• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK Kata kunci : yoga, studio yoga,lingkungan alam dan prilaku pengguna.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK Kata kunci : yoga, studio yoga,lingkungan alam dan prilaku pengguna."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Yoga adalah salah satu olahraga yang mulai banyak dinikmati masyarakat Indonesia. Fenomena ini memunculkan tren baru pada pola hidup masyarakat sehingga banyak studio kebugaran menawarkan jasa pelatihan yoga. Kota besar menjadi pusat kemunculan studio yoga dengan banyaknya komunitas pada kalangan masyarakat menengah keatas yang lebih banyak berada di kota besar.

Kota besar yag padat menjadikan banyak studio yoga dengan dasain tertutup.

Faktor kebiasaaan masyarakat karakteristik dan lingkungannya menjadi penyebab utama. Desain studio tertutup tidak menyalahi suatu aturan tentang yoga tetapi mengurangi nilai dari yoga. Dalam aktivitas yoga elemen alam sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi pengguna sehingga sangat penting untuk membuat lingkungan alami.Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk membahas pentingnya elemen alam pada rancangan desain studio tertutup untuk meningkatkan konsentrasi penggunan dalam aktivitas yoga.

Di bandung keberadaan studio yoga sudah banyak bermunculan terutama pada area lingkungan yang terkenal. Studio yoga yang ada saat ini merupakan studio tertutup karena lokasi yang berada pada area padat atau menyatu pada bangunan komesrsil lain. Perancangan ‘Meditation Paviliun & Yoga Studio’

menjadi respon terhadap perkembangan yoga di Indonesia khususnya di Bandung agar aktivitas yoga akan lebih menarik jika lokasi dan rancangan bangunan lebih merespon pada lingkungan yang alami dan memperhatikan pola prilaku penggunanya.

Kata kunci : yoga, studio yoga,lingkungan alam dan prilaku pengguna.

(2)

PROPOSAL PENGAJUAN JUDUL TUGAS AKHIR

GERRY REZA PAMBUDI – 10412027 PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 JUDUL

“MEDITATION PAVILION AND YOGA CENTRE

(YOGA AND MEDITATION TRAINNING CENTRE OF BANDUNG)”

1.2 LATAR BELAKANG

Melihat dari isu yang banyak beredar dan diberitakan oleh banyak media bahwa yoga kini kian populer di Indonesia. CNN Indonesia membahas banyaknya masyarakat yang menggandrungi yoga bukan sekedar karena tren tetapi sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Tingkat kesadaran masyarakat tentang kesehatan kini sudah meningkat. Media Indonesia membahas bahwa semakin tinggi tingkat stress dan mobilitas di masyarakat kota menjadikan minat masyarakat terhadap kesehatan tubuh dan pikiran meningkat, masyarakat banyak yang meminati kegiatan olah tubuh dan pikiran salah satunya adalah yoga.

Yoga adalah salah satu ajaran Hindu yang terlahir di India. Yoga mengajarkan tentang pelatihan tubuh dan pikiran dengan tingkatan yang harus cicapai. Yoga melatih pengendalian dan pengenalan diri.

Yoga saat ini telah menyebar di seluruh dunia. Praktek yoga menyebar di seluruh dunia sebagai praktek olah raga, olah jiwa dan olah mental meskipun pada

(3)

awalnya banyak anggapan bahwa yoga adalah praktek agama baru.(Kompasiana.com). meskipun yoga berkiblat ke India, banyak orang di luar India yang menjadi pelatih yoga. Semua orang bisa menjadi pelatih yoga bila memiliki fashion di yoga dengan syarat memenuhi standar yoga yang diatur oleh orang India untuk memiliki sertifikat pengajar yaitu Registered Yoga Teacher (RYT).

Ada persyaratan utama yaitu telah membaca buku wajib “Light of Yoga: Yoga Dipika”

yang ditulis oleh tokoh yoga modern dunia BKS Iyengar, 1966.

Kembali lagi pada perkembangan yoga di Indonesia, saat ini yoga banyak tersebar pada kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan lainnya terutama Bali. Penyebaran yoga ini terjadi melalui komunitas, dan media sosial yang pada akhirnya banyak masyarakat pernah “mendengar” kata yoga.

Manfaat yoga bisa dirasakan oleh tubuh dan pikiran. Journal of Physical Activity and Health mengungkapkan latihan yoga lebih efektif dalam menurunkan badan dari pada latihan ketahan. Dalam jurnal yang sama juga mengungkapkan bahwa latihan yoga selama 20 menit bisa meningkatkan daya pikir otak. Jadi tidak heran banyak yang berminat untuk mengikuti pelatihan yoga.

Melihat dari perkembangan ini, peluang mendirikan pusat pelatihan yoga di Indonesia masih sangat baik karena popularitas yoga masih tinggi sampai saat ini. Di Bandung pusat pelatihan yoga banyak berada pada daerah kota dengan studio tertutup karena letak bangunan yang berada di daerah uraban dengan kepadatan bangunan yang tinggi bahkan banyak juga yang mendirikan tempat pelatihan yoga pada bangunan rumah yang bukan dirancang untuk fungsi tersebut. Jika kita lihat di Bali, pusat pelatihan yoga dirancang dengna ruangan yang terbuka bahkan di lakukan di alam. Hal ini di kaitkan dengan latihan yoga yang berdasar pada perpaduan gerakan olah tubuh dan pernapasan.

Berlatar pada kebutuhan ruang dalam pelatihan yoga, khusunya di kota Bandung sangat dibutuhkan bangunan yang dirancang sesuai dengan fungsi tersebut.

Selain rancangan bangunan, pemilihan tempat atau lokasi juga perlu diperhatikan.

(4)

1.3 RUMUSAN MASALAH

Rumusan permasalahan pada perancangan pusat meditasi yoga pada lahan yang diajukan adalah :

- Bagaimana merancang bangunan agar memenuhi kebutuhan aktivitas meditasi yoga.

- Bagaimana menghubungkan lingkungan dengan aktivitas yoga dan meditasi melalui rancangan bangunan.

- Bagaimana merancang bangunan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tertulis pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 8 tahun 2014 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan SPA.

“ Latihan fisik dalam SPA adalah Teknik perawatan berupa pola latihan yang dirancang untuk meningkatkan aktivitas fisik dan fungsional tubuh. Latihan fisik yang dimaksud antara lain latihan napas, stretching, relaksasi dasar, yoga, pilates,

body language, senam dan meditasi.“

Dan didukung oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“ Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah,

dan/atau masyarakat.”

1.4 TUJUAN PERANCANGAN

Tujuan dari perancangan ini adalah :

- Menyediakan pusat pelatihan meditasi yoga.

- Membangun fasilitas pelayanan kesehatan dalam kasus ini adalah meditasi yoga.

(5)

1.5 PENDEKATAN PERANCANGAN

Pendekatan perancangan pusat pelatihan meditasi yoga adalah sebagai berikut :

- Studi literatur mengenai yoga dan meditasi serta fasilitas dan bangunan pusat pelatihan yoga.

- Studi banding terhadap bangunan dengan fungsi pelatihan yoga.

