• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. TUJUAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran discovery leraning, peserta didik diharapkan dapat:

 Menjelaskan karakterikstik dan sifat fisis gelombang cahaya dengan tepat.

 Menjelaskan sifat pemantulan gelombang cahaya dengan benar.

 Menjalaskan sifat pembiasan gelombang cahaya dengan benar.

 Menjelaskan sifat Interferensi gelombang cahaya dengan benar.

 Presentasi hasil diskusi tentang karakteristik sifat fisis gelombang cahaya seperti pemantulan, pembiasan dan interferensi dengan baik

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Media :

Worksheet atau lembar kerja (siswa)

Lembar penilaian

 HP Android

Alat/Bahan :

 Penggaris, spidol, papan tulis

Pertemuan Pertama PENDAHULUAN (15 menit)

 Peserta didik memberi salam dan berdoa ( PPK)

 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi yang berkaitan dengan materi Karakteristik gelombang cahaya (Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi).

 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan

 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran

KEGIATAN INTI (60 menit)

Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka pertanayan sebagai bahan diskusi terkait materi Karakteristik gelombang cahaya (Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi)

Critical Thinking Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar tentang materi Karakteristik gelombang cahaya (Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi).

Collaboration Peserta didik mendiskusikan dengan temannya, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Karakteristik gelombang cahaya (Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi)

Communication Peserta didik mengkomunikasikan hasil dikusi dengan temannya dan mengemukakan pendapatnya kemudian ditanggapi kembali.

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Karakteristik gelombang cahaya (Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi) berupa laporan hasil hasil diskusi.

Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

PENUTUP (15 menit)  Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar

 Guru bersama peserta didik membuat resume (CREATIVITY) tentang point-point penting tentang materi Karakteristik gelombang cahaya (Pemantulan, Pembiasan dan Interferensi) yang baru dilakukan

 Guru memberikan penghargaan pada peserta didik yang memiliki Sekolah : SMA N 2 Bae Kudus

Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI/ 2

Alokasi Waktu : 1 JP KD : 3.10 dan 4.10 Pertemuan ke : 1 Materi : Gelombang Cahaya

(2)

kinerja dan kerjasama yang baik.

 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan meberikan tugas terstruktur dan tidak terstruktut kemudian dilanjutkan dengan berdoa.

C. PENILAIAN

- Sikap : Lembar pengamatan, - Pengetahuan : LK peserta didik, - Ketrampilan: Kinerja & observasi diskusi

Mengetahui, Kudus , 8 Juli 2022

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Dra. PUJI RAHAYU, M.Pd.

NIP. 19681220 199702 2 002

RATIH ARTWIANTINI A, M.Pd.

NIP. -

(3)

MATERI GELOMBANG CAHAYA A. Spektrum Cahaya

Spektrum cahaya adalah kumpulan sinyal berupa cahaya dengan panjang gelombang atau warna tertentu yang dapat dikenali oleh mata manusia. Spektrum cahaya merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik. Spektrum ini dihasilkan ketika cahaya sempurna (cahaya putih) mengenai suatu prisma sehingga terjadi peristiwa dispersi. Cahaya putih akan diuraikan menjadi berbagai macam warna yang terdiri atas merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (mejikuhibiniu).

Sifat cahaya yang dapat langsung dideskripsikan dengan teori gelombang adalah intensitas cahaya dan warna. Intensitas cahaya adalah ukuran daya pancar yang dikeluarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Sementara warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (cahaya putih). Warna berhubungan erat dengan panjang gelombang dan frekuensi cahaya. Hubungan antara cepat rambat, panjang gelombang, dan frekuensi cahaya dapat dinyatakan sebagai berikut.

Berikut ini adalah tabel panjang gelombang, frekuensi gelombang, dan energi foton dari warna-warna pada spektrum cahaya.

B. Gejala Fisis yang Dialami Cahaya

Cahaya merupakan energi radiasi berbentuk gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia serta bersifat sebagai gelombang maupun partikel.

Jika cahaya menumbuk suatu bahan maka akan ada beberapa kemungkinan, yakni cahaya tersebut akan diteruskan, dipantulkan, atau diserap oleh bahan tersebut. Hal ini disebabkan elektron-elektron bahan akan bergetar jika ada cahaya yang menumbuknya, di mana energinya tergantung pada frekuensi atau panjang gelombang maupun struktur atom bahan tersebut.

