• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS CAPAIAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AKUNTABILITAS CAPAIAN KINERJA"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTABILITAS

CAPAIAN KINERJA

Secara umum, target-target kinerja pada tri wulan II tahun 2020 telah tercapai.

Berdasarkan dashboard sistem aplikasi pengelolaan kinerja di www.kinerjaku.kkp.go.id, nilai pencapaian sasaran strategis (NPSS) Stasiun KIPM Cirebon sebesar 109,16%. Nilai NPSS tersebut diperoleh dari pencapaian indikator kinerja pada setiap sasaran strategis berdasarkan target yang ditetapkan dalam tri wulan II tahun 2020. Capaian kinerja tersebut merupakan keberhasilan Stasiun KIPM Cirebon dalam melaksanakan program di bidang karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan dalam mendukung visi dan misi BKIPM - Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Gambar Dashboard Level 4 Capaian IKU Tri Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi Kinerjaku

(2)

Gambar Dashboard Level 5 Kaur TU Capaian IKU Tri Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi Kinerjaku

Gambar Dashboard Level 5 Subsie. Tata Pelayanan Capaian IKU Tri Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi Kinerjaku

(3)

Gambar Dashboard Level 5 Subsie. Pengawasan, Pengendalian dan Informasi Capaian IKU Tri Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi Kinerjaku

(4)

Tabel Ikhtisar Capaian Kinerja Stasiun KIPM Cirebon Tahun 2020

SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET REALISASI % 1 Industrialisasi KP

yang berdaya saing

1 Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT SKIPM Cirebon

% 98 100 102.04

2 Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

2 Persentase Penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT SKIPM Cirebon

% 90 100 111.11

3 Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT SKIPM Cirebon

% 90 100 111.11

4 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon

% 90 100 111.11

3 Sistem

perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

5 Jumlah sertifikat IKI/CKIB lingkup UPT SKIPM Cirebon

sertifikat - - -

6 Jumlah lokasi monitoring dan surveilen penjaminan mutu perikanan domestik lingkup UPT SKIPM Cirebon

Lokasi 2 2 100

7 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon

UPI 1 2 120

8 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon

Sertifikat 10 13 120

9 Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor

UPI 5 24 120

10 Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT SKIPM Cirebon

Lokasi - - -

11 Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi

Lokasi 5 7 120

4 Pengendalian dan pengawasan sistem

perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil

12 Penanganan kasus pelanggaran

perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan sistem mutu yang diselesaikan lingkup UPT SKIPM

% 95 100 105.26

(5)

perikanan secara profesional dan partisipatif

Cirebon

13 Nilai PNBP lingkup UPT SKIPM Cirebon

Juta Rupiah

400 888 120

5 Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

14 Indeks profesionalitas ASN lingkup UPT SKIPM Cirebon

% - - -

15 Diperolehnya predikat WBK di lingkup UPT SKIPM Cirebon

UPT - - -

16 Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Satker SKIPM Cirebon

Nilai - - -

17 Nilai rekonsiliasi kinerja satker SKIPM Cirebon

Nilai - - -

18 Nilai IKPA UPT SKIPM Cirebon

Nilai 87 97 112.02

19 Jumlah inovasi pelayanan publik UPT SKIPM Cirebon

Nilai - 1 100

20 Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT SKIPM Cirebon

(%) - -

Sasaran Strategis 1

Industrialisasi KP yang berdaya saing

Nilai sasaran strategis industrialisasi kelautan dan perikanan yang berdaya saing pada tahun 2020 UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah sebesar 102.04%. Nilai ini diperoleh dari pencapaian indikator kinerja utama yaitu persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon.

Penjelasan atas pencapaian Sasaran Strategis 1, yaitu Industrialisasi Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing diuraikan secara rinci sebagai berikut:

IK1. Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Memenuhi Syarat Ekspor Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Definisi Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Memenuhi Syarat Ekspor Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah Ikan dan hasil perikanan yang telah berhasil diekspor ke negara tujuan. Kontribusi Stasiun KIPM Cirebon dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor produk hasil perikanan di pasar internasional adalah dengan memenuhi persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor.

Salah satu indikasi hal tersebut dapat terlihat dari ada atau tidaknya penolakan oleh negara tujuan ekspor. Dengan menekan jumlah kasus penolakan ekspor

(6)

hasil perikanan per negara mitra / tujuan agar persentasenya tidak kurang dari 98%. Lima Negara tujuan ekspor hasil perikanan terbanyak yaitu China, USA, Thailand, Taiwan dan Jepang. Pengukuran atas Indikator Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Memenuhi Syarat Ekspor Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon, dengan formula sebagai berikut:

% IHPE = (Jumlah Sertifikat Ekspor – Jumlah Penolakan oleh Negara Tujuan /Jumlah Permohonan Sertifikat Ekspor)*100%)

Keterangan:

% IHPE = Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Tabel 5.1 Target dan Realisasi IKU Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Memenuhi Syarat Ekspor Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri WUlan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Persentase ikan dan hasil

perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT.

SKIPM Cirebon

- 100,00% 98,00% 102,04 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon pada tahun 2020 yaitu sebesar 98% dan realisasinya yaitu sebesar 100%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 102.04%.

Hal ini dikarenakan seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terkait layanan sertifikasi ekspor hasil perikanan. Persentase ikan dan hasil perikanan memenuhi syarat ekspor lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon tidak dapat dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan nama, definisi dan formula penghitungan IKU. Pada tahun 2019 IKU

(7)

Stasiun KIPM Cirebon yaitu Unit Usaha Perikanan yang Memenuhi Persyaratan Ekspor.

Sasaran Strategis 2

Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif

Nilai sasaran strategis pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang integratif pada tri wulan II tahun 2020 adalah sebesar 111.11%. Nilai ini diperoleh dari pencapaian indikator kinerja utama yaitu :

1. Persentase Penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT SKIPM Cirebon;

2. Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT SKIPM Cirebon;

3. Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon.

