BUPATI P A C I T A N PROVINSI J A W A T I M U R PERATURAN B U P A T I P A C I T A N
NOMOR 3 2 . A T A H U N 2 0 1 6 TENTANG
ROABMAP PENGUATAN S I S T E M I N O V A S I D A E R A H KABUPATEN PACITAN T A H U N 2 0 1 6 - 2 0 2 1 DENGAN R A H M A T T U H A N Y A N G M A H A ESA,
BUPATI P A C I T A N ,
Menimbang b a h w a guna m e w u j u d k a n sinergi pembangunan ekonomi berbasis i l m u pengetahuan, teknologi d a n inovasi daerah, perlu adanya Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) d i Kabupaten Pacitan;
bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (3) d a n Pasal 5 ayat (2) Peraturan Bersama Menteri Negara Riset d a n Teknologi d a n Menteri D a l a m Negeri Nomor 03 T a h u n 2012 d a n Nomor 36 T a h u n 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah, kebijakan Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) y a n g salah satunya adalah Roadmap ditetapkan oleh B u p a t i ;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana d i m a k s u d pada h u r u f a d a n ' h u r u f b, perlu menetapkan Peraturan B u p a t i tentang Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Pacitan T a h u n 2 0 1 6 - 2 0 2 1 .
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 18 T a h u n 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan d a n Penerapan I l m u Pengetahuan d a n T e k n o l o g i ; 2. Undang-Undang Nomor 23 T a h u n 2014 tentang
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah d i u b a h dengan Undang-Undang Nomor 9 T a h u n 2015 ; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 20 T a h u n 2005
tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian d a n Pengembangan oleh Perguruan Tinggi d a n Lembaga Penelitian d a n Pengembangan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 T a h u n 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian d a n Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
5. Peraturan Bersama Menteri Negara Riset d a n Teknologi d a n Menteri D a l a m Negeri Nomor 03 T a h u n 2012 d a n Nomor 36 T a h u n 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah ;
6. K e p u t u s a n Menteri Riset d a n Teknologi Nomor
41/M/Kp/X/2014 tentang Panduan PenguatanSistemlnovasi Daerah ;
7. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 4 T a h u n 2016 tentang Pembentukan d a n S u s u n a n Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan : PERATURAN B U P A T I T E N T A N G ROADMAP PENGUATAN S I S T E M I N O V A S I D A E R A H KABUPATEN PACITAN T A H U N 2 0 1 6 - 2 0 2 1
B A B I
K E T E N T U A N U M U M Pasal 1
D a l a m Peraturan B u p a t i i n i , y a n g d i m a k s u d dengan :
1. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Pacitan.
2. B u p a t i adalah B u p a t i Pacitan.
3. Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, penerapan, pengkajian, perekayasaan, d a n pengoperasian y a n g selanjutnya disebut kelitbangan y a n g b e r t u j u a n mengembangkan penerapan praktis n i l a i d a n konteks i l m u pengetahuan y a n g b a r u a t a u cara b a r u u n t u k menerapkan i l m u pengetahuan d a n teknologi y a n g telah ada ke d a l a m p r o d u k a t a u proses p r o d u k s i .
4. Sistem Inovasi Daerah y a n g selanjutnya disingkat SIDa adalah keseluruhan proses d a l a m satu sistem u n t u k m e n u m b u h k e m b a n g k a n inovasi y a n g d i l a k u k a n antar i n s t i t u s i pemerintah, pemerintahan daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, lembaga penunjang inovasi, d u n i a usaha, d a n masyarakat d i daerah.
B A B I I
ROAJ>J(£AP PENGUATAN S I S T E M I N O V A S I D A E R A H Pasal 2
(1) Penguatan Sistem Inovasi Daerah adalah sebagaimana tersebut pada L a m p i r a n Peraturan i n i d a n m e r u p a k a n bagian y a n g t i d a k terpisahkan dari Peraturan B u p a t i i n i .
(2) S u s u n a n Roadmap Penguatan SIDa sebagaimana d i m a k s u d pada ayat (1) adalah sebagai b e r i k u t :
a. Kondisi SIDa Saat I n i ;
b . Tantangan d a n Peluang SIDa ; c. Kondisi SIDa Yang Akain D i c a p a i ;
d. Strategi d a n A r a h Kebijakan Penguatan SIDa ; e. Fokus d a n Program Pnoritas SIDa ;
f. Rencana Aksi Penguatan SIDa.
Peraturan B u p a t i i n i m u l a i berlaku pada tanggal d i u n d a n g k a n .
Agar setiap orang mengetahuinya, m e m e r i n t a h k a n pengundangan Peraturan B u p a t i i n i dengan penempatannya d a l a m Berita Daerah Kabupaten Pacitan.
