Prakata
Bismillahirrahmanirrahim.
Sudah bertahun-tahun saya menulis di blog dan cukup banyak seri tulisan yang sudah saya buat. Sempat ada keinginan untuk menyatukan tiap seri tulisan menjadi e-book supaya bisa dibaca secara lengkap dan utuh, hanya saja itu tidak jadi prioritas.
Kenapa? Draft yang belum selesai saja masih banyak yang menumpuk, demi apa saya harus menghabiskan waktu mengumpulkan tulisan demi tulisan itu, lalu membuatnya menjadi e-book yang nyaman dibaca?
Cerita berbeda muncul ketika saya mengikuti Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP). Apalagi di tahun 2021 ini KLIP mewajibkan pesertanya untuk menulis “skripsi” berupa
Tahun 2021 ini saya masih banyak menulis cerita dan pengalaman saya dengan suami dan satu anak selama dua tahun tinggal di New Zealand. Ada seputar kehidupan di Auckland, cerita menjalani masa pandemi di New Zealand, serta pengalaman traveling di New Zealand.
Dari beberapa tema itu, saya mengerucutkan isi kumpulan tulisan saya ke pengalaman road trip di New Zealand saja, lebih spesifik lagi yang dilakukan dengan campervan. Total kami pernah empat kali road trip dengan campervan, hanya saja baru cerita dua road trip yang sudah selesai saya tulis.
Walau belumlah tuntas, setidaknya kewajiban dari KLIP ini berhasil “memaksa” saya untuk membuat e-book yang dulu hanya ada dalam angan-angan. Selamat membaca dan semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembacanya.
Salam,
Reisha Humaira 15 Desember 2021
Daftar Isi
Prakata ... i
Daftar Isi ... iii
BAGIAN 1 Serba-Serbi Campervan ... 1
Persiapan Road Trip dengan Campervan ... 2
Hal-Hal Dasar yang Harus Diketahui Seputar Campervan ... 9
Energi, Air, dan Limbah di Campervan ... 17
Campground untuk Menginap dengan Campervan ... 27
Cara Booking Campervan di New Zealand ... 37
Aplikasi untuk Memudahkan Road Trip dengan Campervan ... 42
BAGIAN 2 Road Trip di South Island, Winter 2019 ... 53
Biaya Road Trip 6 Hari 5 Malam di South Island ... 60
Cruise di Milford Sound di Kala Hujan ... 63
Landscape Menakjubkan Antara Milford Sound dan Te Anau ... 83
Menyusuri Ujung Selatan Pulau Selatan ... 101
Mampir di Stirling Point dan Invercargill ... 105
Slope Point, Ujung Paling Selatan di South Island ... 111
Curio Bay, Salah Satu Pantai Indah di The Catlins ... 120
Nugget Point, Panorama Indah dari Lighthouse ... 123
Kunjungan Singkat di Kota Dunedin ... 130
Main Salju di Coronet Peak, Queenstown ... 147
Glenorchy dan Jejak The Lord of the Rings ... 168
BAGIAN 3 Road Trip di North Island, Spring 2019 ... 181
Itinerary Road Trip 4 Hari 3 Malam di North Island ... 182
Biaya Road Trip 4 Hari 3 Malam di North Island ... 187
Menuju Northland, dari Auckland Hingga Whangarei ... 189
Jalan Santai Mengelilingi Whangarei Falls ... 194
Cerita Tāne Mahuta, Si Pohon Kauri Terbesar di Dunia ... 200
Berkunjung ke Cape Reinga di Ujung Utara North Island ... 211
Sandboarding Seru di Te Paki Sand Dunes ... 225
Berkunjung Ke Ibukota Pertama New Zealand ... 244
BAGIAN 1
Serba-Serbi
Campervan
reisha.net
Persiapan Road Trip dengan Campervan
Katanya, cara terbaik untuk menikmati New Zealand adalah dengan road trip alias perjalanan darat. Dan dari pengalaman beberapa kali road trip di sana, pernyataan itu terasa benar adanya.
Road trip di New Zealand bisa dilakukan dengan mobil atau campervan. Namun road trip dengan campervan dijamin memberikan pengalaman yang lebih seru, menarik, dan memuaskan.
Jadi, sebelum melakukan road trip di New Zealand, apa aja ya yang mesti disiapkan? Saya coba rangkum ya berdasarkan pengalaman kami, semoga bermanfaat buat yang mau road trip juga.
Tentang SIM dan Menyetir di New Zealand
Di New Zealand, untuk izin mengemudi kita bisa pakai SIM A Indonesia, tapi harus didampingi dengan salah satu dari dokumen berikut:
§ Terjemahan SIM Indonesia yang dibuat di translator yang terdaftar di New Zealand Transport Agency (NZTA).
§ Surat keterangan dari KBRI Wellington.
§ SIM Internasional.
Cukup salah satunya aja yaa, itu fungsinya lebih ke arah terjemahan SIM asli. Buat turis dari Indonesia rasanya lebih praktis bawa SIM Internasional ya. Kami pun selama ini pakai SIM Internasional. Jadi saat road trip, dibawa deh SIM A Indonesia dan SIM Internasional.
Untuk setir mobil sendiri, mobil di New Zealand sama dengan mobil di Indonesia. Posisi setirnya di sebelah kanan, jalur jalan di sebelah kiri. Sama persis dengan di Indonesia, jadi ga bakal kagok.
Sebelum menyetir, pastikan udah tahu soal peraturan lalu lintas di New Zealand yaa, karena nyetir itu ga cukup cuma modal bisa nyetir, tapi kudu taat aturan juga. Yang perlu diperhatikan seperti: jangan menyetir melebihi batas kecepatan yang ditentukan, utamakan pejalan kaki, pahami mana yang merupakan jalan tol berbayar, dll.
Pakai campervan, apalagi kalau memilih campervan yang ukurannya lumayan gede, kata suami saya nyetirnya itu udah
Well, ga kok, ga mesti punya SIM B. Kami selama ini cukup pakai SIM A Indonesia dan SIM Internasional. Jadi ga perlu pusing soal SIM selama udah ada SIM untuk mobil.
Pahami Segala Hal Terkait Campervan
Untuk yang belum pernah pakai campervan, menurut saya ada baiknya banyak-banyak baca atau nonton video terkait campervan sebelum road trip. Tujuannya biar nanti ga bingung- bingung amat di hari H-nya, ga menghabiskan waktu banyak karena bingung ini itu.
Sebenarnya saat pengambilan campervan kita bakal dijelasin semua bagian yang ada di campervan. Tanpa cari-cari info alias langsung go show aja masih bisa survive kok selama road trip, huehe. Tapi tentu lebih baik kalau kita sudah punya basic knowledge sebelumnya.
Apa saja hal-hal penting yang perlu diketahui terkait campervan? Banyak sih, mulai dari di mana booking campervan- nya, bagaimana memilih campervan-nya, seperti apa hidup dengan campervan, dan sebagainya. Nanti saya jelaskan di bab berikutnya ya, hehe.
Pahami Wilayah yang Akan Dijelajahi
Ketika kita road trip menggunakan mobil, penting sekali rasanya untuk bikin itinerary yang jelas. Minimal ada rencana yang jelas rutenya ke mana, mau mampir ke mana aja, perjalanan dari satu tempat ke tempat berikutnya berapa lama, dan nanti akan
Salah satu kelebihan pakai campervan adalah fleksibel. Rute perjalanan kita bisa dibuat lebih fleksibel karena kita tidak terikat dengan booking-an penginapan. Kami pernah ganti rute di tengah perjalanan karena daerah yang akan dilewati tidak bagus cuacanya. Pernah juga nambah mampir ke tempat yang ga pernah direncanakan sebelumnya.
Jadi ketimbang bikin itinerary sedetail mungkin, menurut saya mending telusuri dulu deh Google Map, tandai tempat- tempat yang ingin dikunjungi, pahami opsi jalurnya bisa ke mana aja. Setelahnya baru deh bikin itinerary kasar, kira-kira hari pertama, kedua, dan seterusnya bakal ke mana aja. Saat eksekusinya nanti, kalau lancar sesuai itinerary ya alhamdulillah, kalau mau berubah ya ga masalah, ga bingung juga mending ke mana dulu.
Kebayang ga ya kira-kira maksudnya? Hehe.
Siapkan Perlengkapan yang Diperlukan
Road trip apalagi ke tempat yang jaraknya jauh, artinya bakal melewati perjalanan yang sangat panjang. Oleh karena itu penting banget untuk membawa peralatan dan perlengkapan yang cukup.
