Ima
Imam m al-al-GhaGhazalzali i dadalamlam al-mustashfaal-mustashfa, , ImImam am alal-Sy-Syatatibibi i dadalalamm al- al-Muwafaqat
Muwafaqat dan ulama sekarang seperti Abu Zahrah dan Abdul Wahab Khalaf dan ulama sekarang seperti Abu Zahrah dan Abdul Wahab Khalaf
menj
menjelaskelaskan lebih an lebih konkkonkret tentanret tentang g ukuraukuran dari kemaslan dari kemaslahatan ini, yang apabihatan ini, yang apabilala disimpulkan, maka persyaratan kemaslahatan tersebut adalah sebagai berikut: disimpulkan, maka persyaratan kemaslahatan tersebut adalah sebagai berikut:
1.
1.
Kemaslahatan itu harus sesuai Kemaslahatan itu harus sesuai dengandengan maqashid al-syari’ah,maqashid al-syari’ah, semangat ajaran,semangat ajaran,dalil-dalil
dalil-dalilkullikulli dan dalildan dalil qoth’iqoth’i baik baik wurud wurud maupun dalalahnya.maupun dalalahnya.
2.
2. KemKemaslaslahahataatan n itu haruitu harus s meymeyakiakinkankan, n, artartinyinya a kemkemasaslahlahataatan n itu berditu berdasaasarkarkann penelitian yang cermat dan akurat sehingga tidak meragukan bahwa itu bisa penelitian yang cermat dan akurat sehingga tidak meragukan bahwa itu bisa
mendatangka
mendatangkan n manfaat dan manfaat dan menghindarkamenghindarkan mudarat.n mudarat. 3.
3. KemKemaslaslahahataatan n itu membitu membawa kemawa kemudaudahan dan bukahan dan bukan n memendandatantangkagkan n keskesuliulitantan yang diluar batas, dalam arti
yang diluar batas, dalam arti kemaslahatakemaslahatan itu n itu bisa dilaksanakan.bisa dilaksanakan. 4.
4. KemaKemaslahslahatan iatan itu memtu memberi maberi manfaanfaat kept kepada seada sebagibagian bean besar masar masyarasyarakat bkat bukanukan kepada sebagian kecil masyarakat. [29-30]
kepada sebagian kecil masyarakat. [29-30]
Dari segi syariah, kemaslahatan dibedakan menjadi tiga, ada yang wajib Dari segi syariah, kemaslahatan dibedakan menjadi tiga, ada yang wajib mel
melakaksansanakakannannya, ya, ada ada yanyang g sunsunnah nah memelaklaksansanakaakannynnya, a, dan dan adada a yayang ng mubmubahah m
meellaakkssaannaakkaannnnyaya. . DDeemmiikkiiaan n ppuulla a kkeemmaafsfsaaddaattaann, , aadda a yyaanng g hhaarraamm melaksanak
melaksanakannya dan annya dan ada yang ada yang makruh melaksanakannyamakruh melaksanakannya. . [28][28]
Sesuai dengan tujuan-tujuan tersebut, maka wasilah atau cara dalam Sesuai dengan tujuan-tujuan tersebut, maka wasilah atau cara dalam menuju kemaslahatan/ kemafsadatan itu pun disesuaikan dengan tujuannya. Dari menuju kemaslahatan/ kemafsadatan itu pun disesuaikan dengan tujuannya. Dari hubungan antara maqashid/tujuan ini
hubungan antara maqashid/tujuan ini memunculkan kaidah-kaidah seperti:memunculkan kaidah-kaidah seperti:
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
““ Bagi setiap wasilah (media) hukumnya adalah sama dengan hukum Bagi setiap wasilah (media) hukumnya adalah sama dengan hukum tujuan
tujuan”.[31]”.[31]
B.
B.Al-Qawa’id Al-Khamsah (Lima Kaidah Asasi)Al-Qawa’id Al-Khamsah (Lima Kaidah Asasi) 1.
1. KaidKaidah ah AsasAsasi i PerPertamatama
ااههََددِِ
ِِ ااققََمم ِِ ِِ ررُُ
ْْ
ُُ
ُُ
“Segala perkara tergantung niatnya” “Segala perkara tergantung niatnya”
Dikalangan ulama-ulama Syafi’iyyah, niat diartikan dengan bermaksud Dikalangan ulama-ulama Syafi’iyyah, niat diartikan dengan bermaksud melakukan sesuatu disertai dengan pelaksanaannya. Dikalangan mazhab Hanbali melakukan sesuatu disertai dengan pelaksanaannya. Dikalangan mazhab Hanbali menyatakan bahwa tempat niat ada di dalam hati, karena niat adalah perwujudan menyatakan bahwa tempat niat ada di dalam hati, karena niat adalah perwujudan dari maksud dan tempat dari maksud adalah hati. Jadi apabila meyakini/beritikad dari maksud dan tempat dari maksud adalah hati. Jadi apabila meyakini/beritikad di dalam hatinya itupun sudah cukup; dan wajib niat didahulukan dari perbuatan. di dalam hatinya itupun sudah cukup; dan wajib niat didahulukan dari perbuatan. [34]
[34]
Adapun fungsi niat adalah sebagai berikut: Adapun fungsi niat adalah sebagai berikut:
Untuk membedakan antara ibadah dan Untuk membedakan antara ibadah dan adat kebiasaanadat kebiasaan
Untuk membedakan kualitas perbuatan, baik Untuk membedakan kualitas perbuatan, baik kebaikan ataupun kejahatankebaikan ataupun kejahatan
Untuk menetukan sah atau tidaknya suatu perbuatan ibadah tertentu sertaUntuk menetukan sah atau tidaknya suatu perbuatan ibadah tertentu serta
membedaka
membedakan yang wajib n yang wajib dari yang sunnah. [35-36]dari yang sunnah. [35-36]
Dikalangan para ulama ada kesepakatan bahwa suatu perbuatan ibadah Dikalangan para ulama ada kesepakatan bahwa suatu perbuatan ibadah adalah tidak sah tanpa disertai niat, kecuali untuk beberapa hal saja. Kekecualian adalah tidak sah tanpa disertai niat, kecuali untuk beberapa hal saja. Kekecualian kaidah tersebut diantaranya:
kaidah tersebut diantaranya:
Sesuatu yang jelas-jelas ibadah bukan adat, sehingga tidak bercampur denganSesuatu yang jelas-jelas ibadah bukan adat, sehingga tidak bercampur dengan
yang lain. Dalam hal ini tidak diperlukan niat, seperti iman kepada Allah, yang lain. Dalam hal ini tidak diperlukan niat, seperti iman kepada Allah, adz
adzan, an, iqaiqamahmah, , memmembacbaca a al-al-QurQur’an ’an keckecualuali i apaapabilbila a memmembacbacanyanya a daldalamam rangka nadzar, dan
rangka nadzar, dan sebagainyasebagainya..
