commit to user 31 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kebakkramat tahun ajaran 2012/2013 semester genap. Alasan pemilihan tempat tersebut karena peneliti ingin membantu menyelesaikan masalah pembelajaran yang dialami guru matematika di kelas VII C SMP Negeri 1 Kebakkramat yakni motivasi belajar siswa di kelas VII C masih rendah.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:
a. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ini peneliti melakukan kegiatan-kegiatan permohonan pembimbing, survei, penyusunan proposal, pengajuan proposal penelitian, menyiapkan perangkat pembelajaran dan permohonan ijin penelitian di SMP Negeri 1 Kebakkramat. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2013.
b. Tahap pelaksanaan 1) Observasi awal
Pada kegiatan observasi awal, peneliti melakukan observasi untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam kelas sebagai refleksi dalam membantu guru memperbaiki proses pembelajaran matematika.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 Februari 2013.
2) Observasi lanjutan
Pada observasi lanjutan, peneliti mengambil data sebagai data awal yang digunakan sebagai refleksi dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 April 2013.
3) Pelaksanaan tindakan
commit to user
Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan pengambilan data tentang motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Kebakkramat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 – 27 Mei 2013.
c. Tahap Pengolahan Data dan Penyusunan Laporan
Pada tahap ini peneliti melakukan penyusunan laporan dan konsultasi dengan pembimbing. Kegiatan ini akan dilakukan September sampai bulan April 2015.
B. Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Kebakkramat tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.
C. Data dan Sumber Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
a. Sumber data dari proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diisi oleh peneliti dan dua rekan peneliti yang melakukan pengamatan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti serta rekaman video kegiatan pembelajaran.
b. Bentuk data dari proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah berupa data secara deskriptif yang berisi tentang analisa terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada setiap pertemuan yang diperoleh dari hasil
commit to user
observasi dan catatan lapangan serta dokumen berupa foto atau rekaman dari proses pembelajaran.
2. Data motivasi belajar siswa a. Sumber data
Sumber data dari motivasi belajar siswa adalah hasil observasi yang diisi oleh peneliti dan dua rekan peneliti yang melakukan pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
b. Bentuk data
Bentuk data dari motivasi belajar siswa berupa persentase dari skor yang merupakan jumlah siswa yang melakukan indikator motivasi belajar yang diamati selama proses pembelajaran setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
3. Ketuntasan belajar siswa a. Sumber data
Sumber data dari ketuntasan belajar siswa adalah hasil tes tertulis pada setiap akhir siklus pada siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Kebakkramat.
b. Bentuk data
Bentuk data dari ketuntasan belajar siswa adalah nilai hasil tes yang diperoleh siswa.
D. Teknik Pengumpulan Data
Berdasarkan sumber data yang digunakan, ada empat metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu:
1. Metode observasi
Metode observasi adalah cara pengumpulan data dimana peneliti (orang yang ditugasi) melakukan pengamatan terhadap subjek penelitian demikian hingga si subjek tidak tahu bahwa dia sedang diamati (Budiyono, 2003:53).
Dalam penelitian ini, metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang motivasi belajar siswa dan keterlaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Observasi ini dilakukan dengan cara mengamati proses
commit to user
pelaksanaan pembelajaran dan motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Observasi keterlaksanaan pembelajaran dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian tindakan dengan rencana yang telah disusun dan mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan dapat menghasilkan perubahan yang sesuai dengan yang dikehendaki yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal-hal yang diamati dalam observasi keterlaksanaan pembelajaran meliputi terlaksana tidaknya langkah-langkah pembelajaran yang telah direncanakan dalam RPP untuk meningkatkan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran serta kendala yang dialami dalam pelaksanaan tindakan. Sedangkan untuk observasi motivasi belajar siswa, pengamatan yang dilakukan meliputi kegiatan siswa dalam melaksanakan setiap indikator motivasi belajar yang diamati selama proses pembelajaran.
Observasi dilakukan pada setiap siklusnya dimana setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penilaian dilakukan oleh peneliti dan rekan peneliti dengan melakukan checklist (√) pada lembar observasi. Instrumen bantu yang digunakan pada observasi ini adalah pedoman observasi. Pedoman observasi dibuat dengan tujuan mempermudah pengamatan pada saat observasi.
