• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan, tanpa adanya pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan, tanpa adanya pendidikan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan sangatlah penting dalam kehidupan, tanpa adanya pendidikan seseorang tidak akan bisa berkembang. Pendidikan adalah bagian dari upaya untuk membantu manusia. Menurut undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembalajaran agar peserta didik belajar secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekutan spiritual keagamaan, pengendalian diri,ikepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya (Tobroni 2008, 127).

Al-Qur’an merupakan sumber utama dan pertma dari ajaran agama Islam. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammda SAW yang kandungan berisi segala sesuatu yang berhubungan antara hidup dan mati manusia yang bersifat pesrseorangan dan kemasyarakatan. Baik berupa nilai- nilai moral dan norma-norma hokum yang mengatur hubungan dengan Sang Khaliiq. Al-Qur’an memiliki berbagai keistimewaan, baik dalm hal ibadah mahdah maupun hal ibadaj ghairu mahdah, kaitanya denga hakikat Al-qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat dalam beribadah dan disamping itu tentunya ada hadits-hadits yang memjadi pedoman kedua juga penbelajaran dari ketentuan yang terdapatt dalam Al-Qur’an itu sendiri.

(2)

2

Al-Qur’an mempunyai keistimewaan yang pada dasarnya dapat dipelajari kadungan ayat-ayat yang ada didalamanya bagi umat Islam dijadikan aspek keilmuan. Oleh sebab itu, terbentuklah lembaga dan program pendidikan8Al-Qur’an yang diseiakan untuk para siswa-siswa mulai dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa. Sebagai sebuah wadah dalam mempelajariiAl-Qur’an. Misalnya lembaga yang mempelajari Al-Qur’an antaranya Madrasah Ibtidaiyah yaitu lembaga formalsyangsadardi tengah- tengah7masyarakat, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yaitu lemabaga nonformal yang mempelajari non formal yang mengatur pembelajaran Al- Qur’an dan diperruntukkan bagi anak-anak usia prasekolah hingga usia Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an, banyak metode yang berkembang di masyarakat, di antaranya adalah metodegIqro’, Tilawati, At- Tartila, Ummi dan Qiro’ati. Metode-metoe tersebut memiliki perosedurjdan sistim pengajaaran yanng berbeda antara satu dengan lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an yang diperaktekan kepada santri atau peserta didiknyaimasing-masing. Seecara tidakkrlangsung, berbagai metode pembelajaranlAl-Qur’an yang telah dijelaskan di atas memiliki hasil yang berbeda pula antara satu metode dengan metodeilainnya. Masing-masing metode pastinya memiliki keunggulan dan kelemahan. Satu hal yang dapat disimpullkan daripuraianbdi atasubahwaj6setiap metodefpembelajaranfAl- Qur’anpmempunyai langkah-langkah, sistematis, serta keunggulan dan kelemahan tersendiri dalam upayanya mendukung peserta didik untuk melafadzkan Al-Qur’an secara fasih, termasukhdi dalamnyaumetode Qiro’ati.

(3)

3

TPQ Darul Hamdi yang terletak di Jl. Notojoyo Tegalgondo Kecamatam Karang Ploso Kabupaten Malang salah satu lembaga non formal yang menggunakan metode Qiroati, dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran membaca Al-Qur’an khususnya pada anak usia dini, agar anak di usia dini memahami keagamaan salah satunya dengan mempelajari1Al- Qur’anldengan3 baik, dengan adanya dorongan dansdukungan dari5orang tua dan masyarakat sekitar terhadap anaknya untuk mempelajariiAl-Qur’an, maka pengurus TPQ Darul Hamdi mengirim beberapa sanrtinya untuk mengikuti ujian di Korcam Malang untuk dijadikan kader pengajar Al- Qur’anndengan menggunakan3metode2 Qiro’atii. Di lembaga inistidak sembarang menerima pengajar yangibelum bersyahadah metode Qiro’ati.

TPQ Darul Hamdi ini telah berdiri sejak taggal 06 Juni tahun 2006 sampai sekarang ini. Namun pada awal mulanya TPQ Darul Hamdi belum memgunakan metode1Qiro’atisuntuk pembelajaranbAl-Qur’an, karena syarat menggunakan metodeaQiro’aticharus mencetak minimal 6 guru sebagai syarat utama diresmikannya oleh Korcam, sampai sekarang ini sudah tahun ke 9 yang menggunakan metode Qiro’ati dengan memiliki sebanyak jumlah santri 151 untuk yang menggunakan metode Qiro’ati, dan 31 santri yang menggunakan pembelajaran Diniyah. Jadi jumlah santri di Darul Hamdi pada saat ini antara pelajar Al-Qur’an yang menggunakan metode Qiro’ati dan Diniyah mencapai kurang lebihnya 182 santri yang berada dalam kepengurusan Ibu Aisyah Rahman.

