• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO TERJADINYA MYOMA UTERI DI RSUD DR. MOEWARDI Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Terjadinya Myoma Uteri di RSUD DR. Moewardi Periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO TERJADINYA MYOMA UTERI DI RSUD DR. MOEWARDI Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Terjadinya Myoma Uteri di RSUD DR. Moewardi Periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO TERJADINYA MYOMA UTERI DI RSUD DR. MOEWARDI

PERIODE 1 JANUARI 2011 – 31 DESEMBER 2011

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Kedokteran

Diajukan Oleh :

LINA IKRAMINA J 500 090 084

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)
(3)

iii

PERNYATAAN BEBAS PLAGGIARISME

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali dalam naskah ini dan disebutkan dalam pustaka.

Surakarta, 21 Februari 2013

(4)

iv MOTTO

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; Allah

mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216)

“Ketahuilah bahwa kemenangan itu selalu mengiringi kesabaran, jalan keluar selalu mengiringi cobaan, dan kemudahan itu selalu mengiringi kesusahan”

(HR. Tirmidzi)

“Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah”

(Thomas Alva Edison)

”Kita akan selalu bahagia, selama kita menikmati apa yang kita punya dan tidak mencemaskan apa yang tidak kita punya”

(Ken Jeyes, JR)

”Kita tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, karena itu akan membuat kita menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya”

(Kahlil Gibran)

“Bagaimanapun sulitnya cobaan yang kita hadapi, percayalah, suatu hari nanti, Allah akan menjadikan semuanya indah pada waktunya”

(5)

v

PERSEM BA H A N

Skr ipsi seder hana ini aku per sembahkan u nt uk :

A yah d an ibu ku t er c int a M . N ajib Sholeh dan Yusnir in Winant i

Rahayu, yang t elah member ikan limpahan c int a kasih sayang ser t a

doanya yang t ak per nah put us padaku, melakukan segala yang

t er baik unt ukku, membimbing d an member iku semangat hingga aku

menjadi seper t i sekar ang ini

A dikku t er sayang Far r as L ut hf ir Rahman yang selalu menemaniku di

saat senang dan sedih, ber c anda d an ber t engkar ber sama, dan

selalu member i semangat dalam hid upku

K eluar ga besar ku yang senant iasa member i dukungan dan doanya

padaku

Seseor ang yang masih menjadi r ahasia A llah swt , yang ku har ap akan

diper t emukan denganku suat u har i nant i

T eman-t eman bege t er kemuka yang kusayangi nisa, diana, f r id a,

dyas, ad ha, mir a, vivi, mupid, r ia, yang t elah member i war na di

hidupku

T eman-t eman angkat an 2009 yang t elah member ikan semangat dan

bimbingannya t anpa hent i

D an unt uk kampusku yang t er c int a U niver sit as M uhammadiyah

Sur akar t a

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, karunia, rahmat, dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya.

Skripsi ini berjudul “Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Terjadinya Myoma Uteri di RSUD DR. Moewardi Periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011” dan disusun demi memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh derajat Sarjana Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kami harapkan skripsi ini dapat menambah khasanah Ilmu Pengetahuan pada umumnya dan Ilmu Kandungan dan Kebidanan pada khususnya

Keberhasilan penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari doa dan dukungan berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada :

1. Prof. Dr. Bambang Subagyo, dr. Sp.A(K), selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. dr. Supanji Raharja, Sp.OG, selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran dan masukan dalam penyusunan skripsi ini.

3. dr. Anika Candrasari, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan saran, kritik dan dukungan dalam penyusunan skripsi ini.

4. dr. Anik Suryaningsih, Sp.OG, yang telah meluangkan waktu sebagai penguji dan memberikan saran serta kritik untuk skripsi ini.

(7)

vii

6. dr. Sulistyani selaku dosen pembimbing akademik yang membantu penulis dalam menimba ilmu pengetahuan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

7. Seluruh dosen dan staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberi perhatian, keramahan, kesabaran, dan bimbingan kepada penulis dan seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

8. Segenap civitas akademika dan seluruh staf dan karyawan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan dukungan kepada penulis.