Langkah-langkah menyusun pedoman observasi yaitu sebagai berikut:
a. Menyusun tujuan observasi
b. Menyusun butir-butir yang perlu diamati berdasar tujuan observasi c. Melakukan validasi pedoman observasi
d. Melakukan revisi jika memang ada yang perlu direvisi
Dalam penelitian ini, dilakukan proses validasi untuk lembar observasi. Validitas dilakukan oleh satu orang dosen pendidikan matematika Universitas Sebelas Maret Surakarta yaitu Drs. Mardjuki, M.Si dan dua guru matematika yaitu Dwi Hastuti, S.Pd dan Mudiani Sulastri, S.Pd. Uji validitas lembar observasi dilakukan dengan cara mencocokan antara isi instrumen dengan indikator motivasi belajar dan keterlaksanaan pembelajaran yang telah ditentukan. Apabila ada yang perlu direvisi maka dilakukan perbaikan. Hal ini dilakukan agar lembar observasi yang digunakan dapat mengukur motivasi
commit to user
belajar siswa serta keterlaksanaan pembelajaran. Pedoman observasi motivasi belajar siswa adalah dengan memberi tanda (√) apabila siswa melakukan aspek motivasi belajar dan memberi tanda (-) apabila siswa tidak melakukan aspek motivasi belajar yang ditentukan. Sedangakan pedoman observasi keterlaksanaan pembelajaran adalah dengan memberi tanda (√) pada kolom
“ya” jika langkah-langkah pembelajaran dilakukan dan memberi tanda (√) pada kolom “tidak” jika langkah-langkah pembelajaran tidak dilakukan serta memberikan keterangan tambahan apabila diperlukan.
Selain itu, peneliti juga membuat catatan lapangan tentang proses pembelajaran yang dilakukan guru yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) untuk menuangkan kegiatan pembelajaran yang terjadi pada setiap pertemuan. Catatan lapangan ini dibuat setelah proses pembelajaran berlangsung dengan memasukkan data-data yang diperoleh dari peneliti sendiri dan lembar observasi.
2. Metode tes
Menurut Budiyono (2003:54), ”Metode tes adalah cara pengumpulan data yang menghadapkan sejumlah pertanyaan–pertanyaan atau suruhan–
suruhan kepada subjek penelitian”.
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yang berbentuk soal uraian. Menurut Asmawi dan Noehl (2005), tes uraian adalah soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes.
Dalam penelitian ini, tes digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan atau peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada penelitian ini akan dilaksanakan beberapa kali tes. Tes dilaksanakan setiap akhir siklus yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Berdasarkan hasil tes akhir setiap siklus dapat diketahui rata-rata hasil belajar siswa. Dengan kata lain dapat diketahui meningkat tidaknya ketuntasan belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
commit to user
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes uraian.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat tes pada penelitian ini adalah :
a) Melakukan spesifikasi materi yang pernah diajarkan b) Menyusun kisi–kisi tes
c) Menyusun soal–soal tes
d) Melakukan penelaahan atau pengkajian butir–butir soal e) Melakukan revisi soal–soal tes
f) Melaksanakan tes
Butir–butir soal diuji terlebih dahulu validitasnya sebelum digunakan untuk penelitian. Menurut Nunnaly dalam Budiyono (2003: 55) ”Suatu instrumen disebut valid jika mengukur apa yang seharusnya diukur”.
Dalam penelitian ini, validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi. Uji validitas instrumen tes dilakukan dengan cara mencocokkan antara isi instrumen dengan indikator pembelajaran dan materi pelajaran yang digunakan. Validitas dilakukan oleh satu orang dosen pendidikan matematika Universitas Sebelas Maret Surakarta yaitu Drs. Mardjuki, M.Si dan dua guru matematika yaitu Dwi Hastuti, S.Pd dan Mudiani Sulastri, S.Pd. Apabila ada yang perlu direvisi maka dilakukan perbaikan. Hal tersebut dilakukan agar tes yang digunakan dapat mengukur kemampuan siswa sesuai dengan tujuan akhir pembelajaran, yaitu mampu mengukur ketuntasan belajar siswa.
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam observasi. Dokumentasi berupa dokumen lembar kerja siswa, daftar nilai siswa, dan dokumentasi yang berupa foto-foto pelaksanaan pembelajaran maupun aktivitas siswa saat proses pembelajaran.
E. Validitas Data
Data yang telah berhasil diperoleh, dikumpulkan dan dicatat dalam pelaksanaan tindakan harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Suatu informasi yang akan dijadikan data penelitian perlu diperiksa validitasnya
commit to user
sehingga data tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijadikan dasar yang kuat dalam menarik kesimpulan (Sarwiji Suwandi, 2009:60).
