• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Produk Hand Sanitizer Otomatis Dua Arah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perancangan Produk Hand Sanitizer Otomatis Dua Arah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN PRODUK HAND SANITIZER OTOMATIS DUA ARAH

1Ina Siti Hasanah, 2Grant Juan Viano

1&2Jurusan Teknik Industri, Universitas Gunadarma, Depok, Indonesia

1[email protected], 2[email protected]

Abstrak— Masyarakat dapat menggunakan produk hand sanitizer untuk menjaga diri dari bakteri maupun virus. Saat ini alat penyemprot hand sanitizer hanya dapat melakukan semprotan satu kali dari satu sisi sehingga penyemprotan kurang merata yang memungkinkan masih adanya kontaminasi bakteri atau virus. Produk hand sanitizer yang dikembangkan adalah produk hand sanitizer yang memiliki sistem penyemprotan dua arah sehingga penyemprotan lebih merata. Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner. Uji validitas hasil kuesioner dilakukan untuk mengetahui ketepatan pengukuran, sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat ukur. Benchmarking dilakukan untuk membandingkan produk inovasi dengan produk yang telah ada di pasaran. House of Quality (HOQ) kemudian dibuat untuk menerjemahkan kebutuhan dan keinginan pelanggan menjadi karakteristik produk inovasi. Karakteristik dominan tersebut akan diprioritaskan dalam desain. Karakteristik teknis paling dominan berdasarkan House of Quality adalah sistem penyemprotan dua arah. Antropometri pengguna yang digunakan yaitu 11 cm yaitu persentil besar lebar tangan. Desain produk dibuat menggunakan software AutoCAD. Produk memiliki ukuran sebesar 23 cm x 10 cm x 18 cm. Produk memiliki sistem penyemprotan dua arah sehingga hasil penyemprotan cairan hand sanitizer lebih merata. Produk prototype dibuat untuk menjamin keberhasilan desain.

Kata Kunci— Perancangan dan Pengembangan Produk, Hand Sanitizer Otomatis, Quality Function Deployment

I. PENDAHULUAN

Produk yang dikembangkan adalah produk hand sanitizer otomatis. Permasalahan yang terdapat pada hand sanitizer otomatis yang sudah ada di pasaran diantaranya adalah sulit untuk digunakan karena sensor yang kurang sensitif dan daya semprot yang kurang merata ke seluruh tangan. Pengembangan produk hand sanitizer otomatis yang dilakukan adalah dengan membuat proses penyemprotan hand sanitizer otomatis menjadi dua arah. Sistem penyemprotan dua arah merupakan sistem yang secara teori dapat menyemprotkan cairan hand sanitizer dengan lebih merata dikarenakan luas permukaan penyemprotan yang lebih besar dengan keluarnya cairan hand sanitizer dari sisi kanan dan kiri. Sistem penyemprotan dua arah ini merupakan inovasi dari sistem penyemprotan produk hand sanitizer yang umumnya terdapat di pasaran dimana produk tersebut hanya menyemprotkan cairan hand sanitizer dari satu arah sehingga luas permukaan penyemprotan lebih kecil dari sistem penyemprotan dua arah. Sensor yang digunakan juga dipastikan untuk dapat bekerja dengan baik sehingga produk hand sanitizer menjadi mudah digunakan. Selain itu, ukuran dari produk hand sanitizer otomatis juga akan disesuaikan dengan antropometri target pasar untuk membuat produk yang lebih ergonomis. Hand sanitizer otomatis yang akan dibuat juga memiliki fleksibilitas lebih dimana produk akan mudah dibawa (portable) serta dapat dioperasikan menggunakan arus listrik powerbank.

Penelitian terdahulu mengenai perancangan produk hand sanitizer otomatis yang dilakukan oleh B. Budiana, dkk tahun 2020 yang berjudul ”Pembuatan Alat Otomatis Hand Sanitizer sebagai Salah Satu Antisipasi Penyebaran COVID-19 di Politeknik Negeri Batam” [7], peneliti berusaha untuk merancang produk hand sanitizer otomatis untuk mengindari adanya kontak fisik di masa pandemi COVID-19. Peneliti membuat sebuah produk hand sanitizer dengan menggunakan mikrokontroller ESP32 untuk memproses input dari sensor infrared untuk menggerakkan sebuah servo yang akan menekan botol berisi cairan hand sanitizer.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Wahyu Wijayanto, Ary Permatadeny Nevita, dan Hisbulloh Ahlis Munawi pada tahun 2021 yang berjudul “Perancangan Sistem Otomatisasi Hand Sanitizer Berbasis Sensor Infrared Barrier Module” [8], peneliti merancang suatu produk hand sanitizer dengan menggunakan relay 5v. Produk hand sanitizer yang dibuat memproses input dari sensor infrared untuk menggerakkan sebuah dinamo, dimana putaran dinamo tersebut akan menekan botol berisi cairan hand sanitizer.

