi sosial. • Pandangan interaksi sosial
Membedakan media menurut seberapa dekat media dengan model interaksi tatap muka. Media lama
dianggap lebih menekankan kepada penyebaran informasi dan mengurangi interaksi. Media baru dianggap lebih interaktif dan menciptakan sebuah pemahaman baru tentang komunikasi pribadi.
• Pandangan Integrasi Sosial
Pendekatan ini menggambarkan media bukan dalam bentuk informasi, interaksi, atau penyebarannya tetapi dalam bentuk ritual atau bagaimana manusia
menggunakan media sebagai cara menciptakan masyarakat.
2. Fungsi Penyusunan Agenda ( Agenda Setting)
Donal Shaw, Maxwell McCombs dan rekan-rekannya
menyatakan bahwa fungsi penyusunan agenda : Bagaimana opini publik dibentuk oleh kekuatan media
Empat isyarat retoris yang mempengaruhi proses penetapan agenda dengan menarik penonton
memperhatikan arti-penting dari item berita tertentu (McCombs and Gilbert 1986;7-8) :
a. Frekuensi pengulangan: kisah berita bergulir dianggap penting
b. Keunggulan berita dengan item mana yang ditampilkan: headline berita, menurut definisinya diasumsikan memiliki makna yang lebih besar daripada berita yang lebih kecil
c. Tingkat konflik hadir dalam berita: skandal politik yang lebih layak diberitakan dari konsensus politik misalnya d. Framing dari berita - dalam konteks apa dan ketika itu
TRADISI SOSIOPSIKOLOGIS
Bagaimana individu diyakini terpengaruh oleh media ;
TEORI Pengaruh
Pendekatan Jarum Suntik
Individu diyakini sangat terpengaruh oleh pesan-pesan media karena media dianggap sangat kuat dalam membentuk opini masyarakat. Raymond Bauer
Menolak gagasan bahwa pengaruh jarum suntik yang langsung terjadi antara pelaku komunikasi dan audiens serta menyatakan bahwa banyak variabel yang membentuk pengaruh dalam berbagai cara.
Pendekatan penguatan Joseph Klapper.
Komunikasi massa tidak langsung menyebabkan pengaruh pada audiens, tetapi termediasi oleh variable-variabel lain. Jadi, media adalah salah satu alasan pendukung.
Noelle Neumann
Menyatakan bahwa media sebenarnya memiliki pengaruh yang kuat, Neumann memberikan perhatian khusus pada pengaruh dari menonton televise.
Teori pengembangan (Cultivation theory)
Adalah sebuah sumber informasi yang penting
dan menghibur, bahwa pemirsa tidak bisa
lepas merambah secara bertahap ke dalam
kehidupan sehari-hari mereka, pola yang
berulang diproduksi secara massal melalui
pesan televisi dan gambar untuk membentuk
arus utama lingkungan secara simboli.
Teori Uses and Gratification
Pendekatan ini memandang audiens sebagai
pengguna isi media yang aktif, alih-alih
digunakan secara pasif oleh media.
Pendekatan ini tidak mengharapkan adanya
hubungan langsung antara pesan dan
pengaruh, tetapi sebaliknya merumuskan
pesan-pesan yang akan digunakan oleh
audiens. (Littlejohn, 2011)
TRADISI SIBERNETIKA
Tradisi ini menyangkut pada pengaruh dari opini
masyarakat dan isi media sebagai sebuah
fenomena yang menarik
Teori Spiral Ketenangan (spiral of silence)
Teori ini merupakan fenomena yang melibatkan
jalur komunikasi media dan pribadi. Media
mengumumkan opini masyarakat, menyatakan
opini yang menonjol. Individu mengungkapkan
opini mereka atau tidak bergantung pada sudut
pandang yang dominan; media selanjutnya,
mengikuti opini yang diunkapkan, dan spiral
tersebut berlanjut.
TRADISI KRITIS
Media bukan hanya mekanisme sederhana
untuk menyebarkan informasi; media
merupakan organisasi kompleks yang
membentuk institusi sosial masyarakat yang
penting. Jelasnya media adalah pemain utama
dalam perjuangan ideologis (Littlejohn, 2011)
Cabang – cabang teori kritis media menurut McQuail :
1. Marxisme Klasik
Media dipandang sebagai alat bantu dari kelas yang dominan dan
sebuah cara untuk para kapitalis menunjukkan ketertarikan mereka dalam menghasilkan keuntungan.