- Studi lapangan terhadap lokasi tapak terpilih untuk pusat pelatihan meditasi yoga.

- Menerapkan standard dan peraturan yang bersangkutan dengan bangunan pusat pelatihan meditasi yoga.

1.6 Ruang Lingkup Dan Batasan 1.6.1 Ruang Lingkup Perancangan

Ruang lingkup peranacangan maliputi pusat yoga dengan aktivitas yang memberikan pelatihan fisik dan meditasi yoga.

1.6.2 Ruang Lingkup Studi

Ruang lingkup dan Batasan perancangan adalah sebagai berikut :

- Mencakup kegiatan pelayanan kesehatan yoga baik latihan fisik dan meditasi.

- Mencakup bagaimana mengolah dan memanfaatkan potensi alamiah daerah yang masih alami untuk mendukung aktivitas yoga.

- Mencakup usaha untuk mengenalkan arsitektur terhadap kesehatan psykologi penggunanya.

Ruang lingkup studi fungsi adalah fungsi pusat pelatihan yoga dan berbagai jenis aliran yoga yang popular di Indonesia antara lain : yoga indra, hatha yoga, ashtanga yoga, iyengar yoga, bikram yoga dan yin yoga.

1.7 KERANGKA BERPIKIR

(6)

1.8 SISTEMATIK PEMBAHASAN BAB I PENDAHULUAN

Pada bab 1, memuat latar belakang, maksud, tujuan, masalah, pendekatan perancangan, kerangka berpikir dalam perancangan Pusat Pelatihan Meditasi Yoga.

BAB II DESKRIPSI PROJEK

Pada bab 2, memuat penjelasan mengenai projek secara umum, program kegiatan, kebutuhan ruang, studi banding dan studi literatur.

BAB III ELABORASI TEMA

Pada bab 3, memuat tentang pengertian tema, hubungan tema dengan rancangan projek yang dikerjakan menyangkut fungsi dan bentuknya (interpretasi tema).

BAB IV ANALISIS

Pada bab 4, memuat tentang data, analisa tapak dan guidelines.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Pada bab 5, memuat konsep perancangan.

BAB VI HASIL PERANCANGAN

Pada bab 6, memuat dan menjelaskan hasil perancangan pusat pelatihan meditasi yoga, meliputi site plan, block plan, gambar rancangan, bentukan massa bangunan dan tapak bangunan, 3D suasana bangunan.

(7)

1 BAB II

2 DESKRIPSI PROYEK

2.1 DESKRIPSI UMUM 2.1.1 DATA PROYEK

Judul Projek : Meditation Pavilion and Yoga Studio

Jenis Projek : Fiksi

Konteks : Bangunan Publik, Pusat Pelayanan Kesehatan

Luas : 13.500m2

Pemilik : Swasta

Asumsi Sumber Dana : Perusahaan Terkait

Lokasi : Ciumbuleuit, Cidadap

KDB : 20% - 40%

KLB : 0,6

KDH : 52% - 96%

GSB : 7,5 / Setengah Ruang Milik Jalan

2.1.2 BATAS LAHAN

Utara : Gedung Wisata Permata Indonesia Barat : Hutan Lindung dan Pemukiman Selatan : Perkebunan

Barat : Kavling perumahan Citra Green Dago

(8)

2.2 DESKRIPSI PROYEK 2.2.1 Definisi Proyek

Pusat Pelatihan Meditasi Yoga dengan fasilitas pendukung lainnya yang diperuntukan untuk pengguna lokal maupun luar kota. diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat pada Yoga.(Iyengar,1966).

Pengertian “MEDITATION PAVILION AND YOGA STUDIO.”

Meditation ( Meditasi ), adalah salah satu sudut pandang Yoga yang disebut Dhyana yaitu pelatihan memusatkan pikiran seseorang pada sebuah objek, pikiran atau aktivitas untuk mencapai pikiran yang jernih dan emosi yang tenang.(Merriam-Webster Dictionary).

Pavilion ( Paviliun ) dari bahasa (Francis pavillon, Latin papilio) mempunyai beberapa pengertian. Dalam terminologi arsitektur, mengacu pada bangunan anak yang terpisah atau menempel pada bangunan utama dengan fungsinya sebagai objek keindahan.(Encyclopedia Britanica).

Yoga, adalah salah satu pilosopi umat Hindu di India. Yoga yang populer di masyarakat di luar India adalah Yoga Asana atau posture yoga yang lebih cenderung pada latihan fisik, Yoga Prayanama atau pengendalian napas, Yoga Dharana atau latihan konsentrasi dan Yoga Dhyana atau latihan meditasi yang di lakukan kesehatan dan kebugaran sebagai salah satu kegiatan olahraga..

Studio, sebuah tempat untuk belajar seni seperti seni suara, seni tari, seni lukir dll.(Merriam-Webster Dictionary).

2.2.2 Pengertian Yoga

Yoga, kata yoga berasal akar kata Sanskrit ( yuj ) yang berarti mengikat, menggabungkan, melekatkan dan menghubungkan untuk mengarahkan dan memusatkan perhatian seseorang untuk digunakan dan diterapkan.(Iyengar,1966).

Pengertian yoga dibagi menjadi beberapa sudut pandang yaitu:

⎯ Yama ( universal moral commandements )

⎯ Niyama ( self purification by discipline )

⎯ Asana ( posture )

(9)

⎯ Prayanama ( rhythmic control of the breath )

⎯ Pratayahara ( withdrawal and emancipation of mind from the domination of sense and exterior objects )

⎯ Dharana ( concentration )

⎯ Dhyana ( meditation )

⎯ Samadhi ( a state of super-consciousness brought by profound meditation, in which the individual aspirant (sadhaka) becomes one with the object of his meditation - Paramatma or th Universal Spirit ).

Yoga sendiri adalah salah satu pilosopi umat Hindu di India. Yoga yang populer di masyarakat di luar India adalah Yoga Asana atau posture yoga yang lebih cenderung pada latihan fisik, Yoga Prayanama atau pengendalian napas, Yoga Dharana atau latihan konsentrasi dan Yoga Dhyana atau latihan meditasi yang di lakukan kesehatan dan kebugaran sebagai salah satu kegiatan olahraga.

2.2.3 Tipe Pelatihan Yoga

Praktek yoga mulai bekerja dalam banyak aspek personalitas. Fisik tubuh merupakan pont awal yang praktikal dan familiar bagi kebanyak manusia. Ketika kedak seimbangan dirasakan pada tingkat, organ, otot dan saraf tidak lagi berfungsi harmoni, atau malah bertindak saling bertentangan. praktek yoga membantu untuk mengatasi ketidakseimbangan dan menciptakan harmoni dalam tubuh dan pikiran.

Melakukan semua hal dengan terampi adalah tujuan dari yoga. praktek yoga membantu dalam menjaga kesempurnaan sikap dalam pikiran.(Sri G. Dayanidy dan Reena Dayanidy)

Variasi type praktek yoga:

⎯ Yama dan Niyama (praktek pelatihan sikap)

Yama dan Niyama adalah latihan dasar dalam yoga. Yama dan Niyama adalah pengasingan diri untuk mengatur prilaku dan mengembangkan kesehata sikap dalam hidup, objek dan kondisi.