BAB I I I
K E T E N T U A N PENUTUP Pasal 3
Ditetapkan d i Pacitan
pada t a n g g a l : 27 - 9 - 2016
BUPATI PACITAN
I N D A R T A T O D i u n d a n g k a n d i P a c i t a n
Pada t a n g g a l 2 7 September 2 0 1 6 SEKRETARIS D A E R A H
K A B U P A T E N PACITAN
D r s . SUKO WIYONO. M M P e m b i n a U t a m a M a d y a NIP, 1 9 5 9 1 0 1 7 1 9 8 5 0 3 1 0 1 5
B E R I T A D A E R A H K A B U P A T E N PACITAN T A H U N 2 0 1 6 NOMOR 3 2 . A
LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR : 32A TAHUN 2016 TANGGAL : 27 - 9 - 2016
DAFTARISI
Halaman
Daftar Isi i Daftar Tabel ii Daftar Gambar v Daftar Grafik vi BAB 1 KONDISI SIDa SAAT INI 1
BAB 2 TANTANGAN DAN PELUANG SIDa 52 BAB 3 KONDISI SIDa YANG AKAN DICAPAI 56 BAB 4 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGUATAN SIDa 61
BAB 5 FOKUS DAN PROGRAM PRIORITAS SIDa 82 BAB 6 RENCANAAKSI PENGUATAN SIDa 93
DAFTAR TABEL
Tabel Judul Tabel Halaman
1.1 Status Dan Letak Geografis Menurut Kecamatan Tahun 2014 4 1.2 Luas Daerah Kabupaten Pacitan Menurut Jenisnya (Km2] Tahun 2014 5
1.3 Luas Tanah Sawah Menurut Jenis Pengairan (Ha] Tahun 2014 5 1.4 Luas Tanah Kering Menurut Jenis Penggunaan (Ha] Tahun 2014 5 1.5 Banyaknya Hujan Bulanan, Hujan Harian Maximum, Hari Hujan Dan
Rata-Rata Hujan PerBuIan 6 1.6 Banyaknya Curah Hujan Per Bulan Menurut Kecamatan (Mm^) Tahun
2014 6 1.7 Data Potensi Mineral Kabupaten Pacitan Tahun 2015 7
1.8 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin
Tahun 2011-2015 10 1.9 Penduduk Usia Kerja (15 Tahun Ke Atas] Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2011-2014 11 1.10 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2013 Dan 2014 12 1.11 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan
2010 Tahun 2013 Dan 2014 12 1.12 Angka Partisipasi Kasar (%) 15 1.13 Angka Partisipasi Murni (%) 16 1.14 Banyaknya Produk Sertifikat Menurut Jenis Sertifikat 16
1.15 Rasio Penduduk Yang Bekerja 17
1.16 Jumlah Grup Kesenian 17 1.17 Jumlah Gedung Kesenian 17 1.18 Jumlah Grup Olahraga 17 1.19 Jumlah Gedung Olahraga 18 1.20 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 18
1.21 Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 19
1.22 Proporsi Panjang Jaringan Jalan Dalam Kondisi Baik (%) 20
1.23 Luas Pemukiman (Ha) 20 1.24 Rumah Tangga Pengguna Air Bersih (%) 21
1.25 Rumah Layak Hunt (%) 21 1.26 Rasio Ruang Terbuka Hijau Per Satuan Luas Wilayah bar HPL/HGB 21
1.27 Jumlah Arus Penumpang Angkutan Umum (Orang) 22
1.28 Jumlah Ijin Trayek (Buah) 22 1.29 Persentase Penanganan Sampah (%) 23
1.30 Persentase Luas Lahan Bersertifikat (%) 23 1.31 Rasio Penduduk BerKTP Per Satuan Penduduk 23 1.32 Persentase Partisipasi Perempuan Di Lembaga Pemerintah (%) 23
1.33 Rata-Rata Jumlah Anak Per Keluarga 24 1.34 Sarana Sosial Seperti Panti Asuhan, Panti Jompo Dan Panti Rehabilitasi 24
1.35 Angka Partisipasi Angkatan Kerja 24 1.36 Persentase Koperasi Aktif (%) 25 1.37 Jumlah UKM Non BPR/LKM UKM (Unit) 25
1.38 Jumlah BPR/LKM (Unit) 25 L39 Jumlah Usaha Mikro Dan KecU 25 1.40 Jumlah Investor Berskala Nasional (PMDN/PMA) 25
1.41 jumlah Nilai Investasi Berskala Nasional G'rilyun) 26
1.42 Rasio Daya Scrap Tenaga Kerja 26 1.43 Sarana Penyelengaraan Seni Dan Budaya 26
1.44 Benda, Situs Dan Kawasan Cagar Budaya Yang Dilestarikan 26
1.45 Jumlah Organisasi Pemuda (Buah) 27 1.46 Jumlah Organisasi Olahraga (Buah) 27 1.47 Jumlah Kegiatan Kepemudaan (Buah) 27 1.48 Jumlah Kegiatan Olahraga (Buah) 27 1.49 Gelanggang/Balai Remaja (Selain Milik Swasta) (Buah) 27
1.50 Lapangan Olahraga (Buah) 28 1.51 Pembinaan Terhadap LSM, Ormas Dan OKP (%) 28
1.52 Desa Mendapatkan Pembinaan Wawasan Kebangsaan (%) 28
1.53 Rasio Pos Siskamling per 10.000 Penduduk 28 1.54 Tingkat Penyelesaian Pelanggaran K3 (Ketertiban, Ketentraman,
Keindahan) Di Kabupaten Pacitan (%) 29 1.55 SKPD Dengan Hasil Survey IKM Minimal Baik (%) 29
1.56 Ketersediaan Pangan Utama (Ton) 30 1.57 Rata-Rata Jumlah Kelompok Binaan Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat (LPM) 30 1.58 LPM Berprestasi 30 1.59 Persentase PKK Aktif 30 1.60 Swadaya Masyarakat Terhadap Program Pemberdayaan
Mayarakat (%) 31 1.61 Pengelolaan Arsip Secara Baku31
1.62 Jumlah Peserta Peningkatan SDM Pengelola Kearsipan 31
1.63 Jumlah Jaringan Komunikasi 31 1.64 Jumlah Perpustakaan (Unit) 32 1.65 Jumlah Pengunjungdi Perpustakaan Per Tahun (Pengunjung) 32
1.66 Jumlah Koleksi Buku Yang Tersedia di Perpustakaan Daerah (Buah) 32 1.67 Produktivitas Padl Atau Bahan Pangan Utama Lokal Lainnya Per
Hektar (Ton) 32 1.68 Kontribusi Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Terhadap
PDRB (%) 33 1.69 Kontribusi Sektor Pertambangan Terhadap PDRB (%) 33
1.70 Kunjungan Wisata Di Kabupaten Pacitan (Orang) 33 1.71 Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap PAD Di Kabupaten Pacitan
(Milyar) 34 1.72 Produksi Perikanan (Ton) 34
1.73 Konsumsi Ikan (Kg/Kap/Th) 34 1.74 Persentase Cakupan Bina Kelompok Nelayan/Pembudidaya/
Pengolahan Dan Pemasaran 34 1.75 Produksi Perikanan Kelompok Nelayan (Ton) 35
