• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KECAMATAN BUAYAN - Elib Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KECAMATAN BUAYAN - Elib Repository"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KECAMATAN BUAYAN

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Keperawatan Minat Utama Program Studi Ilmu Keperawatan

Diajukan Oleh Tri Sejati Kartika Dewi

NIM : A11401072

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karenaberkat rahmat, hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Perilaku Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Kecamatan Buayan”. Sholawat serta salam selalu tercurahkan pada Nabi Besar Muhammad SAW, sehingga penulis mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong. Penulisan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu memberikan kemudahan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

2. Orang tua tersayang, ayah Muh.Romadhon,M.Pdi dan ibu Sadarningsih yang senantiasa membantu penulis, mendoakan serta memberikan dukungan kepada penulis.

3. Kakak Dwi Indah Kusumasari dan Ika Diyah Kurniawati serta adikku tersayang Catur Nugroho Kuncoro Jati yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Hj. Herniyatun, M.Kep, selaku ketua STIKES Muhammadiyah Gombong

5. Isma Yuniar, M.Kep selaku Ketua Prodi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong

6. Nurlaila, M.Kep, selaku pembimbing I yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan pada penulis.

7. Ning Iswati, M.Kep, selaku pembimbing II yang telah berkenan memberikan bimbingan dan pengarahan pada penulis.

(8)

viii

9. Camat Kecamatan Buayan yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian.

10. Kepala Desa Wanayasa yang telah banyak membantu dalam jalannya uji validitas dan reabilitas.

11. Bidan Desa yang telah banyak membantu dalam jalannya penelitian. 12. Sahabat-sahabatku tercinta dan tersayang, Nindi Sarasati, Siti

Wastingatun dan Novita Indri karina yang telah banyak memberikan semangat dan bantuan kepada penulis untuk menyelesaikan penelitian ini.

13. Rizal Mu’alif yang telah memberikan semangat dan berjuta doa kepada penulis.

14. Teman sekaligus adik Ayu Wulandari yang telah membantu pelaksaan penelitian.

15. Teman-teman seperjuangan S1 Keperawatan 2014 STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah memberikan dukungan kepada penulis.

16. Responden yang telah meluangkan waktunya untuk membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian.

Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis menyadari masih banyakkekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan. Semoga bimbingan, bantuan, dan dorongan yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah SWT. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Kebumen, Maret 2018

(9)

ix

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG Skripsi, Februari 2018

Tri Sejati Kartika Dewi1)Nurlaila2) Ning Iswati3)

PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI KECAMATAN BUAYAN

ABSTRAK

Latar Belakang: MP-ASI merupakan makanan pendamping ASI yang berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi dan bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk menyediakan MP-ASI yang baik dan benar. Dalam penyediaan MP-ASI orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang ASI. Ketika orang tua sudah memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang pemberian MP-ASI, maka orang tua memilki perilaku pemberian MP-ASI yang baik pula.

Tujuan: Untuk mengetahui perilaku pemberian makanan pendamping air susu ibu (mp-asi) pada bayi usia 6 – 12 bulan di Kecamatan Buayan.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 225 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Sampel ini diambil dengan menggunakan random sampling. Analisa data menggunakan program komputer yaitu SPSS.

Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa mayoritas ibu berusiaantara 21-30 tahun (65.3%), sedangkan untuk usia bayi paling banyak usia 11 bulan (16.9%). Mayoritas pendidikan ibu adalah SMP 99 responden (44%), dan 219 ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga (97.3%). Sebanyak 199 ibu memilki pengetahuan cukup (88.4%) dansebanyak 135 ibu memiliki perilaku dengan kategori cukup (60.0%).

Rekomendasi:Ibu yang memilki bayi usia 6 – 12 bulan diharapkan bisa meningkatkan pengetahuantentang pemberian MP-ASI, sedangkan untuk petugas kesehatan hendaknya memberikan penyuluhan pada ibu-ibu tersebut. Sangat diharapkan ada penelitian selanjutnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu tentang pemberian MP-ASI.

Kata Kunci: perilaku ibu, MP-ASI.

1)

Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong 2)

Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong 3)

(10)

x

BACHELOR OF NURSING PROGRAM

MUHAMMADIYAH HEALTH SCIENCE INSTITUTE OF GOMBONG Minithesis, February 2018

Tri Sejati Kartika Dewi1)Nurlaila2) Ning Iswati3)

BEHAVIOR IN GIVING BREAST MILK AS SUPPLEMENTARY FEEDING TO INFANTS IN THE AGEOF 6-12 MONTHS

IN BUAYAN SUB-DISTRICT

ABSTRACT

Background: Breast milk as supplementary feeding is a complementary food of breast milk that is useful to meet the nutritional needs and beneficial for the growth and development of aninfant. Parents have a very important role to well provide good breast milk as supplementary feeding. In providing this kind of supplementary feeding, parents should have good knowladge that finally they are expected to have good behavior in giving breast milk as supplementary feeding.

Objective: To find out the behavior ingiving breast milk as supplementaryfeeding to infants aged 6 - 12 months in Buayan Sub-District.

Method: This study is an analytical descriptive. Samples in this study are 225 mothers having infants in the age of 6-12 months. The samples were taken by

random sampling. Data analysis is done by using computer programm is SPSS.

Result: The findingsbased on the research were that most of mothers having6 – 12 month infants are in the age of 21 – 30 years (65.3%), while the age of theirinfantsare mostly 11 months (16.9%). There are 99 mothers with junior high school background (44%), and 219 respondents are housewives (97.3%). There are 199 mothers having enough knowledge level (88.4%) and 135 mothers have enough category behavior (60.0%).

