• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "1 BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

1 A. LATAR BELAKANG

Pertumbuhan ekonomi adalah tema dalam kehidupan ekonomi bagi semua negara di dunia hingga saat ini. Angka pertumbuhan ekonomi yang baik dapat dilihat sebagai salah satu bentuk pencapaian berhasil atau tidaknya pembangunan di negara-negara tersebut. Baik dan buruknya kualitas dalam kebijakan pemerintah di bidang ekonomi secara keseluruhan.1

Ekonomi adalah salah satu hal yang kita tidak dapat dilupakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengang zaman yang semakin berkembang dan semakin maju, membuat kita manusia sadar bahwa kebutuhan yang diperlukan semakin bertambah banyak, oleh sebab itulah dalam waktu- kewaktu ekonomi terus berkembang dan mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang terjadi pada perekonomian biasanya disebabkan inflasi, adanya pengangguran yang semakin bertambah, lowong pekerjaan menipis atau sedikit, dan lain-lainnya. Jika hal ini dapat ditangani dengan benar maka ekonomi suatu negara akan setabil dan maju. Tujuannya agar dapat memperbaiki kehidupan masyarakattersebut.2

Ekonomi juga merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan ekonomi bagi manusia bermacam-macam jenisnya yaitu sepertimakanan, minuman, pakaian, dan lain-lainuntuk memperolehnya diperlukan sumber ekonomi yang kuat. Faktor ekonomi juga merupakan

1Mohammad Yusuf Dkk, “Determinasi Investasi dan Pasar Modal Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia”, Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, Vol. 6, No. 1, (Januari 2021), h. 397

2 Muchtar Anshary Hamid Labetubun Dkk, “Sistem Ekonomi Indonesia”, (Bandung: Widina Bhakti Utama, Juli 2021), h. 48.

(2)

faktor yang fungsinya mendukung dalam pembangunan sebab pertumbuhan ekonomi di sebuah negara dapat meningkatkan sebuah pembangunan nasional disuatu negara.3

Masalah ekonomi sering terjadi di berbagai wilayah khusunya yang daerah yang terpencil. Upaya dalam mengurangi masalah ekonomi, yakni membuat lapangan kerja yang baru. Dengan adanya lapangan kerja yang baru masyarakat pun yang tidak memiliki pekerjaan akan ikut masuk lapangan kerja tersebut dan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi mereka sendiri. Potensi sumber daya alam yang memadai bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat lapangan kerja yang baru. Padahal masyarakat hanya perlu memanfaatkan potensi sumber daya alam tersebut untuk dijadikan usaha sendiri, namun sayangnya beberapa masyarakat biasanya tidak memilki keberanian dalam membuka usaha sendiri dan memilih menganggur.

Kemiskinan merupakan hal yang sering terjadi dalam suatu negara, bisa dilihat kemiskinan adalah suatu masalah yang sangat serius, karena kemiskinan saat ini banyak membuat masyarakat Indonesia mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Faktor yang menimbulkan terjadinya kemikinan, yaitu kekurangan kebutuhan seperti pakaian, makanan, tempat tinggal dan serta seikitnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan terciptanya pengangguran dan masyarakat yang miskin tidak mampu keluar dari kemiskinan.

Indonesia merupakan negara yang terbesar, memiliki kepulauan terbesar di dunia dengan bermacam kekayaan dan keanekaragaman alam yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Keanekaragaman sumber daya

3Fakrul Rozi Yamali, Ririn Noviyanti Putri, “Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia”, Journal of Economics and Business, Vol. 4, No. 2, (September 2020), h. 386.

(3)

alam yang melimpah dapat menjadikan sebuah modal jika potensinya digunakan sebaik mungkin.4 Salah satu wilayah Indonesia yang memilki potensi sumber daya alam adalah Banten.

Banten dikenalkarena memiliki sejarah, seni, dan kerajinan yang menarik pengunjung untuk datang ke sana.Kerajinan yang ada di Banten bermacam-macam dan memilki keunikan dalam nilai seni dan eknomi. Ini membuktikan Banten memilki potensi untuk meningkatkan dan mengembangkan kerajinan dengan memanfaatkan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah usaha yang menggunakan konsep berupa ide dan pengetahuan manusia untuk memunculkan karya-karya baru dengan menggunakan sumber daya alam yang ada.