Penjelasan atas pencapaian IKU tersebut diatas diuraikan scara rinci sebagai berikut:

IK2. Persentase Penyakit Ikan Karantina yang Dicegah Penyebarannya antar Zona Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Definisi Persentase Penyakit Ikan Karantina yang Dicegah Penyebarannya antarzona Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah upaya pencegahan penyebaran Penyakit Ikan Karantina (PIK) antar zona di wilayah kerja Stasiun KIPM Cirebon. Zona adalah wilayah kerja UPT KIPM dalam 1 (satu) pulau (wilayah administratif). Wilayah administratif Stasiun KIPM Cirebon sesuai dengan Permen KP 54/PERMEN-KP/2017 yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, Kota Banjar, Kota Cirebon dan Kabupaten Ciamis. Dalam rangka pencegahan penyakit ikan diwilayah administratif Stasiun KIPM Cirebon maka dilakukan kegiatan rutinitas atas pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian.

Terdapat 12 (dua belas) jenis Penyakit Ikan Karantina yang sudah terdapat di wilayah tertentu di Negara Indonesia yang dicegah penyebarannya dari zona tidak bebas ke zona bebas, yaitu sebagai berikut:

1. Infectious Hypodermal and Haematopoitic Necrosis Disease

(8)

2. Yellowhead disease (YHD) 3. Taura syndrome

4. White spot Disesase

5. Red Sea Bream Iridovirus Disease (RSIVD) 6. Nervous Necrosis Virus Disease

7. Koi Herpesvirus Disease 8. Infectious myonecrosis

9. Red Spot Disease/Sekiten-byo 10. Furunculosis/Carp erytrodermatitis 11. Enteric Septicaemia of Catfish (ESC) 12. Infection with Perkinsus olseni

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

% Cegah = ((A-B))/A x 100 %

Keterangan:

% Cegah = Persentase Penyakit Ikan Karantina yang Dicegah Penyebarannya antarzona Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

A: Jenis PIK yang sudah ada di Indonesia

B: Jenis PIK yang menyebar dari zona tidak bebas ke zona bebas

Tabel 5.2 Target dan Realisasi IKU Persentase Penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Tri Wulan II Target

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Persentase Penyakit ikan

karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT SKIPM Cirebon

- 100,00% 90,00% 111,11 -

(9)

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Persentase Penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 90% dan realisasinya yaitu sebesar 100%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 111.11%. Hal ini dikarenakan intensitas petugas dalam rangka memberikan pemahaman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran HPI/HPIK dan dari hasil pelaksanaan kegiatan ini, tidak ditemukannya HPI/HPIK baru. Persentase Penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya antar zona lingkup UPT SKIPM Cirebon tidak dapat dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan nama, definisi dan formula penghitungan IKU. Pada tahun 2019 IKU Stasiun KIPM Cirebon yaitu Penyakit ikan karantina yang dicegah penyebarannya ke dan antar wilayah Rl.

IK3. Persentase Tingkat keberhasilan pengawasan di wilayah perbatasan yang berada di wilayah administrasi UPT SKIPM Cirebon

-

IK4. Persentase ikan dan hasil perikanan impor memenuhi persyaratan mutu dan bebas penyakit lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Impor Memenuhi Persyaratan Mutu dan Bebas Penyakit Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah ikan dan hasil perikanan yang masuk ke indonesia memenuhi jaminan mutu dan aman konsumsi serta bebas penyakit ikan karantina. Dalam rangka menjamin keamanan hasil perikanan yang masuk ke Indonesia khususnya wilayah administratif Stasiun KIPM Cirebon agar aman untuk dikonsumsi manusia serta memberikan perlindungan bagi usaha perikanan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri serta memberikan perlindungan bagi usaha penangkapan ikan, usaha pembudidayaan ikan, dan usaha pengolahan ikan serta agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, maka Importir perikanan harus memenuhi persyaratan legalitas dan peraturan pemasukan ikan dan hasil

(10)

perikanan ke dalam wilayah RI. Penanganan importasi ini dihitung berdasarkan importasi produk perikanan yang masuk ke wilayah RI khususnya wilayah administratif Stasiun KIPM Cirebon yang dilaporkan.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

% X = ((Jumlah Permohonan Pemasukan Impor Ikan dan Produk Perikanan) / Sertifikat Pelepasan yang Diterbitkan)*100%

Keterangan:

% X = Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Impor Memenuhi Persyaratan Mutu dan Bebas Penyakit Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Tabel 5.3 Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Impor Memenuhi Persyaratan Mutu dan Bebas Penyakit Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Indikator Kinerja Capaian Tri Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Persentase Ikan dan Hasil

Perikanan Impor Memenuhi Persyaratan Mutu dan Bebas Penyakit Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

- 100,00% 90,00% 111,11 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Impor Memenuhi Persyaratan Mutu dan Bebas Penyakit Lingkup UPT.

Stasiun KIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 90% dan realisasinya yaitu sebesar 100%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 111.11%. Hal ini dikarenakan setiap komoditi impor ikan dan hasil perikanan harus memenuhi standar mutu melalui

(11)

pengujian laboratorium Stasiun KIPM Cirebon sehingga persyaratan mutu dan bebas dari penyakit ikan karantina lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon terpenuhi. Laboratorium yang ada di Stasiun KIPM Cirebon meliputi : Laboratorium Parasitologi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Kimia, Laboratorium Jamur, Laboratorium Virologi dan Laboratorium Organoleptik. Laboratorium pengujian atas HPI/HPIK yaitu Parasit, Bakteri, Jamur dan Virus. Sedangkan pengujian mutu dan keamanan hasil perikananya yaitu bakteri Escheria colli, Total Plate Count (TPC) dan Salmonella sp.

Persentase Ikan dan Hasil Perikanan Impor Memenuhi Persyaratan Mutu dan Bebas Penyakit Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon tidak dapat dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena IKU baru pada IKU Stasiun KIPM Cirebon tahun 2020.

IK5. Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Persentase Pencegahan Impor, Ekspor, Antararea Jenis Ikan yang Dilarang, Dilindungi dan Dibatasi Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah pencegahan jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi melalui pintu pemasukan dan pengeluaran (impor, ekspor, dan antar area dalam wilayah Republik Indonesia) yang telah ditetapkan, sebagai upaya dalam perlindungan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Jenis ikan dilarang adalah Jenis Ikan yang dilarang berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau karena statusnya dilindungi penuh berdasarkan ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora dan/atau hukum internasional lain yang diratifikasi, termasuk telur, bagian tubuh, dan/atau produk turunannya (derivat).