⎯ Asanas (keseimbangan postur tubuh)

Asanas adalah pola spesial postur yang menstabilkan tubuh dan pikiran.

Asanas bermanfaat pada tubuh fisik dan memberikan emosi yang stabil pada manusia.

(10)

⎯ Pranayama (proses pengendalian napas)

Pranayama adalah latihan yang dirancang untuk memberikan pengendalian sadar pada pernapasan. Tujuan utama Pranayama adalah untuk mendapatkan kendali sistem saraf melalui pernapasan.

⎯ Mudras dan Bandhas (penguncian dan pensegelan energi dalam tubuh)

Mudras dan Bandhas adalah penguncian dan penahanan otot dalam tubuh.

Dengan membawa otot tersebut sesuai kehendak.

Shat Kriya (6 teknik permurnian)

Kriya atau Karma berarti tindakan. Ada beberapa variasi pembersihan menggunakan media air, udara, kain, tali, manipulasi otot perut serta latihan pernapasan, yang dibagi menjadi 6 tipe:

⎯ Neti ( pembersihan bagian hidung dengan air atau gesekan menggunakan karet atau tali kapas )

⎯ Dhauti ( pencucian perut menggunkan air, pipa karet atau batang pisang dan kain )

⎯ Basti ( pembilasan usus besar )

⎯ Nauli ( manipulasi oto perut )

⎯ Trataka ( menatap tanpa mengedip untuk membersihkan mata )

⎯ Kapalabhati ( bernapas untuk membuka dan membersihkan saluaran udara )

⎯ Dhyana (meditasi)

Meditasi adalah latihan yang melibatkan pengendalian fungsi mental. Prinsip dasar meditasi adalah untuk mengembangkan kesadaran diri.

2.2.4 Yoga Di Indonesia

Perkembangan yoga menciptakan banyak wajah pada yoga sampai saat ini yang dikenal dengan yoga modern. Bahkan yoga modern pun memiliki banyak variasi. Yoga tradisional lebih dikaitkan dengan kegiatan keagamaan umat hindu karena yoga merupakna bagian dari ajaran agama hindu. Manfaat yoga dikenal samapai keluar India dan berkembang dengan seiringnya waktu. Kesan keagamaan pada yoga mulai mengurang dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat sebagai bagian dari latihan kebugaran dan kesehatan.

(11)

Yoga modern lebih dinkenal dengan yoga postur, dimana yoga postur atau asanas pada yoga tradisional merupakan tingkatan dalam yoga itu sendiri. Yoga postur menjadi lebih diminati karena manfaat pada tubuh dan pada yoga modern yoga postur menjadi yoga initi.

Di Indonesia sendiri yoga dilarang saat awal penyebarannya karena

mayoritas penduduk Indonesia yang beragama muslim sedangkan yoga merupakan bagian dari ajaran agama hindu. Hingga akhirnya beberapa tokoh terkemuka islam memberikan aturan sendiri untuk yoga. Yoga yang bisa di ikuti adalah yoga yang hanya melakukan aktivitas olah tubuh dengan tidak menggunakan mantra atau doa yang dilakukan pada aktivitas yoga aslinya. Saat ini yoga yang berkembang di Indonesia adalah Yoga Postur dengan variasi gerakan yang beragam Dengan banyak alat bantu lainya.

2.2.5 Jenis Kegiatan

Yoga saat ini telah menyebar di seluruh dunia. Praktek yoga menyebar di seluruh dunia sebagai praktek olah raga, olah jiwa dan olah mental meskipun pada awalnya banyak anggapan bahwa yoga adalah praktek agama baru.(Kompasiana.com). meskipun yoga berkiblat ke India, banyak orang di luar India yang menjadi pelatih yoga. Semua orang bisa menjadi pelatih yoga bila memiliki fashion di yoga dengan syarat memenuhi standar yoga yang diatur oleh orang India untuk memiliki sertifikat pengajar yaitu Registered Yoga Teacher (RYT).

Ada persyaratan utama yaitu telah membaca buku wajib “Light of Yoga: Yoga Dipika”

yang ditulis oleh tokoh yoga modern dunia BKS Iyengar, 1966.

Kembali lagi pada perkembangan yoga di Indonesia, saat ini yoga banyak tersebar pada kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan lainnya terutama Bali. Penyebaran yoga ini terjadi melalui komunitas, dan media sosial yang pada akhirnya banyak masyarakat pernah “mendengar” kata yoga.

Manfaat yoga bisa dirasakan oleh tubuh dan pikiran. Journal of Physical Activity and Health mengungkapkan latihan yoga lebih efektif dalam menurunkan badan dari pada latihan ketahan. Dalam jurnal yang sama juga mengungkapkan bahwa latihan yoga selama 20 menit bisa meningkatkan daya pikir otak. Jadi tidak heran banyak yang berminat untuk mengikuti pelatihan yoga.

(12)

Melihat dari perkembangan ini, peluang mendirikan pusat pelatihan yoga di Indonesia masih sangat baik karena popularitas yoga masih tinggi sampai saat ini. Di Bandung pusat pelatihan yoga banyak berada pada daerah kota dengan studio tertutup karena letak bangunan yang berada di daerah uraban dengan kepadatan bangunan yang tinggi bahkan banyak juga yang mendirikan tempat pelatihan yoga pada bangunan rumah yang bukan dirancang untuk fungsi tersebut. Jika kita lihat di Bali, pusat pelatihan yoga dirancang dengna ruangan yang terbuka bahkan di lakukan di alam. Hal ini di kaitkan dengan latihan yoga yang berdasar pada perpaduan gerakan olah tubuh dan pernapasan.

Berlatar pada kebutuhan ruang dalam pelatihan yoga, khusunya di kota Bandung sangat dibutuhkan bangunan yang dirancang sesuai dengan fungsi tersebut.

Selain rancangan bangunan, pemilihan tempat atau lokasi juga perlu diperhatikan.

2.3 KEBUTUHAN RUANG 2.3.1 Persyaratan Teknis

Jose Tomas Franco dalam sebuah artikel “The Key Elements Required to Design Yoga and Meditation Spaces” menggambarkan apa yang dipelajarinya tentang desain ruangan yoga dari beberapa poyek yang telah dipublikasikan dalam www.archdaily.com untuk menegetahui berbagai macam panduan dalam merancang sebuah ruang yoga. Dalam artikelnya ada beberpaa aspek yang di jelaskan seperti : ruang, sirkulasi, kondisi lingungan.

Seperti yang diketahui berbagai aktivitas membutuhkan ruang dengan karakteristik, kebanyakan dilakukan dalam ruangan pusat terbuka yang luas dengan beberapa ruang pendukung yang mengelilinginya.