Berdasarkan dua penelitian terdahulu tersebut, penelitian yang dilakukan tidak memiliki perhitungan ukuran produk, serta memiliki arah penyemprotan satu arah. Pengembangan penelitian yang dilakukan adalah dengan menambahkan perhitungan antropometri dalam mempertimbangkan ukuran produk, serta menggunakan sistem penyemprotan dua arah.

Inovasi yang dilakukan terhadap produk hand sanitizer ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen serta memberikan manfaat lebih kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus membantu masyarakat untuk memerangi pandemi COVID- 19 yang masih ada saat penelitian ini dibuat.

(2)

II. METODE PENELITIAN

Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah hand sanitizer otomatis yang telah ada di pasaran. Hand sanitizer otomatis tersebut kemudian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan ditambahkan fitur berupa semprotan yang berasal dari dua arah, sehingga penyemprotan menjadi lebih merata. Lokasi penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian untuk memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi penelitian ini adalah wilayah sekitar Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi). Lokasi tersebut memiliki penduduk dengan mobilitas tinggi dan sering terjadi kontak fisik pada fasilitas umum sehingga memiliki potensi penyebaran COVID-19 yang tinggi.

Penentuan jumlah sampel dilakukan untuk mengetahui banyak data yang harus dikumpulkan dalam penelitian ini. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow [1] dengan tingkat kepercayaan 90% serta sampling error 10%, sebanyak 70 orang. Pengumpulan data dikumpulkan secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan melalui google form. Responden yang mengisi kuesioner adalah pria dan wanita yang tinggal di sekitar Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi) dengan usia 15 sampai 60 tahun. Tujuan utama dalam kuesioner adalah untuk memperoleh informasi atau data yang berhubungan, serta mengumpulkan informasi dengan kecermatan dan ketelitian yang dapat dipertanggungjawabkan[2]. Pertanyaan kuesioner yang rancang dengan baik dapat mengumpulkan informasi sesuai dengan hasil yang diinginkan oleh peneliti[3].

Proses pengolahan data pada penelitian ini diawali dengan melakukan uji relibialitas dan validitas dari hasil kuesioner yang diperoleh. Pengolahan data berikutnya adalah melakukan benchmarking dengan produk hand sanitizer yang telah ada di pasaran.

Benchmarking merupakan suatu proses pengukuran sistematis dan berkesinambungan, dimana proses mengukur dan membandingkan secara terus menerus tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akan membantu upaya organisasi tersebut memperbaiki kinerjanya[4]. Quality Function Deployment merupakan metode terstruktur yang diterapkan dalam perencanaan dan pengembangan produk untuk mengetahui spesifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta mengevaluasi kemampuan suatu produk maupun jasa dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan[5]. Rumah kualitas atau House of Quality (HOQ) merupakan salah satu langkah yang dilakukan dalam penerapan metode QFD. HOQ merupakan suatu teknis grafis untuk mendefinisikan hubungan antara keinginan konsumen dengan produk[6]. House of Quality kemudian dibuat untuk menerjemahkan keinginan pelanggan terhadap karakteristik teknis dari produk hand sanitizer otomatis dua arah.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah berupa data primer. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner. Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan melalui google form, didapatkan data kebutuhan dan keinginan pelanggan pada Tabel 1.

TABEL 1 Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan

Primer Sekunder Tersier

Hand Sanitizer Otomatis

Performance Produk hand sanitizer mudah ditempatkan untuk digunakan di segala tempat Produk hand sanitizer menggunakan cairan berkonsentrasi rendah (cair) Feature Produk hand sanitizer menggunakan sistem penyemprotan dua arah

Ukuran produk hand sanitizer memperhatikan ukuran pengguna yaitu “ergonomis”

Durability Produk hand sanitizer terbuat dari material bersifat ramah lingkungan dan tahan lama Reliability Produk hand sanitizer mudah diisi daya

Kebutuhan konsumen yang pertama adalah performance, yaitu tingkat kemampuan produk untuk menjalankan fungsi utamanya.

