JOKER
(JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN)
Volume 3 No. 1 April 2022 e-ISSN: 2723-584X
HUBUNGAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN
MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA SMP NEGERI 1 KAMBOWA
KABUPATEN BUTON UTARA
Syawaluddin La Wali1, Muhamad Rusli2
1Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan/ Ilmu Keolahragaan/ Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari.
Email: [email protected]
3Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan/ Ilmu Keolahragaan/ Dosen Universitas Halu Oleo Kendari
Email: [email protected]
ABSTRACT
the relationship of agility and dribbling ability at SMP Negeri 1 Kambowa Kabupaten Buton Utara. The first survivor is Mr. Dr. Wolter Mongsidi, S.Pd., M. Kes and the second survivor is Mr.
Drs. Muhammad Rusli, M.Kes, department of ilmu keolahragaan teacher training and education faculty university haluoleo kendari. The purpose of this study is to find out the relationship of agility and dribbling ability. The population of this study is the students of SMP Negeri 1 Kambowa who followed in extracurricular football activity that consisted of 31 male students. Sampling in this research used purposive sampling technique they are male students totaling 31. The instrument to measure agility used right boomerang run test. Right boomerang run test means someone runs towards the top point and turns then runs back and turns left around the right point then circle to the center point around it and return to the finish line while to measure the ability in dribbling used a test by dribbling through the obstacles that have been determined by the number of ten obstacles managed in parallel with a predetermined distance record the fastest time for two repetitions to be a value that represents the sample value. The technique of data analysis used correlation product moment test.
Based on the data analysis in this research that there was a significant relationship between agility and dribbling ability to the students at SMP Negeri Kambowa Kabupaten Buton Utara where the correlation koefisien (rxy = 0,40 > nilai r table = 0,355). With the coefficient of determination r2 = 0.16 or 16% the meaning is agility gave contribution towards dribbling ability as much as 16% while 84%
is affected by physical condition elements such as strength, speed, agility, accuracy and ankle coordination.
Keywords: agility, dribbling, soccer.
ABSTRAK
Hubungan Kelincahan Dengan Kemampuan Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola Pada Siswa SMP Negeri 1 Kambowa Kabupaten Buton Utara. pembimbing 1 Bapak Dr. Wolter Mongsidi, S.Pd., M. Kes pembimbing II Bapak Drs.Muhamad Rusli,
M.Kes ,Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo Kendari, Jurusan Ilmu Keolahragaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola . Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri 1 Kambowa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Sepak Bola .yang berjumlah 31 orang putra. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik porposive sampling yaitu siswa yang berjenis kelamin laki-laki yang berjumlah 31 orang. Instrument mengukur kelincahan menggunakan Right Boomerang Run Test Orang coba berlari kea rah titik atas dan berkelok lalu lari kembali dan berkelok ke kiri melingkari titik sebelah kanan kemudian berputar di titik tengah melingkarinya dan kembali ke garis finish sedangkan untuk mengukur tes kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola menggunakan tes menggiring bola melalui rintangan-rintangan yang telah di tentukan dengan jumlah rintangan sebanyak 10 buah yang di atur secara sejajar dengan jarak yang telah di tentukan Catatan waktu tercepat selama dua kali pengulangan menjadi nilai yang mewakili nilai sampel.
Teknik analisis data mengunakan uji korelasi product moment. Berdasarkan analisis data maka dalam penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada sisiwa SMP Negeri 1 Kambowa Kabupaten Buton Utara dimana koefisien korelasi (rxy = 0,40>nilai rtabel = 0,355).
dengan koefisien determinas r2 = 0.16, atau 16% artinya kelincahan memberikan konstribusi atau sumbangan terhadap kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola sebesarnya 16%, sedangkan 84% dipengaruhi oleh unsur-unsur kondisi fisik seperti kekuatan, kecepatan, kelincahan, ketepatan dan koordinasi mata kaki.
Kata kunci :kelincahan, menggiring bola, sepak bola.
PENDAHULUAN
Olahraga merupakan salah satu kebutuhan manusia, dengan berolahraga manusia mempunyai kesehatan, kebugaran, sportivitas, prestasi serta bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional BAB II Pasal 4 menjelaskan, ”Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin mempererat dan membina kesatuan dan persatuan bangsa, memperkokoh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa”. Pendidikan juga merupakan kebutuhan manusia yang harus dimiliki, karenanya akan di peroleh pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan. Pendidikan juga sebagai penentu faktor keberhasilan dan kesiapan dalam menghadapi tantangan global.
