SELATAN
Di susun dan usulkan oleh RINDIANI ULFA Stambuk 105640225415
JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2020
i
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan
Disusun dan Diajukan Oleh RINDIANI ULFA
105640225415
Kepada
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2020
ii
iii
iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Mahasiswa : Rindiani Ulfa Nomor Stambuk : 105640225415 Program Studi : Ilmu Pemerintahan
Menyatakan bahwa benar karya ilmiah ini adalah penelitian saya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain atau telah di tulis/dipublikasikan oleh orang lain atau plagiat. Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai dengan aturan yang berlaku.
Makassar, 21 Agustus 2020 Yang menyatakan
Rindiani Ulfa
v ABSTRAK
Rindiani ulfa, 2020, Efektifitas Pelayanan Publik Melalui Data Pokok Pendidik Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan(Dibimbing oleh Abdul Mahsyar dan Hamrun)
Teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan akan meningkatkan efesiensi, efektivitas, transparasi dan akuntabilitas penyelengaraan pemerintah yang baik (good govenance) dan pemerintahan yang bersih(clien government). Data Pokok Pendidikan (Dapodik) merupakan sistem informasi pengolahan data pendidikan yang digunakan oleh setiap operator sekolah pendidikan.Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran bagaimana sistem berjalan pada sistem yang telah ada dan memberikan beberapa usulan untuk penambahan fitur. Berdasarkan pada uraian permasalahan diatas, peneliti tertarik untuk mengkaji secara mendalam tentang Efektifitas Pelayanan Publik Melalui Data Pokok Pendidik (DAPODIK) Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Pelayanan Publik Melalui Data pokok Pendidik Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni memberikan gambaran secara objektif terkait bagaimana keadaan sebenarnya objek yang diteliti, dan tipe penelitian yang digunakan adalah tipe fenomenologi. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan jumlah Informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan adalah Triangulasi sumber, Triangulasi teknik dan Triangulasi waktu. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik unit pendidikan di dinas pendidikan provinsi Sulawesi Selatan menujukan bahwa pelayanan di dinas pendidikan untuk mencapai keefektifitasan menggunakan tiga faktor yaitu faktor ketepatan waktu, faktor kecermatan, Gaya pemberian pelayanan dalam hal ini pelayanan di dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan sudah efektif dalam melakukan pelayanan tetapi dalam ketepatan waktu hadir pada saat jam kantor tidak efektif dalam kehadiran karena masih ada staf pegawai yang kurang berperang aktif hadir pada saat jam kerja.
Kata kunci: Efektivitas, Pelayanan Publik, Data Pokok Pendidik
vi
KATA PENGANTAR
Tiada kata indah yang patut di ucapkan seorang hamba kepada Sang Pencipta atas segala cinta kasih-Nya yang tak terhingga dan nikmat-Nya yang tak berujung sehingga kita mampu melewati hari-hari yang penuh makna, dan memberi kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Efektivitas Pelayanan Publik Melalui Data Pokok Pendidik Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan” Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar ini.
Penulisan skripsi ini guna bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari program studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Saya menyadari bahwa untuk menyelesaikan tugas penyusunan skripsi ini tidaklah mudah, namun saya meyadari begitu banyak pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Abdul Mahsyar M,Si selaku pembimbing I dan Bapak Hamrun S,Ip M,Si selaku pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
Selanjutnya pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan penghargaan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya terutama kepada:
vii
1. Ibu Dr. Nuryanti Mustari, S.IP, M.Si dan bapak Ahmad Harakan, S.IP, M.Hi selaku Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Ibu Hj. Ihyani Malik, S.Sos, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Segenap Dosen serta staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberi bekal ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada penulis selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar.
5. Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, UPTD Pengelolaan Daur Ulang Sampah Bank Sampah Pusat Kota Makassar yang telah membantu saya dalam memberikan informasi terkait penelitian ini.
6. Teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (HIMJIP).
7. Saudara dari awal masuk kampus sampai sekarang IP.E sekaligus teman kelas dari semister 1 sampai semester 8.
8. Teman-teman angkatan 2015 SMA Negeri 1 kajuara.
9. Teman-teman angkatan 2015 “MASEDDI”.
10. Teman-teman Ukm seni dan budaya talas.
11. Teman-teman Kepmi Bone Komisariat Taro Ada Taro Gau.
12. Teman-teman kepmi Bone Dpc kajura.
viii 13. Teman-teman Rumah Berbagi Asa.
14. Teman-teman Rumah Tari Makassar
15. Teman-teman angkatanku di kepmi Tatg Rahmatia Sos, Andi Reski SE, Sulaeman SE, Asmin SE, A.Rahmat SE.
16. Teman-temanku , Ika maharani Asti, Desti Damayanti, Ikbal warimin, Andi Nugraha sugandi Guntur, Jumaidil.
17. Saudara saya Inri nofita Sari, S.IP, Hasrianti S.,Sos mensupport dan mendukung setiap langkah penulis.
18. Saudara saya yang selalu membantu saya Sumartini dan A. Inri Astina 19. Otta sebagai teman sahabat yang selalu membantu saya terimah kasih tak
terhingga.
20. Keluarga penulis yang telah memberikan support dalam penulisan skripsi.
Ucapan terima kasih yang teristimewa dan terdalam penulis kepada kedua orang tua tercinta Ibunda Hasni Anwar dan Rosdiana dan Ayah Ridwan dan H.
A. Wasnawir, karena semua usaha penulis tidak berarti apa-apa tanpa adanya pengorbanan dan dorongan semangat yang sangat luar biasa dari beliau yang selalu suka rela melakukan segala hal, memberikan doa yang tulus, motivasi, nasehat serta bimbingan dan membesarkan penulis dengan penuh kasih sayang.
Terima kasih juga untuk saudara sedarah penulis yang selalu menyayangi dan memberi semangat untuk terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
Teriring doa semoga Allah SWT menjadikan pengorbanan dan kebaikan itu sebagai cahaya penerang di dunia maupun di akhirat kelak.
ix
Akhir kata penulis mengharapkan kiranya skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca guna menambah Khasanah Ilmu Pengetahuan terutama yang berkaitan dengan Ilmu Pemerintahan.
Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Makassar, 21 Agustus 2020 Penulis
RINDIANI ULFA
x DAFTAR ISI
Halaman Judul ...i
Halaman Persetujuan ...ii
Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah ...iii
Abstrak ...iv
Kata Pengantar ...v
Daftar Isi ...ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...6
C. Tujuan Penelitian ...7
D. Manfaat Penelitian ...7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu ...8
B. Konsep Efektivitas ...8
C. Pelayanan Publik ...14
D. Data Pokok Pendidik ...20
E. Nomor Unit Pendidikan dan Tenaga Pendidikan ...21
F. Kerangka Pikir ...23
G. Fokus Penelitian ...24
H. Deskripsi Fokus Penelitian ...24
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian ...26
B. Jenis dan Tipe Penelitian ...26
C. Sumber Data ...26
D. Informan Penelitian ...27
E. Teknik Pengumpulan Data ...28
F. Teknik Analisis Data ...29
G. Keabsahan Data ...29
BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Deskripsi Obyek Penelitian ...32
xi
B. Efektifvitas Pelayanan Publik Melalui Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas
Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ...42
a. Faktor Ketetapan Waktu...43
b. Faktor Kecermatan ...47
c. Gaya Pemberian Pelayanan ...51
C. Faktor Pendukung Dan Penghambat Efektivitas Pelayanan Data Pokok Pendidik Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ...54
a. Faktor Pendukung ...54
b. Faktor Penghambat ...56
BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ...58
B. Saran ...59
DAFTAR PUSTAKA ...61
1
Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat, begitupun dengan perubahan teknologi dapat terjadi beberapa kali dalam waktu kurang dari satu tahun. Perebuhan yang mendasar di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan yang mendasar pula pada berbagai aspek, misalnya saja dalam hal cara berkomunikasi.