Dibanding road trip dengan mobil, saya merasa perlengkapan untuk road trip dengan campervan ini lebih santai, ga sebanyak bawaan saat pakai mobil. Kenapa? Karena di campervan biasanya sudah tersedia berbagai alat masak, alat makan, dan sebagainya. Jadi cukuplah bawa barang seperlunya saja.
Daftar barang yang perlu dibawa saat road trip dengan
§ Dokumen Penting
Yang harus dibawa jelas paspor semua anggota trip serta driving license (SIM A Indonesia + SIM Internasional).
§ Peta
Ada beberapa pilihan. Opsi pertama, pakai GPS navigator. Ada campervan yang menyewakan GPS (entah itu gratis karena kita pakai asuransi yang full cover, atau berbayar), dan ini membantu sekali saat nyetir. Cuma minusnya kadang susah nyari alamat berdasarkan nama tempatnya, beda dengan Google Maps soalnya.
Opsi kedua, pakai Google Maps, ini bisa jadi pelengkap GPS navigator juga. Pastikan sudah download offline map sebelum trip ya, berguna sekali saat melewati daerah yang ga ada sinyal. Opsi ketiga pakai peta manual. Di tempat pengambilan campervan kadang ada buku/brosur/peta wisata gratis, ambil aja, hehe.
§ Pakaian
Pakaian disesuaikan dengan musim yaa. Cek ramalan cuaca serta perkiraan suhunya, di musim apapun. Pilih pakaian yang nyaman sesuai selera masing-masing dan sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan. Jangan lupa bawa sajadah dan mukena buat yang muslim.
§ Obat-Obatan
Di campervan yang pernah kami sewa, sebenarnya ada disediakan 1 pack obat-obatan untuk pertolongan pertama.
Tapi kalau misalkan dipakai, mesti bayar. Jadi yaa daripada
Bawalah obat demam, obat untuk pencernaan, obat luka, dan minyak-minyakan.
§ Toiletries dkk.
Bawalah sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, dan portable bidet. Kalau handuk, di campervan yang pernah kami sewa sih selalu ada, tapi bisa aja di campervan lain beda. Silakan dipastikan dulu ke penyedianya, atau bawa aja handuk sendiri buat jaga-jaga. Skincare dan kosmetik silakan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
§ Barang Elektronik
HP dan charger-nya wajib dibawa lah ya. Kamera, charger baterainya, tripod, tongsis, power bank; sesuai kebutuhan.
Jangan lupa bawa terminal colokan serta adaptor/converter.
§ Perlengkapan Anak
Buat yang bawa anak, bawalah beberapa mainan anak, buku, dan perlengkapan lainnya supaya si anak tetap nyaman dan tidak bosan selama perjalanan.
Nah untuk makanan lebih enak pake campervan itu, karena ada kulkas dan dapurnya, jadi bisa masak tiap hari. Kita bisa lebih menghemat pengeluaran untuk makan selama road trip.
Buat yang merasa wajib makan nasi, bawa juga rice cooker kecil untuk memudahkan masak nasi.
Menyiapkan Anak untuk Road Trip
Terakhir nih, buat yang bakal bawa anak saat road trip, penting banget untuk sounding kepada anak seputar road trip-nya.
panjang, bisa kaget dan rewel dia nanti kalau sebelumnya ga tahu apa-apa, hehe.
Saat packing, saya membiasakan Akas untuk memilih sendiri mainan dan buku yang ingin dia bawa. Barang-barangnya juga dimasukin ke tasnya sendiri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait anak antara lain:
§ Sepanjang perjalanan, semua penumpang termasuk anak dan bayi mesti duduk di kursi dengan kondisi seat belt terpasang. Walau di dalamnya kayak rumah, kalau campervan-nya lagi jalan ya kita tetap aja ga boleh jalan mondar-mandir ataupun tidur di kasur.
§ Bayi dan anak mesti duduk di car seat atau booster seat.
Sesuaikan aja dengan usianya.
§ Saat memilih campervan, pastikan di campervan-nya bisa dipasangi car seat atau booster seat, soalnya ga semua bisa.
Biasanya ada keterangan semacam “not suitable for children”.
§ Saat menyusun itinerary, jangan lupa untuk mencari tempat main untuk anak ya. Jangan fokus ke tempat-tempat wisata menurut selera kita yang dewasa aja. Di New Zealand banyak kok playground di taman dan gratis, jadi bisa sempatkan untuk mampir di sana.
§ Selalu perhatikan kenyamanan anak. Kalau anak ga nyaman berada di tempat sempit, butuh tempat luas buat loncat- loncat misalnya, mungkin memang mending road trip pakai mobil dan nginap di penginapan aja.
reisha.net
Hal-Hal Dasar yang Harus
Diketahui Seputar Campervan
Mau road trip di New Zealand dengan campervan, tapi belum pernah sama sekali pakai campervan sebelumnya? Kebayang ga kira-kira gimana? Atau malah bingung? Hihi.
Kali ini saya bakal bahas lengkap apa saja yang perlu dipahami seputar campervan untuk road trip di New Zealand.
Jenis-Jenis Campervan
Di New Zealand ada banyak sekali brand penyedia campervan, 30 ada deh kayaknya. Ga usah saya jembrengin semua di sini lah ya, ahaha. Kalau yang sering kami lihat saat road trip itu di antaranya Apollo, Britz, Happy Campers, Jucy, Maui, Mighty, StarRV, dan Wilderness (urut abjad ya ini, bukan berdasarkan
Bentuk dan ukuran campervan bervariasi sekali, dan tiap brand pun menyediakan beberapa jenis campervan berbeda.
Tapi secara umum, campervan itu bisa dikelompokkan dalam dua kategori:
1. Self-Contained Campervan
Ini adalah campervan yang punya fasilitas untuk menyimpan limbahnya sendiri. Yang masuk tipe ini adalah campervan yang punya toilet, sink, serta tank penyimpanan air bersih dan air kotor. Biasanya di bodi campervan-nya ditempel stiker khusus bertanda “SELF CONTAINED”.
Kelebihan utamanya, tentu saja campervan tipe ini bisa menginap di campground manapun, termasuk campground yang tidak punya fasilitas sama sekali. Lalu di dalamnya biasanya
Kekurangannya, sewanya jelas lebih mahal dibanding yang bukan self-contained. Lalu karena ukurannya lebih besar, jadi mungkin lebih ribet nyetirnya, ga seleluasa mobil kalau mau belok apalagi balik arah. Juga butuh bahan bakar lebih banyak.
2. Non-Self-Contained Campervan
Ini kebalikannya self-contained campervan. Campervan ini masih bisa dipakai untuk tidur di dalamnya, tapi ga bisa handle limbahnya sendiri.
Kelebihannya, sewanya pasti lebih murah. Nyetirnya lebih gampang karena ukurannya lebih kecil. Lebih hemat bahan bakar juga.
Kekurangannya, dengan campervan tipe ini kita tidak bisa menginap di semua campground. Jadi kita cuma bisa menginap di campground yang memperbolehkan saja. Freedom camping is a big no-no pokoknya, kalau nekat ntar bakal kena denda. Concern- nya lebih ke limbah sebenarnya, karena tanpa toilet dan air bersih, ya ntar mau buang air di mana kan? Buang air sembarangan di alam ya sama aja dengan mencemari lingkungan.
Jadi pilih mana? Kalau mau puas road trip-nya, ya saran saya pilih self-contained campervan tentu saja, hehe.
Tips Memilih Campervan
Saking banyaknya brand dan jenis kendaraannya, awal-awal pasti bingung sendiri gimana milihnya, hehe. Untuk memudahkan, awal-awal filter dulu aja. Persempit pilihan
1. Jumlah Traveler
Kita mesti pilih campervan yang jumlah seat-nya sama atau lebih banyak dari jumlah orang yang bakal ikutan. Bayi dan anak-anak tetap dihitung per orang yaa. Biasanya campervan-nya pakai istilah 2 berth, 3 berth, 4 berth, dan seterusnya.
2. Ada Toilet atau Tidak
Ini kaitannya dengan self-contained atau non-self-contained yang udah dijelasin di atas.
3. Ada Shower atau Tidak
Campervan ada yang punya toilet saja tanpa shower, ada juga yang punya shower. Kalau punya shower tentunya kita bisa mandi di dalamnya. Kalau ga ada berarti mandinya mesti di
4. Automatic atau Manual
Kalau suami saya selalu pilih yang automatic biar lebih gampang nyetirnya, hehe.
5. Brand
Ini biasanya lebih ke kualitas layanan, apakah banyak yang pakai, dan gimana review orang. Jadi jangan lupa baca- baca review orang ya soal campervan yang mau disewa.
