• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan kerja praktek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "laporan kerja praktek"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke khadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

Puji syukur saya panjatkan ke khadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

khidayah-nya, sehingga saya berhasil menyelesaikan laporan kerja praktek yaitu proyek

khidayah-nya, sehingga saya berhasil menyelesaikan laporan kerja praktek yaitu proyek

Paramount Skyline Tower di CBD-Gading Serpong.

Paramount Skyline Tower di CBD-Gading Serpong.

Dengan kesungguhan dan di lakukan di sela-sela kesibukan kuliah dan bekerja dan

Dengan kesungguhan dan di lakukan di sela-sela kesibukan kuliah dan bekerja dan

adanya berbagai keterbatasan yang di miliki penulis.Namun demikian berkat bimbingan dari

adanya berbagai keterbatasan yang di miliki penulis.Namun demikian berkat bimbingan dari

dosen,dorongan, serta bantuan dari berbagai pihak seperti : para pembimbing di proyek yang

dosen,dorongan, serta bantuan dari berbagai pihak seperti : para pembimbing di proyek yang

selalu membantu di sela-sela pekerjaan yang harus di lakukakan,maka berbagai keterbatasan dan

selalu membantu di sela-sela pekerjaan yang harus di lakukakan,maka berbagai keterbatasan dan

hambatan yang di hadapi tersebut akhirnya dapat diatasi.

hambatan yang di hadapi tersebut akhirnya dapat diatasi.

Akhirnya dengan teriring doa semoga segala bantuan yang telah di berikan mendapatkan

Akhirnya dengan teriring doa semoga segala bantuan yang telah di berikan mendapatkan

 balasan dari Allah SWT. Amin

 balasan dari Allah SWT. Amin

Tangerang,12 januari 2014

Tangerang,12 januari 2014

Triana Utami

Triana Utami

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan………...………

Lembar Pengesahan………...………...

…... ii

Lembar

Lembar Penilaian………

Penilaian……….………

…….……….... ii

……….... ii

Surat Izin

Surat Izin Kerja Praktek………..……

Kerja Praktek………..……….... iii

……….... iii

Surat Keterangan

Surat Keterangan Kerja Praktek………...………

Kerja Praktek………...………... iv

…………... iv

Surat Keterangan Telah K 

Surat Keterangan Telah K erja Praktek………...………. v

erja Praktek………...………. v

Lembar Absensi Kerja

Lembar Absensi Kerja Praktek ………...…..………

Praktek ………...…..……….. vi

…….. vi

Kata Pen

Kata Pengantar ……….…...…………

gantar ……….…...……… vii

……… vii

Daftar

Daftar Gambar………

Gambar………..………

……..………...

………... viii

viii

Daftar

Daftar Isi

Isi .………

.………..………

…………..………..ix

………..ix

BAB

BAB I I PENDAHULUANPENDAHULUAN

I.1. Latar Be

I.1. Latar Belakang………..……….

lakang………..……….1

1

I.2. Maksud d

I.2. Maksud dan

an Tujuan………

Tujuan……….………...

……….………...2

2

I.3. Metode

I.3. Metode Studi……….….………

Studi……….….……….…………...

……….…………...3

...3

I.4. Lingkup Pemba

I.4. Lingkup Pembahasan………..……….………..

hasan………..……….………..3

3

I.5. Sistematika Pembaha

I.5. Sistematika Pembahasan……….……….…………...

san……….……….…………...3

3

BAB

BAB II II PENGENALAN PENGENALAN PERUSAHAANPERUSAHAAN

II.1.Profil Pe

II.1.Profil Perusahaan………...8

rusahaan………...8

II.2. Visi Dan Misi

II.2. Visi Dan Misi Perusahaan……….……...9

Perusahaan……….……...9

II.3. Struktur Organisasi P

II.3. Struktur Organisasi Perusahaan…………...………...9

erusahaan…………...………...9

II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan ...10

II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan ...10

BAB

BAB III III PENGENALAN PENGENALAN PROYEKPROYEK

III.1. Latar Belakang

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan………...………

Lembar Pengesahan………...………...

…... ii

Lembar

Lembar Penilaian………

Penilaian……….………

…….……….... ii

……….... ii

Surat Izin

Surat Izin Kerja Praktek………..……

Kerja Praktek………..……….... iii

……….... iii

Surat Keterangan

Surat Keterangan Kerja Praktek………...………

Kerja Praktek………...………... iv

…………... iv

Surat Keterangan Telah K 

Surat Keterangan Telah K erja Praktek………...………. v

erja Praktek………...………. v

Lembar Absensi Kerja

Lembar Absensi Kerja Praktek ………...…..………

Praktek ………...…..……….. vi

…….. vi

Kata Pen

Kata Pengantar ……….…...…………

gantar ……….…...……… vii

……… vii

Daftar

Daftar Gambar………

Gambar………..………

……..………...

………... viii

viii

Daftar

Daftar Isi

Isi .………

.………..………

…………..………..ix

………..ix

BAB

BAB I I PENDAHULUANPENDAHULUAN

I.1. Latar Be

I.1. Latar Belakang………..……….

lakang………..……….1

1

I.2. Maksud d

I.2. Maksud dan

an Tujuan………

Tujuan……….………...

……….………...2

2

I.3. Metode

I.3. Metode Studi……….….………

Studi……….….……….…………...