Recommendation: Mothers having infants in the age of 6 – 12 months are suggested to increase their knowledge level about breast milk as supplementary feeding. Meanwhile, it is really expected that health workers should provide them health education or consultation. Hopefully there is further research on factors

influencing mother’s behavior in giving breast milk as supplementary feeding.

Keywords: Mother’s behavior, breast milk, supplementary feeding

1) Student of Bachelor of Nursing Program 2) First Consultant

(11)

xi

MOTTO

1. Nrimo Ing Pandum. 2. Ngunduh Wohing Pakarti.

3. Kahanan donya ora langgeng mula aja ngegungke kesugihan lan drajat. 4. “Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka

(12)

xii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk :

1. Kedua orang tua, ayah Muh. Romadhon, M.Pdi dan ibu Sadarningsih, serta kaka dan adik tersayang Dwi Indah Kusumasari, Ika Diyah Kurniawati dan Catur Nugroho Kuncoro Jati yang telah memberikan segenap doa dan memberikan semangat.

2. Sahabatku , Nindi Kunti Sarasati, Siti Wastingatu, Novita Indri Karina dan Rizal Mu’alif yang selalu mendukung dan memberikan semangat.

3. Rizal, yang telah memberikan dukungan, semangat dan amunisinya untuk menyelesaikan skripsi ini dengan cepat.

(13)

xiii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASRISME ... iii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iv

HALAMAN PERSETUJUAN ... v

HALAMAN PENGESAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 12

A. Tinjauan Pustaka ... 12

1. MP-ASI ... 12

2. Faktor Pemberian MP-ASI ... 17

B. Kerangka Teori... 20

(14)

xiv

BAB III METODELOGI PENELITIAN ... 22

A. Metode Penelitian... 22

B. Populasi Dan Sampel ... 23

C. Tempat Dan Waktu Penelitian ... 24

D. Variabel Penelitian ... 24

E. Definisi Operasional... 25

F. Teknik Pengumpulan Data ... 27

G. Teknik Analisa Data ... 29

H. Instrumen Penelitian... 31

I. Uji Coba Instrumen ... 33

J. Etika Penelitian ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37

A. Hasil Penelitian ... 37

1. Karakteristik Responden ... 37

2. Karakteristik Pengetahuan ... 38

3. Karakteristik Perilaku ... 39

B. Pembahasan ... 39

1. Karakteristik Responden ... 39

2. Pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI ... 43

3. Perilaku Ibu Tentang Pemberian MP-ASI ... 46

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 49

A. Kesimpulan ... 49

B. Saran ... 49

DAFTAR PUSTAKA

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori ... 20

(16)

xvi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Pola Pemberian MP-ASI ... 14

Tebel 3.2 Definisi Operasional ... 25

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuisioner Pengetahuan ... 32

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuisioner Perilaku ... 33

Tabel 4.1 Karakteristik Usia Responden ... 37

Tabel 4.2 Karakteristik Pendidikan dan Pekerjaan Responden ... 38

Tabel 4.3 Tingkat Pengetahuan Ibu ... 38

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Pendahuluan Lampiran 2 Surat Ijin Uji Validitas Lampiran 3 Surat Ijin Penelitian

Lampiran 4 Surat Keterangan Lolos Uji Etik Lampiran 5 Jadwal Penelitian

Lampiran 6 Lembar Konsultasi Pembimbing

Lampiran 7 Lembar Permohonan Menjadi Responden Lampiran 8 Lembar Persetujuan Menjadi Responden Lampiran 9 Lembar Penjelasan Peneliti

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gizi merupakan sesuatu yang sangat berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Pemberian gizi yang baik bertujuan untuk mencapai tumbuh kembang anak yang adekuat. Pada anak dan bayi , apabila mereka tidak diberikan makanan yang mengandung gizi yang baik maka akan terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan, dan akan semakin parah apabila tidak segera diatasi secara dini dan dapat berlanjut hingga dewasa (Lestari, 2014).

Banyak balita di Indonesia yang mengalami gangguan pada pertumbuhan dan perkembanganya, hal ini disebabkan karena status nutrisi yang buruk. Berdasarkan data yang diperoleh ditemukan sebanyak 26.518 balita gizi buruk secara nasional. Kasus gizi buruk ditentukan berdasarkan perhitungan berat badan menurut tinggi badan. Sedangkan menurut hasil (Riskesdas, 2013) pravelensi balita sangat kurus 5,3%. Jika diestimasikan balita 21.436.940 maka perkiraan jumlah balita yang mengalami gizi buruk sebesar 1,1 juta jiwa (Profil Kesehatan Indonesia, 2015).

Angka gizi buruk semakin meningkat di Indonesia masih jauh diatas target RJMN 2014 yaitu 15%. Secara nasional prevalensi pada tahun 2013 adalah 19,6 persen, terdiri dari 5,7 persen gizi buruk dan 13,9 persen gizi kurang. Jika dibandingkan dengan angka prevalensi nasional tahun 2007 (18,4 %) dan tahun 2010 (17,9 %) mengalami peningkatan yang berarti. Untuk mencapai sasaran MDGs tahun 2015 yaitu 15,5% secara nasional harus diturunkan sebesar 4.1% dalam periode 2013 sampai 2015 (Bappenas, 2012). Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke 12 dengan kasus gizi buruk tertinggi (Riskesdas, 2013).

(19)

2

selama tahun 2014 jumlah gizi buruk di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.942 balita atau 0,16% dari jumlah balita yang ada di Jawa Tengah. Angka ini masih tergolong rendah dari target nasional yaitu 3% (Profil Kesehatan Jawa Tengah, 2014).