1.76 Kontribusi Sektor Perdagangan Terhadap PDRB (%) 35 1.77 Cakupan Bina Kelompok Pedagang/Usaha Informal 35 1.78 Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB (%) 35 1.79 Pertumbuhan Industri Kabupaten Pacitan 36 1.80 Cakupan Bina Kelompok Pengrajin Kabupaten Pacitan 36
1.81 Transmigrasi Swakarsa (orang) 36 1.82 Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Per Kapita (Rp) 37
1.83 Pengeluaran Konsumsi Non Pangan Per Kapita (Rp) 37
1.84 Persentase Nilai Tukar Petani 37 1.85 Rasio Panjang Jalan Per Jumlah Kendaraan 37
1.86 Jumlah Orang/Barang YangTerangkut Angkutan Umum (Penumpang) 38 1.87 Jumlah Orang/Barang Melalui Dermaga/ Bandara/ Terminal Per
Tahun (Penumpang/Buah) 38 1.88 Ketaatan Terhadap RTRW (%) 38 1.89 Luas Wilayah Produktif (%) 38 1.90 Luas Wilayah Industri (%) 38 1.91 Luas Wilayah Kebanjiran (%) 39 1.92 Luas Wilayah Kekeringan (%) 39 1.93 Luas Wilayah Perkotaan (%) 39 1.94 Jumlah Bank dan Cabang (Buah) 40
1.95 Jumlah Perusahaan Asuransi Dan Cabang (Buah) 40
1.96 Jumlah Restoran (Unit) 40 1.97 Jumlah Penginapan/Hotel (Buah) 40
1.98 Persentase Rumah Tangga (RT) Yang Menggunakan Air Bersih (%) 41
1.99 jumlah Rumah Tangga (RT) Yang Menggunakan Listrik (%) 41
1.100 Jumlah Demo 41 1.101 Lama Proses Perijinan (Hari) 42
1.102 Jumlah, Macam Pajak Dan Retribusi Daerah 42 1.103 Jumlah PERDA Yang Mendukung Iklim Usaha 43
1.104 Rasio Lulusan S1/S2/S3 43 1.105 Rasio Ketergantungan 43 1.106 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pacitan (%)
Tahun 2010-2014 44 1.107 Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 45
1.108 Nila! Dan Status Pembangunan Manusia 46
1.109 Indeks Pembangunan Manusia 46 1.110 Kondisi Saat Ini SIDa Kabupaten Pacitan Tahun 2016 47
1.111 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Kabupaten Pacitan Tahun
2016-2021 51 2.1 Misi, Tujuan Dan Sasaran Pembangunan Tahun 2016-2021
Kabupaten Pacitan 55 3.1 Kondisi SIDa Yang Akan Dicapai Kabupaten Pacitan Tahun 2021 56
4.1 Keterkaitan Visi Dan Misi Yang Berbasis Penguatan Sistem Inovasi 64 Daerah
4.2 Sasaran, Strategi Dan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten
Pacitan Tahun 2016 -2021 65 5.1 Tabel Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja
Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Tahun 2016 -2021 83 6,1 Rencana Aksi Program Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)
Kabupaten Pacitan Tahun 2016 -2021 92
DAFTAR GAMBAR
Gambar Judul Gambar Halaman
1.1 Peta Administrasi Kabupaten Pacitan 3 1.2 Luas Kabupaten Pacitan Menurut Kecamatan 4
DAFTAR GRAFIK
Grafik Judul Grafik Halaman
1.1 Laju Inflasi Kabupaten Pacitan (%) 13
1.2 Pendapatan Per Kapita (Rupiah) 13
1.3 Persentase Penduduk Miskin Dan Penduduk Di Atas Garis Kemiskinan
Tahun 2010-2014 14
1.4 Perkembangan IPM Kabupaten Padtan Tahun 2011 s.d. 2014 15
1.5 Angka Kriminalitas 15
1.6 Angka Usia Harapan Hidup Kabupaten Pacitan 16
1.7 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 19
1.8 Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat
Miskin (%) 20
1.9 Perkembangan Persentase Penduduk Miskin Dl Kabupaten Pacitan
Tahun 2010-2014 29
1.10 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pacitan (%)
Tahun 2010- 2014 44
1.11 Perkembangan Persentase Penduduk Miskin Di Kabupaten Pacitan
Tahun 2010-2014 45
BABI
KONDISI SIDa SAAT INI
Latar Belakang
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah tidak teriepas dari berbagai macam praktek-praktek peningkatan kesejahteraan masyarakat yang didorong dalam penciptaan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola Pemerintahan yang baik. Membangun Pemerintah Daerah berdaya saing saat ini, menjadi tuntutan dalam menghadapi tantangan global. Hal tersebut secara langsung memaksa Pemerintah Daerah menghadapi dan merespon secara tepat berbagai gejolak dan perubahan yang ditimbulkan. Dinamika perubahan tersebut, perlu diantisipasi dengan menyiapkan sekaligus memperkuat kelembagaan Pemerintah Daerah yang profesional dan berkompetensi tinggi.
Dengan demikian, Pemerintah Daerah perlu menemukenali berbagai praktek penyelenggaraan Pemerintahan Daerah baik itu berupa pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan tata kelola Pemerintahan yang baik, sehingga memiliki kemampuan berdaya saing. Inovasi menjadi aspek yang paling penting untuk menjaga penyelenggaraan Pemerint^an Daerah pada era global saat ini. Mengingat dengan inovasi dalam setiap mekanisme penyelenggaraan Pemerintahan daerah memiliki nilai guna yang cukup baik dalam penciptaan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan arah yang jelas bagi Pemerintah Daerah guna mendorong terciptanya berbagai Inovasi Daerah. Kebijakan Inovasi Daerah tersebut tidak hanya terbatas pada sektor Pemerintahan saja, tetapi juga merambah pada setiap sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, karena berbagai bentuk Inovasi Daerah datang dari aktor inovasi, yaitu : Kepala Daerah, Dewan Penvakilan Rakyat Daerah, Perangkat Daerah, Aparatur Sipil Negara dan Masyarakat, sehingga melalui kebijakan Inovasi Daerah tersebut menciptakan Pemerintah Daerah yang kompetitif.
