• Tidak ada hasil yang ditemukan

WORKSHOP PENULISAN AKSARA ARAB MELAYU PADA MAHASISWA SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS JAMBI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "WORKSHOP PENULISAN AKSARA ARAB MELAYU PADA MAHASISWA SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS JAMBI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

p-ISSN 2716-4861, e-ISSN 2716-3997 Volume: 3 Nomor: 1 Edisi Januari 2022

WORKSHOP

PENULISAN AKSARA ARAB MELAYU PADA MAHASISWA SASTRA INDONESIA

UNIVERSITAS JAMBI

Warni1, Maizar Karim2, Rengki Afria3*

1,2,3) Sastra Indonesia, Universitas Jambi

Article history

Received : 22 November 2021 Revised : 29 November 2021 Accepted : 1 Desember 2021

*Corresponding author Rengki Afria

Email : [email protected]

Abstrak

Aksara Arab Melayu merupakan salah satu aksara yang keberadaannya digunakan sebagai media komunikasi tulisan di Provinsi Jambi, namun kenyataannya sudah mulai tergerus. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk dapat mengidentifikasi, menulis, membaca, dan menganalisis teks beraksara Arab Melayu. Metode yang digunakan adalah metode langsung. Hasil pengabdian disimpulkan bahwa sebahagian besar mahasiswa Sastra Indonesia telah memahami dan dapat membaca maupun menulis Aksara Arab Melayu, meningkatnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga sistem tulis masa lampau dan mempertahankan eksistensinya hingga saat ini, Mahasiswa sastra Indonesia mempunyai pengalaman dan pengetahuan membaca, menelaah, alih aksara, dan menganalisis teks dan naskah sebagai persiapan menghadapi mata kuliah filologi.

Kata Kunci: Aksara Arab, Melayu, penulisan, workshop

Abstract

Malay Arabic is one of the scripts used as a written communication medium in Jambi Province, but it has begun to be eroded. This service aims to provide understanding for students to identify, write, read, and analyze Arabic-Malay scripted texts. The method used is the direct method. The results of the service concluded that most Indonesian Literature students have understood and can read and write Malay Arabic script, increasing student awareness of the importance of maintaining the past writing system and maintaining its existence to this day, Indonesian literature students have experience and knowledge of reading, studying, transliteration, and analyzing texts and manuscripts in preparation for philology courses.

Keywords: Arabic Letters, Malay, workshop, writing

Copyright © 2022 Warni, Maizar Karim & Rengki Afria

PENDAHULUAN

Aksara Arab Melayu merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam bentuk tulisan yang digunakan oleh masyarakat melayu sebelum dikenalnya huruf latin di Indonesia. Aksara Arab Melayu sebagai peninggalan budaya yang memiliki nilai historis, kultural, dan sosial masyarakat penggunanya. Aksara Arab Melayu seharusnya menjadi suatu peninggalan yang patut untuk dilestarikan. Ironisnya, generasi muda saat ini banyak yang kurang atau bahkan tidak mengenalnya. Dengan demikian, tentu saja aksara tersebut dapat hilang dan punah.

Di Indonesia, aksara ini berkembang dengan pesatnya sebelum pengenalan aksara latin. Pemakaian aksara ini digunakan sebagai bahasa tulis resmi dikalangan kerajaan maupun pemerintahan. Populernya aksara ini disebabkan karena pengaruh Islam yang kuat yang tersebar di Nusantara.

Keberadaan Aksara Arab Melayu di Provinsi Jambi saat ini dapat dikatakan minim penggunaannya.

Walaupun ada, tetapi hanya digunakan sebagai lambang/aksara yang ditulis pada perkantoran saja. Akan tetapi, hal yang paling penting adalah terdapat beberapa naskah yang terdapat di Provinsi Jambi yang bertuliskan Aksara Arab Melayu. Hal ini membuktikan bahwa pada periode tertentu, Aksara Arab Melayu pernah eksis dan digunakan oleh masyarakat melayu Jambi. Namun, faktanya hanya beberapa orang saja yang dapat mengidentifikasi (menulis dan membaca) aksara tersebut. Hal ini lah yang menjadi permasalahan bahwa untuk ke depannya diasumsi bahwa akan terancam punah.