2.3.1.1 Ruang Utama

Ruang ini adalah ruangan pusat dalam bangunan dimana kita berkumpul untuk melakukan pelatihan, ruangan ini bebas, fleksibel dan adaptable untuk berbagai kegunaan. Untuk mengetahui dimensi ruangan kita bisa menggunakan dimensi strandar alas yoga ( yoga mat ) yaitu 1.70 X 0.60 m, dan di butuhkan spasi antar mat sekurang – kurangnya 50 cm untuk memudahkan gerakan selama pelatihan.

(13)

Beberapa ruang utama memiliki panggung kecil atau area yang ditinggikan dimana area ini digunakan untuk intruktur pelatihan, dan sangat baik menempatkan lemari dimana pengguna bisa meletakan barang mereka semalam kelas dimulai seperti botol air, handuk dan alas kaki. Dan biasanya ruangan ini memiliki carmin pada salah satu dindingnya atau lebih tergantung dari kebutuhan.

2.3.1.2 Kamar Mandi / Ruang Ganti

Tidak semua pusat pelatihan memiliki ruang ganti, tetapi jika ada ruangyang bisa digunakan sangat baik untuk ditambahakan. Untuk menambahakan nya kita harus menambah ukuran kamar mandi agar memungkinkan pengguanaan ganda.

Untuk bisa mencapainya dan memungkinkan ruangan tersebut di gunakan oleh lebih dari 1 orang dalam satu waktu, toilet area ditempatkan terpisang dari area wastafel, terkait dengan ruang ganti dan juga penambahan ruang penyimpanan loker, emari dan kursi. Toilet diharuskan terletak berdekana dengan ruang uama dengna akses yang mudah dan cepat dari pintu masuk.

2.3.1.3 Sirkulasi

Sirkulasi merupakan hal yang sangat penting, bukan hanya karean fungsinya sebagai koridor tetapi juga dapat berisi ruang penyimpanan, ruang tunggu dan ruang istirahat serta resepsionis.

Ruang Tambahan

Tergantung dari permintaan bangunan bisa termasuk ruang kelas, ruang pijat atau jakusi, sauna dan area kolam renang.

2.3.1.4 Kondisi Lingkungan 1. Akustik

Ada kepercayaan bahwa ruang studio untuk yoga harus sangat sunyi, tetapi akan lebih tepat bahwa latihan yoga adalah untuk berkembang pada suara yang rendah bahakn dalam beberapa kasus sangat direkomendasikan untuk dilakukan di ruang terbuka dengan suara alam sebanyak mungin yang bisa membantu dalam beberapa latihan. Dalam kasus ruangan tertutup suara dan bau dapat diintegrasikan dengan melibatkan taman dalam bangunan atau kebun yang dapat menarik burung termasuk adanya air mengalir dan suara hembusan angin.

(14)

2. Ventilasi

Ventilasi adalah hal yang sangat pundamental dalam pelatihan yoga, dimana mereka menggunakan pernapasan sebagai dasar pelatihannya. Sangat penting unutk memungkinkan bukaan silang ke seluruh bangunan, dengan memastikan adanya perbaharuan ksigen pada ruangan saat latihan dan bahkan ketika ruangan tidak digunakan. Untuk ini diharuskan membuat bukaan pertama pada fasad bangunan untuk menerima angin masuk dan buakaan kedua pada sisi lain bangunan yang lebih besar.

3. Pencahayaan

Pencahayaan dapat memungkinkan kualitas lingkungan pada ruangan dan dapat membantu menuntun intensitas latihan. Dalam kasus yoga cahaya langsung matahari sangat esensial pada banyak program latihannya. Karena itu kita harus selalu menggunana cahaya alami dan jika dibutuhkan adanya system yang dapat mengatur intensitas cahaya yang masuk yang bisa memberikan raungan gelap jika dibutuhkan.

Untuk mengurangi sorotan langsung cahaya matahari, buakaan cahaya dirancang agar tidak jatuh langsung pada penggunanya dengan membuat bukaan yang rendah dan mengarahkan bukaan pada dinding atau taman di sekitar ruangan yang bisa memantulkan cahya tersebut pada ruangan. Jika latihan pada mala har cahaya buatan dipilih dengan kriteria hangat dan bisa diatur dengan mudah.

2.3.1.5 Aestetik Dan Material

Aestetik ruangan tergantung sepenuhnya pada permintaan klien, tetapi sangat dianjurkan untuk menghindari penggunaan elemen yang dapat mengalihkan perhatian atau elemen yang terlelu mencolok. Sebaiknya gunakan bahan material yang hangat dan warna yang lembut yang dapat membantu mencapai titik tertentu konsentrasi pengguna. Pada penggunaan material lantai biasanya menggunakan material kayu atau bahan lain yang lembut disentuh dan hangat karena bagian ini adalah bagian yang akan lebih sering berkontaksi dengan pengguna.

(15)

2.3.1.6 Orientasi Dan Geometri

Beberapa kasus desain dibuat berdasarkan spatial dan geometri pilosopi dasar dari berbagai latihan tradisionalnya, dimana banyak yang mengklaim bahwa ada orientasi dan konfigurasi tertentu yang dapat meningkatkan efektivitas latihan yoga.

Sebagai contoh, keuntungan arah seperti menghadap timur dimana memungkinkan pergerakan energi yang halus mengikuti pergerakan bumi, atau arah magnetik utara dimana kita bisa ngarah mengikuti arah magnetik bumi.

2.3.2 Standar Ruang

Menurut Lampiran Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 24 Tahun 2014 tentang Standar Usaha SPA

1. RUANG PERAWATAN/TERAPI :

Ruang Meditasi

Ruang Relaksasi / Latihan Fisik

Ruang Thermal

2. FASILITAS PENUNJANG :

Ruang Penerima Tamu dilengkapi Lobi

Ruang Makan Dan Minum

Ruang Bilas

Ruang Olah Fisik

Ruang Ganti

Toilet yang dilengkapi dengan:

Tanda yang jelas

Air besih yang cukup

Tempat cuci tangan, sabun dan alat pengering

Kloset jongkok / duduk

Tempat sampah tertutup

Tempat buang air kecil (urinoir)

3. RUANG PENGELOLA :

Ruang Kantor

(16)

Ruang Ganti dan Istirahat Karyawan

Dapur Kecil (pantry)

Ruang Linen

Ruang Petugas Keamanan

Toilet Karyawan

Tempat Penampungan Sampah Sementara

Ruang P3K

Gudang

4. FASILITAS GEDUNG :

• Ruang instalasi listrik

• Ruang Instalasi air bersih

• Ruang instalasi gas

• Ruang genset

• Akses darurat

• Ruang ibadah

• Alat pemadam api ringan

• Lampu darurat

• Peralatan komunikasi

• Fasilitas parkir (1 mobil per 100m2)

(17)

2.4 STUDI BANDING 2.4.1 Amity Pilates Studio

Amity Pilates Studio terletak di jalan Gandapura no. 55 Bandung. Amity mengajarkan gerakan kebugaran perpaduan antara yoga hatha dan pilates. Amity juga menawarkan peltihan TRX, Muaythai, Aikido dan Zumba. Pelatihan Yoganya sendiri menawarkan banyak pilihan kelas seperti Yoga Hatha, Yoga Weightloss, Yoga Swing dan Yoga Wheels. Studio Amity di dirikan pada bangunan yang sudah ada sehingga bangunan tidak dirancang untuk fungsi studio meskipun ruangan dalamnya telah direnovasi. Fasilitas studio amity antara lain: Ruang Penerima, Ruang penyimpanan dan Ruang tunggu, Ruang Bilas Wnita dan Pria, Ruang Studio Pilates dan Ruang Studio Yoga.