Pada saat ini, masih banyak keluhan masyarakat terhadap pemberian pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola Pemerintahan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah masih berbiaya tinggi, memakan waktu cukup lama, dan pengelolaan birokrasi yang belum optimal
Untuk itu, perlu mendorong Pemerintah Daerah menciptakan berbagai kebaruan dalam setiap praktek penyelenggaraannya. Praktek- praktek tersebut merupakan titik tolak guna menghasilkan berbagai bentuk kebijakan, prosedur, dan tata kerja yang terbaharukan dalam mendukung laju kinerja penyelenggaraan Pemerintahan daerah. Hal ini, menjadikan Inovasi Daerah sebagai alat yang tepat dalam mengoptimalkannya.
Kebijakan Inovasi Daerah yang tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Riset dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) mendorong sekaligus mengupayakan Inovasi Daerah dalam berbagai praktek penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Kebijakan ini, mengupayakan timbulnya berbagai bentuk Inovasi Daerah dan sinergitas antar aktor Inovasi Daerah dengan peran masing-masing.
Guna mengimplementasikan kebijakan Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) tersebut, dibutuhkan perencanaan, dukungan sumberdaya,
dan komitmen yang tinggi dari Pemerintah Daerah. Untuk hal tersebut, perlu disusun suatu Peta Jalan {Roadmap] tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang sekaligus menindaklanjuti amanat dari Peraturan Bersama Menteri tersebut
Kabupaten Padtan yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Timur, memeriukan proses percepatan pembangunan ekonomi, agar dapat memenuhi kesejahteraan masyarakatnya serta memiliki daya saing yang unggul dari daerah lainnya. Hal tersebut mendorong Kabupaten Padtan mensinergikan berbagai macam praktek penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang Inovatif dalam mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021. Dengan demikian, pen)msunan Roadmap Penguatan SIDa menjadi langkah strategis dan penting bagi Pemerintah Kabupaten Padtan.
Sistem Inovasi Daerah (SIDa) merupakan suatu bentuk cara pandang/pendekatan pembangunan daerah yang dilakukan secara sistematis, inovatif, holistik dan berkelanjutan, dengan lebih menekankan kerja kolaboratif antar aktor inovasi di daerah dalam mendukung pembangunan daerah. Sistem Inovasi Daerah (SIDa) juga dapat dikatakan sebagai suatu kesatuan dari sehimpunan pelaku pembangunan, kelembagaan (termasuk kebijakan), serta hubungan interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan invensi, difusi dan inovasi, termasuk teknologi, dan praktek baik/terbaik serta proses pembelajarannya di Kabupaten Padtan.
Peta Jalan {Roadmap] adalah salah satu alat perencanaan berorientasi masa depan atau foresight yang merupakan perencanaan dinamis, sehingga mampu mengantisipasi dan mengelola perubahan.
Fores/^/itmelibatkan proses identifikasi masa depanyang diinginkan secara rasiona! dan menjadikannya sebagai dasar perencanaan di masa kini untuk mencapainya (BPPT, 2013). Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Padtan perlu menyiapkan berbagai pola dan langkah strategis dalam pelaksanaan Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) nantinya yang akan dirangkum dalam Roadmap Penguatan SIDa.
Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kabupaten Padtan akan mencerminkan 6 (enam) agenda kebijakan inovasi dalam bentuk indikator-indikator yang berkesesuaian. Pilar Prakarsa implementasinya terdiri atas Penguatan Sistem Inovasi Daerah, Penguatan Klaster Industri, Penguatan Jaringan Inovasi, Penguatan Teknoprener dan Pengembangan Tematlk Daerah akan mengerucut ke dalam serangkaian Kelitbangan / Inovasi Daerah dengan mengarahkan pada Bidang Fokus Penguatan SIDa Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021, yaitu
"PENGEMBANGAN AGRIBIS DAN PARIWISATA^
Dokumen Roadmap Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kabupaten Padtan Tahun 2016-2021 ini, merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen RPJMD Tahun 2016-2021 dan RKPD, yang akan menjadi dokumen acuan bagi seluruh program dan kegiatan kolaboratif di Kabupaten Padtan, yang melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan (stakeholders) dan Aktor Inovasi dengan peran dan fungsi masing-masing.
1.2 Gambaran Umum Daerah
l . Z l Aspek Geografi Dan Demografi
Aspek ini memberikan gambaran dan hasil analisis terhadap kondisi geografis Kabupaten Padtan yang mencakup karakteristik dan potensi pengembangan wilayah, kerentanan wilayah terhadap bencana, luas wilayah menurut batas administrasi Pemerintahan Kabupaten serta beberapa data/informasi lainnya,
1 . Karakteristik Lokasi Dan Wilayah
Kabupaten Padtan terletak di sebelah Barat Daya Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Sebelah Utara Kabupaten Padtan berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo [Jawa Timur) dan Kabupaten Wonogiri Qawa Tengah), sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek Qav/a Timur), sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah). Posisi koordinat Kabupaten Padtan terletak antara 7,55° - 8,17° Lintang Selatan dan 110,55° - 111,25° Bujur Timur. Batas wilayah Kabupaten Padtan sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah);
Sebelah Selatan : Samudera Indonesia;
Sebelah Barat : Kabupaten Wonogiri Qawa Tengah);
Sebelah Timur : Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur).
Gambar 1.1
Peta Administrasi Kabupaten Pacitan
Sumber: RTRW Kabupaten Padtan Tahun 2009-2018
Kabupaten Padtan memiliki luas wilayah 1.389,87 km^, dimana secara administratif terbagi atas 12 Kecamatan yang terdiri dari 5 Kelurahan dan 166 Desa Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Kecamatan Tulakan, yaitu 161,62 k m ^ Sedangkan Kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Sudimoro, yaitu seluas 71,86 km^.
