• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. Tabel 2.1 Elemen Data Flow Diagram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. Tabel 2.1 Elemen Data Flow Diagram"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Data Flow Diagram (Kadir, 1999)

Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah diagram pemodelan yang menggambarkan aliran data dari sebuah proses. DFD adalah alat yang dapat menunjukan aliran data secara logis, yaitu masukan dan keluaran melalui proses – proses yang terjadi dalam sistem.

Gambar 2.1 Contoh Data Flow Diagram

DFD memiliki beberapa macam simbol yang dinamakan menurut nama penemunya, seperti Gane and Sarson dan DeMarco/Yourdon. DFD memiliki 4 elemen dalam pembuatannya. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2.1

Tabel 2.1 Elemen Data Flow Diagram

Simbol Elemen Keterangan

Proses

DeMarco / Yourdon

Proses adalah fungsi yang merubah data dari masukan menjadi keluaran.

Proses memiliki setidaknya satu masukan dan keluaran data.

External Entity

External Entity adalah entity yang berada di luar ruang lingkup sistem namun berinteraksi dengan sistem tersebut. External Entity akan memberikan masukan dan menerima keluaran dari sistem. Disimbolkan dengan sebuah notasi kotak.

9

(2)

Tabel 2.1 Elemen Data Flow Diagram (Lanjutan)

Simbol Elemen Keterangan

Data Store

Data store adalah tempat penyimpanan data dalam sistem. Data store dapat berupa file atau database, atau catatan / arsip manual.

Data Flow Data flow atau juga disebut arus data menunjukan aliran masukan dan keluaran data antara proses, data store, dan external entity. Data flow sebaiknya diberikan nama yang jelas dan mengandung arti. Nama diletakkan di samping atas. Simbol data flow adalah garis dengan arah panah yang menunjukan arah data yang mengalir

Sebelum menggambarkan DFD sistem yang ada harus dipelajari terlebih dahulu, termasuk di dalamnya aktivitas dan proses keluar masuknya data. Sistem yang kompleks susah dipahami jika dilihat dalam sebuah bentuk proses tunggal.

Karena itu sistem dapat dipecah menjadi beberapa proses dan subproses. Hal ini disebut proses decomposition. DFD digambarkan mulai dari yang paling global (Context Diagram) hingga ke tingkat yang lebih rinci: level 0, level 1, dan seterusnya.

2.2 Entity Relationship Diagram (Kadir, 1999)

Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk merancang konsep model data. ERD mendokumentasikan data dalam bentuk entity dan menunjukkan relasi diantara entity yang ada. Melalui ERD ini dapat dirancang struktur database yang nantinya digunakan untuk membuat database tersebut secara fisiknya.

ERD terbentuk dari entity, atribut, dan relationship. Entity menggambarkan tabel yang dipakai. Entity dapat berupa orang, tempat atau objek.

Setiap entity memiliki atribut didalamnya yang mendeskripsikan karakteristik dari

(3)

entity tersebut. Dalam entity terdapat sebuah key yang merupakan identifier unik.

Primary key adalah atribut yang membuat sebuah entity menjadi unik dan nilai yang ada didalamnya tidak boleh kembar. Foreign key adalah primary key pada suatu entity yang menjadi non- primary key pada child entity nya.

Hubungan antar entity digambarkan dengan garis yang dinamakan relationship (relasi). Jenis – jenis relasi adalah :

1. One to One (1:1). Relasi antara satu anggota entity dengan satu anggota entity lainnya.

2. One to Many (1:n). Relasi antara satu anggota entity dengan beberapa anggota entity lainnya.

3. Many to Many (m:n). Relasi antara beberapa anggota entity dengan beberapa anggota entity lainnya.

2.3 PHP (Welling and Thompson, 2003)

PHP adalah bahasa pemrograman pada sisi server (server side) yang dirancang khusus untuk web. Melalui halaman HTML, script PHP dapat sisipkan dan akan dijalankan setiap halaman HTML tersebut diakses. PHP ditemukan pada tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf. Kemudian diadaptasi oleh pakar – pakar lainnya dan melalui 4 kali penulisan hingga akhirnya menjadi PHP menjadi seperti saat ini. Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page namun kemudian berubah menurut penamaan GNU (Gnu’s Not Unix) menjadi PHP Hypertext Preprocessor.

