• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR REFERENSI. xii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR REFERENSI. xii"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

xii

DAFTAR REFERENSI

[BOR03] Bolstorff, Peter, Robert Rosenbaum. (2003). Supply chain excellence: a handbook for dramatic improvement using the SCOR model. AMACOM. [KRI07] Surendro, Kridanto. (2007). Business Process Engineering.

http://kur2003.if.itb.ac.id. Diakses tanggal 5 Januari 2008.

[FMA97] Fisher, L. Marshall. (1997). What is The Right Supply Chain for Your Product?. Harvard Business Review.

diakses pada tanggal 27 September 2007.

[GAM07] Gambetta, Windy. (2007). Generic Modules of ERP. http://kur2003.if.itb.ac.id.

Diakses tanggal 27 September 2007

[KRO03] Kroll, Per. Phillipe Kruchten. (2003). The Rational Unified Process Made Easy.Addison-Wesley.

[OXF04] Oxford, Steve New and Roy W (Editor).(2004).Understanding Supply Chains, Concepts, Critiques, and Futures. Oxford University Press.

[PDA07] Parmenter, David. (2007). Key Performance Indicators. John Willey&Sons.

[PIT04] Pitta, Dennis A., Laric, Michael V. (2004). Value Chains in Health Care. The journal of Consumer Marketing Vol. 21 No. 7, 451-464.

Diakses tanggal 29 Maret 2008

[RAH05] Rachmawati, Heni, Dr. (2005). Etika Profesi Apoteker. Silabus Mata Kuliah Program Studi Farmasi.

Diakses tanggal 1 Maret 2008.

[RAJ07] Govindaraju, Rajesri. (2007). Supply chain management. http://kur2003.if.itb.ac.id

Diakses tanggal 17 Desember 2007.

[SAI06] Said, Andi Ilham dkk. (2006). Produktivitas dan Efisiensi SCM. Penerbit PPM.

[SHO05] Shoshanah, Cohen & Joseph Roussel. (2005). Strategic Supply chain management. MCGraw-Hill.

(2)

xiii

DAFTAR PUSTAKA

[ARS04] Arsanjani, Ali, Ph.D, (2004). Servic-oriented modellingand architecture. How to identify, specify, anda realize services for your SOA. http://www.ibm.com/developerworks/library/. Diakses tanggal 20 Mei 2008.

[DES01] DeSciolli, Derek T. (2001). Diffrerentiating the Hospital Supply Chain for Enhance Performace. Massachusset Institute of Technology.

diakses tanggal 5 Oktober 2007

[END04] Endrei Mark, Jenny Ang, dkk. (2004). Patterns: Service-Oriented Architecture and Web Services.

http://www.ibm.com/developerworks/library/. Diakses 20 Mei 2008. [HAU04] Hau L. Lee, (2004). The Tripple-A Supply Chain. Hardvard Business

Review, October 2004. Diakses tanggal 15 Januari 2008.

[PUB93] Publications, Federal Informations Processing Standards (FIPS PUBS). (1993). Standards for Integration Definitions for Function Modelling (IDEF0). Department of Commerce, National Institute of Standards and Technology, Computer Systems Laboratory.

[RHE06] Rhee, Soung-Hyun, Hyerim Rhee. (2006). Enhancing The Efficiency Of Supply Chain Processes through Web Service. Springer Science + Business Media.

diakses tanggal 27 September 2007

[SAP01] Saphiro, Jeremy S. (2001). Modelling the Supply Chain. Duxbury Thomson Learning.

[SCC08] Council, Supply Chain Team. (2008). Supply chain operations reference models. Supply chain council press.

(3)

xiv

DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN

Gambar A-1 Struktur Organisasi RS Advent Bandung ... A-1 Gambar B-1 Pemodelan Proses Bisnis As-Is Level 0 ... B-1 Gambar B-2 Proses Pemenuhan Permintaan Barang ... B-2 Gambar B-3 Pembelian Barang Non Farmasi pada Jam Kerja... B-3 Gambar B-4 Pembelian barang farmasi pada jam kerja ... B-5 Gambar B-5 Pembelian Barang Just in Time ... B-7 Gambar B-6 Pembelian Barang Cash ... B-8 Gambar B-7 Pembelian Barang Tender ... B-9 Gambar D-1 Pemetaan Proses Bisnis pada Level 3 ... D-1 Gambar D-2 Pemetaan Proses Bisnis pada Level 3 terhadap Pelaku ... D-2 Gambar D-3 Elemen Proses Penerimaan Pesanan Barang Unit ... D-3 Gambar D-4 Level 5 Penerimaan Pesanan Barang Unit ... D-3 Gambar D-5 Level 5 Penerimaan Pesanan Barang Unit ... D-4 Gambar D-6 Elemen Proses Pengiriman Barang ... D-4 Gambar D-7 Elemen Proses Penerimaan Barang di Unit ... D-4 Gambar D-8 Level 5 Penerimaan Barang di Unit ... D-5 Gambar D-9 Elemen Proses Pemesanan Barang ke Pemasok ... D-5 Gambar D-10 Level 5 Elemen Proses Pemesanan Barang ke Pemasok ... D-5 Gambar D-11 Level 5 dari Elemen Proses Pemesanan Barang ke Pemasok ... D-6 Gambar D-12 Penentuan jadwal pengiriman barang ... D-7 Gambar D-13 Level 4 Otorisasi pembelian ... D-8 Gambar D-14 Level 5 Otorisasi pembelian ... D-9 Gambar D-15 Level 4 Penerimaan Barang Oleh Bagian Penerimaan ... D-9 Gambar D-16 Penerimaan Barang Level 5 ... D-10 Gambar D-17 Level 5 Penerimaan Jika Pengembalian / Penukaran ... D-10 Gambar D-18 Level 4 Pemberitahuan adanya pengembalian ... D-11 Gambar D-19 Level 5 Pemberitahuan adanya pengembalian ... D-11 Gambar D-20 Level 4 Pemberitahuan adanya pengembalian/penukaran barang .... D-12 Gambar D-21 Pemberitahuan adanya pengembalian/penukaran barang ... D-12 Gambar D-22 Manajemen Pemasok ... D-13