6. Usia Kendaraan
Saran saya jangan pilih campervan yang udah tua umurnya, kadang ada aja masalahnya.
7. Budget
Yaa buat kita yang ga punya pohon uang ini, ujung- ujungnya budget bakal sangat menentukan ya, ahaha.
Bagian Luar (Eksterior) Campervan
Penampakan luar campervan bisa lihat sendiri ya dari foto-foto yang ada di sini ataupun di internet, hehe. Tapi di luar campervan biasanya ada beberapa pintu kecil yang perlu diperhatikan fungsinya, seperti:
§ Tempat untuk mengisikan bahan bakar. Ingat posisinya di mana dan siap-siap mengisi bahan bakar sendiri.
§ Tempat untuk colokin kabel listrik saat menginap di powered site campground.
§ Tempat untuk menaruh tabung gas. Pahami cara membuka dan menutup aliran gasnya.
§ Tempat untuk menaruh toilet cassette. Kotoran dari BAB dan BAK masuk semua ke toilet cassette. Pahami cara melepas dan memasangnya kembali.
§ Kompartemen lainnya, tergantung model campervan.
Biasanya ada pintu kecil untuk akses ke tempat penyimpanan kabel listrik, selang air, ataupun barang lainnya.
Bagian Dalam (Interior) Campervan
Selama ini kami selalu booking campervan yang ada toilet dan shower-nya. Di dalam campervan seperti ini, isi terbilang lengkap. Ruang yang ada di dalamnya yakni:
§ Tempat tidur. Ada yang tempat tidurnya udah fix posisinya, udah berupa kasur. Ada juga yang berupa sofa tapi nanti bisa disusun jadi tempat tidur malam hari sebelum tidur. Ini
§ Tempat duduk dan meja. Ada yang hanya punya kursi penumpang. Ada juga yang punya tambahan tempat duduk seperti sofa. Ada juga yang tempat duduknya bisa dijadikan tempat tidur. Meja (misal butuh untuk makan) bisa dilepas- pasang.
§ Lemari dan rak penyimpanan barang. Selama road trip kami selalu mengeluarkan barang-barang dari koper dan menyimpannya di lemari yang tersedia biar ga ribet bolak- balik buka koper.
§ Dapur. Minimal ada kompor gas dengan 2-4 tungku, kulkas, sink untuk tempat cuci piring, dan rangehood. Kadang ada juga yang kompornya punya oven serta microwave.
§ Toilet. Toiletnya berupa toilet duduk, dan lubangnya itu langsung nyambung ke toilet cassette.
§ Shower. Sejauh ini yang kami sewa toilet dan shower-nya nyatu dalam satu ruang. Kadang udah ada wastafel kecil juga di dalamnya.
Selain itu, juga sudah tersedia berbagai peralatan dan perlengkapan, seperti:
§ Bantal, selimut, handuk, dan sprei. Disediakan tapi pasang sendiri ke kasur dan bantalnya.
§ Peralatan makan. Udah lengkap, dari piring, mangkok, gelas, sendok, dan garpu.
§ Peralatan masak. Lengkap juga, dari wajan, panci, ketel air, pisau, sutil, talenan, serbet, serta sponge dan sabun cuci piring. Juga ada teko listrik dan toaster.
§ Peralatan untuk kamar mandi. Disediakan ember, tisu toilet, keset, toilet chemicals, dan tali untuk jemuran.
§ Obat-obatan. Ini tersedia dalam satu kotak sendiri, kondisi baru dan belum dibuka. Tapi kalau dipakai nanti kita mesti bayar. Saran saya bawa obat-obatan pribadi sendiri aja.
§ Peralatan piknik. Misalnya kursi dan meja piknik serta alat untuk BBQ. Ini extra items sih tapi. Bisa dipesan, bisa tidak.
reisha.net
Energi, Air, dan Limbah di Campervan
Memakai campervan itu ibarat membawa rumah mini untuk jalan-jalan. Kita butuh listrik, air, dan gas. Tak lupa juga, sampah dan limbah yang kita hasilkan juga mesti dikelola dengan baik.
Listrik di Campervan
Kita mana bisa lah ya liburan tanpa listrik. Listrik di dalam campervan yang pernah kami sewa bisa berasal dari dua sumber:
1. House Battery
Listriknya dari baterai internal yang ada di campervan.
Kapasitasnya terbatas, tapi house battery ini bakal di-charge tiap mesin mobil menyala. Jadi biasanya setelah jalan seharian,
Tapi dengan house battery ini saja, listrik hanya bisa digunakan untuk kulkas, lampu, water pump, rangehood, dan colokan USB. Alat-alat yang pakai listrik gede ga bisa dipakai.
2. 240V Power
Kalau ini didapat dari aliran listrik, jadi kita bisa pakai listrik sepuasnya. Listrik ini didapat dari powered site yang hanya tersedia di campground berbayar. Di situ kita colokin kabel listrik dari campervan ke colokan yang disediakan.
Kalau mau menghemat biaya, minimalkan menginap di campground berbayar. Menginaplah di powered site hanya pada saat benar-benar butuh listrik atau memang ga ada opsi lain lagi di sana.
Bahan Bakar untuk Campervan
Campervan ada yang menggunakan bahan bakar petrol (bensin), tapi biasanya yang ukurannya kecil aja. Sebagian besar lainnya menggunakan diesel (solar). SPBU di New Zealand ada banyak pilihan, seperti BP, Caltex, Challenge, Gull, Mobil, Pak ‘n Save, Waitomo, dan Z.
Harga petrol di New Zealand sekitar NZ$2.30/liter, ini udah termasuk pajak. Sementara harga diesel sekitar NZ$1.60/liter.
Harga diesel ini tanpa pajak, tapi nanti kita akan dikenakan road user charges (RUC). RUC dibayarkan pada saat pengembalian campervan. Biayanya dihitung berdasarkan jenis kendaraan dan jarak tempuh per 1.000 km.
Saya ga bisa generalisasi beli bahan bakar yang murah di
dibanding kota besar. Lalu mengalami sendiri, bahan bakar di Greymouth lebih mahal dibanding di Christchurch, padahal Christchurch tergolong kota besar. Jadi yaa bandingkan sendiri aja nanti, tiap lewat SPBU diingat-ingat harganya di kisaran berapa, hehe.
Gas di Campervan
Gas terutama digunakan untuk memasak. Ada juga campervan yang menggunakan gas sekalian untuk heater. Saat campervan berjalan, aliran gas mesti ditutup. Biasanya kami hanya buka aliran gas saat memasak dan saat menginap.
Pada saat campervan diambil, tabung gas terisi penuh. Saat pengembalian, harus diisi penuh lagi. Untuk mendapatkan gas yang full lagi bisa dilakukan dengan dua cara:
§ Refill, ini sistemnya tabung gas kita diisi tambahan gas biar full lagi. Kalau gas ga dipakai sampai habis, paling hemat pakai cara ini, tapi tidak semua SPBU atau tempat pengisian gas punya fasilitas ini. Jadi mending tanyain dulu.
§ Bottle swap, ini sistemnya kayak di Indonesia, kita ganti tabung gasnya dengan yang baru. Bayarnya tetap satu tabung penuh walaupun tabung sebelumnya belum kosong.
Heater di Campervan
Heater ini jadi concern banget buat saya, apalagi dulu pertama kali road trip dengan campervan itu di musim dingin. Kalaupun musim panas, di South Island tetap butuh heater sih soalnya malam kadang dingin juga di sana.
Dulu saya sempat bingung sekali soal heater ini. Baca blog
pakai gas, soalnya kalo yang pake diesel jadi boros bahan bakar dan mesin mesti menyala. Bahkan ada yang bilang kalau bukan gas heater, berarti mesti nginap di powered site terus. Lah.
Masa iya. Setelah dijalani sendiri, ternyata ga tuh, heuu.
Campervan yang pakai gas heater itu seperti Wilderness. Di campervan yang tidak pakai gas heater, ada dua jenis heater yang tersedia:
§ Diesel Heater. Ini bawaan campervan-nya. Betul kerjanya butuh diesel, tapi diesel-nya kepakai untuk nyalain beberapa menit di awal aja. Dan mesin ga mesti nyala tuh. Sisanya pakai house battery deh kalo ga salah. Kalau pakai diesel heater ini pastikan tersedia diesel minimal 1/4 tank.
§ Portable Heater. Ini heater listrik kecil, biasanya termasuk extra item saat booking campervan. Nyalainnya mesti pake listrik 240V, jadi saat berada di powered site, kami selalu pakai heater ini. Mayan kan jadi ga kepake diesel-nya.
