1
1.1. Latar Belakang Masalah
Perawatan spa yang diberikan berbeda – beda di berbagai Negara, tetapi prinsip dasar spa tetap satu yaitu untuk menjaga keseimbangan antara pikiran dan tubuh, sehingga fasilitas spa selalu dilengkapi dengan fasilitas kebugaran1.Kata
“spa” berarti “solus per aqua” atau penyembuhan dengan air. Kata-kata tersebut diambil dari kota Spa di Belgia, dimana kota tersebut merupakan kota pertama yang menemukan bahwa air kaya mineral yang bisa menyembuhkan.
Hippocrats, Bapak Pengobatan ala Barat, merupakan seorang pelopor mandi secara teratur dan aplikasi penggunaan air lainnya untuk menguatkan tubuh dan merawat keluhan-keluhan kesehatan. Sebagai tambahan, banyak system perawatan kesehatan kuno juga menggunakan air sebagai dasar perawatan. Orang- orang Mesir kuno percaya bahwa air mempunyai fungsi, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam pengobatan tradisional China, air adalah pusat untuk mengembalikan keseimbangan dalam diri seseorang karena membawa Qi (energi kehidupan). Sama dengan Ayurveda dalam budaya India. Air adalah media bagi Prana (pemicu kehidupan) berkelana dalam tubuh manusia.2.
Saat ini SPA dikenali sebagai tempat untuk rileks, mengisi kembali dan membaharui tubuh. Perawatan yang diberikan SPA hampir semuanya berkaitan dengan air, seperti thallasotherapy, atau flotation therapy, atau bahkan mandi bunga yang sederhana, dan termasuk pijat. Terapi SPA dapat mengatasi stress, mempengaruhi imunitas tubuh untuk melawan penyakit, meningkatkan energi,
1 Lee, Ginger and Christine Zita Lim. (2002). Spa Style Asia, Therapies-Cuisines-Spas.
Singapore: Archipelago Press, hal 79
2. Lee, Ginger and Christine Zita Lim. (2002). Spa Style Asia, Therapies-Cuisines-Spas.
Singapore: Archipelago Press, hal 79
mencapai ketenangan batin, meningkatkan relaksasi, menyegarkan jiwa dan raga, dan pada intinya memanjakan diri untuk kesehatan tubuh dan jiwa.
Segala treatment yang diberikan, bermula dari segala sesuatu yang alami dengan bahan dan proses yang natural pula. Sehingga, mereka yang memanfaatkan treatment ini, akan merasakan kesegaran alami juga. Hal ini, dikarenakan penggunaan materi alami lebih bertahan lama daripada yang menggunakan bahan kimia. Jadi, diharapkan orang akan benar–benar menikmati hasilnya tanpa harus tercemari zat–zat kimia yang efeknya tidak baik untuk kesehatan nantinya.
Untuk pemilihan lokasi SPA Tradisional Jawa ini, penulis memilih lokasi di kota Surakarta, karena penulis masih menangkap kuat pengaruh tradisional di kota Surakarta ditambah dengan masih adanya kraton-kraton di kota Surakarta sehingga memperkuat alasan pemilihan lokasinya. Dalam penghayatan hidup budaya mereka, baik yang tinggal di pulau Jawa maupun yang dipulau- pulau lain bahkan juga yang tinggal di Suriname, orientasi nilai mereka tetap terarah ke kota Surakarta dan Jogya. Budaya Jawa sudah memiliki identitasnya sendiri yang juga ikut memberi warna pada budaya Indonesia yang masih belum mantap identitasnya.3
Selain itu, pada saat ini tidak banyak kebudayaan tradisional dipertahankan. Untuk itu, dari yang masih ada walaupun sedikit sebaiknya dimanfaatkan agar tidak pudar dan lebih berguna bagi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menunjukkan ciri khas orang Jawa yang cukup menarik. Dimana manusia Jawa memiliki kesadaran yang kuat tentang apa arti kebudayaan bagi kehidupan sosial dalam masyarakatnya.4
1.2. Deskripsi Proyek
SPA Tradisional Jawa di Surakarta ini merupakan tempat perawatan tubuh yang alami. Alami yang dimaksudkan disini adalah menggunakan ekstrak- ekstrak alam sebagai media dalam perawatannya, sehingga mereka yang memanfaatkan treatment ini, akan merasakan kesegaran alami juga. Hal ini, dikarenakan penggunaan materi alami lebih bertahan lama daripada yang
menggunakan bahan kimia. Jadi, diharapkan orang akan benar–benar menikmati hasilnya tanpa harus tercemari zat–zat kimia yang efeknya tidak baik untuk kesehatan nantinya
Penggunaan bahan-bahan yang alami dalam perawatannya juga akan di dukung dalam desain bangunannya yang meliputi bahan-bahan bangunan yang digunakan baik untuk konstruksi maupun interior dalam bangunan. Selain itu untuk konstruksi di beberapa massa bangunan masih menggunakan sistem konstruksi bangunan tradisional Jawa.