2. Ekonomi Politik
Isi media merupakan komoditas untuk dijual dipasaran, dan informasi yang disebarkan diatur oleh apa yang akan diambil oleh pasar.
3. Frankfut School
Media sebagai cara untuk membangun budaya, menempatkan lebih
banyak penekanan pada pemikiran ketimbang materi. Dalam hal ini media menghasilkan dominasi ideologi golongan atas.
4. Teori Hegemoni
Hegemoni merupakan dominasi ideologi palsu atau cara pikir terhadap kondisi sebenarnya. Ideologi tidak disebabkan oleh sistem ekonomi saja, tetapi ditanamkan secara mendalam pada semua kegiatan masyarakat.
5. Penelitian Budaya
Pemaknaan budaya tentang hasil-hasil media; memandang cara-cara isi media ditafsirkan, termasuk penafsiran dominan dan oposisional.
BENTUK - BENTUK MEDIA Media cetak
# BUKU :
Buku sebagai media dan lembaga, ciri – cirri utama : Aspek Media
1. Teknologi huruf cetak yang dapat digeser-geser 2. Halaman yang dijilid, bentuk kodeks
3. Salinan yang banyak 4. Untuk bacaan personal 5. Pengarang individu. Aspek Lembaga
1. Sebagai bentuk komoditas 2. Penyebaran di pasar
3. Keragaman bentuk dan konten
4. Dianggap sebagai bentuk kebebasan publikasi 5. Tunduk pada batasan hukum tertentu.
# SURAT KABAR
Surat kabar sebagai media dan lembaga Aspek Media
1. Kemunculannya yang berkala dan sering 2. Teknologi Percetakan
3. Isi dan rujukan menurut tema tertentu 4. Dibaca oleh individu atau kelompok Aspek Kelembagaan
1. Khalayak perkotaan yang sekuler
2. Cenderung bebas, tetapi disensor sendiri 3. Berada dalam ranah public.
4. Bentuk komoditas 5. Berbasis komersial
Media Elektronik # TELEVISI
Aspek media
1. Memiliki konten yang sangat beragam 2. Saluran Audiovisual
3. Dianggap bersifat domestik, dekat, dan personal. 4. Intensitas rendah dan pengalaman keterlibatan
Aspek kelembagaan
1. Teknologi dan organisasi yang rumit 2. Tunduk pada aturan dan kontrol sosial 3. Berkarakter nasional dan internasional. 4. Dapat dilihat banyak orang.
#RADIO
Aspek media
1. Hanya memiliki daya tarik suara
2. Pengunannya mudah dan dapat dibawa
kemana-mana
3. kontennya beragam, tetapi lebih banyak music
4. Potensial untuk partisipasi dua arah
5. Pengunaannya yang akrab dan personal
Aspek Kelembagaan
1. Kebebasan relatif
2. Lokal dan tersebar
3. Produksinya murah.
FILM
Aspek media
1. Saluran penerimaan audiovisual
2. pengalaman pribadi terhadap konten public
3. daya tarik universal yang luas
4. memiliki format dan genre internasional
Aspek kelembagaan
1. ketundukan pada control sosial
2. Organisasi dan distribusi yang rumit
3. biaya produksi tinggi
#MUSIK REKAMAN
Aspek Media
1. Hanya berupa suara
2. Kepuasan pribadi dan emosional
3. Utamanya memiliki daya tarik terhadap anak muda 4. Penggunaannya yang dapat berpindah dan fleksibel
Aspek Lembaga
1. Peraturan yang kendur
2. Internasionalisasi yang tinggi
3. Memiliki teknologi dan dasar yang beragam 4. Terhubung dengan industri media besar
5. Fragmentasi organisasi
#INTERNET
Ciri – ciri utama internet :
1. teknologi berbasis computer
2. Karakternya hibrida, tidak berdedikasi, fleksibel
3. Potensi interaktif
4. Fungsi public dan privat 5. Peraturan yang tidak ketat 6. Kesalingterhubungan
7. Ada dimana-mana/tidak tergantung lokasi 8. Dapat diakses individu sebagai komunikator 9. Media Komunikasi massa dan pribadi.
Kontrol Sosial media
Jenis kontrol
a. sensor terhadap konten b. Batasan hukum
c. Kontrol terhadap infrastruktur d. Alat Ekonomi
e. Peraturan sendiri (self regulation) atau sensor sendiri (selfcensorhip)
Motif control
a. ketakutan atas penyimpangan public b. Untuk alasan moral dan budaya
c. Melawan kejahatan dunia maya d. Kemamanan nasional.