2.4.2 Svarga Studio

SVARGA terletak di Apartemen Galery Ciumculeuit II. SVARGA adalah pusat kesehatan yang menawarkan rehabilitas serta olah fisik dan kebugaran. SVARGA juga menawarkan jasa pola hidup sehat bagi orang yang ingin menjalani diet. Program dan kelas yang ditawarkan oleh SVARGA adalah Pelatihan Pilates, Aerial Yoga, Fire Hot Iex, Fire Hot Yoga, Pilates TRX, Stretch & Heal, Fithai, SVARGA Core, dan Kardio Training. Svarga juga menawarkan jasa rehabilitasi seperti Private Class, Neurogenic Fascia Exercise, Intelligent Postural Therapy (IPT), dan Stretch Clinic. Selain Jasa Pelatihan kebugaran dan kesehatan SVARGA juga memiliki kebun yang mebudidayakan makanan sehat yang dijual k

supermarket atau dibeli langsung oleh member. Studio yang dimiliki SVARGA ada tiga jenis yaitu, Ruang Private, Studio Indoor dan Outdoor Studio. Fasilitas lainnya yang ada di SVARGA adalah Ruang Pendaftaran, Café, Klinik, Spa dan Area Kebun.

(18)

2 BAB III

3 ELABORASI TEMA

3.1 PENGERTIAN TEMA

Tema : “ARSITEKTUR BERWAWASAN PERILAKU”

Menurut Ensiklopedia Amerika, perilaku suatu bentuk aksi dan reaksi individu terhadap lingkungannya. Berarti bahwa perilaku terwujud karena adanya kebutuhan yang menimbulkan suatu rangsangan menghasilkan suatu aktivitas tertentu dari individu itu sendiri.

Menurut Elizabeth A. Minton dan Lynn R. Kahle (2014) dalam Belief Systems, Religion, and Behavioral Economics, Perilaku adalah suatu tindakan dan tingkah laku yang dibuta oleh suatu individu dalam menghubungkan dirinya sendiri atau lingkungannya, termasuk sistem atau organisme di sekitarnya sebagai

lingkungan fisik yang diresponnya baik internal atau eksternal, sadar atau tidak sadar, terbuka atau tertutup dan disengaja atau tidak disengaja.

Dalam arsitektur perilaku sangat berpengaruh karena arsitektur membentuk lingkungan dan lingkungan membentuk suatu tindakan yang menciptakan perilaku tertentu.

3.2 TINJAUAN TEORITIS

Karena perilaku individu berhubungan dengan lingkungan mengcangkup interaksi sosial, tingkah laku diri dan kebutuhan individu itu menciptakan ruang lingkup suatu individu dalan aktivitasnya.

Hall (1966) dalam Psychology and Environment menbagi 4 zona spatial yang berfungsi maengatur perbedaan interaksi social manusia:

Intimate distance (Jarak Intim), dengan jarak terdekat (0 -15cm) dan terjauh (15 – 45cm). di dalam zona ini seseorang bukan hanya dapat menerima informasi

(19)

visual orang lain tetapi juga pendengaran dan penciuman, dan bahkan sentuhan dan temperature orang lain. Di ruang public zona ini tidak di nilai tidak cocok, jika kita dipaksa untuk menghadapi situasi ini contohnya pada ruangan yang padat, kita akan bereaksi dengan mengasumsi kurangnya ekspresi, sikap yang tegak, melihat kearah lain, dan menghidari bersentuhan dengan orang lain.

Personal distance (Jarak Pribadi), antara 45 - 125cm. ini adalah zona perlindungan dimana seseorang akan menjaga jarak antara dirinya dan orang lain.

Komunikasi antar individu masih kaya karena dua orang masih bisa

bersentuhan dengan menjabat tangan, penciuman masih dapat dirasakan dan pandangan dan pendengaran masih jelas diterima. Zona ini digunakan pada ruang publik sebgai ruang formal.

Social distance (Jarak Sosial) antara 1,25m – 3,5m. dalam zona ini kita masih bisa berkomunikasi. Dalam zona ini kita tidak bisa bersentuhan tetapi ekspresi wajah dan tubuh sangat terlihat dan kita berbicara dengan suara yang normal.

Zona ini yang biasa digunakan pada ruang public dan hubungan professional dimana kontak social dibutuhkan tetapi tidak harus dipengaruhi oleh

pertemanan individu.

Dalam penjelasannya bisa disimpulkan bahwa Setiap individu mempunyai ruang gerak yang merespon setiap tindakan maupun lingkungan di dalamnya. Dalam arsitektur zona ini digunakan dalam menentukan perancangan ruang bangunan dalam merespon tingkah laku manusia dan aktivitasnya. Sebagai contoh bagaimana suatu desain dihitung berdasarkan kebutuhan gerak manusia sehingga suatu ruangan bisa digunakan dengan nyaman oleh penggunanya.

3.3 Interpretasi Tema

Arsitektur membentuk lingkungan dan lingkungan mempengaruhi individu.

Pola ini digunakan dalam melakukan perancangan bangunan, penentuan konsep arsitektur berdasakan perilaku individu yang akan merespon suatu rancangan sehingga pola perilaku penggunanya ditentukan dari rancangan bangunan.

(20)

Rancangan dibuat agar menciptakan perilaku yang positif di dalamnya dan memberikan pengaruh terhadap tingkah lakunya di luar bangunan.

Perancangan di tentukan berdasar beberapa kriteria yang di rancang, yaitu:

⎯ Lingkungan rancangan yang mempengaruhi perilaku.

⎯ Lingkungan rancangan yang menciptakan atau membentuk perilaku positif.

⎯ Lingkungan yang mempegaruhi citra diri.

Tema di ambil dari fungsi bangunan yang berfungsi sebagai pusat pelatihan diri suatu individu melalui aktivitas yoga. Tema berdasarkan tujuan dari yoga yaitu membentuk diri yang lebih positif sehingga mempengaruhi tingkah lakunya.

(21)

3 BAB IV

4 ANALISI PERANCANGAN

4.1 TINJAUAN UMUM

Berdasarkan kebutuhan fungsi bangunan sebagai pusat pelatihan yoga, lokasi perancangan membutuhkan kondisi lingkungan yang tenang dan alami. Mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung, Bandung Utara memenuhi kriteria kebutuhan perancangan baik dari kondisi lingkungan dan kepadatan bangunan.

Kawasan Bandung utara juga bisa berpontensi pada perkembangan pusat pelatihan yoga nantinya karena saat ini pusat pelatihan yoga belum sampai berkembang di Kawasan Bandung Utara.

