• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, EARNING PER SHARE, TERHADAP PRICE BOOK VALUE PADA PERUSAHAAN PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, EARNING PER SHARE, TERHADAP PRICE BOOK VALUE PADA PERUSAHAAN PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, EARNING PER SHARE, TERHADAP PRICE BOOK VALUE PADA PERUSAHAAN PLASTIK DAN

KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Oleh

Christin Natalia Sianipar

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Karya [email protected]

ABSTRAK

Penggunaan laporan keuangan membutuhkan informasi keuangan dari perusahaan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan yang bersangkutan. Rasio keuangan dapat digunakan sebagai alat utnuk mengetahui Nilai Perusahaan yang akan datang.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara parsial dan simultan pengaruh Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, terhadap Price Book Value pada perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif. Dengan seluruh populasi terdapat 13 perusahann dan hanya 10 perusahaan yang digunakan sebagai sampel untuk tahun 2009-2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik desktiptif, uji regresi linear berganda, uji hipotesis (uji t dan uji f) serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Earning Per share, berpengaruh dan tidak signifikan denga arah negatif terhadap Price Book Value. Debt To Equity Ratio berpengaruh dan singnifikan terhadap Price Book Value. Kemudian Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, secara simultan berpengaruh terhadap Price Book Value.

Dengan demikian para pengguna laporan keuangan dapat mempertimbangkan rasio – rasio tersebut sebagai alat pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Kata kunci : Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, Price Book Value PENDAHULUAN

Situasi ekonomi saat ini banyak memberikan perubahan dalam perekonomian nasional terutama semakin ketatnya dunia persaingan bisnis. Perkembangan dunia usaha yang semakin ketat saat ini telah menciptakan suatu persaingan yang kompetitif antar perusahaan baik pada sektor industri maupun jasa. Hal tersebut dapat terlihat dari para pelaku ekonomi baik domestik maupun asing yang tidak ragu-ragu untuk melakukan aktivitas usahanya di Indonesia.

Dalam menghadapi persaingan tersebut, perusahaan dituntut untuk mempunyai keunggulan bersaing baik dalam hal produk yang dihasilkan, sumber daya manusianya itu sendiri maupun teknologi yang digunakan.

Namun, untuk memiliki keunggulan itu semua, perusahaan membutuhkan dana yang semakin besar pula. Untuk mengatasi ketersediaan dana yang ada, perusahaan harus cermat dan teliti dalam mencari sumber dana yang digunakan untuk membiayai investasi

(2)

Dalam menjalankan sebuah perusahaan, biasanya pemilik melimpahkan pada pihak lain, yaitu manajer. Salah satu tugas utama dari manajer perusahaan adalah menentukan nilai perusahaan. Pada umumnya manajer dapat memilih berbagai jenis asset untuk membentuk nilai perusahaan yang mereka inginkan (Yue, 2011:70).

Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai saham. “Nilai pemegang saham akan meningkat apabila nilai perusahaan meningkat yang ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada pemegang saham”

(Karnadi,1993:35). “Bagi perusahaan yang masih bersifat private atau belum go public, nilai perusahaan ditetapkan oleh lembaga penilai atau apprisial company” (Suharli 2006:22). Bagi perusahaan yang akan go public nilai perusahaan dapat diindikasikan atau tersirat dari jumlah variabel yang melekat pada perusahaan tersebut.

Misalnya saja asset yang dimiliki perusahaan, keahlian manajemen mengelola perusahaan.

Objek penelitian ini adalah Perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan Plastik dan Kemasan adalah perusahaan yang fokus dalam usaha produksi segala jenis dan kemasan yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Perusahaan Plastik dan Kemasan juga merupakan tipe perusahaan yang diminati oleh investor asing maupun domestik, karena peluang industri yang masih menjanjikan di Indonesia.

Agar para investor mau menanamkan

perusahaannya. “Dalam penelitian ini, nilai perusahaan diukur dengan menggunakan Price book Value (PBV). Price Book Value adalah suatu nilai yang digunakan untuk membandingkan apakah sebuah saham relatif lebih mahal atau lebih murah bila dibandingkan dengan saham lainnnya. “Dapat didefinisikan Price Book Value (PBV) merupakan rasio yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham dari suatu perusahaan” (Darmadji dan Fakhrudin 2001 : 141). “Price to Book Value (PBV) merupakan salah satu rasio pasar yang digunakan untuk mengukur kinerja harga pasar saham terhadap nilai bukunya” (Ang 1997 : 18.44 ) .

