40 LAMPIRAN
41 Lampiran 1: Hasil Wawancara
HASIL WAWANCARA
Hasil wawancara dengan guru kelas V SD Negeri Salatiga 05
Berdasarkan hasil wawancara dengn guru SD Negeri Salatiga 05, instrumen penilaian pendidikan karakter masih belum mempunyai pedoman yang dapat digunakan sehingga para guru masih menggunakan penilaian pendidikan karakter berdasarkan karakter peserta didik yang terlihat dan menggunakan instrumen penilaian pendidikan karakter yang ada di internet. Dari visi dan misi SD Negeri Salatiga 05 mengembangkan 9 karakter yang terdapat dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yaitu; Religius, Toleransi, Disiplin, Kreatif, Cinta Tanah Air, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab. Penilaian pendidikan karakter dilakukan berdasarkan pengamatan guru di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung maupun di luar kelas saat peserta didik istirahat. Dalam menginput nilai para guru lebih senang menggunakan cara manual yaitu menghitung dengan kalkulator, namun ada beberapa guru menggunakan Microsoft Excel dalam mengimput nilai.
Hasil wawancara dengan guru SD Negeri Wates 02:
1. Bagaimana profil sekolah ibu mengajar?
Saya mengajar di SD Negeri Wates 02 yang terletak di Dusun Wates, Desa Wates Kec. Getasan Kab. Semarang Prov. Jawa Tengah. Sekolah kami memiliki guru dan staf yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 6 guru kelas, 1 guru komputer, 1 guru perpustakaan dan 1 penjaga sekolah. Kurikulum yang digunakan sekolah kita adalah kurikulum 2013.
2. Apa visi dan misi sekolah?
Visi: Beriman, Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Mulia.
Misi: a) Membangun SDM yang beriman dan bertaqwa
b) Memiliki lulusan yang berkwalitas, unggul dan kreatif
42
c) Membiasakan pola hidup bersih sehingga tercipta sekolah berwawasan dan budaya lingkungan yang sehat
d) Membiasakan pola hidup jujur, disiplin, dan santun
e) Menanamkan rasa cinta tanah air, kedamaian dan meningkatkan semangat kebangsaan.
3. Bagaimana karakter peserta didik yang diharapkan melalui visi dan misi sekolah?
Kami mengharapkan peserta didik mempunyai karakter yang berakhlak mulia, kreatif, sopan, jujur, berbudaya, mempunyai jiwa kebangsaan dan berprestasi.
4. Berbicara mengenai karakter peserta didik, bagaimana ibu membentuk karakter peserta didik di sekolah?
Kita mengajarkan peserta didik dengan 3S (Senyum, Sapa, Salam) saat sekolah kedatangan tamu maupun saat bertemu guru dan teman di lingkungan sekolah, selain itu kita juga mengajarkan anak untuk taat beribadah dengan berdoa sesudah dan sebelum dilakukannya kegiatan proses belajar mengajar, berdoa sebelum makan, dan beribadah tepat waktu. Untuk di dalam kelas saya selalu meminta peserta didik untuk menyanyikan lagu wajib atau lagu kebangsaan sebelum pembelajaran dimulai dan menyanyikan lagu daerah pada akhir pembelajaran. Waktu istirahat peserta didik mendengarkan lagu wajib maupun lagu daerah melalui pengeras suara yang terdapat di sekolah.
5. Setelah adanya pandemi Covid-19 peserta didik diwajibkan untuk belajar di rumah, bagaimana cara ibu membentuk karakter peserta didik selama belajar dirumah?
Selama pembelajaran dirumah saya, memberikan tugas kepada peserta didik agar sesuai dengan karakter yang dikembangkan, misalnya saja saya memberikan tugas untuk membuat poster iklan dan meminta peserta didik untuk mengumpulkan tepat waktu. Disitu saya akan meminta orang tua peserta didik untuk memfoto dan memvideokan peserta didik saat mengerjakan tugas dan mengirimnya di grup WhatApps atau saya akan menggunakan aplikasi
43
Zoom untuk melihat peserta didik saat mengerjakan tugas tersebut. Sehingga saya tahu apakah tugas yang saya berikan dapat membentuk karakter peserta didik.
