• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUMPULAN PUISI CINTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "KUMPULAN PUISI CINTA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PUISI CINTA “TATAP AKU”

Kurasa mentari saja tersenyum ketika melihat kebersamaan kita

Canda dan tawa tanpa kepalsuan

Melihat dua hati sedang berbunga-bunga Tatapan tegas nan tajam

Mungkin semut pun ikut menari-nari Tak secuil perasaan iri akan cerita ini Terinspirasi dari kisah kita

Walau seribu rintangan dengan jalan berliku Berakhir sangat indah

Kebenaran berdasarkan kenyataan Dari tatapan kekasih hati

Selepas semua problematika yang telah dilewati Tajamnya duri kini tak lagi terasa

Serpihan bebatuan kini rata sebab pijakan bersama Melangkah dengan tangan yang saling menggenggam Sangat hangat dan erat bagai sepasang kunci dan gembok Tatap aku

(2)

PUISI CINTA “KEPADA SAHABATKU”

Sahabat

Masih ingatkan kamu

Saat bahu ku ini menjadi tempat bersandar Telinga ku seakan milikmu

Selalu menjadi tempat berbagi cerita

Suka serta kepahitan dunia kau utarakan tak kunjung usai Ingatkah dirimu

Sekian lama waktu terlewati Jangan lupa hargai aku

Sampai saat tak secuil kisahmu tidak ku ketahui lagi Hari-harimu mungkin penuh suka dan duka

Akulah sahabat pilihan yang paling engkau percaya Kini

Bahu ini bukan lagi tempatmu bersandar

Telinga ini tidak lagi menjadi pendengar celotehan mu Sebab aku tak lagi jadi pilihanmu

Sebab telah ada dia lainnya dalam relung hati mu Sahabatku

Bahagia mu adalah bahagia diri ku Segenap doa selalu terpanjat

(3)

PUISI CINTA “JANJI ROMANTIS BIBIRMU”

Telah lebih 1000 malam kita lalui

Suka duka manis pahit terasa bersama

Jangan ragukan lagi besarnya cinta dan kesetiaan ku Langit pun tahu

Walau langit tak mampu menjawab Senja pun menyapa

Walau tak sanggup bersahutan Cinta kasih kita adalah satu

Hati ku telah terpanjatkan hanya kepada mu Sadarkah kamu

Aku harap kamu dapat mencerna sehingga mengerti Cinta suci ini tak dapat terbagi

Merupakan harga mati

Hingga deru nafas ku terhenti

Manik mata tak mampu lagi terbuka Serta raga ini terbujur kaku

Hanya satu dirimu yang kumau selalu dihati Janji suci jangan kau ingkari

Cukup aku dan kamu serta anak-anak kita kelak Bersatu dalam satu atap diliputi suasana cinta kasih keluarga utuh

Aku yakin

(4)

PUISI CINTA “PANDANGAN PERTAMA PADA SENJA”

Aku terbuai

Aku terpesona oleh sinar hangatnya

Senja kala itu malu menatap ku dengan sembunyi-sembunyi Aku tak ragu menatapnya diujung sana

Binar cahaya nan indah tak tertandingi

Aku terhanyut lembayunnya yang tampak semu Gagah nan sangat berseri

Seakan diliputi kekejaman dengan campuran kelembutan Sayangnya kini senja berubah

Luka membuatnya tertutup sendu Senja

Kala itu mampu membuat aku terdiam seribu bahasa Merubah aku menjadi manusia pemarah

Memiliki prasangka dan rasa cemburu buta Senja

Kehadiranmu selalu menghadirkan kegundahan Seandainya aku boleh bertanya

(5)

PUISI CINTA “INIKAH JATUH CINTA”

Pancaran indah dari manik matamu

Setiap kedipan dan lirikan itu membutakan mata hati ini Bagai kilatan petir yang membelah bumi

Aku terpanjat

Sesaat dunia seakan berhenti berotasi pada porosnya Sangking terkersima pesona indahmu

