• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Kualitatif pada Model SIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Analisa Kualitatif pada Model SIR"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Hello!

I am Fazatia Aidila 1212100095

I am here to give presentation as a requirement for my final project

Supervisor

Drs. M. Setijo Winarko, M.Si Drs. Lukman Hanafi, M.Sc

(2)

Analisa Kualitatif

pada Model SIR

dengan Fungsi

(3)
(4)

Latar Belakang

Campak, Gondong, Cacar, Polio,

Influenza Model Matematika

SIR Keterlambatan

Pengobatan

(5)

▧ Bagaimana menentukan bilangan reproduksi dasar, kestabilan dari titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik dari model dan adanya bifurkasi mundur serta menganalisa bifurkasi terutama bifurkasi Hopf?

▧ Bagaimana intepretasi hasil analisis dari model epidemik tipe SIR dan penyelesaian numerik dari model tersebut serta simulasinya

(6)

Batasan Masalah

(7)

1. Menentukan bilangan reproduksi dasar, kestabilan dari titik kesetimbangan bebas penyakit dan kesetimbangan endemik dari model dan adanya

bifurkasi mundur serta

menganalisa bifurkasi terutama bifurkasi Hopf

Tujuan

2. Mengintepretasikan hasil analisis model epidemi tipe SIR dan penyelesaian numerik dari

model tersebut serta

(8)

1. Mengetahui dinamika penyebaran penyakit model epidemi tipe SIR yang dipengaruhi fungsi pengobatan saturasi

Manfaat

(9)
(10)

Penelitian Terkait

Analisa Kualitatif pada Model SIS dengan Pengobatan (2013)

Pada penelitian tersebut terjadi bifurkasi mundur pada saat

𝑅0 < 1 yang menunjukkan

bahwa pada saat 𝑅0 < 1

kapasitas pengobatan yang

diberikan kurang efektif

sehingga menyebabkan masih ada individu yang terinfeksi dan penyakit akan menjadi endemik

Analisis Kestabilan dan Bifurkasi Mundur pada Model Infeksi Virus Hepatitis B dan C pada Tubuh Pasien (2015)

Pada Tugas Akhir tersebut terjadi bifurkasi mundur pada saat

𝑅0 < 1 yang menunjukkan

bahwa transplantasi hati sebagai bentuk pengobatan ternyata

kurang efektif dalam

(11)

Bilangan reproduksi dasar (𝑅0) merupakan suatu parameter

yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu penyakit. Kondisi yang akan timbul sebagai berikut

▧ Jika 𝑅0 < 1 , maka penyakit akan menghilang dalam

populasi

▧ Jika 𝑅0 = 1, maka penyakit akan menetap dalam populasi ▧ Jika 𝑅0 > 1 , maka penyakit akan meningkat menjadi

wabah dalam populasi

(12)

Titik Kesetimbangan

Pandang persamaan diferensial sebagai berikut:

𝑑𝑥

𝑑𝑡 = 𝑓(𝑥, 𝑦) 𝑑𝑦

𝑑𝑡 = 𝑔(𝑥, 𝑦)

(2.1)

Sebuah titik 𝑥0, 𝑦0 merupakan titik kesetimbangan dari persamaan

(2.1) jika memenuhi 𝑓 𝑥0, 𝑦0 = 𝑔 𝑥0, 𝑦0 = 0 . Karena turunan

suatu konstanta sama dengan nol, maka sepasang fungsi konstan.

𝑥 𝑡 = 𝑥0

dan

𝑦 𝑡 = 𝑦0

(13)

Kestabilan Asimtotik Lokal

(14)

Persamaan Karakteristik

𝜆2 − 𝜆 𝑎 + 𝑑 + 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 = 0 (2.2)

Diperoleh nilai eigen sebagai berikut

𝜆1,2 = 𝑎+𝑑 ± 𝑎+𝑑2 2−4 𝑎𝑑−𝑏𝑐 .

Dalam hal ini 𝜆1 + 𝜆2 = 𝑇𝑟 𝐽 , 𝜆1. 𝜆2 = 𝑑𝑒𝑡(𝐽) dan ∆ = 𝑇𝑟 𝐽 − 4 det(𝐽) sehingga persamaan (2.2) dapat dinyatakan sebagai 𝜆2 − 𝑇𝑟(𝐽)𝜆 + 𝑑𝑒𝑡(𝐽) = 0 (2.3)

(15)

Tabel Kriteria Kestabilan

real nilai eigen negatif,

(16)

Bifurkasi Mundur

Kurva Bifurkasi Mundur mempunyai titik kesetimbangan bebas penyakit yang stabil serta 2 titik kesetimbangan endemik yang tidak stabil dan stabil ketika 𝑅0 < 1 .