Luas tanah sawah Kabupaten Padtan sebesar 130,15 km^ atau sekitar 9,36% dan luas tanah kering adalah 1.259,72 km^ atau sekitar 90,6%. Sebagian besar dari tanah sawah adalah sawah tadah hujan yang sebesar 51,53%, dan sebagian besar dari tanah kering adalah untuk
tanaman kayu-kayuan yang sebesar 35,89%. Berikut adalah gambar dan tabel tentang luas Kabupaten Pacitan, status dan letak geografis menurut Kecamatan, luas daerah Kabupaten Pacitan menurut jenisnya, jarak antar Kecamatan, luas tanah sawah menurut jenis pengairan, dan luas tanah kering menurut jenis penggunaan pada Tahun 2014.
Gambar 1.2
Luas Kabupaten Pacitan Mentuut Kecamatan
Ngadlrojo R Sudimoro 95.905; 6.90% 71.856; 5,17%
Tulakan 161.615; 11,63%
Donorojo 109.092; 7,85%
Punung 108.807; 7,83%
Tegalombo 149.257; 10,;
— n Bandar 117341; 8,44%
• Donorojo • Punung
^ Kebonagung • ArJosarJ n Tegalombo o Tulakan
n Pringkuku n Nawangan n Ngadirojo
Pringkuku 132.925; 9,56%
Pacitan 77,108; 5,5%
Kebonagung 124.847; 8,98%
I Pacitan 'Bandar
Sudimoro
Sumber: Pacitan Dalam Angka Kabupaten Padtan, Tahun 2015
Tabel 1.1
Status D a n Letak Geografis Menurut Kecamatan Tahun 2014
Kecamatan Jumlah D e s V K e l
Status Daerah Letak
Kecamatan Jumlah
D e s V K e l Kota Fedesaan Pantai Bukan Pantai
(1) _ (2) (3) (4) (5) (6)
1 Donorojo 12 12 3 9
2 Punung 13 1 12 13
3 Pringkuku 13 13 5 8
4 Padtan 25 15 10 3 22
5 Kebonagung 19 1 18 7 12
6 Arjosari 17 2 15 17
7 Nawangan 9 9 9
8 Bandar 8 1 7 8
9 Tegalombo 11 11 11
10 Tulakan 16 16 1 15
11 Ngadirojo 18 2 16 2 16
12 Sudimoro 10 10 4 6
Jumlah 171 22 149 25 146
Sumber: BPS Kabupaten Padtan, Tahun 2015
Tabel 1.2
Luas Daerah Kabupaten Pacitan Menurut Jenisnya (Km^) Tahun 2014 Kecamatan Tanah Sawah Tanah Kering Jumlah
(1) (2) (3)
1
A Donoroin 0,85 108,25 109,09
2 Punung 7,03 101,78 108,81
3 Pringlcuku 4,47 128,46 132,93
4 Padtan 12,07 65,04 77,11
5 Kebonagung 17,53 107,32 124,85
6 Arjosari 8,72 108,34 117,06
7 Nawangan 19,31 104,74 124,06
8 Bandar 16,77 100,57 117,34
9 Tegalombo 12,17 137,09 149,26
10 Tulakan 18,18 143,44 161,62
11 Ngadirojo 7,95 87,96 95,91
12 Sudimoro 5,12 66,74 71,86
Jumlah 130,15 L259,72 1389,87
Sumber: BPS Kabupaten Padtan, Tahim 2015
Tabell.3
Luas Tanah Sawah Menurut Jenis Fengairan (Ha) Tahim 2014
Kecamatan Irigasi Teknis
Irigasi 1/2 Teknis
Irigasi Sederhana
Tanah
Hujan Lainnya Jumlah
(1) (2) (3).. (4) (5) (6) (7)
1 Donorojo 84,49 84,49
2 Punung 57,00 18,75 81,15 546,08 70Z98
3 Pringkuku 36,00 260,00 150,80 446,80
4 Pacitan 64,32 325,10 203,41 613,70 1.206,53
5 Kebonagung 93,60 28530 480,40 89330 1.752,80
6 Arjosari 187,15 344,91 22,82 31739 872,17
7 Nawangan 177,00 440,00 1314,26 1.931,26
8 Bandar 460,00 67630 541,00 1.677,30
9 Tegalombo 145,68 171,84 180,67 718,55 1.216,74
10 Tulakan 25,25 92,25 58635 1.113,60 1.817,45
11 Ngadirojo 291,17 125,38 215,87 162,32 794,74
12 Sudimoro 93,28 167,02 251,70 512,00
Jumlah 864,17 2.13031 3313,99 6.707/)9 13.01536
Sumber: BPS Kabupaten Padtan, Tahun 2015
T a b e l l . 4
Luas Tanah Kering Menurut Jenis Penggunaan (Ha) Tahun 2014
Kecamatan
Tanah Untuk Bangunan
TcgaV Huma
Tan.
Kayu- kayuan
Hufan Rakyat,
Kebun
Uutan
Negara Lainnya Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Donorojo 195,10 78131 67877 8.38038 7730 71137 10.824,73 2 Punung 183,77 4.643,18 2394,46 2275,47 930 77149 10.177,67 3 Pringkuku 17137 2.29038 a35a96 610,47 17230 1.050,16 12845,74 4 Padtan 31035 1.693,72 2.637,21 78270 29930 780,66 6.5W34 5 Kebonagung 17830 3.036,45 4.94936 765,10 1435 1.78731 10.73137 6 Arjosari 16240 1.057,09 8.41638 57933 81,70 536,97 10.834,12 7 Nawangan 239,76 1.43034 6.85743 93270 7530 93834 10.474,27 8 Bandar 28332 2.68832 1.17937 438636 40940 91022 10.056,79 9 Tegalombo 29434 4.242,97 Z62933 5215,17 41,10 128634 13.708,95 10 Tulakan 54034 4342,61 Z98435 4.93135 134628 14344,03 11 Ngadirojo 40233 2406,16 2679,27 2506,16 1630 785JOS 8.79530 12 Sudimoro 190,95 1378,15 1355,99 3.404,13 1830 42637 6.67339 Jumlah 3.15333 2939038 45313,78 34.968,97 121425 11330,99 125,971,90 Sumber: BPS Kabupaten Padtan, Tahun 2015
Di Indonesia terdapac dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Selama Tahun 2014, musim penghujan di Kabupaten Pacitan terjadi pada bulan Januari-Juli dan bulan Nopember-Desember.