▸ Baca selengkapnya: tugas arab melayu kelas 4

(2)

Perlu perhatian khusus dalam usaha mengeksistensikan keberadaan aksara Arab Melayu salah satunya adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa. Sebagaimana bahwa Universitas Jambi memiliki Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi yang secara umum mengkaji tentang kebudayaan-kebudayaan di Provinsi Jambi.

Salah satu kebudayaan tersebut adalah budaya beraksara atau tata tulis dalam bentuk Aksara Arab Melayu yang telah dimodifikasi dalam bahasa Indonesia. Program Studi yang dijadikan sasaran adalah Sastra Indonesia, yang mana prodi ini memunculkan sebuah mata kuliah aksara Arab Melayu. Pelatihan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa dalam membaca, menulis, dan menganalisis sumber-sumber informasi pada teks aksara Arab Melayu.

Untuk itu perlu dilakukan workshop penulisan aksara Arab Melayu agar kemampuan mahasiswa terhadap aksara dapat digunakan sebagai sebuah keahlian dalam proses pembelajaran. Di samping itu, oleh Warni &

Afria, (2021) berpendapat bahwa kemampuan menulis dan membaca aksara Arab Melayu juga dapat meningkatkan literasi beraksara mahasiswa. Dalam melaksanakan pelatihan ini, membutuhkan berbagai sumber tertulis yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dalam melakukan pengkajian dan sumber teori, baik dalam bentuk workshop maupun penelitian.

Asmara et al., (2019) menyelenggarakan pelatihan “Penulisan Aksara Ulu Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Daerah” di Kelompok Pengkaji Guru Sejarah (MGMP) Kota Lubuklingau. Pihak sekolah akan mempertimbangkan hasil PkM ini dan mengintegrasikan teks Ulu ke dalam muatan lokal, seperti yang diterapkan di beberapa daerah seperti Bengkulu dan Bandar Lampung. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini agar terlaksana sesuai dengan penyampaian materi yang diharapkan dalam kegiatan pelatihan ini adalah dengan menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan metode demonstrasi dan praktik. Hasil evaluasi dapat diketahui dari jumlah peserta sebanyak 28, 11 di antaranya tidak dapat membaca teks Ulu atau 39,28%. Peserta yang dapat menulis teks Ulu sebanyak 22 atau 78,57%. Peserta yang dapat membaca dan menulis sebanyak 10 atau 35,71 %.

Risdiawati et al., (2016) mempelajari perkembangan bahan tulisan Arab-Melayu. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan tulisan Arab-Melayu untuk mahasiswa sastra Indonesia, menyediakan konten, presentasi, bahasa dan grafik yang tepat dan efektif untuk pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model penelitian proses dan metode penelitian dan pengembangan pusat penelitian kebijakan dan tim inovasi pendidikan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku ajar berupa buku berjudul

“Membuka Jendela Ilmu Arab-Melayu”. Berdasarkan ahli materi, 90,7% produk dihasilkan, 89,9% ahli desain pembelajaran, 80,6% dosen, dan 92,8% mahasiswa. Oleh karena itu, produk dapat diklasifikasikan sebagai diimplementasikan. Berdasarkan uji efektivitas, 70% siswa memiliki kemampuan yang sangat tinggi, sehingga produk tersebut dapat dikatakan efektif untuk pembelajaran.

Sulibra et al., (2017) memberikan layanan bertajuk “Pembinaan dan Pelatihan Penulisan Papan Nama Dwiaksara di Kawasan Banjarangkan Kabupaten Klungkung sesuai teks peruntukan”. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa keberadaan bahasa (termasuk bahasa Bali dengan sistem angga-ungguh/sor-singgih dan sistem penulisannya) memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam melestarikan budaya Bali.

Bahasa Bali dengan aksara Bali seringkali diremehkan atau bahkan dipinggirkan, sehingga tidak ditanggapi secara serius oleh pemerintah. Jelas bahwa bahasa Bali bukanlah bidang penelitian yang berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan pendidikan keterampilan dan seni. Hal ini tentu berdampak besar terhadap kelangsungan bahasa dan karakternya. Bisa dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang, Cina, dan Korea Selatan, karakter yang ditampilkan di toko-toko, tempat umum, dll tidak menggunakan alfabet Latin, dan karakter mereka bahkan lebih luhur.Beberapa kajian relevan tersebut menjadi tolok ukur persamaan dan perbedaan dalam artikel pengabdian ini.