Industri kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi.

Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (teruama di Eropa) atau juga ekonomi kreatif. Kementrian perdagangan Indonesia menyatakan bahwa indusri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilakan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.5 Provinsi Bantenpun memiliki banyak sekali pengrajin yang membuka lapangan kerja baru dengan memanfaatkan ekonomi kreatif sebagai konsep dasarnya.

Ekonomi kreatif tidak hanya mengandalkan ide saja melainkan juga menggunakan sumber daya alam yang ada. Ekonomi kreatif memilki tujuan yaitu mampu memunculkan berbagai macam inovasi baru untuk memenuhi

4Ika Agustin, “Strategi Pengbangan Wisata Melalui Model Pemberdyaan Masyarakat Di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga” (Skripsi Sarjana IAIN Purwokerto, Purwokero 2020), h. 1.

5Dede Jajang Suyaman, Manajemen Kewirausahaan Masyarakat Desa, (Bandung : Alfabeta, April 2016), h. 30.

(4)

kebutuhan pasar dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pada saat itu muncullah kerajinan kerang. Kerajinan kerang ini diciptakan oleh pengrajin yang bernama Budiono. Budiono memulai kerajinan kerang ini pada Desember 2018. Budiono membuat kerajinan kerang ini dengan menggunakan bahan dasar limbah kerang yang dibuang oleh nelayan. Budiono pun mempunyai ide dengan membuat limbah kerang tersebut denganmenjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Budiono melihat bahwa banyak di sekitaran masyarakat dekat rumahnya banyak yang pengangguran atau bisa dibilang tidak memeiliki pekerjaan, baik itu yang muda dan tua. Budiono pun membuat kerajian kerang ini menjadi sebuah pemberdayaan untuk masyarakat dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Banten. Bahkan untuk tahun 2021 Kelurahan Banten mendapatkan bantuan dari BKM (Badan Keswadayaan Masyrakat) berupa bangunan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang dikelola oleh KPP (Kelompok Pemanfaatan Pemeliharaan) yang dipimpin oleh Sibli. Ia adalah ketua sebagai penanggung jawab dalam pengurusan UMKM tersebut.

Budiono terpilih atas program pemberdayaan kerajinan kerangnya dan di perbolehkan untuk memajang, menjual, dan melakukan program pemberdayaan kerajinan kerangnya di UMKM6

Dengan adanya kerajinan kerang, masyarakat Kampung Kesatrian dan kampung lain berusaha mengubah pandangan dengan menggunakan sumber daya yang ada. Sekilas barang yang dilihattidak guna tetapi mempunyai nilai seni dan ekonomi. Dengan kreativitas yang dimiliki masyarakat Kampung Kesatrian, dapat diubah menjadi kerajinan yang bisa dijual.

Dengan adanya pemberdayaan kerajinan kerangakan dapat meningkatkan

6Budiono, Ketua Mollusca Handicraft, Diwawancari oleh penulis di rumahnya, 9 Juni 2021.

(5)

pendapatan masyarakat, serta manfaat lainnya seperti mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan uraian yang telahdijelaskan, maka penulis tertarik untuk mengkaji “PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KERAJINAN KERANG (STUDI PADA KELOMPOK MOLUSCA HANDICRAFT DI KAMPUNG KESATRIAN, KELURAHAN BANTEN, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG, BANTEN)”

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :

1. Bagaimana proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kerajinan kerang ?

2. Bagaimana peran kelompok Mollusca Handicraft dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat ?

3. Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan ekonomi kerajinan kerang ?

C. TUJUAN PENELITIAN

Dengan mengacu kepada permasalahan yang dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai adalah :

1. Untuk mengetahui proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kerajinan kerang.

2. Untuk mengetahui peran kelompok Mollusca Handicraft dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

3. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan ekonomi kerajinan kerang.