6. Bagaimana ibu melakukan proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19?
Bagaimana ibu mengatasi peserta didik maupun orang tua yang tidak mempunyai gawai?
Selama pandemi, saya menggunakan aplikasi WhatsApp selama proses belajar mengajar dan memberikan tugas ke peserta didik. Setiap saya memberikan tugas saya akan mengirimnya ke grup. Jadi setiap kelas kita mempunyai grup masing-masing yang berisikan orang tua peserta didik, sehingga memudahkan kita untuk memberikan informasi selama peserta didik di sekolah maupun dirumah. Untuk orang tua yang tidak mempunyai gawai atau yang tidak masuk ke dalam grup saya mengatasinya dengan mencari tahu tempai tinggal peserta didik adakah temannya yang sekelas atau adakah kakak kelas atau adek kelas yang rumahnya berdekatan dengan peserta didik ini, kemudian saya meminta tolong ke guru kelas mereka untuk menyampaikan tugas yang saya berikan ke peserta didik. Namun bila tidak ada tetangga yang satu sekolah dengan dia, saya akan datang langsung kerumahnya untuk memberikan tugas tersebut.
7. Selama proses belajar mengajar di sekolah, bagaimana cara ibu menilai karakter setiap peserta didik?
Selama pembelajaran di sekolah, saya setiap hari menilai karakter peserta didik dan mencatatnya di buku karakter. Itu saya lakukan dari awal semester sampai kenaikan kelas, untuk memberikan nilai dalam rapot saya akan melihat perkembangan peserta didik melalui buku tersebut apakah sudah ada kemajuan saat dia masuk sampai akhir atau ada kemunduran. Untuk peserta didik yang memiliki masalah dengan karakter yang tidak sesuai saya akan memberikan dia penangan yang khusus, misalkan saat peserta didik berkelahi dengan temannya saya akan memanggil kedua anak tersebut dan saya meminta mereka untuk menjelaskan secara bergantian. Kemudian saya akan memberikan
44
nasihat untuk kedua peserta didik tersebut dan meminta meraka untuk meminta maaf satu sama lain.
8. Saat peserta didik belajar dirumah bagaimana ibu menilai karakter peserta didik? Adakah bias dari orang tua dalam memberi nilai karakter kepada ibu?
Saat pembelajaran dirumah saya meminta orang tua peserta didik untuk membuat video dan foto mengenai kegiatan selama belajar dirumah. Selain itu saya juga menggunakan aplikasi Zoom untuk proses belajar mengajar sehingga saya masih bisa mengamati karakter peserta didik bila belajar di rumah. Selain kedua cara diatas saya mendatangi langsung ke rumah peserta didik, jadi saat saya ingin berkunjung saya akan memberitahukannnya di grup kelas, sehingga bagi peserta didik lain yang rumahnya berdekatan diharapkan untuk datang sehingga dapat belajar bersama namun tetap mematuhi protocol yang ditetapkan pemerintah yaitu menjaga jarak, menggunkan masker, dan selalui mencuci tangan setiap megang benda atau mau masuk kerumah. Sehingga saya masih dapat menilai langsung peserta didik dan tidak adanya manipulasi dari orang tua mengenai karakter peserta didik selama ada dirumah.
9. Adakah kelebihan dan kekurangan dalam menilai karakter peserta didik di rumah?
Kelebihannya, saya tidak merasa repot dalam menilai peserta didik karena ada kerja sama dengan orang tua di rumah. Kekurangannya, pasti ada satu dua peserta didik yang memberikan keterangan palsu.