Menurut Siddarta dan Yulianto (1998:133) menyatakan bahwa EPS dan DPR mempunyai hubungan yang negatif dengan PBV. Akan tetapi menurut Rosje V. Suryaputri dan Cristina Dwi Astuti (2003:188) menyatakan bahwa EPS berpengaruh positif terhadap PBV dan menurut Rosma Pakpahan (2010:144) menyatakan bahwa kebijakan dividen (DPR) berpengaruh positif terhadap PBV. Pernyataan ini diperkuat oleh Ni Gusti Putu Wirawati (2008:122) yang menyatakan DPR berpengaruh signifikan terhadap PBV. Menurut Rosma Pakpahan (2010:187) firmsize mempunyai hubungan yang positif dengan PBV, sedangkan menurut Desemliyanti (2003:178) menyatakan bahwa firmsize memiliki hubungan yang negatif terhadap PBV.

KAJIAN TEORI A. Pengertian

(3)

1. Debt To Equity Ratio

Debt to Equity Ratio merupakan salah satu rasio keuangan yang tergolong kelompok rasio solvabilitas.

Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menggunakan hutang dan modal untuk mengukur besarnya rasio. Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang dipergunakan untuk mengukur tingkat penggunaan utang terhadap total shareholder’s equity yang dimiliki perusahaan. Debt to Equity Ratio menunjukan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio, semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Menurut Kasmir (2012:124) rumusan untuk mencari Debt to Equity Ratio dapat digunakan sebagai berikut:

Digunakan sebagai berikut : Debt To Equity Ratio = Total Hutang / Ekuitas 2. Earning Per Share

Earning Per Share (EPS) merupakan salah satu rasio

yang sering digunakan dalam laporan tahunan kepada pemegang saham yang merupakan laba bersih dikurangi dividen dibagi dengan rata-rata tertimbang dari saham biasa yang beredar akan menghasilkan laba per saham. Dengan kata lain Earning Per Share (EPS) adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham biasa yang beredar. Menurut Kasmir (2012:135) Earning Per Share dapat dirumuskan sebagai berikut :

B. Kerangka Konseptual

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan diatas, maka kerangka konseptual variabel independen dan dependen dalam melihat pengaruh antara variabel baik secara simultan maupun parsial dapat dilakukan pada gambar paradigma dibawah ini :

Gambar II.I Paradigma Penelitian Adapun hipotesis pada penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Debt To Equity Ratio berpengaruh secara parsial terhadap Price Book Nilai Perusahaan Price Book Value

(PBV) Debt To Equity Ratio (DER)

Earning Per Share (EPS)

(4)

Value pada perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Earning Per Share berpengaruh secara parsial terhadap Price Book Value pada perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesa.

3. Debt To Equity Rasio dan Earning Per Share, berpengaruh secara simultan terhadap Price Book Value pada perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di bursa efek Indonesia.

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan data empiris yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) yang berupa data laporan keuangan perusahaan Perkebunan tahun 2009-2015. Waktu penelitian yang direncanakan pada bulan

B. Tekhnik Analisis Data

Metode dalam teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif yaitu dengan menguji dan menganalisis data dengan perhitungan angka – angka dan kemudian menarik suatu kesimpulan dari pengujian data tersebut. Analisis data dalam penelitian ini adalah : statsitik deskriptif, regresi linier berganda (sebelum melakukan uji regresi, penulis melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu), uji hipotesis (uji - t dan uji - F). Dan koefisien determinasi. Berdasarkan itu semua, maka spesifikasi model yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Y= a + β1X1 + β2X2 +ε Dimana:

Y = Price Book Value a = Y bila x1 dan x2 = 0

β = Angka arah koefisien regresi x1 = Hasil perhitungan Debt To Equity Ratio

x2 = Hasil perhitungan Earning Per Share

ε = standard error

Deskriptif Variabel Penelitian Perusahaan Plastik dan Kemasan

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Price Book Value 70 ,01 35,17 5,3254 8,68681

Debt to Equity Ratio 70 ,00 10,48 1,4804 2,39427

Earning Per Share 70 ,80 3428,51 236,1018 494,13797

Valid N (listwise) 70

Sumber : Data yang diolah 2016 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa selama pengamatan variabel Price Book Value yang merupakan nilai pasar saham dengan nilai buku yang beredar perusahaan yang menunjukkan nilai rata – rata

sebesar 5,3254 kali dengan standar deviasi sebesar 8,68681.

