KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 259 TAHUN 2021
TENTANG
SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP TRANSPORTASI (SIPINTAR) BERBASIS ELEKTRONIK BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN DI
LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 175 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2021, Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan, Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan yang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kebijakan lingkungan hidup, peningkatan sistem dan inovasi pelayanan transportasi berkelanjutan;
b. bahwa perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Sistem Informasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Transportasi Berbasis Elektronik Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan Di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4722);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849);
A
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956);
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6617);
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6634);
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6642);
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6643);
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6644);
Menetapkan :
PERTAMA
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6645);
12. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 75);
13. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 408);
14. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 990);
15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 873 );
16. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1898 Tahun 2018 tentang Pembentukan Koordinator Sub Sektor dalam Pemenuhan Izin Lingkungan Pada Usaha atau Kegiatan di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
MEMUTUSKAN:
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP TRANSPORTASI (SIPINTAR) BERBASIS ELEKTRONIK BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN.
Sistem Informasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Transportasi Berbasis Elektronik Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan di Lingkungan Kementerian Perhubungan yang selanjutnya disebut SIPINTAR adalah sistem aplikasi elektronik yang dapat diakses melalui sipintar.dephub.go.id yang menyajikan database dokumen lingkungan untuk
KEDUA
membantu dalam monitoring rencana penyusunan dokumen lingkungan, laporan semester RKL-RPL, rencana pemantauan lingkungan hidup, proses pelaksanaan izin pengelolaan lingkungan hidup, dan pemenuhan baku mutu lingkungan hidup secara elektronik.
: SIPINTAR diterapkan kepada setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Izin Lingkungan di lingkungan Kementerian Perhubungan.
KETIGA : Pemrakarsa kegiatan di lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menginput izin lingkungan ke aplikasi SIPINTAR, yang antara lain:
a. menyampaikan data awal proses penyusunan dokumen lingkungan;
b. menyampaikan nomor SK Izin Lingkungan;
c. menyampaikan matriks RKL-RPL kegiatan;
d. menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaan lingkungan sesuai dengan periode pelaporan dalam izin lingkungan setiap 6 bulan sekali.
KEEMPAT : Dalam melaksanakan kegiatan SIPINTAR, pengelola SIPINTAR merupakan koordinator subsektor pemenuhan izin lingkungan yang terdiri atas:
a. Administrator Sistem; dan b. Administrator Data.
KELIMA : Tata cara melakukan registrasi, pelaporan dan hubungan kerja pengelola SIPINTAR sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.
KEENAM : Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan melakukan pengawasan, evaluasi dan pelaksanaan monitoring atas penyelenggaraan SIPINTAR sewaktu-waktu dalam hai dibutuhkan.
KETUJUH : Terhitung sejak ditetapkannya Keputusan Menteri ini, seluruh unit kerja di Lingkungan Kementerian Perhubungan wajib menggunakan SIPINTAR.
KEDELAPAN Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Desember 2021 MENTERI PERHUBUNGAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BUDI KARYA SUMADI
Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada : 1. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan;
2. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan;
3. Para Direktur Jenderal dan Para Kepala Badan di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
4. Staf Ahli Perhubungan Bidang Teknologi, Energi dan Lingkungan.
Salinan sesuai dengan aslinya
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR KM 259 TAHUN 2021 TENTANG
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN
TENTANG SISTEM INFORMASI
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP TRANSPORTASI (SIPINTAR) BERBASIS ELEKTRONIK BAGI USAHA DAN/ATAU
KEGIATAN DI LINGKUNGAN
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TATA CARA REGISTRASI, PELAPORAN,
DAN TATA HUBUNGAN KERJA PENGELOLA SIPINTAR
*) A d m i n i s t r a t o r S is t e m
**) A d m i n i s t r a t o r D a t a
Penjelasan I. Registrasi
1. Pemrakarsa/Pemegang izin mengisi form registrasi SIPINTAR melalui alamat sipintar.dephub.go.id
2. Administrator Sistem/PPTB memvalidasi akun Pemrakarsa/Pemegang izin dengan mengirim akun pengguna dan kata kunci ke email aktif yang didaftarkan oleh Pemrakarsa/Pemegang izin.
3. Pemrakarsa/Pemegang izin menerima informasi akun pengguna dan kata kunci sebagai hak akses ke dalam SIPINTAR.
4. Pemrakarsa/Pemegang izin mengisi form profil dengan ketentuan:
a. mengisi seluruh informasi yang ditentukan; dan
b. melampirkan data pendukung dengan data yang valid.
5. Administrator Sistem memvalidasi isian profil, lampiran surat kuasa, akta pendirian. Isian dinyatakan valid jika:
a. seluruh informasi terisi; dan
b. terdapat kesesuaian informasi antara isian dengan data pendukung.
c. data pendukung valid.
6. Administrator Sistem memberikan kodefikasi jenis usaha/kegiatan kepada Pemrakarsa/Pemegang izin.
7. Administrator Sistem mengirim notifikasi kepada Administrator Data setiap Direktorat Jenderal.
II. Pengisian Pelaporan
1. Pemrakarsa/Pemegang izin mengisi laporan:
a. pelaporan pelaksanaan RKL-RPL dan UKL-UPL;
b. pelaporan Pengendalian Pencemaran Air;
c. pelaporan Pengendalian Pencemaran Udara;
d. pelaporan Pengelolaan Limbah B3; dan
e. pelaporan Pengendalian Kerusakan Lingkungan.
2. Pengisian laporan dapat dilakukan setiap saat sesuai dengan ketersedian data hasil pemantauan.
3. Pemrakarsa/Pemegang izin mengirim laporan melalui SIPINTAR.
4. Terhadap pelaporan yang telah dikirimkan, maka Pemrakarsa/Pemegang izin berhak mendapat Tanda Terima Elektronik (TTE) yang akan diberikan oleh Administrator Sistem.
5. Pemrakarsa/Pemegang izin mencetak Tanda Terima Elektronik (TTE) dengan periode pelaporan tertentu.
III. Validasi Data
1. Administrator Data melakukan validasi pelaporan sebagai berikut:
a. memeriksa kelengkapan data periode pelaporan sesuai ketentuan;
b. memeriksa isian pelaporan terhadap lampiran pendukung;
c. memeriksa kesesuaian lampiran pendukung.
d. memeriksa relevansi jenis pelaporan sesuai tahapan operasi (prakonstruksi, operasi/produksi, pasca produksi).
2. Administrator Data mengirim notifikasi status pelaporan lingkungan hidup kepada Pemrakarsa/Pemegang izin dengan status sebagai berikut:
a. laporan lengkap tanpa catatan;
b. laporan lengkap dengan catatan;
c. tidak lapor.
3. Pemrakarsa/Pemegang izin dapat menyampaikan perbaikan dan tidak lanjut atas catatan hasil validasi pada periode yang telah ditetapkan.
IV. Pengolahan Data dan Analisis
1. Administrator Data melakukan pengolahan data dan analisis sebagai berikut:
a. pengolahan dan analisis data RKL-RPL dan UKL-UPL;
b. pengolahan dan analisis data Pengendalian Pencemaran Air (PPA);
c. pengolahan dan analisis data Pengendalian Pencemaran Udara (PPU);
d. pengolahan dan analisis data Pengelolaan Limbah B3 (PLB3); dan e. data perhitungan beban pencemaran;
f. data neraca Limbah B3;
g. data pengelolaan lingkungan hidup lainnya.
2. Hasil pengolahan data selanjutnya digunakan sebagai salah satu dasar Evaluasi Kinerja.
V. Evaluasi Kinerja
1. Administrator Data melakukan evaluasi tingkat ketaatan Pemrakarsa/Pemegang izin Aspek Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan yaitu terhadap:
a. kepemilikan Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan;
b. pelaksanaan Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan;
c. pelaporan Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan.
2. Administrator Data melakukan evaluasi tingkat ketaatan Pemrakarsa/Pemegang izin Aspek Pengendalian Pencemaran Air yaitu terhadap:
a. perizinan;
b. titik penaatan;
c. pelaporan;
d. parameter baku mutu;
e. pemenuhan baku mutu;
f. ketentuan teknis.
3. Administrator Data melakukan evaluasi tingkat ketaatan Pemrakarsa/Pemegang izin Aspek Pengendalian Pencemaran Udara yaitu terhadap:
a. titik sumber emisi;
b. pelaporan;
c. parameter baku mutu;
d. pemenuhan baku mutu;
e. ketentuan teknis.
4. Administrator Data melakukan evaluasi tingkat ketaatan Pemrakarsa/Pemegang izin Aspek Pengelolaan Limbah B3 yaitu terhadap:
a. pendataan jenis dan volume limbah yang dihasilkan;
b. Pelaporan kegiatan pengelolaan Limbah B3;
c. Perizinan pengelolaan Limbah B3;
d. Pelaksanaan ketentuan izin;
e. Persentase limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
f. Pengelolaan Limbah B3 oleh pihak ketiga.
5. Administrator Data mengirim hasil evaluasi kinerja pada periode tertentu dalam bentuk status kinerja pengelolaan lingkungan hidup kepada Pemrakarsa/Pemegang izin.
VI. Publikasi
Publikasi adalah penyampaian informasi kepada publik/masyarakat mengenai status pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh Pemrakarsa/Pemegang izin dalam periode tertentu. Administrator Data mempublikasikan data sebagai berikut:
a. Kinerja pengelolaan lingkungan hidup; dan b. Status pelaporan lingkungan hidup.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Desember 2021 MENTERI PERHUBUNGAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BUDI KARYA SUMADI
Salinan sesuai dengan aslinya KEp&l a b ir o h u k u m,