(6)

D. MANFAAT PENELITIAN

Dari tujuanpenelitian di atas, makamanfaatpenelitianini, yaitu:

1. ManfaatTeoretis

Penelitianinidiharapkandapatmenambahwawasansertapengetahuanpenulis anmengenai edukasi program pemberdayaan melalui kerajinan kerang yang dilakukan oleh Budiono memberdayakan masyarakat di Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

2. ManfaatPenelitian

Secarapraktispenelitianinidapat manfaat berupa pemikiran kepada : a. Bagi Peneliti

Dari hasil penelitian ini, diharapkan akan mampu menambah pengetahuan peneliti mengenai yang dibahas maupun peran para pengrajin yang dilakukan mengenai proses pemberdayaan masyarakat di masyarakat Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

b. Bagi Masyarakat

Saya harap masyarakat dapat mengetahui pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui usaha pemberdayaan melalui kerajinan kerang di Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Sebagai langkah awal untuk menciptakan usaha baru dengan cara memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiris. Saya harap juga dapat memberikanmasukankepada Budiono dan khususnya bagi para pengrajin lainnya baik itu di Banten dan di wilayah lainnya.

(7)

c. Bagi Akademisi

Saya harap peneiltian ini bermanfaat sebagai sumber pengetahuan dan bahan pertimbangan bagi para peneliti selanjutnya dengan tujuan agar keilmuan mereka dapat bertambah serta digunakan sebagai referensi dalam membuat program pemberdayaan yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dan juga sebagai rujukan karya-karya ilmiah UIN SMH BANTEN maupun pihak lainnya.

E. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka ialah kajian yang berupa teori-teori yang dijadikan bahan perbandingan dan bahan pendukung dalam penelitian yang dilakukan.

Setelah mencari beberapa teori sebagai bahan perbandingan dari berbagai jenis penelitian, penyusun menemukan teori-teori dari hasil penelitian pemberdayaan diantaranya :

Pertama, artikel di Jurnal Ilmu Ekonomidan Sosial yang ditulis oleh Funisia Lamalewa, Elisabeth Lia Riani Kore yang berjudul „‟Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Usaha Kerajinan Tangan Penyulaman Noken”

di tahun 2020.7Kesimpulan yang didapatkan dari artikel tersebut yaitu, dalam pemberdayaan ekonomi tersebut yang melalui usaha kerajinan noken belum diimplementasikan semestinya, sehingga muncul dampak tidak tercapainya tujuan yang diinginkan dari pemberdayaan tersebut yakni belum terlihatnya perubahan-perubahan besar yang harusnya memberi nilai ekonomis dari sisi kreativits masyarakat serta peningkatan pendapatan pengrajin.

Berdasarkan hal tersebut penelitian di atas menjelaskanbagaimana cara pembuatan kerajinan noken dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi

7 Funisia Lamalewa, Elisabeth Lia Riani Kore, „‟Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Usaha Kerajinan Tangan Penyulaman Noken‟‟, Jurnal Ilmu Ekonomi, Vol. 11, No.

1, (April 2020).

(8)

masyarakat, namun tidak dijelaskan lebih jauh lagi bagaiman cara pembuatan kerajinan noken tersebut, sehingga tidak tercapainya tujuan dari pemberdayaan itu sendiri. Sedangkan penelitian yang saya lakukan menjelaskan tahapan-tahapan pengembuatannya dan menjadikannya sebagai ladang usaha.

Kedua, artikel di Jurnal Pengabdian Masyarakat yang ditulis oleh Nastia Dkk yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kerajinan Dari Barang Bekasdi Desa Baari” di tahun 2020.8Kesimpulan yang didapatkan dari artikel tersebut yaitu, masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan kerajinan barang bekas tersebut memiliki keterampilan, ide, dan juga bakat dengan cara memanfaatkan sampah yang berjenis pelastik dan menjadikannya kerajinan tangan yang memilki nilai lebih ekonomis. Selain itu para masyarakat yang mengikuti pemberdayaan kerajinan tersebut memilki kerativitas tinggi dalam membuat produk yang baru.

Berdasarkan penelitan tersebut menjelaskan cara mengolah sampah yang berjenis plastik seperti botol bekas menjadi kerajinan tangan yang memilki nilai ekonomis, namun tidak dijelaskan lebih jauh lagi bagaimana cara memproduksi dan menjadikannya sebagai ladang usaha. Sedangkan penelitian yang saya lakukan lebih fokus membahas pada pengembangan usahanya.

Ketiga,artikel di JurnalPengabdian Masyarakatyang ditulis oleh Siti Muspana dan Intan Rizky Amalia yang berjudul “Kerajinan Limbah Cangkang Kerang Sebagai Alternatif Pembuatan Bros Ramah Lingkungan

8Nastia Dkk, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kerajinan Dari Barang Bekas Di Desa Baari”, Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 1, No. 3, (Agustus 2020).