……….…………...3

...3

I.4. Lingkup Pemba

I.4. Lingkup Pembahasan………..……….………..

hasan………..……….………..3

3

I.5. Sistematika Pembaha

I.5. Sistematika Pembahasan……….……….…………...

san……….……….…………...3

3

BAB

BAB II II PENGENALAN PENGENALAN PERUSAHAANPERUSAHAAN

II.1.Profil Pe

II.1.Profil Perusahaan………...8

rusahaan………...8

II.2. Visi Dan Misi

II.2. Visi Dan Misi Perusahaan……….……...9

Perusahaan……….……...9

II.3. Struktur Organisasi P

II.3. Struktur Organisasi Perusahaan…………...………...9

erusahaan…………...………...9

II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan ...10

II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan ...10

BAB

BAB III III PENGENALAN PENGENALAN PROYEKPROYEK

III.1. Latar Belakang

III.1. Latar Belakang Proyek………

Proyek………..……… 13

…………..……… 13

III.2. Data Proyek………..………..…... 14

III.2. Data Proyek………..………..…... 14

(4)

BAB

BAB IV IV MANAJEMEN MANAJEMEN PROYEKPROYEK

IV.1. Pengendalian Waktu

IV.1. Pengendalian Waktu

………..………... 20………..………... 20

IV.1.1 Aspek Pendukung Manajemen Waktu

IV.1.1 Aspek Pendukung Manajemen Waktu

………... 21………... 21

IV.2. Manajemen Procurement

IV.2. Manajemen Procurement

………... 24………... 24

IV.3. Manajemen

IV.3. Manajemen SDM………

SDM………

………

2424

IV.4 Manajemen

IV.4 Manajemen Biaya………

Biaya………

………

2525

IV.4.1 Aspek Pendukung Manajemen

IV.4.1 Aspek Pendukung Manajemen Biaya……….

Biaya……….

2626

BAB

BAB V V TINJAUAN TINJAUAN UMUM UMUM PEKERJAAN PEKERJAAN PROYEKPROYEK

BAB

BAB VI VI LIPUTAN LIPUTAN PEKERJAAN PEKERJAAN PELAKSANAAN PELAKSANAAN KERJA KERJA PRAKTEKPRAKTEK

BAB

BAB VII VII TINJAUAN TINJAUAN KHUSUS KHUSUS PEKERJAAN PEKERJAAN FINISHINGFINISHING

BAB VIII PENUTUP BAB VIII PENUTUP

VIII.1. Kesimpulan

VIII.1. Kesimpulan ………

………...……. 101

………...……. 101

VIII.2. Saran

VIII.2. Saran ………

……….…

……….……. 102

…. 102

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

………

……….

………. 103

103

LAMPIRAN LAMPIRAN

………

………

………....

……….... 104

104

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Dalam pendidikan Arsitektur dibutuhkan berbagai pengetahuan yang luas, baik dalam

 bidang teori Arsitektur maupun dalam bidang praktek saat di lapangan pekerjaan. Kedua bidang

tersebut memiliki keterkaitan yang saling mendukung satu sama lain.Tetapi dalam kondisi yang

sesungguhnya, perencanaan yang didasari oleh teori yang sudah ada terkadang tidak berjalan

sesuai yang di harapkan pada saat proses perancangan berlangsung.Dan di sini seorang arsitek

harus dapat bertanggung jawab saat terjadinya perubahan sesuai fungsi yang diharapkan.

Dan inilah yang menjadi salah satu hambatan mahasiswa jika memasuki dunia kerja ketika lulus nanti,mereka tidak memiliki bekal dalam bidang praktek untuk memasuki dunia kerja,karena mereka hanya mendapatkan bidang teori yang diperoleh di kampus dan tentu saja teori yang didapatkan masih kurang dan belum tentu sama dengan praktik kerja dilapangan.

Dalam jurusan Arsitektur terdapat pelajaran Arsitektur Interior,dipelajaran tersebut mempelajari tentang Arsitektur dalam bangunan(interior), tetapi pengetahuan yang diperoleh hanya sekilas tentang teori di karenakan SKS (satuan kredit semester) yang di berikan tidak cukup dalam memperlajari secara lebih dalam sehingga di butuhkan pengetahuan lebih dalam di lapangan.

Oleh karena itu Program Studi Teknik Arsitektur Institut Teknologi Indonesia di semester 7 memiliki program akademis yang sudah sesuai dengan kurikulum yang di tetapkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional yaitu mata kuliah kerja praktek yang bertujuan agar mahasiswa/i dapat memperdalam ilmu Arsitektur ke dalam dunia kerja dan dapat mengetahui baik itu situasi dan rekan kerja dilapangan,sehingga dapat meningkatkan pengetahuan baik yang sudah ada maupun yang  belum didapatkan dan siap terjun ke dunia kerja ketika lulus kuliah.

(6)

I.2. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan diadakan kerja praktek di Proyek PARAMOUNT SKYLINE TOWER yang berlokasi di CBD

 –

 GADING SERPONG yaitu sebagai berikut :

1. Mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan

arsitektur khususnya di bidang interior yang telah diperoleh dalam perkuliahan untuk

diterapkan dalam lapangan kerja.

2. Mahasiswa dapat mengenal pelaksanaan dan proses desain arsitektur interior yang

sebenarnya.

3. Mahasiswa dapat membandingkan antara teori yang dikerjakan di kampus dengan praktik

kerja yang berhubungan tentang interior di lapangan.

4. Mahasiswa dapat memperdalam wawasan terhadap system kerja interdisiplin secara

 professional khususnya pada pelaksanaan interior.

5. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dalam

 pengerjaan desain Arsitektur secara detail di masyarakat.

6. Sedangkan bagi perusahaan tempat kerja praktek, analisis dalam karya tulis ini dapat

 berguna dan bermanfaat sebagai evaluasi kerja, sehingga dapat meningkatkan hal-hal

yang baik dan mengurangi semua kesalahan di kemudian hari.

Mata kuliah kerja praktek ini bertujuan sebagai berikut :

1. Untuk menambah pengetahuan,keterampilan, dan pemahaman yang tidak didapat

langsung dalam perkuliahan.