Untuk menguji kebenaran data hasil motivasi belajar siswa digunakan triangulasi waktu, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu yang berbeda (Sugiyono, 2012:
274). Dalam penelitian ini, triangulasi waktu dilakukan dengan membandingkan hasil observasi dari beberapa waktu yang berbeda yaitu pada pertemuan I dan II untuk setiap siklus. Sedangkan untuk menguji kebenaran data keterlaksanaan pembelajaran digunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari beberapa sumber (Sugiyono, 2012:274). Dalam penelitian ini triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi dari tiga orang yang berbeda yaitu peneliti dan dua rekan peneliti. Data yang diperoleh dikatakan valid jika menghasilkan hasil yang sama. Apabila data tidak valid maka dilakukan dengan membandingkan hasil pengamatan dengan isi dokumentasi yang berkaitan yaitu rekaman video kegiatan pembelajaran.
Data yang diperoleh dari tes setiap akhir siklus digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Dalam menguji validitas soal tes hasil belajar, peneliti membuat soal uraian sesuai dengan indikator kemudian peneliti menunjuk 3 orang validator untuk menvalidasi soal tes tersebut terkait dengan kesesuaian soal dengan indikator, kisi-kisi, keterbacaan soal dan penulisan soal.
Soal dikatakan valid jika minimal 2 orang validator menyetujui dan mengatakan butir soal tersebut layak untuk menguji hasil belajar siswa.
F. Analisis Data
Analisis merupakan usaha untuk memilih, memilah, membuang, menggolongkan, serta menyusun ke dalam kategorisasi, mengklasifikasikan data untuk menjawab pertanyaan pokok: (1) tema apa yang dapat ditemukan pada data, (2) Seberapa jauh data dapat mendukung tema/arah/tujuan penelitian (Supardi dalam Suharsimi Arikunto dkk, 2007:132).
commit to user
Pada kegiatan pra siklus peneliti melakukan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran dan kondisi awal dari motivasi belajar siswa sebelum pelaksanaan tindakan. Data yang diperoleh digunakan untuk melakukan diagnosis tindakan yang akan dilakukan terhadap siswa.
Setelah satu tindakan selesai, dilakukan analisis terhadap proses pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan menggunakan hasil pengamatan (observasi). Observasi proses pembelajaran dilaksanakan untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan observasi motivasi belajar dilaksanakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa selama pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Dari analisis hasil observasi motivasi belajar siswa pada akhir siklus, dapat diketahui tercapai tidaknya indikator keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan. Selain itu, juga diberikan tes akhir siklus kepada siswa.
Tujuannya untuk mengetahui apakah terdapat dampak terhadap ketuntasan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan tindakan.
1. Analisis data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran
Data yang digunakan adalah data keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Data tersebut diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang merupakan hasil pengamatan dari peneliti dan dua rekan peneliti sebagai pengamat proses pembelajaran serta rekaman proses pembelejaran. Selain itu peneliti juga membuat catatan lapangan yang merupakan catatan peneliti selama proses pembelajaran.
Analisis data keterlaksanaan pembelajaran dimulai dengan menelaah sumber data yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan menelaah kesesuaian langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru dengan RPP yang telah disusun sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan motivasi belajar, kemudian dilihat apakah langkah-langkah proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada RPP dapat
commit to user
meningkatkan motivasi belajar serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran. Setelah itu juga perlu dilihat hasil rekaman video dan catatan lapangan yang telah dibuat oleh peneliti yang berisi tentang catatan peneliti tentang pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika kelas VII C yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan reaksi siswa selama proses pembelajaran.
Dari analisis hasil observasi dan catatan lapangan, dapat diketahui apakah pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan apakah pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan tindakan, serta reaksi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran.
2. Analisis hasil observasi motivasi belajar siswa
Data yang digunakan adalah motivasi belajar yang dilakukan siswa berdasarkan pada indikator motivasi belajar yang telah ditentukan selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Data tersebut diperoleh melalui lembar observasi yang merupakan hasil pengamatan selama proses pembelajaran oleh peneliti dan dua rekan peneliti.
