BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan
Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research yaitu penelitian yang diarahkan untuk mendeskripsikan dan menganalisa suatu keadaan didalam suatu komunitas.8 Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan Cross Sectional dimana variabel bebas dan variabel terikat diteliti dalam kurun waktu yang sama.15
B. Populasi dan Sampel
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua operator rental komputer di wilayah Kelurahan Pleburan Kota Semarang di 33 rental komputer. Sampel yang diambil adalah semua operator rental yang bekerja secara tetap di rental komputer tersebut.
C.Variabel dan Definisi operasional 1. Variabel Penelitian
a. Variabel bebas : masa kerja dan lama kerja b. Variabel terikat : kejadian carpal tunnel syndrome
c. Variabel kontrol : usia, jenis kelamin, kebiasaan/ hobi, riwayat penyakit, riwayat pekerjaan serta ergonomisitas alat dan ergonomisitas sikap kerja.
2. Definisi Operasional a. Masa Kerja
Masa Kerja adalah waktu yang telah dijalani tenaga kerja diruang operasi komputer hingga waktu pengukuran.
Skala : rasio
Satuan : tahun
b. Lama Kerja
Lama kerja adalah jumlah jam kerja responden saat bekerja dalam satu hari.
Skala : rasio Satuan : jam
c. Kejadian Carpal Tunnel Syndrome
Kejadian Carpal Tunnel Syndrome adalah ditemukannya tenaga kerja yang mengalami Carpal Tunnel Syndrome dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh NIOSH yaitu :
1. Terdapatnya salah satu atau lebih gejala parestesia, hipoestesia, sakit/
baal/ mati rasa pada tangan yang berlangsung sedikitnya 1 minggu atau bila tidak terjadi terus menerus, sering terjadi pada berbagai kesempatan.
2. Secara obyektif dijumpai hasil tes Tinel atau tes Phalen positif atau berkurang sampai hilangnya rasa sakit pada kulit telapak dan jari tangan. Diagnosa dapat pula ditegakkan melalui pemeriksaan elektrodiagnostik antara lain dengan pemeriksaan elektromiografi.
3. Adanya riwayat pekerja seperti melakukan pekerjaan berulang atau repetitive, pekerjaan yang disertai kekuatan tangan, fleksi ekstensi, dan deviasi gerakan pergelangan dan jari tangan, menggunakan alat dengan getaran tinggi serta terjadi tekanan pada pergelangan tangan atau telapak tangan.
Kejadian Carpal Tunnel Syndrome ini terutama ditegakkan dengan hasil Tes Phalen dan Tes Tinel.
Skala : nominal
Kategori : 1. Positif bila hasil tes Tinel dan atau tes Phalen positif 2. Negatif bila hasil tes Tinel dan tes Phalen negatif d. Usia
Usia adalah lama hidup responden dihitung sampai ulang tahun terakhir.
Carpal Tunnel Syndrome mengincar penderita usia 25 – 34 tahun.
Skala : rasio Satuan : tahun
e. Jenis Kelamin
Jenis kelamin adalah kondisi fisik seseorang berdasarkan perbedaan anatomi dan fisiologi. Perempuan memiliki risiko 5 kali lebih besar daripada laki-laki.
Skala : nominal
Kategori : 1. laki-laki 2.perempuan f. Kebiasaan/ hobi
Kebiasaan / hobi adalah ada tidaknya kegiatan yang dijadikan kegemaran atau kegiatan yang dilakukan secara terus menerus atau berulang yang melibatkan tangan. Mengetik,memainkan alat musik seperti gitar maupun piano, menulis serta memasak termasuk kebiasaan yang sering terkena risiko Carpal Tunnel Syndrome.
Skala : nominal
Kategori : 1. ada 2. tidak ada g. Riwayat Penyakit
Riwayat penyakit adalah kejadian penyakit yang pernah dialami oleh seseorang penyakit yang dapat memicu terjadinya Carpal Tunnel Syndrome antara lain rheumatoid arthritis, pregnancy, diabetes mellitus, menopause, obesitas, penyakit raynoud serta akromegali.
Skala : nominal
Kategori : 1. ada 2. tidak ada h. Riwayat Pekerjaan
Riwayat pekerjaan adalah kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan sehari- hari selain sebagai operator komputer yang melibatkan pekerjaan tangan secara terus-menerus atau berulang. Pekerjaan yang dapat memicu terjadinya Carpal Tunnel Syndrome ini antara lain penjahit, pekerja garmen, pengemasan makanan beku, pengepakan barang, pekerja pabrikmobil dan pesawat terbang, juru tulis, juru ketik, penyortir surat, tukang kayu, tukang cuci pakaian, pengecor logam, operator komputer serta pemain alat musik
Skala : nominal
Kategori : 1. ada 2. tidak ada
i. Ergonomisitas Alat (sandaran tangan/kemiringan keyboard)
Ergonomisitas Alat adalah kesesuaian antara alat atau mesin kerja dengan tubuh manusia sehingga tercipta optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan tenaga kerja di tempat kerja. Dalam penelitian ini ergonomisitas alat ditekankan pada ergonomisitas keyboard dengan pergelangan tangan yaitu adanya sandaran pergelangan tangan (wrist-rest), atau kemiringan keyboard dengan meja kerja sebesar 120 sehingga membentuk posisi lengan dan keyboard sejajar.