Gejala-gejala fisis yang dialami cahaya, antara lain refleksi (pemantulan), refraksi (pembiasan), interferensi (perpaduan), difraksi (pelenturan), dispersi (penguraian), serta polarisasi (pengkutuban). Namun pada kajian gelombang kali ini hanya membahas interferensi dan difraksi.

1. Pemantulan (Refleksi)

(4)

Pemantulan gelombang adalah peristiwa pengembalian seluruh atau sebagian gelombang ketika bertemu dengan bidang batas antara dua medium. Pada peristiwa pemantulan gelombang cahaya oleh suatu bidang batas, berlaku hukum pemantulan gelombang berikut.

a. Besar sudut datang (i) gelombang sama dengan sudut pantul (i') gelombang.

Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal.

Sementara sudut pantul adalah sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dan garis normal.

b. Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.

2. Pembiasan (Refraksi)

Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah lintasan gelombang. Pembiasan terjadi karena gelombang melewati bidang batas antara dua medium dengan indeks bias yang berbeda. Indeks bias adalah suatu besaran yang menyatakan kerapatan suatu medium. Indeks bias dapat dide_ nisikan sebagai perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang hampa dan cepat rambat cahaya dalam suatu medium tertentu. Secara matematis, indeks bias dirumuskan sebagai berikut.

Peristiwa pembiasan dapat diamati ketika cahaya merambat dari udara ke air.

Oleh karena udara dan air memiliki indeks bias yang berbeda, maka arah lintasan gelombang akan mengalami pembelokan (pembiasan). Gejala pembiasan ini sesuai dengan hokum Snellius. Untuk lebih lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Bunyi hukum I Snellius : Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya saling berpotongan.

Bunyi hukum II Snellius : Sinar yang datang dari medium kurang rapat menuju medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar yang datang dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.

Hukum Snellius juga menyatakan bahwa perbandingan antara sinus sudut dating dan sudut bias adalah ekuivalen terhadap perbandingan kecepatan dan

(5)

panjang gelombang dalam 2 medium. Selain itu, perbandingan antara sinus sudutnya juga merupakan kebalikan dari perbandingan indeks biasnya.

3. Interferensi Cahaya pada Celah Ganda

Interferensi cahaya adalah perpaduan antara dua gelombang cahaya.

Interferensi cahaya dapat teramati dengan jelas jika kedua gelombang cahaya itu bersifat koheren (beda fase tetap), yaitu besar amplitudo dan frekuensinya adalah sama. Interferensi cahaya pada celah ganda dapat digambarkan sebagai berikut.

Keterangan:

d = jarak antara 2 celah (m);

l = jarak antara celah dan layar (m);

p1 = jarak pola terang ke-1 dari terang pusat/nol; dan λ = panjang gelombang cahaya yang digunakan.

Pola yang tertangkap pada layar, yakni terang dan gelap. Pola ini terbentuk karena adanya beda lintasan cahaya dari s1 dan s2 (d sin θ). Perbedaannya antara lain sebagai berikut.

(6)

UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) GELOMBANG CAHAYA 1

KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

K1 4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

I. INDIKATOR

1. Siswa menggunakan lembar diskusi mampu menjelaskan karaterisfik sifat fisis gelombang cahaya dengan benar.

2. Siswa menggunakan lembar diskusi mampu mengidenfifikasi sifat - sifat gelombang elektromagnefik (cahaya) dengan benar.

3. Siswa menggunakan lembar diskusi mampu mengkomunikasikan hasil diskusi karakteristik dan sifat fisis gelombang cahaya dengan tepat.

II. DIKUSIKAN FENOMENA GELOMBANG CAHAYA DIBAWAH INI DENGAN TEMAN KALIAN

1. Cahaya merupakan gelombang transversal dan gelombang elektromagnetik. Sebagai gelombang cahaya memiliki sifat- sifat yang cukup banyak. Contohnya seperti pada gambar di atas. Seorang anak bermain dan meniup air sabun. Saat gelembung- gelembungnya terkena sinar matahari ternyata terjadi warna-warni. Sifat apakah yang ditunjukkan itu?