Informasi telah menjadi komoditi yang sangat berharga dan menentukan untuk mencapai keberhasilan pada saat ini. Teknologi informasi dan komunikasi dapat di gunakan untuk menunjang sistem operasional dan manajerial dari berbagai kegiatan insitusi yang didalamnya termasuk kegiatan pemerintahan.
Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang semakin pesat menuntut lembaga-lembaga pemerintahan untuk meningkatkan kinerjanya.
Semakin berkembangnya nilai budaya suatu bangsa, maka secara otomatis pola pikir masyarakatnya pun semankin maju. Kemajuan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi mulai merambah ke kota kecil fenomena yang sedang menjadi tren saat ini yaitu pengunaan Elektroni Goverment( e- goverment) dalam mendukung kinerja pemerintah. Elektroni Goverment(e- goverment) adalah penggunaan teknologi informasi oleh badan-badan pemerintah yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan hubungan dengan warga Negara, pelaku bisnis dan lembaga-lembaga pemerintahan
yang lain faktanya yaitu setiap pemerintah daerah memiliki situs masing- masing, begitupun dengan sistem informasinya. penyelenggraan pemerintahan yang dinamis dan tanggap akan mampu di laksanakan secara cepat dan cepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagi setiap masyarakat untuk mengakses informasi merupakan hal yang paling penting Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat merupakan bentuk penyesuaian dalam rangka mewujudkan pelayanan primer kepada masyarakat. Penggunaan teknologi dan sistem informasi juga untuk mewujudkan praktek dalam penyelengraan pemerintah supaya lebih efektif dan efesien, sehingga akuntabilitas pemerintah meningkat.
Teknologi dan informasi akan menjadi kekuatan yang sangat menentukan. Saat ini hal-hal yang berkaitan dengan teknologi dan informasi telah dirasakan sebagai kebutuhan yang utama, oleh karena itu perhatian terdapat dua hal ini sedang di tingkatkan di segala bidang, sebab apabila tertinggal maka sudah dapat dipastikan bahwa kelemahan dalam bidan teknologi dan informasi akan mempunyai dampak yang tidak menguntungkan di berbagai bidan. Peranan teknologi komputer sangat penting khususnya bagi perusaahan baik perusahaan swastamaupun instansi pemerintah. Sistem-sistem yang berbasis komputer akan sangat membantu pekerjaan yang ada dalam setiap pemberian pelayanan dan pengolahan data kegiatan perusahan yang di lakukan sehari-hari, seperti pada dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan.
Teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan akan meningkatkan efesiensi, efektivitas, transparansi dan akuntasbilitas penyelengaraan pemerintah yang baik (good govenance) dan pemerintahan yang bersih (clien goverment) meningkatkan pelayanan publik yang efektif dan efisien intruksi presiden no 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan pengembangan bangunan e-goverment yang salah satu tujuannya untuk memperbaiki kwalitas pelayanan, maka masing-masing daerah dituntut untuk produktif lagi dalam bekerja, guna meningkatkan kepuasan konsumen atau masyarakat. Efektivitas pelayanan publik didukung oleh tingkat usaha yang dilakukan aparatur dalam mewujudkan profesionalisme kerja secara berkesenimbungan sesuai dengan tuntutan tugas.
Perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat menuntut instansi pemerintah maupun swasta untuk memperoleh informasi dengan cepat dan akurat. Penerapan sistem informasi menjadi alternatif pemecahannya. Sistem informasi yang mendukung membuat kinerja suatu instansi akan terlaksana dengan baik dan dapat menangani berbagai pengolahan data dengan menggunakan teknologi informasi.
Berdasarkan pada kebutuhan tersebut, pada tahun 2006 Biro Perencanaan Kerja sama Luar Negeri (PKLN) Depdiknas mulai menganalisa hambatan program perencanaan pendidikan di lingkungan Depdiknas, yaitu belum adanya data referensi yang terpusat, banyaknya pula data antara satu dan yang lain yang belum terhubung, dan metode pengumpulan data yang masih manual, sehingga perlu adanya pemutakhiran
metode pengumpulan data dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Oleh sebab itu, dibangun pusat referensi sistem pendataan terbaru berskala nasional yang mencakup sekolah, peserta didik, dan PTK. Dimana proses pengelolaan datanya mengacu pada sistem perbankan, yaitu dilakukan secara terpusat.
Sistem Informasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah sistem informasi yang menangani data sekolah seperti tenaga kependidikan, peserta didik, periodik, sanitasi, rombongan belajar dan data sarana prasarana sekolah. Sistem ini dibangun dalam rangka data yang berkualitas dan data ini nantinya akan menentukan kebijakan pemerintah pusat dalam menentukan seperti halnya rasio tenaga kependidikan, syarat untuk menentukan tunjangan profesi pendidik (TFG), Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan masih banyak bijakan-kebijakan pusat yang nantinya akan melakukan pengambilan datanya dari aplikasi Dapodik, maka dari itu satuan pendidik harus melakukan Input Data maupun update data sesuai dengan bukti fisik yang ada ke dalam Aplikasi Dapodik untuk mendapatkan data yang akurat cepat, lengkap, valid dan up to date.
Operator Sekolah berperan penting dalam melakukan pendataan dan sekaligus pengguna dari aplikasi Dapodik tersebut. Dari ke tahun aplikasi ini terus dikembangkan dari hanya sebatas merekapitulasi data siswa dan guru menjadi aplikasi yang bertambah fungsinya, misalkan penambahan fitur nilai raport, menambahkan data pembelajaran, hingga data sarana dan prasarana. Dengan sistem informasi tersebut, berbagai macam proses
pendataan di sekolah dapat dijadikan sebagai langkah konkret Kementerian demi mewujudkan basis data tunggal untuk tata kelola pendidikan yang terpadu.
Seluruh sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berstatus Negeri kini telah menggunakan sistem informasi ini dan telah menjadi bagian dari basis data tunggal dari Kementerian Dasar dan Menengah. Pada saat ini Aplikasi Data Pokok Pendidikan sudah sangat membantu akan tetapi penulis mengusulkan beberapa usulan untuk aplikasi tersebut yang kemudian diharapkan dapat memberikan fungsi aplikasi menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Sistem Informasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) merupakan sistem informasi pengolahan data pendidikan yang digunakan oleh setiap operator sekolah pendidikan.Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran bagaimana sistem berjalan pada sistem yang telah ada dan memberikan beberapa usulan untuk penambahan fitur. Dalam hal ini kita dapat melihat keluhan dari PTK kepada pemerintah yang tidak memiliki profesional dalam kerja, pelayanan di katakan efektif apabila PTK mendapatkan kemudahan, kelancaran, kepuasan, ketika melakukan pelayanan.