Diantara bulan tersebut, hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Januari dan bulan Desember, yaitu 25 hari hujan, Musim kemarau di Kabupaten Padtan terjadi pada bulan Agustus-Oktober. Bulan Desember mempunyai rata-rata curah hujan yang terbesar yaitu 23,80 mm^, sedangkan bulan dengan rata- rata curah hujan terkedl yaitu bulan Oktober sebesar 4,48 mm^. Air hujan ini mengalir melalui 3 sungai besar yang terdapat di Kabupaten Padtan, yaitu Sungai Grindulu, Sungai Lorok dan Sungai Baksoka. Berikut adalah tabel banyaknya hujan bulanan, hujan harian maximum, hari hujan dan rata- rata hujan per bulan.
Tabell,5
Banyaknya Hujan Bulanan, Hujan Harian Maximum, Hari H u j a n Dan Rata-Rata H u j a n PerBuIan
Bulan Hujan Bulanan
(mm)
Hujan Harian
(Hari) Hari Hujan Hujan Rata- Rata
(1) (2) (3) (4) (5)
01 Januari 494/X) 109,00 25,00 19,76
02 Februari 180,00 67,00 18,00 9,99
03 Maret 138JX) 63,00 1200 11,51
04 April mjoQ 75,00 13,00 11,06
05 Mei 30,00 31,20 4,00 7,54
06 Juni 11200 151,00 6,00 18,59
07 JuU 120,00 94,00 7,00 17,10
08 Agustus 14,00 28,00 200 6,98
09 September 0,00 0,00 0,00 0,00
10 Oktober 4,00 11,00 1,00 4,48
11 November 248X)0 16320 13,00 19,08
12 Desember 595JO0 23620 25,00 23,80
Sumber: BPS Kabupaten Pacitan, Tahun 2015
Tabel 1.6
Banyaknya Curah Hujan Per Bulan Menurut Kecamatan ( M m ^ Tahun 2014
Kecamatan Bnl an
Kecamatan
Jan Feb Mar A p r Mei Jun Jul Agt Sept O k l Nop Des (1) (2) (4) ^5) (6) F ) (8) ^9) (10)
m
(12) (13)1 Donorojo 432 260 193 284 82 34 10 202 467
2 Punung 387 127 91 129 35 87 86 15 340 549
3 Pringkuku 478 107 77 129 27 129 Go 5 290 552
4 Padtan 540 102 151 111 16 176 174 29 10 223 541 5 Kebonagung 606 135 87 165 50 261 266 78 17 330 703
6 Arjosari 634 236 113 182 17 42 40 10 5 254 638
7 Nawangan 492 226 180 137 45 269 32 0 262 629
8 Bandar 259 112 78 89 12 31 0 1 240 421
9 Tegalombo 429 154 114 243 44 91 17 8 153 576
10 Tulakan 570 217 142 93 61 90 211 0 5 289 610
11 Ngadirojo 543 240 134 113 45 61 244 0 11 277 740
12 Sudimoro 437 252 308 61 46 84 254 10 9 261 559
13 Kerti 543 143 81 125 5 72 43 17 210 750
14 Tahiman 567 206 185 153 32 106 38 0 142 597
TOTAL 6.917 2317 1.934 2.014 423 1362 1.676 1% 0 63 3.473 8332 Sumber: BPS Kabupaten Pacitan, Tahun 2015
Topografi Kabupaten Padtan sebagian besar berupa pegunungan dan perbuidtan, sehingga menjadikan penggunaan lahan yang ideal pada kawasan tersebut berupa kawasan hutan. Hal ini menyimpan potensi hutan
yang cukup besar. Dari potensi hutan ini sebagian akan dihasilkan berbagai jenis kayu yang tidak hanya diminati oleh masyarakat sekitar tetapi juga dipasarkan keluar Kabupaten Pacitan. Hutan di Kabupaten Padtan terbagi menjadi hutan produksi yang luasnya mencapai 87,89% dari luas hutan yang ada, sedangkan sisanya 12,10% adalah hutan lindung. Luas areal hutan rakyat meningkat dikarenakan adanya penanaman tanaman kajni-kayuan yang cukup besar terutama karena adanya kegiatan pengembangan baik dari dukungan APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN maupun bantuan dari mitra usaha, pembuatan bedengan tanaman secara swadaya dan pembuatan kebun bibit rakyat. Hal i n i mengindikaslkan bahwa kesadaran masyarakat untuk turut serta dalam pelestarian hutan semakin meningkat Berikut adalah kondisi topografi Kabupaten Padtan dapat dirind sebagai berikut;
a) Datar (kelas kelerengan 0-5%) dengan luas 55,59 km^ atau 4 % dari luas wilayah Kabupaten Pacitan;
b) Berombak (kelas kelerengan 6-10%) dengan luas 138,99 km^ atau 10%
dari luas wilayah Kabupaten Padtan;
c) Bergelombang (kelas kelerengan 11-30%) dengan luas 333,57 km^ atau 24% dari luas wilayah Kabupaten Padtan;
d) Berbukit (kelas kelerengan 31-50%) dengan luas 722,73 km2 atau 52%
dari luas wilayah Kabupaten Padtan;
e) Bergunung (kelas kelerengan > 52%) dengan luas 138,99 km^ atau 10%
dari luas wilayah Kabupaten Padtan.