Sifat apa lagi yang dimiliki cahaya? Sebutkan karakteristik atau sifat apa saja yang dimiliki gelombang cahaya !

Nama : Kelas : No Absn :

(7)

2. Dari fenomena gelombang cahaya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sifat cahaya menakah gelombang no 1 sampai 10?

3. Pemantulan cahaya terjadi jika cahaya ;

4. Hukum Snellius Pemantulan cahaya;

5. Pembiasan cahaya terjadi jika cahaya

(8)

6. Hukum Snellius Pembiasan cahaya

7. Perhatikan gambar cermin berikut. Tentukanlah besar sudut pantul pada cermin ketiga (ϴ0) berikut!

8. Seberkas cahaya datang pada bidang batas antara udara dan gelas dengan sudut datang 600, indeks bias udara (nu = 1) dan indeks bias gelas (ng = . Jika cepat rambat gelombang cahaya di udara 3 x 108 m/s dan panjang gelombang cahaya di udara 300 nm, tentukan;

a. Sudut bias

b. Panjang gelombang dalam gelas

c. Cepat rambat gelombang di dalam gelas

9. Cepat rambat cahaya di udara 3 x 108 m/s dan frekuensi 6 x 1014 Hz. Hitunglah;

a. Cepat rambat cahaya dalam kaca (indeks bias kaca = 1,5) b. Frekeuensi cahaya dalam kaca

c. Panjang gelombang cahaya di udara d. Panjang gelombang dalam kaca

(9)
(10)

II. INTERFERENSI GELOMBANG CAHAYA

Sudah tahukah kalian apakah interferensi itu? Interferensi adalah………..

………

………. Agar interferensi cahaya dapat teramati dengan jelas, maka kedua gelombang cahaya itu harus bersifat koheren. Kohern adalah ………...

………

Ada dua hasil interferensi cahaya yang dapat teramati dengan jelas jika kedua gelombang tersebut berinterferensi.

a. Apabila kedua gelombang cahaya berinteferensi saling memperkuat (bersifat konstruktif), maka ……….

b. Apabila kedua gelombang cahaya berinterferensi saling memperlemah (bersifat destruktif), maka ………..

Pada gambar di bawah ini dapat dijelaskan bahwa interferensi berasal dari sumber cahaya yang melewati dua celah S1 dan S2 yang berjarak d (jarak antara dua celah), kemudian jarak antara celah ke layar di tunjukkan dengan (l). Pada bagian layar terdapat “O” yang menunjukkan terang pusat. Jarak antara terang pusat ke titik P itu adalah Y, sedangkan sudut yang dibentuk antara terang pusat “O” ke terang/gelap ke n “P” adalah 𝜃. gambar dibawah ini.

Interferensi celah ganda atau sering disebut dengan interferensi celah ganda Young menghasilkan pola berupa pita-pita terang dan gelap secara bergantian dengan jarak yang sama. Interferensi celah ganda terdapat dua jenis;

a. Interferensi Maksimum (pita ………….) Syarat terjadi interferensi maksimum adalah;

1) ……….

2) ……….

Berdasarkan kedua syarat tersebut mendapatkan persamaan berikut;

dengan m adalah orde menunjukkan menunjukkan pita terang

(11)

m = 0 ketika terang pusat

m = 1 ketika pita terang pertama m = 2 untuk pita terang kedua.

b. Interferensi Minimum (pita ………..) Syarat terjadi interferensi minimum adalah;

1) ……….

2)………

Berdasarkan kedua syarat tersebut mendapatkan persamaan berikut;

Dengan m adalah orde atau nomor gelap (1, 2, 3, ….) m = 1 ketika gelap pertama

m = 2 ketika gelap kedua.