Jenis ikan Dilindungi adalah Jenis Ikan dilindungi yang dilakukan terhadap siklus hidupnya di habitat asli dan habitat buatan dan/atau seluruh bagian tubuhnya, termasuk telur, cangkang, dan produk turunannya. Jenis ikan dibatasi adalah jenis ikan dilindungi berdasarkan ukuran tertentu,wilayah sebaran tertentu, periode waktu tertentu dan/atau sebagian tahapan siklus hidup tertentu.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

(12)

% PIEA = (Jumlah sertifikat impor, ekspor, antar area yang diterbitkan yang memenuhi persyaratan tambahan / jumlah permohonan sertifikat impor, ekspor, antar area yang memenuhi persyaratan tambahan)*100%

Keterangan :

% PIEA = Persentase Pencegahan Impor, Ekspor, Antararea Jenis Ikan yang Dilarang, Dilindungi dan Dibatasi Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon.

Tabel 5.4 Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon

Indikator Kinerja Capaian Tri WUlan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Tri Wulan II Target

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Persentase pencegahan

impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon

- 90,00% 100,00% 111,11 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 90% dan realisasinya yaitu sebesar 100%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 111.11%. Hal ini dikarenakan intensitas sosialisasi dan sharing knowledge atas jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan dibatasi serta persyaratan rekomendasi dari institusi terkait perlindungan atau pembatasan komoditi perikanan. Persentase pencegahan impor, ekspor, antar area jenis ikan yang dilarang, dilindungi dan di batasi lingkup UPT SKIPM Cirebon tidak dapat

(13)

dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena IKU baru Stasiun KIPM Cirebon pada tahun 2020.

Sasaran Strategis 3

Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar

Nilai sasaran strategis Sistem perkarantinaan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan yang sesuai standar pada tahun 2020 adalah sebesar 111.42%. Nilai ini diperoleh dari pencapaian indikator kinerja utama yaitu :

1. Jumlah sertifikat IKI/CKIB lingkup UPT SKIPM Cirebon;

2. Jumlah lokasi monitoring dan surveilen penjaminan mutu perikanan domestik lingkup UPT SKIPM Cirebon;

3. Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon;

4. Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon;

5. Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor;

6. Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT SKIPM Cirebon;

7. Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi.

Penjelasan atas pencapaian IKU tersebut diatas diuraikan scara rinci sebagai berikut:

IK6. Jumlah sertifikat IKI/CKIB lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Jumlah Sertifikat IKI/CKIB Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah instalasi Karantina Ikan (IKI) yang telah menerapkan sistem Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) dan memenuhi standar Biosecurity. Unit Usaha Perikanan merupakan Instalasi Karantina Ikan (IKI) yang menerapkan prinsip Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) yaitu :

- IKI telah ditetapkan kelayakannya (memiliki Sertifikat IKI);

- IKI telah memenuhi prinsip-prinsip biosecurity;

- IKI telah memenuhi persyaratan administrasi dan manajemen (pakta integritas, SOP dan Rekaman Data).

(14)

IKI yang menerapkan CKIB kemudian diterbitkan sertifikat CKIB (SCKIB) oleh Pusat Karantina Ikan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi terhadap rekomendasi UPT KIPM dalam hal ini Stasiun KIPM Cirebon atas penerbitan SCKIB.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Y = Σ IKI yang telah mendapatkan sertifikat CKIB

Keterangan :

Y = Jumlah Sertifikat IKI/CKIB Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Tabel 5.5 Jumlah sertifikat IKI/CKIB lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Jumlah sertifikat IKI/CKIB

lingkup UPT SKIPM Cirebon

1 - - - -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Jumlah sertifikat IKI/CKIB lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 belum dapat di targetkan.

Sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu belum dapat direalisasikan.

IK7. Jumlah Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Definisi Jumlah Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah frekuensi pelaksanaan

(15)

monitoring sistem jaminan mutu domestik atas lokasi yang menjadi objek pengendalian penjaminan mutu hasil perikanan domestik (implementasi Inpres No. 01 Tahun 2017) antara lain: Pelabuhan Perikanan/Tempat Pendaratan Ikan/Pangkalan Pendaratan Ikan, Unit Pengumpul/Suplier dan Pasar di kabupaten/kota dengan tingkat konsumsi hasil perikanan dan kepadatan penduduk yang tinggi. Hasil perikanan yang menjadi obyek pengendalian meliputi ikan segar dan beku golongan demersal, pelagic, crustacea, cephalopoda, mollusca dan ikan hasil budidaya. Kegiatan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Domestik dalam rangka implementasi Inpres 01 tahun 2017 tentang Masyarakat Hidup Sehat terdiri dari :

a. Inspeksi sarana prasarana, cara pengolahan yang baik (GMP), persyaratan prosedur operasi sanitasi standar (SSOP) dan penanganan ikan yang baik/ Good Handling Practices (GHdP) terhadap pasar tradisional dan moderen;

b. Pengambilan contoh dalam rangka pengendalian mutu hasil perikanan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan untuk masing-masing lokus yang telah ditentukan, dengan jumlah contoh minimal 5 (lima) atau 10% dari jumlah ikan yang ada di masingmasing lokus.

c. Pengujian contoh dalam rangka pengendalian mutu hasil perikanan sesuai dengan parameter yang telah ditentukan, yaitu :

• Pengujian kesegaran ikan (organoleptik);

• Pengujian mikrobiologi (Total Plate Count, E. coli, Salmonella dan parameter lain apabila dibutuhkan);

• Pengujian kimia (bahan kimia yang kemungkinan sengaja ditambahkan dan berdampak pada kesehatan, yaitu formalin dan bahan kimia lainnya yang tidak diperbolehkan untuk pangan).

