LEMBARAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 9 TAHUN 2004 SERI B NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2004

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH KOTA PEKALONGAN

NOMOR 9 TAHUN 2004 SERI B NOMOR 2

PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2004

TENTANG

RETRIBUSI BIAYA CETAK KARTU TANDA ANGGOTA DAN WARINTEK PERPUSTAKAAN

DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN,

Menimbang : a. bahwa untuk perkembangan

perpustakaan umum Kota Pekalongan,

meningkatkan pelayanan dan

menertibkan administrasi serta guna memudahkan pengawasan, pembinaan

terhadap jasa perpustakaan dan

warintek, dipandang perlu mengatur Retribusi Biaya Cetak Kartu Tanda Anggota dan Pelayanan Perpustakaan dan Warintek;

(2)

b. bahwa sehubungan dnegan hal tersebut diatas, maka perlu mengatur dan menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Biaya Cetak Kartu

Tanda Anggota dan Pelayanan

Perpustakaan dan Warintek;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istemewa Yogyakarta; 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981

tentang Hukum acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3209);

3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685);

4. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839);

(3)

5. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000

tentang Perubahan Undang-Undang

Nomor 18 Tahun 1997 tentang pajak

Daerah dan Retribusi Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang

Hukum Acara Pidana (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3258);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang Perubahan Batas Wilayah

Kotamadya Daerah Tingkat II

Pekalongan, Kabupaten Daerah Tingkat II Pekalongan dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor

42, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 3381);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun

1997 tentang Retribusi Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3692);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 105

Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 18, Tambahan

(4)

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun

2001 tentang (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor

14, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4262);

11. Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun

1999 tentang Teknik Penyusunan

Peraturan Perundang-undangan dan bentuk Rancangan Keputusan Presiden (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 70);

12. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan Nomor 9 Tahun 1988 tentang Penyidik Pegawai Negeri

Sipil di Lingkungan Pemerintah

Kotamadya Daerah Tingkat II

Pekalongan (Lembaran Daerah

Kotamadya Daerah Tingkat II

Pekalongan Nomor 11 Tahun 1989 Seri D Nomor 4);

Dengan ……… Dengan persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH Kota Pekalongan

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA

PEKALONGAN TENTANG RETRIBUSI BIAYA CETAK KARTU TANDA ANGGOTA DAN PELAYANAN WARINTEK PERPUSTAKAAN.

(5)

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kota Pekalongan;

b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota

Pekalongan;

c. Walikota adalah Walikota Pekalongan;

d. Kantor adalah Kantor Perpustakaan Umum Kota Pekalongan;

e. Kepala Kantor adalah Kepala Kantor Perpustakaan Umum Kota Pekalongan;

f. Kartu Tanda Anggota yang selanjutnya disingkat KTA adalah Kartu sebagai tanda bukti menjadi anggota Perpustakaan Umum;

g. Pelayanan Perpustakaan adalah pelayanan yang

diberikan oleh petugas perpustakaan kepada pengunjung atau anggota perpustakaan dan pengguna jasa warintek; h. Perpustakaan Umum adalah Perpustakaan Umum Kota

Pekalongan;

i. Warintek adalah Warung Informasi dan Teknologi;

j. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu dibidang Retribusi Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

k. Retribusi Jasa Umum adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan;

l. Retribusi Biaya Cetak Kartu Tanda Anggota pelayanan perpustakaan dan warintek yang selanjutnya disebut retribusi adalah pembayaran atas penggantian biaya cetak Kartu Tanda Anggota yang khusus disediakan dan

atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk

(6)

m. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang

menurut peraturan perundang-undangan retribusi

diwajibkan untuk membayar retribusi;

n. Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan jasa pelayanan pemberian KTA dan Warintek;

o. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan atau sangsi administrasi berupa denda; p. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya

dapat disingkat SKRD adalah surat ketetapan yang menetapkan besarnya jumlah retribusi yang terutang; q. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk

mencari, mengumpulkan dan mengolah data atau

keterangan lainnya dalam rangka pengawasan

kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi berdasar peraturan perundang-undangan retribusi daerah.

r. Penyidikan tindak pidana dibidang retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut penyidik, untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya.

