• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka - RIZKY JALU PUTRA SAFIAN BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka - RIZKY JALU PUTRA SAFIAN BAB II"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Proses sampling citra dari citra analog ke citra digital.
Gambar 2.2 Hasil Citra Kernel Gaussian Blur 5x5
Gambar 2.4 Bukan convex polygon
Gambar 2.5 (a) Bukan convex polygon (b) Convex Polygon
+5

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dalam gambar memiliki beberapa garis yang saling berpotongan pada suatu titik, kemudian titik tersebut ditransformasi ke dalam ruang parameter m – c akan

Jika XA merupakan fungsi karakteristik A dan properti P, maka dapat dikatakan bahwa P(x) benar, jika dan hanya jika XA(x)=1 (Kusumadewi, 2003). Himpunan fuzzy didasarkan pada

Sebuah titik yang merupakan milik tepi suatu obyek dalam sebuah citra adalah sebuah titik dimana terdapat perubahan lokal yang jelas dalam intensitas citra atau fungsi turunan

unik mengidentifikasi sebuah baris di dalam relasi atau himpunan dari satu atau lebih entitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara unik sebuah

1) Garis adalah himpunan titik-titik yang mengandung paling sedikit dua titik. 2) Dua titik yang berlainan terkandung dalam tepat satu garis (satu dan tidak lebih

Coba perhatikan kubus ABCD EFGH pada gambar 2.7, pada kubus tersebut terdapat garis HB yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu

Pada sisi lain, sebuah perusahaan yang beroperasi pada titik B atau berada diatas garis Q-Q’ dinyatakan inefisien secara teknis karena titik a menggambarkan output yang

Relasi satu ke banyak yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di