Jumlah kasus gizi buruk pada Kabupaten Kebumen mengalami penurunan dari tahun ketahun, penurunan ini sangat signifikan dari tahun 2010 hingga tahun 2015. Kabupaten Kebumen dengan jumlah kasus sebesar 42 kasus pada tahun 2010 dan menurun menjadi 9 pada tahun 2015. Tingginya kasus gizi buruk pada balita di Kabupaten Kebumen sehingga diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut (Profil Kesehatan Kebumen , 2015).

Dari data yang didapatkan dari Kecamatan untuk status gizi buruk sesuai dengan BB/TB di Kecamatan Buayan di Bulan September 2017 mencapai 0,025% dari jumlah seluruh bayi yang berada di wilayah Kecamatan Buayan. Sedangkan untuk jumlah bayi dengan gizi kurang sesuai dengan BB/TB mencapai 0,13% dari jumlah keseluruan bayi. Sedangkan untuk status gizi buruk bayi sesuai dengan BB/U sebanyak 0,04% dan untuk status gizi kurang sesuai dengan BB/U mencapai nilai 0,02% dari jumlah seluruh bayi yang berada di Wilayah Kecamatan Buayan (UPTD Puskesmas Buayan,2017).

Pemenuhan gizi pada balita merupakan salah satu untuk mengatasi masalah gizi buruk pada balita. Pemenuhan gizi untuk usia 0-6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif,dan untuk usia 6 – 24 bulan diberikan makan pendamping ASI.Pemenuhan gizi pada bayi dari ASI setelah usia 6 bulan hanya 65-80%, organ pencernaan bayi mulai berfungsi dengan baik, maka dikenalkan makanan pendamping ASI yang berguna untuk memenui nutrisi dan gizi yang baik guna untuk meningkatkan otak dan tumbuh kembang (Dwi, 2011).

(20)

3

Pemenuhan gizi yang baik sejak masa janin hingga 5 tahun. Pemenuhan gizi pada masa ini akan menentukkan kualitas seseorang jangka pajang hingga masa reproduksi. ASI ekslusif berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 bahwa ASI diberikan kepada bayi sejak lahir hingga selama 6 bulan, tanpa menambahkan makanan atau minuman yang lain.

ASI banyak mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi karena banyak mengandung protein untuk daya tahan tubuh dan berguna untuk membunuh kuman dalam jumlah tinggi sehingga ASI dapat mengurangi resiko kematian pada bayi. Kolostrum dihasilkan pada hari pertama hingga hari ketiga. Hari keempat hingga hari kesepuluh, ASI mengandung immunoglobin, protein, dan laktosa, selain itu ASI juga mengandung zat penyerap berupa enzim yang tidak akan mengganggu enzim didalam usus (Profil Kesehatan Indonesia, 2015).

Proses menyusui terbanyak setelah 1-6 jam setelah kelahiran (35,2%) dan kurang dari 1 jam IMD (34,5%). Sedangkan proses mulai menyusui terendah terjadi pada 7 – 23 jam setelah kelahiran (3,7%) (Riskesdas, 2013).

(21)

4

Pemberian MPASI yang tidak tepat akan berdampak pada gangguan pencernaan pada bayi, seperti diare, muntah, sulit buang air besar, infeksi , berat badan yang berlebih. Adapun jenis-jenis makanan pendamping asi yakni pisang, biskuit, bubur, biskuit , susu formula, bubur beras, dan nasi lumat. Selain itu ada makanan yang diberikan oleh ibu sejak bayi lahir dikarenakan beberapa faktor diantara ada makanan seperti susu formula, air putih, air gula, air tajin, nasi/bubur, pisang. Banyak jenis makanan pedamping ASI yang diberikan kepada bayi yaitu pada bayi usia 6–23 bulan terdapat 32% mendapat ASI dengan tambahan makanan yang difortifikasi, 81% mengkonsumsi makanan yang terbuat dari biji-bijian, 72% mengkonsumsi buah dan sayur, 50% daging dan ikan , 46% telur, 26% ASI dan susu formula, 11% susu formula dan 8% keju (SDKI-Indonesia, 2012).

Penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI yaitu usia pemberian MP-ASI paling cepat diberikan pada usia satu bulan setelah bayi lahir dan paling lambat pada usia 6 bulan. Jenis MP-ASI bervariasi (bubur buatan pabrik atau buatan sendiri). Frekuensi pemberian makanan, cara penyajian bervariasi dan konsistensinya ada yang lunak dan ada yang padat (Oktaviana,2013). Hal sama dengan penelitian Ratnaningsih (2011) bahwa pada usia 6 bulan akan memproduksi lebih banyak air liur, enzim amylase, enzim lipase, dan bile salts yang sudah diproduksi oleh pankreas sehingga bayi lebih siap menerima makanan selain ASI.

(22)

5

Studi yang dilakukan oleh Chairani (2013) di Puskesmas Pesanggrahan yang dilakukan dengan cara pendekatan kualitatif pada ibu-ibu yang melahirkan pada Rumah Bersalin Puskesmas yang merupakan sampel dari peneliti lain yang bertujuan untuk menemukan alasan pemeberian MP-ASI yang dilakukan menggunakan pendekatan teori Health Belief Model yang menunjukan bahwa ibu memberikan makanan pendamping ASI diantaranya : ASI tidak keluar, ASI tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi bayi, meningkatkan BB, agar anak tidak rewel dan menangis, puting susu sakit, adanya pengalaman sebelumnya adanya dukungan suami atau keluarga terdekat dan menjadi adat atau tradisi turun temurun dari keluarga.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ratna Kartika Dewi (2010) di Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas menunjukan bahwa pola pemberian MP-ASI baik dengan proporsi 100,0% balita dalam status gizi baik, pola pemberian MP-ASI sedang dengan proporsi 96,0 % balita dalam status gizi baik dan 4,0% dalam status gizi kurang, pola pemberian MP-ASI kurang baik dengan proporsi 25,0% balita dalam status gizi baik dan 75,0% dalam status gizi kurang, sisanya pola pemberian MP-ASI defisit dengan proporsi 50,0% balita dalam status gizi kurang dan 50,0% lainnya dalam status gizi buruk.