Pengalaman kami dengan diesel heater di non-powered site saat winter, heater-nya nyala semalaman, alhasil pagi subuh house battery udah abis. Listrik mati, heater mati, gelap gulita deh, ahaha. Tapi santai aja, tinggal nyalain mesin juga nyala lagi listriknya. Sekalian aja cicil jalan sambil charge house battery lagi.
Kadang diesel heater-nya terasa kurang hangat, tapi saat winter mah di dalam campervan pun kami tetap pakai baju berlapis plus kaos kaki. Jadi ga gitu masalah. Tidur pun tetap nyaman karena ada selimut tebal.
Penggunaan Air Bersih di Campervan
Walau ada dapur, toilet, dan shower, saran saya sebaiknya penggunaan air selalu dihemat, jangan samain dengan di rumah.
Tujuannya biar ga perlu sering-sering isi air bersih dan buang air kotor serta isi toilet, ngabisin waktu soalnya.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghemat air:
§ Buka keran air seperlunya saja, kecilin, jangan buka maksimum.
§ Minimalkan penggunaan alat masak dan alat makan biar ga banyak yang mesti dicuci.
§ Selagi masih ada toilet umum, mending BAK dan BAB di toilet umum aja. Lebih nyaman di toilet umum juga sih
§ Saat mandi, kecilin juga shower-nya. Ga mandi tiap hari juga ga apa-apa kok, apalagi di musim dingin, ahaha.
§ Kalau menginap di campground yang ada fasilitas toilet, shower, atau dapur, manfaatkan fasilitas yang ada di campground semaksimal mungkin.
Kalau merasa lebih nyaman byar-byur seperti biasa ga apa- apa juga sih. Tinggal alokasikan aja waktu buat ngurusin air bersih dan air kotor itu setiap hari.
Mengelola Limbah di Campervan
Pakai campervan artinya kita mesti kelola limbah sendiri.
Limbah yang kita hasilkan tentunya ga mungkin disimpan selamanya di campervan. Limbah bisa dibuang di dump
kasih donasi seikhlasnya. Memang disediain banget pokoknya fasilitas untuk traveler yang road trip ituh.
Di dump station kita bisa isi ulang air bersih dan buang limbah. Limbah yang dimaksud ada dua:
1. Grey Water
Yakni air kotor dari shower dan sink. Buangnya langsung aja ke lubang yang tersedia di dump station. Ada yang lubangnya berupa gorong-gorong, jadi tinggal parkirin campervan di atasnya, buka saluran pembuangan air kotor, beres deh. Kadang ada yang lubangnya ga bisa dilewati campervan, jadi mesti sambungin selang tambahan untuk alirin airnya ke situ.
2. Black Water
Yakni kotoran dari BAB dan BAK. Dulu kebayangnya malesin banget bagian ini, cemmana itu bau dan wujudnya, ahaha. Tapi ternyata ga semengerikan yang dibayangin, alhamdulillah. Kita sudah dibekali dengan toilet chemicals, yakni bahan kimia berwarna biru atau hijau yang ajaib, yang bakal menghancurkan 3P (pee, poo, and (toilet) paper) dan menghilangkan bau asli kotorannya. Jadi saat dibuang nanti, keluarnya udah berupa cairan berwarna biru atau hijau tua gitu, ga ada bongkahan- bongkahan kotoran lagi, hihi.
Namun demikian, buat yang mau campervan-an sama teman, ini bisa jadi pertimbangan juga, karena salah satu dari kalian mesti buangin kotoran orang lain, ahaha. Atau kalau ga mau berurusan dengan black water ini, berarti jangan pernah pakai toilet di campervan, hehe.
Seberapa sering harus ke dump station? Ini tergantung pemakaian air dan toilet yaa. Yang penting jangan sampai kehabisan air bersih, butuh soalnya kan. Juga jangan sampai tank air kotor dan toilet cassette penuh, kalau sampai melimpah repot lagi ntar. Kami dengan pemakaian yang dihemat-hemat, biasanya mampir ke dump station tiap dua hari sekali.
reisha.net
Campground untuk Menginap dengan Campervan
“Kalau road trip pakai campervan di New Zealand, parkir nginapnya di mana? Bisa di mana aja atau ada tempat khusus?”
Biasanya ini nih salah satu hal yang ditanyakan seputar road trip dengan campervan. Pakai campervan bukan berarti bisa berhenti dan menginap di mana saja sesuka kita. Kita hanya boleh menginap di campground (ada juga yang menyebutnya dengan campsite) yang tersedia.
Hal yang juga cukup sering saya dengar, bahwa kalau pakai campervan itu kita bisa menginap di alam dengan pemandangan yang indah, yang ga akan pernah kita dapatkan dari penginapan ataupun hotel. Yaa ada benarnya, tapi ga selalu seperti itu juga sih, hehe.
free campground. Fasilitas yang dimaksud seperti: toilet, shower, dapur, laundry, air minum, wifi, power, dump station, meja piknik, BBQ, playground, kabin penginapan, dll.
Paid Campground di New Zealand
Kelompok ini adalah campground yang berbayar dan biasanya tergolong mahal. Paid campground ini kebanyakan berupa holiday park.
Holiday
ParkHoliday park ini bisa dibilang penginapan yang komplit sekali untuk liburan di New Zealand. Fasilitasnya banyak seperti:
toilet, shower, dapur, laundry, air minum, wifi, power, dump station, meja piknik, BBQ, playground, kabin penginapan, dll.
Dengan fasilitas lengkap begitu, holiday park bisa digunakan oleh siapapun, tidak hanya oleh yang sedang road trip dengan campervan. Jadi buat yang road trip dengan mobil biasa, atau dengan campervan yang tidak self-contained, holiday park bisa dijadikan pilihan tempat menginap.
Biaya menginap di holiday park ini bervariasi sekali, biasanya dihitung per jumlah orang yang menginap, bukan per campervan. Kalo yang top dan lokasinya di daerah turis banget biasanya mahal. Range harganya di kisaran $15-80 per orang.
Kami biasanya memilih holiday park hanya jika tidak ada pilihan lain, biar hemat, hehe.
Holiday park yang pernah kami coba sebagai berikut.
§ Getaway Te Anau Holiday Park & Apartments. Lokasinya tak jauh dari Lake Te Anau. Saat itu powered site untuk 2 dewasa dan 1 anak total dikenakan biaya $55.08. Ini udah yang paling murah dibanding holiday park lain di Te Anau kalau ga salah.
Nah mumpung udah di holiday park, saya sekalian masak di dapurnya aja. Masak di dapur yang luas jelas lebih nyaman soalnya dibanding masak di dalam campervan yang sempit, hehe.
§ Lake Tekapo Motels & Holiday Park. Lokasinya di dekat Lake Tekapo, dari campground-nya udah terlihat view danau cantiknya. Biaya powered site di sana per orang dewasa $27, anak $15.
§ Houhora Heads (Wagener) Holiday Park. Lokasinya di Houhora, Northland. Kami nginap di sana saat mau ke Cape Reinga. Total biaya yang kami keluarkan saat itu $46.89.
§ Waitangi Holiday Park. Lokasinya di Paihia, Northland.
Waktu itu pengen cari campground gratis tapi di Northland ternyata banyak yang tutup. Saya ga ingat biaya normalnya berapa, di catatan saya cuma tertulis $30 karena ada promo aplikasi CamperMate.
Low-cost Campground di New Zealand
Sesuai namanya, kelompok ini adalah campground berbayar tapi umumnya biayanya lebih murah.
Fasilitas di low-cost campground tidak terlalu banyak, atau bahkan sedikit. Powered site tidak selalu ada, mesti cek dulu.
Low-cost campground biasanya jadi pilihan kami ketika butuh powered site. Butuhnya untuk masak nasi dengan rice cooker (yes, kami bawa rice cooker kalau road trip, wkwk) dan nge- charge baterai kamera. Untuk dua hal ini, campervan yang kami pakai mesti nyolok ke powered site.
Tipe low-cost campground yang sudah pernah kami coba sebagai berikut.
DOC Campsite
DOC Campsite adalah campsite yang dikelola oleh Department of Conservation (lembaga yang mengurus warisan alam dan sejarah di New Zealand). DOC Campsite ini ada yang gratis, ada juga yang berbayar, dan umumnya ga ada powered site.