Kebutuhan konsumen yang kedua adalah feature, yaitu nilai tambah yang meningkatkan kinerja dari suatu produk. Kebutuhan konsumen yang ketiga adalah durability, yaitu tingkat keawetan suatu produk untuk dapat terus digunakan. Kebutuhan konsumen yang keempat adalah reliability, yaitu kemampuan suatu produk dapat berfungsi secara baik dalam suatu periode waktu.

(3)

Gambar 1 Sebaran Data Kuesioner Tertutup

Berdasarkan data kebutuhan dan keinginan pelanggan, akan ditentukan tingkat kepentingan untuk masing-masing kebutuhan.

Tingkat kepentingan didapatkan dari modus hasil kuesioner tertutup yang telah dijawab oleh 70 responden dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Tingkat Kepentingan Pelanggan

No Kebutuhan Konsumen

Jumlah Pemilih Skala

Kepentingan Tingkat

Kepentingan

1 2 3 4 5

1 Produk hand sanitizer mudah ditempatkan untuk digunakan di segala tempat 0 0 0 21 49 5 2 Produk hand sanitizer menggunakan cairan berkonsentrasi rendah (cair) 0 0 5 13 52 5

3 Produk hand sanitizer menggunakan sistem penyemprotan dua arah 0 0 0 8 62 5

4 Ukuran produk hand sanitizer memperhatikan ukuran pengguna yaitu “ergonomis” 0 0 4 11 55 5 5 Produk hand sanitizer terbuat dari material bersifat ramah lingkungan dan tahan lama 0 0 0 10 60 5

6 Produk hand sanitizer mudah diisi daya 0 0 4 8 58 5

Produk referensi merupakan produk yang digunakan seabagai acuan untuk mengembangkan suatu produk. Produk referensi dalam penelitian ini adalah berupa hand sanitizer otomatis yang dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Produk Referensi

Produk Referensi merupakan produk hand sanitizer otomatis yang diproduksi oleh perusahaan Gclean. Alasan pemilihan produk ini adalah karena produk memiliki mekanisme yang serupa dengan seluruh produk hand sanitizer yang dapat ditemui. Warna produk berwarna putih dengan aksen abu-abu di bagian belakang. Pengoperasian produk mengharuskan produk untuk digantung di dinding. Produk referensi berukuran panjang 5,2 inchi (13,28 cm), lebar 4,7 inchi (11,938 cm), dan tinggi 10,8 inchi (27,432 cm) dimana spesifikasi tersebut dapat dilihat dari website perusahaan Gclean.

Cara kerja dari produk referensi adalah menggunakan sensor infrared yang apabila sensor tersebut mendeteksi ada tangan, maka sensor tersebut akan meneruskan arus listrik sehingga membuka katup tempat penyimpanan cairan hand sanitizer, sehingga cairan hand sanitizer akan turun ke tangan pengguna dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Produk hand sanitizer ini dioperasikan dengan menggunakan empat buah baterai tipe C. Produk referensi harus digunakan dalam keadaan menggantung di suatu tempat karena cairan hand sanitizer akan dikeluarkan dari bagian bawah hand sanitizer.

Karakteristik teknis merupakan detail dari produk yang akan dirancang untuk menginterpretasikan kebutuhan konsumen kedalam bahasa teknis, dapat dilihat pada Tabel 4.

(4)

Tabel 4 Karakteristik Teknis Produk Inovasi

No Kebutuhan Konsumen Karakteristik Teknis

1 Produk hand sanitizer mudah ditempatkan untuk digunakan di segala tempat Arah penyemprotan produk ke arah samping 2 Produk hand sanitizer menggunakan cairan berkonsentrasi rendah (cair) Produk hand sanitizer menyemprotkan cairan hand

sanitizer berkonsentrasi rendah

3 Produk hand sanitizer menggunakan sistem penyemprotan dua arah Produk menggunakan dua mekanisme penyemprotan 4 Ukuran produk hand sanitizer memperhatikan ukuran pengguna yaitu “ergonomis” Ukuran produk menggunakan perhitungan antropometri 5 Produk hand sanitizer terbuat dari material bersifat ramah lingkungan dan tahan lama Material produk adalah kayu jati Belanda