Kelebihan PHP antara lain :

1. PHP merupakan produk open source, yang artinya user dapat menggunakan, mengubah dan mendistribusikan tanpa harus membayar lisensi.

2. PHP adalah dapat digunakan pada berbagai macam sistem operasi, termasuk didalamnya Linux, varian Unix (HP-UX, Solaris, dan OpenBSD), Microsoft Windows, Mac OS X, RISC OS, dan lainnya.

3. PHP juga dapat dijalankan dengan berbagai macam web server yang ada saat ini, seperti Apache, Microsoft Internet Information Server (IIS),

(4)

Personal Web Server (PWS), Netscape, Oreilly Website Pro server, Caudium, Xitami, OmniHTTPd, dan lainnya.

2.3.1 Tag PHP

Script dalam PHP dimulai dengan tanda “<?php” dan diakhiri “?>”. Cara penulisan ini mirip dengan tag pada HTML yakni dimulai dengan “<” dan diakhiri dengan “>”. Simbol ini (<?php dan ?>) disebut sebagai PHP tags.

Sehingga sebuah web server akan mengenali sebagai code untuk awal dan akhir dari script PHP, semua kode yang ada di dalam tag tersebut akan dijalankan sebagai PHP dan semua kode yang ada di luarnya akan dikenali sebagai HTML.

Ada 4 macam penulisan tag pada PHP, yaitu :

• Gaya penulisan XML

<?php echo “Hello World”; ?>

Gaya penulisan seperti ini yang disarankan dalam menuliskan tag PHP. Dijamin akan berjalan dengan baik pada semua server karena tidak dapat di non-aktifkan oleh server administrator. Selain itu gaya penulisan tag seperti ini juga digunakan dalam Extensible Markup Language (XML).

• Gaya penulisan sederhana

<? echo “Hello World”; ?>

Gaya penulisan ini adalah yang paling sederhana dan mengacu pada Standart Generalized Markup Language (SGML). Namun tidak disarankan jika hendak digunakan untuk dokumen XML

• Gaya penulisan script

<script language= ‘php’> echo “Hello World”; </script>

Gaya penulisan seperti ini cukup panjang dan mirip dengan penulisan JavaScript.

• Gaya penulisan ASP

<% echo “Hello World”; %>

Gaya penulisan yang sama dengan tag style pada Active Server Pages (ASP). Dapat digunakan dengan mengaktifkan “asp_tags” pada configuration setting. Secara default konfigurasi ini tidak aktif.

(5)

2.3.2 Variabel PHP

Variabel pada PHP diawali dengan tanda “$” kemudian diikuti dengan nama variabelnya. Nama variabel pada PHP bersifat case-sensitive. Sebuah nama variabel yang valid diawali dengan huruf (a-z, A-Z, dan karakter ASCII 127 sampai 255) atau garis bawah (underscore), kemudian diikuti dengan huruf lain, angka atau garis bawah.

Contoh dari penulisan variabel:

<?php

$nama = ‘Jane’;

$Nama = ‘Mary’;

echo “$nama, $Nama”; // Output “Jane, Mary”

?>

PHP mendukung tipe data integer, float, string, boolean, array, dan object.

Ada 6 tipe variable scope yang menentukan keberadaan dari variabel, yakni 1. Built-in superglobal variabel, dimana variabel ini akan terlihat (visible)

dimanapun dalam script tersebut.

2. Konstan. Dengan artian sekali variabel tersebut dideklarasikan, maka akan terlihat secara global pada semua script. Variabel ini dapat digunakan baik di dalam maupun di luar function.

3. Global variabel. Dideklarasikan di dalam script, dan terlihat di semua script tersebut namun tidak di dalam function.

4. Variabel yang digunakan dalam function dan dideklarasikan sebagai global dan mengacu pada nama yang sama dengan global variabel.