Tidak diperlukan niat didalam meninggalkan perbuatan buruk, karena denganTidak diperlukan niat didalam meninggalkan perbuatan buruk, karena dengan
tidak melakukan perbuatan tersebut sudah
tidak melakukan perbuatan tersebut sudah tercapai maksudnya.tercapai maksudnya.
KelKeluar uar dadari ri shashalat lat tidtidak ak dipdiperlerlukaukan n nianiat, t, kakarenrena a nianiat t dipdiperlerlukaukan n dadalamlam
melakukan suatu perbuatan bukan untuk
melakukan suatu perbuatan bukan untuk meninggalkameninggalkan suatu n suatu perbuatan. [36]perbuatan. [36] Dasar kaidah “
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Art
Artinyinya: a: ““ Pa Padahdahal al mermereka eka tidtidak ak disdisuruuruh h keckecualuali i supsupaya aya menmenyemyembah bah AllaAllah h dendengangan mem
memurnurnikaikan n ketketa`aa`atan tan kepkepadaada-Ny-Nya a daldalam am (me(menjanjalanlankankan) ) agaagama ma dendengangan lurus”.
lurus”.(QS al-Bayyinah: 5)(QS al-Bayyinah: 5)
ى
ى
ََننََاا
ََ ٍٍ
ِِ
ْْ
ّّ كك
ُُ للِِ اامم ََننإإِِووََ ت
ت
ِِ ااييننااِِ ُُااممََععْْ
للْْ ااممََننإإِِ
ُُ
ُُ
ََ
ْْ
ِِ
ََ
ِِ للِِ
ْْ س
سُُررُُووََ
ِِ
لل
للََإإِِ
ُُ ُُ
ََ
ْْ ههِِ
ْْ ننََااََ
ْْ ممََ
ََ
ااييََننْْددُُ
لل
ُُ
ُُ
ََ
ْْ ههِِ
ْْ ننََاا
ََ
ْْ
ََووََ
ِِ للِِ
ْْ
س
سُُررُُووََ
ِِ
لل
للََإإِِ
ِِ ييْْللََإإِِ
ََ
ََ ههََااََ
للََإإِِ
ُُ ُُ
ََ
ْْ
ِِ
ََ اا
ََ
ُُ ككِِ
ْْ ََ ةةٍٍأأََررََووََْْ اا ََ
ُُييْْص
ص
ََ ُُ
Artinya: “Artinya: “Setiap perbuatan itu bergantung kepada niatnya dan bagi setiap orang sesuaiSetiap perbuatan itu bergantung kepada niatnya dan bagi setiap orang sesuai dengan niatnyan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka dengan niatnyan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena mengharapkan kepentingan dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka mengharapkan kepentingan dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang diniatkannya”.
hijrahnya kepada yang diniatkannya”. (HR Bukhari Muslim dari Umar bin(HR Bukhari Muslim dari Umar bin
Khattab) [37-38] Khattab) [37-38]
Adapun yang termasuk dalam lingkungan kaidah tentang niat ini, Adapun yang termasuk dalam lingkungan kaidah tentang niat ini, diantarnya kaidah-kaidah berikut ini:
diantarnya kaidah-kaidah berikut ini:
ننِِاا ََممََللووََ ظ
ظ
ِِ ااففََلل
ََللِِ
ََ
ننِِاا
ََممََللووََ ددِِص
ص
ِِ ققََمم ََ
ِِلل
ِِ
ْْققُُ ُُلل
ْْ
ِِ ةةُُ
ََ
ْْ
ِِلل
“Pe
“Pengengertirtian an yanyang g diadiambmbil il dardari i suasuatu tu tujtujuanuannya nya bukbukan an semsemataata-ma-mata ta katakata-ka-kata ta dandan ungkapannya”
ungkapannya”
ِِييََننااِِ إإِِ
ََ
ََثثََ
ََ
“Tidak ada pahala kecuali dengan niat”
“Tidak ada pahala kecuali dengan niat” [38-39][38-39]
ب
ب
ِِ
ْْققََلل
ْْ
ِِ ااََ
ُُ
ََ
ََ
ْْممََللُُااََ ب
ب
ُُ
ْْققََللووََ ُُاا
ََ
ِِلل
ََ
ََ
ََخخ
للََ
“Apabila berbeda antara apa yang diucapkan dengan apa yang ada dalam hati “Apabila berbeda antara apa yang diucapkan dengan apa yang ada dalam hati (diniatkan), maka yang dianggap benar adalah apa yang ada dalam hati”
(diniatkan), maka yang dianggap benar adalah apa yang ada dalam hati”
ٍٍ
ََممْْججُُ
ِِ ُُززُُ
ْْ ََ اامم ََننإإِِ ءءٍٍززْْ ججُُ
ّّ
ُُ
ْْ
ِِ ةةََِِاا
ََللِِ
ُُ
يي ََننِِ ُُززََ
ْْ ََََ
ُُ
ُُ
ََففََْْااََ
“T“Tididak ak wawajijib b niniat at ibibadadah ah dadalalam m sesetitiap ap babagigianan, , tetetatapi pi niniat at wawajijib b dadalalamm keseluruhan yang dikerjakan”
keseluruhan yang dikerjakan”
ةة
ََممْْ
ُُللووََ
ّّ
ََ لل
إإِِ ددٌٌ
ِِووََ
ٌٌييننِِ ااممََ
ِِ ْْززِِ
ْْ ََ
ََ
ََ
ِِ ييْْض
ض
ََ
ّّففََََ
ُُ
“Set
“Setiap dua iap dua kewakewajibajiban n tidtidak ak bolboleh eh dengdenga a satu niat, kecualsatu niat, kecuali i ibadibadah ah hajhaji i dandan umrah”
umrah” [40][40]
ِِ ييََ
ّّلل
ِِ
ََ ممُُ ِِ
ِِ
ِِ
ْْ أأََ
ْْ ععََ
ُُ ققِِ
ََ
ْْ ََ
ََ
ََ
ٌٌ
ْْ أأََ
ُُللََ
ََااََااََ
ُُ
“Setiap perbuatan asal/pokok, maka tidak bisa berpindah dari yang asal karena “Setiap perbuatan asal/pokok, maka tidak bisa berpindah dari yang asal karena
semata-Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
“Maksud yang terkandung dalam ungkapan kata sesuai dengan niat orang yang “Maksud yang terkandung dalam ungkapan kata sesuai dengan niat orang yang mengucapkan”
mengucapkan”
ددِِ
ِِ ااققََممََ للووََ ظ
ظ
ََ ااففََللََ
ََععََ
ٌٌيي
ِِ
ْْ
ََ ُُااممََ ْْ
ََ
“Sumpah itu harus berdasarkan kata-kata dan maksud” “Sumpah itu harus berdasarkan kata-kata dan maksud” [41][41]
2.