BAB II

NAMA, OBYEK DAN SUBYEK RETRIBUSI

Pasal 2

Dengan nama Retribusi Biaya Cetak Kartu Tanda Anggota dan Pelayanan Warintek Perpustakaan, dipungut atas biaya cetak KTA, Pelayanan Perpustakaan dan Warintek.

(7)

Pasal 3

Obyek Retribusi adalah pelayanan pemberian KTA, Pelayanan Perpustakaan dan Warintek yang meliputi :

a. Kartu Tanda Anggota;

b. Penggunaan CD Teknologi Tepat Guna/informasi ilmiah; c. Jasa Internet;

d. Jasa Pengetikan;

Pasal 4

Subyek retribusi adalah orang pribadi atau badan yang

memperoleh jasa pelayanan pemberian KTA, jasa

pelayanan perpustakaan dan jasa warintek. BAB III

GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 5

Retribusi biaya cetak Kartu Tanda Anggota, dan pelayanan warintek digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum.

BAB IV

CARA MENGUKUR TINGKAT PENGGUNAAN JASA Pasal 6

Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah pelayanan pemberian KTA, jumlah jasa perpustakaan dan warintek.

(8)

BAB V

PRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF

Pasal 7

Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi adalah untuk mengganti biaya pengadaan KTA, meningkatkan pelayanan perpustakaan dan warintek dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan aspek keadilan.

BAB VI

STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI Pasal 8

(1) Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud Pasal 7 Peraturan Daerah ini, berdasarkan atas jenis pelayanan yang diberikan.

(2) Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini, ditetapkan sebagai berikut : 1. Kartu Tanda Anggota

• Pelajar/Mahasiswa Rp. 2.500,00 • Karywan/Umum Rp. 3.500,00 2. Penggunaan CD Teknologi

Tepat Guna/Informasi Ilmiah Rp. 1.000,00/jam

3. Jasa Sewa Internet Rp. 5.000,00/jam

4. Jasa Pengetikan Rp. 1.000,00/lembar

(3) KTA berlaku selama 1 (satu) tahun

(9)

BAB VII

WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 9

Retribusi yang terutang dipungut di daerah obyek retribusi diberikan

BAB VIII

MASA RETRIBUSI DAN SAAT TERUTANG RETRIBUSI Pasal 10

Masa retribusi adalah jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dari Pemerintah Daerah.

Pasal 11

Saat retribusi terutang adalah pada saat diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.

BAB IX

TATA CARA PEMUNGUTAN Pasal 12

(1) Pemungutan tidak dapat diborongkan.

(2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.

(10)

BAB X

TATA CARA PEMBAYARAN Pasal 13

(1) Pembayaran retribusi harus dilakukan secara tunai/lunas. (2) Tata cara pembayaran, penyetoran dan tempat

pembayaran retribusi diatur oleh Walikota. BAB XI

PENGURANGAN, KERINGANAN DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI

Pasal 14

(1) Walikota berdasarkan permohonan dari Wajib Retribusi dapat memberikan pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi.

(2) Pemberian pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini, dengan mempertimbangkan Wajib Retribusi.

(3) Tata cara pemberian pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini, ditetapkan oleh Walikota.

BAB XII

SANKSI ADMINISTRASI

(11)

Pasal 15

(1) Dalam hal wajib retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar, dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari besarnya retribusi yang terhutang, yang tidak atau kurang bayar dan ditagih dengan menggunakan STRD.

(2) selain dikenakan sanksi administratif sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini, bagi peminjam buku dikenakan sanksi :

a. terlambat mengembalikan buku dikenakan sanksi membayar denda sebesar Rp. 200,00 (du ratus rupiah) per hari per buku;

b. buku sobek/rusak maka diwajibkan memperbaiki/ mengganti buku baru;

c. Menghilangkan buku maka diwajibkan mengganti dengan buku baru.

BAB XIII

TATA CARA PENAGIHAN Pasal 16

(1) Surat teguran atau peringatan atau surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan retribusi dikeluarkan 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran.

(2) Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran atau peringatan atau surat lain yang sejenis disampaikan, Wajib Retribusi harus melunasi retribusi yang terutang.

(3) Surat atau surat peringatan atau surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan buku dikeluarkan 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pengembalian buku.

(12)

(4) Dalam jangka 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran atau surat peringatan atau surat lain yang sejenis sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan peminjam harus mengembalikan buku.