5. Variabel yang dideklarasikan di dalam function dan hanya digunakan dalam function tersebut. Variabel ini tidak akan bernilai / tidak terlihat pada luar function.

6. Variabel yang dideklarasikan di dalam function untuk digunakan dalam function itu sendiri dan akan berhenti ketika function tersebut dihentikan.

Beberapa variabel superglobal yang sering digunakan adalah:

• $_GET, adalah variabel yang didapat melalui form dengan menggunakan metode GET.

(6)

• $_POST, adalah variabel yang didapat melalui form dengan menggunakan metode POST.

• $_COOKIE, adalah variabel yang didapat dari cookie yang diterima oleh browser.

• $_SESSION, adalah variabel yang didapat dari session yang diterima dari server.

Untuk menampilkan nilai dari variabel pada PHP digunakan perintah

“echo”. Selain itu, PHP juga sama seperti bahasa pemrograman lain, yakni mengenal adanya fungsi operator seperti:

• Fungsi Operator Aritmatika

Tabel 2.2 Fungsi Operator Aritmatika

Operator Nama Contoh

+ Penambahan $a + $b

- Pengurangan $a - $b

* Perkalian $a * $b

/ Pembagian $a / $b

% Pembagian modulus $a % $b

• Fungsi Operator Kombinasi

Tabel 2.3 Fungsi Operator Kombinasi

Operator Cara Penggunaan Ekuivalen Dengan

+= $a += $b $a = $a + $b

-= $a -= $b $a = $a - $b

*= $a *= $b $a = $a * $b

/= $a /= $b $a = $a / $b

%= $a %= $b $a = $a % $b

.= $a .= $b $a = $a . $b

(7)

• Fungsi Operator Perbandingan

Tabel 2.4 Fungsi Operator Perbandingan

Operator Nama Penggunaan

= = Sama dengan $a = = $b

= = = Identik $a = = = $b

!= Tidak sama $a ! = $b

! = = Tidak identik $a ! = = $b

<> Tidak sama (perbandingan) $a <> $b

< Lebih kecil dari $a < $b

> Lebih besar dari $a > $b

<= Lebih kecil atau sama dengan $a <= $b

=> Lebih besar atau sama dengan $a => $b

• Operator Logika

Tabel 2.5 Fungsi Operator Logika Operator Nama Penggunaan Hasil

! NOT !$b Mengembalikan nilai true jika $b adalah salah. Dan bernilai false jika $b adalah benar.

&& AND $a && $b Mengembalikan nilai true jika keduanya ($a dan $b) adalah benar. Selain itu akan bernilai false.

|| OR $a || $b Mengembalikan nilai true jika salah satu atau keduanya ($a dan $b) adalah benar.

Selain itu akan bernilai false.

(8)

2.3.3 Perintah pada PHP

Ada banyak perintah pada PHP, salah satunya adalah perintah untuk statement conditional dan perintah untuk melakukan perulangan (looping)

a) Statement if

<?php

if ( kondisi )

{operasi program}

?>

Operasi program dalam kurung (‘{ }’) akan dijalankan apabila kondisi terpenuhi.

b) Statement if … else

<?php

if ( kondisi ) {operasi program 1}

else

{operasi program 2}

?>

Apabila kondisi kondisi terpenuhi maka operasi program 1 akan dijalankan, sebaliknya jika tidak, maka operasi program 2 yang akan dijalankan

c) Statement elseif…

<?php

if ( kondisi 1) {operasi program 1}

elseif (kondisi 2) {operasi program 2}

elseif (kondisi 3) {operasi program 3}

?>

Apabila kondisi 1 terpenuhi, maka operasi program 1 akan dijalankan, namun jika tidak, maka akan dilakukan pengecekan, apakah kondisi 2 terpenuhi, dan seterusnya. Statement elseif digunakan apabila kondisi yang ada lebih dari 2.

(9)

d) Statement switch

Statement switch hampir sama dengan statement if. Hanya saja dengan statement switch akan lebih mempermudah apabila value yang ada dalam jumlah banyak.