2. KaiKaidah Adah Asassasi Kei Keduadua
ش
ش
للااِِ ُُززََ ََُُ
ُُ ييْْققِِييََللََ
“Keyakinan tidak bisa hilang karena adanya keraguan” “Keyakinan tidak bisa hilang karena adanya keraguan” [42][42]
Dasar kaidah ini diantaranya adalah hadits-hadits berikut ini: Dasar kaidah ini diantaranya adalah hadits-hadits berikut ini:
ََ
ُُ ْْ
ِِ ُُ
ََ ااََ للََإإِِ
ََ
ُُ ْْ
ِِ ُُ ااََ ََْْ
Artinya: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, berpindahlah kepada Artinya: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, berpindahlah kepada
yang tidak meragukanmu”. yang tidak meragukanmu”.
ااثثًً
ََ ثثََ
ََ
ْْ
ََررِِددْْ ََ
ْْ
ََ ََ
ِِ ِِ
ََ
ََ
ْْ
ِِ
ْْ
ُُددُُ
ََأأََ
ََ ذذََإإِِ
وورر)
)
ََ ققََيي ْْ
ََس
س
ْْ ااََ
ََععََ
ِِ
ْْييََللْْووََ
ش
شلل
ْْ
ََط
ْْ ييََ
ط
ْْ ََ اا ًً ََررْْأأََ
(
(
ّّ ررِِددْْ
ُُ للْْ ددٍٍييْْ
ِِس
س
ََ
ْْ ِِأأََ
عع
Artinya: “Apabila seseorang ragu mengerjakan shalat, dia lupa berapa Artinya: “Apabila seseorang ragu mengerjakan shalat, dia lupa berapa
raka’at dia telah melakukan shalatnya, apakah telah
raka’at dia telah melakukan shalatnya, apakah telah tiga raka’at tiga raka’at atau
atau empaempat t rakaraka’at. ’at. Maka Maka hilahilangkangkanlah nlah kerakeraguanguannya nya (emp(empat at raa’at) dan tetaplah dengan apa yang dia yakini”
raa’at) dan tetaplah dengan apa yang dia yakini” (HR Muslim(HR Muslim
dari Abu Sa’id Al-Khudri) [44] dari Abu Sa’id Al-Khudri) [44] Yang dimaksud dengan yakin disini
Yang dimaksud dengan yakin disini adalah:adalah:
ييْْللِِددلل ووْْأأََ
ََ
ََللااِِ اا ًً ِِااثثََ ََااََ ااََ
ََههُُ
“Se
“Sesuasuatu tu yayang ng paspastiti, , dendengan gan dasdasar ar pempemerieriksaksaan an ataatau u dendengan gan dasdasar ar daldalil il (bukti)”.
(bukti)”. [44][44]
Dari kaidah asasi
Dari kaidah asasi alal-ya-yaqiqin n la la yuyuzal zal bi bi alal-sy-syak ak ini kemudian munculini kemudian muncul
kaidah-kaidah yang lebih sempit r
kaidah-kaidah yang lebih sempit ruang lingkupnya. Misalnya:uang lingkupnya. Misalnya:
ِِ
ِِ
ْْ
ِِ
ِِ ييْْققِِييََللااِِ
ُُززََ ُُ
ُُ ييْْققِِييََللََ
“Apa yang yakin bisa hilang karena adanya bukti lain yang meyakinkan pula” “Apa yang yakin bisa hilang karena adanya bukti lain yang meyakinkan pula”
[47] [47]
ٍٍ ييْْققِِييََ ِِ
إإِِ ُُففََْْ
ْْ ُُ
ََ
ٍٍ ييْْققِِييََ ِِ
ََ
ْْثثََااََ ْْأأََ
“Apa yang
“Apa yang diteditetapktapkan an atas dasar keyakinatas dasar keyakinan an tida bisa tida bisa hilahilang ng kecukecuali ali dengdenganan keyakinan lagi”
keyakinan lagi”
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
ُُ
ُُييّّغغََ ُُااََ
ْْ ككُُ ََ
ْْ للََااََ
ََااََااََ
ََععََ ََااََااََ ءءُُااققََ ََ
ُُ
ْْ
ََ
“Hukum asal itu tetap dalam keadaan tersebut selama tidak ada hal lain yang “Hukum asal itu tetap dalam keadaan tersebut selama tidak ada hal lain yang mengubahnya”
mengubahnya”
ُُددََ
ََلل
ِِ ض
ض
ََ ررِِاا
ََلل ت
ت
ِِ ااففََص
صِِ لل
ْْ
ِِ
ُُ
ْْ
ََ ََ
“Hukum asal pada sifat-sifat yang datang kemudian adalah tidak ada”
“Hukum asal pada sifat-sifat yang datang kemudian adalah tidak ada” [49][49]
ِِ ِِااََووأأََ
ِِ
ََ
ْْأأََ
للََإإِِ
ِِ ِِاا
ََ لل
ُُ
ََااض
ض
ََ إإِِ
ُُ
ْْ
ََ ََ
“Hukum asal adalah penyandaran suatu peristiwa kepada waktu yang lebih dekat “Hukum asal adalah penyandaran suatu peristiwa kepada waktu yang lebih dekat kejadiannya” kejadiannya” [50][50]
ََععََ
ُُ ييْْللِِدد
لل
ددُُ
ََ
ََ
ُُ
ََااََِِ ءءِِااييََ
ْْ
ََ
ْْ
ِِ
ُُ
ْْ
ََ ََ
ِِ
ِِ
ْْ
ََلل
“Hu“Hukum kum asasal al segsegala ala sesesuasuatu tu ititu u adaadalah lah kebkeboleolehan han samsampai pai ada ada daldalil il yanyang g menunjukan keharamannya”
menunjukan keharamannya” [51][51]
ُُققََيي ْْققِِ
ََ لل
ِِ
ََ ككََلل
ْْ
ِِ
ُُ
ْْ
ََ ََ
“Hukum asal dari suatu kalimat adalah arti yang sebenarnya” “Hukum asal dari suatu kalimat adalah arti yang sebenarnya”
ُُءءُُااط
طََ خخََ
ُُ
ََ
ْْ ََ ْْ ِِلل
ّّ
ََ للااِِ ةةََ
ََ
ْْععََِِ