2. Sebagai sarana pelatihan dalam penyusunan laporan untuk suaru penugasan.

3. Untuk menyiapkan tenaga kerja yang ahli dan siap pakai dalam masyarakat dan

wiraswastawan dalam bidang Arsitektur.

(7)

Dan manfaat yang di dapat sebagai berikut :

1. Memberikan gambaran dunia kerja yang sebenarnya kepada mahasiswa sebegai bekal

untuk kemudian hari.

2. Memperoleh pengalaman,pengamatan dan pengenalan visual secara langsung mengenai

kondisi yang ada dilapangan.

I.3. Metode Studi

Dalam melakukan pelaksanaan kerja praktek dan guna dalam pembuatan laporan kerja  praktek, maka dibutuhkan beberapa metode studi yang digunakan sebagai acuan pencarian data dan

fakta dalam pelaksanaan pekerjaan praktek. Metode studinya antara lain :

 Pengumpulan data, yaitu penghimpunan data perusahaan dan proyek yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan.

 Diskusi, yaitu kegiatan tanya jawab dengan pembimbing lapangan pekerjaan untuk

memberikan penjelasan dan pemahaman lebih detail mengenai permasalahan lapangan kerja.  Wawancara

, yaitu untuk memperkuat landasan teori, penulis juga melakukan

wawancara dengan orang yang bersangkutan di dalam proyek

I.4. Lingkup Pembahasan

Pada proses Kerja Praktek ini, lingkup pembahasan berada pada tinjau khusus yang lebih

mendalami tentang Arsitektur interior

(8)

I.5. Sistematika Pembahasan

Garis besar sistematika pembahasan pada laporan Kerja Praktek ini adalah sebagai

 berikut :

Bab I : Pendahuluan

Bab ini menjabarkan perihal latar belakang,maksud dan tujuan,metode studi,lingkup pembahasan

dan sistematika pembahasan.

Bab II : Pengenalan Perusahaan

Bab ini menjabarkan perihal perusahaan Proyek Paramount Skyline,berupa sejarah ,perijinan

 perusahaan,visi misi perusahaan,susunan pengurus,manajemen proyek,cara mendapatkan proyek.

Bab III : Pengenalan Proyek

Uraian umum tentang proyek Proyek Paramount Skyline Tower,berupa : identifikasi teknis

 proyek,tujuan dan sasaran proyek,struktur organisasi proyek,data teknis proyek.

Bab IV : Manajemen Proyek

Merupakan uraian proses manajerial dalam pasca atau pada pelaksanaan proyek Paramount

skyline Tower.

Bab V : Tinjuan Pekerjaan Proyek

Merupakan uraian keseluruhan dari pekerjaan yang dilakukan dalam proyek,berupa data dan

fakta lapangan yang serta lingkup pekerjaan yang diamati.

(9)

Bab VI : Pelaksanaan Pekerjaan Proyek

Mencakup pekerjaan yang diamati dan ditangani dalam hal pekerjaan finishing,pengawas

lapangan dengan pembuatan weekly report  dan monthly report .

Bab VII : Penutup

Mencakup tentang kesimpulan yang di temukan serta kritik dan saran terhadap proyek dan

 penyusunan laporan kerja praktek

(10)

BAB II

PENGENALAN PERUSAHAAN

II. 1. Profil perusahaan

PT. PP DIRGANEKA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis kontruksi

dan building management.Perusahaan ini berdiri dengan Standar Internasional ISO 9001,OHSAS

18001 dan ISO 14001 dengan sasaran merealisasikan Kebijakan Mutu dan K3L Perusahaan

khusus dalam bidang usaha kontraktor dan pengelolaan gedung. Mayoritas kepemilikan saham

PT PP Dirganeka dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT PP (Persero).

PP DIRGANEKA adalah pada awalnya perusahaan bergerak dalam bidang Perdagangan,

seiring dengan banyaknya permintaan akan Jasa Konstruksi dan Jasa Pengelolaan Gedung maka

PT PP Dirganeka mengembangkan diri pada bidang tersebut. Dengan melihat hasil kerja dan

kemampuan yang dimiliki oleh PT PP Dirganeka kemudian memfokuskan diri pada Usaha Jasa

Konstruksi dan Jasa Pengelolaan Gedung.

PT PP DIRGANEKA telah berkembang menjadi perusahaan yang besar dengan

kepercayaan Pelanggan untuk menangani proyek-proyek Jasa Konstruksi seperti : Gedung

Perkantoran, Rumah Sakit, Pusat Perbelanjaan, Bangunan Pendidikan, Pekerjaan civil seperti :

dermaga, dinding penahan tanah dan lain-lainnya. Sedangkan Jasa Pengelolaan Gedung PT PP

Dirganeka dipercaya Untuk mengelola Gedung Perkantoran, Apartemen, Pertokoan dan lain-lain,

di lingkup pekerjaan penyedia jasa housekeeping, security, tenaga manejemen perawatan

 peralatan mekanikal dan elektrikal gedung. Hingga saat ini PT PP Dirganeka telah memiliki

karyawan lebih dari 200 orang diseluruh Indonesia meliputi Jabodetabek, Jawa, Bali,

Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

(11)

II.2. Visi dan Misi Perusahaan

Visi :

 Menjadi perusahaan kelas menengah,usaha utamanya di bidang jasa pengelolaan

gedung yang mengutamakan kualitas produk dan pelayanan,sehingga menjadi perusahaan yang

mampu bersaing di tingkat nasional

Misi :

Menjadikan Layanan Jasa Kontruksi dan Pengelolaan Gedung kepada

masyarakat Indonesia agar dapat member nilai tambah kepada

II.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 2.1 struktur organisasi perusahaan Sumber : Dokumen Paramount,2011

PT.PP DIRGANEKA

ENGINEERING

ENGINEERING MAINTENANCE PROCUREMENT

CONTRUCTION

DESIGN REPAIR/SERVICE SUPPLY MATERIAL

(12)

II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan

a. Komisioner

Komisioner adalah seseorang menyelenggarakan perusahaanya dengan

melakukan perjanjian-perjanjian atas namanya sendiri atau firmanya,dan dengan

mendapatkan upah atau provisi tertentu, atas order dan atas beban pihak lain, serta

memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap operasional

 perusahaan.

b. Direktur Utama

Bertanggung Jawab kepada : Komisioner

Tugas dan Tanggung Jawab :

Mengkoordinasikan semua direksi dalam menjalankan fungsi, tugas, wewenang

dan tanggung jawab masing-masing

Memberi laporan perkembangan dalam pengendalian perusahaan sesuai dengan

operasional yang telah berjalan berdasarkan anggaran dasar perusahaan kepada

dewan Direksi/BOD (Board of Director)

Merumuskan dan menetapkan suatu kebijakan dan program umum

 perusahaan,atau organisasi sesuai dengan batas wewenang yang diberikan oleh

suatu badan pengurus atau badan pimpinan yang serupa seperti dewan komisaris.

Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang di sebabkan ketidaksesuaian

operasional kepengurusan.Namun,apabila kerugian di hasilkan karena kerugian

 bisnis dan direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.

(13)

Menyelenggarakan urusan surat menyurat termasuk penyimpanan dokumen dari

seorang pimpinan.

 Menyusun konsep surat menyurat dan dalam bidang kearsipan, membantu pimpinan dalam penyesuaian jadwal, dan membantu pimpinan dalam menjalankan organisasi  perusahaan.

 Bertanggung jawab atas penyusunan kearsipan perusahaan dan kegiataan operasional  perusahaan dalam kegiatan rapat dan penjadwalan harian Pimpinan

d. Direktur Operasional

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama

Tugas dan Tanggung Jawab :

 Merencanakan, melaksanakan, mengatur, dan mengkoordinasikan kegiatan operasional perusahaan yang ditugasi oleh Direktur Utama.

 Melakukan peninjauan dan pengawasan terhadap proyek perusahaan yang sedang  berjalan

 Mempersiapkan strategi dan rencana pelaksanaan proyek

 Bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional dalam perusahaan

e. Direktur SDM

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama Tugas dan Tanggung Jawab :

 Merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan strategi di bidang  pengelolaan dan pengembangan SDM dalam suatu perusahaan.

 Bertanggung jawab terhadap kualitas kinerja SDM dan hubungannya dengan  perusahaan, hingga pembelanjaan per departemen sesuai dengan anggaran-anggaran

(14)

f. Direktur Keuangan

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama Tugas dan Tanggung Jawab :

 Mengkoordinasi penyusunan rencana Anggaran perusahaan

 Mengatur dan mengelola finansial dalam perusahaan

 Memastikan pengelolaan keuangan dalam proyek dan perusahaan tidak mengalami kerugian

 Bertanggung jawab terhadap kerugian dan keuntungan finansial perusahaan

g. Direktur Pemasaran

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama Tugas dan Tanggung Jawab :

 Mengawasi dan memgendalikan departemen pemasaran dengan bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam pencapaian target-target perusahaan.

 Mengawasi dan mengimplementasikan perusahaan sesuai dengan perkembangan  bisnis

 Bertanggung jawab atas penjualan, penawaran, dan presentasi produk perusahaan

h. Manajer IT

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama (Secara tidak langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Mengawasi dan Mengendalikan website perusahaan dan semua computer perusahaan yang di tugasi oleh Direktur Utama.

(15)

i. Manajer Akuntan & Pajak

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Keuangan (Secara langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Mengolah dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan mengenai posisi keuangan danhasil operasi bisnis.

 Pengembangan dan pemakaian informasi akuntansi yang menggambarkan posisi keuangan yang sesungguhnya dan hasil operasi perusahaan.

 Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuanganuntuk  pengguna eksternal, seperti kreditur,investor dan pemasok.

 Laporan keuangan meliputi : neraca,laporan laba-rugi dan laporan perubahan posisi keuangan.

 j. Manajer Kontruksi

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan  pelaksanaan.

 Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yangtidak pasti dan mengatasi kendala terbatasnya waktu pelaksanaan.

 Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telahdicapai, hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian,mingguan dan bulanan.

 Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilankeputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan.

(16)

k. Manajer Engineering

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Membuat rencana, gambar-gambar dan rincian tentang kebutuhan material.

 Memberikan persetujuan atas surat-surat sehubungan dengan pembelian material.

l. Manajer Procerrement

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Membuat laporan tentang pembelian dan pemakaian bahan pada proyek.

 Melaksanakan pembelian bahan-bahan yang akan digunakan, baik pembelian dari dalam maupun luar negeri.

 Membuat schedule pembelian material.

m. Manajer HSE

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama (Secara tidak langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Membuat strategi dan kebijakan mewakili manajemen untuk memastikan berkelanjutan lingkungan dan penjaminan keselamatan dan kesehatan seluruh kayawan.

 Menetapkan dan menegakan standar, melengkapi pelatihan dan pendidikan, dan mendorong perbaikan berkelanjutan ditempat kerja.

(17)

 Mengontrol jalannya proyek dan mengkoordinasikan team yang terlibat dalam suatu  proyek agar tujuan suatu proyek dapat tercapai.

 Melaporkan kondisi proyek kepada Direktur Operasional.

 Mengontrol progress fisik (kemajuan pekerjaan) dengan membuat laporan progress report mingguan dan bulanan.

 Mengontrol shop drawing  Mengontrol biaya proyek.

o. QA/QC Manajer

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung) Tugas dan Tanggung Jawab :

 Merencanakan dan mengembangkan program yang berhubungan dengan standarisasi,  perubahan dan pengawasan kualitas.

 Menginstruksikan dan memberikan saran yang berhubungan dengan tindakan  penanganan claim.