(9)

Tambakrejo Semarang” di tahun 2020.9Kesimpulan yang didapatkan dari artikel tersebut yaitu, dalam penelitian yang dilakukan Siti Muspana dan Intan Rizky Amalia tentang kerajinan cangkang kerang, mereka berharap dengan adanya kerajinan ini dapat membuat masyarakat desa sadar akan potensi sumber daya yang bisa mereka manfaatkan dan diharapkan kerajinan ini dapat dikembangkan lagi agar dapat memiliki nilai jual tinggi.

Pada jurnal tersebut memamparkan mulai dari pelatihan, pengelolaan, hingga kemasan produk, namun tidak disertai dengan bagaimana cara memproduksikannya. Sedangkan penelitian yang saya lakukan membahas tahapan-tahapan pengembagan kerang melaluli bidang usaha.

Keempat, artikel di Jurnal Desainyang ditulis oleh Rani Hermita yang berjudul “Memanfaatkan Limbah Batok Kelapa Menjadi Berbagai Macam Bentuk Kerajinan” di tahun 2019.10Kesimpulan yang didapatkan dari artikel tersebut yaitu, dalam pemberdayaan ini menjelaskan batok kelapa memilki peluang untuk dikembangkan menjadi kerajinan dan produk rumah tangga.

Dengan memanfaatkan batok kelapa yang di ubah menjadi suatu kerajinan dan produk rumah tangga ini akan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat pesisir pantai.

Penulis memaparkan secara garis besar tentang memanfaatkan batok kelapa menjadi be macam–macam kerajinan, namun tidak dijelaskan lebih jauh lagi bagaimana cara memproduksi dan menjadikannya sebagai ladang usaha. Sedangkan penelitian yang saya lakukan membahas pengembangan usahanya.

9Siti Muspana, Intan Rizky Amalia, “Kerajinan Limbah Cangkang Kerang Sebagai Alternatif Pembuatan Bros Ramah Lingkungan Tambakrejo Semarang”, JurnalPengabdian Masyarakat, Vol. 2, No. 1, (Juni 2020).

10Rani Hermita, “Memanfaatkan Limbah Batok Kelapa Menjadi Berbagai Macam Bentuk Kerajinan”, Jurnal Desain, Vol. 4, No. 2, (Mei 2019).

(10)

F. KERANGKA TEORI

a. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pemberdayaan ialah proses dalam melakukan kegiatan sosial yang berasal dari luar tatanan terhadap suatu tatanan, supaya tatanan tersebut dapat berkembang sendiri secara mandiri. Bisa disimpulkan, pemberdayaan adalah kegiatan sosial yang bertujuan menyelesaikan dan memperbaiki suatu masalah terhadapa suatu tatanan dengan cara memberi pengetauan dalam menyelesaikan masalah tersebut supaya tatanan tersebut dapat berkembang dengan sendrinya.11

Pemberdayaan adalah proses dalam membangun, mendorong, dan memotivasikan, serta membangkitkan kemampuan dan potensi pada diri seseorang, supaya orang tersebut dapat berupaya mengembangkannya.

Tujuan pemberdayaan ialah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dengan cara meningkatkan potensi yang dimilikinya demi tercapainya masyarakat yang mandiri.

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang beraneka ragam baik itu agama dan budaya yang terjalin hubungan erat dan saling berhubung dalam interaksi sosial. Dalam kata masyarakat tidak akan jauh dari kata pemberdayaan, yang menjadi pemberdayaan masyarakat.Pemberdayaan masyrakat adalah proses kemajuan desa yang meliputi dan mencakup bidang, mulai dari pemerintah, kelembagaan, ekonomi masyrakat, teknologi, dan bahkan pendidikan.

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat golongan masyarakat yang sedang kondisi miskin, sehingga mereka dapat melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

11 Dyah Adriantini Sintha Dewi Dkk, Paradigma Aparatur Desa dalam Penggunaan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat, Jurnal Unnes, Vol. 13, No. 2, (Desember 2018), h. 144.