10. Apakah ibu sudah mengantisipasi kondisi belajar di rumah?
Jujur saja ini pertama kalinya bapak ibu guru akan mengajar peserta didik dengan cara belajar dirumah seperti ini. Selama ini saya belum mengantipasi bila terjadi pandemi seperti ini, namun saya sebisa dan semaksimal mungkin mengajarkan peserta didik sesuai dengan silabus yang sudah dibuat.
11. Apa rencana ibu dalam membentuk karakter peserta didik di new normal?
Sebelum adanya rencana peserta didik belajar dirumah, kita bapak ibu guru sudah mengadakan rapat dan berencana menggunakan sistem rolling. Jadi
45
karena dikelas saya peserta didik berjumlah 24 maka, pada hari pertama saya akan mengajar dengan 12 peserta didik di dalam kelas dan peserta didik yang lain bisa belajar di rumah. Untuk hari kedua kebalikannya peserta didik yang belajar di rumah akan belajar di sekolah dan yang belajar di sekolah akan belajar di rumah, kegiatan ini tentunya harus sesuai dengan protokol yang dianjurkan pemerintah. Rencana tersebut ternyata yang diharapkan pemerintah dalam menerapkan new normal. Sehingga kami harus bersiap dengan segala kebutuhan yang diperlukan saat peserta didik kembali ke sekolah. Sekolah telah menyidakan tempat cuci tangan yang diletakkan didepan kelas, kita juga sudah membeli thermometer sehingga setiap peserta didik yang akan masuk kelas bisa di cek suhu tubuhnya terlebih dahulu, selain itu kita membeli masker dan face shield untuk digunakan saat peserta didik belajar di sekolah. Dalam proses belajar di sekolah hanya berlangsung selama 3 jam, selama pembelajaran berlangsung tidak ada waktu istirahat sehingga disarankan peserta didik membawa bekal dari rumah. Diharapkan bagi peserta didik untuk segera pulang kerumah agar tidak menimbulkan penyebaran virus Covid-19.
46 Lampiran 2: Kompetensi Dasar
KOMPETENSI DASAR
KD dalam instrumen penilaian pendidikan karakter sebagai berikut:
Mata
Pelajaran KD
PPKn 1.3 Menelaah keragaman sosial budaya masyarakat.
4.3 Menyelenggarakan kegiatan yang mendukung keragaman sosial budaya masyarakat
Bahasa Indonesia
3.4 Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik
4.4 Memeragakan kembali informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan bantuan lisan, tulis, dan visual
IPS 3.2 Menganalisis bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia
4.2 Menyajikan hasil analisis tentang interaksi manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Indonesia
SBdP 1.2 Memahami tangga nada.
1.3 Memahami pola lantai dalam kreasi tari daerah 1.4 Memahami karya seni rupa
1.2 Menyanyikan lagu-lagu dalam berbagai tangga nada dengan iringan musik
1.3 Mempraktikan pola lantai pada gerak tari kreasi daerah 1.4 Membuat karya seni rupa daerah
IPA 3.3. Menjelaskan organ pencernaan dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan organ pencernaan manusia
47
4.3. Menyajikan karya tentang konsep organ dan fungsi pencernaan pada hewan atau manusia
48 Lampiran 3: Surat Uji Pakar
SURAT UJI PAKAR KARAKTER PESERTA DIDIK DAN UJI PAKAR BAHASA
49
50
Lampiran 4: Validasi Instrumen Pendidikan Karakter oleh Ahli
VALIDASI INSTRUMEN PENILAIAN PENDIDIKAN KARAKTER OLEH AHLI KARAKTER PESERTA DIDIK DAN AHLI BAHASA
51
52
53
54 Lampiran 5: Hasil Uji Plagiat
Uji Turnitin Bab I
55
56
57
Uji Turnitin Bab II
58
59
60
61
Uji Turnitin Bab III
62
63
Uji Turnitin Bab IV
64
65
Uji Turnitin Bab V
66