• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh pemberian syrup curcuma plus terhadap farmakokinetika rifampisin pada tikus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh pemberian syrup curcuma plus terhadap farmakokinetika rifampisin pada tikus"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel I dan Gambar 1 memuat data  kadar rifampisin dan profil kurva kadar  rifampisin terhadap waktu setelah pemberian  rifampisin oral dosis tunggal 50 mg/kg BB  (kelompok I) dan adanya pemberian syrup  Curcuma plus ®  dosis 2,7 mL/kg BB 1 jam  (Kelompok
Tabel II. Nilai parameter farmakokinetika rifampisin setelah pemberian rifampisin oral 50 mg/kgBB  (Kelompok I)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Sukandar (2012) melaporkan bahwa ekstrak temulawak dosis 25 mg/KgBB dapat menurunkan kadar LDL secara signifikan, sedangkan kombinasi ekstrak daun

Pemberian kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto ( Andrographis paniculata Nees) dosis 60 mg/KgBB dan ekstrak etanol rimpang temulawak ( Curcuma xanthorriza Roxb) dosis

Pemberian infus daun sukun selama 7 hari berturut-turut dengan dosis 3 (54 g/kgBB) terlihat mampu melindungi hati akibat paparan karbon tetraklorida karena kadar peroksida lipid

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kencur selama 7 hari berturut-turut terhadap parameter farmakokinetik natrium diklofenak pada hewan uji

mahagoni dengan dosis 5 g/KgBB berpengaruh pada penurunan aktivitas ALT- AST tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 mL/KgBB dengan waktu pemberian optimum selama

Pemberian infus daun sukun selama 7 hari berturut-turut dengan dosis 3 (54 g/kgBB) terlihat mampu melindungi hati akibat paparan karbon tetraklorida karena kadar peroksida lipid

Kesimpulan Bedasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian minyak buah merah Pandanus Conoidus Lam secara topikal dua kali sehari selama 7 hari berturut–turut tidak