Sesuai amanat peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 79 tahun 2015 tentang DAPODIK, pendataan pendidikan meliputi pengumpulan, pengolahan dan penyajian data. Semua tahapan pendataan melibatkan pengelola data mulai dari tingkat satuan pendidikan, dinas
pendidikan kabupaten/kota/provinsi, PP/BP PAUD dan Dikmas dan pusat (kementerian pendidikan dan kebudayaan).
Keterlibatan pengelola data mempengaruhi kuantitas maupun kualitas data yang terjaring dalam aplikasi DAPOPAUDDikmas. Untuk itu, dilakukan analisis terkait kualifikasi pengelola data serta pemahaman pengelola data terkait pengelolaan DAPODIK tingkat satuan pendidikan, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan PP/BP PAUD dan Dikmas. Analisis ini dikhususkan membahas pengelolaan data jenjang pendidikan nonformal yaitu satuan pendidikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Pemerintah kota dalam hal ini berperang aktif dalam merumuskan, pengelolah pelayanan data pokok pendidik di dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan, namun terkadang pengaplikasian dilapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan berdasarkan pada uraian permasalahan diatas, peneliti tertarik untuk mengkaji secara mendalam tentang kondisi delamatis tersebut dengan mengangkat judul “Efektifitas Pelayanan Publik Melalui Data Pokok Pendidik (DAPODIK) Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan”
B. Rumusan Masalah
Dari ulasan singkat mengenai latar belakang masalah yang telah dipaparkan diatas, maka penulisan dapat merumuskan suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana efektivitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan ?
2. Faktor-faktor apa saja yang dapat menghambat dan mendukung dalam pelayanan data pokok pendidik unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan ?
C. Tujuan penelitian
Sehubung dengan rumusan masalah penelitian ini, maka dapat ditetapkan tujuan penelitian, yaitu :
1. Untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan.
2. Untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang dapat menghambat dan mendukung dalam pelayanan data pokok pendidik unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan.
D. Manfaat Penulisan
Dengan adanya penelitian ini di harapkan ada manfaat yang dapat di ambil bagi semua pihak yang berkepentingan adapun manfaat yang di peroleh dari peneitian ini sebagai berikut:
1. Manfaat Akademis
Manfaat dari segi akademis diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis terutama yang berkaitan dengan teori tentang efektivitas program dan sebagai bahan referensi bagi
mereka yang berkeinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada bidang yang sama.
2. Manfaat praktis
Manfaat praktis penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan referensi bagi pemerintah khususnya di Dinas Pendidikan dalam mengefektifkan pelayanan publik melalui sistem informasi managemen nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan kota makassar.
9
No Nama Tahun Judul Tujuan Penelit
1 Wahyuni, N., Jasticia, M. I. A., &
Nugraha, F. M
2018 Analisis
Perbandingan Sistem Data Pokok
Pendidikan
(Dapodik) Tingkat SMK. J-Sim: Jurnal Sistem Informasi,
Untuk mengetahui bagaimana Analisis Perbandingan Sistem Data Pokok Pendidikan
(Dapodik) Tingkat SMK. J- Sim: Jurnal Sistem
Informasi,
B. Konsep Efektifitas
Efektifitas adalah pemanfaatan sumber daya sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankannya Menurut sondang dalam Pratama (2017).
Efektifitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana prasarana dalam jumlah tertentuyang secara sadar sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya.
yaitu:pendektan sistem, pendekatan konstisue-strategis, dan pendekatan nilai-nilai bersaing. Efektifitas program dapat di rumuskan sebagai tingkat perwujudan sasaran yang menunjukan sejauh mana sasaran program yang telah di tetapkan. Akbar (2017).
Sedangkan Gibson dalam Lestari (2017). Mengartikan efektifitas adalah penilaian yang dibuat sehubungan dengan prestasi individu, kelompok dan organisasi. Makin dekat prestasi mereka terhadap prestasi yang diharapkan (standar), maka makin lebih efektif dalam menilai mereka.
Pendapat diatas didukung pula oleh Wursanto dalam Lestari (2017). bahwa efektifitas adalah pencapaian tujuan atau hasil dikehendaki tanpa menghiraukan faktor-faktor tenaga, waktu, biaya, fikiran alat dan lain-alat yang telah dikeluarkan/ digunakan.
Efektivitas adalah ukuran berhasil atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya, apabila suatu organisasi berhasil mencapai tujuan , maka organisasi tersebut dikatakan efektif. Mardiasno dalam Lestari (2017).
Menurut Stress dalam Yasin (2017). Efektivitas merupakan suatu kegiatan dari faktor pencapaian tujuan yang memandang bahwa efektivitas berhubungan dengan pencapaian tujuan bersama bukan pencapaian tujuan pribadi. Sejalan dengan itu Stress dalam Yasin (2017). Mengungkapkan bahwa efektivitas adalah bagaimana organisasi melaksanakan seluruh tugas pokoknya atau mencapai sasaran.
Menurut Hidayat dalam Marlina (2017). Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. Di mana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya.
Menurut Ravianto dalam Sari (2019). Efektivitas adalah seberapa baik pekerjaan yang dilakuan, sejauh mana orang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Artinya apabila suatu pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan perencanaan, baik dalam waktu, biaya, mauun mutunya, maka dapat ddikatakan efektif.
Aspek-aspek efektifitas berdasarkan pendapat Muasaroh dalam Wulandari, (2018). Efektifitas dapat dijelaskan bahwa efektifitas suatu program dapat di lihat dari aspek-aspek antara lain:
1. Aspek tugas atau fungsi, yaitu lembaga di katakan efektifitas jika melaksanakan tugas atau fungsinya, begitu juga suatu program pembelajaran akan efektif jika tugas dan fugsinya dapat di laksanakan dengan baik dan beserta didik belajar dengan baik.
2. Aspek rencana atau program, yang di maksud dengan rencana atau program di sini adalah rencana pembelajaran yang terprogram jika seluruh rencana dapat dilaksanakan maka rencana atau program di katakan efektif.
3. Aspek ketentuan atau peraturan, efektifitas suatu program juga dapat di lihat dari berfungsi atau tidaknya aturan yang telah di buat dalam rangka menjaga berlangsungnya proses kegiatanya aspek ini mencakup aturan-aturan baik yang berhubungan dengan pserta didik, jika aturan ini di laksanakan dngan baik berarti ketentuan atau aturan telah berlaku secara efektif; dan.
4. Aspek tujuan atau kondisi ideal, suatu program kegiatan di katakan efektif dari sudut hasil jika tujuan atau kondisi ideal program tersebut dapat di capai.