(4)

xv

Gambar D-23 Upload File ... D-13 Gambar D-24 Download File... D-13 Gambar E-1 Kelas Analisis Otorisasi Pembelian ... E-14 Gambar E-2 Sekuensial Analisis Otorisasi Pembelian ... E-14 Gambar E-3 Kelas Analisis Membeli Barang ... E-14 Gambar E-4 Sekuensial Analisis Membeli Barang ... E-15 Gambar E-5 Kelas Analisis Mengelola Barang ... E-16 Gambar E-6 Sekuensial Analisis Mengelola Barang ... E-16 Gambar E-7 Kelas Analisis Mengelola Penawaran Barang ... E-17 Gambar E-8 Sekuensial Analisis Mengelola Penawaran Barang ... E-17 Gambar E-9 Kelas Analisis Mengelola Pemasok ... E-18 Gambar E-10 Sekuensial Analisis Mengelola Pemasok ... E-18 Gambar E-11 Kelas Analisis Mengembalikan Barang ... E-19 Gambar E-12 Sekuensial Analisis Mengembalikan Barang ... E-20 Gambar E-13 Kelas Analisis Menukar Barang ... E-21 Gambar E-14 Sekuensial Analisis Menukar Barang ... E-22 Gambar E-15 Kelas Perancangan Otorisasi Pembelian ... E-23 Gambar E-16 Sekuensial Perancangan Otorisasi Pembelian ... E-23 Gambar E-17 Kelas Perancangan Membeli Barang ... E-24 Gambar E-18 Sekuensial Perancangan Membeli Barang ... E-25 Gambar E-19 Kelas Perancangan Mengelola Barang ... E-26 Gambar E-20 Sekuensial Perancangan Mengelola Barang ... E-26 Gambar E-21 Kelas Perancangan Mengelola Penawaran Barang ... E-27 Gambar E-22 Sekuensial Perancangan Mengelola Penawaran Barang ... E-27 Gambar E-23 Kelas Perancangan Mengelola Pemasok ... E-28 Gambar E-24 Sekuensial Perancangan Mengelola Pemasok ... E-28 Gambar E-25 Kelas Perancangan Mengembalikan Barang ... E-28 Gambar E-26 Kelas Perancangan Menukar Barang ... E-29 Gambar E-27 Sekuensial Perancangan Mengembalikan Barang ... E-30 Gambar E-28 Sekuensial Perancangan Menukar Barang ... E-31

(5)

xvi

DAFTAR TABEL LAMPIRAN

Tabel C-1 Jumlah Order Unit ... C-1 Tabel C-2 Jumlah Jenis Barang Tiap Order ... C-1 Tabel C-3 Jumlah Barang out of Stock ... C-2 Tabel C-4 Jumlah Barang Out of Stock karena Permintaan ... C-2 Tabel C-5 Jumlah Barang Dibeli ... C-3 Tabel C-6 Waktu Pengiriman Barang ... C-3 Tabel C-7 Jumlah Penerimaan Barang ... C-4 Tabel C-8 Jumlah Order Pembelian ... C-4 Tabel C-9 Jumlah Pengembalian Barang ... C-5 Tabel C-10 Adjustment Stock ... C-5 Tabel E-1 Skenario Otorisasi Pembelian ... E-1 Tabel E-2 Skenario Membeli Barang ... E-2 Tabel E-3 Skenario Mengelola Barang ... E-5 Tabel E-4 Mengelola Penawaran Barang ... E-6 Tabel E-5 Mengelola Pemasok ... E-8 Tabel E-6 Skenario Pembatalan Barang ... E-9 Tabel E-7 Skenario Menukar Barang ... E-11 Tabel E-8 Skenario Pengujian Otorisasi Pembelian ... E-32 Tabel E-9 Skenario Pengujian Membeli Barang ... E-33 Tabel E-10 Mengelola Barang ... E-35 Tabel E-11 Mengelola Penawaran Barang ... E-35 Tabel E-12 Mengelola Pemasok ... E-36 Tabel E-13 Mengembalikan Barang ... E-37 Tabel E-14 Menukar Barang ... E-38

(6)

A-1

Lampiran A Struktur Organisasi

Gambar A-1 merupakan struktur organisasi RS Advent Bandung. Bagian pengadaan berada di bawah fungsi keuangan (biro).

(7)

B-1

Lampiran B Pemodelan Pembelian Barang dengan IDEF 0

B.1 Level 0

Gambar B-1 merupakan gambaran sistem pengadaan barang yang sudah berlangsung saat ini, masukan dari proses bisnis ini adalah kebutuhan barang, keluarannya yaitu status penerimaan baang dan bukti penerimaan barang. Mekanisme yang terlibat dalam pelaksanaan proses bisnis pengadaan barang yaitu pasar, sistem informasi rumah sakit (SI RS), telepon, kepala bendahara material, kepala accounting, dan nota.