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Z = frekuensi pelaksanaan monitoring sistem jaminan mutu domestik atas lokasi yang menjadi objek pengendalian penjaminan mutu hasil perikanan domestik atas Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik

Keterangan:

Z = Jumlah Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik

(16)

Tabel 5.6 Jumlah Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Indikator Kinerja Capaian Tri Wulan II

Target tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target tri Wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Jumlah Lokasi Monitoring

dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

- 2 2 100 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Jumlah Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon pada tahun 2020 yaitu sebesar 2 dan realisasinya yaitu sebesar 2, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 100%. Hal ini dikarenakan koordinasi dan harmonisasi dengan instansi terkait dan stakeholder berjalan dengan baik dan lancar. Instansi terkait dan stakeholdernya sebagai berikut :

1. Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon;

2. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon;

3. PD. Pasar Kota Cirebon;

4. PD. Pasar Kabupaten Cirebon;

5. PPN Kejawanan;

6. UPTD Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Barat;

7. LPPMHP Cirebon.

Sedangkan frekuensi pelaksanaan monitoring sistem jaminan mutu domestik atas lokasi yang menjadi objek pengendalian penjaminan mutu hasil perikanan domestik atas dua lokasi yaitu kota Cirebon dan kabupaten dengan frekuensi 3 kali dimasing – masing lokasi.

(17)

Terkait Lokus atas lokasi pelaksanaan monitoring sistem jaminan mutu domestik atas lokasi yang menjadi objek pengendalian penjaminan mutu hasil perikanan domestic yaitu :

1. Supermarket Lotte Grosir;

2. Supermarket Transmart;

3. Supermarket Yogya Junction;

4. Pasar Tradisional Kanoman;

5. Pasar Tradisional Celancang;

6. PPN Kejawanan;

7. Supplier Ibu Darsini;

8. UD. Bersama Bisa Berkarya;

9. PT. Suri Tani Pemuka;

10. PT. Sambu Perkasa Mandiri.

Jumlah Lokasi Monitoring dan Surveilen Penjaminan Mutu Perikanan Domestik Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon tidak dapat dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena IKU baru pada tahun 2020 IKU Stasiun KIPM Cirebon.

IK8. Parameter pengujian ikan dan hasil perikanan ekspor dan domestik tidak berasal dari destruktif fishing

-

IK9. Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Pelaku Usaha (UPI) yang Menerapkan Sistem Traceability Lingkup UPT.

Stasiun KIPM Cirebon adalah ketelusuran informasi asal bahan baku dan tujuan penggunaan bahan baku (adanya informasi yang akurat mengenai asal bahan baku yang dipergunakan oleh para pelaku usaha atau Unit Pengolahan Ikan (UPI)). Sistem traceability merupakan bagian penting dalam sistem jaminan kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan sesuai persyaratan internasional. Setiap produk hasil perikanan yang akan didistribusikan dari hulu ke hilir harus dapat ditelusuri melalui pemenuhan alur informasi dan basis data. Sistem traceability ditunjukan untuk mengendalikan produk apabila terjadi insiden

(18)

keamanan pangan atau produk yang bermasalah akan mudah ditelusuri. Indikator Unit Penanganan dan/atau Pengolahan Ikan yang menerapkan sistem traceability diukur dengan menghitung jumlah UPI yang telah menerapkan sistem traceability melalui verifikasi penerapan sistem ketertelusuran hasil perikanan.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

X = ∑ UPI yang menerapkan traceability Keterangan:

X = Pelaku Usaha (UPI) yang Menerapkan Sistem Traceability

Tabel 5.7 Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon

Indikator Kinerja Capaian Tri Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Pelaku usaha (UPI) yang

menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon

- 2 1 120 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri Wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 1 dan realisasinya yaitu sebesar 2, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 120%. UPI yang sudah menerapkan sistem traceability oleh 2 UPI yaitu PT. Sumberlaut Bengindo dan PT. Oriens Prima Lestari. Pelaku usaha (UPI) yang menerapkan sistem traceability lingkup UPT SKIPM Cirebon Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon tidak dapat dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena IKU baru pada Stasiun KIPM Cirebon tahun 2020.

(19)

IK10. Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon

Sertifikasi HACCP Hasil Perikanan Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon merupakan sertifikat yang diberikan kepada pelaku usaha industri pengolah ikan yang telah memenuhi dan menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan pada setiap unit pengolahan ikan. Sertifikat diberikan berdasarkan jenis olahan ikan, unit proses dan/atau potensi bahaya (Hazard) yang berbeda yang ditangani dan/ atau diolah oleh UPI Permohonan baru dan perpanjangan sertifikat Hazard:

UPI mengajukan permohonan

Dilakukan audit kecukupan oleh Pusat PM Inspeksi oleh Inspektur Mutu

Evaluasi dan rekomendasi tim teknis Penerbitan sertifikat HACCP

UPI melakukan tindakan perbaikan

Verifikasi tindakan perbaikan oleh inspektur mutu

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Y = HACCP Perpanjangan + HACCP Baru Keterangan:

Y = Sertifikasi HACCP

Tabel 5.8 Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Sertifikasi HACCP hasil

perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon

12 13 10 120 120

(20)

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 10 dan realisasinya yaitu sebesar 13, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 120%, hal ini dikarenakan seluruh UPI di lingkup wilayah kerja SKIPM Cirebon yaitu PT. Sumberlaut Bengindo, PT. Jaya Sakti Cirebon, PT. Timur Jaya Cemerlang, PT. Oriens Prima Lestari, PT. Sambu Perkasa Mandiri, PT. Suri Tani Pemuka, PT. Suri Tani Pemuka Plant I, PT. KBT Seafood International, PT. Sumber Inti Pangan, PT. Java Seafood, PT. Pan Putra Samudra, CV. Gebang Jaya, CV. Adi Jaya Mandiri, PT. ASI Pudjiastuti, PT. Citradimensi Arthali, UD. Jinawi Luhur, PT. Qiu Sheng Hang, dan CV.

Sentosa Trading telah memenuhi sertifikat HACCP. Sertifikasi HACCP hasil perikanan lingkup UPT SKIPM Cirebon dibandingkan dengan IKU tahun sebelumnya sebesar 120%.

IK11. Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor

Definisi Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor adalah UPI yang telah bersertifikat HACCP dan terdaftar di Otoritas Kompeten (BKIPM)

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Z = Jumlah UPI yang mempunyai sertifikat HACCP

Keterangan:

Z = UPI yang memenuhi persyaratan ekspor

(21)

Tabel 5.9 Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020

Jumlah UPI yang

memenuhi persyaratan ekspor

- 24 5 120 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Jumlah UPI yang memenuhi persyaratan ekspor pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 5 dan realisasinya yaitu sebesar 24, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 120%. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak dapat dibandingkan hal ini disebabkan IKU baru pada tahun 2020 IKU Stasiun KIPM Cirebon.