Aku terjatuh dalam lubang cinta bak palung laut terdalam Takjub akan kelembutan dan keanggunanmu

Mata ku memandangmu seakan makhluk sempurna Sesaat setelah itu terjadi

Aku pun bertanya-tanya Inikah jatuh cinta

Pada kamu yang belum aku ketahui namanya Cinta pandangan pertama atau detik selanjutnya Aku tak mengerti

Lidahku seakan kelu otakku seakan buntu Bolehkah mengenalmu

(6)

PUISI CINTA “TENTANG CINTA”

Sepanjang hari selalu bayangmu terlintas dalam pikiran ku Entah mengapa kamu seakan menjelma seperti hantu Kini aku ingin menuliskan sepenggal puisi

Tentang cinta kepadamu beserta rindu Aku malu

Bahkan sejuta syair indah tak mampu menggambarkan rasa ini terhadap dirimu

Jemari ku seakan berhenti menulis Ketika menemukan kata ‘CINTA’

Lalu ku sambung kembali kata-kata indahnya Tentang cinta yang aku miliki

Ingin ungkapkan ‘AKU MENYAYANGIMU’ Cukup dengan bisikan perlahan

Aku pun tahu tidak sanggup menahan cinta ini Terkenang saat kau balas dengan nada manja

Sambil tertunduk malu-malu kau berkata ‘AKU JUGA MENYAYANGIMU’

Setelah saat itu aku sadar

Serta bersyukur kepada Sang Pencipta alam semesta Mulai hari itu aku memberi waktu untuk hati

(7)

PUISI CINTA “PERI KECIL”

Aku merindukan dirimu bagaikan mawar

Bagaikan menanti cahaya matahari kala musim dingin Saat tak secercah cahaya mampu merengkuhnya

Aku ingin menyirami cinta dan berpasangan seperti merpati putih

Selalu berdua dan tak dapan mencintai makhluk lain setelah mendapatkan pasangannya

Andai engkau tau aku ingin selalu berada didekatmu dan bersamamu

Seperti kehangatan yang diberikan matahari pada bumi Memberikan kehidupan makhluk lain

Bunga bermekaran, burung-burung pun ikut berkicauan Meski kadang terbesit dipikiran ini

Mungkin hanya khayalan negeri dongeng sebelum tidur Dapatkah aku mewujudkan dalam dunia nyata

Menjadikan cinta tanpa akhir Hanya bersama kamu

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh dari penggunaan gaya bahasa personifikasi dan kata khusus pada kumpulan puisi Ketika Cinta Bicara karya Kahlil Gibran ditemukan 172 bentuk penggunaan

Puisi-puisi “ Aku tengah Menantimu, Sajak dalam Tiga Bagian, Adam dan Hawa, Sajak-Sajak Kecil tentang Cinta dan Akik ” karya Sapardi Djoko Damono dipilih sebagai objek

Cinta selalu bersebrangan dengan logika Nyatanya aku telah jatuh hati sama kamu, sementara kita bukan hanya sekedar berbeda.. Dengan segenap kesadaran, aku masih membuka

Demikian juga dengan langkah yang ditempuh Gambuh R Basedo dan Rissa Churria dengan mengangkat kisah pewayangan dalam kumpulan puisi ini: Kembul Bujana Cinta Kamajaya

Kata konotasi dalam puisi “Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu” banyak digunakan penyair untuk menghidupkan lukisan dan memberikan gambaran yang jelas sesuai dengan gagasan yang

Syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Representasi Cinta dan Kasih dalam Kumpulan

Kumpulan puisi Melihat Api Bekerja menceritakan tentang kemarahan, rasa memiliki, kesengsaraan fisik, hubungan anak terhadap orang tuanya, dan cinta. Hubungan cinta

Kita adalah penjaga masa depan yang cerah, Bersama kita bisa, membangun negeri yang besar.. Perundungan mungkin menyesakkan, tapi takkan kita tunduk, Ketika kita bersama, tak ada yang