Mitra dalam Pengabdian Kepada Masyrakat ini adalah Program Studi Sastra Indonesia, Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dan kemampuan mengenal teks aksara Arab-Melayu. Masalah yang paling mendasar adalah siswa lemah dalam membaca,

(3)

menulis dan mengenal huruf Arab-Melayu. Selain itu, pemahaman membaca dan menulis teks bahasa Arab ini akan berdampak pada pembelajaran dan perkembangan siswa pada mata kuliah filologi.

Perlu diketahui bahwa mahasiswa harus diarahkan dengan cara memberikan pelatihan membaca dan menulis serta mengidentifikasi teks aksara Arab Melayu agar mahasiswa yang berketerampilan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berdaya saing, kreatif, dan inovatif.

Oleh karena masalah tersebut, maka pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan pengetahuan mahasiswa dalam tata tulis-baca dan identifikasi teks beraksara Arab Melayu agar mahasiswa cakap dalam mengaktualisasi diri, mengembangkan ilmu pengetahuan, menggali sumber informasi berbasis teks.

Sasaran pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi” adalah memberikan beberapa pemikiran dan konsep literasi yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir pada saat ini. Target yang dihasilkan nantinya mahasiswa dapat menguasai dan memahami teks beraksara Arab melayu, baik dalam bentuk tata tulis, membaca, maupun menelaah isi teks

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi” menggunakan metode langsung. Artinya, workshop dilakukan dengan tatap muka, baik dalam bentuk online maupun ofline.

Sasaran pengabdian ini adalah mahasiswa sastra Indonesia Semester III tahun akademik 2020/2021.

Pemilihan mahasiswa sastra Indonesia semester III sebagai sasaran khalayak pengabdian adalah karena mahasiswa tersebut dalam proses pembelajaran aksara Arab Melayu. Tidak hanya itu, nantinya pengetahuan yang didapatkan ini nantinya akan digunakan sebagai bekal pengetahuan dalam menghadapi mata kuliah filologi. Berdasarkan data dari SIAKAD Universitas Jambi, jumlah mahasiswa Semester III adalah 69 mahasiswa dari dua kelas. Berikut adalah tahapan pengabdian kepada masyarakat:

a. Tahapan persiapan, yakni menyiapkan materi, peserta, media, Dan tempat berlangsung.

b. Pelaksanakan, yakni melaksanakan pengabdian kepada sasaran, di dalamnya juga terdapat tes awal, pelatihan, dan tes akhir.

c. Monitoring, yakni memonitor kegiatan pengabdian agar pelaksanaan dan hasil akhir sesuat target.

d. Memberikan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan HASIL PEMBAHASAN

Pengabdian yang berjudul Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi telah dilaksanakan dengan lancar. Pengabdian ini dilakukan pada bulan Agustus 2021 dengan target mahasiswa Sastra Indonesia semester III sebanyak 40 mahasiswa. dalam rangka berupaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa dalam membaca, menulis, dan menganalisis sumber- sumber informasi pada teks aksara Arab Melayu.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi dilakukan secara dalam jaringan (online) dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Hal tersebut disebabkan Universitas Jambi secara kolektif (Civitas akademika) belum memberlakukan tatap muka dalam upaya pencegahan Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan ini dipandu oleh dosen selaku anggota pengabdian, serta mahasiswa Sastra Indonesia Semester III sebagai peserta pengabdian. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan dua cara, yakni sesi materi dan sesi praktik (Hariadi et al., 2018). Hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah;

(4)

a. Persiapan yang dilakukan oleh anggota Pengabdian Ketua : Dr. Warni, M.Hum.

Anggota : Dr. Maizar Karim, M.Hum.

Rengki Afria, S.Pd., M.Hum.

Tanggal : 30 Agustus 2021

Media : Dalam Jaringan (Zoom Meeting)

Link : https://zoom.us/j/95697528858?pwd=Z3BQQmpDRlZKM2luQndXNW5Rdkdkdz09

Gambar 1 Peserta Workshop b. Materi

Materi pelaksanaan Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi terdiri dari;

1) Pengenalan Huruf Hijaiyah

Sebelum menjelaskan mengenai aksara arab melayu, terlebih dahulu dijelaskan sumber aksara tersebut yankni hruf hijaiyah. Sebenarnya, sebahagian besar mahasiswa Sastra Indonesia telah mengetahui dan menguasai huruf hijaiyah. Huruf hijaiyah menjadi patokan dasar dalam memahami, membaca, dan menulis aksara Arab Melayu.