Hasil yang dilakukan oleh Umul Faizah (2011) berat badan bayi yang mendapat MPASI pada bayi usia 4-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bonorowo Kabupaten Kebumen sebagian besar responden mempunyai kenaikan BB 400 gram dan 700 gram yaitu sebanyak 6 responden (20,0%).

(23)

6

mengandung banyak gizi yang baik diberikan kepada bayi dengan usia 6 -24 bulan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 – 24 bulan. Selain pengetahuan yang kurang pada ibu, ada fenomena yang unik dimana setiap daerah memiliki etnik yang berbeda. Hal itu merupakan bagian dari fenomena pemberian makanan pendamping ASI dimana suatu masyarakat masih mengkaitkan dengan etnik atau peraturan adat yang masih berlaku dimasyarakat tanpa mengetahui bagaimana cara pengolahan dan usia yang tepat untuk memberikan makanan pendamping ASI yang baik dan benar.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan 5 ibu di Desa Mergosono Kecamatan Buayan pada bulan November 2017 menyatakan bahwa dalam memberikan MP-ASI lebih senang melihat anak kenyang dan tidak rewel, keterbatasan dalam pemberian MP-ASI yang tepat adalah kurangnya ekonomi keluarga dan pengetahuan ibu tentang bagaimana cara mengolah makanan tersebut. Sebagian besar dalam pemberian MP-ASI tidak sesuai dengan kondisi,usia bayi , komposisi makanan yang meliputi nasi dicampur dengan mie instan, nasi dicampur dengan ceker , bahkan hanya nasi dengan gorengan. Perilaku pemberian MP-ASI yang kurang tepat dibuktikan dengan anak makan sambil jalan-jalan, berlarian, sambil bermain dan digendong. Sebagian besar ibu memberikan makanan menggunakan tangan dengan alasan agar lebih mudah.

Dari beberapa penelitian menggambarkan bahwa banyak yang memberikan MP-ASI pada bayi dengan usia kurang dari 6 bulan baik itu karena alasan ibu yang sibuk bekerja ataupun karena tradisi yang ada di masyarakat. Akhirnya peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Perilaku Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)

(24)

7

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas,maka akar masalah yang dapat dirumuskan adalah “Bagaimana Perilaku Pemberian Makanan

Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada bayi usia 6– 12 Bulan”.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mengetahui Perilaku Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada bayi usia 6–12 Bulan

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui karakteristik responden dalam pemberian MP-ASI pada bayi usia 6–12 buan

b. Mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 6–12 bulan.

c. Mengetahui perilaku responden dalam pemberian MP-ASI pada bayi usia 6–12 bulan.

D. Manfaat

1. Perkembangan ilmu

Menjadi tambahan wawasan ilmu pengetahuan khususnya dalam keperawatan anak komunitas.

2. Bagi Praktisi Kesehatan

(25)

8

E. Keaslian Penelitian

1. Suwarsih Ning, Zubaidah (2016) pada penelitiannya yang berjudul “Hubungan Antara Kepatuhan Budaya Dengan Waktu Pemberian

Makanan Pendamping Asi Di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen”. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan hubungan antara budaya kepatuhan dengan waktu memberi Pemberian

makanan pendamping ASI di Desa Peniron Pejagoan Kabupaten

Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

kuantitatif dengan rancangan korelasional deskriptif dan

menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Penelitian ini

menggunakan teknik sampling total dengan a sampel dari 116 ibu

dengan anak usia 6 sampai 24 bulan. Sebanyak (90,5%) dari

Responden memberikan makanan pelengkap saat bayi berusia kurang

dari 6 bulan (82,8%) responden mematuhi budaya. Hasil analisisnya

Dengan menggunakan uji coba alternatif diperoleh p value = 0,000

<(α = 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara

budaya pemenuhan dengan waktu pemberian makanan tambahan.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Ida Hayati,dkk (2012) dengan penelitian dengan tema “Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI Anak Usia 6 – 24 Bulan Pada Etnis Banjar Di Kelurahan Teluk Lerong Ilir, penelitian ini menggunakan desain kualitatif dan dengan metode Snowball Sampling. Perbedaan lainnya yang dilakukan dengan peneliti ini adalah cara pengambian sampelnya yakni dengan cara kuisioner dan dengan wawancara dan observasi. Namun hasil dari kedua penelitian ini yakni bahwa ada pengaruh antara etnik atau kepatuhan budaya terhadap pola pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6–24 bulan.

2. Ratna Kartika Dewi, dkk (2010) melakukan penelitian dengan tema “Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI Dengan

(26)

9

Kalibagor Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan makanan dengan suplemen

susu ibu dan status gizi balita usia 6-12 bulan di Desa Kaliori

Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas pada tahun 2010.

Penelitian ini menggunakan waktu pendekatan metode deskriptif

korelatifdan menggunakan metode cross sectional. Dengan Status Gizi Pada Balita Usia 6 – 24 Bulan diperoleh nilai z perhitungan 0,596> z tabel 0,281, sehingga Ha diterima, artinya ada hubungan

yang cukup kuat antara Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI Dengan Status Gizi Pada Balita Usia 6 – 24 Bulan. Hal ini sama dengan Ririn Probowati,dkk dalam penelitiannya yang berjudul Role Attainment Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 – 24 Bulan. Perbedaan peneliti lain dengan peneliti ini yaitu pada penelitian ini menggunakan Desain penelitian retrospektif dan dengan tehnik simple random sampling. Persamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian ini yaitu persamaan pada variabel bebas yang diteliti adalah tentang pola pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi Usia 6–24 Bulan.