Kandungan mineral di Kabupaten Padtan yang tercatat pada Dinas Pertambangan dan Energi bahwa Kabupaten Pacitan memiliki kandungan mineral berupa logam dan bukan logam yang tersebar pada beberapa Kecamatan dan Kelurahan atau Desa. Berikut adalah tabel potensi mineral Kabupaten Padtan Tahun 2015:
Tabel 1.7
Data Potensi Mineral Kabupaten Pacitan Tahun 2015
Jenis Mineral Volume (Ton) Lokasi (Dusun, Desa, Kecamatan
(1) (2)
Logam
1 Timah hitam / Timbal Hipotetik Gn. Tileng, Ngadirojo Hipotetik Kluwih, Tulakan
2 Mangan Hipotetik Pogangan-Pojok, Tegalomljo
Hipotetik Kemuning, Tegalombo Hipotetik Tahunan, Tegalombo Hipotetik Kledung, Bandar Hipotetik Ngunut Bandar
3 Tembaga Hipotetik Kasihan, Tegalombo
Hipotetik Gematiarjo, Tegalombo Hipotetik Fucangsewu, Padtan
4 Seng Hipotetik Pagerejo, Ngadirojo
5 Emas Hipotetik Pagerejo, Ngadirojo
Hipotetik Kebonsari, Punung Hipotetik Tinatar, Punung Hipotetik Mlati, Arjosari
6 Fasir besi Terkira 10493376 Sidomulyo, Ngadirojo Terkira 31500,252 Sendang, Donorojo
7 Batu besi Hipotetik Plumbungan,Kebonagung
Hipotetik Kembang, Pacitan Hipotetik Kasihan, Tegalombo
8 Timah putih Hipotetik Tanjung Lor, Ngadirojo
9 Nikel Hipotetik Pagerejo, Ngadirojo
Jenis Mineral Volome (Ton) Lokasi (Dosnn, Desa, Kecamatan
(1) (2) (3)
Bukan Logam
1 Dolomit Hipotebk Dadapan, Pringkuku*
reT' t 4_?"i
Hipotetik •rei T r e _ r i t
Tamperan, Pnngkuku 2 Gypsum re T J * - * * t
Hipotetik Gemahar]0, Tegalombo Hipotenk Mujing, Nawangan*
3 Bentonit ierlora IdZUUUUOO Punung, Punung Mendolo Kidul, Punung Mendolo Lor, Punung*
Mantren, Punung Pelem, Pnngkuku Glint^O'aiK^an. Prinokiiku Dnnnrm'o Donoroin Siikodono Donoroio Sekar, Donorojo 4 Kalsit Terkira 1202427 Pringkuku, Pringkuku
Tlubaniy Princkukti Piton Pununff
a a k\/ 4 * f a a a i a a a 11 i!i
Donorojo, Donorojo*
Sekar, Donorojo*
5 Zeolit Terkira 2653326 Bangunsari, Bandar Tamansari, Pringkuku*
6 Oker Hipotetik Kasihan, Tegalombo
Gemaharjo, Tegalomlx) Bandar, Bandar*
Sumber: Profd ESDM Dalam Angka Kabupaten Pacitan, Tahun 2015
2. Potensi Pengembangan Wilayah
Potensi pengembangan wilayah Kabupaten Pacitan tentang sektor yang memiliki keunggulan/kelemahan di wilayahnya menjadi penting.
Sektor yang memiliki keunggulan dan memiliki prospek yang lebih baik untuk dikembangkan dan diharapkan dapat mendorong sektor-sektor lain untuk berkembang di Kabupaten Pacitan. Potensi yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan secara umum dari berbagai komoditi Tahun 2011 - 2015 sebagai berikut:
1. Pertanian, meliputi komoditi ubi kayu, jagung, padi, kacang tanah, ubi jalar, pisang, jeruk siam / keprol^ janggelan, melinjo, jahe, kunyit, laos, temu lawak, kencur;
2. Tanaman perkebunan, meliputi komoditi kelapa, cengkeh, kopi, kakao, lada, aren, nilam;
3. Temak, meliputi sapi, kerbau, kambing, domba, ayam buras, ayam broiler, ayam ras petelur dan itik/entok;
4. Kehutanan, meliputi jati, mahoni, sengon laut, akasia, pinus, sono dan bambu, gmelina;
5. Energi dan Sumber Daya Mineral, terdiri d a r i : a. Batubara;
b. Mineral logam: timah putih, nikel, timah hitam, mangaan, tembaga, seng, emas, pasir besi, batu besi;
c Mineral bukan logam : batu gamping, dolomit, gypsum, bentonit, kalsit, zeolit, oker, phosfat, feldspar, kaolin, pasir kuarsa, toseW, pirophylit, fosil kayu, kalsedon/agate, kristal kuarsa, rijang, jasper;
d. Batuan : ballclay, manner, sirtu, batuan beku, trass, lempung/tanah liat
3. Wilayah Rawan Bencana
Bencana yang terdapat pada Kabupaten Pacitan berdasarkan data yang tercatat dalam Laporan Bencana Kabupaten Pacitan Tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan yaitu banjir, tanah longsor, angin topan. kebakaran, tanah ambles, pohon tumbang dan rumah roboh tersebar pada beberapa Kecamatan di Kabupaten Pacitan. Berikut adalah rincian jenis bencana pada beberapa Kecamatan di Kabupaten Padtan:
1. Banjir: Punung, Padtan, Kebonagung, Arjosari dan Ngadirojo;
2. Tanah Longsor : Donorojo, Punung, Padtan, Kebonagung, Arjosari, Nawangan, Bandar, Tegalombo, Tulakan, Ngadirojo dan Sudimoro;