DOC Campsite yang pernah kami coba antara lain:
§ Cameron Flat Campsite. Lokasinya tak begitu jauh dari Blue Pools. Di sana biayanya per orang dewasa $8, anak (5-17
salah toiletnya yang langsung ke lubang penampungan gitu, bukan toilet dengan flush kayak di rumah, heuheu.
§ Cascade Creek Campsite. Lokasinya di daerah di antara Te Anau dan Milford Sound. Biaya per orangnya dewasa $15, anak (5-17 tahun) $7.5, anak (< 4 tahun) gratis. Ini campsite- nya luas banget, pilihan yang oke buat yang mau ke Milford Sound.
Oia di DOC Campsite ini kita register dan bayar secara mandiri, ga ada resepsionis kayak di holiday park. Di sana disediakan plastik zip lock berisi registration slip. Di registration slip itu kita isikan data yang diminta, ambil potongan kecilnya untuk dipasang di jendela campervan. Uangnya dimasukkan ke dalam zip lock lalu dimasukkan ke kotak yang disediakan. Bayarnya sebelum menginap ya dan mesti uang cash. Ga ada uang
Private Campsite/Camping Ground
Kalau yang sebelumnya dikelola pemerintah, kali ini sebut saja dikelola swasta. Fasilitasnya ga sebanyak holiday park dan lebih banyak area untuk campground.
Yang sudah pernah kami coba antara lain:
§ Hillview Campsite. Lokasinya sekitar 16 km dari Nugget Point Lighthouse. Lahannya luas, nuansa farm banget, ada sapi dan dombanya juga di sana. Biaya powered site-nya $10 per orang. Ada toilet, shower, dan dapur.
§ Glenorchy Hotel. Ini lokasinya berupa tempat parkir di halaman hotel tersebut. Biayanya $12 saja untuk powered site, tapi mereka hanya menerima campervan self-contained yang punya toilet dan shower. Kayaknya tujuannya biar orang ga
powered site termurah yang kami temukan sepanjang road trip. Pilihan yang oke banget jika mau muter-muter Glenorchy dan Queenstown.
Paid Private Driveway
Sebelumnya saya ga pernah kebayang ada tempat nginap campervan model begini. Simpelnya ini tuh halaman rumah yang disewakan oleh pemilik rumahnya. Jadi kita parkir campervan literally di halaman rumah orang.
Dulu saya nemu begitu butuh cari campground di Christchurch. Kalo udah di kota besar biasanya ga ada campground gratisan, jadi opsinya cuma yang berbayar. Saya cek deh itu satu per satu di tengah kota mana yang biayanya murah dan punya powered site, akhirnya ketemulah dengan Diana’s
Diana’s Driveway ini cuma bisa menampung satu campervan. Biayanya $25. Listriknya dicolokin ke rumahnya.
Waktu itu listriknya sempat mati gara-gara saya masak nasi di rice cooker lalu pake microwave di saat yang sama, wkwk. Yah maklum aja lah ya, listrik rumahan kan ga segede listrik penginapan atau hotel.
Free Campground di New Zealand
Sampailah kita ke kelompok yang pasti disukai traveler dengan budget terbatas, haha. Ini campground yang gratis, ga perlu bayar apapun ketika menginap di sana. Gratis, tapi fasilitasnya minim (paling cuma ada toilet) atau tidak ada sama sekali.
Campground gratis ini juga banyak yang lokasinya di alam
karena gratis dan minim fasilitas, yang diperbolehkan menginap di sana hanya campervan yang self-contained. Dan yang lokasinya bagus itu biasanya aksesnya mayan jauh dari peradaban #halah.
Berikut free campground yang pernah kami coba, yang B aja hingga yang kudu banget coba nginap di sana ada, hihi.
§ Winton Free Camping Area. Ini berupa lahan parkir di Winton. Ga ada fasilitas apapun. Dulu kami nginap di sana abis dari Milford Sound, dan besoknya mau ke wilayah The Catlins.
§ Pinders Pond. Ini lahan camping, tapi kami bahkan ga lihat wujudnya kayak apa, karena kami sampai di sana saat udah malam dan pergi lagi ketika pagi masih gelap. Nginap di sana abis dari Dunedin, besoknya menuju Queenstown. Yang tak terlupakan dari campground ini adalah: malam itu langit cerah banget dan sejauh mata memandang semuanya penuh dengan bintang. Milky Way rupanya tepat di atas kami.
Masya Allah indah banget.
§ Onerahi Beach Road Reserve. Ini lahan parkir di dekat Onerahi Beach, nginap di sana saat ke Whangarei, Northland.
Ada toilet umum yang bagus dan cukup luas, serta playground. Waktu kami nginap di sana, lagi hujan badai donk. Campervan aja kerasa goyang-goyang karena anginnya. Sempat khawatir kalo air laut bakal naik, tapi alhamdulillah aman.
§ Lake Pukaki Reserve. Pertama kali ke sana, kami ambil lokasi yang tidak begitu jauh dari jalan raya. Tidak terlalu berkesan.
harinya barulah kami tahu bahwa area campground-nya luas banget dan masih banyak spot yang lokasinya nanjak dikit ke atas bukit. Dan dari situ terhamparlah pemandangan Lake Pukaki dikeliling perbukitan bersalju hingga Mt. Cook. The best! Kami akhirnya menginap lagi di sana dan tepat di atas danau ada Milky Way juga rupanya. Hari itu pemandangan malam terbaik yang pernah saya lihat selama di New Zealand. Kalau kamu road trip di South Island, wajib coba deh nginap di sini.
§ Ahuriri Bridge Campsite. Ini DOC Campsite, mayan luas, dan ada toiletnya. Dulu nginap di sana abis dari Queenstown.
§ McMillan Road. Ini bentuknya berupa sepetak lahan kosong di pinggir pantai. Lahannya ga gitu luas, tapi waktu itu mayan banyak yang nginap di sana, jadi mepet-mepet gitu deh parkirnya. Nginap di sana pas mau ke Punakaiki Pancake Rocks and Blowholes.
§ Kawarau Bridge Historic Reserve. Ini lahan parkir di dekat Kawarau Bridge yang biasa dipakai untuk bungee jumping itu.
Buat yang mau bungee jumping oke banget nih nginap di sini, dan ini free campground terdekat ke Queenstown.
reisha.net
Cara Booking Campervan di New Zealand
Booking campervan di mana ya yang aman dan terpercaya? Ga mau donk ya kena tipu, heuheu.
Cara booking campervan sebenarnya tidaklah sulit, cukup dilakukan secara online. Hal yang perlu disiapkan untuk booking campervan juga ga ribet kok, cuma butuh:
1. SIM. Saat booking kita bakal ditanyai nomor SIM. Untuk campervan, cukup pakai SIM mobil kok walau ukuran campervan-nya agak mirip truk, hehe. Jadi, siapkan SIM A Indonesia, ditambah SIM Internasional atau terjemahan dari SIM A.
2. Kartu kredit. Pilihan pembayaran yang tersedia biasanya hanya kartu kredit, ga bisa transfer bank yaa, hehe.
Saat pertama kali booking campervan, biasanya bingung donk ya yang aman dan bisa dipercaya itu di mana.
Sepengetahuan kami, booking campervan bisa dilakukan melalui tiga cara berikut.
Booking Melalui Website Brand Campervan
Di New Zealand ada banyak sekali brand penyedia campervan.
Yang sering kami lihat saat road trip itu di antaranya Apollo, Britz, Happy Campers, Jucy, Maui, Mighty, StarRV, dan Wilderness (urut abjad ya ini, hehe).
Di website tiap brand itu biasanya udah ada fitur untuk booking, jadi bisa banget langsung booking di sana. Kelebihan pakai cara ini adalah kita terhubung langsung dengan pihak campervan yang akan kita sewa. Kekurangannya, di sana jarang ada diskon, jadi saya kurang rekomendasikan, hihi. Kecuali kalau mau pakai Wilderness kali ya, tampaknya opsinya Cuma booking langsung via website-nya.
Booking Melalui Rankers
Rankers adalah website yang menyediakan informasi, review, aplikasi, dan fasilitas mencarikan mobil dan campervan untuk traveling di New Zealand. Untuk booking mobil dan campervan, sistemnya dengan request quotes.
Caranya, di website Rankers klik link untuk campervan quotes, nanti akan muncul form. Isikan data yang diperlukan, yakni tanggal dan tempat untuk pick up dan drop off campervan.
Nanti akan ada CS dari Rankers yang akan komunikasi dengan kita via email untuk menyelesaikan proses booking ini.
