PENGARUH UNDANG-UNDANG KEPAILITAN DAN UNDANG- UNDANG HAK TANGGUNGAN TERHADAP KEDUDUKAN KREDITUR PEMEGANG HAK TANGGUNGAN APABILA DEBITUR PAILIT
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan kedudukan kreditur pemegang Covernote dalam perjanjian kredit dengan jaminan Hak Tanggungan merupakan kreditur konkuren sampai dengan
Metode yang digunakan di dalam Penelitian tentang “Kewenangan Kreditor Separatis Terhadap Eksekusi Hak Tanggungan Apabila Debitor Pailit” adalah metode pendekatan
Hak eksekusi kreditor khususnya pemegang Hak Tanggungan terhadap harta kekayaan debitor yang telah dijadikan jaminan oleh debitor pailit atas kewajiban–kewajibannya, diatur di
Akibat hukum pembatalan APHT oleh pengadilan karena tidak berwenangnya pemberi Hak Tanggungan terhadap bank selaku kreditur pemegang sertipikat Hak Tanggungan
4 Hal serupa dalam Pasal 56 ayat 1 UU KPKPU.Sebagai gambaran pada redaksi pasal 58 UU KPKPU yang mengatakan kreditur pemogang gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan,
4 Tahun 1996, objek Hak Tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan untuk pelunasan piutang pemegang Hak
Hasil penelitian dari tesis ini menunjukkan bahwa; (1) Apabila debitur dinyatakan pailit, maka kedudukan Harta Jaminan yang dibebani hak tanggungan baik
Oleh sebab itu, meskipun UUHT telah memberikan hak kepada kreditur untuk melakukan parate eksekusi terhadap objek hak tanggungan apabila debitur cidera janji/wanprestasi