 Menginstruksikan pencapaian standar perusahaan dan kontrol kualitas dalam setiap  proses antar divisi, dan memberikan saran yang berhubungan dengan

 Mengembangkan pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan standarisasi dan pengawasan kualitas kepada karyawan.

p. Dokumen Kontrol

Bertanggung jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung) Tugas dan Tanggung Jawab:

(18)

BAB III

PENGENALAN PROYEK

III. 1.Latar Belakang Proyek

PARAMOUNT SKYLINE Tower merupakan bangunan dengan tipologi bangunan komersil dan edukasi yaitu Hotel, Apartemen dan Universitas fungsi utama yaitu PARAMOUNT SKYLINE Apartemen.Bangunan terdiri dari 18 lantai terletak pada kawasan CBD-Gading Serpong. Kawasan CBD merupakan tempat yang sangat strategis di karenakan berada didaerah dengan intensitas perkembangan kota yang baik,diantaranya berada di kawasan komersial area.

PARAMOUNT SKYLINE Tower berdiri dengan latar belakang melihat kebutuhan manusia yang

Gambar 3.1 Tampak PARAMOUNT SKYLINE TOWER (sumber : dokumen PP Dirganeka)

(19)

PARAMOUNT SKYLINE Tower terdiri dari 1 massa ,6 tower dan 4 Lt. podium, tower A adalah universitas,tower B,C,D,E,F adalah apartement dan hotel, hotel berada di lantai paling atas yaitu berada di lantai 1-8 sedangkan apartement berada di lantai 9-18.Ada beberapa lantai yang tidak ada seperti lantai 4,13 dan 14 dikarenakan mengikuti hukum feng shui,pada lantai P2 terdapat kolam renang.Untuk Universitas sudah di buka pada pertengahan 2013,untuk Apartemen di rencanakan akan mulai di buka  pertengahan tahun 2014 dan Hotel sudah di buka akhir tahun 2013.

III. 2.Data Proyek

A.  Nama Proyek : Proyek Pembangunan Paramount Skyline Tower B. Fungsi Proyek : Apartement, Hotel dan Universitas

C. Alamat Proyek : CBD Gading Serpong,Tangerang Selatan

D. Peta Lokasi :

E. Batas-Batas Proyek

 Utara : Summarecon Mal Serpong

 Selatan : Ruko

 Timur : Ruko

 Barat : Ruko

F. Pemberi Tugas : PT. Paramount Propertindo

Lokasi proyek

Gambar 3.2. Lokasi proyek PARAMOUNT SKYLINE Tower (sumber : dokumen PP Dirganeka)

(20)

J. Konsultan Arsitek : Detail Studio (in house)

K. Konsultan Mekanikal dan Elektrikal : PT. Narama Mandiri (iin house) L. Jenis Kontrak : Lumpsum

M. Masa Pekerjaan : 351 hari (17 Juli 2012 –  30 Juni 2013)  N. MasaPemeliharaan : 360 hari (1 Juli 2013 –  26 Juni 2014)

O. Site Plan :

P. Jumlah Lantai : 18 lantai ( Lt. P1,P2,P3,1-3,5-12,15-18,Lt.atap,atap Tangga) + 1 lantai basement

Q. Sekup Pekerjaan : Pekerjaan Struktur

1) Struktur Bawah

 Pile Cap

 Tie Beam dan Slab Basement

Gambar 3.3. Site Plan PARAMOUNT SKYLINE Tower (sumber : Dokumen PP Dirganeka)

(21)

 Balok dan Slab  Façade Dinding  Tangga Pekerjaan Arsitek  Finishing Dinding  Finishing Lantai  Finishing Plafond

 Finishing Pintu dan Jendela

 Finishing Aksesoris Pintu dan Jendela  Finishing Kulit Luar

 Finishing Mahkota Tower  Finishing Ornamen

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

 Pada proyek pembangunan Paramount Skyline Tower ini PP dirganeka selaku main

(22)

III. 3. STRUKTUR ORGANISASI PROYEK

General Manager Beda Ria R SOM SIPIL Budi H Project Manager Iman Faried GSP SOM ME A us W SAM Ahmad Z Peralatan Warsono GSP Toni H GSP Suratno Akuntansi 1 Achmad F Akuntansi 2 Ahmad Z QSHE Ahmad Zulkani SEM M.Kusnin POP Yudi P. Drafter Aris D.P. Drafter Teknik Mara N.P. Staf Teknik Rifqi H. Logistik Solehudin

Gambar 3. 4. Struktur Organisasi Proyek PARAMOUNT SKYLINE Tower (Sumber : dokumen PP Dirganeka)

(23)

III. 4.Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Proyek

A. President Director

Direktur utama adalah pemilik perusahaan yang berperan dalam pembangunan proyek sebagai  pemilik wewenang tertinggi dalampelaksanaan dan teknis proyek.

Tugas dan tanggung jawab meliputi :

a) Memimpin kegiatan perusahaan yang berada dalam peraturan perusahaan dan tanggung jawab atas semua kegiatan perusahaan

 b) Menentukan garis-garis kebijaksanaan dalam membuat suatu keputusan c) Menandatangani surat-surat dan dokumen-dokumen penting perusahaan

B. Operational Director

Koordinator lapangan pada pembangunan proyek yang memiliki wewenang di bawah President Director

Tugas dan tanggung jawab meliputi :

a) Melakukan koordinasi langsung dengan President Director dan Project Director tentang kebijakan dan kondisi lapangan

C. Project manager

Bertanggung jawab atas pengorganisasian dan pengawasan proyek dilapangan agar dapat di  pertanggung jawabkan kepada President Director.

