• Tidak ada hasil yang ditemukan

LENGGER LANANG BANYUMASAN DI DESA SOMAKATON KECAMATAN SOMAGEDE BANYUMAS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LENGGER LANANG BANYUMASAN DI DESA SOMAKATON KECAMATAN SOMAGEDE BANYUMAS."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

vi Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

vi

UCAPAN TERIMAKASIH

………

iv

DAFTAR ISI ………..

v

DAFTAR GAMBAR

………

Viii

BAB I

PENDAHULUAN

………..

1

A. Latar Belakang Masalah Penelitian

……….

1

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian

………..

4

C. Tujuan Penelitian

………

5

1.

Tujuan Umum

………

5

2.

Tujuan Khusus

………

5

D. Manfaat Penelitian

………..

5

E. Struktur Organisasi Skripsi

……….

6

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

………..

10

A. Penelitian Terdahulu

………...

10

B.

Kebudayaan Indonesia ………

10

C. Tradisi Indonesia

………..

12

D. Cross-Gender dan Tari Ritual di Jawa

……….

12

E. Sejarah Lengger

………...

20

F.

Perilaku Ritual, Kepercayaan dan Agama……..………….

22

G. Perekonomian

Masyarakat ………

28

H

Nilai dan Perubahan Sosial Pada Masyarakat………

..

28

1. Hakikat Nilai ………

28

2.Perubahan Sosial

………

31

I.

Perkembangan Seni Tradisi………..

34

BAB III

METODE PENELITIAN

………

36

A.

Lokasi dan Subjek Penelitian

………

36

(2)

vii Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

vii

G.

Prosedur /Langkah-langkah Penelitian

……….

45

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

……….

48

A.

Hasil Penelitian

……….

48

1.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

………

48

2.

Lengger Lanang di Desa Somakaton Kecamatan

Somagede Banyumas

………....

49

a.

Peristiwa Lengger Lanang

Dariah………….

52

b.

Persyaratan

Dariah

menjadi

Lengger

Lanang

………..

54

3.

Nilai Yang Terkandung dalam Lengger Lanang di

Desa Somakaton Kecamatan Somagede Banyumas

………

57

4.

Perkembangan

kesenian

Lengger

di

Desa

Somakaton Kecamatan Somagede Banyumas

…...

59

B.

Pembahasan Hasil Penelitian

……….

61

1.

Analisis Lengger Lanang Dariah

………

61

2.

Nilai

nilai yang terkandung dalam Lengger Lanang

Dariah di Desa Somakaton Kecamatan Somagede

Banyumas

………..

65

1.

Nilai rohanian ………

66

a. Nilai estetika

………

66

b.Nilai keyakinan ………

67

c. Nilai kebenaran ………

67

2.

Nilai vital

……….

68

3.

Nilai material………..

68

3.

Perkembangan

kesenian

Lengger

di

Desa

Somakaton Kecamatan Somagede Banyumas

……

69

(3)

viii Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Keterangan

Halaman

4.1

Lengger Lanang Dariah

………

45

4.2

Pertunjukan Lengger Lanang yang berjudul Lengger

Laut

………

47

4.3

Lengger Lanang Dariah pada saat menarikan Tarian

Lengger

……….

48

4.4

Dariah mengeluarkan batu yang berbentuk alat kelamin

pria

………

49

4.5

Batu yang berbentuk alat kelamin pria

………...

50

4.6

Sesaji yang digunakan Dariah berupa kembang, minuman,

makanan, dan buah-buahan

………..

52

4.7

Lengger Lanang Dariah disaat Dariah bersiap-siap untuk

menari pada pertunjukan Lengger Laut di pendopo taman

budaya Jawa Tengah

………

54

4.8

Sadam/Dariah dengan gaya kesehariannya

………..

56

4.9

Piagam penghargaan yang di miliki oleh Lengger Lanang

“Dariah

………

57

4.10

Gamelan calung yang sekrang lebih dikenal dalam

mengeiringi kesenian Lengger

……….

63

4.11

gamelan ringgeng pada kesenian Lengger

………...

64

4,12

Gamelan Krumpyung salah satu iringan pada Kesenian

Lengger

……….

(4)

ix Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(5)

78

Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

78

DAFTAR PUSTAKA

Abednego, 1994. Dewi Sri dan Kristus. Jakarta: PT PK Gunung Mulia.

Adimihardja, Kusnaka. 1983. Antropologi Sosial Dalam Pembangunan. Bandung:Tarsito

Baal, J.Van. 1988. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya. Jilid II. Jakarta:

Gramedia.

Ben Suharto, 1999. Tayub pertunjukan dan ritus kesuburan. Bandung : masyarakat Seni

Pertunjukan Indonesia.

Budiyono, K. 2009 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Bandung; Alfabeta.

Brown, A.R. Radcliffe, 1980. Struktur dan fungsi dalam masyarakat Primiti. Kuala

Lumpur : Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pelajaran Malaysia.

Caturwati, Endang. (2007). Tari di Tatar Sunda, Bandung : Sunan Ambu Press

STSI Bandung.