(11)

Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memotivasi, untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial.12

Tujuan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam pengembangan secara manusiawi terhadapat masyarakat miskin dan lemah dengan memberi pengetahuan secara baik dan benar supaya kelompok masyarakat tersebut dapat hidup mandiri dan mencukupi kebutuhan hidup mereka serta dapat memiliki peran dalam pengembangan masyarakat.13

Pemberdayaan masyaraka pada intinya adalah membangun potensi pada dalam diri seseorang ataupun masyarakat itu sendiri dengan adanya dorongan memberikan kesadaran akan pentingnya potensi yang dimilki orang atau kelompok masyarakat tersebut. Hal ini bertujuan agar tercapainnya perubahan masyaraka yang berguna dan dapat mengubah serta memperbaiki kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya.14

Swasono, Cornelis dan Miar mengatakan bahwa pemberdayaan ekonomi mengandung maksud pembangunan ekonomi sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai agenda utama pembangunan nasional sehingga langkah-langkah yang nyata harus diupayakan agar pertumbuhan ekonomi rakyat berlangsung dengan cepat.15

12 Arif Eko Wahyudi Arfianto & Ahmad Riyadh U. Balahmar, Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Ekonomi Desa, Jurnal JKMP, Vol. 02, No. 01, (Maret 2014), h. 57.

13 Dyah Adriantini Sintha Dewi Dkk, Paradigma Aparatur Desa dalam Penggunaan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat, Jurnal Unnes, Vol. 13, No. 2, (Desember 2018), h. 145.

14Enda K, Pemberdayaan Masyarakat: Menggali Potensi Loka Desa, Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, Vol. 1, No. 1, (2020).

15 Ully Hikmah Andini DKK, “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dari Desa Tertinggal Menuju Desa Tidak Tertinggal”, Jurnal Administrasi Publik, Vol. 02, No. 12, (2015).

(12)

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan penguatan pemilikan faktor-faktor produksi, penguatan penguasaan distribusi dan pemasaran, penguatan masyarakat untuk mendapatkan gaji atau upah yang memadai, dan penguatan masyarakat untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan keterampilan, yang harus dilakukan multi aspek, baik dari aspek masyarakatnya sendiri, maupun aspek kebijakannya.16

Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah proses membangun masyarakat dengan cara memberi motivasi supaya masyarakat bisa memiliki potensi sehingga masyarakat tersebut dapat berubah yang awalnya tidak berdaya menjadi berdaya dalam upaya lepas dari setatus kemiskinan.

Pemberdayaan eknomi memilki tujuan yaitu melakukan pembangunan ekonomi sebagai hal yang utama supaya langkah-langkah dapat direncanakan dalam pembangunan nasional hal ini juga bertujuan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat indonesia bertumbuh lebih cepat. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi, maka dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.17

Pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa dilihat sangatlah penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi pada masyarakat dalam bidang usaha apapun, membantu dalam terciptanya pembuataan lapangan kerja baru untuk masyarakat, membantu pertumbuhan ekonomi, dan terlepasnya masyarakat dari status kemiskinan.

16 Robiotul Auliyah, “Studi Fenomologi Peranan Manajemen Masjid At-Taqwa Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Bangkala, Jurnal Studi Manajemen, Vol. 08, No.

01, (April 2014). H. 77.

17Murdani Dkk, “Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Studi di Kelurahan Kandiri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang”, Jurnal Pengabidan Kepada Masyarakat, Vol. 23, No. 2, (Desember 2019).

(13)

b. Kerajinan Kerang

Kerajinan adalah karya seni yang dibuat oleh seorang pengrajin yang memiliki keahlian dalam membuat suatu barang yang memiliki nilai seni.

Sedangkan kerang adalah hewan yang ada di laut dan biasanya para nelayan menangkap kerang tersebut untuk dipisahkan dari kulitnya setelah itu diolah menjadi bermacam-macam makanan dan dijual. Cangkang kerang memiliki potensi dan peluang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Dengan adanya modal sumber daya alam dapat menjadi sebuah media kerajinan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan usaha kerja.18Berarti kerajinan kerang adalah karya seni yang dibuat oleh seorang pengrajin yang berbahan dasar dari kulit kerang dan memiliki nilai seni untuk dijual demi mendapatkan penghasilan, salah satunya di Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Kampungi ini memiliki SDA (Sumber Daya Alam) yang ada dilaut berupa limbah kerang yang dijadikan kerajinan seni yang bagus, bermanfaat, dan memilki nilai jual. Potensi ini dikembangkan oleh Budiono dan anggotanya melalui usaha kerajinan kerang yang bernama Mollusca Handicraft.