Tugas dan tanggung jawab Project Manager :

a) Bertanggung jawab langsung kepada pemberi tugas atas seluruh kegiatan proyek dalam hal mutu,biaya dan waktu

(24)

d) Menyampaikan/menandatangani laporan bulanan tentang pelaksanaan proyek

D. QSHE Coordinator

Kordinator dalam keselamatan kerja para pekerja Tugas dan Tanggung jawab :

a) Bertanggung jawab atas system manajemen keamanan dan keselamatan kerja (SMK3)

 b) Berperan sebagai ketua panitia Pembina K3 sebagaimana tanggung-jawab mutu dan K3 yang ditetapkan dalam pedoman system manajemen perusahaan.

(25)

BAB IV

MANAJEMEN PROYEK

Manajemen Proyek adalah sebuah usaha temporer yang dilakukan untuk menciptakan  proyek atau jasa,keahlian,alat dan teknik untuk aktivitas proyek guna memenuhi atau melampaui kebutuhan yang di harapkan oleh stekholder dari proyek tersebut.Manajemen proyek memiliki manfaat yang sangat menguntungkan bagi tiga pihak yang seling terlibat yaitu pemilik, kontraktor, dan konsultan.

Pemilik (owner) Konsultan Kontraktor Memerlukan manajemen proyek

Gambar 4.1. Diagram Hubungan Kebutuhan Manajemen Proyek (sumber : www.google.co.id)

(26)

Beberapa manfaat dari manajemen proyek,diantaranya sebagai berikut :

 Memenuhi kebutuhan dari proyek dan pelanggan  Mengurangi jumlah pekerjaan yang mungkin terlewati

 Mengendalikan waktu pelaksanaan (jadwal),budget, dan sumber daya proyek  Memaksimalkan pemakaian sumber daya

Dalam menjalankan manajemen proyek, dibutuhkan beberapa keahlian manajemen yang lebih terperinci untuk mengelola sesuai dengan bidang dan tugasnya, diantaranya adalah :

1. Fokus manajemen waktu adalah menentukan penyusunan atau struktur perincian kerja, menentukan hubungan ketergantungan diantara tugas tugas proyek, memperkirakan usaha dan durasi tugas, menyusun jadwal proyek, monitoring dan pembaharuan kemajuan proyek, membuat  perubahan untuk estimasi dan jadwal. Fokus manajemen waktu meliputi Perncanaan mutu,  pemastian Mutu dan Kendali Mutu.

2. Fokus manajemen  procurement adalah pengadaan, pengembangan pelaksanaan, monitoring kontrak dengan jasa vendor, memilih rekanan yang tepat, menyelesaikan kontrak setelah proyek selesai.

3. Fokus manajemen SDM adalah penentuan keahlian yang dibutuhkan untuk melekukan berbagai tugas, peran dan tanggung jawab, memilih kadidat potensial dan sebagainya.

4. Fokus manajemen biaya mencakup penentuan kategori biaya proyek estimasi penggunaan masing masing sumber daya dalam masing-masing katagori, penganggaran untuk biaya yang diperkirakan dan kemudian mengontrol biaya saat proyek berjalan

IV. 1 Manajemen Waktu

(27)

orang-Fokus pada manajemen waktu, salah satu manajemen yang diperhatikannya adalah manajemen mutu. Manajemen waktu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Dalam rangka mencukupkan kebutuhan pelanggan dan ketepatan

waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, seorang manager proyek harus memasukkan dan mengadakan pelatihan management kualitas. Hal hal yang menyangkut kualitas yang di maksud diatas adalah :

 Produk/pelayanan/proses pelaksanaan  Proses management proyek itu sendiri

 Dalam manajemen mutu,terdapat beberapa aspek pekerjaan, diantaranya adalah :  Perencanaan mutu seorang manajer proyek mendefinisikan apa saja yang akan

mempresentasikan mutu dan bagaimana mutu tersebut diukur.

 Pemastian mutu meliputi bagaimana mengawasi seluruh mutu proyek untuk melihat apakah standarnya telah dipenuhi.

 Kendali mutu manajer proyek memeriksa output aktual untuk mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar yang telah ditetapkan dalam rencana.

IV.1.1 Aspek Pendukung Manajemen Waktu

A. Kurva S

Dalam mengendalikan waktu pelaksanaan proyek agar sesuai dengan target pelaksanaan, dibutuhkan sebuah jadwal perencanaan pelaksanaan proyek yang telah diperhitungkan  berdasarkan bobot pekerjaan kemampuan administrasi proyek tersebut. Dengan pembuatan  jadwal pelaksanaan proyek, maka terdapat pengendalian yang menunjukan idealnya waktu proses  pelaksanaan proyek, yaitu dengan menggunakan kurva-S. Selain untuk mengendalikan progress  pelaksanaan proyek, kurva-S juga dapat digunakan untuk mengendalikan biaya administrasi.

(28)

dari total harga pekerjaan tersebut) akan diserap di awal pekerjaan tersebut dan sisa durasi dilakukan untuk biaya pemasangannya.

B. Laporan Pelaksanaan Proyek

Untuk memantau progress pelaksanaan proyek dan sebagai dokumentasi, dibutuhkan  bentuk laporan-laporan yang akan disampaikan kepada pihak yang terkait. Laporan tersebut

dinamakan laporan pelaksanaan proyek.

Laporan pelaksanaan proyek terbagi menjadi tiga jenis laporan berdasarkan waktunya

1. Laporan Harian

Laporan harian adalah laporan yang meliput segala kegiatan pekerjaan yang dilakukan pada hari tersebut dengan  progress  pelaksanaan dan permasalahan yang ditemuinya.

2. Laporan mingguan

Laporan mingguan adalah hasil kegiatan harian selama satu minggu serta  permasalahan atau hambatan yang terjadi.

3. Laporan Bulanan

Laporan bulanan adalah laporan hasil rekapitulasi dari laporan mingguan dan beserta dengan laporan visual dalam bentuk foto-foto proyek.