6 Produk hand sanitizer mudah diisi daya Sumber tenaga menggunakan powerbank

Pengolahan data merupakan proses yang dilakukan dengan mengolah data yang telah didapatkan untuk melakukan pengembangan produk hand sanitizer otomatis. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, benchmarking, House of Quality (HOQ), serta perancangan produk. Berdasarkan hasil kuesioner tertutup, dilakukan uji validitas untuk mengetahui apakah hasil kuesioner telah tervalidasi dan dapat digunakan untuk proses selanjutnya. Pengujian dilakukan dengan taraf signifikan 0,05. Nilai rabel r yang didapatkan adalah sebesar 0,2352. Maka apabila r hitung > 0,2352 maka pernyataan yang dikumpulkan kuesioner dinyatakan valid. Uji reliabilitas merupakan pengukuran konsistensi dari hasil kuesioner apabila pengukuran dilakukan berulang. Reliabilitas menggambarkan sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk memiliki skor yang relatif tidak berubah. Berdasarkan rentang nilai cronbach’s alpha, nilai sebesar 0,527 dapat dikatakan cukup reliabel yang berarti konsistensi hasil jawaban kuesioner cukup konsisten dari waktu ke waktu.

Benchmarking dilakukan untuk membandingkan produk inovasi dengan produk referensi. Benchmarking dilakukan dengan pengumpulan data-data produk referensi untuk dibandingkan dengan produk inovasi dari segi kelebihan maupun kekurangannya.

Bobot penilaian untuk membandingkan terdiri dari 5 bobot, yaitu 1 (sangat tidak unggul), 2 (tidak unggul), 3 (cukup unggul), 4 (unggul), dan 5 (sangat unggul). Hasil benchmarking didapatkan dari tiga ahli produk hand sanitizer yaitu orang yang memiliki produk hand sanitizer otomatis serta menggunakannya secara rutin selama kurun waktu minimal satu tahun. Hasil yang didapat dari ketiga ahli kemudian dirata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Kesimpulan Benchmarking Atribut Kebutuhan Pelanggan

No Kebutuhan Produk Referensi Produk Inovasi

1 Produk hand sanitizer mudah ditempatkan untuk digunakan di segala tempat 3 5

2 Produk hand sanitizer menggunakan cairan berkonsentrasi rendah (cair) 5 5

3 Produk hand sanitizer menggunakan sistem penyemprotan dua arah 1,67 4,33

4 Ukuran produk hand sanitizer memperhatikan ukuran pengguna yaitu “ergonomis” 2 5 5 Produk hand sanitizer terbuat dari material bersifat ramah lingkungan dan tahan lama 4 4,33

6 Produk hand sanitizer mudah diisi daya 2,33 5

Total 18 28,66

Berdasarkan Tabel 5, produk referensi mendapatkan poin 18 sedangkan produk inovasi mendapatkan poin 28,66.

Kesimpulannya, produk inovasi lebih unggul dari produk referensi. Karakteristik teknis kemudian digunakan sebagai dasar melakukan benchmarking pada Tabel 6.

Tabel 6 Perbandingan Karakteristik Teknis

No Karakteristik Teknis Produk Referensi Produk Inovasi

1 Jenis Material Plastik abs Kayu jati Belanda

2 Panjang produk 13,28 cm Sesuai antropometri (23 cm)

3 Lebar produk 11,938 cm Sesuai antropometri (10 cm)

4 Tinggi produk 27,432 cm Sesuai antropometri (18 cm)

5 Cairan hand sanitizer Cair Cair

6 Sistem Penyemprotan Bawah, satu arah Samping, dua arah

7 Sumber Tenaga Baterai power bank atau listrik

Berdasarkan Tabel 6, dilakukan benchmarking karakteristik teknis. Hasil benchmarking didapatkan dari tiga ahli kemudian dirata-rata. Produk referensi mendapatkan poin 26 sedangkan produk inovasi mendapatkan poin 33. Kesimpulannya, produk inovasi lebih unggul dari produk referensi berdasarkan Tabel 7.