Tampak beberapa massa bangunan di dominasi dengan elemen kayu dan batu-batuan, karena budaya Jawa masih erat hubungannya dengan alam. Jendela pada bangunan entrance menggunakan gaya kolonial, ini adalah wujud keselarasan bangunan dengan lingkungan sekitar. Atap limasan digunakan pada entrance yang berfungsi sebagai bangunan penerima menggunakan banyak elemen tradisional dan konstruksi Jawa, agar ketika orang pertama kali masuk dapat merasakan karakter budaya Jawa.
Ukiran-ukiran Jawa dimanfaatkan sebagai penghias kolom pada beberapa ruang, antara lain pendopo entrance; café indoor; pendopo yang berfungsi sebagai ruang tunggu; ruang konsultasi; dan ruang perawatan. Sebagai pembeda dengan ruang-ruang yang lain, ukiran pada pendopo entrance dan pendopo ruang tunggu memiliki perbedaan pada bentuk ukirannya. Untuk menambah kesan Jawa yang kental, maka ukiran-ukiran Jawa dimunculkan pada furniture yang ada. Disamping itu ukiran-ukiran Jawa pada beberapa ruang lebih ditonjolkan, yaitu konstruksi kayu pada bagian atap.
Beberapa unsur pelengkap diberikan untuk lebih memunculkan nilai- nilai tradisional Jawa, seperti penataan lighting yang remang-remang pada beberapa ruang, seperti hall entrance; café; pendopo sebagai ruang penerima; dan ruang perawatan diberikan nuansa lembut dan mencerminkan kebudayaan masyarakat Jawa pada umumnya. Taman–taman yang ada tidak menggunakan terlalu banyak jenis tanaman agar menampilkan kesan lapang sehingga menghindarkan kesan ramai yang tidak menenangkan hati, karena taman – taman yang ada pada site ini sangat membantu untuk perawatan – perawatan yang ada.
1.2.1. Pengertian Proyek
Judul : SPA Tradisional Jawa di Surakarta. Dapat dijelaskan sebagai berikut :
• SPA
a place where water with minerals in it, that is considered to be good for your health, comes up naturally out of the ground ; the name given to a town that has such a place and where there are, or where people could drink the water.
Suatu tempat dimana air dengan mineral di dalamnya, itu dianggap sebagai yang baik untuk kesehatan, muncul secara alami ke luar dari mata air;
nama yang diberikan kepada suatu kota yang mempunyai tempat seperti itu dan dimana orang-orang bisa minum air.
a place where people can relax and improve their health with for example a swimming pool.5
Suatu tempat dimana orang-orang dapat santai dan meningkatkan kesehatan mereka, contohnya kolam renang.
Jacuzzi:
A large bath with a pump that moves the water around, giving a pleasant feeling to your body.6
Suatu tempat mandi/rendaman besar dengan pompa yang menyebabkan air bergerak mengelilinginya, memberi suatu perasaan menyenangkan.
• Tradisional Mengikuti tradisi.7
• Jawa
salah satu suku bangsa di Indonesia.
• di
Kata perangkai yang menyatakan ada pada suatu tempat .
5Hornby, A. S.(1995). Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Oxford University Press, hal 1286.
6 Hornby, A. S.(1995). Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Oxford
• Surakarta
Salah satu kotamadya di provinsi Jawa Tengah.
Dari pengertian masing – masing kata tersebut, dapat disimpulkan bahwa “SPA Tradisional Jawa di Surakarta” adalah suatu tempat yang memudahkan orang untuk melakukan perawatan tubuh dan kecantikan, yang menggunakan air dan bahan – bahan tradisional sebagai media perawatan, serta tempat untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh, di mana nuansa kebudayaan Jawa menjadi konsep utama bangunan ini
1.3. Tujuan dan manfaat
1.3.1. Tujuan khusus proyek tradisional SPA, antara lain:
• Perancang mampu mendesain suatu kompleks bangunan fasilitas SPA dan kebugaran dengan memperhatikan seni dan budaya kota Surakarta.