3. Olivia Mangkat (2016) telah melakukan penelitian dengan mengangkat tema “Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI

Anak Usia 6-24 Bulan Di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk”. Penelitian ini bertujuan

(27)

10

mengonsumsi MP-ASI lokal, yang paling banyak diberikan ialah nasi (25,9%) dan yang paling sedikit diberikan ialah daging (3,4%).

4. Ida Hayati,dkk (2012) dengan jul penelitian “Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI Anak Usia 6–24 Bulan Pada Etnis Banjar Di Kelurahan Teluk Lerong Ilir”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pola pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-12 bulan pada kalangan orang Banjar di Kelurahan Teluk Lerong Ilir Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sampel ibu yang beretnis Banjar yang memiliki bayi 6-12 bulan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (indeph interview) dan observasi partisipasi. Tehnik analisis data menggunakan desain studi kasus. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa perilaku pemberian MP-ASI adalah usia pemberian MP-ASI paling cepat diberikan pada usia 3 hari setelah bayi lahir dan paling lambat pada usia 6 bulan. Adapun jenis MP-ASI yang diberikan yakni bubur nasi, kentang, biskuit, sayur, lauk. Frekuensi pemberian makanan pokok 3 kali sehari, Porsi pemberian MP-ASI 1-1/2 mangkok bubur nasi yang dicampur dengan sayur dan lauk sekali makan, jenis dari makanan pendamping asi ada yang lunak dan padat. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian makanan pendampingASI kurang tepat dan semua dipengaruhi oleh pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI.

5. Ayudani Terang, (2012) melakukan penelitian dengan tema “

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI Dengan Ketepatan Waktu Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Balita Usia 6 – 24 Bulan Di Posyandu Permata Desa Baki Padeyan Kabupaten

Sukoharjo”. Peneliti melakukan ini bertujuan untuk mengetahui

(28)

11

Sukoharjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan metode rancangan crossectional. Jumlah responden sebanyak 57 ibu. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner selanjutnya data dianalisis dengan uji korelasi chi-square. Hasilmenunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan ketepatan waktu pemberian MP-MP-ASI, tidak ada hubungan ketepatan waktu pemberian MP-ASI dengan status gizi balita dan tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi balita

6. Kusmiyai , Adam Syuul, Pakaya Sandra (2014) melakukan penelitian dengan tema “Hubungan Pengetahuan, Pendidikan, Dan Pekerjaan Ibu

Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado”.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, Pendidikan Dan Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi Di Puskesmas Bahukecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectionl. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya data yang sudah didapatkan akan di Analisis dengan uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemberian MP-ASIdengan p-value 0,005. Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pemberian MP-ASI,

p-value 0,052. Hasil menunjukan bahawa dengan jumlah p-value 0,444

(29)
(30)

DAFTAR PUSTAKA

Agus, R. (2011).Buku Ajar Metodologi Penelitian.Jakarta: EGC.

Arikunto, & Suharsimi. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rhineka Cipta.

Arikunto, & Suharsimi. (2006).Prosedur Penelitian . Jakarta : Rhineka Cipta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar.

Danarsi, S. C., & Noer, R. E. (2016). Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Mikrobiologi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Bubur Instan Dengan Substitusi Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Labu Kuning. Journal of Nutrition College, Volume 5, Nomor 2, 58 - 63.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Semarang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. (2015). Profil Kesehatan Kabupaten Kebumen. Kebumen.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan R I. (2008). Bantuan Sosial (Bansos) Program Perbaikan Gizi Masyarakat.

Fitriana, I. E., & Anzar, J. (2013). Dampak Usia Pertama ASI Terhadap Satus Gizi Bayi Usia 8-12 Bulan Di Kecamatan Seberang Hulu I Palembang. Sari Pediatri, Vol. 15, No. 4, 249-253.

Hayati, I., Suriah, & Jafar, H. N. (2013). Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI Bayi 6-12 Bulan Pada Etnis Banjar Di Kelurahan Teluk Lerong Ilir. 1-11.

Hurlock, E. B. (2009). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.Jakarta: Erlangga.

Hidayat, Aziz. Alimul. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika.

Hidayat, Aziz. Alimul. (2008).Pengantar Ilmu Kesehatan Anak.Jakarta: Salemba Medika.

Ishak, A., & Suprayogi, U. (2012). Penelitian Tindakan Dalam Pendidikan Non Formal. Jakarta: PT Raja Grafindo Pustaka.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013).Profil Kesehatan Indonesia. Indonesia

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2015).Profil Kesehatan Indonesia. Indonesia

(31)

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014).Pedoman Gizi Seimbang.Indonesia

Keputusan Menteri Kesehatan RI. (2007).Spesifikasi Teknis Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).Indonesia.

Kristianto, Y., & Sulistyarini, T. (2013). Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia 6-36 Bulan. Jurnal STIKES , Volume 6, No. 1, 99-108.

Laraeni, Y., Sofiyatin, R., & Rahayu, Y. ( Februari 2015). Hubungan Tingkat Pengetauan, Sikap, dan Perilaku Ibu Terhadap Konsumsi Zat GiziPada Balita Gizi Kurang Di Desa Labuhan Lombok.Media Bina Ilmiah, Volume 9, No. 1.

Lestari, U. M., Lubis, G., & Pertiwi, D. (2014). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun di Kota Padang Tahun 2010. Jurnak Kesehatan Andalas, 3(2), 188-190.

Lubis, R. (2008). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskemas Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Mufida, L., Widyaningsih, D. T., & Maligan, M. J. (2015 ). Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Untuk Bayi 6-24 Bulan. Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No 4, 1646-1651.