Menurut Siagian dalam Marsurian (2017). Berpendapat bahwa ada beberapa kriteria yang dapat di gunakan untuk mengukur efektifitas kerja dari organisasi yang memberikan pelayanan:
1. Pertama, faktor waktu disini maksudnya adalah ketepatan waktu dan kecepatan waktu dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan. Hanya saja penggunaan ukuran tepat tidaknya atau cepat tidaknya pelayanan yang diberikan berbeda dari satu orang ke orang lain. Terlepas dari penilaian subjektif yang demikian, yang jelas ialah faktor waktu dapat di jadikan sebagai salah satu ukuran efektifitas kerja
2. Kedua, faktor kecermatan, faktor kecermatan dapat di jadikan ukuran untuk menilai tingkat efektifitas kerja organisasi yang memberikan pelayanan. Faktor kecermatan disini adalah faktor ketelitian dari pemberi pelayan kepada masyarakat. Masyarakat akan cenderung tidak memberikan nilai terlalu tinggi kepda pemberi pelayanan, apabila terjadi banyak kesalahan dalam proses pelayanan, meskipun diberikan dalam waktu yang singkat
3. Ketiga, faktor gaya pemberian pelayanan merupakan salah satu ukuran lain yang dapat dan biasanya digunakan dalam mengukur efektifitas kerja. Yang dimaksud gaya disini adalah cara dan kebiasaan pemberi
pelayanan alam memberikan jasa kepada masyarakat. Bisa saja masyarakat tidak sesuai dengan gaya yang oleh pelayanan. Jika berbicara dengan suatu hal yang menyangkut kesesuaian, sesungguhnya apa yang dibicarakan termaksud hal yang tidak terlepas kaitanya dengan nilai-nilai sosial yang di anut oleh orang yang bersangkutan.
Sedangkan menurut Steers dalam Watiah (2011). Efektivitas digolongkan dalam 3 (tiga) model, yaitu :
1. Model optimasi tujuan, penggunaan model optimasi bertujuan terhadap efektivitas organisasi memungkinkan diakuinya bahwa organisasi yang berbeda mengejar tujuan yang berbeda pula. Dengan demikian nilai keberhasilan atau kegagalan relatif dari organisasi tertentu harus ditentukan dengan membandingkan hasil-hasil dengan tujuan organisasi.
2. Prespektif sistem, memusatkan perhatiannya pada hubungan antara komponen-komponen baik yang berbeda didalam maupun yang berada diluar organisasi. Sementara komponen ini secara bersama- sama mempengaruhi keberhasilan atau keberhasilan organisasi. Jadi model ini memusatkan perhatiannya pada hubungan sosial organisasi lingkungan.
3. Tekanan pada perilaku, dalam model ini, efektivitas organisasi dilihat dari hubungan antara apa yang diinginkan organisasi. Jika keduanya
relatif homogen, kemungkinan untuk meningkatkan prestasi keseluruhan organisasi sangat besar.
Kemudian, empat faktor yang mempengaruhi efektivitas, yang dikemukakan oleh Steers dalam Watiah (2011). Peneliti uraikan sebagai berikut :
4. Karakteristik Organisasi adalah hubungan yang sifatnya relatif tetap seperti susunan sumber daya manusia yang terdapat dalam organisasi.
Struktur merupakan cara yang unik menempatkan manusia dalam rangka menciptakan sebuah organisasi. Dalam struktur, manusia ditempatkan sebagai bagian dari suatu hubungan yang relatif tetap yang akan menentukan pola interaksi dan tingkah laku yang berorientasi pada tugas.
5. Karakteristik Lingkungan mencakup dua aspek. Aspek pertama adalah lingkungan ekstern yaitu lingkungan yang berada di luar batas organisasi dan sangat berpengaruh terhadap organisasi, terutama dalam pembuatan keputusan dan pengambilan tindakan. Aspek kedua adalah lingkungan intern yang dikenal sebagai iklim organisasi yaitu lingkungan yang secara keseluruhan dalam lingkungan organisasi.
6. Karakteristik Pekerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap efektivitas. Di dalam diri setiap individu akan ditemukan banyak perbedaan, akan tetapi kesadaran individu akan perbedaan itu sangat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Jadi apabila
suatu organisasi menginginkan keberhasilan, organisasi tersebut harus dapat mengintegrasikan tujuan individu dengan tujuan organisasi.
7. Karakteristik Manajemen adalah strategi dan mekanisme kerja yang dirancang untuk mengkondisikan semua hal yang ada di dalam organisasi sehingga efektivitas tercapai. Kebijakan dan praktek manajemen merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan setiap kegiatan guna mencapai tujuan organisasi. Dalam melaksanakan kebijakan dan praktek manajemen harus memperhatikan manusia, tidak hanya mementingkan strategi dan mekanisme kerja saja.
Mekanisme ini meliputi penyusunan tujuan strategis, pencarian dan pemanfaatan atas sumber daya, penciptaan lingkungan prestasi, proses komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan, serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan inovasi organisasi.
C. Pelayanan publik
Pelayanan pada dasarnya adalah cara melayani, membantu, menyikapi, mengurus, menyelesaikan keperluan kebutuhan seseorang atau sekelompok orang. Dan kegiatan pelayanan pada dasarnya menyangkut pemenuhan suatu hak. Seperti yang dilaksanakan pada instansi pemerintah di pusat, daerah, dan lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah dalam bentuk barang dan jasa baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang – undangan. Seperti yang dikemukakan oleh Kurniawan dalam Cahyadi (2016). “ Pelayanan publik adalah
pemberian pelayanan ( melayani) keperluan orang lain atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan” Jadi pelayanan yang diberikan oleh pemerintah haruslah mendahulukan kepentingan masyarakat dengan waktu yang singkat, mudah serta dapat memberikan rasa puas bagi masyarakat yang menikmati layanan itu.
Pendapat lain Seperti yang dijelaskan Kotler dalam Mahsyar (2011).
Pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik”
1. Pengertian Pelayanan
Istilah pelayanan dalam bahasa inggris adalah “service”. Moenir dalam Sari (2014). Mendifinisikan “pelayanan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang dengan landasan tertentu dimana tingkat pemuasannya hanya dapat di rasakan oleh orang yang melayani atau di layani, tergantung kepada kemampuan penyediaan jasa dalam memenuhi harapann pengguna.
Pelayanan pada berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan organisasi dalam masyararakat. Proses yang dimaksud dilakukan sehubung dengan saling memenuhi kebutuhan antara penerima dan pemberi pelayanan.
Selanjutnya Moenir dalam dalam Sari (2014). Menyatakan bahwa proses pemenuhan kebutuhan melalui aktifitas orang lain yang langsung
inilah yang dinamakan pelayanan. Jadi dapat dikatakan pelayanan adalah kegiatan yang bertujuan untuk membantu menyiapkan atau mengurus apa yang di pelukan orang lain. Dari definisi tersebut dapat dimaknai bahwa pelayanan adalah aktivitas yang dapat dirasakan melalui hubungan antara penerima dan pemberi pelayananyang menggunakan peralatan berupa organisasi atau lembaga perusahaan.
Menurut pasalong dalam Podungge (2010). Pelayanan pada dasarnya di definisikan sebagai efektifitas seorang, sekelompok atau organisasi baik secara langsung untuk memenuhi kebutuhan dengan demikian pelayan publik adalah pemenuhan keinginan dan kebutuhan masyarakat oleh penyelenggara negara.
2. Pengertian Pelayan Publik
Dalam kamus bahasa indonesia, pelayanan di rumuskan sebagai berikut : Suasti (2018).
a. Pelayanan adalah perihal cara melayani
b. Pelayanan adalah kemudahan yang di berikan sehubungan dengan jual beli barang dan jasa.
c. Pelayanan medis merupakan pelayanan yang di terima seseorang dalam hubungannya dengan pensegahan dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu.
d. Publik berarti orang banyak (umum).