“Tidak dianggap (diakui), persangkaan yang jelas salahnya” “Tidak dianggap (diakui), persangkaan yang jelas salahnya” [53][53]
ِِ هه
ََ
ِِلل ةةََ
ََ
ْْععِِ ََ
“Tidak diakui adanya waham (kira-kira)” “Tidak diakui adanya waham (kira-kira)”
ِِ
ِِ
ََ خخِِ
ََععََ
ُُ ييْْللِِددلل
ْْققََُُ
ْْ للََااََ ِِءءِِااققََ ََ ََ
ُُ ككََ
ْْ ُُ
ٍٍ
ََززََ ِِ
ََ
ََثثََااََ
“A
“Apa pa yayang ng diditetetatapkpkan an beberdrdasasararkakan n wawaktktu, u, mamaka ka huhukukumnmnya ya diditetetatapkpkanan berdasarkan berlakunya waktu tersebut selama tidak ada dalil yang bertentangan berdasarkan berlakunya waktu tersebut selama tidak ada dalil yang bertentangan dengannya”
dengannya” [54][54] 3.
3. KaiKaidah Adah Asassasi Keti Ketigigaa
ُُييْْ
ِِ ييْْ
ََلل ب
ب
ُُ
ِِ
ْْ ََ
ُُققش
ش
ََ ممََلل
“Kesulitan mendatangkan kemudahan” “Kesulitan mendatangkan kemudahan” Al-Masyaqqah
Al-Masyaqqah menurut bahasa adalah al-ta’ab yaitu kelelahan, kesulitan,menurut bahasa adalah al-ta’ab yaitu kelelahan, kesulitan,
dan kesukaran. Sedangkan
dan kesukaran. Sedangkan al-taysir al-taysir secara etimologis berarti kemudahan. Dalamsecara etimologis berarti kemudahan. Dalam
ilmu fiqh, kesulitan yang membawa kemudahan setidaknya ada ada tujuh macam, ilmu fiqh, kesulitan yang membawa kemudahan setidaknya ada ada tujuh macam, yaitu:
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
c.
c. KeadKeadaan terpaan terpaksa yang meaksa yang membahmbahayakayakan hidupnan hidupnya.ya.
d.
d.
Lupa (Lupa (al-nisyanal-nisyan).).e.
e.
KetidaktahuanKetidaktahuan(al-jahl).(al-jahl). ff.. umumum um alal-B-Balalwawa..
g.
g.
KekurangmampKekurangmampuan bertindak hukum uan bertindak hukum ((al-naqashal-naqash). [55-57]). [55-57]Yan
Yang g dikdikehehendendaki aki kaikaidah dah ini ini adaadalah lah bahbahwa wa kitkita a daldalam am melmelaksaksanaanakankan ibadah itu tidak
ibadah itu tidak ifrathifrath (melampaui batas) dan tidak (melampaui batas) dan tidak tafrithtafrith (kurang dari batas).(kurang dari batas).
Oleh Karena itu, para ulama membagi
Oleh Karena itu, para ulama membagi MasyaqqahMasyaqqah ini menjadi tiga tingkatan,ini menjadi tiga tingkatan,
yaitu: yaitu:
a.
a.
Al-Al-MasyaqqahMasyaqqah al-‘Azhimmah (kesulitan yang sangat berat).al-‘Azhimmah (kesulitan yang sangat berat). MasyaqqahMasyaqqahsemacam ini membawa keringanan. semacam ini membawa keringanan.
b.
b.
Al-Al-MasyaqqahMasyaqqah alal-M-Mututawawasasitithahah h (kes(kesululititan an yayang ng pepertrtenengagahahan)n).. MasyaqqahMasyaqqah semsemacaacam m ini ini harharus us dipdipertertimbimbangangkakan, n, apaapabilbila a leblebih ih dekdekatat
kepada
kepada MasyaqqahMasyaqqah yanyang g sasangangat t berberat, at, makmaka a ada ada kemkemudaudahahan n disdisituitu..
Apa
Apabilbila a leblebih ih dekdekat at kepkepadad MasyaqqahMasyaqqah yayang ng rinringangan, , mamaka ka tidtidak ak adadaa
kemudahan disitu. kemudahan disitu.
c.
c.
Al-Al-MasyaqqahMasyaqqah al-Khafifah (kesulitan yang ringan.al-Khafifah (kesulitan yang ringan. MasyaqqahMasyaqqah semacamsemacamini tidak ada kemudahan. [57-58] ini tidak ada kemudahan. [57-58] Ad
Adapapun un kekeriringngananan an atatau au kekemumudadahahan n kakarerena na adadananyaya MasyaqqahMasyaqqah
setidaknya ada tujuh macam, yaitu: setidaknya ada tujuh macam, yaitu:
a.
a.
Takhfif isqath,Takhfif isqath, yaitu keringanan dalam bentuk yaitu keringanan dalam bentuk penghapusapenghapusan.n.b.
b.
Takhfif tanqish,Takhfif tanqish, yaitu keringanan berupa yaitu keringanan berupa penguranganpengurangan..c.
c.
Takhfif ibdal,Takhfif ibdal, yaitu keringanan berupa yaitu keringanan berupa penggantian.penggantian.d.
d.
Takhfif taqdim,Takhfif taqdim, yaitu keringanan dengan cara yaitu keringanan dengan cara didahulukandidahulukan..e.
e.
Takhfif ta’khir,Takhfif ta’khir, yaitu keringanan dengan cara diakhirkan.yaitu keringanan dengan cara diakhirkan.f.f.