MYRNAWATI, & ANITA. (November 2016). Pengaruh Pengetahuan Gizi, Status Sosial, Ekonomi, Gaya Hidup dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak Di Pos PAUD Kota Semarang.JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI, Volume 10 Edisi 2.

Notoatmodjo & Soekidjo. (2010).Metode Penelitian Kesehatan.Jakarta: Rhineka Cipta.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Oktaviana, N. M., & Nuzula, F. (2015). Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi Kurang Gizi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Puskesmas Kalibaru Kulon Kabupaten Banyuwangi. 415-423.

Olivia, M., Mayulu, N., & Kawengian, E. S. (2014). Gambaran pemberian makanan pendamping ASi anak usia 6-24 bulan di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk.Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 4, Nomor 2.

Persaulia, B., Aimon, H., & Anis, A. (2013). Analisis Konsumsi Masyarakat Indonesia. Jurnal Ekonomi, Vol. I, No. 02

Probowati, R., Wibowo, H., Ningtyas, F. S., Ratnawati, M., & Nursalam. (2016). Role Attainment Ibu Dalam Pemberian MP-ASI Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 - 12 Bulan.Jurnal Ners Vol 11 No 2., 170-175.

Ratnaingsih, E. (2011). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Makanan pendamping ASI Terhadap Status Gizi Bayi 6-12 Bulan. Jurnal Kebidanan Panti Wilasa , Vol.1 No.1 , 1-7.

(32)

Saryono. (2008).Metodologi Penelitian Kesehatan.Jogjakarta: Mitra Cendikia Press.

SDKI. (2012). Jenis Makanan Pendamping ASI . 164-166.

Septiana, R., Djannah, N. S., & Djamil, M. D. (2010). Hubungan Antara Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Tengen Yogyakarta. KES MAS Vol. 4.No. 2 , 76-143.

Sitepu, G. M., Punuh, M., & Kawengia, S. (2017). hubungan antra sosial ekonomi dengan usia pertama pemberian makanan pendamping ( MP-ASI) pada bayi usia 6-12 bulan di Puskemas Tuminting Kota Manado.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D .Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung: Alfabeta.

UPTD Puskesmas Buayan Kecamatan Buayan. (2017). Laporan Gizi Buruk BB/TB dan Gizi Kurang BB/TB. Buayan Kebumen.

UPTD Puskesmas Buayan Kecamatan Buayan. (2017). Laporan Gizi Buruk BB/U dan Gizi Kurang BB/U. Buayan Kebumen .

UPTD Puskesmas Buayan Kecamatan Buayan. (2017).Laporan Bulanan Kegiatan UPGK Di Posyandu. Buayan Kebumen.

(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)

Lampiran 7

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada Yth :

Ibu Calon Responden

Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong

Nama : Tri Sejati Kartika Dewi

NIM : A11401072

Akan mengadakan penelitian tentang “ PERILAKU PEMBERIAN

MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6 –

12 BULAN DI KECAMATAN BUAYAN “.

Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat buruk bagi Ibu/ Bayi sebagai responden. Kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan dijaga dan hanya digunakan untuk penelitian. Apabila Ibu menyetujui maka dengan ini saya mohon kesediaan responden untuk menandatangani lembaran persetujuan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan dalam lembaran kuisioner, dan apabila Ibu menolak untuk menjadi responden, Ibu bisa mengundurkan diri dan menolak penandatanganan surat pernyataan yang diberikan oleh peneliti.

Atas bantuan dan kerja samanya saya ucapakan terima kasih.

Buayan, 2018

(46)

Lampiran 8

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini orang tua/ wali :

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Hubungan dengan anak :

Alamat :

Saya menyatakan bersedia untuk berpartisipasi menjadi responden dan sudah mendapatkan penjelasan terkait prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan STIKES Muhammadiyah

Gombong, tentang “PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING

AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI

KECAMATAN BUAYAN “.

Saya menyadari bahwa penelitian ini tidak akan berakibat negatif terhadap saya, sehingga jawaban yang saya berikan adalah yang sebenarnya dan data yang mengenai saya dalam penelitian ini akan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti. Semua berkas yang mencantumkan identitas saya hanya akan digunakan untuk keperluan pengolahan data dan bila sudah tidak digunakan lagi akan dimusnahkan. Demikian persetujuan ini saya tanda tangani dengan sukarela tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Buayan, 2018

(...) (...)

(47)

Lampiran 9

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG

Saya yang bertanda tangan dibawah ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong

Nama : Tri Sejati Kartika Dewi

NIM : A11401072

Akan mengadakan penelitian tentang “ PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN

DI KECAMATAN BUAYAN “. MP-Asi merupakan makanan yang diberikan berbeda sesuai dengan usia bayi masing-masing. Penelitian ini akan memberikan manfaat supaya ibu yang memiliki bayi usia 6 – 12 bulan lebih memahami dalam pemberian MP-ASI yang tepat sesuai dengan usia dan kondisi bayi, serta mengetahui dampak buruk bagi kesehatan apabila MP-ASI diberikan pada bayi tidak sesuai dengan kondisi dan usia bayi seperti gagal dalam tumbuh kembang. Apabila Ibu masih ada yang bingung atau perlu ditanyakan ibu dapat menghubungi peneliti di nomor 089672586670. Atas bantuan dan kerja samanya saya ucapakan terima kasih.