Gambar B-1 Pemodelan Proses Bisnis As-Is Level 0

Proses pengadaan barang ini terdiri dari tiga proses utama yaitu pembuatan pesanan unit yang merupakan proses permintaan barang dari unit, penerimaan pesanan unit yang merupakan proses pemenuhan permintaan unit oleh gudang jika stok barang tersedia, dan pembelian barang yang merupakan proses pemesanan barang ke pemasok jika barang yang diminta tidak terpenuhi.

(8)

B-2

B.2 Level 1

Gambar B-2 merupakan dekomposisi dari proses A3 pada level 0 yaitu proses pemenuhan permintaan barang ketika stok tersedia hingga proses penerimaan barang oleh unit.

(9)

B-3 Gambar B-3 hingga Gambar B-7 merupakan dekomposisi dari proses A4 pembelian barang. Dalam hal ini pembelian barang terbagi menjadi beberapa macam :

1. Pembelian secara kontra bon

Pembelian secata kontra bon dibagi menjadi tiga macam yaitu pembelian barang non farmasi pada jam kerja, pembelian barang farmasi pada jam kerja, dan pembelian barang di luar jam kerja atau lebih dikenal dengan just in time.

a. Pembelian barang non farmasi pada jam kerja

! " # $ % & ! " ' ( ! " ' ! " ' ! ) " ( & ) " * ! + ! ! + ! ! + ! ! + ! ' ! ' ( , , , " * * * * * * * * % * -( ! + ! ( *

(10)

B-4 Informasi kebutuhan terutama datang dari bagian unit yang merupakan user atau customer. Informasi ini dikirimkan ke bagian gudang melalui aplikasi sistem informasi biasa disebut dengan permintaan barang. Pihak gudang akan mengakses informasi tersebut dan melakukan pemenuhan kebutuhan jika stok barang yang tersedia mencukupi. Jika tidak maka pihak gudang akan membuat purchase requisition kepada divisi pembelian melalui sistem informasi agar dipesankan ke pemasok. Purchase

requisition ini harus disetujui oleh kepala bendahara material dan kepala accounting. Persetujuan ini dilakukan secara offline

pada print out purchase requisition yang kemudian diberikan ke bagian pembelian.

Setelah dilakukan persetujuan, pihak pembelian akan melakukan pencocokan, pemilihan supplier, dan pembuatan purchase

order. Oleh pihak pembelian, informasi mengenai kebutuhan barang tersebut akan diteruskan ke pihak vendor atau pemasok

melalui telepon. Purchase order akan dicetak dan diberikan kepada supplier pada saat supplier mengirimkan barang dan membawa faktur untuk dibawa ke bagian penerimaan.

b. Pembelian barang farmasi pada jam kerja

Proses pembelian barang farmasi sedikit berbeda dengan proses pembelian barang non-farmasi. Perbedaan terletak pada kinerja pemasok, pemasok setiap hari sebelum pukul 12 siang selalu datang ke RS Advent Bandung untuk mengambil order dan melihat status kebutuhan dan pemakaian obat RS Advent.

Pemasok akan kembali dan mengambil barang yang diorder kemudian mengantarkannya ke rumah sakit. Jika permintaan pembelian datang setelah pemasok mengambil order, maka cara pembelian yang dilakukan sama dengan cara pembelian barang nonfarmasi dengan menggunakan pemasok. Proses pembelian barang farmasi sebelum pukul 12 siang dapat dilihat pada Gambar B-4.

(11)

B-5

(12)

B-6 c. Pembelian barang just in time

Kasus just in time terjadi jika unit membutuhkan barang yang out of stock dan diluar jam kerja kantor RS Advent Bandung. Pada kasus ini pembelian dan penerimaan langsung dilakukan oleh unit yang membutuhkan. Baru pada hari berikutnya unit akan melakukan pelaporan ke bagian pembelian untuk pembuatan purchase order. Jika purchase order telah diterbitkan bagian receiving bendahara material baru bisa melakukan adjustment stok dan pencetakan bukti penerimaan. Proses pembelian secara lebih detil dapat dilihat pada Gambar B-5.

2. Pembelian secara cash

Pembelian barang secara cash dilakukan karena perbedaan harga yang signifikan antara harga pasar dengan harga dari pemasok. Pembelian ini dilakukan oleh salah satu staf divisi pembelian. Alokasi dana untuk tiap pembelian harus habis dan jumlahnya sama dengan rencana pada pembelian itu. Proses penerimaan barang sama dengan proses pembelian dengan pemasok hanya saja tidak ada purchase order. Daftar order dibuat oleh bagian penerimaan (receiving) pada saat belanja cash telah selesai dilakukan. Nomor PO diacak secara otomatis oleh sistem informasi rumah sakit. Pembuatan daftar belanja ini memperlama proses penerimaan barang dan menambah antrian pemasok semakin panjang. Akibatnya, seringkali proses input barang belanja cash tertunda. Proses pembelian barang secara cash lebih detil dapat dilihat pada Gambar B-6.

