• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dian Kholika Hamal Sesi 9

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dian Kholika Hamal Sesi 9"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP GIZI DEWASA

Dian Kholika Hamal

Sesi 9

(2)

CPL

1. Mahasiswa mampu menjelaskan defenisi gizi dewasa 2. Mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan gizi dewasa 3. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah gizi pada

dewasa

4. Mahasiswa mampu menjelaskan solusi masalah gizi dewasa

5. Mahasiswa mampu menjelaskan intervensi masalah gizi dewasa

(3)

Definisi

01

Karakteristik usia dewasa

02

Kebutuhan gizi

03

Masalah

MATERI 04

Solusi

05

Intervensi

06

(4)

Defenisi Dewasa

• KBI (2008) telah mencapai umur; akil baligh (> 15 thn); dpt mbedakan yg baik dan buruk

• Hurlock (1993)  usia dewasa dimulai pd umur 18 – 40 thn, saat terjd perubahan2 fisik dan psikologi yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduksi.

• Santrock (2002)  masa transisi secara fisik, intelektual dan peran sosial

• Permenkes RI no. 41 thn 2014 ttg pedoman gizi seimbang  usia dewasa dlm penentuan st gizi menggunakan IMT digunakan bagi usia > 18 thn

-- Shg dikelompokkan berdsarkan kebutuhan gizinya

 19 – 29 thn

 30 – 49 thn

 50 – 64 thn

> 64 thn (lansia)

(5)

Dewasa

• Usia 20 – 50 tahun

• Usia pertengahan

• Usia paling produktif

• Usia plg pjg dlm daur kehidupan manusia

• Masa pencapaian keberhasilan kerja

• Kemapanan dlm gaya hidup

• Sikap dan nilai kehidupan yg akan diwariskan kpd anak-anaknya kelak

• Membesarkan anak & tugas sosial dlm melakukan aktualisasi diri

(6)

Kategori dewasa

• Dewasa muda : 20 – 30 tahun

• Dewasa tua : > 30 tahun

Usia dewasa pertumbuhannya sdh berhenti, shg fungsi mkn adl utk mempertahankan keadaan gizi yg sdh di dpt/membuat keadaan gizi mjd lebih baik

(7)

GIZI SEIMBANG DEWASA

• Dewasa : telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat, dibagi menjd 3 fase

Masa pembentukan = usia 20 – 30 th

Masa konsolidasi = usia 30 – 40 th (karier)

Masa transisi = diatas 40 th (evaluasi)

• Usia 20 th : pertumbuhan berhenti sama sekali (linear)

• Fungsi makanan utk mempertahankan kead gizi atau menjd lbh baik

• Kebutuhan gizi relatif konstan, kec terjd kondisi khusus

(8)

Keadaan kesehatan pd usia dewasa

• Kebiasan yg buruk spt merokok, krg OR, stres, pola makan yg salah akan membentuk st. kesehatan yg buruk saat tua

• Usia dewasa  usia yg ptg utk pendidikan & pemeliharaan kesehatan guna mencegah/menunda tjdnya peny. Degeneratif

(9)

Status Gizi Dewasa

• Menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT)

• IMT berlaku utk org dewasa usia 20 – 65 th dan tdk berlaku utk wanita hamil dan menyusui

• Kategori IMT :

< 18.5 : kurang

18.5 - <25 : normal

25 - <27 : kelebihan BB (overweight)

> 27 : kegemukan (obesitas)

(10)

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Gizi

• Kondisi fisiologis (hamil or menyusui)

• Lingkungan

• Jenis kegiatan fisik  kebugaran

• Stres

• Mutu gizi pangan yg dikonsumsi

(11)

KEBUTUHAN GIZI USIA DEWASA

(12)

ENERGI

AKG :

Dewasa laki laki : 2200 – 2500 kkal

Dewasa perempuan :1900 – 1750 kkal

penurunan BMR 2 – 3% mulai usia 25 th

tgt aktivitas fisik, jenis kelamin, dan massa tubuh

(13)

Protein

AKG :

Dewasa laki laki : 60 gr/hr

Dewasa perempuan :50 gr /hr

Secara umum  dewasa : 1 gr/ kg BB

(14)

Zat besi

• Pada saat usia subur lebih banyak dibutuhkan perempuan dari laki- laki krn utk mengganti kehilangan menstruasi, kehamilan, kelahiran dan menyusui.