IK12. Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Lokasi Sebaran Jenis Ikan Dilarang dan/ atau Bersifat Invasif yang Diidentifikasi Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

X = Jumlah Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Keterangan:

X = Lokasi Sebaran Jenis Ikan Dilarang dan/ atau Bersifat Invasif yang Diidentifikasi Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

(22)

Tabel 5.10 Jumlah Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Indikator Kinerja Capaian Tri Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Capaian 2019

2019 2020 Lokasi sebaran jenis ikan

dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon

2 - - - -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Jumlah Lokasi sebaran jenis ikan dilarang dan/ atau bersifat invasif yang diidentifikasi lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 0 dan realisasinya yaitu sebesar 0, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 0%.

IK13. Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi

Definisi Lokasi Sebaran Penyakit Ikan Karantina yang Diidentifikasi adalah lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi di wilayah satuan kerja Stasiun KIPM Cirebon. Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Y = Jumlah lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi di wilayah satuan kerja Stasiun KIPM Cirebon

Keterangan:

Y = Lokasi Sebaran Penyakit Ikan Karantina yang Diidentifikasi

(23)

Tabel 5.11 Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020 Lokasi sebaran penyakit

ikan karantina yang diidentifikasi

7 7 5 120 100

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Lokasi sebaran penyakit ikan karantina yang diidentifikasi pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 5 dan realisasinya yaitu sebesar 7, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 120%. Hal ini dikarenakan telah dilaksankan pemantauan penyakit ikan karantina di kabupaten cirebon, indramayu, sumedang, kuningan, majalengka, ciamis, pangandaran, kota banjar dan kota cirebon.

Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 100%.

Sasaran Strategis 4

Pengendalian dan pengawasan sistem perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan secara profesional dan partisipatif

Nilai sasaran strategis Pengendalian dan pengawasan sistem perkarantinaan, mutu dan keamanan hasil perikanan secara profesional dan partisipatif pada tahun 2020 adalah sebesar 105.51%. Nilai ini diperoleh dari pencapaian indikator kinerja utama yaitu :

1. Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan sistem mutu yang diselesaikan lingkup UPT SKIPM Cirebon.

2. Nilai PNBP lingkup UPT SKIPM Cirebon.

Penjelasan atas pencapaian IKU tersebut diatas diuraikan scara rinci sebagai berikut:

(24)

IK14. Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan sistem mutu yang diselesaikan lingkup UPT SKIPM Cirebon

Penanganan Kasus Pelanggaran Perkarantinaan, Keamanan Hayati Ikan dan Sistem Mutu yang Diselesaikan Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon yaitu :

Konsistensi penerapan peraturan dan penegakan peraturan di bidang perkarantinaan ikan dan keamanan hayati ikan dan penanganan kasus ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan ekspor oleh UPI di Negara mitra dan negara tujuan ekspor lainnya baik karena masalah teknis maupun non teknis.

Untuk menjaga citra produk perikanan Indonesia dimata dunia, sehingga penangananan kasus penolakan ekspor produk perikanan Indonesia di negara tujuan ekspor harus segera diselesaikan.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

X = ((A+B)/N)x100%

Keterangan:

X : Penanganan Kasus Pelanggaran Perkarantinaan, Keamanan Hayati Ikan dan Sistem Mutu yang Diselesaikan

A : kasus pelanggaran perkarantinaan dan keamanan hayati ikan yang diselesaikan B : Penanganan kasus pelanggaran sistem mutu yang diselesaikan

N : Total kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan sistem mutu Tabel 5.12 Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati

ikan dan sistem mutu yang diselesaikan lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020

Penanganan kasus

pelanggaran

perkarantinaan, keamanan

100 100 95 105,26 100

(25)

hayati ikan dan sistem mutu yang diselesaikan lingkup UPT SKIPM Cirebon

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Penanganan kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan sistem mutu yang diselesaikan lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 95% dan realisasinya yaitu sebesar 100%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 105,26%. Hal ini dikarenakan tidak ada kasus pelanggaran perkarantinaan, keamanan hayati ikan dan sistem mutu.

Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 100%.

IK13. Nilai PNBP lingkup UPT SKIPM Cirebon

Nilai PNBP Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon yaitu :

Seluruh penerimaan Pemerintah Pusat sektor KP yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan (PP No.75/2015).

Peningkatan PNBP BKIPM berasal dari Jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak.

Sektor perikanan diantaranya ditentukan dari arah operasional perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

X = Jumlah Realisasi PNBP UPT. Stasiun KIPM Cirebon berdasarkan data pada aplikasi Simponi Kemenkeu

Keterangan:

X = Nilai PNBP

(26)

Tabel 5.13 Nilai PNBP lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020 Nilai PNBP lingkup UPT

SKIPM Cirebon

961,04 888,94 400,00 120 80,59

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Nilai PNBP lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 400,00 (Rp. Juta) dan realisasinya yaitu sebesar 888,94 (Rp. Juta), sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 92,50%. Realisasi PNBP Stasiun KIPM Cirebon ini didukung oleh adanya peningkatan sistem pengawasan ekspor, impor dan antar area terhadap komoditas perikanan yang dilalulintaskan serta implementasi e-payment yang sudah dilaksanakan. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 80,59%. Hal ini dikarenakan akibat adanya pandemic covid 19 yang berdampak pada penurunan persentase nilai PNBP pada SKIPM Cirebon.

Sasaran Strategis 5

Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Nilai sasaran strategis Tata Kelola Pemerintahan yang Baik pada tahun 2020 adalah sebesar 105.24%. Nilai ini diperoleh dari pencapaian indikator kinerja utama yaitu : 1. Indeks profesionalitas asn lingkup UPT SKIPM Cirebon.

2. Diperolehnya predikat WBK di lingkup UPT SKIPM Cirebon.

3. Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Satker SKIPM Cirebon.

4. Nilai rekonsiliasi kinerja satker SKIPM Cirebon.

5. Nilai IKPA UPT SKIPM Cirebon.

6. Jumlah inovasi pelayanan publik UPT SKIPM Cirebon.

(27)

7. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT SKIPM Cirebon.

Penjelasan atas pencapaian IKU tersebut diatas diuraikan scara rinci sebagai berikut:

IK16. Indeks profesionalitas asn lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon yaitu :

 Profesionalitas adalah kualitas para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk melakukan tugastugasnya.