3. Pembelian Tender

Pembelian barang kapital dilakukan melalui perencanaan setiap tahun. Cara pembeliannya dengan mengadakan tender. Pemasok akan melakukan penawaran harga. Kepala unit dan pengadaan barang akan melakukan pemilihan pemasok berdasarkan kriteria tertentu (standar barang) dan pertimbangan anggaran yang diberikan. Pemasok terpilih akan mengantarkan barang sesuai dengan

(13)

B-7 waktu yang diberikan langsung ke unit yang membutuhkan tanpa melalui penyimpanan di gudang. Proses pemesanan dapat dilihat pada Gambar B-7.

. . ' ( . ! " # $ % & ! " ' ( ! " ) " / ' ( , , , " ' ( ! + ! ( -. ( 0 . . ) " / . " $ . . 1 ! " ( % / * 2 ! ( 1 ! + ! ! + ! , " ! + ! $ 1 ( *

(14)

B-8 ) " ( & ) " * ! + ! ! + ! ! + ! ! + ! . )

(15)

B-9

(16)

C-1

Lampiran C Data Operasional Pembelian

Data operasional untuk penilaian performansi dari proses pembelian di antaranya sebagai berikut:

1. Jumlah order yang diterima dari unit

Performansi dari proses pembelian ditentukan oleh jumlah order dari unit yang diterima gudang. Order dari unit ini merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi. Statistik dari jumlah order yang diterima dari unit per gudang di RS Advent dapat dilihat pada Error! Reference source not found..

Tabel C-1 Jumlah Order Unit

Nama Gudang Target Rata-rata Saat Ini(buah)

Gudang Umum 15 11

Gudang Dapur 5 3

Gudang Alat Kesehatan 15 15

Gudang Maintenance 3 3

Gudang Obat 10 5

2. Jumlah jenis barang untuk tiap order dari unit

Jumlah jenis barang akan mempengaruhi perubahan stok barang yang tersedia di gudang. Jumlah jenis barang ini mungkin akan menyebabkan out of stock atau persediaan berada dalam posisi minimal yang artinya harus terjadi proses pembelian baru. Statistik dari indikator ini dapat dilihat pada Tabel C-2.

Tabel C-2 Jumlah Jenis Barang Tiap Order

Nama Gudang Target Jumlah Saat Ini (buah)

Gudang Umum 10 7

Gudang Dapur 25 25

Gudang Alat Kesehatan 20 15

Gudang Maintenance 5 2

(17)

C-2

3. Jumlah jenis barang yang stock out atau hanya tersedia dalam jumlah minimal

Pada setiap order yang diminta unit setiap harinya pasti terdapat minimal satu barang yang tidak dapat terpenuhi atau terpenuhi dengan jumlah yang lebih sedikit dari permintaan. Hal ini dikarenakan keterlambatan pengiriman barang. Statistik dari jumlah stock out yang terjadi setiap harinya dapat dilihat pada Tabel C-3.

Tabel C-3 Jumlah Barang out of Stock

Nama Gudang Target Jumlah Saat Ini (buah)

Gudang Umum 0 2

Gudang Dapur 0 2

Gudang Alat Kesehatan 0 7

Gudang Maintenance 0 2

Gudang Obat 0 3

4. Jumlah jenis barang yang menjadi out of stock akibat permintaan

Indikator keempat ini terkait dengan indikator sebelumnya. Jumlah barang yang berada dalam posisi stock out akibat permintaan akan menambah jumlah jenis barang yang akan dibeli oleh pihak rumah sakit. Statistik dari jumlah barang yang menjadi habis tersebut dapat dilihat pada Tabel C-4.

Tabel C-4 Jumlah Barang Out of Stock karena Permintaan Nama Gudang Target Rata-rata Saat Ini (buah)

Gudang Umum 3 5

Gudang Dapur 3 15

Gudang Alat Kesehatan 5 10

Gudang Maintenance 3 3

Gudang Obat 3 15

5. Jumlah jenis barang untuk pembelian

Jumlah jenis barang untuk pembelian ini merupakan jumlah barang yang dipesan oleh pihak gudang setiap harinya. Statistik jumlah barang yang dibeli dapat dilihat pada Tabel C-5.

(18)

C-3

Tabel C-5 Jumlah Barang Dibeli

Nama Gudang Target Rata-rata Saat Ini (buah)

Gudang Umum 10 5

Gudang Dapur 10 20

Gudang Alat Kesehatan 3 10

Gudang Maintenance 0 2

Gudang Obat 15 18

6. Waktu pengiriman barang dari pesanan

Waktu pengiriman barang yang cukup lama seringkali menyebabkan rumah sakit tidak dapat menjalankan proses bisnis utamanya secara optimal atau terdapat pekerjaan yang harus dilakukan dua kali. Statistik dari waktu pengiriman barang dapat dilihat pada Tabel C-6.

Tabel C-6 Waktu Pengiriman Barang

Nama Gudang Target (hari) Rata-rata Saat Ini (hari)

Gudang Umum 1 3

7 untuk barang cetak

Gudang Dapur 1 2

Gudang Alat Kesehatan 1 2

7 untuk barang dari luar kota Bandung

Gudang Maintenance 1 1

Gudang Obat 1 1

7. Jumlah penerimaan barang

Jumlah penerimaan barang merupakan indikasi trafik jumlah pembelian yang dilakukan oleh rumah sakit. Statistik jumlah penerimaan dari pemasok per hari dapat dilihat pada Tabel C-7.