Pengertian publik menurut Syafi’ie dalam Ramdani (2016). yaitu :
“sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berfikir, perasaan, harapan,
sikap dan tindakan yang benar dan baik berdasrkan nilai-nilai norma yang mereka miliki’’.
Sinambella dalam Ramdani (2016). Mendefinisika publik sebagai berikut: “kata publik sebenarnya sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku menjadi publik yang berarti umum, orang banyak, ramai”.
3. Unsur-unsur pelayanan publik
Dalam proses kegiatan pelayanan publik terdapat beberapa faktor atau ungsur yang mendukung jalanya kegiatan. Menurut Moenir dalam Katsirotul (2017). Unsur-unsur tersebut antara lain :
a. Sistem prosedur dan metode yaitu di dalam pelayan publik perlu adanya sistem informasi prosedur dan metode yang mendukung kelancaran dalam memberikan pelayanan.
b. Personil, tertama ditekankan pada perilaku aparatur; dalam pelayanan publik aparatur pemerintah selaku personil pelayanan harus profesional, disiplin dan terbuka terhadap kritik dari pelanggang atau masyarakat.
c. Sarana prasarana dalam pelayanan publik diperlukan pealatan dan ruang kerja serta fasilitas pelayanan publik. Misalnya ruang tunggu, tempat parker yang memadai.
d. Masyarakat sebagai pelanggan dalam pelayanan publik masyarakat sebagai pelanggan sangalah heterogen baik tingkat pendidikan maupun perilakunya.
4. Azaz, prisip dan standar pelayanan publik
Secara toritis tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat. Untuk mecapai kepuasan itu di tuntut kualitas pelayanan publik yang profesial, kemudian Sinambela dalam Tobing (2017). mengemukakan azaz-azaz dalam pelayanan publik tercermin dari:
a. Transparansi bersifat terbuka, muda dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.
b. Akuntanbilitas dapat dipertangung jawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. Partipisatif mendorong peran serta masyarakat dalam penyelengaraan pelayan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyrakat.
d. Keamanan hak tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, agama, ras, golongan, gender dan status ekonomi.
e. Keseimbangan hak dan kewajiban pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Dalam proses kegiatan pelayanan diatur juga mengenai prinsip pelayanan sebagai pegangan dalam mendukung, jalannya kegiatan. Adapun prinsip pelayanan publik Menurut Ibrahim dalam Katsirotul (2017). Terdapat enam prinsip-prinsip pelayanan publik diantaranya:
a. Persamaan keuntungan dan logika usaha Pelanggan merasakan kualitas pelayanan sehingga memberikan keuntungan.
b. Kewenangan dalam pengambilan keputusan Pengambilan keputusan harus didesentralisasikan sedapat mungkin antara organisasi dan pelanggan.
c. Fokus perorganisasian Organisasi harus terstruktur dan berfungsi, sehingga tujuan utama untuk menggerakkan sumber-sumber dapat mendukung garis depan operasionalManajemen pelayanan publik d. Kontrol/Pengawasan Pemimpin dan pengawasan harus
memperhatikan dorongan semangat dan dukungan kepada setiap karyawan.
e. Sistem penghargaan/ganjaran Wujud kualitas yang dirasakan pelanggan merupakan fokus dari sistem penghargaan/ganjaran.
f. Fokus pengukuran Kepuasan pelanggan dengan kualitas pelayanan harus menjadi fokus dan pengukuran yang ingin dicapai.
Berdasarkan beberapa uraian di atas, maka pelayanan maka publik dapat disimpulkan sebagai pemenuhan keinginan dan kebutuhan masyarakat oleh penyelengaraan negara. Moenir dalam Katsirotul (2017). Berpendapat bahwa pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik, dapat dilakukan dengan cara.
a. Memberikan kemudahan dan pengusuran hal-hal yang dianggap penting
b. Memberikan pelayanan secara wajar
c. Memberikan perlakuan yang sama tampa pilih kasih d. Bersikap jujur dan terus terang.
D. Data pokok pendidik (Dapodik)
Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Karena tanpa perencanaan pendidikan yang matang, maka seluruh program yang terbentuk dari perencanaan tersebut akan jauh dari tujuan yang diharapkan. Untuk melaksanakan perencanaan pendidikan, maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara tepat sasaran, dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus up to date. Dengan ketersediaan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date tersebut, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program- program pendidikan nasional dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan suatu sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan disebut dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dapodik ini dikelola oleh biro PKLN sampai tanggal 30 Maret 2010 diserahterimakan kepada PSP Balitbang. Data pokok pendidikan awalnya dapat diakses melalui situs dapodik. Orang yaitu data sejak tahun 2006 sampai 2011. Untuk data tahun 2012 tidak tersedia di situs dapodik.org karena situs tersebut telah ditutup sejak 1 Januari 2012. Berdasarkan surat
edaran dari Kemdiknas no. 1980/P3/TP/2011 tanggal 14 September 2011 data NPSN dan NISN hanya dapat diakses melalui situs kemdiknas.
Sistem Aplikasi Dapodik adalah aplikasi penjaring data pokok pendidikan pada kelompok jenjang pendidikan dasar di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Entitas data pokok tersebut meliputi sekolah termasuk sarana dan prasarana, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK),Peserta Didik dan Proses Pembelajaran di dalam rombongan belajar (Rombel).
Berdasarkan Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 serta Surat Edaran Menteri mengenai aplikasi pendataan di lingkungan Kemendikbud, dinyatakan bahwa Aplikasi Dapodikdasmen merupakan aplikasi resmi yang digunakan untuk menjaring data pokok pendidikan dasar. Data dari Aplikasi Dapodikdasmen akan digunakan sebagai acuan data dalam programprogram Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar seperti pemberian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), tunjangan guru, Ujian Nasional, dan programprogram lainnya. Oleh karena itu sekolah harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan Dapodikdasmen
E. Nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan
NUPTK adalah nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan yang digunakan untuk pendataan dan data yang diperlukan berupa nama, alamat, tanggal lahir, nomor KTP, status kepegawaian, tempat bekerja dan lainyayang menjadi persyartaan untuk pengisian formulir. Menurut Ditjen
PMPTK depnikasi mengatakan sebagai berikut “NUPTK (nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan) menurut ditjen PMPTK Depdiknas adalah nomor identitas yang bersifat unik untuk seluruh PKT (pendidik dan tenaga kependidikan) yang berada di sekolah baik PNS maupun non PNS.
NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karna NUPTK yang di miliki PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah pindah tempat mengajar atau terjadi perubahan dataperiwat nya. Purnama (2011).
Format NUPTK meliputi, identitas PTK, mengajar sekolah lain, riwayat pendidikan formal, riwayat pendidikan non formal, riwayat pwndidikan sebelumnya, riwayat pekerja(non buruh), keluarga, karya tulis, peningkatan profesi, pengharggan, kesejateraan dan perlindungan (asuransi), beasiswa, penulisan buku, worshop, seminar atau lokakarya, penataran/diklat, tes kebahasaan, hasil ujian dan nilai UAN dari matapelajaaran yang di ajarkan 3 tahun trakhir , imformasi dan tunjangan lainnya. Sedangkan menurut lembaga pengjaminan mutu pendidikan sulawesi selatan adalah “NUPTK nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan adalah nomor yangdi berikan di setiap indifidu yang sedang bekerja sebagai pendidik dan tenaga kependidikan formal dan non formal yang bersifat unik( PTK yang memiliki satu NUPTK secara nasional.