• Setelah menopause keb zat besi pria dan perempuan sama

• AKG

laki laki : 13 mg

perempuan :26 mg

(15)

Kalsium

AKG :

laki laki : 800 – 1000 mg

perempuan : 800 – 1000 mg

berperan ptg utk pertulangan dan kehilangan massa tulang menginjak lansia

dianjurkan minum susu

(16)

Masalah Gizi Dewasa

• Gizi Kurang

 KEP

 anemia

• Gizi Lebih

(17)

Kurang Energi Protein (KEP)

• Biasanya ditandai dengan menurunnya BB/kurus

• Penyebab : kemiskinan, aktivitas yg berlebihan shg tdk sempat meluangkan wkt utk makan, pemilihan mkn yg salah, absorbsi yg tdk baik, rendahnya nafsu makan, depresi/stres, peny.infeksi (diare, kecacingan dan gangguan kes.lain yg dpt memp. Nafsu makan)

• Mempengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup penderita

• Penanganannya dgn dianjurkan diberikan makanan tinggi energi &

tinggi protein sesuai dengan kebutuhan utk menambah BB scr bertahap

(18)

Anemia

• Gejala anemia : 4 L (lesu, lelah, letih, lemah)

• Penyebab : kurangnya zat besi dlm tubuh, kurang asupan mknan sbr zat besi, malaria, cacing dan gangguan patologis serta kurang mineral lain dlm pbentukan Hb darah

(19)

Gizi Lebih

Penyebab :

kecenderungan masy. utk memilih mknan tinggi kalori & lemak tapi rendah serat (perubahan pola konsumsi/kebiasaan makan),

gaya hidup yg kurang gerak/aktivitas,

genetik/keturunan,

usia,

kehamilan,

perilaku dan lingkungan.

(20)

Pengukuran Kegemukan

• IMT

 kelebihan BB (overweight) : 25 - <27 2.

• Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul (Waist Hip Ratio)

laki-laki : > 0.9

perempuan : > 0.8 3.

• Standar Brocca

BBI : (TB-100)-10% (TB-100)

Bila BB melebihi 20% dari BB normal (TB-100) : kelebihan BB

(21)

Pentingnya promosi & peningkatan program Aktifitas fisik

1. Aktifitas fisik perlu diintegrasikan dlm kegiatan rutin sehari – hari

2. Kegiatan OR sebaiknya dimulai sejak anak2 dan remaja utk membentuk kebiasaan sepanjang hidup

3. Org dewasa perlu digalakkan utk meningkatkan kebiasaan beraktivitas fisik sehari-hari

4. Wanita sebaiknya melakukan berbagai aktivitas yg menarik & perlu meningkatkan kebiasaan OR scr teratur & konsisten

5. Orang dgn kemamp. Fisik/penderita peny. Kronis sebaiknya disediakan fasilitas OR yg sesuai dgn kemamp

6. Manfaat kebiasaan beraktivitas OR sebaiknya disebarluaskan kpd masy

7. Olahraga yg dianjurkan utk usia pertengahan (usia dewasa) yg bukan atlet adl dimulai dgn jalan santai selama 20 – 30 menit 3 – 4 kali/minggu Karena OR yg tll berat & pjg akan meningkatkan risiko jantung.

8. Latihan yg berlebihan, diet tdk seimbang dan BB rendah akan dpt menyebabkan osteoporosis

(22)

Manfaat Olah raga

• Menguatkan jantung dan meningkatkan efisiensinya

• Meningkatkan daya vaskuler otot jantung

• Meningkatkan lean body mass, metabolisme basal, dan total expenditure

• Meningkatkan HDL, dan menurunkan kolesterol total

• Meningkatkan kekuatan otot dan menurunkan risiko kelemahan sendi dan tulang

• Mengurangi kehilangan kalsium tulang,

• Menurunkan risiko osteoporosis

• Mempengaruhi suasana hati (mood) dan daya konsentrasi

• Meningkatkan kualitas tidur dan relaksasi

(23)

Risiko peny. Degeneratif akibat kegemukan

• Dislipidemia  kelainan metab. Lemak yg ditandai dgn peningkatan/penurunan kadar lemak dlm darah

-- Lemak yg utama  kenaikan kdr kolesterol total, kol LDL, kenaikan kdr trigliserida serta penurunan kdr kol.HDL

• Peny. Jantung koroner diakibatkan oleh penyempitan pemb. darah koroner

 Faktor risiko utama : hiperlipidemia, hipertensi, perokok

 Faktor risiko yg lain : stres, genetik, umur dan diabetes

(24)

Risiko peny. Degeneratif akibat kegemukan

• Hipertensi

tekanan darah tergolong tinggi/hipertensi bila sistole > 140 mmHg atau diastole > 90 mmHg

orang gemuk lbh berisiko utk hipertensi

cara pengendaliannya : menurunkan BB, mengurangi asup. Garam &

minum obat sesuai resep dokter.

BM tinggi garam (natrium) : makanan olahan awetan & produk mkn siap santap

(25)

Diabetes Mellitus

•  suatu kumpulan gejala yg timbul pd seseorang yg disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan

insulin.