Untuk mendapatkan prosentase motivasi belajar siswa maka rumus yang digunakan adalah
𝑃𝑖 =𝑛𝑖
𝑛 × 100%
Keterangan :
𝑃𝑖 : Prosentase motivasi belajar siswa
𝑛𝑖 : Banyaknya siswa yang sesuai dengan indikator 𝑛 : Banyaknya siswa secara keseluruhan
3. Analisis tes ketuntasan belajar
Data yang digunakan adalah nilai tes ketuntasan belajar siswa setelah proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Data tersebut diperoleh dari hasil pekerjaan siswa. Pada
commit to user
penelitian ini akan dilaksanakan beberapa kali tes. Tes diselenggarakan setiap akhir siklus yang dilaksanakan pada akhir pertemuan setelah dua pertemuan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
Analisis hasil tes dimulai dengan mengoreksi pekerjaan masing- masing siswa dengan memperhatikan kriteria penskoran yang telah dibuat pada masing-masing tes. Hasil yang diperoleh berupa nilai untuk masing- masing siswa. Dari data nilai yang diperoleh siswa untuk masing-masing siklus kemudian dihitung persentase ketuntasan belajar siswa. Siswa dikatakan tuntas jika nilai yang diperoleh lebih dari atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah pada mata pelajaran matematika. KKM yang ditetapkan oleh SMP Negeri 1 Kebakkramat untuk matematika kelas VII C pada materi keliling dan luas daerah segiempat adalah 75. Terlebih dahulu dihitung jumlah siswa yang telah mencapai KKM yang dilihat dari nilai yang diperoleh masing-masing siswa.
Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk mengetahui persentase ketuntasan prestasi belajar. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Dalam satu siklus terdapat dua kali pertemuan, dimana setiap akhir siklus diberi tes akhir kepada siswa. Dari hasil yang diperoleh dapat diketahui apakah terdapat dampak yang positif terhadap ketuntasan belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
Analisis terhadap hasil observasi dan hasil tes akhir siklus digunakan pada tahap refleksi sebagai dasar perencanaan tindakan pada siklus berikutnya. Sehingga teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
G. Indikator Kinerja/Keberhasilan
Indikator kinerja dikemukakan atau dirumuskan sebagai tolak ukur keberhasilan penelitian yang dilakukan. Indikator keberhasilan penelitian ini
𝑋 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖 𝐾𝐾𝑀
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑡𝑒𝑠 × 100%
commit to user
ditentukan berdasarkan kondisi awal siswa yang meliputi motivasi siswa dan ketuntasan belajar siswa, sesuai dengan tabel 3.2 berikut :
Tabel 3.2 Indikator keberhasilan penelitian Aspek yang
Diukur
Presentase Siswa
yang Ditargetkan Cara Mengukur
Motivasi Siswa 75% Diamati saat pembelajaran, Tindakan yang diberikan dalam penelitian ini dikatakan berhasil apabila telah memenuhi indikator keberhasilan, yaitu rata-rata persentase motivasi siswa pada pembelajaran meningkat dari hasil observasi sebelumnya dan setidaknya rata-rata persentase keaktifan siswa mencapai 75%.
Ketuntasan Belajar siswa
75% Dihitung dari hasil tes ,setidaknya 75% siswa telah memahami satu kompetensi dasar dalam materi yang diberikan dengan nilai ≥ nilai KKM sebesar 75.
H. Prosedur Penelitian
Bentuk penelitian yang akan peneliti lakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Arikunto (2008:3) “Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa”.
Pada penelitian ini, pelaksana tindakan adalah guru matematika kelas VIIC SMP Negeri 1 Kebakkramat. Sementara peran pengamat dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh dua rekan peneliti.
Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus, dimana masing-masing siklus meliputi empat tahap, yaitu: tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi.
1. Tahap Perencanaan
commit to user
Perencanaan adalah proses menentukan program perbaikan yang berangkat dari suatu ide gagasan peneliti. Berdasarkan diagnosis yang didasarkan pada hasil analisis pada hasil observasi pra siklus dan hasil wawancara dengan guru matematika, disusun suatu rancangan tindakan yang dituangkan dalam perangkat pembelajaran. Dalam hal ini pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
Pada tahap ini, peneliti menyusun beberapa perangkat pembelajaran yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan indikator pembelajaran dan materi pelajaran yang diberikan yaitu keliling dan luas daerah segiempat, dan tes akhir yang mencakup semua indikator pembelajaran yang ingin dicapai. Selanjutnya peneliti menyusun instrumen yang diperlukan untuk pengumpulan data seperti lembar observasi.