• Memberikan perawatan tubuh khususnya bagi wanita sebagai salah satu usaha untuk mempertahankan kecantikan dan kesegarannya.
1.3.2. Tujuan umum proyek tradisional SPA adalah sebagai berikut:
• Menyediakan fasilitas terapi SPA dan kebugaran dengan tetap menjaga kelestarian budaya kota Surakarta, terutama dalam bidang arsitektur.
• Memperkenalkan dan membudidayakan bahan-bahan tradisional yang baik untuk kesehatan.
• Mengembangkan kota Surakarta sebagai salah satu kawasan pariwisata di Pulau Jawa.
1.3.3. Manfaat umum:
Untuk pemerintah:
• Menambah devisa negara.
• Sebagai salah satu objek pariwisata yang nantinya akan dikenal di mancanegara
Untuk lingkungan:
• Penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan sehingga ekologi bangunan dan lingkungan terjalin dengan baik.
• Pemanfaatan dan pembudidayaan sumber daya alam khususnya tumbuh- tumbuhan, buah-buahan yang banyak bermanfaat untuk kesehatan.
Untuk masyarakat sekitar:
• Membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja setempat di bidang terapi SPA dan kebugaran.
1.3.4. Manfaat khusus:
• Untuk membuat mereka rileks setelah menjalani treatment SPA ini.
• Untuk perawatan tubuh dan kesehatan.
• Untuk pelestarian budaya tradisional Jawa, misalnya dalam hal perawatan tubuh dengan menggunakan cara-cara tradisional dan jamu.
1.4. Sasaran dan Lingkup Pelayanan
Tradisional SPA yang akan didirikan di kota Surakarta mempunyai ruang lingkup pelayanan masyarakat Surakarta secara keseluruhan karena diharapkan nantinya akan menjadi pusat pengobatan dan pemanfaatan bahan–bahan tradisional untuk perawatan tubuh dan kesehatan. Secara khusus, melayani ibu-ibu yang ingin melakukan perawatan tubuh dan kecantikan
1.5. Teknik Pengumpulan Data
1.5.1. Observasi Langsung
Studi ini dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
Telah melakukan observasi langsung ke tapak, sehingga dapat mengetahui keadaan tapak ,keadaan lingkungan di sekitar tapak serta menangkap keunggulan yang dapat dimanfaaktan untuk view dan karakteristik tapak.
Observasi juga dilakukan pada beberapa tempat SPA untuk memperoleh gambaran obyektif mengenai data-data yang diperlukann agar proyek
mendapatkan arah perancangan yang optimal. Observasi langsung di tempat–
tempat SPA di Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, antara lain:
• Hotel Alila Ubud, Bali.Hotel Maya Ubud Resort and Spa, Bali
• Pita Maha Resort and Spa, Bali.
• The Villas Bali Hotel and Spa.
• Hotel Sheraton Mustika Ratu, Jogja.
• Hotel Melia Purosani, Jogja.
• Hotel Aman Jiwo , Magelang.
• The Cangkringan Spa and Villas Hotel, Jogja.
Setelah dilakukan oservasi langsung ini, didapatkan beberapa data mengenai kebutuhan ruang, besaran ruang, prilaku orang, dan juga mengetahui berbagai masalah yang sering timbul pada berbagai SPA dan tempat perawatan kecantikan, terutama yang menyangkut masalah desain bangunan tersebut.
1.5.2. Telaah kepustakaan
Untuk memperoleh data-data dan standart yang menjadi dasar bagi perencanaan dan perencanaan. Beberapa buku yang digunakan adalah Neufert untuk mendapatkan besaran ruang, studi gerak, dan besaran ruang sehingga dalam perancangannya dapat disesuaikan dengan aktifitas yang ada di dalamnya sehingga dapat menghasilkan kenyamanan bagi penggunanya. Data-data yang dibutuhkan tidak hanya itu, karena nilai-nilai tradisional juga harus muncul dalam ekspresi bangunan sehingga diperlukan buku-buku mengenai konstruksi rumah tradisonal Jawa dan bentuk-bentuk rumah Jawa, seperti buku yang berjudul Joglo dan buku Nilai-Nilai Arsitektur Rumah Tradisional.