 Indeks Profesionalitas ASN adalah ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuaian kualifikasi, kompetensi, kinerja dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatan (Permen PAN dan RB No. 38 Tahun 2018).

Nilai Indeks Profesionalitas ASN merupakan gambaran kualitas profesionalitas ASN KKP yang diukur setiap tahun oleh Biro SDMA, Sekretariat Jenderal dengan mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB No. 38 Tahun 2018 tentang Peraturan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara.

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

a) Nilai diukur setiap tahun dengan menggunakan 4 (empat) dimensi, meliputi:

 Kualifikasi

 Kompetensi

 Kinerja

 Disiplin

b) Kualifikasi diukur dari indikator riwayat Pendidikan formal terakhir yang telah dicapai,meliputi:

 Pendidikan S-3 (Strata-Tiga)

 Pendidikan S-2 (Strata-Dua)

 Pendidikan S-1 (Strata-Satu)/ D-4 (Diploma-Empat)

 Pendidikan D-3 (Diploma-Tiga)/ SM (Sarjana Muda)

 Pendidikan D-1 (Diploma-Satu)/D-2 (Diploma-Dua)/

 SLTA Sederajat

 Pendidikan di bawah SLTA

c) Dengan formula sebagai berikut:

Nilai Nama Kualifikasi:

*) Nilai Kualifikasi

(28)

 5 Pendidikan S3 25

 4 Pendidikan S2 20

 3 Pendidikan S1 15

 2 Pendidikan D III/SM 10

 1 Pendidikan D II/D I/ SMA 5

 0 Pendidikan SMP/ SD 1

d) Kompetensi diukur dari indikator riwayat pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan yang meliputi: Diklat Kepemimpinan, Diklat Fungsional/Diklat Teknis, Diklat 20 Jam Pelajaran (JP) satu tahun terakhir dan Seminar/Workshop/Konferensi/Setara satu tahun terakhir dengan formula sebagai berikut:

Nilai Nama Kompetensi

Nilai Kompetensi sesuai Jabatan Kompetensi

Struktural

Kompetensi Jabfung

Kompetensi Staf

Diklat Struktural 15 - -

1 Pernah ikut Diklat PIM pada Levelnya

15 - -

0 Tidak pernah ikut Diklat PIM pada Levelnya

0 - -

Diklat Fungsional - 15 -

1 Pernah ikut Diklat fungsional

- 15 -

0 Tidak pernah ikut Diklat fungsional

- 0 -

Diklat 20 JP 15 15 22,25

1 Pernah ikut Diklat 20 JP dalam tahun terakhir

15 15 22,25

0 Tidak pernah ikut Diklat 20 JP dalam tahun terakhir

0 0 0

Seminar 10 10 17,5

1 Pernah ikut Seminar 10 10 17,5

0 Tidak pernah ikut Seminar

0 0 0

Total mengikuti kompetensi

40 40 40

e) Kinerja diukur dari indikator penilaian prestasi kerja PNS, yang meliputi:

 Sasaran Kerja Pegawai (SKP), dan

 Perilaku Kerja, dengan formula sebagai berikut:

No. Keterangan Nilai SKP Nilai SKP Nilai Kinerja

1 Sangat Baik 91 – ke atas 30

2 Baik 76 s.d 90 28

(29)

3 Cukup 61 s.d 75 15

4 Kurang 51 s.d 60 5

5 Buruk 50 s.d kebawah 1

f) Disiplin diukur dari indikator riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami yang meluiputi:

 Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin, dan

 Pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang, berat), dengan formula sebagai berikut:

Nilai Nama Hukuman Disiplin Nilai Disiplin

O Tidak pernah mendapatkan hukuman disiplin 5

R Pernah mendapatkan hukuman disiplin tingkat ringan 3 S Pernah mendapatkan hukuman disiplin tingkat sedang 2 B Pernah mendapatkan hukuman disiplin tingkat berat 1

Sumber data pengukuran Indeks Profesionalitas ASN dapat diperoleh dari beberapa sumber yang tervalidasi meliputi:

a. Kualifikasi, dihitung dari kondisi tingkat Pendidikan terakhir dari pegawai dengan ketentuan sesuai SK Pangkat Terakhir atau SK Pencantuman Gelar yang sudah di Up date pada aplikasi SIMPEG Online KKP.

b. Kompetensi, diolah datanya dari aplikasi SIMPEG Online KKP dengan ketentuan sebagai berikut:

 Perhitungan nilai DIKLAT PIM, Diklat Fungsional/Teknis, Diklat 20 JP dan seminar diwajibkan sesuai tingkat jabatannya.

Pejabat Struktural wajib sudah melaksanakan Diklat PIM sesuai dengan level terakhirnya, Diklat 20 JP dan Seminar dalam satu tahun terakhir dengan total bobot yaitu 40.

Tabel 5.14 Indeks profesionalitas asn lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020 Indeks profesionalitas asn

lingkup UPT SKIPM Cirebon

- - - - -

(30)

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Indeks profesionalitas asn lingkup UPT SKIPM Cirebon tri wulan II pada tahun 2020 yaitu sebesar 0% dan realisasinya yaitu sebesar 0%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 0%. Hal ini dikarenakan penghitungannya tahunan.

Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 0%.

IK17. Diperolehnya predikat WBK di lingkup UPT SKIPM Cirebon

Definisi Diperolehnya predikat WBK di lingkup UPT SKIPM Cirebon adalah adalah sebutan atau predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi syarat indikator hasil WBK dan memperoleh hasil penilaian indikator proses diatas 75 pada Zona Integritas (ZI) yang telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangannya.

Unit yang diarahkan berpredikat WBK diusulkan oleh Pimpinan Unit Kerja Eselon I dengan persetujuan MKP.

Penilaian Predikat WBK di Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon adalah penilaian predikat WBK oleh intern dalam hal ini oleh inspektorat IV dan V KKP dan eksternal oleh Kemenpan RB. Sedangkan penghitungannya adalah sebagai berikut :

 Mengacu kepada Pedoman dalam PermenKP Nomor 62 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembangunan dan Penetapan ZI menuju WBK dan WBBM di lingkungan KKP : memperoleh hasil penilaian indikator proses dan memenuhi syarat indikator hasil WBK

≥75.