Tabel 7 Kesimpulan Benchmarking Karakteristik Teknis

No Spesifikasi Produk Referensi Produk Inovasi

1 Jenis Material 4 4,67

2 Panjang produk 4 4,67

3 Lebar produk 4 4,67

(5)

4 Tinggi produk 4 4,67

5 Cairan hand sanitizer 5 5

6 Sistem Penyemprotan 2,67 4,67

7 Sumber Tenaga 2,33 4,67

26 33

Berdasarkan data-data diatas, rumah kualitas kemudian dibuat. House of Quality berisikan kebutuhan pelanggan, tingkat kepentingan, karakteristik teknis, serta hasil benchmarking. Gambar 3 merupakan House of Quality. Berdasarkan House of Quality, dapat diketahui prioritas kepentingan untuk karakteristik teknis. Karakteristik teknis yang memiliki weighted importance terbesar akan diprioritaskan dalam pengembangan produk, dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Prioritas Kepentingan Karakteristik Teknis

Kepentingan Karakteristik Teknis Weighted Importance

1 Sistem Penyemprotan 135,0

2 Cairan hand sanitizer 90,0

3 Panjang hand sanitizer 65,0

4 Lebar hand sanitizer 65,0

5 Tinggi hand sanitizer 65,0

6 Jenis Material 45,0

7 Sumber Tenaga 45,0

Gambar 3 House of Quality

Spesifikasi terhadap rancangan produk dibuat berdasarkan antropometri dari pengguna hand sanitizer. Rancangan produk hand sanitizer memprioritaskan ukuran persentil besar agar pengguna dengan tangan besar maupun kecil dapat menggunakan produk hand sanitizer ini. Hand sanitizer juga menggunakan sensor infrared yang apabila ditambahkan allowance akan membutuhkan tempat setinggi 7 cm. Mekanisme penyemprotan yang dibuat dari tuas pengait dan motor dc dengan gearbox akan membutuhkan tempat selebar 10 cm yang akan menjadi lebar pada produk hand sanitizer, dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9 Data Karakteristik Teknis Produk

Karakteristik Teknis Perhitungan Hasil

Panjang Produk Ukuran tangan persentil 90 + panjang ukuran dua mekanisme penyemprotan (kanan dan kiri)

11 cm + 6 cm + 6 cm = 23 cm

Lebar Produk Lebar mekanisme tuas penyemprot 10 cm

Tinggi Produk Tinggi sensor dan allowance + ukuran tangan persentil 90 7 cm + 11 cm = 18 cm

(6)

Berdasarkan karakteristik yang didapatkan dari house of quality beserta data antropometri, desain produk hand sanitizer otomatis dua arah dibuat. Desain dibuat dengan menggunakan software AutoCAD dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Tampak Isometri Hand Sanitizer Otomatis Dua Arah

Desain Produk yang dibuat memiliki ukuran (23 x 10 x 18) cm. Mekanisme penyemprotan menggunakan dua motor DC beserta gearbox. Tip 42C, resistor 1k ohm, dan sensor infrared. Komponen besertar angkaian elektronik dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Rangkaian Elektronik Hand Sanitizer Otomatis Dua Arah

Cara kerja pada produk hand sanitizer otomatis dua arah yaitu aliran listrik didapatkan dari power bank maupun pengisi daya handphone. Sensor infrared mendapatkan input berupa objek yang terdeteksi pada jarak tertentu. Saat infrared sensor mendeteksi suatu objek, hasil rangkaian bersama Tip 42C dan resistor 1k ohm akan memberikan feedback berupa aliran listrik yang kemudian membuat dua motor DC bergerak secara pararel sehingga menggerakkan gearbox. Gearbox tersebut kemudian terhubung ke mekanisme penyemprotan yang membuat gerakan naik turun sehingga botol berisi hand sanitizer yang ada pada bagian kanan dan kiri menyemprotkan cairan hand sanitizer. Mekanisme penyemprotan tersebut akan dibuat dari dua sisi yaitu kiri dan kanan sehingga hand sanitizer akan disemprotkan dari dua arah. Setelah dilakukan pengetesan, setiap sisi hand sanitizer mengeluarkan debit hand sanitizer sebesar 1,22 mililiter setiap 60 detik yang dikeluarkan dari 133 semprotan, dimana karena terdapat dua mekanisme penyemprotan debit total menjadi 2,44 mililiter setiap 60 detik yang dikeluarkan dari 266 semprotan. Berdasarkan debit tersebut, hand sanitizer pada kedua sisi yang masing-masing berisi 50 mililiter hand sanitizer akan habis digunakan secara terus-menerus selama 45 menit. Setiap penggunaan hand sanitizer pada satu tangan akan memakan waktu kira- kira 5 detik, yang berarti produk hand sanitizer otomatis dua arah dapat digunakan untuk menyemprotkan cairan hand sanitizer ke 540 tangan sebelum diisi ulang. Sistem penyemprotan ini dinilai lebih efektif jika dibandingkan dengan hand sanitizer yang ada di pasaran, dimana masih menggunakan sistem penyemprotan satu arah. Sensor yang akan diletakkan ditengah akan dilindungi dengan cover pelindung sensor untuk mencegah sensor terkena cairan. Produk prototype dibuat untuk menjamin keberhasilan desain ini, yang dapat dilihat pada Gambar 6.