Sedangkan ketika 𝑅0 > 1

kurva mempunyai titik

(17)

Bifurkasi Hopf

Teorema 2.2

Diberikan suatu sistem dinamik

𝑥 = 𝑓 𝑥, 𝑦, 𝜇

𝑦 = 𝑔 𝑥, 𝑦, 𝜇 (2.4)

dimana μ merupakan parameter dengan 𝑓 0,0, 𝜇 = 0 dan 𝑔 0,0, 𝜇 = 0

andaikan syarat berikut terpenuhi Matriks Jacobian 𝐽 =

𝜕𝑓

mempunyai sepasang eigen value imaginer murni.

Jika eigen value 𝜆 𝜇 = 𝑎 𝜇 ± 𝑖𝛽(𝜇) dengan 𝑎 0 = 0 dan 𝛽(0) ≠ 0) dari

titik (0,0) berlaku syarat transversal sebagai berikut

𝑑

(18)

Indeks Stabilitas

Stabilitas dari orbit priodik dicari dengan menggunakan rumus berikut

𝛤 = 161 𝜕𝜕𝑥3𝑓3 +𝜕𝑥𝜕32𝜕𝑦𝑔 +𝜕𝑥𝜕𝑦𝜕3𝑓2 +𝜕𝜕𝑦3𝑔3

+16𝐷1 𝜕𝑥𝜕𝑦𝜕2𝑓 𝜕𝜕𝑥2𝑓2 +𝜕𝑦𝜕2𝑓2𝜕𝑥𝜕𝑦𝜕2𝑔 𝜕𝜕𝑥2𝑔2 +𝜕𝜕𝑦2𝑔2 −𝜕𝜕𝑥2𝑓2𝜕𝑥𝜕2𝑔2 +𝜕𝑦𝜕2𝑓2𝜕𝜕𝑦2𝑔2

yang disebut indeks stabilitas dan dihitung pada titik (0,0) dengan μ = 0. Jika Γ > 0 orbit periodik tak stabil dan jika Γ < 0 maka orbit

(19)

Metode Runge Kutta

dapat diselesaikan dengan metode numerik Runge-Kutta, sehingga didapat penyelesaian numerik dalam bentuk persamaan (i) dan (ii) sebagai berikut

(20)

Diagram Alir

(21)
(22)
(23)

Model Epidemi SIR dengan Fungsi Pengobatan

Saturasi

(24)

Daerah Penyelesaian

Daerah untuk sistem Persamaan (4.1) adalah

𝛺 = 0 ≤ 𝑆 𝑡 ≤ 𝑀1, 0 ≤ 𝑆 𝑡 + 𝐼 𝑡 + 𝑅 𝑡 ≤ 𝐴+𝜇𝜇 𝑀1, 𝐼 𝑡 ≥ 0, 𝑅(𝑡) ≥ 0

karena kondisi awal bernilai positif maka 𝛺 merupakan daerah

(25)

Titik Kesetimbangan Bebas Penyakit dan Bilangan

Reproduksi Dasar

Titik Kesetimbangan Bebas Penyakit

𝐸1 = 𝑆0, 𝐼0 = 𝐴, 0

Bilangan Reproduksi Dasar

(26)

Kestabilan Titik Kesetimbangan Bebas Penyakit

Teorema 4.3.1

Titik bebas penyakit 𝐸1 stabil asimtotis lokal jka 𝑅0 < 1 dan tidak stabil

jika 𝑅0 > 1.

Bukti :

Berdasarkan nilai eigen yang telah diperoleh pada sistem (4.2)

𝜆3 < 0 , dan 𝜆4 < 0

⟺ 𝜇 + 𝛼𝑟 𝑅0 − 1 < 0 ⟺ 𝑅0 − 1 < 0

⟺ 𝑅0 < 1

hal ini membuktikan jika 𝑅0 < 1 maka titik kesetimbangan bebas

penyakit 𝐸1= 𝐴, 0 stabil asimtotis lokal, sebaliknya jika 𝑅0 > 1 titik

(27)

Titik Kesetimbangan Endemik

Titik Kesetimbangan Endemik

Berdasarkan Persamaan (4.2) diperoleh

𝑆2 − 𝛼𝑘 + 𝐴 +𝑢𝑘 𝑆 + 𝑢𝑘 𝛼𝑘 + 𝐴 + 𝑟 = 0 (4.20)

dengan

𝑅0 ≥ 1 − 𝛼𝜇𝛼+𝑟2𝑘2+𝑟 +2𝛼𝑘 𝑟𝜇𝛼+𝑟 ≔ 𝑝0

diperoleh penyelesaian positif dari (4.20)

(28)

Titik Kesetimbangan Endemik

Perhatikan bahwa 𝛼𝑘 < 𝑟 ekivalen dengan 𝑝1 < 1.