4.2 ANALISIS KONDISI TAPAK DAN LINGKUNGAN 4.2.1 Lokasi

Lokasi berada di lahan dengan luas 13.500m2 yang terletak pada Jl. Green Citra Dago, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap Kabupaten Bandung. Dengan batas tapak sebagai berikut:

Utara : Gedung Wisata Permata Indonesia Barat : Hutan Lindung dan Pemukiman Selatan : Perkebunan

Barat : Kavling perumahan Citra Green Dago

4.2.2 Konteks Lingkungan

Lokasi projek berada pada Kawasan sub urban dengan potensi site sebagai kawasan pemukiman kepadatan yang masih rendah. Lokasi tidak jauh dari jalan utama yang banyak dilalui pada daerah wisata di kawasan Bandung Utara dan Lembang.

(22)

4.2.3 Data Dan Analisis Tapak 4.2.3.1 Analisis Makro

A. Taman Hutan Raya Bandung

B. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat C. RSUD Dr. Hasan Sadikin

D. Gedung Sate

1. Curug Dago 2. Dago Heritage

3. Kawasan Wisata Punclut

4. Universitas Katolik Parahyangan 5. Goa Belanda

6. Univesitas Pendidikan Indonesia 7. Teras Cikapundung

8. Universitas Komputer Indonesia 9. Kebun Binatang Bandung 10. Institut Teknologi Bandung

11. Mountain View Golf Club 12. Farm House

13. Cihampelas Walk 14. Taman Cikapayang 15. Lapang Gasibu Bandung 16. Kampung Gajah

17. Kebun Begonia 18. Curug Maribaya 19. Tebing Keraton 20. Bukit Moko 4.2.3.2 Analisis Mikro

A. Jl. Ir. H. Djuanda B. Jl. Dago Giri

C. Jl. Citra Green Dago

1. Indo Wisata Permata

2. Stamford Internasional School 3. Perumahan Citra Green Dago 4. Curug Dago

5. Dago Tea House

6. Kawasan Wisata Punclut 7. Padma Hotel

8. Dago Heritage

9. Congo Gallery & Café 10. The Palor

11. Sheraton Bandung Hotel &

Towers 12. RS. Salamun

(23)

4.2.3.3 Kondisi Lingkungan Tapak 1. Akses

Akses pada site bisa dituju oleh dua jalur dari Jl. Citra Green Dago dengan lebar jalan 6m. Dua akses ini bisa menjadi potensi dalam mngatur kendaraan yang masuk dan keluar serta memberikan opsi pada fasad bangunan.

Permasalahan yang timbul dari adanya dua akses adalah bagaimana mengatur ruang dalam terutama Lobby dalam menyikapi dua pintu masuk dimana Lobby merupakan area penerima yang diharuskan dekat dari Entrance.

2. Figure Ground

Site berada di sekitar Kawasan perumahan Citra Green Dago. Kawasan didominasi oelh bangunan perumahan modern serta tempat wisata dan sekolah internasional.

Karakteristik bangunan pada Kawasan ini memberikan opsi pada perancaganan style bangunan.

3. Axis Matahari

Area site dikelilingi didominasi oleh bangunan rendah dan pepohonan sehingga cahaya matahari tidak terhalang dan tidak terlalu membakar bangunan karena tersaring pepohonan yang cukup tinggi dan padat.

Cahaya matahari juga bisa digunakan sebagai penetral suhu pada tapak dimana tapak berada pada daerah tinggi dengan shu yang cukup dingin.

Permasalahan pada perancangan adalah ruangan harus bisa dimasuki oleh cahaya matahari karena kondisi tapak yang cukup lembap sehingga bentuk bangunan tidak disarankan gemuk dan terdapat raungan di tengan bangunan yang tidak memiliki buakan.

(24)

4. Arah Angin

Dikarenakan sifat angina yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah, maka orientasi angina sebagian besar bergerak dari arak Timur menuju Barat. Pergerakan angin juga ditentukan oleh musim. Pada area tapak angina berhembus dari arah Tengara.

Pergerakan angina dapat dimanfaatkan dalam penghawaan bangunan dengan mebuat bukaan silang menyesuaikan arah angin pada tapak.

5. Sungai

Lokasi cukup dekat dengan sungai tetapi area yang dapat dibangun jauh dari sungai karena kondisi kontur tapak dan area hijau yang dilindungi.

Pemerintah kota Bandung mengatur drainase pada daerah Bandung Utara dimana air bunangan bangunan tidak boleh mengalir ke sungai tetapi harus meresap ke tanah. Untuk air hujan disarankan menggunakan bio pori sehingga air lebih banyak meresap ke tanah.

6. Area Hijau

Di sekitar kawasan ada area hijau yang dilindungi pemerintah kota Bandung.

Aturan ini bisa menjadi potensi dan permasalah dimana pernacangan harus memperhitungkan letak pohon pada tapak dan bangunan harus menyesuaikan dengan letak pohon.

(25)

7. Axis Site

Area tapak bersumbu ke arah Tenggara dan Barat Laut. Axis ini kurang baik dalam menyikapi sumbu matahari. Sehingga axis bangunan akan bersilang dengan aksis tapak jika perancangan bangunan dibuat mengyikapi axis matahari.

8. Topografi

Area tapak merupakan tanah dengan kemiringan yang cukup curam.

Topografi tapak seperti ini berpengaruh pada penggunaan struktur bangunan terutama pondasi bangunan. Karena tanah yang memiliki kemiringan yang cukup curam sangat rentang terjadi longsor. Area tapak juga merupakan area tanah bergerak. Hal ini berpengaruh pada panjang srtuktur bangunan dan kekuatan struktur bangunan.

9. Potensi View

Area tapak dikelilingi oleh pepohonan tinggi sehingga sebagian besar view yang didapat adalah view alam dengan pepohonan tinggi. Area tapak juga berada pada Kawasan dataran yang cukup tinggi sehingga ada area yang cukup baik untuk melihat ke arah Kota Bandung. Jadi dalam area site terdapat 2 arah view yaitu View Kota dan View Alam.

(26)

1 BAB V

5 KONSEP PERANCANGAN

5.1 KONSEP DASAR

Konsep : “Ruang Luar dan Ruang Dalam”

Tema dipilih dari pilosopi meditasi dalam yoga dimana gerakan meditasi adalah memusatkan pikiran dan tubuh unutk bisa menyerap energi positif dari alam.

Ada hubungan lingkungan dan tubuh, lingkungan ini disimbolisasikan sebagai ruang luar pada konsep arsitektur dan tubuh sebagai ruang dalam, sehingga ada hubungan ruang luar dan dalam.

5.1.1 Ruang Luar Dan Ruang Dalam

Ruang merupakan elemen yang sangat penting dalam arsitektur. Secara harfiah, ruang (space) berasal dari bahasa Latin, yaitu spatium yang berarti ruangan atau luas (extent). Jika dilihat dalam bahasa Yunani dapat diartikan sebagai tempat (topos) atau lokasi (choros) yaitu ruang yang memiliki ekspresi kualitas tiga

dimensi. Menurut Aristoteles, ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.