(4)

4

Karena banyaknya santri di Darul Hamdi dengan jumlah guru sebanyak 17 guru, maka pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian seft 1 dan seft 2.

Bagian seft 1 merupakan santri dimana santri tersebut masih berumur antara 3 - 5 tahun, kelmpok pembelajarannya menggunakan jilid Pra TK sampai dengan Jilid 3. 5 menit sebelum masuk pembelajran santri diajari materi tambahan yang berisi doa-doa harian, praktek ibdah, dan doa-doa shalat, kemudian santri masuk pembelajaran Qiro’ati yang dilaksanakan pada waktu pukul 14.30-15.30.

Bagian seft 2 merupakan santri yang sudah di atas usia 5 - 12 tahun, dimana pembelajaran yang digunakannya menggunakan jilid 4 sampai dengan jilid 6, setelah selesai jilid 6 dilanjut dengan pelajaran Tajwid dan Gharib Musykilat. Kelas ini dilaksanakan pada jam 15.30 sampai dengan 17.00.

Setelah selesai menggunakan Tajwid dan Gharib Musykilat, santri melanjutkan belajar Al-Qur’an dengan disertai pelajaran yang mana dalam pelajaran tersebut ada pembahasan mengenai keagamaan yang sering disebut dengan pelajaran Diniyah. Kelas ini juga dilaksanakan pada jam 15.30 sampai dengan 17.00.

Berangkat dari hal di atas, peneliti mencoba untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan metode Qiro’ati,

dengan judul Implementasi Metode Qiro’ati Dalam Pembelajaran Al- Qur’an Pada Anak Usia Dini di TPQ Darul Hamdi Malang. Maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut:

(5)

5 B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana implementasi pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Qiro’ati di TPQ Darul Hamdi Malang?

2. Apa saja faktor pendorong dan penghambat implementasi pembelajaran Al-Qur’an dengan metode6Qiro’ati di TPQ Darul Hamdi Malang ?

C. Tujuan Penelitian

1. Mendeskripsikan implementasi pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Qiroati di TPQ Darul Hamdi Malang.

2. Untukgmengetahuisfaktorrpendorongxdanbpenghambatfimplementasi pembelajaranzAl-Qur’anndengan metode1Qiro’atiadifTPQ Darul Hamdi Malang.

D. ManfaattPenelitianm 1. Bagi peneliti

Mengetahui pembelajaran metode Qiro’ati pada anak usia dini di TPQ Darul Hamdi Malang

2. Bagi guru pengajar metode Qiro’ati

Memberi support dan motivasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an untuk usia dini.

3. Bagi lembaga

Menjadi bahan untuk meningkatkan standar pembelajaran Qiro’ati yang telah berlangsung di lembaga selama ini.

E. Batasan Istilah 1. Implementasi

Secara2umumsimplementasi1diartikanbsenagai pelaksana atau9penerapan.

(6)

6 VanqMeterpHornl(1974)

mendefinisikan8implemntasizsecaraklebih4spesifik, yaitu: “those action by public or private individuals (or group) that are dirented at the achievenment of abjektives set forth in the prior policy decisions Artinya:

“tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu-individu aatu kelompok- kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan agar tetap tercapainya tujuan-tujuanwyangqtelahsdigariskan0dalamhkeputusanz1kebijakan”.

(Erwan Agus Purwanto 2012, 20).

2. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaraneadalah proses interaksi paserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Romlah 2010, 57). Jadi pembelajaran proses interaksia antara santri dengan guru, guru dengan santri, dan santri dengan lingkungan.

3. Pengertian Al-Qur’an

Kata Al-Qur’an secara bahasa artinya “membaca”. Namun Al-Qur’ani bukan bacaanibiasa, Al-Qur’an adalah kalamullah, Firman Allah, atau Pekataan Allah yangktentu saja tidak sama dengan perkataan manusia.

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah yang mendapat ipahala, apalagi bila dibaca dengan tartil dengan bacan bertajwid.