Kelebihan pakai cara ini adalah kita bisa tanya-tanya dulu via email kalau bingung. Minusnya paling dari quotes yang dikirim itu ga ada info total biayanya nanti berapa kalau ditambah asuransi, jadi kita kudu nanya lagi ke CS. Dulu saat pertama kali mau road trip dengan campervan, kami booking via Rankers ini.
Booking Melalui VroomVroomVroom atau Motorhome Republic
Kedua website ini sama aja deh kayaknya. Beda di landing page aja, tapi kalau udah masuk ke hasil pencarian, layout-nya persis sama. Dan kalau udah booking, tagihan di kartu kredit nanti atas nama motorhomerepublic. VroomVroomVroom dan Motorhome Republic ini bisa dibilang semacam Traveloka tapi untuk sewa mobil dan campervan.
Di sana kita bisa mencari dan membandingkan harga berbagai brand campervan secara langsung. Hasil pencariannya biasanya banyak banget, jadi silakan filter lagi sesuai kebutuhan.
Seru juga sih di sini bisa lihat foto berbagai model campervan, hehe.
Kalau udah menetapkan pilihan, bisa lanjut ke sistem booking-nya. Tinggal isi data, terus lanjut ke pembayaran.
Setelah booking biasanya ada keterangan apakah yang kita booking udah langsung terpesan, atau mesti nunggu konfirmasi lagi dari brand-nya. Pembayaran baru ditarik dari kartu kredit
Di road trip kedua dan ketiga kami dengan campervan, kami booking dengan cara ini, karena praktis banget dan bisa tahu total harganya sejak awal.
Asuransi Saat Menyewa Campervan
Setelah memilih campervan, sebelum booking kita akan disuruh untuk memilih insurance alias asuransi untuk campervan. Biasanya pilihannya ada yang paling mahal, sedang, dan nol. Yang paling mahal biasanya cover semua. Yang nol artinya kita ga perlu bayar asuransi, tapi kalau nanti kenapa- kenapa, kita yang tanggung semua.
Asuransi ini memang bakal bikin biaya sewa campervan jadi lebih mahal sih, tapi selama ini kami selalu ambil asuransi yang full cover biar lebih aman. Kami khawatir aja kalau kenapa-
kenapa, kalau ada yang bermasalah kan kayaknya biaya perbaikannya lebih mahal dibanding mobil biasa.
Dari 3x road trip kami, 2x aman-aman aja, tapi di trip ketiga kaca spion campervan kami retak gara-gara diserempet truk, heuu. Alhamdulillah ga perlu bayar apa-apa karena udah pakai asuransi.
Kelebihan pilih asuransi yang full cover itu adalah: bisa dapat gratis berbagai perlengkapan ekstra, seperti car seat/booster seat, kursi dan meja piknik, GPS, portable heater, snow chain, dll.
Tanpa asuransi full cover, kalau butuh barang-barang itu kena biaya tambahan.
reisha.net
Aplikasi untuk Memudahkan Road Trip dengan Campervan
Kalau pakai campervan, nanti parkir untuk nginapnya di mana?
Buang isi toilet dan air kotornya di mana? Kalau ga ada shower di campervan, bisa mandi di mana ya? Toilet umum susah ga nyarinya? Dan seabreg pertanyaan lainnya soal di mana dan di mana, cukup sering ditanyakan oleh orang-orang yang berminat liburan dengan campervan di New Zealand.
Tidak perlu khawatir lho saat road trip di New Zealand.
Pemerintah New Zealand memang sudah merancang negaranya untuk dijelajahi dengan road trip bahkan camping dengan tenda sekalipun. Semua fasilitas yang kita butuhkan selama road trip banyak tersedia di seantero negeri ini. Untuk mencari lokasi-lokasinya pun tidaklah sulit karena ada aplikasi-aplikasi
Sejauh ini ada tiga aplikasi yang pernah saya coba pakai untuk road trip dengan campervan di New Zealand. Kali ini saya coba review lebih detail satu per satu yaa.
Review Aplikasi CamperMate
CamperMate adalah aplikasi yang menyediakan informasi untuk camping, tidak hanya di New Zealand, tapi juga Australia. Begitu masuk ke aplikasinya, kita bisa melihat peta disertai dengan icon fasilitas camping yang ada.
Info yang ditampilkan menurut saya lengkap sekali. Di sini kita bisa menemukan info lokasi untuk camping dengan self- contained vehicle ataupun tidak, akomodasi penginapan, tempat wisata, toilet umum, restoran, tempat parkir campervan, tempat charge mobil listrik, dump station, ATM, SPBU, supermarket, wifi, information centre, rumah sakit, kantor polisi, tempat pembuangan sampah, public shower, tempat laundry, hingga playground.
Banyak banget yaaa. Tapi kita bisa melakukan filter dan pencarian dengan mudah.
Untuk campground sendiri, di aplikasi ini dibagi dalam tiga kategori yang dibedakan dengan tiga warna: free campground (hijau), low-cost campground (biru), dan paid campground (ungu).
Dengan perbedaan warna ini, begitu kita memfilter aplikasi untuk melihat info campground saja, langsung kelihatan deh yang gratis itu posisinya di mana saja, huehe.
Saat melihat detail informasi untuk suatu campground, bakal kelihatan juga di sana ada fasilitas apa saja, seperti apakah ada powered site, toilet, shower, wifi, dan sebagainya.
Di aplikasi CamperMate, pengguna bisa ikut menambahkan data lokasi. Mungkin karena itu juga data di CamperMate ini buanyak sekali. Para traveler pun lumayan aktif ngasih review di aplikasi ini, jadi kadang nemu aja info tambahan selain yang dituliskan di deskripsi suatu tempat.
Hal yang menarik juga di CamperMate adalah adanya promo diskon campground ataupun akomodasi yang location-based. Jadi promonya ini baru muncul di notifikasi kalau kita berada di sekitar wilayah tersebut. Misal nih ketika kita udah mau masuk Queenstown, di aplikasi muncul info promo seputar penginapan di Queenstown. Tapi kalau itu saya cek saat masih berada di Auckland, biasanya promonya ga ada. Booking tempat pun bisa dilakukan lewat aplikasi ini.
Saya baru ngeh sistem notifikasi promonya itu setelah beberapa kali road trip sih. Jadinya kalau road trip dengan campervan, saya ga pernah lagi booking powered site dari jauh- jauh hari. Booking-nya kalau udah deket-deket lokasi yang dituju aja. Lagi pula kalau pakai campervan biasanya itinerary kami fleksibel, jadi kalau booking duluan berasa terikat banget dengan lokasi itu, padahal di tengah jalan bisa aja rencananya berubah, hehe.
Oia aplikasi CamperMate ini juga men-download database- nya ke HP kita, sehingga masih bisa dipakai tanpa koneksi internet. Ini membantu banget sih karena tidak semua tempat di New Zealand ada sinyalnya, apalagi di South Island. Pilihan offline map juga ada.
Overall, karena saya merasa data di CamperMate ini lengkap banget, aplikasi ini jadi andalan saya tiap melakukan road trip di New Zealand.
Review Aplikasi Rankers Camping NZ
Camping NZ adalah aplikasi camping bikinan Rankers, katanya 100% buatan lokal New Zealand. Semacam karya anak bangsa gitu kali ya, hehe.
Aplikasi ini menurut saya mirip-mirip dengan CamperMate, datanya juga lengkap. Review soal campground dan fasilitas lainnya juga ada.
Untuk campground, di aplikasi ini juga ada info free, low-cost, dan paid campground, tapi ditandai dengan bubble, bukan icon.
Buat saya pribadi penandaan seperti itu bikin petanya terlihat terlalu ramai sih, apalagi kalau ga difilter sama sekali.
Camping NZ juga bisa dipakai secara offline, tapi sebelumnya pastikan offline map-nya sudah di-download terlebih dahulu.
Offline map bisa di-download berdasarkan wilayah.
Dulu waktu awal-awal road trip, saya suka pake aplikasi ini barengan dengan CamperMate. Jadi semacam buat cross check informasi gitu deh. Tapi lama-lama saya lelah dan memilih CamperMate aja, haha.
Overall, Rankers Camping NZ ini juga oke, 11-12 dengan CamperMate. Saya memilih CamperMate karena udah lebih terbiasa aja.
Review Aplikasi Campable
Aplikasi yang satu ini baru saya ketahui setelah nonton Youtube- nya Teman Tapi Menikah saat mereka road trip untuk yang kedua kalinya di New Zealand. Penasaran karena direkomendasikan artis, saya pun mencoba meng-install aplikasi Campable ini.