 Dengan pedoman teknis sesuai dengan Peraturan Irjen KKP Nomor 58/PER-IRJEN/2020 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di lingkungan KKP.

PENETAPAN :

Akumulasi status Unit Kerja Berpredikat Menuju WBK yang telah mendapat nilai ≥75 dan ditetapkan melalui SK Menteri KP dan Piagam Penghargaan.

Tabel 5.15 Diperolehnya predikat WBK di lingkup UPT SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020

Diperolehnya predikat WBK - - - - -

(31)

di lingkup UPT SKIPM Cirebon

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Indeks profesionalitas asn lingkup UPT SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 0 dan realisasinya yaitu sebesar 0, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 0%. Dalam hal ini belum dilakukan penilaian oleh Itjen dan Kemenpan RB namun sudah dilakukan pencanangan dan on proses untuk pelaksaannya. Sedangkan penilaian mandiri sudah dilakukan melalui LKE Zona Integritas menuju WBK/WBBM dengan satgas internal Stasiun KIPM Cirebon.

Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak dapat dibandingkan hal ini disebabkan IKU baru pada tahun 2020 IKU Stasiun KIPM Cirebon.

IK18. Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Satker SKIPM Cirebon

Definisi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) adalah suatu kondisi dimana instansi pemerintah telah merubah orientasinya dari yang biasanya berorientasi kepada anggaran (input) atau kegiatan (output) semata menjadi berorientasi kepada hasil atau outcome.

Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Satker Stasiun KIPM Cirebon adalah penilaian mandiri intern oleh tim SAKIP yang telah ditetapkan oleh surat keputusan Stasiun KIPM Cirebon dan dibantu dengan bagian Program Sekretariat Badan KIPM.

Sedangkan penghitungannya adalah sebagai berikut :

 Penilaian atas AKIP BKIPM dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal dengan parameter, yaitu Perencanaan Kinerja (30%); Pengukuran Kinerja (25%); Pelaporan Kinerja (15%);

Evaluasi Kinerja (10%); Pencapaian Kinerja (20%).

 Berdasarkan Peraturan MENPAN-RB Nomor 12 tahun 2015 tentang pedoman evaluasi atas implementasi system AKIP, dengan predikat „D‟ sampai dengan “AA”.

Berdasarkan Peraturan MENPAN-RB Nomor 12 tahun 2015 tentang pedoman evaluasi atas implementasi system AKIP, dengan predikat „D‟ sampai dengan “AA”.

(32)

Tabel 5.16 Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Satker SKIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020 Nilai Penilaian Mandiri

SAKIP Satker SKIPM Cirebon

- - - - -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Nilai Penilaian Mandiri SAKIP Satker SKIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 0 dan realisasinya yaitu sebesar 0, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 00%. Hal ini dikarenakan kegiatan uji petik penilaian SAKIP belum dilakukan oleh eselon I terhadap Stasiun KIPM Cirebon. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak dapat dibandingkan hal ini disebabkan IKU baru pada tahun 2020 IKU Stasiun KIPM Cirebon.

IK19. Nilai rekonsiliasi kinerja satker SKIPM Cirebon

Definisi Penilaian rekonsiliasi Kinerja organisasi yaitu UPT. Stasiun KIPM Cirebon yang dilakukan oleh Bagian Program Sekretariat BKIPM. Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Penilaian Rekonsiliasi Kinerja di Lingkup UPT. Stasiun KIPM Cirebon = Penilaian atas Kinerja organisasi berdasarkan LKE bagian program Sekretariat BKIPM

(33)

Tabel 5.17 Penilaian rekonsiliasi Kinerja organisasi yaitu UPT. Stasiun KIPM Cirebon yang dilakukan oleh Bagian Program Sekretariat BKIPM

Indikator Kinerja Capaian Tri Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019

2019 2020 Nilai rekonsiliasi kinerja

satker SKIPM Cirebon

- - - - -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Penilaian rekonsiliasi Kinerja organisasi yaitu UPT. Stasiun KIPM Cirebon yang dilakukan oleh Bagian Program Sekretariat BKIPM pada tri wulan I tahun 2020 yaitu sebesar 0 dan realisasinya yaitu sebesar 0, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 0%. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak dapat dibandingkan hal ini disebabkan IKU baru pada tahun 2020 IKU Stasiun KIPM Cirebon.

IK20. Nilai IKPA UPT. Stasiun KIPM Cirebon.

Definisi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) ini merupakan sebagai alat ukur untuk menentukan tingkat kinerja satker khususnya dalam pelaksanaan anggaran.

pengukuran kinerja pelaksanaan anggaran yang dilakukan dengan menggunakan variabel- variabel yang terkait dengan pelaksanaan anggaran sebagai indikatornya, yaitu pengelolaan uang persediaan, data kontrak, kesalahan SPM, retur SP2D, halaman III DIPA, revisi DIPA, penyelesaian tagihan, rekon LPJ, renkas, realisasi, pagu minus dan dispensasi SPM. Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Nilai IKPA UPT. Stasiun KIPM Cirebon = Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran

(34)

Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran = ∑ a + b + c + d + e + f + g + h + I + j + k + l Keterangan :

Untuk triwulan I, II, III, perhitungan a + b + c + d + e + f + g + h + I + j Untuk triwulan IV perhitungan a + b + c + d + e + f + g + h + I + j + k + l Revisi DIPA (rumus)

= (∑Retur SP2D / ∑SP2D Terbit)*100%

Bobot 5%

Halaman III DIPA (rumus)

= (Realisasi Penarikan Dana) – (Perencanaan Halaman III DIPA) / Perencanaan Halaman III DIPA

Bobot 5%

Pengelolaan UP (rumus) = (∑SPM GUP yang disampaikan tepat waktu / ∑ SPM GUP) * 100

Bobot 10%

Rekon LPJ Bendahara (rumus) = (∑Data LPj Bendahara yang disampaikan tepat waktu / ∑LPJ Bendahara yang disampaikan ke KPPN)*100

Data Kontrak (rumus) = (∑Data Kontrak yang disampaikan tepat waktu / ∑Data Kontrak yang disampaikan ke KPPN)*100

Bobot 10%

Penyelesaian Tagihan (rumus) = ∑Tagihan yang disampaikan tepat waktu / ∑ Total Tagihan)*100