Berdasarkan kutipan di atas, dapat di jelaskan bahwa olahraga dan pendidikan saling berdampingan, yakni proses pendidikan yang teratur akan memperoleh pengetahuan yang efektif dan efisien.
Memiliki keterampilan, kesehatan, kebugaran dan kesenangan akan meningkatkan mutu suatu pendidikan terutama pada pendidikan jasmani di Sekolah..
Hakekat olahraga merupakan kegiatan fisik yang mengandung sifat permainan dan berisi perjuangan melawan diri sendiri atau dengan orang atau konfrontasi dengan unsur-unsur alam.
Kegiatan olahraga meliputi gaya pertandingan, maka kegiatan itu harus dilaksanakan dengan semangat atau jiwa sportif. Pada olahraga kelompok mendorong manusia saling bertanding dalam suasana kegembiraan dan kejujuran.
Olahraga memberi kemungkinan pada tercapainya rasa saling mengerti dan menimbulkan solidaritas serta tidak mementingkan diri sendiri. Olahraga juga dapat di jadikan alat pemersatu. Selain itu
olahraga juga dapat membuat tubuh seseorang menjadi sehat jasmani dan rohani yang akhirnya akan membentuk manusia yang berkualitas. Mengingat pentingnya peranan olahraga dalam kehidupan manusia, juga dalam usaha ikut serta memajukan manusia Indonesia berkualitas, maka pemerintah Indonesia
mengadakan pembinaan dan
pengembangan di bidang olahraga, seperti mengadakan pertandingan-pertandingan yang biasanya di ikuti oleh para olahragawan.
Teknik dasar sepak bola dan mampu bekerja sama dalam permainan.
Undang-Undang No 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional (pasal 17) menyiratkan bahwa “Ruang lingkup olahraga meliputi kegiatan (a) olahraga pendidikan (b) olahraga rekreasi (c) olahraga prestasi”. Salah satu cabang olahraga yang dilakukan pembinaan yaitu sepak bola. Sepak bola sebagai cabang olahraga paling populer di dunia. Karena banyak di minati seluruh kalangan mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian dari pemerintah salah satu usaha yang sudah dilakukan adalah pembinaan sepak bola sejak dini melalui sekolah- sekolah sepak bola. Pelatihan dan pengasahan teknik dasar serta taktik permainan di ajarkan di sekolah sepak bola ini, tujuannya untuk membentuk pemain- pemain sepak bola yang mempunyai kekuatan mental, menguasai teknik dasar sepak bola dan mampu bekerja sama dalam permainan.
Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa olahraga dapat memberikan sambangan yang sangat berarti dan berharga bagi manusia secara menyeluruh, karena berkembang bukan cuman aspek kelenturan dan kebugaran jasmani saja, namun juga aspek lain yang sangat penting dari sosok manusia seutuhnya yaitu berkembang manusia penelaran, perkembangan intelegensi emosional dan sifat-sifat lainnya yang membuat karakter
seseorang menjadi tangguh, sportif dan disiplin.
Dalam olahraga sepak bola, salah satu kemampuan dasar yang harus di kuasai oleh seorang pemain adalah kemampuan menggiring bola. Kemampuan menggiring bola dalam olahraga sepak bola harus di kuasai oleh setiap pemain khususnya pada posisi penyerang. Karena merupakan senjata ampuh dalam upaya menyusun serangan ke daerah lawan.
Menggiring bola dalam situasi bermain artinya membawa bola dari satu lini ke lini lainnya dengan cara mengontrol dari kaki ke kaki bila ruang gerak sempit, karena lawan menutup daerahnya. Dengan demikian kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola jelas membutuhkan unsur kemampuan fisik, yang di anggap dapat memberikan sumbangan atau konstribusi terhadap kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola adalah komponen kecepatan, kelincahan dan koordinasi mata kaki.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Penelitian korelasional ini yaitu penelitian yang dilakukan mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedua atau beberapa variabel (Suharsimi Arikunto, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelincahan dan kemampuan menggiring bola pada siswa SMP Negeri 1 Kambowa. Adapun desain penelitian sebagai berikut :
Keterangan :
X = Kelincahan
Y = Kemampuan menggiring bola = Hubungan
Penelitian yang berjudul hubungan kelincahan dengan kemampuan
X Y
menggiring bola dalam permainan sepak bola pada siswa SMP Negeri 1 Kambowa Kabupaten Buton Utara dilaksanakan di lapangan sekolah waktu pelaksanan dilakukan pada tanggal 9 April 2021.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluru Siswa SMP Negeri 1 Kambowa yang terdiri dari 161 orang, dimana laki-laki berjumlah 98 orang dan perempuan berjumlah 63 orang.