C. RKS

Sebagai perencanaan mutu dibutuhkan sebuah acuan atau pedoman yang akan ditetapkan sebagai kualitas dan persyaratan yang digunakan dalam pembangunan. Salah satu acuan yang telah ditetapkan dalam perancangan tersebut adalah RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat). RKS ini meliputi sekumpulan persyaratan baik persyaratan administrative maupun persyaratan teknis.

(29)

isi dalam sebuah dokumen RKS pada umumnya terdiri atas pasal-pasal. Setiap pasal menjelaskan tentang definisi maupun kriteria persyaratan tertentu.

Dalam dokumen RKS Administrasi dan Umum, memuat persyaratan yang berkaitan dengan pelaksana pembangunan, prinsip pembangunan, rencana anggaran pelaksanaan, imbalan jasa/ honorarium, hingga pemeriksaan dan penyerahan bangunan serta pemeliharaan  bangunan. Muatan yang terdapat di dalamnya diantara definisi, tugas, wewenang dan

tanggung jawab, dasar hukum, maupun persyaratan yang ditetapkan pihak perencana.

Salah satu contoh dokumen RKS Administrasi dan Umum, terdapat didalamnya  beberapa pasal yakni:

1. Pemberi Tugas

2. Tim Pelaksana Pembangunan 3. Dasar-Dasar Pelaksanaan 4. Sumber Pembiayaan

5. Prinsip Dasar Pembangunan 6. Etika Pembangunan

7. Persyaratan Kualifikasi Tim Pelaksana pembangunan 8. Rencana Anggaran Pelaksana

9. Jadwal Waktu Pelaksana

10. Pembayaran Biaya Pembangunan 11. Imbalan Jasa

12. Pemeriksaan dan penyerahan Bangunan 13. Masa Pemeliharaan

14. Penutup

Pada bagian penutup, biasanya disebutkan bahwa persyaratan yang belum termuat dalam dokumen RKS Administrasi dan Umum, akan diatur lebih lanjut dalam dokumen lain sesuai dengan kesepakatan

(30)

IV.2. Manajemen Procurement

Pengadaan adalah proses memperoleh barang ataupun jasa dari pihak di luar organisasi. Manajemen Pengadaan adalah proses  –  proses yang dilakukan untuk mendapatkan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan sebuah proyek dari luar organisasi yang “didukungnya”.

Untuk melaksanakan Manajemen pengadaan dengan efektif, dibutuhkan tahapan-tahapan Manajemen Pengadaaan, diantaranya adalah :

1. Perencanaan pembelanjaan dan pengadaan

Proses menentukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bagaimana proses

 pengadaannya. Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang harus diambil dari luar, tipe kontrak dan menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh distributor kelak.

2. Perencanaan kontrak kerja sama

Proses menggambarkan kebutuhan produk atau servis yang diperlukan, yang digambarkan dalam RFP, kriteria evaluasi dan SOW.

3. Permintaan respon dari distributor

Proses memperoleh informasi, tanggapan, penawaran atau proposal dari penjual

4. Memilih Distributor

Proses memilih suplier yang paling potensial melalui proses analisis suplier potensial dan negosiasi

5. Administrasi kontrak kerja sama

Formalisasi pernyataan kerja sama

6. Penutupan Kontrak

IV.3 Manajemen SDM

Manajemen Sumber Daya Manusia dalam proyek adalah proses mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Agar terlaksana, Manajemen SDM, memiliki tahapan

(31)

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia

Mengidentifikasi dan mendokumentasikan perananan seseorang dalam proyek, tanggung  jawabnya dan bagaimana relasi pelaporan orang tersebut dengan orang-orang lain dalam proyek . 2. Akuisi Tim Proyek

Mengidentifikasi dan mendokumentasikan perananan seseorang dalam proyek, tanggung  jawabnya dan bagaimana relasi pelaporan orang tersebut dengan orang-orang lain dalam proyek. 3. Membangun Tim Proyek

Meningkatkan kompetensi dan interaksi anggota tim proyek, baik secara individual maupu secara  berkelompok untuk meningkatkan kinerja proyek.

4. Mengelola Tim Proyek

Memantau kinerja tim proyek dengan memberikan masukan atau motivasi, solusi ataupun sekedar koordinasi dalam rangka meningkatkan kinerja proyek.

IV.4 Manajemen Biaya

Manajemen biaya proyek meliputi proses-proses yang diperlukan untuk menjamin agar anggaran  biaya yang telah disetujui cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam lingkup proyek. Proses

utama dalam manajemen biaya proyek adalah :

1. Perencanaan Sumber Daya

Perencanaan sumber daya melibatkan penentuan apa jenis sumber daya fisik (orang, peralatan,  bahan) dan berapa jumlah masing-masing harus digunakan dan kapan mereka akan diperlukan

untuk melakukan kegiatan proyek. 2. Pengestimasian Biaya

Pengestimasian biaya melibatkan pengembangan perkiraan (estimasi) biaya sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek kegiatan. Dalam menaksir biaya, penaksir mempertimbangkan penyebab variasi estimasi akhir untuk tujuan pengelolaan proyek yang lebih  baik.

3. Penganggaran Biaya

Penganggaran biaya melibatkan mengalokasikan keseluruhan biaya perkiraan untuk kegiatan individu atau bekerja paket untuk menetapkan biaya garis dasar untuk mengukur kinerja

(32)

4. Pengendalian Biaya

Pengendalian biaya yang bersangkutan dengan mempengaruhi faktor-faktor yang membuat  perubahan biaya dasar untuk memastikan bahwa perubahan disetujui. Menentukan yang biaya dasar telah berubah, dan mengelola perubahan yang sebenarnya ketika dan sebagai mereka terjadi.