Ruang dalam yang biasa kita kenal sebagai ruangan. Ini bisa berarti ruang kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu dan sebagainya yang keberadaannya tertutup dengan baik oleh pelindung atap dan dinding.

Ruang selalu melingkupi keberadaan kita. Melalui volume ruang, kita bergerak, melihat bentuk-bentuk, mendengar suara-suara, merasakan angin yang bertiup, mencium bau semerbak bunga yang mekar di taman. Itulah ruang yang terdiri dari kayu atau batu, yang sebelumnya tidak memiliki bentuk. Bentuk visual

(27)

ruang, dimensi dan skala, kualitas cahaya semua tergantung persepsi kita akan batas-batas ruang yang ditentukan oleh unsur-unsur pembentuknya. Jika ruang telah ditetapkan, dilingkupi, dibentuk dan diorganisir oleh unsur-unsur massa, maka arsitektur menjadi kenyataan. (D.K. Ching).

5.1.2 Penerapan Konsep Bangunan

Suatu bidang yang ditinggikan dapat membentuk ruang transisi antara ruang interior dan lingkungan luar suatu bangunan. Dikombinasikan dengan suatu bidang atap, akan membentuk suatu serambi semi privat.

Unsur bidang atas yang utama dari sebuah bangunan adalah bidang atap.

Bidang atap tersebut tidak hanya melindungi ruang interior bangunan dari panas matahari, hujan dan pengaruh cuaca lainnya, tetapi juga dapat mempengaruhi bentuk bangunan secara keseluruhan dan wujud ruang-ruang di bawahnya. Penggunaan bukaan bahkan voids pada suatu bidang atas, sebagai tujuan pencahayaan , dapat dipandang sebagai wujud positif yang membentuk keberadaan hubungan anatara ruang luar dan ruang dalam.

Dinding sebagai bentuk bidang vertikal lebih banyak mengambil perhatian di dalam bidang pandangan kita dibandingkan bidang-bidang horisontal sehingga lebih membantu dalam menetapkan volume ruang yang berbeda dan memberikan kesan tertutup dan bersifat pribadi untuk objek di dalamnya. Di samping itu, bentuk vertikal berlaku sebagai pemisah suatu ruang dengan ruang lain dan membentuk pembatas umum antara ruang dalam (interior) dengan lingkungan luar (eksterior).

Dinding-dinding transparan (jendela/ kaca) memberikan pemandangan yang lebih luas dan lebih banyak cahaya untuk menerangi ruang. Meskipun sebuah dinding kaca melemahkan bats-batas vertikal suatu ruang, tetapi bukaan ini berpotensi untuk perluasan visual ruang melampaui batas-batas fisiknya.

Mengkombinasikan sebuah dinding kaca dengan penerangan atap (sky-light) yang luas menciptakan ruang yang terang. Batas-batas antara sisi dalam dan sisi luar, yang dibentuk oleh rangka-rangka linier, menjadi kabur dan tak terasa.

5.2 RENCANA TAPAK

5.2.1 Tata Letak & Gubahan Masa

(28)

Bentuk dasar gubahan massa diambil dari bidang dasar geometri yang sering digunakan untuk bangunan yaitu persegi panjang. Ukuran bangunan disesuaikan dengan kefisien daerah bangun pada site. Persegi panjang juga dipilih karena mempunyai bentuk yang tipis sehingga bagus diterapkan pada iklim tropis serta sirkulasi bangunan yang jelas baik digunakan pada kasus perancangan sebagai fungsi pusat pelatihan.

Dari bentuk dasar persegi gubahan dibentuk dengan 3 perlakuan yang disesuaikan dengan 2 akses masuk pada site., yaitu:

1. Bridge / Intersecting

Gubahan persegi ditempatkan seperti jembatan atau menyimpang dari garis akses site sehingga bangunan terkesan sebgai penghubung antara 2 akses tapak, karena itu disebut bridge atau jembatan.( gambar 5.3 no.1 ) 2. Exposed / Blocking

Perlakuan kedua hampir sama dengan perlakuan pertama tetapi bidang terlebar gubahan dihadapkan pada salah satu akses tapak sehingga bangunan terkesan memblok akses dan mengekspose fasadenya pada akses tersebut karena itu disebut blocking / exposed. (gambar 5.3 no. 2)

3. Slot / Parallel

Perlakuan ketiga adalah menempatkan masa bangunan sejajar dengan garis akses site dan diletakan tepat di tengan antara kedua akses sehingga di sebut slot atau masuk diantara celah akses site. (gambar 5.3 no.3)

Ketiga bentuk dasar gubahan mengalami perlakuan menyesuaikan aksis site dan aksis matahari. Perlakuan pertama adalah Split, gubahan massa di bagi atau dipotong oleh akses matahari agar bangunan bisa mendapat cahaya matahari dengan baik (gambar 5.3 no. 1a,2a,3a). Perlakuan kedua Linier, gubahan masa bangunan dibengkokan membentuk bentuk linier agar bangunan mempunyai sirkulasi yang jelas (gambar 5.3 no. 1b,2b,3b). Perlakuan ketiga adalah Layered, gubahan masa bangunan ditumpuk berlapis agar bangunan terlihat proporsi dengan luas site (gambar 5.3 no. 1c,2c,3c). Perlakuan terakhir adalah Ground Connecting, gubahan masa diberi podium untuk menghubungkan akses dengan bangunan (gambar 5.3 no.

1d,2d,3d). Dari keempat perlakuan tadi dipilih salah satu (gambar 5.4)

(29)

Dari bentuk dasar gubahan masa bangunan diperlakukan agar sesuai dengan kontek tapak dengan memperhatikan kontur tapak, matahari, dan view. Pertama gubahan masa disesuaikan dengan bentuk bangaunan yang baik pada daerah berkontur, ada 4 perlakuan yang di gunakan, yaitu:

1. Hangging atau menggantung. Sebagian bangunan menggantung diatas tanah, bentuk ini bisa diterapkan karena kondisi tapak berkontur sehingga bangunan akan berkesan melayang.

2. Platform atau panggung, desain bangunan panggung akan sangat mudah diterapkan pada area berkontur karena kaki bangunan yang panjang sehingga bangunan tapak tidak perlu cut&fill.

3. Mezzanine, bangunan dibuat berumpak menyesuaikan keitnggian kontur tanah site sehingga bangunan akan terkesan banyak meskipun dalam satu gubahan.

4. Separate atau terpisah, bangunan dipecah menjadi beberapa bagian dan diletakan sesusai dengan tingkatan kontur site.

Dari keempat perlakuan tadi dilih salah satu yaitu Separat atau terpisah karena bentuk ini baik digunakan pada area dengan kepadatan bangunan yang jarang alasan lainnya adalah karena adanya potensi tanah bergerak pada area site.

5.2.2 Hierarki

Gubahan masa bangunan akhir membentuk zona dan hirarki pada rencana tapak. Terbentuknya 2 ruang luar dengan hirarki yang berbeda dan bangunan terpecah menjadi 4 masa dimana ke empat masa ini bisa digunakan untuk

membentuk zona fungsi bangunan, yaitu zona A penerima (administrasi), zona B transisi (cafe dan ruang tunggu) , zona C inti (studio yoga) dan zona D sakral (studio meditasi).