Dalam penelitian ini dibuat dua lembar observasi, yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar observasi motivasi belajar siswa.
Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran digunakan untuk mengamati proses pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan lembar observasi motivasi belajar digunakan untuk mengamati motivasi belajar siswa yang didasarkan pada indikator motivasi belajar yang akan diamati. Semua perangkat pembelajaran dan instrumen yang diperlukan untuk pengumpulan data digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan untuk setiap siklus. Semua perangkat dan instrumen yang diperlukan tersebut dibuat oleh peneliti.
2. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini, guru melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa berdasarkan rencana tindakan yang tertuang dalam RPP. Pelaksanaan tindakan dilakukan selama dua siklus
commit to user
dengan dua pertemuan untuk setiap siklus. Siklus I dilakukan pada materi keliling dan luas daerah persegi, persegi panjang dan jajar genjang. Sedangkan siklus II dilakukan pada materi keliling dan luas daerah layang-layang, belah ketupat dan trapesium. Perangkat pembelajaran yang dibutuhkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan soal tes akhir siklus yang telah dibuat pada tahap perencanaan sesuai dengan materi yang digunakan untuk setiap siklus. Dalam penelitian ini yang melaksanakan tindakan adalah guru matematika kelas VII C SMP Negeri 1 Kebakkramat, yaitu pak Lilik Sukmadi, S.Pd dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan oleh peneliti.
3. Tahap Observasi
Pada tahap ini, observasi dilaksanakan untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta data tentang motivasi belajar siswa. Observasi dilaksanakan selama pelaksanaan tindakan berlangsung yaitu dengan mengisi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh observer yaitu peneliti dan dua rekan peneliti yang didasarkan pada pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dilakukan oleh guru matematika. Sedangkan untuk motivasi belajar, observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yaitu dengan mengisi lembar observasi oleh peneliti dan dua rekan peneliti. Masing-masing peneliti bertugas mengamati motivasi belajar siswa dari dua kelompok. Hasil pengamatan kemudian dianalisis untuk melakukan refleksi.
4. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi, peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh selama penelitian baik untuk data keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), data motivasi belajar siswa, maupun data hasil belajar siswa. Untuk data keterlaksanaan pembelajaran diperoleh dari lembar observasi selama proses pembelajaran dan
commit to user
catatan lapangan peneliti. Untuk data motivasi belajar siswa diperoleh dari lembar observasi selama proses pembelajaran kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan tentang persentase motivasi belajar siswa. Sedangkan untuk data prestasi belajar, siswa diberikan tes tertulis. Materi tes didasarkan pada indikator yang ingin dicapai dari pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Semua data yang diperoleh dianalisis, jika belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan maka dicermati kekurangan-kekurangan dari hasil yang telah diperoleh kemudian dilakukan perbaikan tindakan pada siklus berikutnya agar dapat mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Upaya perbaikan tindakan pada siklus berikutnya dilakukan berdasarkan pada kekurangan yang diperoleh dari hasil analisis data yaitu dengan melihat motivasi belajar siswa apakah sudah memenuhi indikator keberhasilan, apabila belum memenuhi maka perlu dilakukan perbaikan pada langkah-langkah pembelajarannya. Selain itu juga dilakukan diskusi dengan guru matematika tentang pelaksanaan pembelajaran pada siklus sebelumnya serta upaya perbaikan untuk siklus berikutnya.
Dari keempat tahapan tersebut dapat dibuat skema penelitian sebagaimana tertuang dalam gambar 3.1.
commit to user
Gambar 3.1. Skema Prosedur Penelitian Perencanaan Tindakan I:
a. RPP
b. Lembar Observasi c. Lembar Kerja Siswa d. Tes Akhir Siklus
Pelaksanaan Tindakan I:
Observasi I:
a. Keterlaksanaan pembelajaran b. Motivasi belajar siswa Refleksi I:
a. Hasil observasi
b. Catatan lapangan peneliti c. Hasil tes siklus
Perencanaan Tindakan II:
a. RPP
b. Lembar Observasi c. Lembar Kerja Siswa d. Tes Akhir Siklus
Pelaksanaan Tindakan II:
Observasi II:
a. Keterlaksanaan pembelajaran b. Motivasi belajar siswa
Refleksi II:
a. Hasil observasi
b. Catatan lapangan peneliti c. Hasil tes siklus
Lanjut siklus berikutnya bila permasalahan belum terselesaikan
a. Wawancara b. Observasi