______________, Perempuan dan Ronggeng di Tatar Sunda Telaahan Sejarah

Budaya, Bray Resolusi Indonesia, Bandung

Chua Soo Pong. 2014 “The Art of Female Impersonation in Chines Traditional Theatre:

Controversy and Contributions.” Paper Speaker’s Papers of International Dance

Performance & Seminar Garna, judistira K.1996. konsep Dasar Posisi Ilmu

Sosial. Bandung: Universitas Padjadjaran Bandung.

Djuretna, A Utami. 1994. Moral dan Religi Menurut Emille Durkheim dan Henri

Bergson. Yogyakarta: Kanisius.

Holt , Claire. 1967. Art in Indonesia: Continuities and Change. Ithaca: Coenell University

Press.

Hilman Hadikusumah, 1993, Antropologi Agama, Citra Aditya Bakti, Bandung

Judistira K Garna, 1992, teori-teori perubahan sosial, PPS UNPAD, Bandung.

Kasmahidayat, Yuliawan. 2010. Agama Dalam Transformasi Budaya Nusantara,

Bandung : CV. Bintang Warliantika

Kayam, Umar. 1985. Suatu Perjalanan Budaya. Jakarta: Gramedia

(6)

79

Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

79

Koentjaraningrat, 1999. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan

Lauer, Mochtar. 1972. Budaya, masyarakat, dan manusia Indonesia. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia

Lexy J, Moleong. 2010. Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja

Rosdakarya

Maleong, Lexy. 1989. Metodologi penelitian kuslitstif. Bsndung: Remaja Rosdakarya

Smith, Jacqueline. (1985). Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk Praktis Bagi

Guru, Terjemahan Ben Suharto, Yogyakarta : Ikalasti,

Mulyana, D. 2006. Metedologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi

dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung; PT Remaja Rosdakarya.

Sabunga , Barnas. 2014. “Transformasi Nilai

-nilai Karakter Melalui Pertunjukan Wayang

Golek Purwa Versi Dalang Trah A.Sunarya.”. sebuah desertasi untuk

memperoleh derajat Doktor dalam Program Studi Pendidikan Umum Sekolah

Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Speaker’s Papers of International Dance Performance & Seminar 2014.

Sedyawati, Edi, 2006. Budaya Indonesia Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT

RajaGrafindo Persada

Sumandiyo Hadi, Y. 1999/2000. Seni Dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Yayasan Untuk

Indonesia.

Subagya, Rachmat. 1981. Agama Asli Indonesia. Jakarta; Yayasan Cipta Loka Carakan

dan Sinar Harapan.

Supardjan, N. 1982. Pengantar Pengetahuan Tari Bandung; Proyek Pengadaan Buku

Pendidikan Menengah Kejuruan.

Sutrisno, Mudji,dkk. (2005). Teks-teks Kunci Estetika;Filsafat Seni/editor:Islah

Gusmian & Sunarwoto Dema: Yogyakarta: Galangpress

.

Soerjono Soekanto, 1983, teori sosiologi Perubahan sosial, Ghalia Indonesia. Jakarta

Suharti,

Theresia. 1990 “Tari di Mangkunagaraan: suatu pengaruh bentuk dan gaya dalam

dimensi cultural” (Dance in mangkunegaraan: A Certain Influence Type and

Style in Cultural Dimension) 1916-

1988” tesis S2 Program Studi Sejarah, Jurusan

Ilmu-Ilmu Humaniora, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

(7)

80

Sugeng Iman Hartanto,1000015

Lengger Lanang Banyumasan di Desa Somakaton Kecamatan Somagede, Banyumas Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

80

Tohari, Ahmad. (1999). Ronggeng Dukuh Paruk: Catatan Buat Emak. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama.

Poerbatjaraka, Raden Mas Ngabehi. 1968. Tjerita Pandji Dalam Perbandingan (The Story

of Pandjinin Comparison). Djakart: PT. Gunung Agung.

Widaryanto, Fransiscus Xaverius. 1977. “Klana Alus Jungkungmardeya,” paper sarjana

muda akademi seni tari indonesia (ASTI), Yogyakarta.

Gambar

Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan dengan penelitian ini berfokus pada bentuk pelestarian Kesenian Lengger di era modern oleh kelompok kesenian Taruna Budaya Desa Sendangsari Kecamatan

Variabel dalam penelitian ini adalah keadaan petani kakao dalam memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga di Desa Banyumas Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu

Skripsi ini berjudul “ Fungsi Kesenian Lengger di Dusun Giyanti Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo ”.. Skripsi: Program Studi Pendidikan Sejarah,

Kesenian tradisional kerakyatan Lengger yang tumbuh dan berkembang di Dusun Giyanti Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo merupakan bentuk

Kesenian tradisional Kenthongan merupakan salah satu kesenian yang dimiliki oleh masyarakat Banyumas khususnya di Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten

Desa- desa pada Kecamatan Cilongok dipilih karena Kecamatan Cilongok merupakan wilayah dari Kabupaten Banyumas yang menerima dana desa yang bersumber dari Anggaran

Berbeda dengan Tari Pendet pada umumnya, Desa Pakraman Pesedahan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem memiliki keunikan yakni Tari Pendet Lanang karena ditarikan

Seni tari Indang Lengger adalah salah satu bentuk kebudayaan yang mengandung nilai moral di Desa Karangjati Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.. Dengan adanya gambaran