Sehingga ketika 𝑅0 ≥ 𝑝0, dapat disimpulkan

▧ Jika 𝛼𝑘 < 𝑟, maka sistem (4.2) memiliki dua titik kesetimbangan endemik 𝐸1 = (𝑆1, 𝐼1) dan 𝐸2 = (𝑆2, 𝐼2) pada saat 𝑅0 < 1.

▧ Jika 𝛼𝑘 < 𝑟, maka sistem (4.2) memiliki titik kesetimbangan endemik tunggal 𝐸2 = (𝑆2, 𝐼2) pada saat 𝑅0 > 1, dan titik kesetimbangan

endemik 𝐸1 tidak ada karena 𝑝1 < 𝑅0 < 1 tidak berlaku.

▧ Misalkan 𝛼𝑘 ≥ 𝑟, maka 𝑝1 ≥ 1, sehingga titik kesetimbangan endemik 𝐸1 tidak ada. Kemudian ketika 𝑅0 > 1 terdapat titik

kesetimbangan endemik tunggal 𝐸2 = 𝑆2, 𝐼2 dan tidak ada titik

(29)

Teorema 4.4.1

Pada sistem Persamaan (4.2) terjadi bifurkasi mundur dengan titik kesetimbangan endemik 𝑬𝟏 dan 𝑬𝟐 pada saat 𝑹𝟎 < 𝟏 dan

𝜶𝒌 < 𝒓

(30)

Kestabilan Titik Kesetimbangan Endemik

▧ Kestabilan Titik Kesetimbangan Endemik untuk 𝑅0 = 𝑅𝑐

𝐸0 = 𝑆0, 𝐼0 = 𝐴+𝛼𝑘+

(31)

Kestabilan Titik Kesetimbangan Endemik

(32)

Bifurkasi Hopf

Teorema 4.4.3

Misalkan 𝑎𝑘 < 𝑟, 𝑝1 < 𝑅0 < 1. Maka pada sistem (4.2) terjadi

bifurkasi Hopf jika 𝐻1 , 𝑘 − 1 𝐴 − 𝜇 + 𝛼𝑘 > 0, dan

𝐼2 = 𝑘−1 𝐴−𝜇+𝛼𝑘2𝑘(𝑘−1) 1 − 1 + 𝑘−1 𝐴−𝜇+𝛼𝑘4𝛼𝐴 1−𝑘 𝑘 2 berlaku Selanjutnya jika

𝜎 < 0 orbit periodik dari sistem (4.2) stabil sehingga terjadi bifurkasi

Hopf superkritikal. Dan jika 𝜎 > 0, orbit periodik dari sistem (4.2)

(33)

Bifurkasi Hopf

Bukti

Bedasarkan sistem (4.2) 𝑑𝑆

Jacobian 𝐸2 diketahui sebagai berikut 𝐽 𝐸2 = −𝑆𝑘𝐼2 −𝑘𝑆2

2 𝛼+𝐼𝑟𝐼22 2 Selanjutnya diperoleh

𝜆1,2 = 𝑡𝑟(𝐽(𝐸2) ± 𝑡𝑟(𝐽(𝐸2) 2−4𝑑𝑒𝑡(𝐽(𝐸2))

(34)

Bifurkasi Hopf

Bifurkasi Hopf terjadi apabila matriks Jacobian mempunyai sepasang nilai eigen yang imajiner murni. Kedua nilai eigen imajiner murni jika dan hanya jika 𝑡𝑟(𝐽(𝐸2) = 0. Pada pembahasan sebelumnya diketahui

bahwa 𝑡𝑟(𝐽 𝐸2 ) = 0 jika hanya jika (𝐻1), 𝑘 − 1 𝐴 − 𝜇 + 𝛼𝑘 > 0, dan

𝐼2 = 𝑘−1 𝐴−𝜇+𝛼𝑘2𝑘(𝑘−1) 1 − 1 + 𝑘−1 𝐴−𝜇+𝛼𝑘4𝛼𝐴 1−𝑘 𝑘 2 berlaku. Maka terjadi

(35)

Bifurkasi Hopf

Selanjutnya ditentukan bentuk normal bifurkasi Hopf dengan melakukan translasi titik kesetimbangan (𝑆2, 𝐼2) ke titik (0,0) dengan melakukan

transformasi 𝑥 = 𝑆 − 𝑆2, 𝑦 = 𝐼 − 𝐼2 dan 𝑑𝜏 = 𝛼+𝑦+𝐼𝑑𝑡

2 , sehingga diperoleh

(36)
(37)

Bifurkasi Hopf

(38)

Bifurkasi Hopf

Selanjutnya dengan mencari matriks Jacobian dari persamaan (4.58) dan (4.59) dan subtitusi titik kesetimbangan (0,0) diperoleh matriks

Jacobian

𝐽 = −𝑚 −𝑘𝑚𝑝 𝑚

dari matriks Jacobian di atas diperoleh nilai persamaan karakteristik

𝜆 2 − 𝑚2 + 𝑝𝑘𝑚 = 0 𝜆 2 + 𝑑𝑒𝑡 𝐽 𝐸

2 = 0

𝜆 = ±𝑖 𝑑𝑒𝑡 𝐽 𝐸2 = ±𝑖𝜔

(39)

Bifurkasi Hopf

Berikutnya dengan subtitusi

𝑆 = 𝑥𝑝− 𝑚𝑦𝑝𝜔 dan 𝐼 = 𝜔𝑦

ke matriks (4.60) maka matriksnya menjadi

(40)

Bifurkasi Hopf

Untuk menyelidiki jenis bifukasi Hopf yang terjadi menggunakan indeks stabilitas

Γ = 161 𝑓𝑥𝑥𝑥 + 𝑓𝑥𝑦𝑦 + 𝑔𝑥𝑥𝑦 + 𝑔𝑦𝑦𝑦 +

1

16𝜔 𝑓𝑥𝑦 𝑓𝑥𝑥 + 𝑓𝑦𝑦 − 𝑔𝑥𝑦 𝑔𝑥𝑥 + 𝑔𝑦𝑦 − 𝑓𝑥𝑥𝑔𝑥𝑥 + 𝑓𝑦𝑦𝑔𝑦𝑦 (0.0) dan diperoleh

Γ = 2𝑘 𝑎+𝐼2 3𝑆2𝐼2

16𝑝2𝜔4 𝜎

dengan

(41)

Berdasarkan Gambar dengan parameter 𝐴 = 2.6, 𝜇 = 0.2, 𝑘 = 2, 𝑎 = 0.05, 𝑟 = 0.11 terlihat adanya orbit periodik stabil dengan

nilai Γ = −0.9891 < 0, sehingga dapat disimpulkan terjadi bifurkasi

Hopf superkritikal.

(42)

Analisis Kestabilan Titik Kesetimbangan ketika 𝑅0 < 1.

(43)

Analisis Kestabilan Titik Kesetimbangan ketika 𝑅0 > 1.

(44)
(45)

KESIMPULAN

▧ Pada saat terjadi Bifurkasi Maju, Bilangan Reproduksi Dasar adalah

𝑅0 = 𝜇+𝑘𝐴𝑟 𝛼

dengan titik kesetimbangan bebas penyakit

𝐸1 = 𝑆0, 𝐼0 = 𝐴, 0

dan titik kesetimbangan endemik yang stabil

𝐸2 = 𝑆2, 𝐼2 = 𝐴+𝛼𝑘+𝜇𝑘− ∆

2 ,

𝐴−𝛼𝑘−𝜇𝑘+ ∆ 2𝑘

Titik kesetimbangan bebas penyakit stabil asimtotik ketika 𝑅0 < 1, dan

(46)

KESIMPULAN

▧ Pada saat terjadi Bifurkasi Mundur,

Bilangan Reproduksi Dasar adalah

𝑅𝑐 = 𝜇+𝑘𝐴𝑐𝑟 𝛼

dengan titik kesetimbangan bebas penyakit

𝐸1 = 𝑆0, 𝐼0 = 𝐴, 0

dan titik kesetimbangan endemik sebagai berikut:

yang merupakan titik pelana (saddle point) yang tidak stabil.

𝐸1 merupakan titik pelana (saddle point)

(47)

KESIMPULAN

sepasang nilai eigen yang imajiner murni yang menyebabkan adanya bifurkasi Hopf. Untuk σ < 0 terjadi bifurkasi Hopf superkritikal dan

pada saat σ > 0 terjadi bifurkasi Hopf subkritikal.