9. Pihak - pihak di RSUD DR. Moewardi yang telah membantu dalam proses penelitian.

10. Ayah dan Ibuku yang sangat kucintai (M. Najib Sholeh dan Yusnirin Winanti Rahayu) yang selalu memberiku semangat dalam mengerjakan skripsi dan senantiasa memberikan kebahagiaan yang tak terkira di hidupku. Adikku (Farras Luthfi Rahman) yang selalu menyemangatiku agar tidak lelah dalam mengerjakan skripsi, yang menemaniku bercanda dan bertengkar dengan tawa dan segenap keluarga besar yang telah mengantar dan membimbing penulis sehingga sampai pada jenjang ini. Terimakasih atas semua doa, kasih sayang, dukungan dan motivasi yang telah diberikan. Love you all.

11. Teman seperjuangan di obgyn, Nisa, Frida, Levi, Nanda, Pristi, Nana dan Farida, yang telah memberi dukungan dan semangat dalam penyusunan skripsi ini.

(8)

viii

Adha yang selalu memarahiku untuk mengerjakan skripsi sampai mau meng-uninstal game-ku, Dyas yang suka mengingatkanku tidur dan membangunkanku kuliah, Vivi yang menunjukkan padaku bagaimana indahnya dunia, dan aku dapat melihat keindahan yang luar biasa yang tak pernah ku lihat sebelumnya, Ria yang aku tahu perjuangannya sungguh luar biasa. Terima kasih semua karena sudah memberi warna di kehidupanku, aku sayang kalian semua.

13. Teman-teman seperjuangan angkatan 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu saya ucapkan terimakasih banyak.

Penulis menyadari atas segala kekurangan skripsi ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga penelitian ini bermanfaat untuk semuanya.

Surakarta, 21 Februari 2013

(9)

ix DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

MOTTO ... iii

PERSEMBAHAN ... iv

PERNYATAAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

ABSTRAK ... xiv

ABSTRACT ... xv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori ... 4

1. Indeks Massa Tubuh ... 4

a. Definisi Indeks Massa Tubuh... 4

b. Kategori Indeks Massa Tubuh... 4

c. Faktor-faktor yang berhubungan dengan IMT... 5

d. Kekurangan dan Kelebihan IMT... 7

2. Myoma Uteri... 8

a. Definisi... 8

b. Etiologi ... 8

(10)

x

d. Patofisiologi ... 9

e. Faktor Risiko ... 13

f. Manifestasi Klinis ... 15

g. Patologi Anatomi ... 16

h. Diagnosis ... 17

i. Pemeriksaan Penunjang ... 18

j. Diagnosis Banding ... 19

k. Klasifikasi ... 19

l. Komplikasi ... 20

m. Tatalaksana ... 21

3. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Terjadinya Myoma Uteri ... 23

B. Kerangka Konsep ... 25

C. Hipotesis ... 26

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 27

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 27

C. Subyek Penelitian ... 27

D. Teknik Sampling ... 27

E. Estimasi Besar Sampel ... 28

F. Variabel Penelitian ... 28

G. Kriteria Restriksi ... 28

H. Definisi Operasional Variabel... 29

I. Intervensi dan Instrumen Penelitian ... 29

J. Kerangka Penelitian ... 30

K. Pelaksanaan Penelitian ... 31

L. Pengolahan Data... 32

M. Analisis Data ... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 33

(11)

xi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Klasifikasi IMT berdasarkan WHO ... 5

Tabel 2. Klasifikasi IMT berdasarkan Depkes RI ... 5

Tabel 3. Definisi Operasional Variabel ... 29

Tabel 4. Pelaksanaan Penelitian ... 31

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Kasus Penderita Myoma Uteri menurut Indeks Massa Tubuh (IMT) di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode 1 Januari 2011 - 31 Desember 2011 ... 33 Tabel 6. Distribusi Frekuensi Kasus Myoma Uteri menurut Umur Pasien di

RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011 34 Tabel 7. Distribusi Frekuensi Kasus Myoma Uteri menurut Jumlah Paritas di

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Patofisiologi Hiperinsulinemia dan Hiperandrogenemia ... 10

Gambar 2. Patofisiologi Myoma Uteri ... 13

Gambar 3. Kerangka Konsep ... 25

(14)

xiv ABSTRAK

Lina Ikramina. J500090084. 2013. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Risiko Terjadinya Myoma Uteri di RSUD Dr. Moewardi Periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011.