(19)

C-4

Tabel C-7 Jumlah Penerimaan Barang

Nama Gudang Target (buah) Rata-rata Saat Ini (buah)

Gudang Umum 5 5

Gudang Dapur 5 5

Gudang Alat Kesehatan 10 10

Gudang Maintenance 3 2

Gudang Obat 10 12

8. Jumlah order pembelian (purchase order)

Jumlah order pembelian merupakan jumlah permintaan pembelian yang dibuat oleh pihak gudang ke pihak pembelian untuk diteruskan ke pemasok. Statisitik dari order pembelian yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel C-8.

Tabel C-8 Jumlah Order Pembelian

Nama Gudang Target (buah) Rata-rata Saat Ini (buah)

Gudang Umum 0 3

Gudang Dapur 3 3

Gudang Alat Kesehatan 3 7

Gudang Maintenance 3 2

Gudang Obat 3 10

9. Jumlah jenis barang pengembalian dan penukaran barang

Jumlah barang yang dikembalikan merupakan indikasi adanya kesalahan dalam aliran informasi kebutuhan ke pihak pemasok. Kesalahan ini biasanya muncul karena perbedaan penamaan barang atau artikulasi pada saat pemesanan yang kurang jelas sehingga pemasok salah mencatat pesanan. Data statistik dapat dilihat pada Tabel C-9,

(20)

C-5

Tabel C-9 Jumlah Pengembalian Barang

Nama Gudang Target (buah) Rata-rata Saat Ini (buah)

Gudang Umum 0 3

Gudang Dapur 0 2

Gudang Alat Kesehatan 0 5

Gudang Maintenance 0 1

Gudang Obat 0 7

10. Jumlah adjustment stock

Proses adjustment stock biasanya terjadi karena adanya pembelian barang just in time. Jika ketersediaan barang di rumah sakit optimal, maka pembelian barang just in time tersebut seharusnya tidak terjadi. Jumlah adjustment dapat dilihat pada Tabel C-10.

Tabel C-10 Adjustment Stock

Nama Gudang Target (buah) Rata-rata (buah)

Gudang Umum 0 5

Gudang Dapur 0 2

Gudang Alat Kesehatan 0 7

Gudang Maintenance 0 0

(21)

D-1

Lampiran D Pemodelan Proses dengan SCOR Framework

D.1

Level 3

Level 3 SCOR Framework menggambarkan alur kerja dari proses bisnis pengadaan barang di rumah sakit umum. Gambar D-1 merupakan penggambaran secara keseluruhan dari proses pengadaan barang level 3.

Gambar D-1 Pemetaan Proses Bisnis pada Level 3

(22)

D-2

(23)

D-3

D.1.1 Level 4 dan 5

Pada level 4 digambarkan elemen-elemen untuk setiap proses di level 3, sedangkan level 5 menggambarkan task yang terjadi untuk mengeksekusi setiap proses di level 3. Berikut ini merupakan elemen proses dan task untuk setiap proses pada level 3:

a. Penerimaan pesanan barang unit

Level 4:

Gambar D-3 Elemen Proses Penerimaan Pesanan Barang Unit

Proses penerimaan pesanan barang unit terdiri dari tiga elemen proses utama yaitu pembuatan daftar pesanan barang unit oleh unit rumah sakit, pemenuhan pesanan barang unit oleh bagian gudang, dan pencetakan pesanan barang unit yang dipenuhi. Pencetakan ini tetap dilakukan karena staf gudang membutuhkan daftar barang tersebut ketika menyiapkan barang sebelum dikirim ke unit. Daftar cetak barang ini juga akan diperlukan ketika melakukan pemeriksaan barang pada saat penerimaan di unit.

Elemen proses D1.2.1 dan D1.2.2 masih dapat didekomposisi kembali untuk melihat proses detilnya. Dekomposisi tersebut digambarkan pada level 5.

Level 5:

(24)

D-4

Gambar D-5 Level 5 Penerimaan Pesanan Barang Unit b. Pengiriman Barang

Level 4:

Gambar D-6 Elemen Proses Pengiriman Barang

Proses pengiriman barang D1.12 merupakan proses pengiriman barang ke unit. Hampir seluruh prosesnya merupakan proses manual yang tidak melibatkan aplikasi teknologi informasi.

c. Penerimaan barang di unit

Level 4:

(25)

D-5 Level 5:

Gambar D-8 Level 5 Penerimaan Barang di Unit d. Pemesanan barang ke pemasok

Level 4:

Gambar D-9 Elemen Proses Pemesanan Barang ke Pemasok

Level 5:

(26)

D-6 ! 3 3 3 * " " ! 3 3 3 4 2 5 ! 3 3 3 , 2 6 ! 3 3 3 4 ' " 5 " 5 ! 3 3 3 2 5 ! 3 3 3 " ! 3 3 3 ! " ' " ! 3 3 3 ! " ' " ! 3 3 3 * " 7 ! 3 3 3 " ! 3 3 3 ! " ' " 6 6 6

(27)

D-7

e. Penentuan jadwal pengiriman barang

Level 4:

Gambar D-12 Penentuan jadwal pengiriman barang f. Otorisasi pembelian

Level 4:

Proses otorisasi pembelian ini dilakukan oleh Kepala Divisi SCM. Sistem akan memberikan notifikasi di halaman Kepala Divisi SCM ketika terjadi kebutuhan otorisasi yaitu pada saat akan melakukan pembelian barang atau penukaran barang. Pada saat melakukan otorisasi, kepala divisi SCM dapat melakukan perubahan jika terjadi kesalahan daftar pembelian terutama jika pembelian melebihi dari perencanaan. Proses otorisasi ini dilanjurtkan hingga proses penerimaan pesanan pembelian oleh pemasok.