Begitu membuka aplikasinya, saya terkesan dengan tampilannya yang terasa lebih modern dibanding dua aplikasi
Tapi begitu saya telusuri aplikasinya, ternyata datanya bisa dibilang lebih minim dibanding CamperMate. Saya coba mencari campground yang sudah pernah kami pakai saat road trip sebelumnya, dan ternyata ga ada.
Selain itu saya juga agak kebingungan mencari campground yang gratis. Padahal campground yang gratis itu lebih banyak saya pilih saat road trip, haha. Hemat toh, dan tak jarang juga view di campground-nya bagus.
Campable ini juga sepertinya tidak bisa dipakai secara offline.
Begitu saya coba matikan koneksi internet, saat buka aplikasi, yang ditampilkan cuma layar kosong dengan animasi loading.
Wah, padahal offline mode ini penting banget ketika kita berada di wilayah tanpa sinyal.
Dengan keterbatasan data di aplikasinya, saya pun bingung, kenapa ya artisnya merekomendasikan aplikasi ini? Pertanyaan ini baru terjawab ketika kami mencoba pakai Wilderness
Jadi ketika pengambilan motorhome di Wilderness, mbak- mbak di Wilderness-nya ngasih tahu aplikasi ini. Trus juga Wilderness-nya ngasih kode promo diskon untuk campground yang bisa di-booking via aplikasi Campable ini. Nah, mungkin karena itu mereka juga jadi merekomendasikan di vlog-nya. Dan pada akhirnya sih kode promo Campable itu ga kepake juga buat kami, karena ternyata dengan Wilderness kami bisa menginap di free campground sepanjang road trip, huehe.
Overall, saya bingung keunggulan aplikasi ini apa, selain di user interface-nya, itupun kan relatif sebenarnya, wkwk. Saya cek lagi di Google Play, update terakhir aplikasinya itu tahun 2019, jumlah install-nya juga dikit banget dibanding Camper- Mate atau Rankers Camping NZ. Jadi, saran saya, ga usah repot- repot install aplikasi ini, haha.
BAGIAN 2
Road Trip di South
Island, Winter 2019
reisha.net
Itinerary Road Trip 6 Hari 5 Malam di South Island
Road trip ini merupakan road trip pertama kami dengan campervan di New Zealand, dilakukan tanggal 28 Juni hingga 3 Juli 2019. Saat itu di New Zealand sudah masuk musim dingin, tapi masih awal banget, belum di puncak musim dinginnya.
Road trip kali ini diputuskan dalam waktu singkat banget karena pas ada tiket promo Jetstar. Suatu hari suami dapat info ada promo tiket Auckland-Queenstown. Harganya NZ$39 saja.
Belum termasuk bagasi memang, tapi segitu pun udah murah banget! Soalnya sebelumnya saya pernah cek tiket Auckland- Wellington, harganya paling murah NZ$49, lah ini Queenstown lebih jauh, beda pulau, fix murah!
Suami langsung cek kapan jadwal ujian dan liburnya, lalu
lebih murah ini dibanding tiket PP Bandung-Padang kami kalau mudik, wkwk.
Tiket sudah di tangan, tapi kami masih buta dengan South Island, haha. Belum pernah sama sekali browsing sebelumnya.
Tapi yaa itinerary kan bisa disusun belakangan, hehe.
Itinerary yang disusun pun sempat berubah-ubah, mengingat kami mempertimbangkan kondisi cuaca. Awalnya dari Queenstown kami pengen road trip ke arah utara, menyusuri danau-danau hingga Tekapo. Tapi ramalan cuaca bilang di wilayah itu banyakan mendung atau hujan, hiks.
Saya merasa bakal ga puas deh kalau ke wilayah sana saat cuaca kurang bagus, jadi kami pilih rute lain aja. Tekapo dkk.
disimpan untuk road trip berikutnya. Dan pada akhirnya, rute yang kami tempuh seperti pada peta ini. Total driving saat itu 1.439 km.
Begini detailnya.
Day 1: Auckland – Queenstown – Te Anau
Kami berangkat dengan penerbangan jam 8.30 pagi dari Auckland Airport. Kami berangkat dari rumah naik SkyBus, berhubung khawatir telat kalau naik bus biasa.
Sampai di Queenstown Airport, kami mengontak kantor Britz, yang campervan-nya sudah kami booking. Kami dijemput lalu mengikuti segala prosedur pengambilan campervan.
Campervan sudah didapat, kami pun memulai road trip kami, yay. Tujuan kami di hari pertama itu adalah driving sampai ke Te Anau, ga ada tempat wisata khusus yang dituju. Kami menginap di sebuah holiday park di Te Anau, langit malam cerah, pertama kali lihat Milky Way. Luv.
Day 2: Te Anau – Milford Sound – Winton
Agenda utama kami adalah ke Milford Sound dan naik cruise di sana. Ke Milford Sound ini memang kami alokasikan waktu sehari karena perjalanan ke sana terbilang jauh, melewati jalan di pegunungan dan berbelok-belok. Kami ambil cruise jam 10 pagi, tapi perjalanan ke sana mengejar cruise ini sungguh drama, huhu.
Cruise di Milford Sound masih terasa menyenangkan walau cuaca hujan. Beres cruise, kami kembali ke Te Anau, mampir bentar di sana, lalu lanjut driving ke campground berikutnya di Winton.
Day 3: Bluff – Invercargill – The Catlins
Hari ketiga kami mulai menyusuri The Catlins. The Catlins adalah area di tenggara South Island. Ada apa aja di sana?
Lengkapnya bisa gugling “Southern Scenic Route”, huehe. Kami cuma mampir di beberapa spot.
Pagi-pagi dari Winton kami cicil perjalanan ke Invercargill, sekalian charge campervan yang udah mati listriknya, haha. Di Invercargill kami cuma parkir untuk sarapan dan siap-siap, lalu kami lanjut ke Stirling Point di kota Bluff.
Dari Stirling Point kami balik kanan lagi ke Invercargill, buat belanja atau apa gitu, lupa. Berikutnya kami menuju Slope Point.
Saya suka sekali Slope Point ini, titik paling selatan di South Island.
Kami masih punya waktu sedikit sebelum gelap, jadi sambil driving ke campground berikutnya, kami sempatkan mampir ke Curio Bay. Kami menginap di campground di Balclutha.
Day 4: Nugget Point – Dunedin
Masih ada satu spot lagi di The Catlins yang ingin kami kunjungi, yakni Nugget Point. Nugget Point ini berupa sebuah semenanjung dan ada lighthouse di ujungnya. Konturnya menarik, jadi asa keren aja lihat lighthouse-nya dari kejauhan.
Berikutnya kami driving menuju Dunedin. Saat nyusun itinerary, kami sama sekali belum menentukan mau ke mana aja.
Bingung soalnya karena kalau ditelusuri ya banyak pilihan yang bisa dikunjungi di Dunedin itu, wkwk.
Karena kami cuma punya waktu sekitar 3 jam di Dunedin sebelum gelap, kami cuma mampir ke beberapa landmark kota, yakni Dunedin Railway Station, Baldwin Street, dan seuprit bagian Otago Peninsula. Kami menginap di campground di luar Dunedin, ke arah perjalanan balik ke Queenstown. Di campground ini rezeki banget bisa lihat langit malam cerah penuh bintang, lengkap dengan Milky Way, aaaa.
Day 5: Coronet Peak – Queenstown – Glenorchy
Hari kelima di South Island, kali ini destinasinya ga pernah ada dalam itinerary. Tapi karena dengan campervan kita bisa fleksibel, ganti itinerary itu sangat memungkinkan, hehe.
Udah empat hari road trip, kami baru ingat kalau kami belum main salju sama sekali, padahal kan ini ceritanya winter road trip, gimana sih, wkwk. Sempat sih ketemu salju saat perjalanan ke Milford Sound, tapi salju dari pinggir jalan aja.
Kami memutuskan ke Coronet Peak, biar Akas bisa main salju. Itu tempat ski atau snowboard, tapi bisa juga untuk sightseeing doank.
Puas main salju, kami melanjutkan perjalanan ke Queenstown. Di Queenstown kami cuma mampir sebentar di pinggir Lake Wakatipu, lalu lanjut driving ke Glenorchy. Kami memilih menginap di Glenorchy karena di sana kami dapet campground dengan powered site yang murah banget.
Day 6: Glenorchy – Queenstown – Auckland
Road trip kami segera berakhir, huhu. Kami akan kembali ke Auckland dengan penerbangan jam 17.40, jadi kami masih punya cukup waktu untuk mampir ke beberapa tempat.
Dari campground, kami menuju Glenorchy Wharf. Berikutnya kami mampir ke dua spot yang jadi lokasi syuting Lord of The Rings, yakni Glenorchy Lagoon dan Isengard Lookout.