Latar Belakang : Myoma uteri adalah tumor jinak pada daerah rahim atau lebih tepatnya otot rahim dan jaringan ikat di sekitarnya, yang dalam kepustakaan dikenal dengan istilah fibromyoma, leiomyoma ataupun fibroid (Prawirohardjo, 2009). Prevalensi terjadinya myoma uteri meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras, obesitas dan nullipara (Fradhan et al, 2008). Penelitian menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan peningkatan kejadian myoma uteri, dimana wanita yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas normal, berkemungkinan lebih sering menderita myoma uteri. Pada penelitian yang dilakukan oleh Katherine A, et al pada tahun 2003 diperoleh data dimana wanita yang mempunyai indeks massa tubuh normal mempunyai risiko terkena myoma uteri sebesar 36,7%, sedangkan pada wanita overweight mempunyai risiko terkena myoma uteri sebesar 52,6%.

Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan risiko terjadinya myoma uteri.

Metode Penelitian : Deskriptif analitik dengan pendekatan case study. Subjek penelitian berjumlah 52 pasien myoma uteri. Instrumen yang digunakan adalah data rekam medik untuk melihat data berat badan dan tinggi badan serta diagnosis myoma uteri.

Hasil : Didapatkan kasus myoma uteri pada wanita dengan indeks massa tubuh berlebih yaitu sebanyak 35 kasus (67,3%) dan pada wanita dengan indeks massa tubuh normal sebanyak 17 kasus (32,7%). Odds Ratio = 2 (OR > 1).

Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh berlebih dengan risiko terjadinya myoma uteri, dimana risiko terjadinya myoma uteri 2 kali lebih besar pada wanita dengan indeks massa tubuh berlebih daripada wanita dengan indeks massa tubuh normal.

(15)

xv ABSTRACT

Lina Ikramina. J500090084. 2013. Relationship Between Body Mass Index (BMI) with occurrence risk of uterine myoma in Dr. Moewardi hospitals Period January 1, 2011 - December 31, 2011.

Background : Uterine myoma are benign neoplasms in the uterus or more precisely in the uterine muscle and surrounding connective tissue, which in the literature is known as fibromyoma, leiomyoma or fibroids (Prawirohardjo, 2009). Prevalence of uterine myoma increased with family history, race, obesity and nullipara (Fradhan et al, 2008). Studies have found an relationship between obesity and increased incidence of uterine myoma, in which women who have a Body Mass Index (BMI) above normal, likely more often suffering uterine myoma. In the study conducted by Katherine A, et al in 2003 obtained the data in which women who have normal body mass index had risk of uterine myoma 36.7%, whereas in overweight women have a risk of uterine myoma by 52.6%. Objectives : To investigate the relationship between body mass index and occurence risk of uterine myoma.

Methods : Descriptive analitic with case study approach. Subjects numbered 52 patient of uterine myoma. The instrument used is the medical record to view data of weight and height as well as the diagnosis of uterine myoma.

Results : Obtained case of uterine myoma in women with excessive body mass index as many as 35 cases (67.3%), and in women with normal body mass index were 17 cases (32.7%). Odds Ratio = 2 (OR> 1).

Conclusion : There is a relationship between body mass index to the occurence risk of uterine myoma, that the occurence risk of uterine myoma 2 times greater in woman with excess body mass index than women with normal body mass index

Referensi

Dokumen terkait

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) diatas normal terhadap premenstrual syndrome (PMS) pada wanita usia reproduktif

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kejadian hernia inguinalis di poli bedah RSUD dr. Soehadi

Maria Septiana Setyaningrum, J500100068, 2013, HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN ANGKA KEJADIAN LOW BACK PAIN DI RSUD DR. MOEWARDI DI SURAKARTA, Fakultas Kedokteran,

Penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan angka kejadian Low Back Pain di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan

Pada penelitian kasus mioma uteri yang dilakukan oleh Wise dkk dalam Jurnal National Institute of Health pada tahun 2007 didapatkan data dimana wanita dengan Indeks masa tubuh

Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa terdapat korelasi antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah dimana perempuan dengan nilai IMT yang lebih tinggi dari normal memiliki

Simpulan Penelitian: Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh overweight dengan gambaran fatty liver pada USG abdomen (p = 0,011), dimana

Disamping itu, faktor resiko mioma uteri terjadi pada wanita yang terlalu gemuk (obesitas) tidak memiliki keturunan dan tidak menikah. Salah satu studi prospektif menemukan