Purnama (2011).
Jadi NUPTK merupakan kode pengenalan guru yang bersifat unik dan membedakan satu guru dengan guru lainnya yang bertujuan untuk mendukung pemerintah ( Depdiknas)dalam menyediakan data yang lengkap
akurat dan mutakhir berdasarkan identifikasi melalui kepemilikan NUPTK oleh setiap indifidu PTK agar dapat menunjang berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan tenaga kependidikan. Purnama (2011).
E. Kerangka berfikir
Berdasarkan masalah yang di teliti yakni study Efektifivitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan didinas pendidikan provinsi sulawesi selatan yang menjadi fokus penelitian adalah mencari sumber data melalui observasi dan wawancara secara langsung didinas pendidikan provinsi sulawesi selatan sebagai indikator penelitian faktor ketepatan waktu faktor kecermatan faktor pemberian layanan setelah indikator pelayanan ini ketehaui tahap selanjutnya adalah efektivitas pelayanan publik data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan.
Peneliti mengambil beberapa indikator untuk mendiskripsikan efektivitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan kota makassar.
Untuk sebagai bahan acuan PTK kepada pemerintah dalam pemberian pelayanan, adapun yang menjadi indikator pelayanan sebagaimana di lihat dari bagang berikut ini :
Bagan Kerangka Pikir
Bagan Kerangka Pikir
F. Fokus Penelitian
fokus dalam penelitian ini berfungsi mengarahkan peneliti dalam menetapkan secara jelas apa yang semestinya diteliti. adapun fokus dalam penelitian mengenai Efektifitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan kota Makassar peneliti menggunakan indikator-indikator efektifitas pelayanan publik menurut Siagian dalam Marsurian (2017).
G. Deskripsi fokus penelitian
Adapun gambaran dari fokus penelitian ini adalah:
1. Faktor ketepatan waktunya untuk mengetahui bagaimana ketepatan waktu peleyanan pemerintah terhadap PTK
Efektivitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan
Ada beberapa kriteria untuk mengukur Efektifitas Marsurian (2017).
A. Faktor Ketepatan Waktu B. Faktor Kecermatan
C. Faktor Gaya Pemberian Pelayanan
Faktor Pendukung:
1. Internet 2. Komputer
Faktor Penghambat 1. Sdm
2. Waktu
Untuk mencapai pelayanan yang efektif
2. Faktor kecermatan ukuran untuk menilai tingkat efektifitas kerja pegawai
3. Faktor gaya pemberian, dalam mengukur efektifitas kerja pegawai dalam melayani PTK untuk mengambil NUPTK.
4. Faktor Pendukung adalah kegiatan yang melatarbelakangi pelaksanaan program NUPTK.
5. Faktor penghambat adalah keseluruhan kondisi yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program NUPTK.
27
Waktu dalam penelitian dilakukan sejak tanggal 22 Juli sampai dengan 18 September dengan dengan informan sebanyak 9 orang informan. Lokasi penelitian ini bertempat di kantor dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan jalan Perintis Raya, tentang efektifitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas pendidikan kota Makassar.
B. Jenis dan tipe penelitian
Jenis dan tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yakni mendikripsikan tentang efektifitas pelayanan publik melalui data pokok pendidik di dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan, maka di butuhkan informasi mendalam melalui pendiskripsian berdasarkan ungkapan maupun bahasa masing-masing informan sehingga dapat di ungkap makna sebenarnya dari informasi yang di peroleh.
2. Tipe penelitian Tipe penelitian ini adalah fenomenologi yang di maksudkan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai masalah yang diteliti berdasarkan efektifitasnya pelayanan pemerintah.
C. Sumber data
Sumber data adalah tempat di mana peneliti memperoleh data yang diperlukan selama melaksanakan penelitian. Didalam pelaksanaan penelitian
di butuhkan data sebagai acuan dalam melaksanakan penelitian. Adapun sumber data pada penelitian yaitu:
1. Data primer
Data primer merupakan sumber data utama yang di gunakan untuk menjaring berbagai data dan infornasi yang terkait dengan focus yang dikaji.
Hal ini dilakukan melalui metode wawancara dan observasi.
2. Data sekunder
Data sekunder merupakan sumber data pendukung yang diperlukan untuk melengkapi data primer yang dikumpulkan.Hal ini dilakukan sebagai upaya penyusuaian dengan kebutuhan data lapangan data sekunder terutama diperoleh melalui dokumentasi.
D. Informan penelitian
Adapun teknik penentuan informan dalam penelitian ini berdasarkan purposive sampling atau sengaja memilih orang-orang yang dapat di anggap dapat memberikan informasi yang akurat sesuai yang di maksud penelitian yaitu tentang, Informan penelitian adalah orang yang benar-benar mengetahui atau orang yang terlibat langsung dalam permasalahan penelitian. pemilihan informan ini diambil dengan pertimbangan tertentu.
dengan mempertimbangkan bahwa orang yang dipilih sebagai informan ini merupakan orang yang mengetahui tentang data pokok pendidik nomor unit pendidikan dan tenaga kependidikan di dinas kota makassar sehingga peneliti dapat memperoleh informasi yang valid.
Adapun yang akan dijadikn informan dalam penelitian ini adalah:
Tabel 1. Informan peneltian
No. Inisial Instansi Jabatan
1. HR DINAS PENDIDIKAN SEKERTARIS
2. ND SLB CENRAWASI STAF OPERATOR
2. AB SMPN.1.PINRANG STAF OPERATOR
3. HJ SMAN.1.MAKASSAR STAF OPERATOR
4. MT DINAS PENDIDIKAN STAF OPERATOR
5. JM DINAS PENDIDIKAN STAF OPERATOR
6. FT SMAN.1.MAKASSAR STAF OPERATOR
7. SN SD 089 MASAMBA STAF OPERATOR
8. SP SMAN.1.KAJUARA STAF OPERATOR
E. Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data merupakan tahap yang paling menentukan dalam pelaksanaan penelitian ini. untuk memperoleh data yang valid dan juga relevan di lapangan maka harus didukung oleh prosedur pengumpulan data yang benar maka digunakan teknik antara lain :
1. wawancara
wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu. wawancara ini sendiri memiliki tujuan yaitu untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dan pihak yang diwawancarai diminta pendapat dan juga ide-idenya.
2. Observasi
Oservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan mengamati langsung dilapangan untuk melihat bagaimana suatu kejadian atau peristiwa itu.
3. Studi literatur
Studi literatur merupakan teknik pengumpulan data dengan atau melalui teks-teks tertulis maupun berupa softcopy edition, seperti buku, artikel, jurnal, surat kabar dll.
F. Tehnik analisis data
Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menjawab rumusan masalah maka menggunakan analisis deskriptif kualitatif.adapun langkah - langkah tersebut sebagai berikut:
1. Reduksi data
Reduksi data adalah proses yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan data ,penyederhanaan dll sehingga memudahkan penarikan kesimpulan.
2. Display data
Dalam penelitian ini berusaha menyusun data yang relevan .sehingga menjadi sesuatu yang dapat disampulkan dan memiliki makna tertentu.
