• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN PENANGANAN AKTIF DAN KONSERVATIF KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN ATERM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBANDINGAN PENANGANAN AKTIF DAN KONSERVATIF KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN ATERM."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN PENANGANAN AKTIF DAN KONSERVATIF KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN ATERM

Yusrawati, Djusar Sulin, Masrul

Kontrak Nomor : 39/LP-UA/SPP-DPP/K/V/2001

ABSTRAK

Tujuan : Untuk menilai perbandingan penanganan aktif dan konservatif ketuban pecah dini pada kehamilan aterm, pengaruhnya terhadap morbiditas dan mortalitas ibu dan anak serta cara persalinan .

Rancangan /Rumusan data : Uji Klinik Acak, deskriptif, Chi-Square, data selama 3 bulan

Tempat : Bagian Obsteri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat dr.M.Djamil Padang.

Subjek, Pasien, Peserta : pasien yang dating kekamar bersalin RSUP dr. M. Djamal Padang dengan kehamilan aterm yang mengalami KPK.

Ukuran Luaran Utama : morbiditas dan martalitas ibu dan anak, cara persalinan. Hasil : Didapatkan 37 kasus secara konservatif. Karakteristik ibu antara kdua kelompok hampir sama, baik umur, tingkat pendidikan, paritas, usia kehamilan dan lama ketuban pecah keberhasilan dan kegagalan induksi hampir sama antara kedua kelompok. Lama persalinan konservatif rata-rata 264,706 menit ( SD 108,735 menit ), aktif rata-rata 217,813 menit (SD 114,178 menit ). Nilai apgar 1 menit 1 – 3 (5,3%) dan 4 – 6 (15,0%) pada konservatif dan 0 pada aktif. Infeksi ibu konservatif 15,8% dan 0% pada aktif.

Cara persalinan hampir sama kejadian SC, konservatif 2 (10,5%) dan aktif 2 (11,1%). Mortalitas ibu dan anak tidak ditemukan pada kedua kelompok.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat kita ambil keputusan bahwa dalam penelitian di BRSD Cepu terdapat hubungan yang bermakna antara lama ketuban pecah dini terhadap nilai Apgar... Ada hubungan

Apakah kadar MMP-1 serum ibu pada ketuban pecah dini lebih tinggi bila dibandingkan. dengan kehamilan

dianalisa dari hasil data yang didapat, sampel dengan persalinan preterm tanpa disertai ketuban pecah dini yang gagal diterapi konservatif memiliki rata-rata usia

tersebut melalui penelitian ini akan dilakukan penilaian perbedaan kadar IL-8 serum ibu pada kehamilan preterm ketuban pecah spontan dengan ketuban tidak pecah,

Hasil dari penelitian tersebut yaitu risiko tertinggi terjadinya persalinan prematur terjadi pada usia ibu >40 tahun, dan untuk ketuban pecah dini terdapat

Ketuban pecah dini (KPD) didefinisikan sebagai pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan.Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh

Pada usia kehamilan aterm, 8-10% wanita hamil mengalami ketuban pecah dini, dan para wanita ini memiliki risiko infeksi intrauteri yang meningkat bila interval

Simpulan: Terdapat perbedaan kadar IL-6 dan kadar PGE2 serum pada kehamilan preterm dengan ketuban pecah dini lebih dengan kehamilan preterm yang normal.. Kata Kunci :