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana dalam penelitian ini adalah jenis kelamin laki-laki yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola SMP Negeri 1 Kambowa sebanyak 31 orang. Instrumen untuk mengukur Kelincahan mengunakan Right Boomerang Run Test (Dr.
Widiastuti, M.Pd ,) sedangkan instrumen untuk mengukur kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola ialah menggiring bola melewati 10 rintangan dengan jarak tempuh 20 meter (Suharno 1986), Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik statistik diuji menggunakan product moment.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
a. Kelincahan
1. Tujuan : Untuk mengukur kelincahan (agility).
2. Alat/perlengkapan: Meter , Stopwacht, Pita atau isolasi, Cat atau kapur, Kerucut ,Alat tulis , Lapangan.
3. Pelaksanaan : Tanda kerucut di tempatkan pada 17 feet (5,18) dari garis start, Tanda lain di tempatkan pada 15 feet (4,57 m) di seberang tanda pertama, Tanda kerucut lain di tempatkan pada 15 feet (4,57 m) di samping tanda pertama dari garis start, Orang coba berlari kearah titik atas dan berkelok lalu lari kembali berkelok ke kiri melingkari titik sebelah kanan kemudian berputar di titik tengah melingkarinya dan kembali ke garis finish.
4. Penilaian: Catat waktu yang di tempuh yang terbaik dari 3 kali pengulangan, dan catat sampai 1/10 detik.
b. Kemampuan menggiring bola
a. Tujuan: untuk mengukur kemampuan dalam menggiring bola dalam cabang olahraga sepak bola.
b. Alat yang digunakan : Stopwatch,Bola
kaki,Meteran,Lapangan menggiring bola,Tongkat untuk rintangan, alat tulis / formulir tes.
c. Petunjuk pelaksanaan : sampel berdiri dibelakang garis start dengan bola yang telah di siapkan, dengan aba- aba” stopwatch dijalankan, sampel melakukan gerakan menggiring bola secepat mungkin melalui rintangan- rintangan yang telah ditentukan, Jumlah rintangan yang akan dilalui adalah tiap patok adalah 10 buah yang di atur secara sejajar dengan jarak yang telah ditentukan, Sampel yang mengeluarkan bola dari lintasan pada waktu melewati rintangan harus dikembalikan pada jalur yang sebenarnya dengan perhitungan waktu yang terus berjalan, Catatan waktu tercepat selama dua kali pengulangan menjadi nilai yang mewakili nilai sampel. (Suharno, 1986), Jarak antara rintangan yang di lewati berjarak 2 meter dari garis start dan semua jarak rintangan dari garis start sampai finish sepanjang 20 meter.
HASIL PENELITIAN
1. Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada Siswa SMP Negeri 1 Kambowa Kabupaten Buton Utara . Hasil analisis statistik deskripsi yang dimaksud adalah rata-rata, standar deviasi, nilai maximum dan nilai minimum dari tiap variabel penelitian.
Tabel.1 Deskripsi Statistik Kelincahan (X), Dengan Kemampuan Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola (Y).
Variab el
Rata-
rata Stdev Ma
x Min X 20,78 5,22 27,
22 19,1
0
Y 24,27 2,68 29, 67
20,3 4 Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 1. dapat diketahui:
1. Rata-rata dari Kelincahan (X) adalah 20,78 dengan standar deviasi 5,22.
2. Rata-rata dari kemampuan menggiring bola (Y) adalah 24,27 dengan standar deviasi 2,68.
3. Skor kemampuan maximum dari kelincahan (X) adalah 27,22
sedangkan kemampuan
minimalnya adalah 29,67.
4. Skor maximal kemampuan menggiring bola (Y) adalah 20,34
sedangkan kemampuan
minimalnya adalah 19,10.
2. Distribusi Frekuensi Kelincahan Dengan Kemampuan Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kelincahan (X)
N Kelas Interval
Frekuensi Presentase
% 1 19,10-
20,10 21 67%
2 21,10-
22,12 6 20%
3 23,17-
27,22 4 13%
Jumlah 31 100%
Jika kelincahan dalam penelitian ini di kelompokkan ke dalam distribusi frekuensi kelas interval, frekuensi dan presentase maka diperoleh data sebagai berikut:
a. Sebanyak 21 siswa (67%) memiliki kelincahan dalam skor interval 19,10-20,10.
b. Sebanyak 6 siswa (20%) memiliki kelincahan dalam skor interval 21,10-22,12.
c. Sebanyak 4 siswa (13%) memiliki kelincahan dalam skor interval 23,17 27,22.
Apabila ditampilkan dalam bentuk histogram dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 1. Histogram Kelincahan (X)
0 5 10 15 20 25
19,10-20,10 21,10-22,12 23,17-27,22
Tabel 3.Distribusi Frekuensi Kemampuan Menggiring Bola Dalam Permainan Bola (Y)
N Kelas Interval
Frekuensi Presentase %
1 20,34-
21,25 4 13%
2 22,12 –
23,11 11 35%
3 24,10 -
25,11 9 29%
4 26,33 –
27,23 4 13%
5 28,32-
29,11 3 10%
Jumlah 31 100%
Jika kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola dalam penelitian ini di kelompokkan ke dalam distribusi frekuensi kelas interval, frekuensi dan presentase maka diperoleh data sebagai berikut:
a. Sebanyak 4 siswa (13%) memiliki kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola dengan skor interval 20,34-21,25.
b. Sebanyak 11 siswa (35%) memiliki kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola dengan skor interval 22,12-23,11.
c. Sebanyak 9 siswa (29%) memiliki kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola dengan skor interval 24,10 - 25,11.
d. Sebanyak 4 siswa (13%) memiliki kemampuan menggirng bola dalam permainan sepak bola dengan skor interval 26,33 – 27,23.
e. Sebanyak 3 siswa (10%) memiliki kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola dengan skor interval 28,32-29,11.
Apabila ditampilkan dalam bentuk histogram dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 2. Histogram Kemampuan menggiring bola dalam dalam permainan sepak bola(Y)
3. Hasil Uji Prasyarat
Sebelum dilakukan analisis statistik, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi atau uji persyaratan analisis yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas. Penggunaan uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data yang diperoleh, sedangkan penggunaan uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang linear.
a. Uji Normalitas
Pengujian normalitas menggunakan uji kolmogorof sminorv. Dalam uji ini akan menguji hipotesis sampel berasal dari populasi berdistribusi normal, untuk menerima atau menolak hipotesis dengan membandingkan harga asymp. sig dengan 0,05. Kriterianya Menerima hipotesis apabila asymp. sig lebih besar dari 0,05, apabila tidak memenuhi keriteria tersebut maka hipotesis ditolak.
Tabel 4. Hasil Perhitungan Uji Normalitas
N Variabel Asymp.S ig
Kesimpu lan 1 Kelincahan 0,771 Normal 2 Kemampua
n
Menggirin g Bola dalam
0,579 Normal
02 46 108 12
Permainan Sepak Bola
Dari tabel di atas harga asymp. sig dari variabel semuanya lebih besar dari 0,05 maka hipotesis yang menyatakan sampel bedasarkan dari populasi yang berdistribusi normal diterima. Dari keterangan tersebut, maka data variabel dalam penelitian ini dapat dianalisis menggunakan uji korelasi product moment.
b. Uji Linieritas
Uji Linieritas digunakan untuk mengetahui sifat hubungan linier atau tidak antara variabel bebas dan variabel terikat, regresi dikatakan linier apabila siginifkansi lebih besar dari 0,05. Hasil uji linieritas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel .5 Hasil Perhitungan Uji Liniearitas
Variabel Signifika nsi
Kesimp ulan Kelincahan
Dengan Kempuan Menggiring Bola Dalam Permainan Sepak Bola
0,579 Linier
Dari hasil di atas diperoleh bahwa kedua nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier.
4. Uji Korelasi Product Moment
Data diuji dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil uji korelasi product moment dapat dilihat pada table di bawa ini
Tabel 4.6 Hasil Uji Korelasi Kelincahan (X) Dengan Kemampuan Menggiring Bola Dalam permainanSepak Bola (Y)
Korelasi Variabel
Koefisie n
Koefisi en
r
tabel
Korelasi (r)
Determ inasi (r²)
(0,0 5:4 1) X dengan Y 0,40 0,16 0,3
35
PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola. yang terdiri dari dua item tes telah diperoleh hasil sebagaimana terlihat dalam pengujian uji korelasi product moment. Secara teori dalam menggiring bola di tentukan oleh unsur kondisi fisik seperti kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelincahan, daya tahan dan koordinasi , akan tetapi yang menjadi fokus dalam penelitian ini merupakan kelincahan.
Berdasarkan analisis statistik dengan uji korelasi product moment di kemukakan bahwa ada korelasi yang kuat antara kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola. hal ini terlihat dari rxy yang di peroleh sebesar 0,40 dimana hasil ini jika dimasukan dalam peta korelasi maka hubungan kedua variabel berada pada kategori sedang, selain itu menandakan adanya hubungan yang bermakna hal ini terlihat dari perolehan nilai r hitung = 0,40
> r tabel = 0.355, sedangkan koefisien determinasi r² = 0,16 yang berarti bahwa kelincahan memberikan sumbangan sebesar 16% terhadap kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola , sedangkan 84% dipengaruhi oleh unsur-unsur kondisi fisik dan potensi fisik lainnya.
Menggiring bola atau dribbling merupakan salah satu tektik dasar yang cukup memiliki peranan penting dalam permainan sepak bola, maka dapat dikatakan bahwa mahirnya seorang pemain dapat dilihat pada bagaimana seorang pemain tersebut menggiring bola.
menggiring bola tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga di
butuhkan juga kecepatan merubah arah atau posisi. merubah arah disini di artikan sebagai kelincahan sehingga dapat disimpulkan bahwa kelincahan merupakan salah satu faktor keberhasilan kemampuan menggiring bola.
Deskripsi hasil penelitian yang telah diuraikan dipastikan bahwa kelincahan memiliki peran penting terhadap kemampuan menggiring bola pada permainan sepakbola. Dengan demikian benar adanya bahwa kelincahan memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada siswa yang mengikuti program ekstrakulikuler siswa SMP Negeri 1 Kambowa Kabupaten Buton Utara.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola, dimana koefisien korelasi rxy = 0.40> nilai r tabel
=0.355 , dengan koefisien determinasi r² = 0.16 atau 16% artinya kelincahan memberikan konstribusi atau sumbangan terhadap kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola sebesarnya 16%, sedangkan 84% dipengaruhi oleh unsur-unsur kondisi fisik dan potensi- potensi yang lainnya.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka ada beberapa saran yang disimpulkan yaitu :
1. Bagi para Pembina atau pelatih olahraga memperbanyak melakukan latihan kelincahan guna mendukung pelaksanaan gerak maksimal.
2. Bagi para mahasiswa kiranya dapat mengkaji lebih jauh mengenai kelincahan untuk cabang olahraga yang dominan membutuhkan kelincahan.
3. Diharapkan di jadikan bahan rujukan sebagai pelatih selanjutnya yang akan
melakukan penelitian tentang menggiring bola dalam permainan sepak bola.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapakn terimaksi yang sebesar besarnya kepada Dr.Wolter Mongsidi, S.Pd..M. Kes ,selaku pembimbing pertama saya dan Drs.Muhamad Rusli, M.Kes sebagai pembimbing kedua saya, ucapan terimakasih juga kepada kedua orang tua saya yang tidak berhenti henti mendoakan saya dan memberikan pengorbanan yang besar sehingga penulis bisa mencampai pendidikan seperti sekarang ini. semoga kerja keras dan tetesan keringat dalam mendidik dan membesarkanku mendapatkan balasan yang baik disisi Allah SWT, Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Salim. (2008). “Buku Pintar Sepakbola”. Bandung: Nuansa.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek.
Mielke. Danny. (2003). Dasar – Dasar Sepakbola, Cara yang Lebih Baik untuk Mempelajarinya : Paraka Raya Parakarnya Pustaka, Eastern Oregon University.
Muhajir, 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.
Nurhasan, 2008. Tes dan Pengukuran Pendidikan Jasmani. Prinsip- Prinsip dan Penerapannya. Jakarta:
Diknas Diknasmen.
Khaerddin, W. (2019). Hubungan antara Kecepatan dan Kelincahan dengan Kemampuan Menggiring Bola
dalam Permainan Sepak Bola pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan
Olahraga Universitas Negeri Makassar.
Muhyi, (2008). Meningkatkan Kebugaran Tubuh Melalui Permainan dan Olahraga Sepakbola. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.