Dari Glenorchy Lagoon tadi hujan udah mulai turun rintik- rintik. Sepanjang perjalanan kami balik ke Queenstown, kami berasa keejar-kejaran dengan awan hujan. Tapi kami kalah cepat dengan awan. Sampai di Queenstown hujan udah turun.
Tadinya mau foto-foto di lake esplanade, batal deh.
Kami segera beberes campervan, balikin campervan, lalu diantar kembali ke bandara. Di pesawat kami langsung ketiduran. Berakhirlah road tip kami kali ini.
Dari segi itinerary, bisa dibilang bukan itinerary mainstream.
Kalau turis dari Indonesia jarang deh kayaknya yang ambil rute ini, kebanyakan ke wilayah antara Christchurch dan Queenstown.
reisha.net
Biaya Road Trip 6 Hari 5 Malam di South Island
Menurut catatan kami, road trip ini menghabiskan biaya total NZ$2189.86. Silakan dikonversi sendiri ke rupiah ya kalau mau tahu, hehe.
Biaya paling gede untuk road trip dengan campervan itu tentu saja biaya sewa campervan plus diesel-nya, fufufu. Biaya bahan bakar memang meningkat drastis dibanding biaya bensin untuk road trip dengan mobil dulu.
Karena sebelumnya kami sewa mobil, pas sewa campervan ini rasanya mahal bangeet biayanya, apalagi ditambah asuransinya. Tapi buat kami asuransi mending diambil sih, ga mau ambil risiko. Tapi begitu tahu biaya sewa campervan di musim panas berapa, percayalah yang di musim dingin itu
Satu hal yang baru saya sadari belakangan adalah, ternyata biaya sewa campervan itu lebih murah kalau ngambilnya dari Christchurch ketimbang Queenstown (asumsi tempat ambil dan balikinnya sama ya).
Kami berhubung penerbangannya ke Queenstown, jadi mau ga mau ambil campervan dari Queenstown. Dulu waktu beli tiket pesawat mah mana kepikiran soal ini, wkwk. Tapi ga nyesel juga sih ambil pesawatnya ke Queenstown, karena view Queenstown dari pesawat di musim dingin itu bagus banget!
Selanjutnya untuk biaya akomodasi, jauh menurun dibanding saat road trip dengan mobil dulu. Ini bisa ditekan lagi kalau ga sering-sering ke campground berbayar. Biaya ke tempat wisata juga ga terlalu banyak, karena yang berbayar itu cuma cruise di Milford Sound serta tiket di Coronet Peak. Cruise pun udah dapat yang murah dari promo di bookme.co.nz, hehe.
Sisanya gratis semua.
Kalau biaya makan, di campervan lebih banyak masak sendiri, jadi jauh lebih hemat dibanding makan di luar.
Dibanding road trip kami sebelumnya, biaya makannya ternyata cuma selisih sedikit. Tapi diingat-ingat lagi, di road trip sebelumnya itu makannya sering menyedihkan sih memang, haha.
Berikut rincian biayanya.
reisha.net
Cruise di Milford Sound di Kala Hujan
Banyak yang bilang bahwa Milford Sound adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi di New Zealand. Tentu saja Milford Sound ini kami masukkan ke itinerary kami saat road trip kami di South Island di musim dingin tahun lalu, tak lupa cruise alias naik kapal menyusuri fiord-nya hingga ke Tasman Sea.
Ada banyak cerita yang bisa ditulis terkait Milford Sound ini karena trip ke sana itu menghabiskan waktu seharian sendiri.
Tapi di bab ini fokus ke cerita cruise-nya dulu aja ya, huehe.
Sabtu, 29 Juni 2019
Ada Apa di Milford Sound?
Milford Sound, yang dalam bahasa Māori disebut Piopiotahi, adalah sebuah fiord yang terbentuk oleh aktivitas glasial dan kemudian dipenuhi oleh air laut. Fiord itu semacam lembah yang sempit, dan di New Zealand juga dikenal dengan istilah sound.
Jadi “sound” di sini artinya bukan “suara” ya, hehe.
Kalau deskripsi awam saya, Milford Sound ini seperti teluk tapi sangat sempit, kiri kanannya dikurung oleh bukit-bukit batu yang sangat tinggi. Dan dari bukit batu itu banyak sekali air terjun.
Menikmati keindahan alam Milford Sound bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti tramping, kayak, cruise, hingga scenic flight. Yang umum dilakukan dan biayanya lumayan
Memilih Cruise di Milford Sound
Ada beberapa penyedia cruise di Milford Sound, seperti Real Journeys, Southern Discoveries, Mitre Peak Cruises, Go Orange, Jucy Cruise, dan Cruise Milford. Tiap perusahaan itu menyedia- kan beberapa paket cruise yang berbeda.
Tiket untuk cruise Milford Sound bisa dibeli online, di travel agent, ataupun langsung di tempat. Kami saat itu membeli tiket di bookme.co.nz, ambil cruise dari Go Orange (berasa produk Gojek, tapi kok oren, wkwk).
Kenapa memilih Go Orange? Karena ada promo dan jadwalnya ga terlalu pagi. Prinsipnya kami cari yang murah aja sih, haha. Saya ga cari review sama sekali sebelum booking,
Kalau ga gitu masalah dengan budget, menurut saya yang perlu diperhatikan saat memilih cruise itu adalah:
§ Ukuran Kapal
Kapal yang digunakan untuk cruise ada yang berukuran kecil, juga besar. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing tentunya. Kalau kapal besar, saat cruise terasa lebih stabil saat melewati gelombang, tapi tidak bisa mendekat ke air terjun. Kapal kecil tentu lebih terasa bergoyang ya ketika ada gelombang, tapi bisa nyamperin air terjun, cocok buat yang mau rasain air terjunnya dari dekat, hehe.
§ Jadwal Cruise
Dalam sehari ada beberapa jadwal cruise untuk tiap kapal.
Katanya yang favorit itu sih yang tengah hari, sekitaran jam
Yang lebih murah biasanya pagi atau sore, tapi kalau pagi berarti mesti berangkat pagi-pagi banget ke sananya, dan kalau sore berarti pulang dari sana mungkin udah gelap tuh.
§ Durasi Cruise
Durasi cruise-nya juga beragam, kalau ga salah itu range 1.5 jam hingga 2.5 jam. Kalau durasinya pendek, katanya cuma menyusuri fiord. Kalau durasi panjang, cruise-nya bakal sampai ke Tasman Sea.
Perjalanan Menuju Milford Sound
Milford Sound ini lokasinya bisa dibilang sangat terpencil. Kota terdekat ke sana yakni Te Anau, dan dari Te Anau sendiri butuh perjalanan darat sekitar 2 jam untuk sampai ke sana. Kalau dari Queenstown bakal menghabiskan waktu hampir 4 jam.
Padahal kalau dilihat di peta, jaraknya sebenarnya ga gitu jauh kalau ditarik garis lurus dari Queenstown. Tapi di tengah- tengahnya ada pegunungan sih, makanya ga ada jalan lain yang lebih pendek selain harus muter dulu melewati Te Anau, hehe.
Hari sebelumnya kami memilih menginap di Te Anau.
Sebenarnya ada beberapa campground setelah Te Anau, bahkan di dekat Milford Sound-nya sendiri. Tapi waktu itu kami sampai di Te Anau pun udah malam, jadi mending kami nginap di Te Anau aja.
Perjalanan kami menuju Milford Sound dimulai dengan kurang baik, huhu. Kami telat berangkatnya. Baru berangkat jam 8 lewat, sementara kami harus mengejar cruise yang sudah di-
booking untuk jam 10. Padahal udah tahu amannya ya kudu spare waktu perjalanan minimal 2 jam.
Sepanjang perjalanan rasanya jadi ga tenang, apalagi pak suami yang nyetir. Worst case-nya ya kami ketinggalan, tiket cruise murah yang sudah kami dapatkan seharga total NZ$90 jadi hangus, dan kami mesti beli tiket cruise lain yang harganya mungkin jauh lebih mahal.
Pak suami memilih ngebut sambil deg-degan parah. Gimana ga deg-degan, jalanan ke sana berbelok-belok dan kadang berbatu-batu kecil, ditambah cuaca gerimis. Saya cuma bisa bantu dengan doa. Hanya dengan izin Allah kami bisa sampai di Milford Sound dengan selamat, huhu.
Sampai di parkiran, waktu udah hampir jam 9.50 kalau ga salah. Kami buru-buru keluar, hujan udah turun pula. Dan