<?php

switch (variabel) {

case ‘a’ : operasi1; break;

case ‘b’ : operasi2; break;

case ‘c’ : operasi3; break;

}

?>

Apabila variabel memiliki nilai ‘a’ maka operasi1 akan dijalankan, apabila bernilai ‘b’,maka operasi2 akan dijalankan, dan apabila bernilai ‘c’ maka operasi3 yang akan dijalankan.

e) Perulangan while

<?php

while (kondisi) { operasi program }

?>

Apabila kondisi masih bernilai true, operasi program akan selalu dijalankan. Jika kondisi bernilai false maka perulangan akan berakhir.

f) Perulangan for

<?php

for (ekspresi1; kondisi; ekspresi2) { operasi program }

?>

Ekspresi1 dijalankan pada awal perulangan ini berjalan. Umumnya digunakan sebagai inialisasi awal counter. Kondisi akan selalu dicek setiap iterasi berjalan. Apabila kondisi bernilai false, maka iterasi akan berhenti.

Ekspresi2 dijalankan pada akhir tiap iterasi. Umumnya ekspresi2 berisi pengaturan terhadap nilai counter. Operasi program akan dijalankan sekali setiap iterasi.

(10)

g) Perulangan do…while

Perbedaan perulangan do…while dengan perulangan while adalah pada letak pengecekan kondisi. Pada perulangan while pengecekan dilakukan pada awal perulangan. Sedangkan pada perulangan do…while pengecekan dilakukan pada akhir perulangan, sehingga operasi program akan dijalankan minimal 1 kali.

<?php do

{ operasi program } while (kondisi);

?>

2.3.4 Session PHP

Pada HTTP terdapat kelemahan dengan kemampuan untuk mengatasi antar dua transaksi pada halaman berbeda. Apabila kita me-request sebuah halaman web yang kemudian diikuti dengan halaman lain, HTTP tidak akan menyediakan cara untuk memberi informasi bahwa kedua halaman itu diakses dari user yang sama. Jadi ide dari adanya session ini adalah untuk membuat sebuah track bagi user untuk mengakses website dengan sebuah session. Dengan adanya session ini maka proses login dan authorization level akan menjadi lebih mudah. Sebuah session akan diisikan melalui variabel superglobal $_SESSION.

Perintah – perintah pada fungsi session antara lain adalah :

• session_start();

Perintah ini berfungsi untuk memeriksa apakah sebuah session sudah terbentuk. Jika belum, maka akan dibentuk akses untuk variabel superglobal $_SESSION. Jika sudah ada, maka session_start() akan membuka variabel session yang telah terisi. Perintah session_start()

diletakkan pada awal dari semua script PHP. Cara lain untuk memulai sebuah session secara otomatis adalah dengan menggunakan konfigurasi

session.auto_start pada file php.ini. Namun cara kedua ini tidak disarankan karena jika konfigurasi session.auto_start diaktifkan, kita tidak dapat menggunakan objek sebagai variabel session.

(11)

• session_register()

Perintah ini digunakan untuk meregister variabel session. Untuk PHP dengan versi yang lebih baru, dapat langsung mengisi nilai untuk session dengan perintah langsung seperti :

$_session[‘nama_variabel’] = ‘isi’;

• unset($_SESSION[‘nama_variabel’]);

Perintah ini digunakan untuk menghapus variabel session yang sudah tidak diperlukan lagi. Untuk perintah session_unregister() dan

session_unset() sudah tidak direkomendasikan lagi. Dan jika hendak menghapus semua variabel session dapat digunakan perintah $_SESSION

= array();

Setelah variabel – variabel session yang sudah tidak diperlukan dihapus, maka ditambahkan perintah session_destroy(); untuk membersihkan session ID.

2.4 MySQL (Welling and Thompson, 2003)

Saat ini penggunaan database banyak dipakai dalam menghimpun informasi. Ada banyak implementasi dari Relational Database Management Systems (RDBMS) antara lain Oracle, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, Informix, dan MySQL. Masing – masing dari RDBMS memiliki kelebihan dan kekurangan. MySQL adalah RDBMS yang bersifat opensource dengan banyak keunggulan dan sedikit kelemahan. MySQL sendiri pertama kali ditemukan oleh Michael Widenius pada tahun 1979.