Strategi yang dilakukan oleh kelompok Mollusca Handicraft di Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten berfokus pada pengembangan sektor kerajinan di bidang ekonomi kreatif dengan memanfaatkan sumber daya alam sebagai modal pertama dalam menciptkan lapangan kerja baru untuk masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian.

18Siti Muspana, Intan Rizky Amalia, “Kerajinan Limbah Cangkang Kerang Sebagai Alternatif Pembuatan Bros Ramah Lingkungan Tambakrejo Semarang”, JurnalPengabdian Masyarakat, Vol. 2, No. 1, (Juni 2020). h. 60-62

(14)

G. METODE PENELITIAN

Dalam penelitian metode memilki fungsi yaitu prose dalam mencari dan mengumpulkan data. Metode yang saya gunakan pada penelitian ini yaitu:

1. Jenis Penelitian

Dalam penelitian saya menggunakan metodepenelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif muncul karena terjadi perubahan paradigma dalam memandang suatu realitas/fenomena/gejala. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.19

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang memiliki tujuan untuk memaparkan secara rinci mengenai program pemberdayaan masyarakat melalui kerajinan kerang di Kampung Kestarian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

2. Tempat dan Waktu Penelitian

Pengambilan tempat penelitian bertujuan agar dapat mempermudahkan dan memperjelaskan sasaran objek yang penulis teliti, supaya dapat meminimalisir perluasan masalah. Tempat penelitian yang penulis teliti yaitu di Kampung Kesatrian, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2021 – Oktober 2022.

3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik saya gunakan dalam mengumpulkan data yaitu :

19Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, Maret 2022), h. 8.

(15)

a. Observasi

Metode Observasi adalahsalah satu teknik dalam mengumpulkan data dengan cara melihat cermat proses perubahan baik itu di fenomea alam, fenomena sosial dan lain-lain.Observasi memiliki beberapa tahapan yaitu dimulai dari menentukan lokasi atau tempat yang akan diteliti setelah itu dilanjutkan membuat peta, supaya dapat mengetahui gambaran umum soal sasaran yang hendak akan diteliti. Data yang saya akan observasikan adalah data-data berupa, Kerajinan kerangnya, Kondisi Kampung Kesatrian, Bentuk atau cara pemberdayaan yang dilakukan, dan lain-lain.

b. Wawancara

Metode Wawancara adalah teknik dalam mengumpulkan data dengan cara bertanya dengan seorang informan mengenai apa yang ingin di ketahui.

Wawancara dilakukan dengan tujuan memperoleh sebuah infomasi yang tidak bisa didapatkan observasi. Dalam melakukan wawancara, peneliti tidak hanya memberi pertanyaan saja akan tetapi juga memperoleh pengertian pengalaman hidup yang dilalui informan tersebut.

Jadi pengumpulan data yang saya lakukan ialah menggunakan metode wawancara, dan yang menjadi sumber wawancara atau infroman adalah, 1 orang ketua pemberdayaan kerajinan kerang (Mollusca Handicraft, 4 orang anggota pemberdayaan kerajinan kerang (Mollusca Handicraft).

c. Dokumentasi

Metode Dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data dengan cara mencari data-data seperti tulisan seperti surat, koran, buku, jurnal, dan lain- lain. Pada saat peneleitian yang saya dapat adalah berupa foto-foto kerajinan kerang dan beberapa kegiatannya.dengan adanya dokumenntsi bertujuan memperoleh data yang tertulis untuk melengkapi data-data yang sebelumnya.

(16)

4. Sumber Data a. Data Primer

Sumber data primer merupakan data yang didapatkan dengan cara melakukan observasi dan wawancara. Dalam proses pengumpulan data primer, peneliti melakukan observasi secara langsung ke masyarakat dengan tujuan memperbanyak data yang didapatkan berdasrakan wawancara.

Penelitian yang saya lakukan dalam pengambilan data diproleh dari Budiono ketua Mollusca Handicraft dan beberapa para anggotanya.

b. Data Sekunder

Sumber data sekunder merupakan data yang didapatkan melalui orang lain. Penelitian ini bahan data sekunder yang saya kumpulkan yaitu : artikel, jurnal, serta situs di internet. Saya mendapatkan data ini melalui artikel dan jurnal tentang kerajinan kerang.

5. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.20

Teknik analisis data yang saya gunakan dalam penelitian ialah teknik analisis data Model Milles dan Huberman. Teknik ini digunakan pada saat proses mengumpulkan data dan juga setelah mengumpulkan data. Analisis ini

20Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, Maret 2022), h.

131.

(17)

memiliki tiga proses yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan/verifikasi.

a. Reduksi Data

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukkan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, komplek dan rumit. Mereduksi data berarti merangkum, memilih dan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.21Dalam penelitian yang saya lakukan untuk mendapatkan data reduksi Kerajinan Kerang yaitu berupa data kegiatan yang dilakukan Budiono.

b. Penyajian Data

Penyajian data ialah proses mengumpulkan data informasi yang berbetuk deskripsi dan narasi tersusun yang berdasarkan temuan-temuan pokok dan dijelaskan dalam bahasa yang masuk akal dan tersusun supaya gampang dipahami. Penyajian data penilitian yang saya lakukan berupa data dalam bentuk uraian.

c. Verifikasi

Langkah selanjutnya dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak

21Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, Maret 2022), h.

134-135.

(18)

ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Keimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskriptif atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang- remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipotesis atau teori.22Data yang saya peroleh saya dapatkan dengan cara pengamatan keseluruhan kegiatan yang dilakukan.

H. SISTEMATIKA PENULISAN

Untuk memudahkan penulisan dalam menyusun skripsi maka perlu disusun sistematika pembahasan Adapun sistematika yang akan diuraikan adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan yang meliputi LatarBelakangRumusanMasalah, TujuanPenelitian, ManfaatPenelitian, TinjauanPustaka, KerangkaTeori, MetodePenelitian, SistematikaPenulisan.

BAB II berisi tentang profil Kerajinan Kerang. Bab ini dibagi menjadi beberapa sub bab yakni GambaranUmum Kerajinan Kerang, Sejarah, StrukturPengurusan, Visi dan Misi Kerajinan Kerang, TujuanKerajinan Kerang, Program-program Kerajinan Kerang, SumberPendanaan Kerajinan Kerang.

BAB III menjelaskan tentang keadaan Kondisi Pendidikan Masyarakat di Kampung Kesatrian, Kondisi Social Masyarakat di Kampung Kesatrian, Kondisi Ekonomi Masyarakat di Kampung Kesatrian.

22Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, Maret 2022), h.

141-142.

(19)

BAB IV menjelaskan tentang hasil lapangan berupa Bentuk Pemberdayaan Kerajinan Kerang, Tahapan Pemberdayaan Kerajinan Kerang, Manfaat Pemberdayaan Kerajinan Kerang, FaktorPendukung dan PenghambatEdukasi Kerajinan Kerang.

BAB V merupakan penutup yang berisikan kesimpulan dari rumusan masalah dan saran-saran atau rekomendasi.

Referensi

Dokumen terkait

Simposium lahan gambut internasional ini dimaksudkan untuk memperkuat momentum dan menjadikannya menjadi aksi untuk mentransformasi restorasi lahan gambut dari fase

Perpustakaan IPB sebagai pembina perpustakaan fakultas mengadadakan kegiatan pembinaan perpustakaan fakultas yang ada di lingkungan IPB dengan tujuan: (1)

Dalam lingkungan kerja yang seperti ini para karyawan merasa tidak enak dan tidak aman dalam bekerja, sehingga produktivitas dan efisiensi kerja akan menurun, ini

191 Sekolah Tinggi Teknik Dharma Yadi Makassar, Makassar Teknik Elektro 192 Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (INTEN), Bandung Teknik Elektro. 193 Sekolah Tinggi

Hasil multivariat menunjukkan ada pengaruh antara pengetahuan dengan kepatuhan diet hipertensi dengan nilai P value 0,011 dan responden dengan pengetahuan rendah

Sasaran Rencana Strategis Balai Besar KSDA Jawa Barat tahun 2010 -2014 adalah tercapainya penurunan konflik dan tekanan terhadap kawasan konservasi (CA, SM, TWA)

Selain dari staff, kami juga meminta bantuan dari para pengajar LTC untuk menjadi pembawa acara sekaligus juga ada yang menjadi pembuka dalam berdoa dan juga ada