Skala : nominal Kategori :
1. Ada sandaran tangan/ memenuhi kemiringan 120
2. Tidak ada sandaran tangan/ tidak memenuhi kemiringan 120 j. Ergonomisitas Sikap
Ergonomisitas Sikap yaitu kesesuaian antara sikap tangan/ bahu/ siku dengan peralatan kerja komputer / sikap yang tidak alamiah sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman baik fisik maupun psikis.
Skala : nominal
Kategori : 1. Ergonomis 2. Tidak ergonomis
D. Metode Pengumpulan Data a. Alat Pengumpul Data
1. Kuesioner digunakan untuk menggambarkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome
2. Form Tes Tinel dan Tes Phalen
Tes Tinel dilakukan melalui ketukan atau penekanan diatas syaraf medianus atau ligamentum volare pada pergelangan tangan pada arah telapak tangan.
Dinyatakan positif bila timbul rasa nyeri, parestesia yang menjalar kearah ujung jari (distribusi syaraf medianus).12
Tes Phalen dilakukan dengan menekuk kedua tabngan pada kedudukan fleksi maksimum pergelangan tangan selama 30 detik sampai 2 menit, namun
secara rata-rata dilakukan selama 1 menit. Bila timbul rasa tebal atau parestesia di daerah persyarafan medianus maka tes dinyatakan positif.
Menurut Priguna Sidharta,Tes Phalen dilakukan dengan menekuk kedua tangan pasien di sendi pergelangan tangan. Kemudian menekankan kedua dorsum manus satu denganh yang lain sekuat-kuatnya. Tangan yang merasakan nyeri atau kesemutan mengungkapkan bahwa terowongan karpal menyempit.12
Pemeriksaan tes Tinel dan Tes Phalen ini dilakukan oleh perawat khusus bagian saraf.
b. Sumber Data 1. Data Primer
Data primer diperoleh dari kuesioner, wawancara, pengamatan dan form Tes Tinel dan Tes Phalen
2. Data Sekunder
Data Sekunder diperoleh dari Kelurahan Pleburan berupa data demografi serta informasi dari berbagai rental komputer di wilayah Kelurahan Pleburan.
3. Metode Pengumpulan data
Secara garis besar teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut:16
a. Wawancara
Wawancara adalah proses interaksi atau komunikasi secara langsung antara peneliti dengan responden.
b. Pengisian kuesioner
Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang diajukan kepada responden.
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk studi kualitatif maupun kuantitatif, terutama untuk membuktikan kebenaran jawaban responden.
d. Pemeriksaan
Pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik yaitu Tes Tinel dan Tes Phalen
E. Metode Pengolahan dan Analisis Data a. Metode Pengolahan
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah sebagai berikut:
1. Editing data dari hasil kuesioner, wawancara dan pengamatan dilakukan untuk mengecek kelengkapan data, kesimbungan data dan keseragaman sehingga validitas terjamin.
2. Pengkodean jawaban responden.
3. Entering yaitu entry data dimasukkan ke dalam komputer.
4. Tabulating yaitu pengelompokan data sesuai variabel yang telah diteliti.
b. Analisis Data
1. Analisis Univariat
Analisis yang memuat distribusi frekuensi untuk mendeskripsikan masa kerja dan lama kerja sebagai variabel bebas, kejadian Carpal Tunnel Syndrome sebagai variabel terikat serta umur, jenis kelamin, kebiasaan atau hobi, riwayat penyakit, ergonomisitas alat dan ergonomisitas sikap kerja sebagai variabel kontrol.
2. Analisis Bivariat
Dilakukan untuk mendapatkan informasi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang terdapat pada hipotesa. Ditinjau dari skala data pada beberapa variable tersebut serta dengan memperhatikan tujuan penelitian, maka uji statistik yang digunakan adalah Chi Square ada derajat signifikansi 95%.
Tujuannya untuk mengetahui signifikansi perbandingan antara 2 kelompok independen. Rumus dari Chi Square adalah sebagai berikut :
( )
{ }
(
A B)(
B C)(
C D)(
B D)
BC AD x N
+ +
+ +
= −
2 2
Keterangan:
x2 = Nilai Chi Square
N = Jumlah Sampel
A = Subyek dengan faktor risiko + dan efek +
B = Subyek dengan faktor risiko + dan efek – C = Subyek dengan faktor risiko - dan efek + D = Subyek dengan faktor risiko - dan efek –
Untuk mengetahui risiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome dilakukan analisis rasio prevalensi. Rasio prevalensi adalah jumlah subyek dengan efek positif dibagi dengan jumlah subyek dengan efek positif pada semua subyek dengan faktor risiko negatif. Rasio prevalensi dari suatu penyakit dalam populasi berkomunitas dengan faktor risiko yang dipelajari atau timbul sebagai akibat faktor risiko tertentu.
4 kelompok subyek:
A = Subyek dengan faktor risiko + dan efek + B = Subyek dengan faktor risiko + dan efek – C = Subyek dengan faktor risiko - dan efek + D = Subyek dengan faktor risiko - dan efek – Formulasi (Pratiknya; 1998) :
RP =
⎟⎟
⎟⎟
⎠
⎞
⎜⎜
⎜⎜
⎝
⎛ + +
D C
C B A
A
Kategori:
RP<1 Faktor risiko merupakan faktor yang menguntungkan karena sifat menghambat penyakit atau dapat diartikan bersifat protektif.
RP=1 Faktor risiko tidak ada pengaruhnya atau bersifat netral.
RP>1 Faktor risiko benar-benar merupakan faktor risiko untuk timbulnya penyakit tertentu