Takhfif tarkish,Takhfif tarkish, yaitu keringanan karena rukhsah.yaitu keringanan karena rukhsah.g.
g.
Takhfif taghyir,Takhfif taghyir, yaitu keringanan dalam bentuk berubahnya cara yangyaitu keringanan dalam bentuk berubahnya cara yangdilakukan. [58-59] dilakukan. [58-59]
Ap
Apabiabila la kaikaidadah h ini ini dikdikembembalialikan kan kepkepadada a Al-Al-QurQur’an ’an dan dan Al-Al-HadHaditsits,, ternyata banyak ayat dan hadits nabi yang menunjukkan akurasi kaidah “ ternyata banyak ayat dan hadits nabi yang menunjukkan akurasi kaidah “al-
al-Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Artinya:
Artinya: “Dia sekali-“Dia sekali-kali tidak kali tidak menjmenjadikadikan an untuuntuk k kamu dalam kamu dalam agamagama a suatsuatuu kesempitan”.
kesempitan”. (QS al-Hajj: 78)(QS al-Hajj: 78)
…
…
…
…ررََسسْْععُُللْ ْ
ُُككُُ ِ ِ ددُُييررِِييُ
ُ ََووَ َ ررََسسْْ ُُللْ
ْ ُُككُُ ِ ِ
ددُُييررِِييُُ
Artinya:
Artinya: “Al“Allalah h menmengheghendandaki ki kemkemududahaahan n bagbagimu imu dan dan titidak dak menmengheghendandakiki kesulitan bagimu”.
kesulitan bagimu”. (QS al-Baqarah: 185)(QS al-Baqarah: 185)
أأ
ُُففّّ ََ ُُ
ََ ووََ ووْْ
ُُش
شّّ ََووََ ووْْ
ُُ
ّّ
ََ ُُ
ََ ووََ ووْْ
ُُ
ّّ ََ
Artinya:
Artinya: “M“Mududahahkkananllah ah memererekka a dadan n jajanngagan n kkaamu mu memennyyululiittkkan an ddanan ge
gembimbirakrakanlanlah ah dan dan jajangangan n menmenyebyebabkabkan an mermerekeka a lalari”ri”.. (H(HR R al
al--Bukhari) [59-60] Bukhari) [59-60] Dari kaidah “
Dari kaidah “al-masyaqqah tajlib taysir al-masyaqqah tajlib taysir ” kemudian dimunculkan kaidah-” kemudian dimunculkan
kaidah-kaidah cabangnya dan bisa disebut
kaidah cabangnya dan bisa disebut dhabit dhabit karena hanya berlaku pada bab-babkarena hanya berlaku pada bab-bab
tertentu, diantarnya: tertentu, diantarnya:
ََ
ََ إإِِ
ُُ
ْْ
ََ
ََ ااض
ض
ََ ذذََإإِِ
“Apa“Apabilbila a suasuatu tu perperkara kara menjmenjadi adi sempisempit t maka maka hukuhukumnya mnya hukuhukumnya mnya melumeluas”as”
[61]
[61]
ِِددََ
ََلل
للََإإِِ
ُُص
ص
ََ ُُ
ُُ
ْْ
ََ ررََ ََ
ََ ََ ذذََإإِِ
“Apabila yang asli sukar dikerjakan maka berpindah kepada penggantinya” “Apabila yang asli sukar dikerjakan maka berpindah kepada penggantinya” [62][62]
ُُ
ْْععََ
ْْففُُ
ْْ
ََ
ُُ
ِِْْ ْْ
ُُ
ََ
لل
ْْ ككِِممْْ ُُ
ََ ااََ
“Ap
“Apa a yanyang g titidak dak munmungkigkin n menmenjajaganganya ya (m(mengenghinhindardarkakannynnya)a), , makmaka a hal hal itituu dimaafkan ”
dimaafkan ”
ص
ص
ِِ
ََممََللااِِ
ُُ اا ََ ََُُ
ََ خخْْ
لل
“Keringanan itu tidak dikaitkan dengan kemaksiatan” “Keringanan itu tidak dikaitkan dengan kemaksiatan” [63][63]
ِِاا
ََ ممََلل
ََ للإإِِ ررُُااص
ص
ََ ُُ
ُُققََييْْققِِ
ََ لل ت
ت
ْْ ررََ
ََ
ََ ََ ذذََإإِِ
“Apabila suatu kata sulit diartikan dengan arti yang sesungguhya, maka kata “Apabila suatu kata sulit diartikan dengan arti yang sesungguhya, maka kata tersebut berpindah artinya kepada arti kiasannya”
tersebut berpindah artinya kepada arti kiasannya”
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
ااههََ
ِِ ييْْ
ََ
ْْ
ِِ
ُُففََ ََغغْْ ُُ
ََ ااََ ِِ
ِِلل
ََ
لل
ْْ
ِِ
ُُففََ ََغغْْ ُُ
“Dapat dimaafkan pada hal yang mengikuti dan tidak dimaafkan pada yang “Dapat dimaafkan pada hal yang mengikuti dan tidak dimaafkan pada yang lainnya ”
lainnya ” [65][65] 4.
4. KaidKaidah ah AsasAsasi i KeeKeempatmpat
ُُززََ ُُ ررُُ
ََ
ََ لل
“Kemudaratan (harus) dihilangkan”. “Kemudaratan (harus) dihilangkan”.
Kai
Kaidah dah tertersebsebut ut kemkembalbali i kepkepada ada tujtujuan uan mermerealealisaisasiksikanan maqmaqasiasid d al- al-Syari’ah
Syari’ah dedengngan an memenonolalak k yayangng mufsadat,mufsadat, dendengagan n cacara ra memenghnghilailangkngkanan
kemudharata
kemudharatan n atau setidaknya atau setidaknya meringankannmeringankannya.ya.
Contoh-contoh dibawah ini antara lain memunculkan kaidah diatas: Contoh-contoh dibawah ini antara lain memunculkan kaidah diatas:
-- LaLararangngan an memeninimbmbun un babararangng-b-bararanang g kekebubututuhahan n popokokok k mamasysyararakakatat karena perbuatan tersebut mengakibatkan kemudharatan bagi rakyat. karena perbuatan tersebut mengakibatkan kemudharatan bagi rakyat. -- AdAdananya berya berbabagagai i mamacacam m sasanknksi dalsi dalam fiqam fiqh h jijinanayayah h (h(hukukum pidum pidananaa
Islam) adalah juga
Islam) adalah juga untuk menghilangkan kemudhratan.untuk menghilangkan kemudhratan.