G. Pengabsahan data
Menurut sugiyono (2012), data penelitian yang dikumpulkan harapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermutu atau data kredibel, oleh karena itu peneliti melakukan pengabsahan data dengan berbagai hal berikut :
1. Perpanjang masa penelitian
Peneliti akan melakukan perpanjang masa pengamatan jika data yang di kumpulkan dianggap belum cukup, maka dari itu peneliti dengan melakukan pengumpulan data, pengamatan dan wawancara kepada informan baik dalam bentuk pengecekan data maupun mendapatkan data yang belum di peroleh sebelumnya.
2. Pencermatan pengamatan
Data yang di peroleh peneliti dilokasi penelitian akan di amatoi secara cermat untuk memperoleh data yang bermakna. Oleh karena itu, peneliti akan memperhatikan dengan secara cermat apa yang terjadi dilapangan sehingga dapat memperoleh data yang sesungguhnya.
3. Triagulasi
Untuk memperoleh keperluan triagulasi maka dilakukan tiga cara yaitu:
a. Triagulasi sumber yaitu pengumpulan data yang di lakukan dengan cara mengecek pada sumber lain keabsahan data yang telah di peroleh sebelumnya.
b. Triagulasi teknik yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari satu sumber dengan menggunakan bermacam-macam cara atau teknik tertentu untuk diuji keakuratan dan ketidak akuratnya.Triagulasi waktu yaitu triagulasi waktu berkenang dengan waktu pengambilan
data yang berbeda agar data yang di peroleh lebih akuratdan kredibel dari setiap wawancara yang telah di lakukan pada informan
33
1. Profil Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan
Latar belakang terbentuknya kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan yaitu pada masa terbentuknya Negara Indonesi Timur (NIT) yang dikepalai oleh menteri pengajaran yang bernama Katoppo. Kantor wilayah pada waktu itu bertempat di gedung SMA Candra Kirana yang sekarang berada di jalan Sungai Tangka. Pada tahun 1946-1950, Departemen pendidikan Pengajar dan Kebudayaan berubah menjadi Inspektur Pendidikan Daerah Sulawesi Selatan yang dikepalai oleh Azis Nompo.
Berdasarkan keputusan menteri penddidikan dan kebudayaan nomor :09/MPK/1991 tanggal 17 Februaru 1991, jabatan kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan diserahterimakan dari Drs. Aminuddin Mahmud kepada Drs. Abdul Djabbar. Selanjutnya, keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor : 217/C/1993 pergantian jabatan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulaweesi Selatan pada tanggal 4 Januari 1994 dari Drs. Abdul Djabbar diganti oleh Drs. Amiruddin Maula yang sebelumnya menjabat sebagai kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Kemudian jabatan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Sulawesi Selatan diserah terimakan dari Drs. Aminuddin Maula kepada Ir.
H. M. Arifin Thalib.
a. Visi dan Misi
Visi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan berisikan oleh cita dan cita yang diinginkan diwujudkan yaitu :
“Terwujudnya Layanan Pendidikan yang Berkualitas dan Terjangkau”
Visi tersebut mencerminkan aspirasi cita-cita sebagai berikut :
1. Pendidikan yang bermutu adalah penddidikan yang memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran di sekolah dan memiliki hasil belajar yang memaddai.
2. Pendidikan bagi semua anak usia sekolah pada tingkat pendidikan dasar dan mengandung komitmen yang kuat untuk memberikan kesempatan kepada semua anak usia sekolah dan memperoleh pembelajaran pendidikan yang memadai.
3. Memiliki daya saing yang tinggi ditingkat daerah pendidikan yang inovatif dam kompetitif.
Untuk tercapainya visi tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai Misi. Misi ialah sesuatu yang harus diemban maupun dilaksanakan sesuai visi yang telah ditetapkan agar Dinas Pendidikan dapat berjalan dan terlaksaana dengan baik. Misi tersebut yaitu :
1. Mempercepat ketuntasan program wajib program wajib belajar, program pendidikan universal
2. Memfasilitasi pengembangan system pembelajaran yang bermakna (berkualitas dan berkarakter).
3. Menyediakan dan memfasilitasi sara dan prasarana pendidikan untuk mencapai standaar nasional pendidikan.
4. Memfasilitasi bantuan subsiddi untuk keterjangkauan layanan pendidikan untuk semua jenjang.
5. Mengelola manajemen pendidikan secara akuntabel, professional dan bertanggung jawab.
b. Tugas pokok dan Fungsi pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan
Tugas pokok dari tiap bagian pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu:
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas Pendidikan mempunyai tugas menkoordinasi penyusunan perencanaan dan mengevaluasi kegiatan Dinas Pendidikan serta merumuskan kebijakan teknis bidang pendapatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Wakil Kepala Dinas
Wakil Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Kepala Dinas di bidang tugasnya dan pengawassan internet serta kedinasan lainnya.
3. Bagian Tata Usaha
a. Sub Baguan Program
Sub Bagian Program di pimpin oleh Kepala Bidan yang mempunyai tugas pengumpulan data, menganalisa, penyajian daan penyimpanan anggaran dinas statistic pendidikan serta menyelenggarakan identifikasi, perumusan dan penyusunan pembangunan pendidikan.
b. Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Kepegawaian di pimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas melakukan penyiapan, penyusunan bahan rencaana kebutuhan dan pengembangan pegawai, mitasi, kenaikan pangkat dan pengelolaan administrasi kepegawaian.
c. Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas mengelola administrasi keuangan meliputi penyusunan anggaran, penggunaan anggaran, pembukuan, pertanggung jawaban dan laporan keuangan.
d. Sub Bagian Umum
Sub Bagian Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dinas meliputi surat- menyurat, kearsipan, pengadaan, ekspedisi, administrasi perjalanan dinas, perlengkapan, pemeliharaan dan urusan rumah tangga dinas.
4. Bagian Sarana dan Orassarana
a. Seksi Pengadaan Sarana dan Prasarana
Seksi Pengadaan Sarana dan Prasarana sekolah ddipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan dan menyimpan
bahan dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan teknis di bidang pengadaan sarana sekolah.
b. Seksi Perawatan Sarana Sekolah
Seksi Perawatan Sarana Sekolah dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pembinaan teknis perawatan sarana dan prasarana sekolah.
c. Seksi Penyediaan Buku, Alata Peraga dan Modul
Seksi Penyediaan Buku, Alat Peraga dan Modul dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pembinaan teknis serta melakukan analisis kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana sekolah serta perawatan dan prassarana sekolah.
d. Seksi Pembukuan Sarana/Prasarana Pendidikan
Seksi Pembukuan Sarana/Prasarana Pendidikan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, menyusun pedoman pembukuan sarana dan prasarana sekolah.
5. Sub Dinas Pendidikan Agama dan Pendidikan Dasar a. Seksi Kurikulum Agama dan Pendidikan Dasar
Seksi pendidikan agama dan ppendidikan dasar dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pembinaan di bidang kurikulum agama dan pendidikan dasar.
b. Seksi Pengembangan Tenaga Kependidikan Agama dan Dikdas Seksi pengembangan tenaga kependidikan agama dan Dikdas dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan petunjuk pelaksanaan dan pembinaan di bidang pengembangan tenaga kependidikan agama dan pendidikan dasar.
c. Seksi Pembinaan Manajemen Sekolah
Seksi pembinaan manajemen sekolah dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas perumusan dan manajemen sekolah meliputi struktur organisasi, mekanisme kerja, pemahaman visi sekolah serta pendidikan.
d. Seksi Penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa
Seksi penyelenggaraan pendidikan luar biasa dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis program pengembangan dan pembinaan kualitas pendidikan luar sekolah dan pendidikan terpadu.