3. Angin Topan: Padtan, Kebonagung, Bandar dan Sudimoro;
4. Kebakaran : Pringkulu, Padtan, Kebonagung, Arjosari, Nawangan, Bandar dan Tulakan;
5. Tanah Ambles: Arjosari;
6. Pohon Tumbang : Padtan, Kebonagung, Arjosari, Tegalombo dan Tulakan;
7. Rumah Roboh: Bandar.
4. Demografi
Perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Padtan selama 5 Tahun terakhir disajikan sebagaimana tabel berikut:
Tabel 13
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamln Tahun 2011 - 2015
Usia (Tahun)
2011 2012 2013 2014 2015
Usia
(Tahun) ¥
L r JDU f L
¥*
r jnu T L TB r jnu T I# •> r JDU ¥ L r Jml ¥ _ 1
0-4 19422 18.328 37.750 19.112 18.083 37.195 10.805 17329 36.634 18.487 17568
At r\t\nj 36 055 18140 10 902 35 432
5-9 19.607 18.560 38.167 19.455 18.435 37.890 19365 18300 37.6^ 19314 18,155 37.369 19.041 17 985
At tirV\t 37 026 10-14 22.139 20.799 42.938 21.907 20.596 42503 21364 20.342 41.976 21351 20.099 41,450 21.136 19 898 41 034
-re AmKAtMr
0-14 61.168 57.687 118B55 60.474 57.114 117388 51334 56.471 116375 59.052 55.822 114374 58.317 57175
W ' *At \t 113 492
% 25,00 20,70 21,85 22,72 20,42 21,54 19,28 20,13 21,22 22,02 19,84 20,91 21,69 2013 20 79
X t J
15-19 19955 18.213 38.168 20.037 18.170 38307 20.119 18.096 38.215 20.111 18.003 38.114 20.036 17 887
At - V V / 37923 20-24 17026
At t\J^\t 17522 34 548
t.rre»^TTv 16.998 17462 34460
hyK¥^\iA/ 17028
X f tSJAJtJ 17403 34 431 17051 17 357
At ^\t^f 34 408 17066
At AJi^J
17700 34 365 25-29 16.690 17.824 34.514 16.426 17.484 33.910 16,195 17.146 33341 16.003 16 865 32.868 IS 873 16 689 32 562
^x,^/Vx 30-34 16038
AKti\t^t\t 17325 33 363 15.826 1 7 1 ^
At t X ' " 32998
^^*.t lt*Lf 15.626 16992 32.618 15,416 16777
Avtl r t 32193
h/X>¥ X
15172
A*ttAt Aa
^AtSJtJKJ
35-39 19.368 21.273 40.641 19708 21.131 40.339 19.060 20.979 40.039 18337 20829
Xrt/< 39666
t,t.t.\l\j\j IS 646 20702 39 348
4CM4 21260 22596 43.856 21.282 22.589 43.711 21369 22312 43.781 21.173 22.390 43.563 21.028 22.233 43.261 45-49 21 21.811 42410 20.833 22120 42953 21.085 22.363 43,448 21.268 2Z547 43.815 21.387 22.664 44.051 5054 18218 19.483 37.701 18.524 20.114 38.638 18.080 20.655 39.463 19.058 21.145 40.203 19.329 21.602 40.931 55-59 15.900 15.457 31357 16.503 16.187 32690 17.070 16.957 34.027 17.548 17.696 35.244 17.960 18.339 36.299 6064 11.889 13.039 24.928 12463 13.374 25.837 13.124 13.771 26.895 13.746 14.291 28.055 14.356 14.954 24.310 15-64 156365 184.543 361.486 178.100 185.803 363.743 178.656 186374 366.258 180311 187.900 368.129 180.853 188357 364710 63,92 66,22 66,46 66,91 66,43 66,65 66,82 66,62 66,85 6770 66,80 67,00 67,26 66,48 66,80 65 ke atas 27.102 36.461 63.563 27.621 36.793 64.414 37.160 37.160 65.384 28.902 37.576 66.478 29.726 38.058 67.784
% 11,08 15.08 17,69 10,38 13,15 11,80 13,90 13,25 11,93 10,78 13,36 12,10 11,05 33,40 12,41
Jumlah 244635 278.691 543,904 266.195 279.710 545.745 267350 280305 547.917 268.165 281398 549.481 268396 284.090 545.986 Sumber: BPS Kabupaten Pacitan, Tahun 2016 (Realisasi dan Proyeksi Jumlah penduduk 2010 - 2020)
Tabel 1,9
Penduduk Usia Kerja (15 Tahun Ke Atas) Yang Bekeija Mentuut Lapangan Usaha Tahun 2011-2014
Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014
Lapangan Usaha
/o Jlllllldu /o JuJIUdil /o Pertanian 184.055 64,73 196.840 5835 229.008 68,61 228.860 66,28 Pertambangan dan
Penggalian
3.126 1,10 9.750 2,91 3.266 0,98 1.561 0,45
Industri 25.689 9,03 25.826 7,72 31.179 9,34 30.112 8,72 Listrik, Gas dan Air
bersih
-
0,00 1386 0,47 1327 0,40 419 0,12Konstruksi 11.786 4,14 25353 738 10309 3,24 16.742 4,85 Perdagangan, Hotel
dan Restoran
30.939 10,88 29.205 8,73 27.024 8,10 34.474 9,98 Angkutan dan
Telekomunikasi
3.407 1,20 6.079 132 3.736 1,12 5.459 1,58 Bank Persewaan dan
Jasa Perusahaan Z935 1,03 Z 8 n 0,84 1.555 0,47 3.255 0,94 Jasa-jasa 22.407 7,88 37.049 11,08 25.874 7,75 24.388 7,06 Jumlah 284344 100,00 334.499 10030 333.778 10030 345.270 100,00 Sumber: BPS Kabupaten Pacitan, Tahun 2015
1.2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Menggambarkan kinerja Pemerintah Kabupaten Padtan terkait kesejahteraan masyarakat, yang meliputi indikator-indikator kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial serta seni budaya dan olahraga.
1 . Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
a. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk mendptakan nilai tambah pada satu waktu tertentu. Penyajian PDRB menurut sektor dirind menurut total nilai tambah dari 17 sektor ekonomi yang mencakup sektor pertanian, kehutanan, perikanan; pertambangan dan penggalian; industri pengolahan; listrik, gas dan air bersih; pengadaan air, pengelolaan sampah; konstruksi; perdagangan besar dan eceran; transportasi dan pergudangan; penyediaan akomodasi dan makan minum; informasi dan komunikasi; jasa keuangan dan asuransi; real estate;
jasa perusahaan; administrasi Pemerintahan, pertahanan; jasa pendidikan; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa lainnya. Nilai PDRB Kabupaten Padtan Tahun 2014 baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2010, mengalami kenaikan di bandingkan dengan Tahun 2013. Data PDRB ADHB dan PDRB ADHK (2010) Kabupaten Padtan sebagaimana tabel berikut;