Tabel 1. Huruf Hijaiyah

Huruf Hijayah Alih Aksara

Subsitusi Huruf Dalam Bahasa Melayu/Indonesia

Huruf Hijayah Alih Aksara

Subsitusi Huruf Dalam Bahasa Melayu/Indonesia

ا Alif a ص Shad sh

ب Ba’ b ض Dhad dh

ت Ta’ t ط Tho’ th

ث Tsa’ ts ظ Dzo’ zh

ج Jim’ j ع ‘Ain

ح Ha’ h غ Ghain gh

خ Kha’ kh ف Fa’ f

د Dal d ق Qaf q

ذ Dzal dz ك Ka’ k

ر Ro’ r ل Lam l

ز Zai z م Mim m

س Sin s ن Nun n

ش Syin sy و Waw w

(5)

2) Pengenalan Aksara Melayu yang bertuliskan tulisan Arab

Setelah mahasiswa memahami dan mengenal huruf hijaiyah, selanjutnya adalah mengenal huruf hijaiyah yang diadobsi dari bahasa Melayu/Indonesia (dengan penyesuaian ejaan berdasarkan tuturan Bahasa Melayu). Hal tersebut disebabkan ada bagian dari alfabet bahasa Melayu/Indonesia yang tidak ada dalam huruf hijaiyah. Dengan demikian, huruf-huruf yang tidak ada tersebut disesuaikan dengan ejaan yang ada dalam bahasa Indonesia baik vokal maupun konsonan.

Tabel 2. Vokal Arab yang dialihaksarakan dalam alfabet Indonesia

Latin A I U E O B D S F H

Arab Melayu ا ي و و ب د ش ف ه

Latin J K L M N T N S Y W

Arab Melayu ج ك ل م ن ت ن س ي و

Tabel 3. Konsonan Arab Hijaiayah yang Menjadi Pinjaman Tulisan Arab Melayu

Latin p g c ny ng v p

Arab Melayu ﭪ ك چ پ ڠ/ﮔ ۋ ﭪ

3) Identifikasi Aksara Arab Melayu

Dalam mengidentifikasi Aksara Arab melayu, mahasiswa dipilih secara acak untuk melafalkan Aksara Arab Melayu. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan mahasiswa dalam mengidentifikasi huruf-huruf Arab sehingga nantinya mudah untuk mengeja dalam tulisan Arab Melayu.

4) Membaca dan Menulis Aksara Arab Melayu

Setelah sesi materi, mahasiswa diajak untuk mempraktikkkan bagaimana cara mengeja membaca dan menulis huruf Arab Melayu dengan benar. Sebab menulis merupakan hal yang susah karena harus merangkai huruf per huruf sesuai dengan ejaan Arab Melayu guna tidak rancu dalam membacanya.

5) Latihan menelaah naskah beraksara Arab Melayu

Tujuan akhir dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan pengalaman mahasiswa untuk membaca dan menulis Aksara Arab Melayu yang nantinya keterampilan tersebut dapat digunakan dalam mengidentifikasi dan menelaah naskah.

Aksara Arab Melayu merupakan tata tulis yang telah eksis di masa lampau, tepatnya pada masa peralihan setelah aksara Lokal dan sebelum aksara latin. Di daerah Jambi aksara Arab Melayu menjadi tulisan resmi dalam kerajaan Melayu. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa naskah surat Raja Jambi yang dikirim ke kerajaan lainnya. Tidak hanya itu, sebagian masyarakat Jambi yang hidup kurun waktu 40 Tahun ke atas berdasarkan survey dapat membaca dan menulis Aksara Arab Melayu. Selanjutnya, santri-santri yang belajar di pesantren juga dapat membaca dan menulis aksara Arab Melayu dengan baik. Hal tersebut berarti bahwa tingkat literasi masyarakat Melayu Jambi di zaman tertentu tergolong baik.