(28)

D-8

(29)

D-9 Level 5:

Gambar D-14 Level 5 Otorisasi pembelian g. Penerimaan barang oleh bagian penerimaan

Level 4:

(30)

D-10

Level 5:

Gambar D-16 Penerimaan Barang Level 5

Task S1.3.2a merupakan jenis penerimaan jika terjadi pembelian. Pada penerimaan ini informasi utama yang diperlukan adalah nomor purchase order. Pada kasus ini purchase order sudah diberikan kepada pemasok ketika melakukan pemesanan. Untuk itu, sales dari pemasok yang mengantarkan barang diasumsikan sudah mengetahui nomor purchase order dari barang yang diantarkan.

Gambar D-17 Level 5 Penerimaan Jika Pengembalian / Penukaran h. Pemberitahuan adanya pengembalian/penukaran ke gudang

Level 4:

Proses pengembalian DR3.1 ini merupakan pengembalian lokal artinya tidak sampai membatalkan transaksi pembelian barang ke pemasok. Pada pengembalian ini, unit akan mengubah status barang, sistem akan mengirimkan

(31)

D-11 notifikasi ke gudang. Pihak gudang kemudian akan mengantarkan barang pengganti sekaligus mengambil barang yang salah jika pengembalian berupa penukaran. 3 3 2 " 3 3 3 3 / 2 6 " 3 3 ! " "

Gambar D-18 Level 4 Pemberitahuan adanya pengembalian

Level 5:

Gambar D-19 Level 5 Pemberitahuan adanya pengembalian i. Pemberitahuan adanya pengembalian atau penukaran barang

Level 4:

Pengembalian SR3.1 merupakan proses pengembalian barang hingga ke pemasok. Pada proses awal yaitu yang terjadi di unit, proses pengembalian ini sama dengan proses pengembalian lokal. Namun, proses selanjutnya berlanjut

(32)

D-12 hingga pembatalan transaksi pembelian tidak berhenti pada saat notifikasi ke gudang saja.

Gambar D-20 Level 4 Pemberitahuan adanya pengembalian/penukaran barang

Level 5:

Gambar D-21 Pemberitahuan adanya pengembalian/penukaran barang

j. Task-task untuk melakukan manajemen

Manajemen data pemasok dilakukan oleh bagian pembelian. Penambahan pemasok terjadi ketika ada kesepakatan antara pihak rumah sakit dan pemasok (kontrak kerjasama) telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

(33)

D-13

Gambar D-22 Manajemen Pemasok

Aktivitas upload tender dilakukan oleh pemasok. Proses ini merupakan bagian dari proses manajemen penawaran barang kepada pihak rumah sakit.

Gambar D-23 Upload File

Aktivitas mengunduh tender ini merupakan aktivitas yang dilakukan oleh staf pembelian ketika rumah sakit membuka tender untuk pembelian barang-barang kapital. Aktivitas ini merupakan bagian dari proses pengelolaan tender.

(34)

E-1

Lampiran E Pemodelan Aplikasi

E.1

Skenario

1. Otorisasi Pembelian

Nama use case : Otorisasi Pembelian

Aktor : Kepala divisi SCM/Accounting

Prekondisi : Terdapat daftar pembelian barang (PO telah dibuat), Login Postkondisi : PO disetujui atau ditolak, jika disetujui terdapat notifikasi ke

staf accounting dan pemasok

Tabel E-1 Skenario Otorisasi Pembelian

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal

Kepala divisi SCM/Accounting 1. Memilih menu otorisasi

pembelian

2. load informasi pembelian

3. Menampilkan halaman berisi informasi pembelian

4. Pilih jenis pembelian

5. Load detil informasi pembelian

6. Tampilkan halaman detil pembelian dan konfirmasi

7. Pilih jenis otorisasi

8. Jika setuju, ubah status pembelian 9. Jika tidak setuju, ubah status pembelian 2. Membeli Barang

Nama use case : Membeli Barang

Aktor : Unit RS, staf pembelian, staf penerimaan, gudang, pemasok Prekondisi : Login

(35)

E-2

Tabel E-2 Skenario Membeli Barang

Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal

Unit Rumah Sakit Gudang Pembelian Pemasok Penerimaan 1. Pilih menu

permintaan barang

2. Validasi jenis permintaan

3. Jika permintaan barang ke gudang, Load informasi barang

4. Tampilkan jenis gudang dan barang 5. Pilih jenis barang

6. Tuliskan jumlah barang

7. Simpan informasi permintaan unit 8. Pilih menu

permintaan barang

9. Load informasi stok barang 10. Load informasi permintaan unit 11. Tampilkan informasi permintaan

unit 12. Tuliskan jumlah barang terpenuhi 13. Pilih jenis pemenuhan

(36)

E-3

Aktor Reaksi Sistem

stok dan status barang, Update status permintaan unit

15. Jika tidak terpenuhi, Update status permintaan unit

16. Jika pembelian barang

17. Load informasi barang, Load informasi pemasok, Tampilkan informasi barang

18. Pilih jenis barang jika ada jika tidak tuliskan nama barang 19. Pilih pemasok

20. Simpan informasi permintaan unit 21. Pilih

menu pembelian barang

22. Load informasi barang, Load informasi permintaan unit, Load informasi pemasok

23. Tampilkan informasi barang, pemasok, dan permintaan unit 24. Pilih jenis

barang dan tuliskan jumlah

(37)