Buayan, 2018

(48)

Lampiran 10

KUISIONER KARAKTERISTIK

PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU

(MP-ASI)

DI KECAMATAN BUAYAN

IDENTITAS RESPONDEN

1. Nama inisial responden : 2. Alamat responden :

3. Usia responden : ... tahun 4. Usia bayi responden : ... bulan 5. Pendidikan terakhir :

a. Tidak sekolah b. SD

c. SMP d. SMA

e. Perguruan Tinggi

6. Pekerjaan responden : a. PNS

b. TNI, POLRI c. Swasta d. Wiraswasta e. Petani f. Pensiunan g. Mahasiswa

(49)

Lampiran 11

KUISIONER PERILAKU MP-ASI

Nama :

Alamat :

No. Responden :

Pilihlah jawaban dari pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda

checklist ( ) pada kolom jawaban yang sesuai menurut anda benar !

No Pertanyaan Jawaban Skor

Ya Tidak

1. Apakah ibu memberikan MP-ASI?

2.

Apakah ibu memberikan MP-ASI mulai usia 6 bulan?

3.

Apakah ibu memberikan MP-ASI sebelum usia 6 bulan?

4. Apakah ASI tetap diberikan ?

5.

Apakah bayi diberikan bubur instan buatan sendiri ?

6. Apakah bayi diberikan bubur instan ?

7.

Apakah bayi diberikan kombinasi bubur buatan sendiri dan bubur instan ?

8.

Apakah bayi diberikan makanan dengan komposisi legkap yaitu karbohirat, protein hewani, protein nabati?

9.

(50)

10.

Apakah tekstur yang diberikan kepada bayi tekstur semi kental?

11. Apakah ibu menyajikan makanan dengan cara disaring ?

12. Apakah ibu menyajikan makanan dengan cara diblender ?

13. Apakah anak didudukan saat diberi makan ?

14. Apakah ibu selalu memaksa bayi jika tidak mau makan ?

15.

Apakah ibu selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memberikan makan pada bayi?

16.

Apakah ibu selalu cuci sesudah memberikan makan pada bayi?

Bayi usia 6

9 bulan

17.

Apakah ibu memberikan makanan sebanyak 2 – 3 kali sehari ?

18.

Apakah ibu memberikan makanan selingan sebanyak 1 -2 kali sehari ?

19.

Apakah porsi makanan sebanyak 2 – 3 sendok sekali makan ?

20.

Apakah tekstur makanan yang diberikan berupa bubur kental ?

21.

(51)

22.

Apakah ibu memberikan buah sebagai makanan selingan ?

23. Apakah ibu memberikan makanan dengan komposisi yang lengkap ?

Bayi usia 9

12 bulan

24.

Apakah ibu makanan diberikan sebanyak 3 – 4 kali sehari ?

25.

Apakah ibu memberikan makanan selingan sebanyak 1 -2 kali sehari ?

26. Apakah ibu memberikan makanan sebanyak setengah mangkuk?

27.

Apakah pengolahan makanan untuk usia 9 – 12 bulan dicincang ?

28. Apakah ibu memberikan makanan berupa bubur padat?

29.

Apakah ibu memberikan buah sebagai makanan selingan?

(52)

Lampiran 12 silang (X) pada jawaban yang menurut anda benar !

1. Apakah pengertian makanan pendamping ASI?

a. Makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga b. Makanan pengganti ASI

c. Makanan yang diberikan pada bayi usia < 6 bulan d. Makanan yang diberikan pada bayi usia 3 bulan. 2. Apakah tujuan dari pemberian makanan pendamping ASI ?

a. Memberikan gizi pada bayi b. Melatih bayi untuk makan c. Meningkatkan kekebalan tubuh d. Mengenalkan pada makanan

3. Pada umur berapa sebaiknya diberikan makanan tambahan? a. 6 bulan

(53)

5. Apa saja yang menjadi syarat makanan pendamping ASI ? a. Makanan rendah serat

b. Makanan berkuah

c. Makanan yang mengandung gizi

d. Makanan berat yang membuat bayi cepat kenyang 6. Apa jenis makanan yang diberikan untuk bayi usia 6 bulan ?

a. Bubur kental b. Bubur cair

c. Bubur semi kental d. Bubur padat

7. Sebutkan jenis makanan yang pertama kali diberikan kepada bayi usia > 6 bulan

a. Makanan lunak b. Mie

c. Makanan padat d. Pisang

8. Berapa kalikah makanan tambahan itu diberikan dalam sehari kepada bayi yang berusia 6-8 bulan?

a. 1-3 kali b. 4-6 kali c. 7-10 kali

d. Tidak tentu, tergantung bayi menangis 9. Berapa kali sehari makanan selingan diberikan ?

(54)

10. Berapa banyak porsi makanan pendamping yang diberikan pada bayi usia 6 bulan?

a. Setengah piring b. Seperempat piring c. 2 - 3 sendok makan d. 5 – 6 sendok makan

11. Berapa porsi makanan pendamping yang diberikan pada bayi dengan usia 9-12 bulan?

a. Setengah mangkuk b. Seperempat mangkuk c. 3 sendok makan d. Satu mangkuk penuh

12. Mana yang bukan jenis sajian makanan pendamping ASI untuk usia 6 – 9 bulan ?

14. Makanan apa yang perlu diberikan sebagai makanan selingan pada usia 6 bulan ?

(55)