Sebagaimana Firman Allah Dalam (QS. Al-Muzammil: 4)

اليِتْرَ ت َنآْرُقْلا ِلِ تَرَو ِهْيَلَع ْدِز ْوَأ

“Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan”. (QS. Al-Muzammil: 4)

(7)

7

Sedangkan menurut istilahrAl Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir dan berangsur-angsur melalui malaikat Jibril sebagai sumber hukum dant pedoman bagi pemeluk agama Islam yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan di Akhiri dengan Surat An-Naas (Sholeh Hasan danaTri wahyuni 2018, 50).

4. Metode Qiro’ati

Metode Qiroati merupakan sebuah metode dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan baik yang diterbitkan oleh H.Dachlan Salim Zarkasyi di Semarangipada tahun 1986.

Metode Qiroati merupakan metode yang lebih menekankan pada pendekatan ketarampilan proses membaca secara cepat dan tepat, baik padan makhorijul huruf-nya maupun bacaanitajwidnya, sehingga akan diperoleh hasil pelajaran yang efektif dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kemampuanranakcdidikt(Nur Ali Utsman 2001, 16).

5. Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini atau sering di singkat dengan PAUD adalah suatu proses pendidikan yangndiperuntukkan4 bagi3anak9usia6dini, atau sering juga disebutsdengan istilah6anak usia pra sekolah, usia anak ini berkisar antara 2 tahun sampai 6 tahun. Dalam tataran formal kelembagaan, terdiri dari duaitjenis, yaitu kelompokobermainratau0play group dan84taman kanak-kanak (TK) atau kinder garten. (Muhammad Fadlillah 2012, 18).

(8)

8

Jadi anak usia dini adalah anak yang berusia antara 2 sampai 6 tahun, karena pada usia kurang lebih 2 tahun ini anak bisa berbicara walaupun kadang dengan terbata-bata, dan pengasuh mulai memahami kalimat yang diucapkannya sedikit demi sedikit.

F. Sistematikan Penulisan BAB Ia: PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenail Latar belakang masalah, Rumusan masalah, Tujuan penelitian, Manfaat penelitian, batasa istilah dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini akan menguraikan mengenaiipengertian pembelajaran, unsur- unsur pembelajaran, prinsip-prinsip pembelajaran, ciri-ciri pembelajaran, teori pembelajaran, pengertian Al-Qur’an, model-model pembelajaranf Al-Qur’an, sejarah lahirnya metode Qiro’ati, pengertian metode Qiro’ati, pengertian makhorijul huruf, pengertian anak usia dini, pertumbuhan anak usia dini, dan perkembanagan anak usia dini.

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada bab ini akan meguraiakan mengenai pendekatan penelitian, Pemilihan lokas penelitian, penentuan informan, sumber data, teknik pengumpulan datai, teknikdanalisisfidata, penarikan data, dannkesimpulan verifikasi data.

BAB IV: HASIL PENELITIAN

Pada babb ini akan dibahas mengenai latarrbelakang objek penelitian, penyaijian data penelitian, dan analisis data.

(9)

9 BAB V: KESIMPULANN

Pada bab iini penulis akan menguraikan suatu kesimpulan dan sarannguna kesimpulan tersebutt dapat dijadikan temuan baru, sedangkan saran dapatt dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum digunakan, inkubator, wadah dan alat-alat untuk mengambil telur dicuci dengan alkohol 10%, sedangkan air yang digunakan diberi larutan Malachite green dengan

Menerima bukti setor bank dan berkas surat permohonan dari pemohon, membukukan, mencatat panjar biaya perkara dalam buku jurnal, memberi nomor perkara pada lembar jurnal dan

Adapun dampak ekonomis pemanfaatan hasil yang diinginkan oleh konsorsium CISKA sebagai outcome ini adalah mempercepat dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia,

Pantas Hasibuan, MKed(Paru), Sp P(K) sebagai Sekretaris Departemen Pulmonolgi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK USU/ SMF Paru RSUP H Adam Malik Medan dan pembimbing penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara klasifikasi stroke dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien

1.Mendorong seseorang (manusia) berperilaku dan berbuat sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang sah serta sesuai QS, sehingga tercipta suatu kondisi masyarakat yang

Pertambahan bobot badan yang relatif sama diduga meskipun angka konsumsi pada P3 menurun akan tetapi jumlah protein yang dibutuhkan puyuh untuk pertumbuhan puyuh