(30)

5.2.3 Pencapaian & Sirkulasi 5.2.3.1 Lantai 1

Pencapaian pada bangunan dirancang dengan merancang ruang penerima (lobby) yang bisa diakses langsung dari dua jalur masuk pada tapak. Semua alur aktivitas di dalam bangunan dimulai dari ruang penerima karena itu area ini harus bisa diakses pertama kali saat masuk ke bangunan.

Sirkulasi di dalam bangunan berbentuk linier dengan alur ruangan yang jelas. Jalur sirkulasi menggunakan koridor campuran antara single loaded dan double loaded. Pada beberapa area koridor dimanfaatkan juga sebagai ruang tunggu dan tempat penyimpanan barang. Bangunan juga mengunakan lift dan tangga sebagai jalur akses ke lantai atas.

5.2.3.2 Lantai 2

Pada lantai 2 sirkulasi bangunan tetap berpola linier dengan koridor di kelilingi ruang dengan fungsi fasilitas tambahan pada bangunan. Alur sirkulasi pada bangunan pertama dimulai dari lift sebagai fasilitas utama penghubung tiap lantai dan berakhir pada tangga darurat di kedua sisi bangunan. Pada bangunan kedua alur sirkulasi terpisah dengan dua arah, alur pertama menuju area yoga dan yang kedua meunuju café pada bangunan transisi.

5.2.3.3 Lantai 3

Pada lantai tiga pola sirkulasi bangunan sama dengan alur sirkulasi lantai 2.

Bangunan pertama slur sirkulasi berpola linier dimulai dari lift dan berakhir pada tangga darurat. Pada bangunan ke 2 alur sirkulasi terpisah dengan 2 tujuan, yang pertama adalah area yoga rooftop dan yang kedua ruangan kelas private dan ruang studio pilates.

5.2.4 Tata Hijau

Tata hijau pada area tapak memanfaatkan pohon dan tumbuhan eksisting. Area tapak juga berada pada Kawasan hutan lindung sehingga sebagian besar tata hijau tidak dirubah. Pada area bangun tata hijau menggunakan jenis pohon dan tumbuhan yang sama dengan tata hijau eksisting sehingga hutan homogen lebih terasa dan bangunan terkesan bisa beradaptasi dengan lingkungan.

(31)

5.3 Bangunan 5.3.1 Bentuk

Bentuk bangunan merupakan permainan bentuk geometri persegi Panjang yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan potensi konteks di dalam tapak ke luar tapak.

Bagnunan terdiri dari 4 bentuk persegi yang di mainkan dengan level tanah dan tinggi atau jumlah lantai setiap bangunan. 4 bentuk ini ditempatkan dan diatur sehingga terlihat menyatu, penyatuan bentuk juga terlihat karena atap bangunan yang menutup celah antar bentuknya.

5.3.2 Fungsi

Bangunan terdiri atas 4 buah bentuk yang dibagi sesuai dengan zona fungsi ruangnya, yaitu:

Orange : bangunan pertama yang berfungsi sebagai penerima, pada bangunan ini terdapat raung dengan fungsi penerima dan administrasi serta fungsi fasilitas tambahan. Ruang terdiri atas Lobby, Lounge, Ruang Staff, Klinik, Spa dan Sauna.

Kuning : pada bangunan pertama terdapat area dengan fungsi servis, area ini sebagai ruang penyimpanan utilitas bangunan dan peralatan servis bangunan. Ruang ini terdiri atas Ruang Pompa dan Genset, Roof tank, Cooling Tower, AC outdoor Unit, Panel Surya, dll.

Biru : bangunan kedua berfungsi sebagai area transisi yang berfungsi sebagai pemisah bangunan pertama dengan area studio yoga, area ini difungsinkan sebagai café &

restaurant.

Hijau : Bangunan ketiga dan ke empat merupakan fungsi utama yaitu terdapat ruang studio yoga dan area meditasi.

5.3.3 Struktur & Kontruksi

Struktur bangunan menggunakan rigid kolom dan balok yang di topang oleh pondasi bor pile atau pasak. Pondasi bor pile dipilih karena keadaan tanah yang bergerak, penggunaan pondasi juga diatur oleh Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Bandung Utara.

5.3.4 Desain Interior

Bagian dalam bangunan didesain sesuai dengan kebutuhan aktivitas yoga. Lantai menggunakan material kayu agar terasa lebih hangat terutama pada studio yoga dimana pengguna akan langsung bersentuhan dengan lantai dalam aktivitasnya.

(32)

Dinding bangunan menggunakan kombinasi plester tanpa finising dan plester dengan finising dengan warna dominan putih. Plester tanpa finising digunakan untuk memberikan sentuhan alami dengan warna plester atau semen abu yang hamper mirip dengan batu di alam.

Ruang studio yoga dirancang terbuka agar lebih menyatu dengan alam. Beberapa raung studio berada pada level yang cukup tinggi sehingga dinding dibuat tranparan dan di area sekeliling bangunan ditata pohon tinggi sehingga terasa leih dekat.

Pada area meditasi dibuat pavilion terbuka tanpa punutp atap dan dinding. Ruangan ini dirancang agar aktivitas meditasi lebih terasa alami. Pavilion ini diposisikan dan dikelilingi dengan pohon sehingga privasi pengguna saat beraktivitas masih tetap terjaga meskipun ruangan terbuka. Alas an utama ruang meditasi dibuat terbuka adalah aktivitas meditasi yang memerlukan konsentrasi tinggi bisa dibantu dengan kondisi fisik alam seperti yang dirasangan oleh indera penggunanya.

Referensi

Dokumen terkait

India kuno dipisahkan dari bagian-bagian Asia yang lain oleh bukit-bukit yang tinggi dan terjal yaitu, dibagian barat oleh tanah Pegunungan Hindu Kush, di bagian utara

Penelitian terhadap medan makna bekebun karet dalam BMDM dilakukan di Desa Bina Karya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi. Dalam penelitian ini melibatkan tiga orang

yang tidak di kenal keluar masuk perusahaan melewati desa Kinande dan adanya para pengambil hasil panen kelapa sawit tanpa seizin perusahaan sehingga jalan tambah hancur

Fase demonstrasi, guru melakukan demonstrasi mengenai contoh perbedaan koloid, larutan, suspensi, aerosol, emulsi, sol, buih, busa (siklus I) dan contoh sifat koloid efek

Pada indikator merumuskan masalah sebelum diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing, siswa mendapatkan nilai pretest pada kategori tidak terampil, kurang terampil,

bawang putih, bawang merah, beras, daun dadap serep, gula, telur, jenang merah, jenang putih, bunga, miri, uang dan lain sebagainya. Tidak semua cok bakal berisi lengkap

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia barang/jasa yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan memenuhi persyaratan memiliki :. - IUJK

Hal ini terkait dengan cara penularan virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat melalui kulit disebabkan parenteral (tusukan yang jelas) atau tusukan yang tidak jelas, selaput