15. Makanan apa yang perlu diberikan sebagai makanan pendamping untuk

16. Usia berapa bayi diberikan daging ? a. Kurang dari 6 bulan

b. 6 bulan

c. Lebih dari 6 bulan d. Kalau sudah tumbuh gigi

17. Kapan bayi boleh mendapatkan makanan kasar atau makanan yang diiris ? a. Apabila sudah ada gigi

b. 6 -9 bulan c. 9 – 12 bulan d. 12 – 24 bulan

18. Mengapa bayi perlu diberi makanan tambahan? a. Agar anak tidak rewel dan canggung b. Agar anak terhindar dari penyakit

c. Agar kebutuhan bayi akan zat gizi bertambah sesuai dengan pertambahan umurnya

d. Agar cepat dalam pertumbuhan

19. Apa dampak bagi bayi jika diberi makanan tidak sesuai dengan usianya ? a. Tidak ada pengaruh

b. Menjadi lebih sehat c. Gangguan pencernaan d. BB semakin naik

20. Mana yang bukan langkah menyiapkan makanan pendamping ? a. Cuci tangan

(56)

d. Menggunakan tangan tanpa cuci tangan

21. Apa pengaruhnya terhadap pemberian makan bayi sebelum usia 6 bulan terhadap kesehatan bayi?

a. Tidak ada pengaruhnya

b. Anak jadi sering mencret karena pencernaannya terganggu c. Anak jadi sering nangis

d. Bayi jadi cepat lapar

22. Apakah dengan menunda makanan tambahan dapat mengurangi resiko alergi makanan?

a. Ya b. Tidak c. Mungkin d. Tidak tahu

23. Apa resiko jika makanan pendamping diberikan terlalu dini ? a. Tidak ada pengaruhnya

b. Bayi jadi cepat lapar

c. Mengalami kekurangan gizi d. Alergi

(57)

26. Kapan bayi mulai diajarkan memegang makanan ? a. Kurang dari 6 bulan

b. 6 bulan c. 8 bulan d. 9 bulan

27. Komposisi makanan yang seperti apa yang diberikan untuk bayi? a. Karbohidrat , protein hewani, protein nabati, buah.

b. Karbohidrat , protein hewani c. Karbohidrat , protein nabati d. Karbohidrat saja

28. Bagaimana sikap ibu apabila anak tidak mau makan ? a. Paksa

b. Biarkan saja c. Sabar menunggu d. Disudahi makannya

29. Bagaimana posisi yang baik saat memberikan makanan ? a. Digendong

b. Sambil bermain c. Didudukan d. Sambil jalan-jalan

30. Seberapa penting makanan pendamping ASI menurut ibu? A. Biasa saja

(58)

Lampiran 13

KUNCI JAWABAN KUISIONER PERILAKU

(59)

Lampiran 14

KUNCI JAWABAN KUISIONER PENGETAHUAN

(60)

Lampiran 15

Std. Deviation .526

Maximum 3

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Statistic Std. Error

Usia Ibu Mean 2.27 .035

95% Confidence Interval for Mean

Std. Deviation .526

Minimum 1

Maximum 3

Range 2

Interquartile Range 1

(61)

Descriptives

Statistic Std. Error

Usia Ibu Mean 2.27 .035

95% Confidence Interval for Mean

Std. Deviation .526

Minimum 1

Maximum 3

Range 2

Interquartile Range 1

Skewness .190 .162

Std. Deviation 1.957

Maximum 12

Frequency Percent Valid Percent

(62)

12 28 12.4 12.4 100.0

Total 225 100.0 100.0

Descriptives

Statistic Std. Error

Usia Bayi Mean 9.03 .130

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 8.77

Upper Bound 9.28

5% Trimmed Mean 9.03

Median 9.00

Variance 3.830

Std. Deviation 1.957

Minimum 6

Maximum 12

Range 6

Interquartile Range 4

Skewness -.045 .162

(63)

Statistics

Std. Deviation .758

Minimum 1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Statistic Std. Error

Pendidikan Ibu Mean 3.03 .051

95% Confidence Interval for Mean

Std. Deviation .758

Minimum 1

Maximum 4

Range 3

Interquartile Range 2

Skewness -.114 .162

(64)

Statistics

Std. Deviation .737

Minimum 3

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Statistic Std. Error

Pekerjaan Ibu Mean 7.88 .049

95% Confidence Interval for Mean

Std. Deviation .737

Minimum 3

Maximum 8

Range 5

Interquartile Range 0

Skewness -6.145 .162

(65)

Statistics

Std. Deviation .340

Minimum 1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Statistic Std. Error

Pengetahuan Ibu Mean 2.03 .023

95% Confidence Interval for Mean

Std. Deviation .340

Minimum 1

Maximum 3

Range 2

Interquartile Range 0

Skewness .452 .162

(66)

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Pengetahuan Ibu .460 225 .000 .460 225 .000

a. Lilliefors Significance Correction

Statistics

Std. Deviation .629

Minimum 1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Statistic Std. Error

Perilaku Ibu Mean 2.08 .042

95% Confidence Interval for Mean

Std. Deviation .629

(67)

Maximum 3

Range 2

Interquartile Range 0

Skewness -.061 .162

Kurtosis -.469 .323

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

perilaku ibu .311 225 .000 .780 225 .000

Gambar

Gambar 2.2 Kerangka Konsep  .....................................................................
Tabel 4.4 Perilaku Ibu  .............................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Judul Penelitian : Hubungan antara Ketepatan Perilaku Ibu tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Perkembangan Motorik Halus pada Balita Usia 6-24

Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan Status Gizi pada Bayi Usia 6-12 bulan di Desa Gokik Kecamatan Ungaran Barat.. Ilmu Kesehatan Anak

pekerjaan ibu, informasi yang didapat oleh ibu, sumber informasi yang didapat oleh ibu, pemberian MP-ASI pada usia bayi yang sesuai sehingga mempengaruhi perilaku ibu dalam

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan BBLR dengan stunting pada anak usia 12-24

Pengumpulan data untuk pengaruh perilaku ibu yang berbudaya jawa dalam pemberian makanan pendamping ASI ( MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan yaitu dengan

Hubungan Persepsi Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Bayi Umur 6–24 Bulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 81 responden tentang hubungan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Ketepatan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Umbulharjo I paling

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Ketepatan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Umbulharjo I paling