(26)

Faktor yg mendorong peningkatan konsumsi jenis makanan

• Peningkatan kesejahteraan (kemamp. Membeli)

• Peningkatan wkt santai

• Peningkatan mobilitas individu

• Teknologi industri pangan dlm menyediakan mkn yg semakin menarik

• Perkembangan industri yg besar shg menekan harga produk

(27)

Cara menilai pola makan

• Lihat makanan yg dibeli : berlemak, awetan, manis 2

• Lihat mkn yg dimakan : gorengan, berlemak, rasa

• Lihat gaya hidup : gemuk, krg OR. tdk cek kesehatan

(28)

Prinsip Gizi Seimbang utk dewasa

1. Mengkonsumsi makanan yg seimbang 2. Mengkonsumsi mkn yg bervariasi

3. Makanlah sesuai energi yg dibutuhkan (asup. makan sesuai dgn pengeluaran tenaga yg dibutuhkan)

(29)

Pengaturan makanan yg baik

• Kurangi mkn berlemak

• Kurangi mkn tinggi kalori (kuning telur, hewani berlemak)

• Makan lbh byk serat : buah, sayur,kacang2an

• Makan > byk KH kompleks (kacang2n, sayuran akar, biji2an)

• Hindari alkohol

• Baca label makanan

• Gunakan lbh sering mkn sbr omega 3 (ikan laut)

• Kurangi konsumsi gula

(30)

Teknik memasak rendah lemak

• Microwave, panggang, bakar, kukus

• Gunakan alat masak anti lengket

• Buang lemak dari daging/ayam

• Gunakan susu skim

• Kurangi pemasakan dgn santan

• Gunakan minyak baru, hindari penggunaan minyak berulang.

(31)

Solusi

Anemia

Konsumsi makanan bersumber zat besi dan

asam folat, hindari konsumsi zat goitrogenik

secara bersamaan dgn sumber besi

GAKY

Konsumsi garam beryodium, konsultasi ke

tenaga kesehatan

KVA

Konsumsi makanan bersumber vit A serta konsultasi ke

tenaga kesehatan

OBESITAS

Penerapan pola makan dan pola hidup sehat : mengatur asupan lemak dan gula dan aktivitas fisik serta konsultasi ke tenaga

kesehatan

KEP

Makan makanan bervariasi dan bergizi seimbang, konsultasi ke

tenaga kesehatan

(32)

Intervensi

Konseling Kadarzi, pemberian leaflet untuk dibaca di rumah, treatment khusus pada kondisi

yang berat

KIE konsumsi garam beryodium, fortivikasi

(iodisasi garam) dan pemberian kapsul minyak beryodium 200mg, palpasi

leher pada risiko tinggi

Pemeriksaan kadar gula darah di Posyandu, konseling gizi diabetes diet rendah lemak dan rendah

gula, pemberian leaflet untuk dibaca di rumah, pemberian obat

dokter, serta penerapan pola hidup sehat (konsumsi serat dan

olahraga)

konseling gizi terkait makanan yg harus dikonsumsi disertai pemberian leaflet untuk

dibaca di rumah

Edukasi pentingnya asupan vit A, pemberian kapsul Vit A.

Pemeriksaan klinis, biofisik dan biokimia terhadap risiko

xeroftalmia

Anemia GAKY KVA OBESITAS

KEP

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Karena interaksi sosial yang mereka bangun dengan lingkungan sosial secara sadar maupun tidak sadar dan bahkan langsung maupun tidak langsung membentuk serta

Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur (WUS) dalam menggunakan alat kontrasepsi yaitu: usia, tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat sosial

Kualitas layanan, brand image dan atmosfir yang dimiliki oleh kedai Deja-Vu Surabaya juga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, selanjutnya kepuasan konsumen berpengaruh

Jika hadir mengikuti perkuliahan minimal 80 % dari jumlah perkuliahan, mengumpulkan tugas individu dan kelompok pada saat tanggal presentasi yang telah ditentukan,

Bantuan Kelompok Belajar Usaha (KBU) Desa Vokasi (Bankeu Prop.. Bantuan Pendampingan BOS

Penelitian terkait asupan makan, aktivitas fisik, dan status gizi pekerja seks penting dilaksanakan karena pekerja seks memiliki pola aktivitas, pola tidur, dan gaya hidup

• Untuk mengkaji status gizi secara akurat, beberapa pengukuran secara spesifik juga diperlukan dan pengukuran ini mencakup Umur, BB (Berat Badan), TB (Tinggi Badan), Lingkar

Periode umur ini merupakan periode dengan status gizi seseorang anak yang dapat tergantung pada praktik pemberian makanan, terutama apakah disusui atau tidak.. Ada tiga