E-4

Aktor Reaksi Sistem

25. Simpan informasi pembelian barang 26. Pilih menu

pemenuhan pembelian

27. Load informasi pembelian 28. Pilih status pemenuhan barang dan tuliskan nomor faktur

29. Update status pembelian dan faktur 30. Pilih menu penerimaan barang 31. Pilih pembelian barang dan tuliskan nomor faktur

32. Load informasi pemasok, Load informasi pembelian

33. Tampilkan informasi pemasok dan pembelian barang

34. Pilih status penerimaan barang

(38)

E-5

Aktor Reaksi Sistem

36. Simpan informasi penerimaan barang

3. Mengelola Barang

Nama use case : Mengelola Barang Aktor : Staf pembelian Prekondisi : Login

Postkondisi : Data barang ditambahkan, dihapus, atau diubah

Tabel E-3 Skenario Mengelola Barang

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal Staf Pembelian

1. Pilih menu pengelolaan barang

2. Jika penambahan barang, Load informasi pemasok

3. Tampilkan form penambahan barang dan informasi pemasok 4. Tuliskan informasi barang

5. Simpan informasi barang

6. Jika pengubahan barang, Load informasi barang, Load informasi pemasok

7. Tampilkan informasi barang dan pemasok 8. Pilih jenis barang

9. Jika pengubahan data barang, Load informasi detil barang 10. Tampilkan detil barang pada form edit

11. Tuliskan perubahan data barang

12. Jika simpan, Update data barang

(39)

E-6 4. Mengelola Penawaran Barang

Nama use case : Mengelola penawaran barang Aktor : Pemasok, Staf Pembelian Prekondisi : Login

Postkondisi : Data penawaran barang dan tender ditambahkan, dihapus, atau diubah

Tabel E-4 Mengelola Penawaran Barang

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal

Pemasok Staf Pembelian 1. Pilih menu penawaran

barang

2. Jika penawaran biasa, Tampilkan form penawaran barang

3. Tuliskan keterangan penawaran

4. Simpan penawaran barang

5. Jika penawaran tender, Load informasi penawaran berupa tender

6. Tampilkan informasi tender 7. Pilih jenis tender dan

tuliskan keterangan penawaran

8. Simpan penawaran tender 9. Pilih menu penawaran barang

(40)

E-7

Aksi Aktor Reaksi Sistem

10. Tampilkan jenis penawaran 11. Pilih jenis penawaran

12. Pilih menu penambahan tender

13. Jika tender, tampilkan form penambahan tender 14. Tuliskan informasi tender

15. Simpan informasi tender 16. Pilih menu pengubahan tender

17. Load informasi tender, Tampilkan informasi tender 18. Pilih jenis pengubahan

19. Jika pengubahan, Load informasi tender 20. Tampilkan informasi detil tender

21. Tuliskan informasi pengubahan tender

22. Simpan informasi detil tender

23. Jika penghapusan tender, Hapus data tender 24. Pilih menu pengambilan file

tender

25. Load informasi tender 26. Tampilkan jenis tender 27. Pilih jenis tender

(41)

E-8

Aksi Aktor Reaksi Sistem

28. Load informasi detil tender 29. Tampilkan informasi detil tender 30. Unduh file tender

5. Mengelola Pemasok

Nama use case : Mengelola Pemasok Aktor : Staf Pembelian Prekondisi : Login

Postkondisi : Data pemasok ditambahkan, dihapus, atau diubah

Tabel E-5 Mengelola Pemasok

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal Staf pembelian

1. Pilih menu pengelolaan pemasok

2. Jika penambahan pemasok, Tampilkan form penambahan pemasok

3. Tuliskan data pemasok

4. Simpan data pemasok

5. Jika pengubahan data pemasok, Load informasi pemasok 6. Tampilkan informasi pemasok

7. Pilih pemasok

8. Jika pengubahan data pemasok, Load informasi pemasok 9. Tampilkan informasi detil pemasok

10. Tuliskan perubahan informasi pemasok

(42)

E-9

Aksi Aktor Reaksi Sistem

12. Jika penghapusan data pemasok, Hapus data pemasok 6. Mengembalikan Barang (pembatalan)

Nama use case : Mengembalikan barang (pembatalan) Aktor : Unit rumah sakit, gudang, pemasok Prekondisi : Login

Postkondisi : Pembatalan barang sampai ke tangan pemasok atau gudang

Tabel E-6 Skenario Pembatalan Barang

Aktor Reaksi sistem

Skenario Normal

Unit rumah sakit Staf Gudang Pemasok 1. Pilih menu pengembalian

2. Tampilkan halaman pengembalian 3. Pilih jenis pengembalian

4. Jika lokal, Load informasi barang 5. Tampilkan form pengembalian dan

informasi barang 6. Pilih jenis barang, gudang,

dan keterangan pengembalian

7. Simpan informasi pengembalian 8. Pilih menu

(43)