Penjelasan di atas sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Roza, (2017), yang menjelaskan bahwa konsep literasi merupakan alat komunikasi yang dapat membantu manusia untuk mengetahui alam sekitar tanpa pengalaman nyata, tetapi dapat mengetahui peristiwa masa lalu. Sebagai peninggalan, literasi tidak bisa diabaikan. Misalnya, literasi Arab-Melayu merupakan sarana menulis bahasa Melayu bagi masyarakat yang tinggal di Nusantara. Dengan bantuan literasi Arab-Melayu, para ulama, kiai, dan guru mampu menghasilkan karya nyata yang menjadi ciri khas tulisan tradisional warga. Karya-karya orang masa lalu yang diimplementasikan dalam bahasa Arab-Melayu dan Melayu disebut naskah Melayu. Jumlah manuskrip Melayu tidak terhitung dan telah disimpan oleh 28 negara di dunia. Naskah-naskah Melayu tidak akan memberikan sumbangsih bagi masyarakat saat ini jika tidak dibaca dan masyarakat tidak memahami isinya. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian tentang keberadaan literasi Arab-Melayu di Nusantara.

Selain itu, diperlukan penelitian yang mendalam untuk mengetahui perannya dalam membaca naskah-

(6)

naskah Melayu yang merupakan salah satu khazanah intelektual nusantara hingga naskah-naskah tersebut dapat dipahami oleh masyarakat sekarang.

Hal ini sangat perlu dilakukan karena literasi Arab-Melayu sebagai bagian dari budaya nusantara telah

“dilupakan” sejak lama. Dalam mengkaji keberadaan literasi Arab-Melayu dan perannya, penulis lebih memilih menggunakan karya sastra. Artinya, artikel ini berfokus pada penelitian kepustakaan karena analisisnya diarahkan pada buku-buku dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan pembahasan.

Dari hasil pengabdian yang dilakukan nampaknya peserta antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut disebabkan oleh di samping Aksara merupakan mata kuliah yang wajib diikuti, tetapi juga sebagai pengetahuan dasar awal untuk mengkaji naskah yang akan dilakukan pada semester berikutnya, yakni dalam mata kuliah filologi. Kesinambungan antara mata kuliah tersebut membuat workshop ini sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman dalam membaca aksara, khususnya aksara Arab Melayu.

Tujuan akhir dari pengabdian ini adalah mahasiswa mampu membaca dan menulis aksara Arab Melayu dengan baik. Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia penting untuk mendapatkan pengetahuan ini karena naskah-naskah beraksarakan Arab Melayu di Provinsi Jambi masih banyak yang belum dialihaksarakan, dikaji, dan diteliti ilmiah dalam rangka mengungkapkan sejarah, seni, sastra, dan sumber informasi masa lampau yang mengandung norma, nilai, dan kearifan lokal masyarakat melayu Jambi.

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, tentu saja tidak hanya mendapatkan hasil yang signifikan, tetapi juga terdapat kendala-kendala yang dihadapi pada tiap-tiap prosesnya. Kendala tersebut, seperti 1) estimasi waktu yang relatif singkat, sehingga proses pelatihan menjadi kurang maksimal, 2) situasi pandemi membuat proses interaksi menjadi terganggu sehingga proses pelatihan kurang efisien, 3) Ada beberapa mahasiswa yang belum tau sama sekali dengan aksara Arab Melayu, 4) dan kendala teknis lainnya. Hal tersebut juga dihadapi oleh Gunada et al., (2021) dalam praktik kegiatan pelatihan aksara. Dengan demikian, pelatihan ini perlu dilaksanakan lagi setelah perkuliahan tatap muka.

KESIMPULAN

Kegiatan pengabdian yang berjudul Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi telah dilaksanakan dengan lancar. Tujuan penyelenggaraan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengalaman dan pemahaman mahasiswa dalam berliterasi dengan penguatan kemampuan membaca, menulis, dan menelaan teks dan naskah yang beraksara Arab Melayu. Berdasarkan hasil yang didapatkan setelah kegiatan pengabdian ini seperti 1) Sebahagian besar mahasiswa Sastra Indonesia telah memahami dan dapat membaca maupun menulis Aksara Arab Melayu, 2) meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga sistem tulis masa lampau dan mempertahankan eksistensinya hingga saat ini, 3) Mahasiswa sastra Indonesia mempunyai pengalaman dan pengetahuan membaca, menelaah, alih aksara, dan menganalisis teks dan naskah sebagai persiapan menghadapi mata kuliah filologi.