6. Sub Dinas Pendidikan Menengah Atsas (Dikmentas) a. Seksi Kurikulum
Seksi kurikulum dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan kebijaksanaan teknis perumusan dan penyusunan pedoman pelaksanaan diterminasi kurikulum dan kelender pendidikan bagi SMA.
b. Seksi Pengembangan Tenaga Kependidikaan
Seksi pengembangan tenaga kependidikan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan.
c. Seksi Pembinaan Manajemen Sekolah
Seksi pembinaan manajemen sekolah dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang manajemen sekolah.
d. Seksi Pendidikan Luar Biasa (SLB)
Seksi pendidikan luar biasa dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang pendidikan luar biasa.
7. Sub Dinas Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) a. Seksi Kepemudaan
Seksi kepemudaan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan di bidang kepemudaan.
b. Seksi Olahraga
Seksi olahraga dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang pendidikan olahraga.
c. Seksi Pembinaan dan Pengembangan
Seksi pembinaan dan pengembangan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan
teknis di bidang pembinaan dan pengembangan generasi mudah dan kesenian.
d. Seksi Pendidikan Kesenian
Seksi pendidikan kesenian dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang pendidikan kesenian daerah organisasi pendidikan kesenian masyarakat.
8. Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah a. Seksi Sarana dan Tenaga Teknis
Seksi sarana dan tenaga teknis dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang sarana dan tenaga teknis.
b. Seksi Pendidikan Luar Sekolah
Seksi pendidikan luar sekolah dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah.
c. Seksi Pelatihan dan Penataran
Seksi pelatihan dan penataran dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanaan teknis di bidang pelatihan dan penataran dan pendidikan luar sekolah, non pendidikan luar sekolah dan kemassyarakatan.
d. Seksi Keterampilan Perempuan
Seksi keterampilan perempuan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan kebijaksanan teknis di bidang keterampilan pendidikan.
9. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) 10. Kelompok Jabatan Fungsional.
Gambar 4.1 Struktur organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan
Gambar 4.2 Data sekolah Dapodik
B. Efektifvitas Pelayanan Publik Melalui Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Unit Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dalam pelayanan sistem Informasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah sistem informasi yang menangani data sekolah seperti tenaga kependidikan, peserta didik, periodik, sanitasi, rombongan belajar dan data sarana prasarana sekolah.
Penerapan sistem informasi Dapodik juga mampu terhubung langsung dengan Dinas Pendidikan dengan adanya sistem jaringan pendidikan skala nasional yang disebut dengan Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) sehingga data dapat lebih cepat sampai dan keamanannya juga lebih terjaga.
Untuk dapat mengukur tingkat efektivitas pada suatu sistem informasi dibutuhkan suatu model atau metode yang tepat agar dapat memberikan hasil yang akurat terhadap subjek yang diteliti. Dengan adanya pelayanan yang berbasis online ini dapat memudahkan PTK dalam melaksanakan tugasnya dalam pengelolahan data sekolah masing-masing.
Mengacu pada konsep efektivitas, bahwa efektifitas adalah suatu upaya pengukuran keberhasilan suatu pegawai dalam melaksanakan pelayanan terdapap PTK saat melayani, terdapat 3 item penting untuk
mengukur efektivitas pelayanan (1) faktor ketepatan waktu (2) faktor kecermatan (3) gaya pemberian pelayanan, hasil pengkajian terhadap ketiga hal tersebut sebagai berikut:
1. Faktor Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu di sini menjelaskan tentang bagaimana tingkat ketepatan waktu pegawai dalam melayani PTK yang ada pada saat jam kerja karena ketepatan waktu sangatlah penting untuk bisa membuat PTK mendapatkan kepuasan dalam mendapatkan pelayanan, ketepatan waktu juga mengajarkan kita agar disiplin dalam bekerja Kehadiran rutin dan tepat waktu dapat menunjukkan bahwa karyawan memiliki etika kerja yang baik.
Ketepatan waktu bukan hanya tentang tiba di kantor pada waktu yang tepat setiap pagi, namun juga tidak terlambat kembali ke kantor saat jam istirahat, hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan sala satu operator sekolah dari instansi Dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan tentang ketepatan waktu.
“ketepatan waktu pegawai dalam melayani PTK yang saya perhatikan dan saya lihat sudah memenuhi dan sudah baik, mereka memasuki jam masuk kantor sudah tepat waktu jam kerja mereka 07;30 ten mereka sudah hadir memenuhi tugas mereka sebagai pekerja yang baik mereka melayani pegawai sangatlah ramah ketepatan waktu selesai pekerjaan yang mereka kerjakan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan misalnya PTK memiliki banyak masalah datanya otomatis pekerjaannya juga sedikit lama, tetapi waktu selesai mengerjakannya tepat waktu kamu bolehlah menilai sebagai peneliti bagiamana kehadiran mereka atau bagaimana ketepatan waktunya pegawai dalam mengerjakan tugasnya selama melayani PTK”(wawancara dengan HR 7 Oktober 2020).
Berdasarkan hasil wawancara di atas ketepatan waktu pegawai selama jam kantor mereka sudah mengikuti prosedur masuk jam kantor yaitu jam 07;30 ten mereka sudah ada mereka hadir dan siap melayani PTK yang memiliki masalah dengan datanya. Hal ini juga d lihat dari salah operator sekolah dari instansi SLB Cendrawasi terkait tentang ketepataan waktu sebagai berikut:
“Kalau berbicara soal ketepatan waktu di sini hanya ada 1 orang yang standbay melayani PTK padahal di dinas pendidikan ini ada 4 operator pelayanan tetapi hanya 1 orang saja yang ada siap, Pegawai staf dalam hal kehadiran masih ada ada yang tidak tepat waktu hadir dalam melaksanakan tugasnya mungkin karena ada kerjaannya yang sehingga dia tidak masuk untuk kerja, Solusi saya untuk staf di sani agar menambahkan sumber saya manusia karena hanya ada 1 staf saja yang standbay di sana” (wawancara dengan ND pada tanggal 20 Agustus 2020).
Berdasarkan hasil wawancara di atas pemerintah harus lebih memperhatikan sumber daya manusianya karena karena sangat tidak cukup melayani PTK yang ada saat ingin konsultasi butuh waktu yang lama karena hanya ada 1 orang saja yang standbay. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara salah satu operator sekolah instansi SMPN. 1. Pinrang terkait tentang ketepataan waktu sebagai berikut:
“Kalau ketepatan waktunya pegawai staf dalam melayani sangat baik dan itu tergantung jaringan biasanya, Kalau ketepatan waktunya staf biasanya datang di waktu yang tidak tepat dan kami biasanya menunggu sangat lama padahal di sana ada 4 orang operator bagian ini dan hanya 1 orang saja yang biasanya datang, Solusinya itu tepat waktu dalam melaksanakan tugas dan tepat waktu datang untuk kerja karena sering terlambat dan di mohon untuk menambahkan personil operator supaya tidak kewelahan dalam melakukan pelayanan”
(wawancara dengan AB pada tanggal 20 Agustus 2020).