-- AdAdananya ya atatururanan alhajr alhajr (k(kepepaiailitlitanan) ) jujuga ga didimamaksksududkakan n ununtutuk k
menghilangkan kemudhara
menghilangkan kemudharatan. Demikian pula tan. Demikian pula aturan hak aturan hak syuf’ah. syuf’ah.
Kaidah tersebut diatas sering diungkapkan dengan apa yang tersebut Kaidah tersebut diatas sering diungkapkan dengan apa yang tersebut dalam hadits:
dalam hadits:
ررََ
ََض
ض
ِِ
ََ ووََ ررََ
ََض
ض
ََ
ََ
Artinya: “Tidak boleh memudharatkan dan tidak boleh di mudharatkan”.
Artinya: “Tidak boleh memudharatkan dan tidak boleh di mudharatkan”. (HR.(HR.
Hakim dan lainnya dari Abu Sa’id al-Khudri, HR. Ibnu Majah dari Ibnu Hakim dan lainnya dari Abu Sa’id al-Khudri, HR. Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas) [67-68]
‘Abbas) [67-68]
Ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits yang mendukung kaidah tersebut antara lain: Ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits yang mendukung kaidah tersebut antara lain:
...
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
ٌٌ
ََ
ََ
ْْ ككُُض
ض
ََ
ََععْْإإِِووََ
ْْ ككُُللََ
ََ
أأََووََ
ْْ
ُُءءََااََِِ إإِِ
Artinya: “Sesungguhnya darah-darah kamu semua, harta-harta kamu semua, dan Artinya: “Sesungguhnya darah-darah kamu semua, harta-harta kamu semua, dan
kehormatan kamu semua adalah haram diantara kamu semua”
kehormatan kamu semua adalah haram diantara kamu semua” (HR. Muslim)(HR. Muslim)
[69-70] [69-70]
Kekecualian dari kaidah diatas pada
Kekecualian dari kaidah diatas pada prinsipnya adalah:prinsipnya adalah:
ApApababilila a memengnghihilalangngkakan n kekemumudhdhararatatan an memengngakakibibatatkakan n dadatatangngnynyaa
kemudharatan yang lain yang sama tingkatannya, maka hal itu tidak boleh kemudharatan yang lain yang sama tingkatannya, maka hal itu tidak boleh dilakukan.
dilakukan.
Apabila dalam Apabila dalam menghilangkamenghilangkan n kemudharatan menimbulkan kemudharatankemudharatan menimbulkan kemudharatan
lain yang lebih besar atau lebih tinggi tingkatannya, maka hal itu tidak lain yang lebih besar atau lebih tinggi tingkatannya, maka hal itu tidak boleh dilakukan.
boleh dilakukan.
Dalam menghilangkan kemudharatan, dilarang melampaui batas Dalam menghilangkan kemudharatan, dilarang melampaui batas dan betul-dan
betul- betul tidak ada jalan lain
betul tidak ada jalan lain kecuali melakukan perbuatan yang dilarang itulahkecuali melakukan perbuatan yang dilarang itulah satu-satunya jalan. [70-71]
satu-satunya jalan. [70-71]
Kaidah-kaidah yang merupakan cabang dari kaidah
Kaidah-kaidah yang merupakan cabang dari kaidah ”al-dharar ”al-dharar yuzal”,
yuzal”, diantaranya adalah sebagai berikut :diantaranya adalah sebagai berikut :
ت
ت
ِِ ررََ
ْْ
ُُ
ْْ ممََلل ححُُييْْ
ِِ ُُ ت
ت
ُُ ررََوو
ُُ
لل
“Kemudharatan itu membolehkan hal-hal yang dilarang” “Kemudharatan itu membolehkan hal-hal yang dilarang” [72][72]
ااههََررِِددََققََِِ ررُُددققََُُ ت
ت
ُُ ررََوو
ُُ
لل
“Keadaan darurat ukurannya ditentukan menurut kadar kedaruratannya” “Keadaan darurat ukurannya ditentukan menurut kadar kedaruratannya”
ِِااككََ
ِِْْ ررِِددْْققََِِ ُُززََ ُُ ررُُ
ََ
ََ لل
“Kemudharatan harus ditolak dalam batas-batas yang memungkinkan” “Kemudharatan harus ditolak dalam batas-batas yang memungkinkan”
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
“Kedudukan kebutuhan itu menempati kedudukan darurat baik umum amupun “Kedudukan kebutuhan itu menempati kedudukan darurat baik umum amupun khusus”
khusus” [76][76]
ََ
ْْ
ََ ححْْ
ََ
ََ
ْْ ُُ
ْْ
للََ
ِِ
ججََاا
ََ للووََ ةةِِررََووْْ
ُُ
ِِلل
ْْ
ََ ييْْ ِِأأُُ
ٍٍ ص
ص
ََ خخْْررُُ
ُُ
ااههََِِوو
ْْ ججووُُ
“Setiap keringanan yang dibolehkan karena darurat atau karena al-hajah tidak “Setiap keringanan yang dibolehkan karena darurat atau karena al-hajah tidak boleh dilaksanakan sebelum terjadinya kondisi darurat atau al-hajah”
boleh dilaksanakan sebelum terjadinya kondisi darurat atau al-hajah” [77][77]
ُُ
ْْععََ
ْْ
ِِ
ْْ
ََ ااًً
ََ
ََ
ََ
ََْْ ووََْْ ًًاا
ََ
ََ
ججََ
ٍٍ
ص
ص
ََ ََ
ُُ
“S
“Setetiaiap p titindndakakan an huhukukum m yayang ng memembmbawawa a kekemamafsfsadadatatan an atatau au memenonolalak k kemaslahatan adalah dilarang”
kemaslahatan adalah dilarang” [78][78] 5.