PUSTAKA

Asmara, Y., Muslihah, N. N., & I., I. (2019). P PELATIHAN PENULISAN AKSARA ULU SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DAERAH PADA KELOMPOK MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) SEJARAH KOTA LUBUKLINGGAU. JURNAL CEMERLANG : Pengabdian Pada Masyarakat, 1(2), 39–50.

https://doi.org/10.31540/jpm.v1i2.211

Gunada, I. W. A., Dyatmika, G. E. P., & Weda, G. L. N. (2021). PELATIHAN DAN PEMBELAJARAN AKSARA BALI PADA ANAK-ANAK DI PASRAMAN AMERTA SANJIWANI. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 155–164. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4136

Hariadi, J., Bania, A. S., & Hidayat, M. T. (2018). PELATIHAN MEMBACA UNTUK PENGENTASAN BUTA AKSARA DI

(7)

WILAYAH KOTA LANGSA. Jurnal Vokasi, 2(2), 97–103. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.30811/vokasi.v2i2 Risdiawati, D., Siswanto, W., & Nurhadi. (2016). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TULISAN ARAB-MELAYU. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(6), 1002–1007.

https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jp.v1i6.6354

Roza, E. (2017). Aksara Arab-Melayu di Nusantara dan Sumbangsihnya dalam Pengembangan Khazanah Intelektual. TSAQAFAH, 13(1), 177. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v13i1.982

Sulibra, I. K. N., Suryati, N. M., Erawati, N. K. R., Puspawati, L. P., & Suardiana, I. W. (2017). PEMBINAAN DAN PELATIHAN PENULISAN PAPAN NAMA DWIAKSARA SESUAI PASANG AKSARA DI KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG. Buletin Udayana Mengabdi, 16(3), 291–296.

https://ojs.unud.ac.id/index.php/jum/article/view/37283

Warni, & Afria, R. (2021). PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS JAMBI. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 6–13.

https://doi.org/https://doi.org/10.31949/jb.v2i1.546

Format Sitasi: Warni, Karim, M & Afria, R. (2022). Workshop Penulisan Aksara Arab Melayu pada Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi. Reswara. J. Pengabdi. Kpd. Masy. 3(1): 135-141. DOI:

https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1573

Reswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat oleh Universitas Dharmawangsa Artikel ini bersifat open access yang didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution NonCommerciaL ShareAlike 4.0 (CC-BY-NC-SA)

Gambar

Tabel 1. Huruf Hijaiyah

Referensi

Dokumen terkait

Tako se tudi Komunalno podjetje Vrhnika poslužuje številnih praks, s katerimi upošteva omenjeno hierarhijo ravnanja z odpadki in z njimi zmanjšuje količino odloženih odpadkov

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi jenis fungi mikoriza arbuskula (FMA) berdasarkan ukuran, warna, ornamen dari spora FMA yang di temukan pada sampel tanah pada

Hal inilah yang menjadi suatu aktivitas dalam mengkaji Ayat Kauniyah Allah, sebab di dalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa memperhatikan alam semesta yang berarti

Karena jika kapal perusak tersebut mengikuti jalan sepiral mengelilingi titik dimana kapal selam tersebut pertama kali terditeksi oleh karena itu jarak antara titik itu

Bumi pun memiliki batas untuk menampung populasi, namun pengalaman di negara-negara maju menunjukkan bahwa angka kelahiran akan menurun apabila kaum perempuan memiliki

Hasil penurunan kadar GDP rata-rata tertinggi adalah pada kelompok tikus yang mendapatkan susu kedelai rumah tangga 2 kali/hari, yaitu sebesar 297,67 mg/dL, diikuti kelompok

Hasil pengamatan menunjukkan suhu air pada stasiun I 30 ◦ C, stasiun II 31 ◦ C, stasiun III 30 ◦ C suhu ini masih dikategorikan mendukung kehidupan teripang dan bulu babi

Apakah risiko usaha yang terdiri atas LDR (Loan Deposit Ratio) , NPL (Non Performing Loan) , IRR (Interest Rate Risk) , PDN (Posisi Devisa Netto), PR (Primary Ratio),