IV.4.1 Aspek Pendukung Manajemen Biaya

Salah satu aspek pendukung manajemen biaya adalah adanya rencana anggaran biaya (RAB). RAB ini adalah perhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan dibangun, sehingga dengan adanya RAB dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaannya nanti.

Dalam menghitung RAB diperlukan beberapa data yang diantaranya adalah gambar rencana bangunan, spesifikasi teknis pekerjaan (RKS), volume masing-masing pekerjaan yang akan dilakukan, dan jumlah pekerja saat pekerjaan dilaksanakan.

Beberapa cara menghitung RAB adalah :

1. Menghitung volume masing-masing pekerjaan

2. Membuat HSP (Harga Satuan Pekerjaan), yaitu, hasil kali dari upah/harga material dengan index analisa yang kemudian dijumlahkan.

3. Membuat RAB yaitu, hasil kali dari Volume dan HSP untuk setiap sub item pekerjaan

4. Membuat Rekapitulasi ( Bill of Quantity) yaitu, hasil kali dari volume dengan HSP kemudian dijumlahkan dari masing-masing sub item pekerjaan.

(33)

BAB V

TINJAUAN UMUM PEKERJAAN PROYEK

V.1.1 Pekerjaan Persiapan,Sarana, dan Prasarana

V.1.1 Pekerjaan Persiapan Lapangan

Pekerjaan persiapan adalah suatu pekerjan awal yang dilaksanakan dari keseluruhan substansi  pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam jadwal  pelaksanaan pekerjaan selanjutnya. Adapun lingkup pekerjaan persiapan sebagai berikut :

1. Dokumentasi foto proyek

Foto kegiatan dibuat oleh kontraktor sesuai pengarahan dari PT. PARAMOUNT PROPERTINDO dengan ketentuan beberapa tahap sesuai dengan bobot pekerjaan yang dilaksanakan

2. Pembersihan lapangan selama pekerjaan

kegiatan pembersihan dimulai pada keseluruhan bagian yang harus dibersihkan, dibongkar, dan dipotong sesuai dengan persyaratan pada gambar sehingga pekerjaan selanjutnya dapat dilakukan secara efisien dan meminimalisir gangguan pada saat pelaksanaan kerja.

3. Direksi keet

4. Tempat pekerja

Tempat tinggal sementara untuk para pekerja untuk beristirahat,tempat tersebut dibuat tidak  permanen dan berada di dalam kawasan proyek

(34)

6. Listrik kerja

Kontraktor menyediakan alat-alat instalasi air/listrik kerja atas biaya sendiri. Alat-alat tersebut selain untuk keperluan pekerjaan juga untuk fasilitas bagi pekerja .

7. Air kerja

Kontraktor menyediakan alat-alat instalasi air/listrik kerja atas biaya sendiri. Alat-alat tersebut selain untuk keperluan pekerjaan juga untuk fasilitas bagi pekerja.

8. Pembuangan puing keluar lokasi

Seluruh puing atau material pekerjaan konstruksi harus di buang langsung tidak diperbolehkan ditumpuk diarea kerja , untuk menjaga kebersihan dan tidak mengganggu aktifitas pekerja.

9. Pekerjaan pengukuran

Lingkup Pekerjaan termasuk di dalam lingkup pekerjaan persiapan pelaksanaan konstruksi ini  penyediaan tenaga, bahan material dan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan  pengukuran dan pemasangan patok ukur.

 pengukuran :

a. Pengukuran awal harus dilakukan guna menentukan posisi dinding baru di lapangan, serta duga tinggi ± 0.00 (yakni sama dengan + 0.05 dari tinggi permukaan lantai ubin pc  bangunan, yang sudah ada sebelumnya).

 b. Pengukuran selanjutnya dilaksanakan bertahap sesuai dengan tahapan pekerjaan yang membutuhkannya, antara lain adalah :

 Untuk penetapan pemasangan jendela-pintu baru  Untuk leveling plafond

 Untuk leveling lantai

 Posisi pemipaan & elektrikal

 Untuk pengecekkan kebenaran kedudukan elemen-elemen kontruksi selama

Gambar

Gambar 2.1 struktur organisasi perusahaan Sumber : Dokumen Paramount,2011
Gambar 3.1 Tampak PARAMOUNT SKYLINE  TOWER (sumber : dokumen PP Dirganeka)
Gambar 3.2. Lokasi proyek PARAMOUNT SKYLINE Tower (sumber : dokumen PP Dirganeka)
Gambar 3.3. Site Plan PARAMOUNT SKYLINE Tower (sumber : Dokumen PP Dirganeka)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen permintaan akan menjaring informasi yang berkaitan dengan peramalan ( forecasting ) order entry, order promissing, branch warehouse requirement, pesanan antar pabrik

VRP with Multiple Trip, karakteristik dari VRP ini memungkinkan setiap kendaraan dapat memiliki lebih dari satu rute perjalanan dalam satu horizon perencanaan namun

Jaringan serat optik FTTH dengan berbasis teknologi GPON diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan layanan komunikasi yang cepat khususnya untuk di wilayah Kecamatan Duren

Pada tahun 2015 penulis melakukan penelitian di laboratorium Biomedik FKH UNUD tentang parvovirus anjing dengan judul “Tingkat Deteksi Parvovirus Anjing di Organ

Exco Green Glass Cleaner ( B’Ning ) diformulasikan khusus dengan mengandung zat pembersih yang tidak bersifat merusak media dan dapat digunakan dalam berbagai

Hasil penelitian Le Petit, et al (1965) dalam Chator dan Somerville (1978) yang berhasil mengisolasi 191 spesies dari Coastal Waters, diantaranya Pseudomonas, Achromobacter

  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang   Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen

Menurut Shyur (2006) secara umum langkah utama dalam proses perhitungan bobot kriteria dengan ANP dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama yang dilakukan adalah melakukan