5. KaiKaidah Adah Asassasi Keli Kelimimaa
ٌٌممََكك
ََ
ُُ ةةََُُاا
ََلل
“Adat (dipertimbangkan didalam) menetapkan hukum” “Adat (dipertimbangkan didalam) menetapkan hukum”
Ketika kaidah ini dikembalikan kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Ketika kaidah ini dikembalikan kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi, ternyata banyak ayat-ayat Al-Qur’an
Nabi, ternyata banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang dan Hadits Nabi yang menguatkanmenguatkannya.nya. Sehingga kaidah tersebut setelah dikritisi dan diasah oleh para ulama sepanjang Sehingga kaidah tersebut setelah dikritisi dan diasah oleh para ulama sepanjang sejarah hukum islam, akhirnya menjadi
sejarah hukum islam, akhirnya menjadi kaidah yang mapan.kaidah yang mapan. Diantara ayat Al-Qur’an dan Hadits
Diantara ayat Al-Qur’an dan Hadits tersebut adalah sebagai berikut:tersebut adalah sebagai berikut:
ََ يي
ِِههِِاا
ََ للْْ
ِِ ععََ
ْْ
ِِ ععْْأأََووََ
ِِ
ْْ
ُُللْْااِِ
ْْ
ُُأأْْووََ
ََففْْ ََللْْ
ِِ خخُُ
Artinya
Artinya :” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang :” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakmengerjakan yang ma’ruf an yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh”.
serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh”. (QS : Al-‘Araaf :(QS : Al-‘Araaf :
199) [81] 199) [81]
ٌٌ
ََ
ََ
ِِ لل ددََ
ْْععِِ
ََ
ُُ
ََ اا ًً
ََ
ََ ََ
ْْممُُ
ِِ
ْْ ممُُلل
ُُررََااََ
Artinya :
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
-- Al-’Aadah Al-’Aadah tersebut tidak menyebabkan ke mafsadatan atau menghilangkantersebut tidak menyebabkan ke mafsadatan atau menghilangkan
kem
kemasaslahlahataatan n tertermasmasuk uk diddidalaalamnymnya a tidtidak ak menmengakgakibaibatkatkan n keskesuliulitan tan ataatauu kesukaran, seperti memboroskan harta.
kesukaran, seperti memboroskan harta.
-- Al-’Aadah Al-’Aadah berlaku pada umumnya berlaku dikaum muslimin, dalam arti bukanberlaku pada umumnya berlaku dikaum muslimin, dalam arti bukan
hanya yang biasa dilakukan oleh beberapa orang saja. Bila dilakukan oleh hanya yang biasa dilakukan oleh beberapa orang saja. Bila dilakukan oleh beberapa orang maka tidak dianggap ada. [83-84]
beberapa orang maka tidak dianggap ada. [83-84] Diantara kaidah-kaidah cabang dari kaidah “
Diantara kaidah-kaidah cabang dari kaidah “al-‘adah muhkamahal-‘adah muhkamah” adalah” adalah
sebagai berikut: sebagai berikut:
اا
ََ ِِ
ُُ ممََ
ََلل ب
ب
ُُ
ِِ ََ
ٌٌ
ُُ
ِِ اا
لل
ُُااممََ
ْْ
ِِس
س
ْْ إإِِ
“Apa yang biasa diperbuat orang banyak adalah hujjah (alasan/argumen/dalil) “Apa yang biasa diperbuat orang banyak adalah hujjah (alasan/argumen/dalil) yang wajib diamalkan”
yang wajib diamalkan” [84][84]
ْْ
ََ
ََ
ََ ووْْأأََ
ْْ ض
ض
ََط
ََ ض
ط
ض
ْْ
ذذََإإِِ ةةََُُاا ََلل
ُُ
ََ
ََ
ْْ ُُ ااممََننإإِِ
“Adat yang dianggap (sebagai pertimbangan hukum) itu hanyalah adat yang “Adat yang dianggap (sebagai pertimbangan hukum) itu hanyalah adat yang terus-menerus berlaku atau berlaku umum”
terus-menerus berlaku atau berlaku umum”
ررِِِِاا للََِِ
ِِئئِِااش
ش
لل ب
ب
ِِ للِِااغغََ
ِِلل ةةُُ
ََ
ْْ
ِِلل
“Adat yang diakui adalah yang umumnya terjadi yang dikenal oleh manusia “Adat yang diakui adalah yang umumnya terjadi yang dikenal oleh manusia bukan dengan yang jarang terjadi”
bukan dengan yang jarang terjadi” [85][85]
اا
ًً
ََ
ِِ وو
ُُش
ش
ْْ ممََللااََ ااًً
ععُُ
ُُ ووْْ
ُُ
ْْممََللََ
“Sesuatu yang telah dikenal karena ‘Urf seperti yang disyaratkan dengan suatu “Sesuatu yang telah dikenal karena ‘Urf seperti yang disyaratkan dengan suatu syarat”
syarat”
ْْ
ُُ
ََييََ
ِِ وو
ُُش
ش
ْْ ممََللااََ ررِِاا
لل
ََ ييْْ ََ
ُُ ووْْ
ُُ
ْْممََلل
“Sesuatu yang telah dikenal diantara pedagang berlaku sebagai syarat diantara “Sesuatu yang telah dikenal diantara pedagang berlaku sebagai syarat diantara mereka”
mereka” [86][86]
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
ِِ ففْْ ََلل
ِِذذِِْْااََ
ِِ
ْْ
ُُلل
ُُذذِِْْ
“Pemberian izin menurut adat kebiasaan adalah sama dengan pemberian izin “Pemberian izin menurut adat kebiasaan adalah sama dengan pemberian izin menurut ucapan”
menurut ucapan” [88][88]
VI. PENERAPAN KAIDAH FIQH VI. PENERAPAN KAIDAH FIQH
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan kaidah fiqh agar Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan kaidah fiqh agar tepat penggunaannya
tepat penggunaannya, ketiga , ketiga hal tersebut adalah:hal tersebut adalah:
A.
A. Kehati-hatiKehati-hatian Dalam Meneran Dalam Menerapkan Kaidahapkan Kaidah
Keha
Kehati-hati-hatian tian daladalam m mengmenggunagunakan kan kaidkaidah ah ini ini dipediperlukarlukan n agar antaraagar antara masalah yang akan dipecahkan dengan kaidah yang digunakan bersesuaian ssatu masalah yang akan dipecahkan dengan kaidah yang digunakan bersesuaian ssatu sama lain.
sama lain. Ole
Oleh h kakarenrena a ituitu, , masmasalaalah h yanyang g dihdihadaadapi pi haharus rus ditditelieliti ti leblebih ih dadahulhulu,u, setidaknya dalam lima aspek, yaitu:
setidaknya dalam lima aspek, yaitu: 1)
1) Ruang lingkuRuang lingkup masalah yang p masalah yang dihadapi. Apakdihadapi. Apakah masalah teah masalah tersebut dalamrsebut dalam bidang ibadah, munakahat, muamalah, jinayah, siyasah, atau peradilan, bidang ibadah, munakahat, muamalah, jinayah, siyasah, atau peradilan,
atau menyangkut keseluruhan bidang tersebut; atau menyangkut keseluruhan bidang tersebut; 2)
2) ApApakakah ah mamasasalalah h yayang ng didihahadadapi pi tetersrsebebutut, , susubsbstatansnsininya ya peperurubabahahann hukum atau bukan;
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
B.