(12)

Lembar Penilaian a. Jenis/Teknik Penilaian

 Sikap : observasi/pengamatan dan penilaian diri

 Pengetahuan : tes tertulis

 Keterampilan : tes praktik/diskusi b. Bentuk Instrumen dan instrumen

Penilaian Sikap

NO NAMA SISWA

ASPEK YANG DINILAI Rasa ingi

n tahu Kejujuran Disiplin Ketekunan Kerjasa ma

Keterbuk

aan Kreatif Tg Jawab 1

2 3 4 5 6 7 8

TOTAL SKOR

1 = Kurang 2 = Cukup 3 = Baik 4 = Sangat Baik

 Instrumen penilaian diri

NO. ASPEK YANG DINILAI NILAI

YA TIDAK 1 Saya berusaha meningkatkan keimanan danketaqwaan kep

ada Tuhan YME agar mendapat ridho- Nya dalam belajar 2 Saya hadir tepat waktu

3 Saya siap untuk menerima pelajaran yang diberikan

Ggur

4 Saya duduk ke kelompok yang telah ditentukan Guru

5 Saya memperhatikan penjelasan dari guru 6 Saya aktif dan bekerjasama dalam kelompok 7 Saya memperhatikan demonstrasi yang dilakukan

8 Saya berdiskusi mengenai hasil dari pengamatan demonstrasi

9 Saya memberikan pendapat

10 Saya menghargai pendapat teman dalam antar kelompok

Jumlah skor

(13)

 Penilaian Sejawat

No Nama

Skor Perilaku/sikap

Jumlah Nilai Jujur Bertanggung

Jawab

Bekerja Sama

Menghargai pendapat

Disiplin

1 2 3 4

 Penilain Jurnal

 Soal tes tertulis

 KISI-KISI TES TULIS

NO.

TP INDIKATOR SOAL NO.

SOAL

ASPEK K

C1 C2 C3 C4 C5 C6 1 Siswa dapat menjelaskan

karakteristik dan sifat-sifat gelombang cahaya dengan benar

1 x

3 Siswa dapat menentukan sifat-sifat gelombang cahaya pada peristiwa sehari-hari dengan benar

2 x

3 Siswa mampu menjelaskan pemantulan cahaya dengan benar

3 x

4 Siswa mampu menjelaskan hukum pemantulan cahaya dengan benar

x

5 Siswa mampu menjelaskan pembiasan cahaya dengan benar

x

(14)

6 Siswa mampu menuliskan dan menggambarkan hukum snellius tentang pembiasan dengan benar

x

7 Disajikan tiga cermin disusun dengan sudut tertentu siswa mampu menghitung besar sudut pantul pada salah satu cermin dengan benar

x

8 Disajikan beberapa data siswa mampu menghitung besar sudut bias, panjang gelombang dan cepat rambat gelombang dengan benar.

x

Nilai =

(15)

Kunci Jawaban

1. Cahaya mampu merambat lurus, cahaya menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, dibiaskan, interferensi, dispersi, polarisasi dan difraksi.

2. Pembiasan, pemantulan, dispersi, dispersi, difraksi, dispersi, dispersi, interferensi, polarisasi, interferensi.

3. Pemantulan cahaya terjadi ketika gelombang cahaya tidak mampu menembus media tersebut.

4. Hukum Snellius Pemantulan Cahaya;

 Sinar datang, garis normal dan sinar pantul berada pada satu bidang datar

 Sudut datang besarnya sama dengan sudut pantul

5. Pembiasan cahaya terjadi ketika gelombang cahaya melewati 2 media yang memiliki kerapatan yang berbeda

6. Hukum Snellius Pembiasan Cahaya

 Bunyi hukum I Snellius : Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya saling berpotongan.

 Bunyi hukum II Snellius : Sinar yang datang dari medium kurang rapat menuju medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar yang datang dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.

7.

(16)

Kunci Jawaban

8. Cahaya mampu merambat lurus, cahaya menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, dibiaskan, interferensi, dispersi, polarisasi dan difraksi

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Thinking Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab

Thinking Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan presentasi/tayangan yang disajikan dan

Critical Thinking Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia adalah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Negara

Pada tabel ini terdapat R Square sebesar 0,049 dari koefisien korelasi (0,222) R-Square di sebut koefisien determinansi yang dalam hal ini sebesar 4,9% hasil kepuasan mahasiswa dapat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan kelimpahan bakteri endofit pada perkebunan lada di Bangka, baik pada kebun lada yang sehat ataupun yang sakit

Apabila tidak ada lagi calon dalam daftar calon anggota DPRD Provinsi dari Daerah pemilihan di Kabupaten/Kota yang sama, pengurus partai politik yang bersangkutan

Hal yang penting diketahui sehubungan dengan kelas dalam Java adalah mendeklarasikan sebuah kelas, membuat sebuah obyek, mendeklarasikan suatu atribut,