E-10

Aktor Reaksi sistem

9. Load informasi pengembalian barang

10. Tampilkan daftar pengembalian barang

11. Ubah status pengembalian barang

12. Ubah status pengembalian barang 13. Ubah stok barang

14. Jika pengembalian pemasok, Load informasi barang, Load informasi pemasok

15. Tampilkan informasi pemasok dan barang

16. Pilih jenis barang

17. Pilih menu

pengembalian barang 18. Simpan informasi pengembalian 19. Load informasi pengembalian

barang 20. Ubah status

pengembalian barang

21. Ubah status pengembalian barang 22. Ubah stok barang

23. Pilih menu pengembalian barang

24. Load informasi pengembalian barang, Load informasi penerimaan

(44)

E-11

Aktor Reaksi sistem

barang

Tampilkan informasi pengembalian 25. Ubah status

pengembalian barang

26. Ubah status pengembalian barang 27. Ubah status penerimaan barang 7. Menukar Barang

Nama use case : Menukar barang

Aktor : Staf Pembelian, unit rumah sakit, gudang, pemasok Prekondisi : Login

Postkondisi : Penukaran barang sampai ke tangan pemasok atau gudang dan barang tukar sampai ke unit

Tabel E-7 Skenario Menukar Barang

Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal

Unit rumah sakit Gudang Staf Pembelian Pemasok 1. Pilih menu

penukaran barang

2. Tampilkan halaman penukaran barang

3. Pilih jenis penukaran barang

4. Jika lokal, Load informasi barang 5. Tampilkan informasi penukaran

(45)

E-12

Aktor Reaksi Sistem

6. Pilih barang ditukar dan penukar

7. Simpan informasi penukaran barang

8. Pilih menu penukaran barang

9. Load informasi penukaran barang, Load informasi barang 10. Tampilkan informasi penukaran

barang 11. Ubah status

penukaran barang

12. Ubah status penukaran barang 13. Ubah stok barang ditukar dan

penukar

14. Jika penukaran ke pemasok, Load informasi barang, Load informasi pemasok

15. Tampilkan informasi barang dan pemasok

16. Pilih jenis barang ditukar dan penukar

17. Pilih menu penukaran barang

18. Load informasi penukaran barang, Load informasi barang,

(46)

E-13

Aktor Reaksi Sistem

Load informasi penerimaan 19. Tampilkan informasi penukaran

barang 20. Ubah status

penukaran barang

21. Ubah stok barang

22. Ubah status penukaran barang 23. Ubah status penerimaan 24. Pilih menu

penukaran barang

25. Load informasi barang, Load informasi pemasok

26. Tampilkan informasi barang dan pemasok

27. Pilih jenis barang

28. Simpan informasi pembelian 29. Pilih menu

penukaran barang

30. Load informasi penukaran barang 31. Tampilkan informasi penukaran

barang 32. Ubah status

penukaran barang

(47)

E-14

E.2 Diagram Kelas Analisis dan Sequence Diagram Analisis

1. Use Case Otorisasi Pembelian - Diagram Kelas

Gambar E-1 Kelas Analisis Otorisasi Pembelian

- Diagram Sekuensial

Gambar E-2 Sekuensial Analisis Otorisasi Pembelian

2. Use Case Membeli Barang − Diagram Kelas

(48)

E-15 − Diagram Sekuensial

(49)

E-16 3. Use Case Mengelola Barang

− Diagram Kelas

Gambar E-5 Kelas Analisis Mengelola Barang

− Diagram Sekuensial

Gambar E-6 Sekuensial Analisis Mengelola Barang

4. Use Case Mengelola Penawaran Barang − Diagram Kelas

(50)

E-17

Gambar E-7 Kelas Analisis Mengelola Penawaran Barang

− Diagram Sekuensial

(51)

E-18 5. Use Case Mengelola Pemasok

− Diagram Kelas

Gambar E-9 Kelas Analisis Mengelola Pemasok

− Diagram Sekuensial

(52)

E-19 6. Use Case Mengembalikan Barang

− Diagram Kelas

(53)

E-20 − Diagram Sekuensial

(54)

E-21 7. Use Case Menukar Barang

− Diagram Kelas

(55)

E-22 − Diagram Sekuensial

Gambar

Gambar A-1 merupakan struktur organisasi RS Advent Bandung. Bagian pengadaan berada di bawah fungsi keuangan (biro)
Gambar  B-3  hingga  Gambar  B-7  merupakan  dekomposisi  dari  proses  A4  pembelian  barang
Gambar B-4 Pembelian barang farmasi pada jam kerja
Gambar B-5 Pembelian Barang Just in Time
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menghidupkan kembali, masyarakat adat Baranusa telah bersepakat bersama Pemerintah Kecamatan Pantar Barat mapun ke-5 (lima) Pemerintah Desa yang merupakan

Perkembangan era informasi telah meletakan sebuah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan dalam menganalisis kelayakan suatu usaha budidaya di bidang perikanan. Aplikasi ini

Penelitian ini merupakan studi kasus pada pengadaan barang di “Pusdiklat Tekfunghan”. Pada proses pengadaan barang, proses permintaan barang masih dilakukan secara

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis dijelaskan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan ekspresi Her- 2/Neu, skor Gleason dan kejadian metastasis tulang pada adenokarsinoma prostat

Berdasarkan data pada tabel 6 diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) antara return on equity dan dividend payout ratio dengan nilai perusahaan sebesar 0,734

[r]

Aspek konstruk dalam soal evaluasi belajar ini meliputi sepuluh butir indikator, yaitu pokok soal dirumuskan secara jelas, rumusan pokok soal dan pilihan jawaban