2.4.1 Data Definition Language (DDL)

Data Definition Language (DDL) berfungsi untuk mendifinisikan dan mengatur semua tribut dan properti dari sebuah database. Perintah umum yang digunakan dalam DDL adalah:

o drop database <nama_database>

o create database <nama_database>

o create table <nama_tabel> [(<statement,…>)]

[table_option] [select_statement]

(12)

o alter table nama_tabel

2.4.2 Data Markup Language (DML)

DML dipakai untuk menampilkan, menambah, menghapus dan mengubah data dalam database. Perintah umum yang digunakan dalam DML adalah :

o insert into nama_tabel (nama_kolom,…) values (nilai,…)

o insert into nama_tabel set <nama_kolom>=nilai,

<nama_kolom>=nilai,…

o insert into nama_tabel (nama_kolom,…) select … o select nama_kolom from nama_tabel where <kondisi>

o update nama_tabel set (nama_kolom = ekspresi,…) where <ekspresi>

o delete from nama_tabel where <kondisi> [order by

…]

2.4.3 Koneksi SQL dan PHP

Berikut adalah cara untuk melakukan koneksi antara PHP dengan MySQL:

a. <?php

mysql_connect(“mysql_database”,”login_name”,”password”);

?>

Perintah untuk membuka koneksi ke database server.

b. <?php

mysql_select_db(“database_name”);

?>

Perintah untuk melakukan pemilihan database.

c. <?php

$result = mysql_query(“query”);

?>

Perintah untuk melakukan query SQL.

d. <?php

$num_result = mysql_num_rows($result);

?>

Salah satu perintah untuk menampung hasil query.

(13)

e. <?php

mysql_close(“database_name”);

?>

Perintah untuk memutuskan koneksi ke database server.

2.5 Break Even Point (BEP)

Break Even Point (BEP) adalah titik keseimbangan dimana jumlah pengeluaran sama dengan jumlah pemasukan. Total jumlah pengeluaran didapat dari jumlah biaya variabel dan biaya tetap.

Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang dapat berubah sesuai dengan banyak nya pengeluaran yang ada. Biaya variabel (VC) dapat diperoleh dari biaya per unit pengeluaran (v) dikalikan dengan banyaknya jumlah pengeluaran

VC = Q x v

Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tidak berubah nilainya dalam periode tertentu (umumnya dalam periode kuartal atau tahunan). Biaya tetap tidak dipengaruhi oleh banyaknya ouput pengeluaran. Sehingga total biaya (total cost) dapat dirumuskan sebagai berikut:

TC = FC + VC = FC + ( Q x v)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa ternak sapi yang mendapat ransum basal standinghay rumput kume amoniasi dan konsentrat tanpa dan yang disuplementasi dengan 150 mg ZnSO4/kg

Hasil tidak signiikan dalam penelitian ini konsisten dengan Ge dan Kim (2014) yang menemukan bahwa aktivitas mana- jemen laba riil keseluruhan tidak signiikan terhadap

Kepada para peserta yang berkeberatan atas penetapan pemenang tersebut, diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada Pokja Pekerjaan Konstruksi ULP

Permasalahan ini terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor dari pendidik, peserta didik, maupun dari sarana dan prasarana.Pendidik memiliki hambatan dalam

Di Semarang angka pengangguran mencapai 88 ribu orang, (http://www.republika.co.id ,.. Masalah pengangguran produktif bagi generasi muda ini tidak saja disebabkan karena

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah sistem yang mampu menghitung biaya produksi dikeluarkan, biaya beban-beban yang ada pada

PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, respective employees, and agents disclaim any responsibility and liability for claims, proceedings,

Durasi kegiatan dalam metode jaringan kerja adalah lama waktu yang diperlukan untuk.. melakukan kegiatan dari awal sampai akhir ( Soeharto, Iman,