B. Meneliti MasaMeneliti Masalah-masallah-masalah Fiqh yang Merupakan Kekecualah Fiqh yang Merupakan Kekecualian Yang Adaian Yang Ada di Luar Kaidah Fiqh
di Luar Kaidah Fiqh
Dalam menerapkan kaidah fiqh harus memerhatikan nasalah-masalah Dalam menerapkan kaidah fiqh harus memerhatikan nasalah-masalah
furu’
furu’ atau materi-materi fiqh yang ada di luar kaidah fiqh yang digunakan. Hal iniatau materi-materi fiqh yang ada di luar kaidah fiqh yang digunakan. Hal ini
penting karena setiap kaidah fiqh memiliki kekecualian-kekecualian (
penting karena setiap kaidah fiqh memiliki kekecualian-kekecualian (istitsnaiyat istitsnaiyat ))
yang tidak tercakup dalam ruang lingkup kaidah tertentu. Dengan demikian, kita yang tidak tercakup dalam ruang lingkup kaidah tertentu. Dengan demikian, kita akan terhindarkan dari kesalahan memasukkan masalah yang akan dijawab atau akan terhindarkan dari kesalahan memasukkan masalah yang akan dijawab atau yang akan dipecahkan ke dalam kaidah, yang sesungguhnya masalah tersebut yang akan dipecahkan ke dalam kaidah, yang sesungguhnya masalah tersebut merupakan kekecualian dari kaidah yang digunakan.
merupakan kekecualian dari kaidah yang digunakan. Dis
Disiniinilah lah pepentintingnngnya ya memembambagi gi kaikaidadah h fiqfiqh h kedkedalaalam m berberbagbagai ai ruaruangng lin
lingkugkup p secsecara ara berberjejenjanjang ng dardari i yanyang g palpaling ing lualuas s samsampai pai kepkepada ada yayang ng palpalinging sempit.
sempit. Dengan adanDengan adanya kaidah-kaidah fiqh dya kaidah-kaidah fiqh dalam bidang-bidanalam bidang-bidang hukum tertentug hukum tertentu akan mempermudah dalam proses memecahkan masalah yang dihadapi.
akan mempermudah dalam proses memecahkan masalah yang dihadapi. Misalnya,Misalnya,
Kasus
Kasus
Fikih
Fikih
atau
atau
Identifika
Identifika
si
si
Masalah
Masalah
Kaida
Kaida
h-kaidah
kaidah
Fikih
Fikih
Fatwa
Fatwa
tentang
tentang
masala
masala
h yang
h yang
dihada
dihada
pi
pi
Hukum:
Hukum:
wajib,
wajib,
sunat,
sunat,
mubah,
mubah,
makruh,
makruh,
atau
atau
haram
haram
Dalil-dalil
dalil
Kulli Kullidan
dan
Prinsip
Prinsip
Syariah
Syariah
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
C.
C. KesinambungaKesinambungan Antara Satu Kaidah dengan Kaidan Antara Satu Kaidah dengan Kaidah Lainnyah Lainnya
Dala
Dalam m penepeneraparapan n kaidkaidah ah fiqh fiqh perlu juga perlu juga diperdiperhatikhatikan an kesekeseimbanimbangangan antara satu kaidah yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan kaidah antara satu kaidah yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan kaidah lain yang lebih luas ruang lingkup dan cakupannya. Hal ini memang tidak terlalu lain yang lebih luas ruang lingkup dan cakupannya. Hal ini memang tidak terlalu mudah, perlu menguasai keseluruhan kaidah fiqh dari mata rantai kaidah yang mudah, perlu menguasai keseluruhan kaidah fiqh dari mata rantai kaidah yang paling kecil sampai kepada yang paling besar dalam suatu
paling kecil sampai kepada yang paling besar dalam suatu sistem kaidah.sistem kaidah.
Sebagai salah satu contoh kecil misalnya, seseorang meminjam uang Sebagai salah satu contoh kecil misalnya, seseorang meminjam uang dengan dijanjikan pada waktu bayar harus ada tambahannya atau singkatnya dengan dijanjikan pada waktu bayar harus ada tambahannya atau singkatnya meminjam dari rentenir. Pendekatan kaidah fiqh dalam kasus ini cukup dengan meminjam dari rentenir. Pendekatan kaidah fiqh dalam kasus ini cukup dengan menggunakan kaidah
menggunakan kaidah tafshiliyahtafshiliyah, yaitu:, yaitu:
ااََررِِ ََ
ُُ
ََ اا
ًًففََْْ
ججََ
ٍٍ
ْْ
ََ
ُُ
“Setiap utang piutang yang mendatangkan manfaat (bagi yang mengutangkan) “Setiap utang piutang yang mendatangkan manfaat (bagi yang mengutangkan) adalah riba”
adalah riba”
Dengan menggunakan kaidah tersebut, jelas bahwa meminjam uang dari Dengan menggunakan kaidah tersebut, jelas bahwa meminjam uang dari rentenir hukumnya haram karena termasuk riba. Kaidah tersebut jelas pula ada rentenir hukumnya haram karena termasuk riba. Kaidah tersebut jelas pula ada dalam bidang fiqh muamalah. Dan kaidah diatas berhubungan dengan kaidah fiqh dalam bidang fiqh muamalah. Dan kaidah diatas berhubungan dengan kaidah fiqh dalam muamalah. Tetapi bukan dari sisi kebolehannya muamalah, melainkan dari dalam muamalah. Tetapi bukan dari sisi kebolehannya muamalah, melainkan dari sisi ada bukti keharamannya yaitu riba,
sisi ada bukti keharamannya yaitu riba, yaitu kaidah:yaitu kaidah: