BILLING SISTEM LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM BATUSANGKAR
TUGAS AKHIR
Diajukan Kepada Program D.III Manajemen Informatika untuk Memenuhi Syarat Guna Mencapai Gelar Ahli Madya
dalam Bidang Ilmu Manajemen Informatika
Oleh :
RANDI MARTA PUTRA NIM. 10 205 053
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2014/2015
i
ii
iii
ABSTRAK
JUDUL : BILLING SISTEM LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BATUSANGKAR
NAMA : RANDI MARTA PUTRA
NO BP : 10 205 053
PROGRAM STUDI : MANAJEMENT INFORMATIKA JENJANG PENDIDIKAN : D III
PEMBIMBING : ISWANDI, M. KOM
Kemajuan teknologi yang semakin pesat sangat mempengaruhi manusia secara tidak langsung maupun langsung. Komputer sebagai salah satu hasil kemajuan teknologi dapat membantu manusia dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja baik di instansi pemerintah maupun swasta.
Telah dilakukan pengembangan tentangAplikasi billing sistem di RSUD Batusangkardengan menggunakan bahasa pemograman Visual studio ultimate 2010.
Kelebihan dari sistem yang baru ini adalah memberikan suatu media yang dapat membantu pihak managemen mamantau perkembangan pendapatan laboratorium,penyajian laporan lebih transparan,tersedianya rekap pendapatan bulanan,dan memberikan gamabaran yang jelas tentang pemeriksaan apa saja yang diminati dan tidak diminati oleh pasien.
Keyword : Billing Sistem Laboratorium RSUD Batusangkar
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas akhir ini.
Shalawat beriringan salam dikirimkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa Islam dari zaman tidak berilmu pengetahuan ke zaman yang penuh dengan Ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini.
Maksud dan tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada almamater serta untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mencapai gelar Diploma III Program Studi Manajemen Informatika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar.
Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Hasan Zaini, MA, selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar
2. Bapak Iswandi, M. Kom, selaku Ketua Prodi Manajemen Informatika STAIN Batusangkar. Serta sebagai dosen pembimbing, yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam pembuatan tugas akhir ini.
3. Bapak dan Ibu Dosen serta Karyawan/ti STAIN Batusangkar.
4. Ayah dan Ibu dan semua keluarga yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil.
5. Serta seluruh rekan-rekan MI angkatan 10 yang telah memberi dorongan, semangat dan saran-saran yang sangat berguna dalam penulisan Tugas Akhir ini.
v
6. Serta pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan motivasi dan semangat serta sumbangan pemikirannya kepada penulis sehingga selesainya tugas akhir ini.
Penulis sadar bahwasanya tugas akhir ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritikan dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan tugas akhir ini. Penulis juga berharap semoga penulisan tugas akhir ini memberikan manfaat kepada kita semua. Amin…
Batusangkar, 26 Januari 2014
Penulis
vi
DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN
ABSTRAK ...i
KATA PENGANTA ...ii
DAFTAR ISI ...iv
DAFTAR GAMBAR ...vi
DAFTAR TABEL ...viii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...1
B. Identifikasi Masala ...2
C. Batasan Masalah ...3
D. Rumusan Masalah ...3
E. Tujuan Penelitian ...3
F. Metode Penelitian ...4
G. Sistematika Penulisan ...5
vii BAB II LANDASAN TEORI
A. Gambaran Umum RSUD Batusangkar
1. Sejarah Berdirinya ...6
2. Visi Dan Misi ...7
3. Struktur Organisasi ...8
4. Tugas Pokok dan Fungsi ...10
B. Konsep Dasar Sistem Informasi 1. Sistem Informasi ...15
2. Alat Bantu Perancangan Sistem dan Program ...21
3. Billing System ...25
4. Visual Studio Ultimate 2010 ...34
5. Sekilas tentang Microsoft Acces 2007 ...44
BAB III ANALISA SISTEM A. Aliran Sistem Informasi Billing yang sedang Berjalan ...50
B. Analisis Sistem Informasi Billing yang sedang Berjalan ...52
1. Terbatasnya Media yang Tersedia Untuk Memantau Perkembangan Pendapatan Laboratorium ...52
2. Tidak Tersedianya Suatu Media yang Dapat Memantau Layanan yang Diminatai atau Tidak Diminati ...53
3. Penyajian Pendapatan Laboratorium Tidak Trasparan...53
4. Kinerja Karyawan Tidak Optimal ...54
5. Rekap Pendapatan Bulanan laboratorium ...54
C. Hasil Analisis ...55
D. Aliran Sistem Informasi Billing yang Diusulkan ...55
E. Rancangan Global ...58
1. DFD ...59
2. ERD ...60
3. Rancangan Terinci ...62
4. Rancangan Menu Utama ...62
5. Rancangan Output ...63
6. Normalisasi ...68
7. Rancangan Input...74
viii
8. Rancangan Login ...75 9. Rancangan Databases ...81
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ...84 B. Saran ...85
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
-FLOW CHAR
-LISTING PROGRAM
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Struktur Organisasi RSUD Batusangkar ...10
Gambar 2.2. Tampilan Pertama Visual Studio ...36
Gambar 2.3. Main Windows ...37
Gambar 2.4 From Windows ...37
Gambar 2.5 Projek Windows ...38
Gambar 2.6 Toolbox ...39
Gambar 2.7 Jendela Properties...39
Gambar 2.8 Code Windows ...40
Gambar 2.9 Tampilan Microsoff Acces ...45
Gambar 2.10 Komponen Microsoff Acces ...45
Gambar 2.11 Office Button ...46
Gambar 2.12 Quick Acces Toolbal ...47
Gambar 2.13 Ribbon ...48
Gambar 2.14 Objek DataBase ...49
Gambar 3.1 Aliran Sistem Informasi Billing Lama Laboratorium ...51
Gambar 3.2 Aliran Sistem Informasi Billing Baru Laboratorium ...57
Gambar 3.3 Context Diagram Billing Sistem Laboratorium Rumah Sakit Umum Batusangkar ...59
Gambar 3.4 Data Flow Diagram (DFD) Billing Sistem Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Batusangkar ...60
Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram Billing Sistem Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Batusangkar ...61
Gambar 3.6 Rancangan Menu Utama ...62
x
Gambar 3.7 Output Pasien ...63
Gambar 3.8 Output Dokter ...64
Gambar 3.9 Output Analisis ...65
Gambar 3.10 Output Tarif ...66
Gambar 3.11 Output Nota Detail ...67
Gambar 3.12 Rancangan Login ...75
Gambar 3.13 Rancangan Input Data Pasien...75
Gambar 3.14 Rancangan Input Data Dokter ...76
Gambar 3.15 Rancangan Input Data Analis ...77
Gambar 3.16 Rancangan Input Data Tarif ...78
Gambar 3.17 Rancangan Input Data Nota ...79
Gambar 3.18 Input Data Nota Detail ...80
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Simbol-Simbol Aliran Sistem ...21
Tabel 2.2. Simbol-Simbol Data Flow Diagram ...22
Tabel 2.3. Simbol –Simbol Entity Relationship Diagram ...23
Tabel 2.4. Simbol-Simbol Aliran Program ...24
Tabel 2.5. Tipe – Tipe Data Visual ...44
Tabel 3.1. Unnormalized ...68
Tabel 3.2. Bentuk Normal ke Satu ( First Normal Form / 1 NF ...70
Tabel 3.3. Relasi Pasien Labor ...71
Tabel 3.4. Relasi Dokter ...71
Tabel 3.5. Relasi Analisis ...72
Tabel 3.6. Relasi Tarif ...72
Tabel 3.7. Field yang Belum Termasuk Tabel Induk ...73
Tabel 3.8. Relasi Nota ...74
Tabel 3.9. Relasi Nota Detail ...74
Tabel 3.10.Desain Data Pasien Labor ...81
Tabel 3.11. Desain Data Dokter ...81
Tabel 3.12.Desain Data Analisis ...82
Tabel 3.13.Desain Data Tarif ...82
Tabel 3.14.Desain Data Nota Nota ...83
Tabel 3.15.Desain Data Nota Detail ...83
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap bidang usaha kini selalu melakukan transaksi, apalagi bidang- bidang yang selalu melakukan transaksi dalam jumlah besar seperti laboratorium atau bidang usaha yang transaksinya berbentuk abstrak seperti usaha warung internet atau warung game online, dan disinilah sistem billing bekerja.
Sistem billing merupakan sistem yang membantu para usahawan untuk mengatur dan mencatat segala transaksi yang terjadi. Contohnya bagi usahawan di bidang laboratorium, sistem billing digunakan untuk mencatat proses pelayanan, mulai pasien datang sampai dengan pasien pulang.
Menghitung biaya yang harus dibayar pasien secara otomatis, serta memberikan informasi sebagai analisa pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Pada laboratorium RSUD Batusangkar yang jumlah pasien rata rata perharinya mencapai 100 orang sedangkan jumlah petugas yang bekerja 7 orang sering terjadi kelalaian dalam hal pelayanan, karna selain harus mangerjakan pengecekan laboratorium petugas juga dipusingkan dengan proses pembayaran, sehingga kinerja karyawan tidak optimal sehingga banyak pasien yang tidak puas terhadap pelayanan laboratoruim.
Sebagai suatu badan usaha yang bergerak dibidang pelayanan jasa, ketertarikan atau minat pasien terhadap jasa yang kita sediakan sangat penting,
saat ini dilaboratorium RSUD Batusangkar belum tersedia suatu media yang dapat membantu management memantau layanan apa yang diminati pasien atau sebaliknya.
Pada saat ini laboratorium RSUD Batusangkar dalam pembuatan laporan pendapatan perbulannya masih menggunakan EXCEL, sehingga proses pembuatan laporan memakan waktu lama dan rentan kesalahan, bagi seorang manager hal ini sangat tidak menguntungkan, karena mereka tidak punya suatu media untuk memantau perkembangan pendapatan laboratorium secara berkala,dan juga Dengan tidak adanya suatu billing sistem, penyajian pendapatan laboratorium juga tidak bisa disajikan secara transparan kepada semua karyawan juga kepada pimpinan.
Belum adanya suatu aplikasi yang bisa menyediakan rekap pendapatan bulanan sehingga lebih memudahkan kerja manajer.
Dari adanya masalah diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul untuk Tugas Akhir “BILLING SISTEM LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BATUSANGKAR”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan penyataan pada latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Terbatasnya media yang tersedia bagi manager untuk memantau perkembangan pendapatan laboratorium
2. Tidak tersedianya suatu media yang dapat memantau layanan apa saja yang diminati atau yang tidak diminati.
3. Penyajian Laporan pendaptan laboratorium tidak transparan 4. Kinerja karyawan tidak optimal
5. Rekap pendapatan bulanan
C. Batasan Masalah
1. Merancang suatu aplikasi pembayaran (billing sistem ) laboratorium RSUD UMUM Batusangkar.
2. Merancang pembuatan laporan pendaptan harian dan bulanan.
3. Merancang pembuatan laporan pemeriksaan yang diminati dan tidak diminati oleh pasien
D. Rumusan Masalah
Bagaimana merancang billing sistem rumah sakit umum Batusangkar dengan menggunakan Visual Studio Ulimate 2010 secara efektif.
E. Tujuan Penelitian
Adapun maksud dari penelitian ini yaitu ingin menghasilkan sebuah billing system yang bisa meningkatkan pelayanan terhadap pasien pada laboratorium rumah sakit umum Batusangkar sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pengelola dan memberikan kemudahan bagi pasien diantaranya :
1. Menyediakan suatu media bagi manager untuk memantau perkembangan pendapatan laboratorium secara berkala.
2. Menyediakan suatu media bagi management untuk memantau layanan apa yang diminati atau tidak diminati oleh pasien.
3. Menyediakan suatu laporan pendapatan yang transparan.
4. Menyediakan suatu aplikasi billing sistem yang dapat membantu mengoptimalkan kinerja karyawan.
F. Metode Penelitian
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini metode penelitian yang penulis gunakan adalah sebagai berikut :
a. Pengamatan Langsung (Observasi)
Yaitu pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilakukan dan berhubungan dengan masalah yang dibahas.
b. Wawancara
Yaitu penulis melakukan tanya jawab atau wawancara langsung kepada para petugas laboratorium rumah sakit umum Batusangkar.
c. Studi Pustaka
Yaitu proses pengumpulan data dengan cara mencari dan mempelajari literatur di perpustakaan dan diktat selama kuliah serta buku pedoman tugas akhir.
G. Sistematika Penulisan
Penulisan bab ini membagi tugas pokok pembahasan atas bab-bab sebagai berikut:
1. Bab I tentang pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metedologi penelitian, dan sistematika penulisan.
2. Bab II menjelaskan landasan teori, berisi landasan teori dari permasalahan yang diangkat, juga landasan teori dari sistem aplikasi komputer yang digunakan penulis dalam membuat tugas Akhir.
3. Bab III membahas tentang analisa sistem yang sedang berjalan dan rancangan sistem yang diusulkan.
4. Bab IV penutup. Bab ini berisi kesimpulan seluruh kegiatan selama proses penelitian yang menyatakan kelebihan dan kekurangan dari hasil selama penelitian serta saran-saran bagi perbaikan dan pengembangan sistem yang memunginkan.
6 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Gambaran Umum RSUD Hanafiah Batusangkar 1. Sejarah Berdirinya
RSUD Hanafiah dimulai dari sebuah klinik pengobatan yang berdiri di jalan S. Parman atas inisiatif seorang dokter berkebangsaan belanda yang bekerja sebagai dokter pemerintah belanda. (RSUD Hanafiah, 2012) Kemudian klinik ini berkembang menjadi rumah sakit yang didirikan pada tahun 1937 terletak berseberangan jalan dengan klinik pengobatan dengan luas bangunan 739 M2 dengan jumlah tempat tidur 45 buah terdiri dari zall anak 17 TT, zall kebidanan 18 TT dan zall penyakit dalam 10 TT dengan tenaga yang terdiri dari 2 orang dokter umum dan 44 orang paramedis.
Dengan semakin meningkatnya kegiatan dan tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka mulai dirintis pembangunan gedung terpisah yang berlokasi di Daerah Kecamatan Tanjung Emas kenagarian Pagaruyung 3 KM dari tempat semula.
Pembangunan rumah sakit pada lokasi yang baru dimulai pada tahun 1982 secara bertahap dengan berbagai upaya dari segenap unsur pemerintah dan masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat melalui kegiatan gotong – royong manunggal sakato dan lain-lain yang akhirnya pada tahun 1985 secara berangsur-angsur kegiatan pelayanan rumah sakit dapat pindah ke lokasi yang baru dan diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur PROVINSI
Sumatera Barat pada Tanggal 12 November 1985 dengan status rumah sakit Type “D” dengan 75 TT.
Dengan berpindahnya kegiatan RSU Batusangkar ke lokasi yang baru, maka perkembangan dan kemajuan yang dialami RSU Batusangkar semakin meningkat seiring dengan perkembangnya melalui pembangunan gedung-gedung baru dan penambahan sumber daya manusia dalam rangka memenuhi standar rumah sakit type “C”. Pada tahun 1993.
Dengan meningkatnya status rumah sakit Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar kemudian diiringi dengan pembentukan struktur organisasi RSU Batusangkar melalui peraturan daerah tingkat II Kabupaten Tanah Datar nomor 17 tahun 5 Desember 1994.
2. Visi dan Misi
Visi RSUD Prof.Dr.MA Hanafiah SM Batusangkar adalah:
Menjadikan RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar terbaik dari Rumah Sakit tipe “C” di Sumatera Barat. (RSUD Hanafiah, 2012).
Selanjutnya dengan menterjemahkan Visi diatas, maka misi RSUD Prof.
Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar, yakni:
“Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi dan profesional dengan mengutamakan kepuasaan pasien tanpa meninggalkan kode etika dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Datar”.
RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar memiliki motto:
“Mengutamakan keselamatan, kesembuhan, kenyamanan dan kepuasan pasien yang merupakan kebahagian kami”.
3. Struktur Organisasi
Menurut Usman (2008) organisasi dapat dikelompokkan menjadi enam macam yaitu :
a. Organisasi Garis (Line Organitation)
Organisasi garis merupakan organisasi yang paling sederhana. Struktur organisasi ini tidak cocok digunakan dalam organisasi yang besar karena kompleks dan luasnya bidang memerlukan adanya pendelegasian wewenang kepada bawahannya.
b. Organisasi garis dan staff (Line and staff Organitation)
Organisasi garis dan staf terdiri dari dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan roda organisasi.
Kelompok pertama menjalankan tugas-tugas pokok organisasi untuk mencapai Tujuan, yang ditempatkan dalam kotak-kotak garis (line), sedangkan kelompok yang kedua, melakukan tugas-tugas berdasarkan keahliannya yang disebut staf. Dalam melaksanakan tugasnya, anggota garis dapat menerima saran dari staf.
c. Organisasi Fungsional (Fungsional Organitation)
Organisasi fungsional merupakan organisasi yang pembagian tugas nya disesuaikan dengan bidang keahliannya. Organisasi ini tidak terlalu
menekankan pada hierarki structural, namun lebih menekankan pada sifat dan macam fungsi yang akan dilaksanakan.
d. Organisasi-organisasi Devisional
Jika perusahaan cukup besar ditandai dengan banyak jenis jasa dan produk yang dihasilkan maka struktur organisasi fungsional sudah tidak efektif lagi untuk menjalankan roda organisasi.
e. Struktur Organisasi Komite /Panitia
Organisasi komite/ panitia merupakan sekumpulan orang yang membentuk satu kelompok. Keuntungan menggunakan struktur organisasi komite/panitia yaitu keputusan lebih berkualitas karena dipikirkan bersama-sama atau saling berpartisipasi.
f. Struktur Organisasi Matriks
Organisasi matriks merupakan penyempurnaan dari organisasi fungsional. Orang-orang yang ditugaskan dalam setiap sel tidak hanya termasuk dalam organisasi fungsional, tetapi juga dalam organisasi produk.
Berdasarkan pengertian struktur organisasi diatas, jenis struktur organisasi yang terdapat pada RSUD Hanafiah Batusangkar adalah struktur organisasi fungsional, karena organisasi pembagian tugasnya disesuaikan dengan bidang keahliannya. Dan organisasi ini tidak terlalu menekankan pada hierarki structural, namun lebih menekankan pada sifat dan macam fungsi yang akan dilaksanakan.
DIREKTUR
Komite medik Komite keperawatan Komite instalansi
Dewan Pengawas
Sekretaris
Kasubag kepegawaian
Kasubag umum dan perlengkapan
Kasubag keuangan
Kepala bidang pelayanan
Kepala bidang penunjang
Kepala bidang bina program
Kasi pelayanan
medis Kasi keperawatan Kasi penunjang medis
Kasi penunjang non medis
Kasi perencanaan dan pelaporan
Kasi promkes dan humas
Gambar 2.1
Struktur Organisasi RSUD Batusangkar (RSUD MA Hanafiah Batusangkar, 2012)
4. Tugas Pokok dan Fungsi a. Direktur
1) Menyelenggarakan pembinaan, pengendalian dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
2) Menyelenggarakan perumusan dan penetapan pemberian dukungan tugas atas penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang pelayanan kesehatan masyarakat.
3) Menyelenggarakan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang, menengah, tahunan dan pembuatan penyusunan laporan program kegiatan.
4) Menyelenggarakan fasilitas yang berkaitan dengan pelayanan medis, dan koordinasi atau kerjasama dengan instansi terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan.
b. Kepala bagian Tata Usaha
1) Menyelenggarakan pengkajian perencanaan dan program kesekretarisan
2) Menyelenggarakan pengelolaan administrasi keuangan dan administrasi peralatan dan perlengkapan.
3) Menyelenggarakan penatausahaan, kelembagaan dan ketatalaksanaan.
c. Kasubag Kepegawaian
1) Menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan administrasi kepegawaian dinas.
2) Melaksanakan pembinaan kepegawaian sesuai peraturan perundang- undangan.
3) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan kegiatan.
d. Kasubag Umum dan Perlengkapan 1) Membuat rencana dan program kerja.
2) Melaksanakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengadaan, penggunaan dan administrasi peralatan, perlengkapan dan asset.
3) Melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan sesuai peraturan perundang-undangan.
4) Melaksanakan tugas kehumasan.
e. Kasubag Keuangan
1) Memproses dokumen pelaksanaan anggaran kegiatan.
2) Menyelenggarakan pelayanan administrasi keuangan.
3) Menyusun laporan bulanan, triwulan dan tahunan.
f. Kepala Bidang Pelayanan
1) Pengkoordinasian penyusunan bahan perencanaan stratejik.
2) Pengkoordinasian penyusuanan rencana kegiatan dan anggaran tahuanan bidang sesuai program dan urusan dengan mempedomani peraturan perundang-undangan.
3) Menyelenggarakan penyusunan data dan informasi bidang.
4) Menyelenggarakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang.
g. Kasubag Pelayanan Medis
1) Mengumpulkan data dan menyiapkan bahan kebijakan pelaksanaan urusan.
2) Mengkoordinir pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan.
3) Melaksanakan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan dengan unit kerja terkait.
4) Menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang telah ditetapkan.
h. Kasubag Keperawatan
1) Mengumpulkan data dan menyiapkan bahan kebijakan pelaksanaan urusan.
2) Melaksanakan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan dengan unit kerja terkait.
3) Menyusun laporan pelaksanaan tugas dan kegiataan yang telah ditetapkan.
i. Kepala Bidang Penunjang
1) Pengkoordinasian kegiatan dan tugas di bidang penunjang medis dan non medis.
2) Penganalisaan program dan urusan yang menjadi kewenangan di bidang penunjang.
3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang penunjang.
j. Kasubag Penunjang Medis
1) Melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan.
2) Mengkoordinir pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan.
3) Melaksanakan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan dengan unit kerja terkait.
k. Kasubag Penunjang Non Medis
1) Mengumpulkan data dan menyiapkan bahan kebijakan pelaksanaan urusan.
2) Mengkoordinir pelaksanaan program dan kegiatan yang telah di tetapkan.
3) Melaksanakan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan dengan unit kerja terkait.
l. Kepala Bina Program
1) Perumusan kebijakan teknis bidang perencanaan, pelaporan ,promkes serta kehumasan rumah sakit.
2) Mengembangkan kemampuan pasien dan kelompok masyarakat rumah sakit agar dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan.
m. Kasubag Perencanaan dan Pelaporan
1) Mengkoordinir pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Serta menyusun laporan kegiatan.
2) Melaksanakan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan dengan unit kerja terkait.
n. Kasubag Promkes dan Humas
1) Menyusun rencana dan program kerja.
2) Mengumpulkan data dan menyiapkan bahan kebijakan pelaksanaan urusan.
B. Konsep Dasar Sistem Informasi 1. Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen-komponen sistem yang berada didalam suatu ruang lingkup organisasi, saling berinteraksi untuk menghasilkan sebuah informasi yang bertujuan untuk pihak manajemen tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu (filkom.gunadarma.ac.id).
Faktor–faktor yang menentukan kehandalan dari suatu sistem informasi atau informasi dapat dikatakan baik jika memenuhi kriteria- kriteria sebagai berikut :
a. Keunggulan (usefulness)
Yaitu suatu sistem yang harus dapat menghasilkan informasi yang tepat dan relevan untuk mengambil keputusan manajemen dan personil operasi dalam organisasi.
1) Ekonomis
Kemampuan sistem yang mempengaruhi sistem harus bernilai manfaat minimal, sebesar biayanya.
2) Kehandalan (Reliability)
Keluaran dari sistem harus mempunyai tingkat ketelitian tinggi dan sistem tersebut harus beroperasi secara efektif.
3) Pelayanan (Customer Service)
Yakni suatu sistem memberikan pelayanan yang baik dan efisien kepada para pengguna sistem pada saat berhubungan dengan organisasi.
4) Kapasitas (Capacity)
Setiap sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani setiap periode sesuai yang dibutuhkan.
5) Sederhana dalam kemudahan (Simplicity)
Sistem tersebut lebih sederhana ( umum ) sehingga struktur dan perasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedure mudah diikutkan.
6) Fleksibel (Fleksibility)
Sistem informasi ini harus dapat digunakan dalam kondisi yang bagaimana yang diinginkan oleh organisasi tersebut atau pengguna tertentu.
Source (http://elib.unikom.ac.id) b. Komponen Sistem Informasi
Istilah dalam komponen sistem informasi adalah blok bangunan (building block) yang dapat di bagi menjadi enam blok yaitu:
1) Blok masukan (input block)
Blok input merupakan datadata yang masuk ke dalam sistem informasi, yang dapat berupa dokumendokumen dasar yang dapat diolah menjadi suatu informasi tertentu.
2) Blok model (model block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan mengolah data input untuk menghasilkan suatu informasi yang dibutuhkan.
3) Blok keluaran (output block)
Merupakan informasi yang menghasilkan sekumpulan data yang nantinya akan disimpan berupa data cetak laporan.
4) Blok teknologi (technologi block)
Blok teknologi merupakan penunjang utama dalam berlangsungnya sistem informasi. Yang memiliki beberapa komponen yaitu diantaranya alat memasukan data (input device), alat untuk menyimpan dan mengakses data (storege device), alat untuk menghasilkan dan mengirimkan keluaran (output divice) dan alat untuk membentuk pengendalian sistem secara keseluruhan (control device). Teknologi informasi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainare), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).
5) Blok basis data (database block)
Basis data merupakan kumpulandari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.Data perlu di simpan dan perlu di organisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.
6) Blok kendali (control block)
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal–hal yang dapat merusak sistem dapat di cegah bila terlanjur terjadi kesalahankesalahan kerusakan dalam penggunaan sistem.
c. Manfaat Sistem Informasi
Sistem informasi dikembangkan dan dibangun karena memiliki manfaat yang besar bagi komponen sistem di dalam suatu manajemen organisasi atau perusahaan.Manfaat yang didapat dari sistem informasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
1) Manfaat mengurangi biaya,
2) Manfaat mengurangi kesalahan-kesalahan, 3) Meningkatkankecepatanaktifitas,
4) Meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen.
Manfaat sistem informasi dalam bentuk keuntungan berujud (tangible benefis) dan dan tidak berujud (intangible benefis) yaitu;
Keuntungan berujud antara lain:
a) Pengurangan biaya operasi.
b) Pengurangan kesalahan-kesalahan telekomunikasi.
Keuntungan tidak berujud antara lain:
a) Peningkatan pelayanan lebih baik, b) Peningkatan kepuasan kerja personil, c) Peningkatan pengambilan keputusan.
d. Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC)
Siklus hidup pengembangan sistem adalah suatu metode yang biasa digunakan dalam pengembangan sistem, yang terdiri dari 7 langkah utama yaitu;
1) Tahap kebijakan dan perencanaan sistem
Merupakan tahap awal dalam siklus pengembangan sistem, sebelum suatu sistem informasi dikembangkan, umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu analisis, kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Perencanaan sistem (Sistem Planning) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan sistem.
2) Tahap analisis sistem
Dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap disain sistem. Pada tahap ini diberikan penilaian terhadap sistem yang lama dan dipelajari kelemahan yang ada serta mencari beberapa alternatif pemecahan masalah. Di dalam tahap ini terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan yaitu:
a) Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
b) Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
c) Analyse, yaitu menganalisis sistem.
d) Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
3) Tahap perancangan sistem secara umum
Setelah tahap analisis dilakukan, maka dilakukan pengembangan sistem secara umum dan menjelaskan informasi yang dihasilkan sistem tersebut.
4) Menerapkan rencana implementasi,Tahap seleksi sistem
Tahap ini mencari beberapa penyebab permasalahan pada sistem lama dan memilih satu pemecahan masalah dari beberapa alternatif yang ada.
5) Tahap perancangan sistem secara terinci
Tahap ini merupakan perincian dari sistem secara umum, disain sistem secara umum ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih spesifik untuk membangun sebuah sistem.
6) Tahap perawatan sistem
Tahap ini adalah merupakan tahap akhir dalam sebuah pengembangan sistem. Dimana pada tahap ini hanya lebih ditekankan kepada pemeliharaan sistem, perawatan database dan menjaga kerja sistem yang sudah direncanakan di tahap pertama.
2. Alat Bantu dalam Perancangan Sistem dan Program
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap merancang suatu sistem dan program adalah membuat usulan pemecahan masalah secara logikal. Alat bantu yang digunakan antara lain adalah:
a. Bagan Alir Sistem (Sistem Flowchart)
Sistem Flowchart merupakan bagan yang menunjukan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Sistem Flowchart digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut:
Tabel 2.1. Simbol-simbol Aliran Sistem
Penyimpanan offline
Proses dengan menggunakan komputer
Penyimpanan dalam harddisk Simbol garis alir menunjukkan
arus dari proses
Penyimpanan dalam disket Keterangan
Dokumen
Proses manual Simbol
b. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran sistem secara logikal. Gambaran ini tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data atau organisasi file.
Keuntungan menggunakan Data Flow Diagram (DFD) adalah memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan. Simbol- simbol yang digunakan antara lain:
Tabel 2.2. Simbol-simbol Data Flow Diagram
Areal kerja,sehingga data tersebut ditransfor, disimpan,
atau didistribusikan.
Sumber
File atau tempat penyimpanan data
Simbol Keterangan
Simbol garis alir menunjukkan arus dari proses
c. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah bagian yang menunjukan hubungan antara entity yang ada dalam sistem. Simbol- simbol yang digunakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.3 Simbol-simbol Entity Relationship Diagram
Entity
Fields atau atribut
Relasi atau aktifitas antar entity
Simbol Keterangan
_____________ Fields atau atribut dengan key (kunci)
Hubungan banyak dan tidak pasti
Hubungan satu dan tidak pasti
Hubungan banyak dan pasti
Hubungan satu dan pasti
d. Bagan Alir Program (Program Flowchart)
Program Flowchart adalah suatu bagan yang menggambarkan arus logika dari data yang akan diproses dari awal suatu program sampai akhir program. Bagan alir program dapat digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut:
Tabel 2.4. Simbol-simbol Aliran Program
Simbol proses terdefinisi menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di
tempat lain
Simbol keputusan digunakan untuk suatu penyeleksian kondisi di dalam program Simbol persiapan digunakan
untuk memberi nilai suatu besaran
Simbol terminal menunjukkan awal dan akhir dari suatu
proses
Simbol garis alir menunjukkan arus dari proses
Simbol penghubung menunjukkan sambungan dari
bagan alir yang terputus di halaman yang masih sama atau
halaman lainnya
Simbol Keterangan
Simbol input output digunakan untuk mewakili data input dan
output
Simbol proses digunakan untuk suatu operasi yang dilakukan
3. Billing Sistem
Sistem billing merupakan sistem yang membantu parausahawan untuk mengatur dan mencatat segala transaksi yang terjadi.Contohnya bagi pengusaha warung internet, billing system digunakan untuk memonitor penggunaan dan pemasukan warnetnya.Sedangkan jika bagi usahawan di bidang perumah sakitan sistem billing digunakan untuk mencatat proses pelayanan, mulai pasien dating sampai dengan pasien pulang. Menghitung biaya yang harus dibayar pasien secara otomatis, serta memberikan informasi sebagai analisa pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Billing).
a. Jenis Billing Sistem
1) Manual / Stand Alone Bill Sistem, yaitu billing sistem yang tidak terintegrasi dengan sistem-sistem lainnya (aplikasi-aplikasi lain).
Pada Billing Sistem jenis ini semua tindakan di poliklinik dan penunjang dicatat secara manual, lalu diinputkan ke aplikasi oleh petugas billing, lalu tagihan / invoice bisa dicetak.
2) Semi Integrated Bill Sistem, yaitu billing sistem yang terintegrasi dengan sistem lainnya tetapi cuman sebagian, misal Pendaftaran –>
Billing, atau Pendaftaran –> Penunjang –> Billing, dll.
3) Fully Integrated Bill Sistem, yaitu billing sistem yang terintegrasi dengan eluruh sistem rumah sakit (khususnya yang berkaitan dengan masalah keuangan). Pada billing sistem jenis ini semua proses yang menghasilkan charging ( berbiaya ) akan langsung tercatat di sistem,
sehingga ketika pasien akan pulang, petugas billing tidak terlalu sibuk mengentry tindakan-tindakan / item-item yang di charge ke pasien dan dengan demikian waktu tunggu pasien akan semakin sebentar dan pelayanan bisa lebih memuaskan. Semua proses mulai dari pendaftaran, tindakan di poliklinik, penunjan, farmasi, dll akan langsung tercatat, bahkan back office (finance & akunting) akan memperoleh laporan dan data yang bisa dengan mudah dan cepat tersaji.
b. Pengertian Laboratorium
Laboratorium adalah instansi/lembaga yang melaksanakan kalibrasi dana tau pengujian. Sementara Pengujian adalah kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan, penentuan satu atau lebih sifat atau karakteristik dari suatu produk, bahan, peralatan, organisme, fenomenafisik, proses atau jasa, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan (http://www.mbrio-food.com/article6.htm).
c. Billing Sistem Laboratorium
Billing sistem laboratorium adalah suatu aplikasi yang digunakan pihak laboratorium untuk mengelola dan mencatatat semua transaksi yang terjadi dilaboratorium. (http://repository.usu.ac.id) d. Rumah Sakit
Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan yang sehari-hari melakukan kontak dengan pasien. Oleh karena itu sebuah rumah sakit harus mampu
memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh pasien sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (http://repository.usu.ac.id).
e. Pasien
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008, p648), Pasien adalah orang sakit yang dibawah perawatan seorang dokter;
penderita penyakit yang berobat di rumah sakit (Tempat praktek dokter, bidan, rumah sakit, klinik, dsb).
f. Data
Data berasaldari kata “datum”, yang berarti fakta yang mengandung arti pengolahan data dengan menggunakan computer dikenal dengan nama Pengolahan Data Elektronik (PDE) atau Elektronik Data Processing (EDP). Data merupakan kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan.Data dapat berupa symbol-symbol,gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf-huruf yang menunjukka nsuatu ide,objek, kondisi atau situasi. Dan merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan bermanfaat.
g. Database
Database (basis data) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi.Database dimaksudkan untuk mengatasi problem padasistem yang memakai pendekatan berbasis berkas.
Database terdiridari data yang akan digunakan atau diperuntukan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam merancang dan menyusun database mempunyai banyak tujuan diantaranya melindungi data dari kerusakan fisik, menghapus data yang berlebihan,memudahkan user untuk mendapatkan data, menyediakan perkembangan lebih lanjut didalam sistem database.
Pemprosesan dengan database dapat memberi keuntungan sendiri bagi penggunanya salah satunya kemubajiran data dapat terkurangi, penggunaan data lebih mudah, konsistensi data dapat selalu terjaga dan integritas data dapat selalu terjaga.
h. SQL (Structure Query Languange)
SQL merupakan bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi data dan memperoleh data darisebuah basis data relasional.SQLdibutuhkan untuk melakukan komunikasi antara computer dengan pemakai.Tujuan dari pemakaian SQL adalah :
1) Memanggil data dari satu table atau lebih pada sebuah basis data.
2) Memanipulasi data pada tabel-tabel dengan menyisipkan, menghapus atau memperbaharui record.
3) Mendapatkan ringkasan informasi mengenai data pada tabel.
4) Membuat, memodifikasi dan menghapus tabel pada basis data.
5) Membuat dan menghapus indeks suatu tabel.
Di dalam SQL terdapat 3 sub bahasa, yaitu Data Defenition Language (DDL) yang digunakan untuk membangun objek-objek dalam basis data seperti tabel dan indeks; Data Manipulation Language (DML)yang digunakan untuk menambah, mencari, mengubah dan menghapus baris dalam tabel dan Data Control Language (DCL) yang digunakan untuk menangani masalah sekuriti dalam basis data. Ketiga sub bahasa ini dapat kita akses setelah basis data dipanggil”(Sanjaya:2005:40).
i. MySql
MySQL adalah Relational Database Management Sistem (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah licensi GPL (GeneralPublic License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat close source atau komersial.
MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama yaitu, SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan/seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah perintah SQL, yang dibuat oleh pengguna maupun program aplikasinya. Sebagai Database Server,MySQL dapat dikatakan lebih
unggul dibandingkan databaseserver lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase. Kemmpuan yang cukup menakjubkan untuk sebuah software gratisan.
MySQL adalah satu dari sekian banyak sistem database, merupakan terobosan solusi yang tepat dalam aplikasi database.
Didukung oleh ribuan bahkan jutaan komunitas pengguna di internet yang siap membantu. Selain itu juga tersedia mailing list dan homepage khusus yang memberikan tutorial serta dokumen lengkap.
Berikut ini beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh MySQL yaitu:
1) Portability
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagi sistem operasi diantaranya adalah seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac OS X Server, Amiga, HP-UX dan masih banyak lagi.
2. Open Source
MySQL didstribusikan secara open source (gratis), di bawah licensi GPL sehingga kita dapat menggunakannya secara cuma- cuma tanpa dipungut biaya sepeser pun.
3. Multiuser
MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik. Hal ini
memungkin sebuah databaseserverMySQL dapat diakses client secara bersamaan.
4. Performance Tuning
MySQL memilki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5. Column Types
MySQL memilki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti integer, float, double, char, varchar, text, blob, date, time, datetime, timestamp, year, set serta enum.
6. Command dan Functions
MySQL memiliki operator dan fungsi yang secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query.
7. Security
MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.
8. Scalability dan Limits
MySQL mampu menangani database dalam skala besar, dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu, batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tipa tabelnya.
9. Conectivity
MySQL dapat melakukan koneksi dengan client dengan menggunakan protocol TCP/IP, Unix soket(unix), atau Named Pipes(NT).
10. Localisation
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.
11. Interface
MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemprograman.
12. Client dan Tools
MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database, dan setiap tool yang ada disediakan petunjuk online.
13. Struktur Table
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle
j. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman memfasilitasi seorang programmer secara tepat menetapkan data apa yang sedang dilakukan oleh komputer selanjutnya, bagaimana data tersebut disimpan dan
dikirim, dan apa yang akan dilakukan apabila terjadi kondisi yang variatif.
Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan menjadi tingkat rendah, menengah, dan tingkat tinggi. Pergeseran tingkat dari rendah menuju tinggi menunjukkan kedekatan terhadap
”bahasa manusia”.
k. Kategori Bahasa Pemrograman
Bahasa pempograman memiliki beberapa kategori yaitu : 1) Bahasa Pemprograman Tingkat Tinggi
Merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri-ciri mudah dimengerti karena kedekatannya terhadap bahasa sehari – hari.Sebuah pernyataan program diterjemahkan kepada sebuah atau beberapa mesin dengan menggunakan compiler.Sebagai contoh adalah :Visual Basic JAVA, C++, .NET.
2) Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah
Bahasa pemprograman generasi pertama. Bahasa jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin.
Disebut juga dengan bahasa assembly merupakan bahasa dengan pemetaan satu – persatu terhadap instruksi komputer. Setiap intruksi assembly diterjemahkan dengan menggunakan assembler.
3) Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah
Dimana penggunaan instruksi telah mendekati bahasa sehari – hari, walaupun masih cukup sulit untuk dimengerti karena
menggunaka nsingkatan –singkatan seperti STO yang berarti simpan (STORE) dan MOV yang artinya pindah(MOVE). Yang tergolong dalam bahasa ini adalah Fortran.
l. Alur Pembuatan Program
Seorang programmer tidak melakukan pembuatan dan pengkodean program secara begitu saja, namun mengikuti perencanaan dan metodologi yang terstruktur yang memisahkan proses suatu aplikasi menjadi beberapa bagian. Berikut ini langkah–
langkah sistematis dasar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman :
1. Mendefinisikan masalah
2. Menganalisa dan membuat rumusan pemecahan masalah 3. Desain algoritma dan representasi
4. Visual Studio Ultimate 2010
a. Sejarah Perkembangan Visual Studio Ultimate 2010
Kurniawan (2011) dalam bukunya yang berjudul “Cepat Mahir Visual Basic 2010” mengatakan sejarah Visual Basic diawali dengan perkembangan Bahasa Basic di Dartmouth College, Amerika Serikat, pada awal tahu 1960-an. Sejak semula Basic dibuat untuk mudah dipelajari. Begitu sederhananya sehingga para ahli pemrograman komputer menggunakan Basic sebagai bahasa pemrograman utamannya.
Pada tahun 1982 IBM/PC diperkenalkan pada masyarakat, Microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini.
Didalam ini disertakan pula bahasa Basic yang dikenal sebagai QuickBasic (QBasic). Kemudian pada tahun 1990-an era DOS diganti dengan era Windows. Tampilan grafis windows yang sangat bagus dan lebih interaktif mengubah pemrograman dari pekerjaan yang memusingkan menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan.
Kemudian Microsoft membuat Basic versi windows. Versi terakhir adalah MS Visual Basic 2010 yang merupakan salah satu bahasa Pemrograman Object Oriented Program (OOP).
Visual Basic 2010 tidak seperti generasi sebelumnya Visual Basic 6.0 yang lebih difokuskan untuk pengembangan aplikasi desktop, Visual Basic 2010 memungkinkan para pengembang membangun bermacam aplikasi, baik desktop maupun aplikasi web. Saat ini Visual Basic sudah memasuki versi keenam (Visual Basic 2010).
b. Komponen Visual Basic 2010
Kurniawan (2011) dalam bukunya yang berjudul “Cepat Mahir Visual Basic 2010” tampilan pertama saat Visual Basic dijalankan dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut :
Toolbar
Baris Menu Jendela Form
Toolbox Tollbar Form Solution Explorer
Jendela Jendela ist Properties
Taskbar Windows
Gambar 2.2 Tampilan Pertama Visual Basic 2010
c. Main Windows (Jendela Utama)
Terdiri dari title bar (baris judul), menu bar, dan toolbar.
Baris judul berisi nama proyek, mode operasi Visual Basic 2010 dan form yang aktif. Menu bar merupakan menu drop-down yang dapat mengontrol operasi dari lingkungan Visual Basic. Gambar dari jendela utama dapat dilihat pada gambar 2.3 berikut:
Gambar 2.3 Main Windows (Jendela Utama) d. Form Windows (Jendela Form)
Adalah pusat dari pengembangan aplikasi Visual Basic 2010.
Pada form ini akan diletakkan berbagai macam objek interaktif seperti text, gambar, tombol-tombol perintah, scrollbar, dan sebagainya.
Gambar jendela form dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut:
Gambar 2.4 : Form Windows (Jendela Form)
e. Project Windows (Solution Explorer)
Adalah jendela yang menampilkan daftar form dan modul proyek. Proyek merupakan kumpulan dari modul form, modul class, modul standar, dan file sumber yang membentuk suatu aplikasi. Dapat dilihat pada gambar 2.5 berikut:
Gambar 2.5 Solution Explorer
f. Toolbox
Adalah sebuah kotak piranti yang mengandung semua objek atau kontrol yang dibutuhkan untuk membentuk suatu program aplikasi.
kontrol adalah suatu objek yang akan menjadi interface antara program aplikasi dengan usernya, dan kesemuanya harus diletakkan didalam jendela form. seperti terlihat pada gambar 2.6 halaman berikut:
Gambar 2.6 : Toolbox g. Properties Windows (Jendela Properties)
Berisi daftar struktur setting properties yang digunakan pada sebuah objek terpilih. Kotak drop-down pada bagian atas jendela berisi daftar semua objek pada form yang aktif. Ada dua tab tampilan:
Alphabetic (urut abjad) dan Categorized (urut berdasarkan kelompok).
Di bagian bawah kotak terdapat properties dari objek terpilih. Berikut gambar 2.7 dari jendela properties:
Gambar 2.7: Jendela Properties
h. Code Windows (Jendela Kode)
Adalah salah satu jendela yang penting didalam Visual Basic.
Jendela ini berisi kode-kode program yang merupakan instruksi-instruksi untuk aplikasi Visual Basic.
Gambar 2.8 : Jendela Kode i. Event
Event merupakan suatu kejadian yang akan diterima oleh suatu objek. Event yang diterima oleh objek berfungsi untuk menjalankan kode program yang ada di dalam objek tersebut.
j. Private Sub button1()
Baris kode program diatas menunjukkan penggunaan event Click pada Button1, yang mempunyai arti apabila objek Button1 di klik maka kode program yang terletak dibawah baris kode program tersebut akan dijalankan.
k. Method
Method adalah suatu kumpulan perintah yang memiliki kegunaan yang sama dengan fungsi atau sebuah prosedur, tetapi perintah- perintah tersebut sudah disediakan dalam suatu objek.
l. Module
Module hampir sama fungsinya dengan form, tetapi module tidak berisi objek dan bentuk standar, dan module berisi kode program atau prosedur yang dapat digunakan oleh program aplikasi.
5. Struktur Program Visual Basic 2010
Kurniawan (2011) dalam bukunya yang berjudul “Cepat Mahir Visual Basic 2010” secara umum struktur program Visual Basic 2010 terdiri dari dua bagian yaitu bagian deklarasi program dan bagian pernyataan program.
a. Bagian Deklarasi
Bagian ini adalah bagian yang berfungsi untuk meletakkan semua deklarasi data yang akan digunakan.
Secara umum kata cadangan yang merupakan bagian dari deklarasi adalah : Dim, Public, Private, Const dan Type.
1) Deklarasi Dim atau Dimension.
Adalah kata cadangan yang sering dipakai untuk mendeklarasikan variabel yang akan digunakan dalam Visual Basic.
Pendeklarasian dengan pernyataan. Dim berlaku pada program
module, program dan sub program. Berikut contoh penulisan deklarasi Dim:
Dim nama_variabel As tipe_data 2) Deklarasi Public
Public merupakan pernyataan yang menggantikan pernyataan global dalam Visual Basic. Public merupakan pernyataan level module, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada sebuah module. Adapun bentuk penulisan deklarasi public adalah:
Public nama_variabel As tipe_data 3) Deklarasi Private
Private menyatakan bahwa semua variabel yang dideklarasikan oleh pernyataan ini berlaku secara khusus (private).
Pernyataan private merupakan pernyataan level sub-program, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada sub-program.
Adapun bentuk penulisannya adalah:
Private nama_variabel As tipe_data 4) Deklarasi Const atau Constanta
Deklarasi ini sering dipakai untuk memberikan harga konstanta pada suatu variabel. Const merupakan pernyataan level module, artinya pernyataan ini pada dasarnya sering dipadukan dengan pernyataan public dan private.
Adapun bentuk penulisan deklarasi const adalah:
Public/Private nama_variabel As tipe_data = ekspresi_variabel
5) Deklarasi Type
Type digunakan pada bagian deklarasi untuk mendefenisikan tipe data terdefenisi. Dimana type data ini mengandung sutu atau lebih dari suatu type data. Adapun bentuk dari penulisan deklarasi type adalah:
Private/Publilc Type nama_variabel
Nama_elemen (Var_subscript) As tipe_data End Type
b. Bagian Pernyataan
Program pada bagian ini ditulis pada jendela kode, jendela modul maupun jendela sub-program. Program pada bagian ini dapat memuat semua pemrograman pengendali saat event driven programming yang merupakan salah satu kelebihan pada Visual Basic.
6. Tipe Data Pemograman Visual Basic 2010.
Kurniawan (2011) dalam bukunya yang berjudul “Cepat Mahir Visual Basic 2010” sebelum memulai pemrograman dengan Visual Basic, maka ada baiknya terlebih dahulu mengenal tipe data yang dipakai dalam Visual Basic.
Cakupan tipe data dalam Visual Basic dapat dilihat pada table 2.5 berikut:
Tabel 2.5 Tipe-tipe Data Visual Basic 2010
TIPE SIMBOL JANGKAUAN UKURAN
Boolean
Byte
Integer
Long Integer
Singel
Tidak Ada
Tidak Ada
%
&
!
True atau False
0 s/d 255
-32.768 s/d 32.7672
-2.147.486.648 s/d 2.147.483.647
-3.402823E s/d -401298-E-45
2 Byte
1 Byte
2 Byte
4 Byte
4 Byte
Currency
Date
Object
Text/String
Variant
@
Tidak Ada
Tidak ada
$
Tidak ada
-922.337.203.685.477.5808 s/d -922.337.203.685.477.5808 1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999
Semua objek
1 s/d 2 triliyun, untuk Win 3.1 hanya sampai 65400
Semua angka yang mungkin sebesar tipe Double
8 Byte
8 Byte
4 Byte
Sepanjang teksnya + 10 byte Sepanjang string dan
teks
Double # -1.79769313486232E308 s/d
-4.940564584124E-324
8 Byte
User Defined (ditentukan oleh
pemakai)
Tidak Ada Sepanjang yang telah didefinisikan oleh pemrograman
Sepanjang yang dibutuhkan oleh defenisi tersebut
Sumber : Tipe-tipe data Visual Basic ( Kurniawan, 2011)
7. Konsep Dasar Microsoft Acsess 2007 1) Sekilas Tentang Microsoft Access 2007.
Heryanto (2007) dalam bukunya yang berjudul “Membuat Database dengan Microsoft Access” mengatakan Microsoft Access 2007 atau lebih dikenal dengan sebutan Access 2007 merupakan salah satu
perangkat lunak yang diperuntukkan untuk mengolah database di bawah sistem Windows. Dengan menggunakan Microsoft Access 2007, seseorang dapat merancang, membuat, dan mengelola database dengan mudah dan cepat.
2) Komponen Microsoft Access 2007
Heryanto (2007) dalam bukunya yang berjudul “Membuat Database dengan Microsoft Access” komponen pemrograman Microsoft Access 2007 berisi semua alat bantu yang diperlukan untuk membuat database dari bahasa program. Tampilan pertama Microsoft Access 2007 pada gambar 2.9 berikut :
Gambar 2.9 : Tampilan Awal Office Button Quick Access Toolbar Tab
Group Tombol Perintah
Gambar 2.10 Komponen Microsoft Access 2007
1) Office Button
Berisi Backstage yang bersi beberapa pilihan perintah untuk mengelola database. Gambar Office Button dapat dilihat pada gambar 2.13 berikut:
Gambar 2.11 : Office Button
Dapat Anda lihat dari gambar diatas, terdapat beberapa Taks Pane seperti:
a) New: Untuk membuat sebuah database baru.
b) Open: Untuk membuka database yang pernah Anda buat sebelumya.
c) Save: Untuk menyimpan secara langsung database anda.
d) Save As: Untuk menyimpan database Anda menjadi berbagai format database lainnya /versi Microsoft Access sebelumnya bisa juga dalam bentuk PDF/ XPS jika telah mempunyai add-ins nya . e) Print: Fasilitas untuk mencetak database yang telah Anda buat.
Terdapat tiga pilihan yakni: Print (mencetak dengan sebelumnya menentukan properti-properti printer dan halaman yang akan dicetak), Quick Print (mencetak database secara langsung tanpa melakukan perubahan property-properti pada printer) dan Print Preview (untuk mengatur sebelum database dicetak).
f) Manage: Ini merupakan fasilitas untuk mengatur database yang telah kita buat. Terdapat tiga pilihan: Compact and Repair Database (untuk melakukan maintenance atau juga merepair), Back Up Database, Database Properties.
g) E-mail: Fasilitas ini memudahkan dalam mengirimkan database melalui e-mail.
h) Publish: Fasilitas ini digunakan setelah database yang dibuat telah selesai atau final.
i) Close Database: Untuk keluar dari database.
2) Quick Access Toolbar
Sama seperti program Office 2007 yang lainnya, pada Access 2007 juga manyediakan Quick Access Toolbar yang dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan kita. Gambar Quick Access Toolbar dapat dilihat pada gambar 2.14 berikut:
Gambar 2.12 : Quick Access Toolbar
Cara untuk menambahkan command pada Quick Access Toolbar seperti berikut :
a) Klik tombol panah kebawah.
b) Klik More Commands, untuk menampilkan seluruh command.
c) Selanjutnya pilih Command yang akan digunakan dan klik Add.
d) Klik OK.
e) Untuk mengembalikan ke awal lagi, gunakan Reset.
3) Ribbon
Bagian ini merupakan interface baru yang ditawarkan dalam Microsoft Office 2007. Bagian ini semakin mempermudah pemakai dalam mengolah atau mengedit data.
Gambar 2.13 : Ribbon 4) Help
Menu Help akan memberikan informasi atau penjelasan singkat mengenai setiap masalah yang ditemukan ketika bekerja dengan Access 2007. Fasilitas ini akan lebih efektif jika komputer kita terkoneksi dengan internet. Untuk menggunakan menu ini ada dua cara :
a) Dengan menekan tombol F1 pada keyboar.
b) Dengan mengklik icon pada pojok kanan atas dibawah tombol Close.
5) Object Database
Objek database merupakan tempat objek-objek (bisa berupa Table, Form, Report, Query atau yang lainnya). Kesatuan objek atau komponen ini akan membentuk database.
Dalam penggunaannya, pada Microsoft Access versi sebelumnya juga telah mencantumkan elemen ini.
Gambar 2.14: Object Database 6) Mengakhiri Penggunaan Microsoft Access 2007
Setelah anda selesai bekerja dengan Access 2007, Anda dapat mengakhirinya dengan langkah berikut :
1. Simpan dahulu database yang telah Anda buat atau Edit dengan menekan tombol Ctrl + S atau dengan mengklik tombol save pada Quick Access Toolbar.
2. Untuk menghakhiri Access 2007 pilih salah satu langkah dibawah ini:
a) Tekan Office Button dan pilih Close.
b) Klik tombol Close pada pojok kanan atas.tunggu sampai Acc.
50 BAB III ANALISA SISTEM
A. Aliran Sistem Informasi Billing yang sedang Berjalan
Untuk lebih mengetahui bagaimana sistem informasi Billing Sistem pada laboratorium RSUD Batusangkar , maka dilakukan penganalisaan terhadap sistem yang sedang berjalan, Dalam sistem informasi Billing Sistem laboratorium RSUD Batusangkar melibatkan beberapa entity dalam melakukan proses pengolahan data, adapun entity-entity tersebut adalah pasien,petugas laboraorium dan pimpinan.
Adapun gambaran dan aliran sistem informasi Billing Sistem laboratorium RSUD Batusangkar tampak seperti gambar 3.1 :
1. Pasien datang ke laboratorium dengan membawa data pasein, data pemeriksaan apa saja yang disuruh oleh dokter dan data dokter yang merekomendasikannya.
2. Data tersebet diserah kan pasien kepetugas yang ada di laboratorium.
3. Petugas melakukan pemerikasaan sesuai data pemeriksaan yang dibawa oleh pasien.
4. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas labor menuliskan hasil pemeriksaan dan menghitung berapa biaya pemeriksaan.
5. Pasien menerima nota pemeriksaan dan hasil pemeriksaan.
Billing Sistem Laboratorium Rumah Sakit Umum Batusangkar
Pasien Petugas Laboratorium Pimpinan
Gambar 3.1 Aliran Sistem Informasi Billing Lama Laboratorium
Data pasien Data pasien Data pemeriksaan Data dokter
Pemeriksaan pasien
laporan pasien laporan dokter laporan pemeriksaan Nota Pemeriksaan
laporan pasien laporan dokter laporan pemeriksaan Nota Pemeriksaan
Legalitas
laporan pasien laporan dokter laporan pemeriksaan Nota Pemeriksaan laporan pasien
laporan dokter laporan pemeriksaan Nota Pemeriksaan Nota Pemeriksaan
c c
c