Untuk Debt to Equity Ratio menunjukkan nilai rata – rata sebesar 1,4804 kali dengan standar deviasi sebesar 2,39427. Untuk Earning Per Share menunjukkan nilai rata – rata

(5)

sebesar 236,1018 kali dengan standar deviasi sebesar 494,1397.

1. Regresi Linier Berganda a. Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas

3. Uji Hipotesis

a. Uji Secara Parsial (Uji - t)

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

(Constant) 6.083 2.086 2.916 .005

Debt to Equity Ratio .902 .446 .246 2.024 .047

Earning Per Share -.001 .001 -.119 -.983 .330

a. Dependent Variable: Price Book Value Dari data diatas, maka :

1. Nilai thitung Debt to Equity Ratio sebesar 2,024 dan ttabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,996. Dengan demikian ttabel lebih kecil dari thitung dan thitung lebih besar dari ttabel

(2,024 > 1,996) dan nilai signifikansi sebesar 0,047 (lebih kecil dari 0,05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima.

Berdasarkan hasil tersebut, didapat kesimpulan bahwa H0

ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa secara pasial Debt to Equity Ratio berpengaruh dan signifikan dengan arah positif terhadap Price Book Value pada Perusahaan Plastik dan

(6)

Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Nilai thitung Earning Per Share sebesar -0,983 dan ttabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,996. Dengan demikian - ttabel lebih kecil sama dengan thitung dan thitung lebih kecil dari ttabel (-1,996 ≤ -0,983 ≤ 1,996) dan nilai signifikansi sebesar 0,330 (lebih besar dari 0,05) artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan

hasil tersebut, didapat kesimpulan bahwa H0

diterima dan Ha ditolak, hal ini menunjukkan bahwa secara pasial Earning Per Share berpengaruh tidak signifikan dengan arah negatif terhadap Price Book Value pada Perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

b. Uji Simultan Signifikan (Uji - F)

Hasil Analisis Simultan (Uji-F)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 513.130 2 128.283 1.760 .148b

Residual 4665.722 64 72.902

Total 5178.852 68

a. Dependent Variable: Price Book Value

b. Predictors: (Constant), Current Ratio, Return On Asset, Earning Per Share, Debt to Equity Ratio

Sumber : Hasil Pengolahan data 2016 Dari hasil uji ANOVA (Analysis Of Variance) pada tabel diatas, di dapat Fhitung sebesar 1,760 dengn tingkat signifikansi sebesar 0,148, sedangkan Ftabel diketahui sebesar 2,36. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa -Ftabel

lebih besar sama dengan Fhitung dan Fhitung lebih kecil sama dengan Ftabel

(1,760 ≤ 2,36), sehingga H0 diterima.

Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share secara simultan berpengaruh tidak signifikan terhadap Price Book Value pada Perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4. Koefisien Determinasi (Uji – D)

Hasil Analisis Koefisien Determinasi (Uji-D)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .315a .099 .043 8.53826

a. Predictors: (Constant), Earning Per Share, Debt to Equity Ratio b. Dependent Variable: Price Book Value

Sumber : Pengolaan data (2016)

(7)

Pada tabel diatas, dapat diketahui hasil analisis regresi secara kontribusi menunjukkan Nilai Adjusted R Square (R2) atau koefisien – koefisien adalah 0,043. Angka ini mengidentifikasikan bahwa Price Book Value (variabel dependen) mampu dijelaskan oleh Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share, (variabel independen) sebesar 4,3%. Sedangkan selebihnya 95,7% dijelaskan oleh sebab – sebab lain yang tidak diketahui dalam penelitian ini. Kemudian Standard Error of the Estimate adalah sebesar 8.53826, dimana semakin besar angka ini akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi Price Book Value.

A. Pembahasan

Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ada kesesuaian antara hasil penelitian, teori dengan pendapat dan penelitian terdahulu, yakni Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Price Book Value.

Earning Per Share yang menurun menandakan bahwa perusahaan tersebut tidak berhasil meningkatkan taraf kemakmuran investor. Hal ini mendorong investor untuk mengurangi jumlah modal yang ditanamkan pada saham perusahaan tersebut. Penurunan jumlah permintaan terhadap saham mendorong harga saham untuk turun. Dengan demikian jika Earning Per Share menurun maka pasar akan merespon negatif dengan diikuti penurunan harga saham dan nilai perusahaan. Selain itu ada juga factor factor lainya yang tidak dileteliti oleh peneliti, dimana factor eksternal

menjadi salah satu masalah terhadap meningkatnya Earning Per Share dan

menurunya Price Book

Value.vPenelitian menurut Sukma Mindra, dan Teguh Erawati (2014) menyatakan bahwa Earning Per Share berhubungan negative dan tidak signifikan terhadap Price Book Value.

Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ada kesesuaian antara hasil penelitian, teori dengan pendapat dan penelitian terdahulu, yakni Earning Per Share berpengaruh tidak signifikan terhadap Price Book Value.

Hasil penelitian diatas membuktikan bahwa apabila secara bersama Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share, berpengaruh kecil terhadap Price Book Value. Hal ini berarti setiap tingkat likuiditas dalam pembayaran utang jangka pendek, dan tingkat profitabilitas dalam menghasilkan, serta struktur aktiva dan perputaran aktiva erat kaitannya dengan penggunaan utang jangka panjang, karena utang merupakan sumber pendanaan yang rendah resiko pailitnya perusahaan. Utang juga merupakan alternatif yang baik untuk mengembangkan perusahaan dalam menghasilkan laba daripada hanya mengandalkan dana perolehan laba.

Berdasarkan penelitian terdahulu penelitian yang dilakukan oleh Lestari, dkk (2012) yang menyatakan bahwa kebijakan hutang yang diukur dengan Debt To Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Book Value.

Penelitian menurut Rosje dan Astuti (2003:165) Debt To Equity Ratio dan

(8)

Price Book Value memiliki hubungan yang negative dan tidak signifikan, tetapi menurut Tito,dkk. Debt To Equity Ratio dan Price Book Value memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Sedangkan menurut Ummi Mardiyati, Gatot Nazir Ahmad, dan Ria Putri (2012) menyatakan bahwa Debt To Equity Ratio berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Price Book Value.

Penelitian menurut Sukma Mindra, dan Teguh Erawati (2014) menyatakan bahwa Earning Per Share berhubungan negative dan tidak signifikan terhadap Price Book Value.

Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ada kesesuaian antara hasil penelitian, teori dengan pendapat dan penelitian terdahulu, yakni Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share, berpengaruh secara simultan terhadap Price book Value.’

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya , maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian mengenai pengaruh Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share, Terhadap Price Book Value pada Perusahaan Plastik dan Kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2015 dengan jumlah sampel 10 perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap Price Book Value

2. Earning Per Share berpengaruh tidak signifikan dengan arah negatif terhadap Price Book Value

3. Debt to Equity Ratio dan Earning Per Share, secara bersama – sama berpengaruh terhadap Price Book Value.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Faisal (2005). Dasar–dasar Manajemen Keuangan (edisi kelima (revisi), cetakan kelima). Malang: UMM Press

Atmaja, Lukas Setia (2008). Teori dan Praktek Manajemen Keuangan.

Yogyakarta: ANDI.

Alexandri, Moh. Benny. 2008. Manajemen Keuangan Bisnis. Cetakan Kesatu.

Bandung: Alfabeta.

Agus Sartono. 2008. Manajemen keuangan teori, dan aplikasi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Brigham, E.F dan Houston. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi Sepuluh. Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto. Penerbit Salemba Empat. Jilid I.

Jakarta

(9)

Bastian, Indra dan Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan. Edisi 1. Jakarta: Salemba Empat

Bursa Efek Indonesia, http://www.idx.co.id Tahun Akses 2016.

Chandra Tjipto, 2008.Brand manajemen dan strategi.Yogyakarta.Elex Media Komputindo

Darmadji, Tjiptono. 2006. Pasar Modal diIndonesia: Pendekatan Tanya Jawab. Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Empat.

Fred, Weston, J. dan Eugene Brigham. 2001. Dasar – Dasar Manajemen Keuangan.

Edisi 9. Jakarta: Erlangga.

Fred, Weston, J. dan Thomas E. Copeland. 1999. Manajemen Keuangan. Edisi 8.

Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2004. Dasar-dasar Manajemen Keuangan.

Edisi Keempat. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

Hermawan Sigit dan Nurul Afiyah (2014). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengukapan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Pemodrasi. Jurnal Dinamika Akuntasi, Vol 6 No 2.

Universitas Muhamadiyah Sidoarjo Jawa Timur.

Indah Ayu Apsari, Dwiatmanto dan Devi Varah (2015). Pengaruh Return On Equity, Net Profit Margin, Debt To Equity Ratio, dan Logiterm Debt To Equity Ratio terhadap Price Book Value. Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 27 No. 2.

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang.

Jumingan (2014). Analisis Laporan Keuangan (cetakan kelima). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kasmir (2012). Analisa Laporan Keuangan (cetakan kelima) Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

(2014). Analisis Laporan Keuangan. (Edisi Satu). Cetakan Ketujuh.

Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

______ (2010). Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Cetakan Kedua.

Jakarta : Kencana Preneda Media Group.

______ (2009). Analisis laporan keuangan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.

(10)

Lisa M dan Clara Danica (2009). Analisis Pengaruh Cash Position, Debt To Equity Ratio, Return On Asset, Terhadap Dividen Payout Ratio.Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 2, Nomor 1. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Maharani, Novia Y.D.S dan Mochammad Chabachib. 2013. “Analisis Pengaruh Leverage, Efektivitas Asset, dan Sales Terhadap Profitabilitas Serta Dampaknya Terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal Manajemen volume 2 No 3.

Murhadi, Warner R (2013). Analisis Laporan Keuangan, Proyeksi dan Valuasi Saham. Jakarta. Salemba Empat

Munawir. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Nasehah, Durrotun dan Endang T.W. 2012. “Analisis pengaruh ROE ,DER, DPR, Growth dan Firm Size terhadap PBV”. Jurnal ManajemenVol.1 No.1.

Oktaviana Tiara Sari (2013). Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Dan Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan. Management Analysis Joernal, Volume 2 No.2. Universitas Negeri Malang.

Putra, T.M, dkk. 2007. “Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Beta Saham Terhadap Price to Book Value pada Perusahaan Real Estate dan Property yang Listed di BEI 2004-2006”. Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi. Vol 4 No 2.

Universitas Diponegoro

Raharjaputra, Hendra. 2009. Manajemen Keuangan dan Akuntansi. Jakarta:

Salemba Empat.

Rosje V. Suryaputri, Christina Dwi Astuti. 2003. “Pengaruh Faktor Laverage, Dividend Payout, Size, Earning Per Share and Country Risk Terhadap Priceto Book Value”. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi. Vol.3 No.1 April, p.1-23.

Riyanto, Bambang. (2001). Dasar – dasar Pembelanjaan Perusahaan (edisi keempat). Yogyakarta: BPFE

(2008). Dasar – dasar Pembelanjaan Perusahaa. Yogyakarta: Gajah Mada

(2009). Dasar – dasar Pembelanjaan Perusahaan (edisi keempat).

Yogyakarta: BPFE

Sjahrial, Dermawan (2007). Manajemen Keuangan Lanjutan (edisi pertama). Jakarta:

Mitra Wacana Media.

(11)

Sugiyono (2009). Metodelogi Penelitian Kuantiatif Kualitatif dan R&D (cetakan kedelapan). Bandung: Alfabeta

Syamsuddin, Lukman (2007). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Setyorini, Minarsih Maria dan Haryono Tri (2016). Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Perushaan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia. Journal Of Management, Volume 2 No.2. Universitas Pandanaran Semarang.

Sugiyono, (2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta

Suharyadi Purwanto. 2004. Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern.

Salemba Empat. Jakarta

Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sutrisno. 2005. Manajemen keuangan teori, konsep, dan aplikasi. Yogyakarta:

Ekonisia

Sawir, Agnes. 2005. Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Umar, Husein. 2000. Research Methods in Financeand Banking. Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utama

Weston J. Fred & Thomas.2008. Manajemen Keuangan. Jakarta: Bunarupa Aksara.

Weston, J. Fred dan Copeland, Thomas E (2008). Dasar – dasar Manajemen Keuangan Jilid II. Jakarta : Erlangga

(12)

Gambar

Gambar II.I Paradigma Penelitian  Adapun  hipotesis  pada  penelitian  ini

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2011-2015 menggunakan

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan salah satu konsep dalam kalkulus, yaitu turunan, yang merupakan hasil bagi diferensial. Turunan erat hubungannya

Poland (29 percent of total EU production in MY 2017/18), Italy (19 percent), France (15 Percent), Spain (5 percent), and Germany (6 percent) are the top five producing member

discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut antara lain ialah mengamati, mencerna, mengerti,

Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar dalam bentuk Modul Praktik. Bahan ajar Modul Praktik dikembangkan dalam rangka meningkatkan

Dalam bisnis modern ,kebutuhan akan teknologi informasi sangat mendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan.Dengan adanya kebutuhan informasi yang semakin

dalam Keharmonisan Keluarga di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Kata Kunci: Peran, Bimbingan Pranikah, Keharmonisan Keluarga. Tesis ini merupakan penelitian tentang

48 No Variabel Keterangan Analisis Dampak Lingkungan SPAM Kota Bandar Lampung, 2017 Permen PU Tentang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM No 18/PRT/M/2007 Modul