(7)

Gambar 6 Produk Prototype Hand Sanitizer Otomatis Dua Arah.

IV. KESIMPULAN

Identifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan dari produk hand sanitizer otomatis terdiri dari produk hand sanitizer mudah ditempatkan untuk digunakan di segala tempat, produk hand sanitizer menggunakan cairan berkonsentrasi rendah (cair), produk hand sanitizer menggunakan sistem penyemprotan dua arah, ukuran produk hand sanitizer memperhatikan ukuran pengguna yaitu

“ergonomis”, produk hand sanitizer terbuat dari material bersifat ramah lingkungan dan tahan lama, serta produk hand sanitizer mudah diisi daya. Identifikasi karakteristik teknis produk hand sanitizer otomatis yang sesuai dengan antropometri pengguna terdiri dari arah penyemprotan produk ke arah samping, produk hand sanitizer menyemprotkan cairan hand sanitizer berkonsentrasi rendah, produk menggunakan dua mekanisme penyemprotan, ukuran produk menggunakan perhitungan antropometri, material produk adalah kayu jati Belanda, dan sumber tenaga menggunakan powerbank. Rancangan produk yang dibuat memiliki ukuran (23 x 10 x 18) cm.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Lemeshow, Stanley, dkk. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1997.

[2] Supranto, J.. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1 Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga, 2000 [3] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2005.

[4] Tjiptono, Fandy, dan Anastasia Diana. Total Quality Management Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi Offset, 2003.

[5] Cohen, Lou. Quality Function Deployment: How To Make QFD Work For You. Massachussets: Addison Wesley Publishing Company, 1995.

[6] Heizer, Jay dan Render Barry. Manajemen Operasi Edisi Ke-11. Jakarta: Salemba Empat, 2015.

[7] Budiana, B, dkk. Pembuatan Alat Otomatis Hand Sanitizer sebagai Salah Satu Antisipasi Penyebaran COVID-19 di Politeknik Negeri Batam. Journal of Applied Electrical Engineering, 4(2), 2020.

[8] Wijayanto, Wahyu; Permatadeny Nevita, Ary; dan Ahlis Munawi, Hisbulloh. Perancangan Sistem Otomatisasi Hand Sanitizer Berbasis Sensor Infrared Barrier Module. Jurnal NOE, 4(1), 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Hand sanitizer dengan 8% ekstrak kemudian dilakukan pengujian lanjutan, hingga diperoleh data bahwa formulasi hand sanitizer tersebut memiliki pH 6 (produk komersial pH 5), daya

Metode analisis untuk identifikasi alkohol dalam hand sanitizer dengan menggunakan spektrometer Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan kemometrik dapat digunakan dengan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi PT Herlina Indah, perusahaan yang memproduksi hand sanitizer ANTIS, khususnya tentang posisi ekuitas merek,

Cara kerja hand sanitizer otomatis adalah sensor ultrasonik sebagai deteksi yang akan membaca tangan pada jarak tertentu sebagai masukan, yang akan meneruskan ke

Pada produk gel hand sanitizer dengan formulasi ekstrak daun sirih hijau di minggu pertama memiliki bau khas yang sangat menyengat, warna kuning hingga

Seiring mewabahnya Corona Virus Disease Covid-19 di Indonesia di awal tahun 2019 menyebabkan langkanya produk cairan antiseptic pencucian tangan hand sanitizer, maka STIKES Samarinda

Ada empat pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini yakni tentang kontribusi dimensi-dimensi ekuitas merek terhadap pembentukan ekuitas merek hand sanitizer, kontribusi usaha-usaha

Hand sanitizer atau antiseptik tangan merupakan produk yang secara instan dapat mematikan kuman tanpa menggunakan air, dapat digunakan kapan saja dan dimana saja, misalnya setelah