(5) Surat teguran, surat peringatan atau surat lain yang sejenis sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2)i dikeluarkan oleh Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.

KADALUWARSA Pasal 17

(1) Penagihan retribusi kedaluwarsa setelah melampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya retribusi, kecuali Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang retribusi.

(2) Penagihan buku kadaluarsa setelah emlampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun serhitung sejak tanggal pengembalian.

(3) Kedaluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini tertangguh apabila :

a. diterbitkan Surat Teguran, atau ;

b. ada pengakuan utang retribusi dari Wajib retribusi baik langsung maupun tidak langsung.

(4) Kadaluarsa penagihan buku sebagaimana dimaksud ayat (2) tertangguh apabila :

a. diterbitkan Surat Teguran, atau ;

b. ada pengakuan pinjam buku dari peminjam baik langsung maupun tidak langsung.

BAB XV

KETENTUAN PIDANA

(13)

Pasal 18

(1) Wajib retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud Pasal 8 ayat (2) dan Pasal 15 Peraturan Daerah ini, diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah).

(2) Tindak Pidana yang dimaksud pada ayat (1) Pasal ini adalah pelanggaran.

BAB XVII

KETENTUAN PENYIDIKAN

Pasal 19

(1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang pajak daerah dan retribusi daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

(2) Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :

a. menerima, mencari mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang retribusi daerah agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lengkap dan jelas ; b. meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan

mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana retribusi daerah ;

c. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang retribusi daerah ;

(14)

d. memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang retribusi daerah ;

e. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan dan dokumen-dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut ;

f. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang retribusi daerah ;

g. menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e ;

h. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana retribusi daerah ;

i. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi ;

j. menghentikan penyidikan ;

k. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang retribusi daerah menurut hukum yang dapat dipertanggung jawabkan. (3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini

memberitahukan dimulainya penyidikan dan

menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut umum, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

BAB XVII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 20

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Walikota.

(15)

Pasal 21

Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Daerah ini dengan

penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Pekalongan.

Ditetapkan di Pekalongan

pada tanggal 8 Maret 2004 WALIKOTA PEKALONGAN cap.

ttd.- SAMSUDIAT

Disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan dengan Keputusan Nomor : 07/DPRD/III/2004, tanggal 8 Maret 2004.

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Pekalongan Nomor : 12, pada tanggal 12 Maret 2004, Seri B Nomor 2.

SEKRETARIS DAERAH cap.

ttd.-

dr. SRI NURDIJAH KASBOLLAH Pembina Utama Muda

(16)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2004

TENTANG

RETRIBUSI BIAYA CETAK KARTU TANDA ANGGOTA DAN WARINTEK PERPUSTAKAAN

I. PENJELASAN UMUM

Dalam rangka meingkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pelayanan pembuatan Kartu Tanda Anggota Perpustakaan dan Warintek diperlukan

biaya penggantian untuk biaya pencetakan dan

administrasi pelayanan.

Oleh karena itu kepada setiap orang pribadi atau badan yang membutuhkan Kartu Tanda Anggota

Perpustakaan dan Warintek dikenakan retribusi

penggantian biaya cetak sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1997 tentang Retribusi Daerah, Undang-Undang Nomor 34 Thun 2000 tetang Perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 119 Tahun 1998 tentang Ruang Lingkup dan Jenis-jenis Retribusi Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II, maka perlu mengatur Retribusi

Pengganti Biaya Cetak Kartu Tanda Anggota

Perpustakaan dan Warintek.

(17)

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 s/d Pasal 10 : Cukup jelas

Pasal 11 : yang dimaksud dokumen lain

yang dipersamakan adalah

formulir permohonan

Pasal 12 ayat (1) : yang dimaksud tidak dapat diborongkan adalah kegiatan

penghitungan besarnya

retribusi terutang, pengawasan,

penyetoran retribusi dan

penagihan retribusi. Pasal 12 ayat (2) s/d

Pasal 14 ayat (2) : Cukup jelas

Pasal 14 ayat (2) : Pemberian pembebasan

retribusi khusus untuk KTA bagi pelajar yang tidak mampu. Pasal 15 s/d Pasal 21 : Cukup jelas.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :