• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA MENOPAUSE DENGAN KECEMASAN PADA WANITA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA MENOPAUSE DENGAN KECEMASAN PADA WANITA."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA MENOPAUSE DENGAN

KECEMASAN PADA WANITA

SKRIPSI

Untuk memenuhi sebagian persyaratan

Mencapai derajat sarjana S-1

Diajukan Oleh :

QONITA IMMA IRFANI

J 500050013

Kepada :

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kehidupan manusia, mulai dalam kandungan sampai mati, tampaklah manusia

itu akan melalui suatu proses yang sama, yaitu semuanya selalu dalam perubahan.

Pada permulaan hidup perubahan itu kearah pertumbuhan dan perkembangan,

sedangkan pada akhirnya perubahan itu kearah kemunduran yang ditutup dengan

kematian (Kartono, 1989).

Perubahan itu wajar, namun tidak banyak orang yang menyadarinya, bahkan

kadang ada orang yang seolah-olah bertahan pada suatu tingkat perubahan itu,

terutama mereka yang akan atau sedang mengalami masa kemunduran, dimana segala

kesempurnaan telah berakhir, baik dari segi biologis-jasmaniah, maupun mental

rokhaniah. Perubahan yang menonjol dan sangat dirasakan adalah dari segi jasmaniah.

Pertumbuhan terjadi sejak dalam kandungan, anak dan remaja, kemudian menjadi

sempurna pada usia dewasa. Setelah itu secara perlahan-lahan kesempurnaan fisik,

kekuatan, dan fungsi-fungsi organ tubuh sedikit-demi sedikit mulai berkurang (Kartono,

1989).

Sesungguhnya perubahan jasmani itu tidak hanya terjadi pada tubuh bagian luar

saja, akan tetapi terjadi juga pada alat-alat dan berbagai kelenjar dari dalam, yang

mengakibatkan berbagai alat tak sanggup lagi menjalankan fungsinya. Perubahan alat

dan fungsi kelenjar dari dalam itu, mengakibatkan mudahnya kondisi kesehatan

terganggu, serta hasrat dan keinginan yang terhenti. Bahkan tampang (rupa) mungkin

berubah secara berangsur-angsur, akibat menyusutnya hormon estrogen, khususnya

pada wanita. Hal itu terjadi karena Ovarium sudah tidak mampu membuat sel telur baru,

sehingga begitu sel telur yang dimiliki sejak lahir habis, maka ovulasi akan berhenti

sama sekali, sehingga ada perubahan dalam keseimbangan hormon, dengan

pengurangan jumlah estrogen yang diproduksi indung telur. Akhirnya, ada tingkat

produksi estrogen yang begitu rendah sehingga haid menjadi tidak teratur, dan akhirnya

berhenti. Saat daur menstruasi berhenti, tingkat progesteron juga menurun.

Bersama-sama, hormon-hormon ini mempengaruhi dan mengatur beberapa fungsi fisik dan

(3)

penghentian haid atau menopause (O’Brien, 1994).

Beberapa wanita mengalami Menopause sebagai transisi yang mulus dengan

sedikit ketidak nyamanan fisik, dimana beberapa wanita yang lain mengalami banyak

gejala-gejala yang tidak nyaman seperti rasa panas, keringat tengah malam, perubahan

mood, pendarahan berat tidak teratur, pengeroposan tulang, dan pengeringan vagina

(yang dapat menyebabkan hubungan intim yang menyakitkan). Sebanyak 80% wanita

mengalami menopause dengan reaksi fisik negatif. Wanita mengalami gejala yang lebih

buruk lagi bila mereka tengah berada dibawah stres emosi yang sangat kuat (Spencer,

2008).

Adanya perubahan fisik yang terjadi sehubungan dengan menopause

mengandung arti yang lebih mendalam bagi kehidupan wanita. Berhentinya siklus

menstruasi menyebabkan seorang wanita sudah tidak dapat melahirkan anak lagi.

Akibat lebih jauh adalah timbulnya perasaan tak berharga, tak berarti dalam hidup

sehingga muncul rasa khawatir akan adanya kemungkinan bahwa orang-orang yang

dicintainya berpaling dan meningggalkannya. Perasaan itulah yang seringkali dirasakan

wanita pada masa menopause, sehingga sering menimbulkan kecemasan (Sadja

(4)

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah yang penulis

kemukakan adalah Apakah terdapat hubungan antara menopause dengan kecemasan

pada wanita.

C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Tujuan khusus

Mengetahui Apakah terdapat hubungan antara menopause dengan kecemasan

pada wanita.

2. Tujuan umum

Memberi motivasi kepada wanita, khususnya karyawan wanita Biro Administrasi

Akademik (BAA) dan Biro Administrasi Umum (BAU) Universitas Muhammadiyah

Surakarta, untuk mempersiapkan menghadapi menopause agar tidak terjadi atau

mengurangi kecemasan.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat teoritis, menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi dunia psikiatri

khususnya tentang Hubungn Menopause dengan kecemasan pada wanita.

2. Manfaat praktis, membantu mempersiapkan wanita dalam menghadapi

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan kecemasan menghadapi pernikahan pada wanita dewasa awal, tingkat kematangan emosi pada wanita

mengenai penelitian “ Hubungan Kadar Serum Estradiol terhadap Densitas Tulang Pada Wanita Menopause Hubungan Kadar Estradiol Serum terhadap Densitas massa Tulang

Memberikan infomasi tentang hubungan antara nilai kadar estradiol serum terhadap densitas mineral tulang pada wanita menopause.. Pada penelitian ini, saya akan mengukur Kadar

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada masa perimenopause seorang wanita akan mengalami depresi karena keluhan menopause memuncak serta banyak terjadi

Pada tabel 3.1 bahwa wanita yang menopause lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan wanita yang belum menopause, hal ini sejalan dengan penelitian Iwan pada

Berbagai penelitian yang membahas tentang kecemasan pada wanita yang akan menghadapi menopause telah sering dilakukan khususnya pada variabel dukungan sosial

Hasil penelitian pada tabel 3 di Desa Dawuhan Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri didapatkan bahwa wanita menopause yang mengalami gangguan masa menopause tingkat

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kecemasan wanita menjelang menopause di Desa Bowan Delanggu