▧ Dengan metode Numerik Runge-Kutta orde 4 menggunakan software MATLAB diperoleh hasil bahwa jika 𝑅0 < 1, maka terjadi keadaan

bebas penyakit karena kestabilan sistem menuju titik kesetimbangan bebas penyakit 𝐸1. Kemudian jika 𝑅0 > 1, maka penyakit menjadi

(48)

Daftar Pustaka

[1] Nugroho, Susilo. (2009). “pengaruh Vaksinasi Terhadap Penyebaran Penyakit dengan Model Epidemik SIR”. Tugas Akhir S1 Jurusan Matematika Unversitas Sebelas Maret.

[2] WHO(World Health Organization), Country Health Profile, http://www.who.int/countries/idn/en/. Diakses pada tanggal 4 September 2015, pukul 00.18 WIB.

[3] Iktisholiyah. (2010). “Analisis Stabilitas dan Optimal Kontrol pada Model Epidemik Tipe SIR dengan Vaksinasi”. Tugas Akhir S1 Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[4] Zhang,X,dkk. (2008). “Backward Bifurcation of an Epidemik Model with Saturated Treatment Function”. Journal of Mathematical Analysis and Application, Vol 340, No. 1, pp 433-443.

[5] Lestari, Intan P. (2012). “Eksistensi Bifurkasi Mundur pada Model Penyebaran Penyakit Menular dengan Vaksinasi”. Tugas Akhir S1 Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[6] Iswahyuni, N. (2013). “Analisa Kualitatif pada Model Epidemik SIS dengan Pengobatan”. Tugas

Akhir S1 Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[7] Musa, M. (2015). “Analisis Kestabilan dan Bifurkasi Mundur pada Model Infeksi Virus Hepatitis B dan C pada Tubuh Pasien”. Tugas Akhir S1 Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[8] Jordan, D. W and Smith P. 2007. “Nonlinier Ordinary Differential Equations”. NewYork: Oxford

(49)

Daftar Pustaka

[9] Subiono. 2013. Sistem Linear dan Kontrol Optimal. Surabaya. Subiono Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[10] Anton H, Rorres C. 2005. Elementary Linear Algebra 9th edition. John Wiley & Sons, Inc.

[11] Nara. (2014). “Analisa Kualitatif pada Model Penyakit Parasitosis”. Tugas Akhir S1 Jurusan

Matematika ITS Surabaya.

[12] Castilo, C. dan Chavez. (2004). “Dynamical Models of Tubercolosis and Their Aplications”. [13] Zulminarni. (2007). “Analisa Kualitatif pada Model Penyakit Parasitosis”. Tugas Akhir S1

Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[14] Novitasari, Y. (2009). “Menunjukan Eksistensi Orbit Periodik dari Sistem dinamik dengan menggunakan Bifurkasi Hopf”. Tugas Akhir S1 Jurusan Matematika ITS Surabaya.

[15] Hirsch, M. (2004). “Diffrential Equations Dynamical Systems and an Introduction to Chaos”

[16] Wang, J,dkk. (2011). “Qualitative and Bifurcation Analysis Using an SIR Model with a Saturated

(50)

Referensi

Dokumen terkait

Usaha ternak sapi dan kambing bagi masyarakat di Desa Dadapayu Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul sebenarnya sudah lama dilakukan tetapi hanya sebatas

Puji syukur kehadirat Allah, Bapa Yang Maha kuasa atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: Fungsi

Kebaktian Kesengsaraan Tuhan, akan diadakan pada hari Kamis, 02 April 2015, Pk.18.30 WIB, dengan tema &#34;Kuasa Salib dan Kemuliaan di Salib&#34; DalamKebaktian ini,akan

Struktur ini mirip dengan struktur pengulangan For…Next , tetapi struktur pengulangan ini mengulang sebuah grup pernyataan dalam setiap elemen dalam sekelompok obyek atau

Pada penelitian-penelitian sebelumnya ada yang meneliti pengaruh EVA (Economic Value Added) terhadap harga saham return saham, tetapi dalam penelitian ini peneliti hanya

Menurut Said (2000) media biofilter dari bahan organik banyak yang dibuat dengan cara dicetak dari bahan tahan karat dan ringan misalnya plastik atau PVC, keramik dan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah motivasi yang paling dominan diantara motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik warga belajar dalam

Daftar Hadir : Pertemuan untuk pemaparan hasil musyawarah untuk pengembangan usaha pengrajin anyaman Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahan di Aula Desa Sawah Kulon pada :