Bobot 20%

Penyerapan Anggaran (rumus) = (∑Realisasi Anggaran /∑Pagu)*100 Bobot 20%

Retur SP2D (rumus) =(∑ Retur SP2D / ∑SP2D Terbit)*100 Bobot 5%

Perencanaan Kas (rumus) = (∑Data Renkas yang disampaikan tepat waktu / ∑Data Renkas yang disampaikan ke KPPN)*100

Bobot 5%

Pengembalian SPM (rumus) = (∑SPM salah / ∑Total SPM yang disampaikan ke KPPN)*100

Dispensasi Penyampaian SPM (rumus) = (∑Dispensasi SPM / ∑Total yang disampaikan ke KPPN)*100

Bobot 5%

Pagu Minus (rumus) = (∑Pagu Minus / ∑Pagu)*100 Bobot 5%

Perhitungan Nilai Pelaksanaan Anggaran telah dilakukan secara otomatis pada aplikasi OMSPAN

Tabel 5.18 Nilai IKPA UPT. Stasiun KIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019 2019 2020

Nilai IKPA UPT. Stasiun KIPM Cirebon

85 97 87 112,02 114,12

(35)

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Nilai IKPA UPT. Stasiun KIPM Cirebon yang dilakukan oleh Bagian Program Sekretariat BKIPM dan kementerian keuangan pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 87 dan realisasinya yaitu sebesar 97%, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 112,02%. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 114,12%.

IK21. Jumlah Inovasi Pelayanan Publik UPT. Stasiun KIPM Cirebon.

Definisi Inovasi pelayanan publik adalah terobosan jenis pelayanan yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung (PermenPAN & RB No. 30/2014).

Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Jumlah UPT yang memiliki inovasi pelayanan publik yang telah melalui tahap (lulus) seleksi administrasi tingkat BKIPM dan direkomendasikan untuk diikutsertakan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK/UNSPA) dan lolos verifikasi MENPAN RB

Tabel 5.19 Jumlah Inovasi Pelayanan Publik UPT. Stasiun KIPM Cirebon Indikator Kinerja Capaian Tri

Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019 2019 2020

Jumlah Inovasi Pelayanan Publik UPT. Stasiun KIPM Cirebon

- 1 0 100 -

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Jumlah Inovasi Pelayanan Publik UPT. Stasiun KIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 0 dan realisasinya yaitu sebesar 1 Inovasi “Quick Respon Service “PALIKA JITU”(Perhimpunan Pengendali Penyakit Ikan melalui Jejaring Terpadu)”, sedangkan persentase realisasi terhadap target tri wulan II tahun 2020 yaitu

(36)

sebesar 100,00%. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak dapat dibandingkan hal ini disebabkan IKU baru pada tahun 2020 IKU Stasiun KIPM Cirebon.

IK22. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT. Stasiun KIPM Cirebon.

Definisi Jumlah rekomendasi hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kepada BKIPM berdasarkan LHP (terbatas pada LHP Audit, Reviu dan Evaluasi baik bentuk surat maupun Bab) yang terbit pada Triwulan IV tahun 2019 s.d Triwulan III Tahun 2020 yang telah ditindaklanjuti (berstatus proses dan/atau tuntas) oleh BKIPM yang menjadi objek pengawasan. Sedangkan untuk pengukurannya dapat dinyatakan dengan formula sebagai berikut:

Σ Nt : Jumlah Rekomendasi(Σ Nt/ Σ N)*100

Keterangan :

Σ Nt = Rekomendasi dari LHP Inspektorat Jenderal KKP yang telah ditindaklanjuti oleh unit eselon I

Σ N = Jumlah rekomendasi dari LHP Inspektorat Jenderal KKP yang diberikan kepada unit eselon I

Tabel 5.20 Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT. Stasiun KIPM Cirebon

Indikator Kinerja Capaian Tri Wulan II

Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap Target Tri Wulan II

2020

% Terhadap

Target 2019 2019 2020

Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT.

Stasiun KIPM Cirebon

- - - - -

(37)

Berdasarkan tabel tersebut diatas bahwa target IKU Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja UPT. Stasiun KIPM Cirebon pada tri wulan II tahun 2020 yaitu sebesar 0 dan realisasinya yaitu sebesar 0, sedangkan persentase realisasi terhadap target tahun 2020 yaitu sebesar 0%.

Gambar

Gambar Dashboard Level 4 Capaian IKU Tri Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi Kinerjaku
Gambar Dashboard Level 5 Kaur TU Capaian IKU Tri Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi  Kinerjaku
Gambar Dashboard Level 5 Subsie. Pengawasan, Pengendalian dan Informasi Capaian IKU Tri  Wulan II Tahun 2020 Pada Aplikasi Kinerjaku
Tabel Ikhtisar Capaian Kinerja Stasiun KIPM Cirebon Tahun 2020
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bangunan stasiun ini merupakan Bangunan Cagar Budaya (BCB), oleh karena itu perencanaan dan perancangan revitalisasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kelompok mengenai Humor Style pada Comic Stand Up Comedy di Kota Bandung yang dapat dilihat dari perbedaan penggunaan humor,

Konsistensi penerapan pengendalian official control Sistem Jaminan Perkarantinaan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan pada unit kerja lingkup Otoritas Kompeten (Direktorat

Sesuai dengan apa yang dikemukan Hamdayama (2014:157) bahwa pembelajaran dengan snowball throwing menggunakan tiga penerapan pembelajaran : pengetahuan di

Konsistensi penerapan pengendalian official control Sistem Jaminan Perkarantinaan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan pada unit kerja lingkup Otoritas Kompeten

Rencana Kinerja Tahunan ini disusun sebagai wujud capaian pelaksanaan layanan kegiatan perkarantinaan serta pengawasan keamanan hayati di wilayah layanan Balai

Seperti yang diungkapkan oleh Taylor dan Langer (dalam Malonda, 2003) yang berpendapat bahwa kecemasan pada ibu hamil juga berhubungan dengan respons

Hubungan pelaksanaan sanitasi klinik dengan ketersediaan sarana sanitasi dasar meliputi Kepemi- likan Sumber Air Bersih (SAB), Jamban Keluarga (JAGA), dan Saluran